Anda di halaman 1dari 9

Pengolahan Limbah Cair Domestik 1

PENGOLAHAN LIMBAH CAIR DOMESTIK DENGAN BIOFILTER


AEROB MENGGUNAKAN MEDIA BI O-BALL DAN TANAMAN
TERATAI (Nymphaea nouchali Brum F)

A. Latar Belakang
Penurunan kualitas lingkungan hidup, salah satunya disebabkan oleh
pencemaran yang melebihi ambang batas. Sumber pencemar yang besar saat ini
umumnya dihasilkan oleh air limbah aktifitas rumah tangga, meskipun tidak
mengesampingkan air limbah industri yang semakin hari semakin dirasakan
peningkatan pencemarannya di dalam badan air (Sunanisari, 2008).
Limbah cair domestik atau limbah cair rumah tangga adalah air buangan
yang berasal dari penggunaan untuk kebersihan yaitu gabungan limbah dapur,
kamar mandi, toilet, cucian, dan sebagainya (Puji dan Nur Rahmi, 2009). Air
limbah domestik menurut keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 112 Tahun
2003 adalah air limbah yang berasal dari usaha dan atau kegiatan permukiman
(real estate), rumah makan (restauran), perkantoran, perniagaan, apartemen dan
asrama.
Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 112 Tahun 2003,
Tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik, air limbah domestik terdiri dari
parameter BOD, TSS, pH, minyak dan lemak. Komposisi limbah cair domestik
rata-rata mengandung bahan organik dan senyawa mineral yang berasal dari sisa
makanan, urin, dan sabun. Limbah cair domestik atau limbah ciar rumah tangga
memiliki karakteristik yaitu TSS 25-183 mg/l, COD 100-700 mg/l, BOD 47-466
mg/l, Total Coliforms 56-8,03x107 CFU/100 ml (Li, 2009). Air limbah yang
mengandung bahan-bahan pencemar tersebut apabila tingkat konsentrasinya
cukup tinggi akan mengganggu pengguna air, membuat kehidupan manusia
menjadi tidak nyaman, atau merusak ekosistem (Agustina. 2006). Oleh karena itu
sebelum dibuang ke badan penerima air, harus diolah terlebih dahulu sehingga
dapat memenuhi standar air yang baik. Hal ini diperkuat oleh adanya himbauan
dari pemerintah menurut Peraturan Perundang-Undangan saat ini yang
mewajibkan semua limbah cair domestik harus diolah terlebih dahulu sebelum
Pengolahan Limbah Cair Domestik 2

dibuang ke saluran umum (PP No. 20 Tahun 1990 dan PP No. 82 Tahun 2001
tentang Pengendalian Pencemaran Air).
Salah satu upaya mengolah limbah cair domestik (grey water) dengan cara
sederhana yaitu dengan pengolahan biofilter aerob menggunakan media Bio-ball
dan tanaman teratai (Nymphaea nouchali Brum F). Teknik pengolahan limbah
biofilter aerob merupakan suatu istilah dari reaktor yang dikembangkan dengan
prinsip mikroba tumbuh dan berkembang kemudian menempel pada suatu media
filter dan membentuk biofilm (attached growth). Biofilter dapat digunakan untuk
air limbah dengan beban BOD yang cukup besar dan dapat menghilangkan
padatan tersuspensi (SS) dengan baik (Wijeyekoon et al, 2000).
Teratai (Nymphaea nouchali Brum F) merupakan jenis tumbuhan air yang
termasuk kedalam kelompok floating leaves yaitu akar berada di dasar perairan
sedangkan daunnya berada di permukaan air (Sunanisari, 2008).
Tanaman air memiliki kemampuan secara umum untuk menetralisir
komponen-komponen tertentu di dalam perairan, dan hal tersebut sangat
bermanfaat dalam proses pengolahan limbah cair (Stowell 2000). Hal ini
diperkuat oleh Reed et al (1985) yang mengemukakan bahwa kehadiran tanaman
air di dalam kolam pengolahan limbah sangat potensial untuk menyaring dan
menyerap bahan yang terlarut di dalam limbah, melangsungkan pertukaran dan
penyerapan ion, serta memelihara kondisi perairan dari pengaruh angin, sinar
matahari dan suhu. Di negara-negara seperti Inggris, Jerman, Denmark dan Cina,
tumbuhan air telah digunakan sebagai media utama dalam suatu sistem
pengolahan limbah cair yang dikenal dengan istilah lahan basah buatan
(constructed wetland) (Sunanisari, 2008).


B. Tujuan
Tujuan dikembangkannya pengolahan limbah ciar domestik dengan metode
biofilter aerob menggunakan media Bio-ball dan tanaman teratai (Nymphaea
nouchali Brum F) adalah:
1. Mengurangi kadar polutan organik dan anorganik di dalam limbah cair
domestik agar mikroorganisme tidak dapat tumbuh dan senyawa toksik
Pengolahan Limbah Cair Domestik 3

dapat dielimininasi sehingga memenuhi standar air yang baik sebelum
dialirkan ke saluran umum, dengan mengacu pada baku mutu air limbah
domestik menurut Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No.112 Tahun
2003.
2. Mengolah limbah cair domestik menjadi air yang memenuhi standar sesuai
dengan peraturan pemerintah dan dapat dialirkan ke saluran umum tanpa
menimbulkan pencemaran.

C. Manfaat

1. Manfaat bagi industri
Memberikan informasi kepada pelaku kegiatan industri agar dapat
melaksanakan swakelola limbah cair yang berada dilingkungan industri dengan
metode biofilter aerob menggunakan media Bio-ball dan tanaman teratai
(Nymphaea nouchali Brum F), sehingga pencemaran air dapat diminimalisasi.
2. Manfaat Bagi Masyarakat
Sebagai referensi bagi masyarakat dalam rangka membuka wawasan tentang
pengolahan limbah cair domestik atau limbah cair rumah tangga dengan cara
sederhana yaitu menggunakan teknik biofilter aerob menggunakan media Bio-ball
dan tanaman teratai (Nymphaea nouchali Brum F). Teratai (Nymphaea nouchali
Brum F) memiliki potensi untuk menjernihkan air limbah rumah tangga secara
alami, tetapi air tersebut masih belum aman di konsumsi. Selain itu, dapat
mengurangi polusi air sebagai tempat perkembangbiakan nyamuk dan bakteri
penular penyakit. Pengolahan dengan teknik biofilter aerob menggunakan media
Bio-ball dan tanaman teratai (Nymphaea nouchali Brum F) adalah pengolahan
yang sangat mudah dan sangat murah dari segi operasional, sehingga diharapkan
teknik ini dapat menjamin kebersihan dan kenyamanan tempat tinggal
masyarakat, mencegah berkembangbiaknya hama penyakit akibat bahan pencemar
yang terdapat pada limbah cair akibat aktifitas rumah tangga dan masyarakat lebih
mudah mendapatkan air bersih, karena lingkungan yang bersih membuat kualitas
air menjadi baik.


Pengolahan Limbah Cair Domestik 4

3. Manfaat Bagi Lingkungan
Lingkungan yang bebas dari pencemaran limbah dapat mencitpakan
kenyamanan bagi ekosistem yang berada di sekitarnya, udara menjadi lebih segar,
sehat dan bebas dari polusi yang merugikan.

D. Metode
1. Alat
Alat yang digunakan adalah kaca akuarium, media Bio-ball, drum, ember,
aerator, pompa, keran , dan selang. Berikut adalah spesifikasi media bioball
yang digunakan, dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel.1 Spesifikasi Media Bio-ball yang digunakan
Tipe Bio-ball
Material PVC
Bentuk Bola
Ukuran Diameter 3 cm
Warna Hitam

2. Bahan
Bahan yang digunakan adalah limbah cair rumah rumah tangga (greywater)
dengan pengambilan limbah setiap harinya sebanyak 30 L, media Bio-ball
sebanyak 500 buah dan tanaman teratai (Nymphaea nouchali Brum F) luas
permukaan.

3. Biofilter
Proses pengolahan air limbah dengan proses biofilter dilakukan dengan cara
mengalirkan air limbah ke dalam reaktor biologis yang telah diisi dengan media
penyangga untuk pengembangbiakkan mikroorganisme dengan atau tanpa aerasi.
Untuk proses anaerobik dilakukan tanpa pemeberian udara atau oksigen. Biofiler
yang baik adalah menggunakan prinsip biofiltrasi yang memiliki struktur
menyerupai saringan dan tersusun dari tumpukan media penyangga yang disusun
baik secara teratur maupun acak di dalam suatu biofilter. Adapun fungsi dari
media penyangga yaitu sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya bakteri yang
Pengolahan Limbah Cair Domestik 5

akan melapisi permukaan media membentuk lapisan massa yang tipis (biofilm)
(Herlambang dan Marsidi, 2003).

4. Bio-ball
Media Bio-ball mempunyai keunggulan antara lain mempunyai luas spesifik
yang cukup besar, pemasangannya mudah (random), sehingga untuk paket
Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) kecil sangat sesuai. Keunggulan dari
media Bio-ball yaitu karena ringan, mudah dicuci ulang, dan memiliki luas
permukaan spesifik yang paling besar di bandingkan dengan jenis media biofilter
lainnya, yaitu sebesar 200-240 m
2
/m
3
. Sedangkan jenis Bio-ball yang dipilih
adalah yang berbentuk bola dengan diameter 3 cm karena Bio-ball jenis ini yang
memiliki diameter paling kecil dan dengan bentuknya yang seperti bola (random
packing) dapat meminimalkan terjadinya clogging (tersumbat). Bio-ball ini
berfungsi sebagai tempat hidup bakteri-bakteri yang diperlukan untuk menjaga
kualitas air (Said, 2005).

5. Biofilm
Biofilm adalah kumpulan sel mikroorganisme, khususnya bakteri yang
melekat di suatu permukaan dan diselimuti oleh pelekat karbohidrat yang
dikeluarkan oleh bakteri. Biofilm terbentuk karena mikroorganisme cenderung
menciptakan lingkungan mikro dan relung mereka sendiri. Biofilm memerangkap
nutrisi untuk pertumbuhan populasi mikroorganisme dan membantu mencegah
lepasnya sel-sel dari permukaan pada sistem yang mengalir.
Apabila pada media terbentuk lapisan lendir yang berwarna hitam
kecoklatan-coklatan serta tidak mudah terlepas dari media, maka dapat dipastikan
bahwa telah tumbuh mikroorganisme pada media. Sampai mikroorganisme
tumbuh diperlukan waktu selama 2 minggu. Hal tersebut dilakukan untuk
didapatkan hasil sampai terjadi steady state pada kondisi air limbah. (Herlambang,
2002).



Pengolahan Limbah Cair Domestik 6

6. Teratai (Nymphaea nouchali Brum F)

Gambar Teratai (Nymphaea nouchali Brum F)
Klasifikasi tanaman teratai (Nymphaea nouchali Brum F) :
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (Berkeping dua/dikotil)
Sub Kelas : Magnoliidae
Ordo : Nymphaeales
Famili : Nymphaeaceae
Genus : Nymphaea
Spesies : Nymphaea nouchali Brum F
Teratai (Nymphaea nouchali Brum F) merupakan jenis tumbuhan air yang
termasuk kedalam kelompok floating leaves yaitu akar berada di dasar perairan
sedangkan daunnya berada di permukaan air. Oleh karena itu batang-batang
teratai dapat mengurangi kecepatan aliran air, sehingga padatan yang tersuspensi
mempunyai kesempatan lebih baik untuk mengendap. Nutrien yang biasanya
terbawa oleh padatan tersuspensi akan mengendap pula, yang kemudian akan
terurai dan diserap oleh akar tumbuhan. Selain itu, bentuk daun dan bunga teratai
yang indah dapat menunjang fungsi estetika lingkungan bila tumbuhan ini
digunakan dalam lahan basah buatan untuk pengolahan air limbah.
Tumbuhan air dapat menurunkan kadar pencemar secara langsung, yaitu
dengan menyerap unsur-unsur pencemar sebagai sumber nutrien, atau secara tidak
langsung dengan cara menyediakan tempat tumbuh bagi mikroorganisme yang
akan mengurai bahan pencemar serta memasok oksigen untuk proses-proses
Pengolahan Limbah Cair Domestik 7

penguraian yang bersifat aerobik. Logam berat yang bersifat toksik akan terikat
pada biosolid, baik akar tanaman atau mikroba (Mc Cutcheon & Schnoor, 2003).

7. Proses Pengembangbiakan Mikroorganisme (Seeding)
Pembiakan (seeding) mikroorganisme dilakukan secara alami yaitu dengan
cara mengalirkan air limbah yang akan diolah ke dalam reaktor yang telah terisi
media Bio-ball sampai terbentuknya lapisan biofilm pada media biofilternya,
proses pembiakan dilakukan selama dua minggu, hal tersebut dilakukan untuk
didapatkan hasil sampai terjadi steady state pada kondisi air limbah. Tujuan
dilakukan seeding selain untuk membenihkan dengan cara memasukkan kedalam
air limbah yang akan dilakukan pengolahan supaya media mampu melakukan
oksidasi pada zat pencemar organik dalam air limbah tersebut dan
menumbuhkanatau mengembangbiakan mikroorganisme agar dikondisikan
dengan tempat beradaptasinya lingkungan awal, untuk tempat berkembang
biaknya mikroorganisme yang akan di ujikan direaktor.
Setelah proses seeding selesai, dilakukan aklimatisasi atau pergantian
limbah baru di dalam reaktor selama 3 hari pada reaktor biofilter yang di
dalamnya terdapat media Bio-ball dan tanaman teratai (Nymphaea nouchali Brum
F) untuk mendapatkan suatu kultur yang bagus dan mikroorganisme yang mampu
beradaptasi dengan air limbah. Aklimatisasi atau proses pergantian limbah ini
dilakukan dengan cara mengalirkan air limbah ke dalam reaktor secara kontinyu
selama 3 hari dengan debit 0,34 mL/detik.










Pengolahan Limbah Cair Domestik 8

8. Rancangan Reaktor Penelitian Biofilter Aerob Menggunakan Media
Bio-Ball dan Tanaman Teratai (Nymphaea nouchali Brum F)












E. Kelebihan
Pengolahan air limbah dengan proses biofilter mempunyai beberapa
keunggulan, antara lain:
1. Pengoperasiannya mudah
Di dalam proses pengolahan air limbah dengan sistem biofilm tanpa
dilakukan sirkulasi lumpur, tidak terjadi masalah bulking seperti pada proses
lumpur aktif. Karena itu pengolahannya sangat mudah.
2. Dapat digunakan untuk pengolahan air limbah dengan konsentrasi rendah
maupun konsentrasi tinggi.
Karena di dalam proses pengolahan air limbah dengan sistem biofilm
mikroba melekat pada permukaan media penyangga, maka pengontrolan terhadap
mikroorganisme atau mikroba lebih mudah. Proses biofilm tersebut cocok
digunakan untuk mengolah air limbah dengan konsentrasi rendah maupun
konsentrasi tinggi.
3. Tahan terhadap fluktuasi jumlah air limbah mayoun fluktuasi konsentrasi
Di dalam proses biofilter, mikroorganisme melekat pada permukaan media,
akibatnya konsentrasi biomassa mikroorganisme per satuan volume relatif besar
Media Bio-ball
Teratai
Reaktor
Pengolahan Limbah Cair Domestik 9

sehingga relatif tahan terhadap fluktuasi beban organik maupun fluktuasi beban
hidrolik.
4. Pengaruh penurunan suhu terhadap efisiensi pengolahan kecil.
Jika suhu air limbah turun, maka aktifitas mikroorganisme juga berkurang.
Tetapi, karena di dalam proses biofilm substrat maupun enzim dapat terdifusi
sampai ke bagian biofilm dan juga lapisan biofilm bertambah tebal, maka
pengaruh penurunan suhu (suhu rendah) tidak begitu besar (Said, 2005).
Kelebihan metode biofilter dengan menggunakan media Bio-ball yaitu
mempunyai luas spesifik yang cukup besar, pemasangannya mudah (random),
sehingga untuk paket Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) kecil sangat sesuai.
Keunggulan lain dari media Bio-ball yaitu karena ringan, mudah dicuci ulang, dan
memiliki luas permukaan spesifik yang paling besar dibandingkan dengan jenis
media biofilter lainnya, yaitu sebesar 200-240 m
2
/m
3
. Media Bio-ball bentuknya
seperti bola (random packing) dapat meminimalkan terjadinya penyumbatan
(clogging).

F. Kekurangan
Kekurangan metode biofilter dalam pengolahan air limbah yaitu pada
keadaan dimana substrat dari media biofilter tertutup oleh kotoran dari limbah
yang lebih besar seperti batu dan kayu, maka kemampuan daya serapnya akan
berkurang.
Media Bio-ball merupakan tempat tinggal bakteri pengurai (biology),
sebagai penyaring kotoran dengan tidak memerlukan perawatan yang rumit, harga
satuan tidak terlalu mahal, akan tetapi harus diperlukan dalam jumlah yang
banyak sehingga harus menyisihkan perhatian yang khusus terhadap proses
perawatan media Bio-ball.