Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perekonomian Indonesia berkembang dengan cepat yang ditandai dengan adanya
perubahan struktur dasar dari perekonomian agraris menuju perekonomian indrustri.
Perubahan ini telah mengubah struktur tenaga kerja, komposisi tenaga kerja dan juga
keterampilan yang dibutuhkan, dimana perusahaan akan membutuhkan tenaga kerja yang
terdidik, terlatih, dan memiliki kreativitas yang tinggi, agar mampu mengolah perusahaan
secara efisien sehingga perusahaan tidak segan-segan memberika nilai yang tinggi untuk
sumber daya tersebut.
Manusia dengan potensi yang dimiliki merupakan sumber daya utama bagi
peningkatan produktifitas ekonomi. Disini manusia dengan kecakapan majanerial dan teknis
yang dimilikinya ditempatkan sebagai factor inti dari produktivitas ekonomi.
Sumber daya manusia mempunyai peranan yang sangat besar bagi kelangsungan
hidup suatu perusahaan karena keberhasilan suatu perusahaan ditentukan oleh pemanfaatan
sumber daya manusia yang dimiliki dan diolah dengan benar. Sumber daya manusia yang
berkualitas dan diolah dengan baik merupakan investasi yang lebih menguntungkan jika
dibandingkan dengan investasi lainnya.
Banyak perusahaan yang rela mengeluarkan biaya yang besar untuk memperoleh
sumber daya manusia yang benar-benar potensial bagi perusahaan. Dalam hal ini
memperoleh sumber daya manusia berarti perekrutan atau pengembangan dari sumber daya
manusia tersebut.
Banyak perusahaan lebih memilih untuk mengeluarkan biaya dalam pelatihan dan
pengembangan sumber daya manusia mereka daripada melakukan perekrutan sumber daya
manusia yang baru. Pada akuntansi konvensional, biaya pelatihan ini dianggap akan
mengurangi laba yang dihasilkan perusahaan. Hal ini berbeda dengan akuntansi sumber daya
manusia dimana dalam akuntansi ini pengeluaran tersebut dianggap sebagai aktiva,
mengingat kemampuan sumber daya tersebut untuk memberikan manfaat pada perusahaan di
masa mendatang. Selain itu hal ini dianggap lebih efisien dan juga dapat berfungsi sebagai
alat yang membantu manajemen dalam menilai kinerja perusahaan yang dapat dijadikan
pertimbangan dalam pengambilan keputusan.
Pencatatan-pencatatan yang dilakukan atas biaya pelatihan dan pengembangan,
maupun biaya perekrutan sumber daya manusia akan dimasukkan dalam laporan keuangan,
mengingat bahwa fungsi dari laporan keuangan adalah memberikan informasi keuangan
kuantitatif yang factual dan objektif mengenai penggunaan sumber daya milik perusahaan.
Penyajian informasi akuntansi sumber daya manusia dalam laporan keuangan perlu
dimasukkan karena sumber daya ini sangat vital bagi suatu perusahaan dalam pencapaian
tujuannya, yaitu menghasilkan laba maksimum bagi perusahaan untuk jangka panjang. Hal
ini memungkinkan pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengambil keputusan dengan
lebih baik.
1.2 Rumusan Masalah
Permasalahan yang dibahas pada tulisan ini adalah:
1. Bagaimana penerapan akuntansi sumber daya manusia terhadap laporan
keuangan?
2. Bagaimana perbandingan perlakuan akuntansi konvensional terhadap akuntansi
sumber daya manusia?

1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan dari makalah ini adalah:
1. Menganalisa penerapan akuntansi sumber daya manusia terhadap laporan
keuangan.
2. Mengerti perbandingan perlakuan akuntansi konvensional terhadap akuntansi
sumber daya manusia.
1.4 Manfaat Penelitian
1.4.1 Bagi Penulis
Penulis dapat mempelajari dan menganalisa penerapan akuntansi sumber daya
manusia terhadap laporan keuangan dari sebuah perusahaan dan melihat pengaruhnya
dalam perusahaan tersebut.
1.4.2 Bagi Universitas Ma Chung
Hasil dari penelitian dan analisis penulis dapat dijadikan referensi dalam
pembelajaran mata kuliah Akuntansi Sumber Daya Manusia di Universitas Ma Chung
dan menambah wawasan mengenai akuntansi yang dapat dimanfaatkan oleh
mahasiswamahasiswa yang lain dalam membantu proses belajar ataupun penelitian
selanjutnya.

1.4.3 Bagi Perusahaan
Diharapkan hasil penelitian ini dapat membantu dalam memperbaiki dan
memajukan sistem akuntansi perusahaan untuk menjadi lebih baik lagi kedepannya.