Anda di halaman 1dari 2

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
A. Definisi
Osteoporosis adalah suatu keadaan dimana terdapat pengurangan jaringan tulang per unit
volume, sehingga tidak mampu melindungi atau mencegah terjadinya fraktur terhadap trauma
minimal. Pengurangan massa tulang tersebut tidak disertai dengan adanya perubahan
perbandingan antara substansi mineral dan organic tulang. Secara histopatologis osteoporosis
ditandai oleh berkurangnya ketebalan korteks disertai dengan kurangnya jumlah maupun ukuran
trabekula tulang.
Menurut WHO Penyakit skeletal sistemik dengan karakteristik massa tulang yang rendah
dan perubahan mikroarsitektur dari jaringan tulang dengan akibat meningkatnya kerentanan
terhadap tulang patah.
Menurut Konsesus di Kopenhagen suatu penyakit dengan karakteristik massa tulang yang
berkurang dengan kerusakan mikroarsitektur jaringan yang menyebabkan kerapuhan tulang dan
resiko fraktur yang meningkat.
B. Etiologi
1. Osteoporosis postmenopause
2. Osteoporosis senilis
3. Osteoporosis primer / Idiopatik
4. Osteoporosis sekunder
5. Genetik
6. Involusi
7. Osteoporosis juvenil

C. Klasifikasi
1. Osteoporosis postmenopouse (Tipe 1)
Percepatan resorpsi tulang yang berlebihan dan lama
setelah penurunan sekresi hormon estrogen
2. Osteoporosis involution (Tipe II)
Ketidakseimbangan yang samar dan lama antara
kecepatan resorpsi tulang dengan kecepatan
pembentukan tulang
3. Osteoporosis Idiopatik Penurunan densitas tulang
4. Osteoporosis JuvenilTerjadi pada anak-anak prepubertas
5. Osteoporosis Sekunder Penurunan densitas tulang yang cukup berat yang
disebabkan oleh fraktur atraumatik akibat faktor ekstrinsik seperti kelebihan
kortikosteroid atritis rhematoid,hipertiroidisme,hipogonade,dan sindrom malabsorbsi.
D. Manifestasi klinis

1. Kepadatan tulang berkurang secara perlahan
2. Nyeri tulang dan kelainan bentuk
3. Nyeri punggung menahun
4. Tulang belakang yang rapuh
5. Punuk dowager
6. Ketegangan otot dan rasa sakit
7. Fraktur pada pd tulang panggul,tulang lengan.

E. Patofisiologi