Anda di halaman 1dari 1

iv

ABSTRAK



PT Freeport Indonesia (PTFI) sebagai salah satu perusahaan tambang
terbesar di Indonesia memiliki endapan bijih tembaga, emas, dan perak. PTFI
menerapkan dua metode penambangan yaitu tambang terbuka (Surface Mining)
dan tambang bawah tanah (Underground Mining). Deep Mill Level Zone
(DMLZ) sebagai salah satu area penambangan di PTFI sedang melakukan
kegiatan development. Kegiatan yang sedang direncanakan di tambang DMLZ
adalah pembangunan tempat makan siang (lunch room) dengan menggunakan
kegiatan peledakan yang memperhitungkan faktor getaran,
Parameter peledakan yang digunakan untuk rancangan peledakan di lunch
room breakthrough adalah peledakan di Crane Bay #8, Crane acc seq 2 acc to
warehouse dan crane acc to warehouse pada tanggal 14 Maret 30 April 2013
yang ternyata mengakibatkan kerusakan. Maka dari itu dianalisa getaran yang
terjadi agar tidak melebihi batas aman Peak Particle Velocity (PPV) sebesar 20
mm/s (Hoek & Brown PPV Criteria) dihitung dari grafik regresi linier sehingga
maksimal charging yang didapatkan adalah 2,83 kg/delay dengan jarak 22,6 m
dan kemajuan peledakan 2,5 m untuk pola std 6,5 W x 5,5 H dilakukan dalam 4
tahapan peledakan (sequence) sehingga dihasilkan nilai PPV sebesar 19,94 mm/s.