Anda di halaman 1dari 43

BAB 5

ASPEK FIKIH
SK/KD
A. Pengertian Muamalah
B. Asas-asas Transaksi Ekonomi
dalam Islam
C. Penerapan Transaksi Ekonomi
dalam Islam
D. Kerja Sama Ekonomi dalam Islam
HOME
Presented by :
Bagus kurniawan
Lukman pratama
M. Izzudin
Inggit ruri safitri
Furi Anggraini
Yulia Herliana


ASPEK FIKIH
STANDAR KOMPETENSI :
MEMAHAMI HUKUM ISLAM TENTANG MUAMALAH

KOMPETENSI DASAR:
1. MENJELASKAN ASAS-ASAS TRANSAKSI EKONOMI DALAM ISLAM
2. MEMBERIKAN CONTOH TRANSAKSI EKONOMI DALAM ISLAM
3. MENERAPKAN TRANSAKSI EKONOMI ISLAM DALAM
KEHIDUPAN SEHARI-HARI


BACK
A. Pengertian Muamalah
Muamalah merupakan bagian dari hukum
Islam yang mengatur hubungan antara
seseorang dan orang lain, baik seseorang itu
pribadi maupun berbentuk badan hukum
seperti perseroan, firma, yayasan dan negara.
Contoh:
Jual beli, sewa menyewa, perserikatan
dibidang pertanian maupun perdagangan,
serta perbankan dan asuransi yang Islami
BACK
B. Asas-asas Transaksi Ekonomi dalam Islam
1. Pihak-pihak yang bertransaksi harus memenuhi kewajiban
yang telah disepakati dan tidak boleh saling mengkhianati.


{ : 1 }
Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu.
dihalalkan bagimu binatang ternak, kecuali yang akan
dibacakan kepadamu. (yang demikian itu) dengan tidak
menghalalkan berburu ketika kamu sedang mengerjakan haji.
Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang
dikehendaki-Nya. (Al-Maidah:1)

BACK
Lanjutan.Asas-asas Transaksi Ekonomi dalam Islam
2. Syarat-syarat transaksi dirancang dan dilaksanakan
dengan penuh tanggungjawab, tidak menyimapang
dari hukum syara dan adab sopan santun.
3. Setiap transaksi dilakukan secara sukarela, tanpa ada
paksaan dari pihak manapun.

:
29 }
Artinya : Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling
memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali
dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di
antara kamu. dan janganlah kamu membunuh dirimu;
Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.(Q.S.
An-Nisa:29)



BACK
LanjutanAsas-asas Transaksi Ekonomi dalam Islam
4. Setiap transaksi dilandasi niat yang baik dan ikhlas karena
Allah, sehingga terhindar dari penipuan, kecurangan, dan
penyelewengan.
Nabi Muhammad SAW melarang jual beli yang mengandung unsur
penipuan (HR. Muslim)
5. Adat kebiasaan atau urf yang tidak menyimpang dari
syara, boleh digunakan untuk menentukan batasan dalam
transaksi.

{ }
Ibadah itu terdiri dari sepuluh bagian,sembilan bagian
daripadanya terdapat pada mencari rezki yang halal (HR.As-
Sayuti)
BACK
C. Penerapan Transaksi Ekonomi dalam Islam
1. Jual Beli
a. Pengertian, Dasar Hukum, Hukum Jual Beli
Jual beli ialah persetujuan saling mengikat antara
penjual (yakni pihak yang menyerahkan/menjual
barang) dan pembeli (sebagai pihak yang
membayar/membeli barang yang dijual).

( )
Artinya:
Nabi Muhammad SAW telah melarang jual beli
yang mengandung unsur penipuan.
BACK
LanjutanPenerapan Transaksi Ekonomi dalam Islam
b. Rukun dan Syarat Jual Beli
Orang yang melakukan akad jual beli (penjual dan
pembeli). Syaratnya:
Berakal
Balig
Berhak menggunakan hartanya.
Sigat atau ucapan ijab dan kabul.
Barang yang diperjualbelikan.syaratnya:
Barang halal
Ada manfaatnya.
Barang ada di tempat, atau sudah tersedia ditempat lain.
Milik si penjual atau berada di bawah kekuasaannya.
Zat, bentuk, kadar dan sifatnya diketahui kedua pihak
BACK
Nilai barang yang dijual (berupa uang).
Syaratnya:
Harga jual harus jelas jumlahnya
Nilai tukar barang dapat diserahkan pada saat
transaksi.
Apabila transaksi dengan barter (Al-
Muqayadah), naka tidak boleh dengan barang
yang haram.
BACK
LanjutanPenerapan Transaksi Ekonomi dalam Islam
c. Khiyar
Khiyar adalah hak memilih bagi si penjual dan si
pembeli untuk meneruskan jual-belinya atau
membatalkan karena adanya sesuatu hal. Misal cacat
pada barang.
Hukum Islam membolehkan hak khiyar, agar tidak
ada penyesalan. Jika ada penyesalan dalam jual beli,
maka sunah untuk membatalkan, dengan cara
mengembalikan barang kepada penjual.

{ }
Barang siapa yang rela mencabut jual beli terhadap saudaranya,
maka Allah pun akan mencabut kerugiannya dihari kiamat
(HR. Thabrani)
BACK
LanjutanPenerapan Transaksi Ekonomi dalam Islam
d. Macam-macam Jual Beli
1). Jual beli yang sah (terpenuhi rukun dan
syaratnya)
2). Jual beli yang tidak sah (tidak terpenuhi rukun
dan syaratnya)
Contoh:
Jual beli sesuatu yang termasuk najis (bangkai,
daging babi)
Jual beli air mani hewan ternak.

{ }
Rasulullah SAW telah melarang menjual mani
hewan(HR. Bukhori)

BACK
LanjutanPenerapan Transaksi Ekonomi dalam Islam
Jual beli anak hewan yang masih berada dalam
kandungan.

{

}
Bahwa Rasulullah SAW telah melarang menjual anak
(hewan) yang masih berada dalam perut induknya
Jual beli yang mengandung kecurangan dan
penipuan

BACK
LanjutanPenerapan Transaksi Ekonomi dalam Islam
3). Jual beli yang sah tetapi terlarang(fasid),
terlarang karena:
Merugikan si penjual, pembeli, dan orang lain
Mempersulit peredaran barang
Merugikan kepentingan umum.
Contoh:
Jual beli dengan maksud untuk ditimbun

{ }
Tidak akan menimbun barang kecuali orang yang salah atau
durhaka (HR. Muslim)

BACK
LanjutanPenerapan Transaksi Ekonomi dalam Islam
4).Jual beli Najsyi
Yaitu menawar sesuatu barang dengan maksud
untuk mempengaruhi orang lain agar mau
membeli barang yang ditawarnya, sedangkan
yang menawar barang tersebut adalah teman
sipenjual.

{ }
Rasulullah SAW melarang jual beli dengan cara najsyi. (HR. Bukhori dan
Muslim)

BACK
LanjutanPenerapan Transaksi Ekonomi dalam Islam
5).Monopoli
Yaitu menimbun barang agar orang lain
tidak membeli walaupun barang telah
melampaui harga pasaran.
Rasulullah SAW melarang jual beli seperti
ini, karena akan merugikan kepentingan
umum.
BACK
LanjutanPenerapan Transaksi Ekonomi dalam Islam
2. Simpan Pinjam
Rukun dan syarat utang piutang atau simpan pinjam
meminjam, menurut hukum Islam adalah:
a. Yang berpiutang dan yang berutang syaratnya:
1). Sudah baligh dan berakal sehat
2). Yang berpiutang tidak meminta pembayaran melebihi
pokok piutang
3). Peminjam tidak boleh menunda-nunda pembayaran
utangnya.


C. Penerapan Transaksi Ekonomi dalam Islam
BACK
Hadits Nabi tentang Orang yang memberi hutang dan
Peminjam

{ }
Setiap piutang yang sengaja untuk mencari manfaat
(pembayaran lebih) adalah riba (HR. Haris bin Abi Imamah)



Orang yang mampu yang melalaikan kewajiban
membayar utangnya adalah zalim (HR. Ahmad dan Tirmizi)



Lanjutan.Penerapan Transaksi Ekonomi dalam Islam
BACK

b. Barang (uang) yang diutangkan atau dipinjamkan adalah
milik sah dari yang meminjamkan.
Pengembalian utang tidak boleh kurang nilainya.
Disunahkan mengembalikan lebih dari pokok utangnya.

{ }
Orang yang paling baik di antara kamu ialah orang yang membayar
utangnya dengan lebih baik (HR. Ahmad dan Tirmizi)


LanjutanPenerapan Transaksi Ekonomi dalam Islam
BACK
LanjutanPenerapan Transaksi Ekonomi dalam Islam
3. Ijarah
a. Pengertian
Menurut bahasa Ijarah berarti upah, sewa, jasa atau imbalan
Mazhab Syafii mendefinisikan Ijarah sebagai transaksi
dengan imabalan tertentu
b. Dasar Hukum Ijarah

{ }
Berikanlah upah/jasa kepada orang yang kamu pekerjakan sebelum
kering keringatnya

BACK
C. LanjutanPenerapan Transaksi Ekonomi dalam Islam


Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? kami Telah
menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan
dunia, dan kami Telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian
yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat
mempergunakan sebagian yang lain. dan rahmat Tuhanmu lebih baik
dari apa yang mereka kumpulkan. {Q.S. Az-Zuhkhruf:32}
Dasar Hukum Ijarah
BACK
C. LanjutanPenerapan Transaksi Ekonomi dalam Islam
Dasar Hukum Ijarah

{ : 6 }
Tempatkanlah mereka (para isteri) di mana kamu bertempat tinggal menurut
kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan
(hati) mereka. dan jika mereka (isteri-isteri yang sudah ditalaq) itu sedang hamil,
Maka berikanlah kepada mereka nafkahnya hingga mereka bersalin, Kemudian
jika mereka menyusukan (anak-anak)mu untukmu Maka berikanlah kepada
mereka upahnya, dan musyawarahkanlah di antara kamu (segala sesuatu) dengan
baik; dan jika kamu menemui kesulitan Maka perempuan lain boleh menyusukan
(anak itu) untuknya. (Q.S. At-Tahalaq: 6)
BACK
C. LanjutanPenerapan Transaksi Ekonomi dalam Islam
Dasar Hukum Ijarah


{ : 26 }
Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: "Ya bapakku
ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), Karena
Sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk
bekerja (pada kita) ialah orang yang Kuat lagi dapat dipercaya".
{Q.S. Al-Qasas:26}
BACK
C. LanjutanPenerapan Transaksi Ekonomi dalam Islam
c. Macam-macam Ijarah

1). Ijarah yang bersifat manfaat.
Seperti: sewa-menyewa rumah, toko, kendaraan dan
aneka busana, dll.

2). Ijarah yang bersifat pekerjaan dengan cara
mempekerjakan seseorang untuk melakukan suatu
pekerjaan.
Misal: pembantu rumah tangga, buruh bangunan,
tukang jahit dan tukang sepatu.

BACK
C. LanjutanPenerapan Transaksi Ekonomi dalam Islam
1) Orang yang berakad
2) Sewa/ imbalan
3) Manfaat
4) Sighat atau ijab kabul

d. Rukun dan Syarat Ijarah
Rukun Ijarah
BACK
C. LanjutanPenerapan Transaksi Ekonomi dalam Islam
1) Kedua orang yang bertransaksi balig dan berakal
sehat.
2) Kedua belah pihak bertransaksi dengan kerelaan.
3) Kondisi barangnya diketahui dan bermanfaat bagi
penyewa.
4) Objek ijarah bisa diserahkan dan dipergunakan
secara langsung dan tidak cacat.
5) Objek ijarah merupakan sesuatu yang dihalalkan
syara

d. Rukun dan Syarat Ijarah
Syarat Ijarah
BACK
6) Hak yang disewakan tidak termasuk suatu kewajiban
bagi penyewa.
7) Objek ijarah adalah sesuatu yang biasa disewakan.
8) Upah/ sewa dalam transaksi ijarah harus jelas
C. LanjutanPenerapan Transaksi
Ekonomi dalam Islam
d. Rukun dan Syarat Ijarah
Syarat Ijarah
BACK
C. Penerapan Transaksi Ekonomi dalam Islam
e. Sifat Akad/ Transaksi Ijarah
Jumhur ulama berpendapat bahwa akad/transaksi ijarah
bersifat mengikat, kecuali ada cacat, atau barang tersebut
tidak bisa dimanfaatkan.
Karena bersifat mengikat, kematian salah satu pihak yang
menyewakan atau penyewa, tidak membatalkan ijarah.
Manfaat dari sewa menyewa termasuk harta yang bisa
diwariskan.
BACK
C. LanjutanPenerapan Transaksi
Ekonomi dalam Islam
f. Tanggung Jawab Orang yang Diupah/ Digaji
Ijarah yang berupa pekerjaan, apabila orang yang
dipekerjakan itu bersifat pribadi, maka seluruh pekerjaan
yang ditentukan untuk dikerjakan menjadi tangung
jawabnya.
Ulama fikih sepakat, apabila objek yang dikerjakan rusak
ditangan pekerja bukan karena kelalaiannya dan tidak ada
unsur kesengajaan, maka pekerja tidak dapat dituntut ganti
rugi.
BACK
1. Syirkah
Syirkah yaitu persekutuan antara dua orang atau lebih
yang bersepakat untuk bekerjasama dalam suatu usaha,
yang keuntungan atau hasilnya utuk mereka bersama.
Syirkah yang sesuai syara bertujuan untuk kesejahteraan
bersama merupakan salah satu bentuk taawun

{ : 2 }
D. Kerja Sama Ekonomi dalam
Islam
dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan)
kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong
dalam berbuat dosa dan pelanggaran.
{Q.S. Al-Maidah:2}
BACK
Syirkah yang sesuai dengan ketentuan Syara :

Syirkah tersebut dilaksanakan dengan niat ikhlas karena Allah,
Sabar,
Tawakal,
Jujur,
Saling percaya antara sesama anggota syarikat,
Bersih dari unsur-unsur kecurangan atau penipuan


D. LanjutanKerja Sama Ekonomi dalam Islam
BACK
Macam-macam Syirkah:
b. Syarikat Kerja
Yaitu gabungan dua orang atau lebih untuk bekerja sama
dalam suatu jenis perusahaan dan pembagian keuntungan
dibagikan sesuai dengan perjanjian.

Manfaat Syarika Kerja:
Menjalin hubungan persaudaraan
Memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kesejahteraan.
Menyelesaikan pekerjaan besar bersama untuk
kepentingan umat manusia
Melahirkan kemajuan dalam segala bidang.

D. Lanjutan Kerja Sama Ekonomi dalam Islam
BACK
2. Mudarabah (Qirad)
Mudarabah yaitu pemberian modal dari pemilik modal
kepada seseorang yang akan memperdagangkan modal
dengan ketentuan bahwa untung rugi ditanggung bersama
sesuai dengan perjanjian.

Hukum mudarabah adalah mubah (boleh) sesuai dengan
Firman Allah:

{ : 2 }

dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan)
kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam
berbuat dosa dan pelanggaran.
{Q.S. Al-Maidah:2}


D. LanjutanKerja Sama Ekonomi dalam Islam
BACK
Rukun Mudarabah (Qirad)

Muqrid (pemilik modal) dan Muqtarid (yang menjalankan
modal) : balig, berakal sehat, dan jujur
Modal hendaknya diketahui jumlahnya dan tunai.
Jenis Usaha dan Tempatnya sebaiknya disepakati bersama.
Besarnya keuntungan hendaknya sesuai dengan
kesepakatan diawal akad.
Muqtarid hendaknya jujur dan menggunkan modal atas izin
muqrid.
D. LanjutanKerja Sama Ekonomi dalam Islam
BACK
Hikmah Penerapan Mudarabah di Masyarakat

Mewujudkan persaudaraan dan persatuan antara Muqrid
(kelompok orang kaya) dan Muqtarid (kelompok miskin)

Mengurangi atau mungkin menghilangka pengangguran.

Memberikan pertolongan kepada fakir miskin (yang
menjalankan modal) untuk dapat hidup mandiri.

D. LanjutanKerja Sama Ekonomi dalam Islam
BACK
3. Muzaraah, Mukhabarah, dan Musaqah

(1). Muzaraah dan Mukhabarah
Muzaraah ialah paruhan hasil sawah antara pemilik
dan penggarap, benihnya berasal dari pemilik sawah. Jika
benihnya dari penggarap disebut Mukhabarah.

Muzaraah dan Mukhabarah merupakan kerja sama
dibidang pertanian yang dibolehkan dalam Islam, sesuai
dengan syara dan pelaksanaannya tidak ada unsur
kecurangan dan pemaksaan.





D. LanjutanKerja Sama Ekonomi dalam Islam
BACK
Rukun dalam Muzaraah dan Mukhabarah

Kedua pihak sudah balig, berakal sehat, amanah.
Sawah yang digarap betul-betul milik orang yang
menyerahkan sawahnya untuk digarap.
Hendaknya ditentukan lamanya masa penggarapan
Besarnya paruhan antara kedua belah pihak ditentukan
berdasarkan musyawarah antara keduanya.
Kedua belah pihak hendaknya menaati ketentuan-ketentuan
yang telah mereka sepakati bersama
D. Lanjutan Kerja Sama Ekonomi dalam Islam
BACK
(1). Musaqah
Musaqah ialah paruhan hasil kebun antara pemilik dan
penggarap, besar bagian masing-masing sesuai dengan
perjanjian pada waktu akad.


{ }

Dari Ibnu Umar: Sesungguhnya Nabi SAW telah menyerahkan kebun
miliknya, kepada penduduk Khaibar agar dipelihara oleh mereka
dengan perjanjian, mereka akan diberi sebagian dari hasilnya baik dari
buah-buahan atau hasil tanaman (palawija) (HR. Muslim)






D. Kerja Sama Ekonomi dalam Islam
BACK
Manfaat dari Muzaraah, Mukhabarah, Musaqah

Mewujudkan tolong menolong antara pemilik tanah dan
penggarap.
Mengurangi atau mungkin menghilangkan pengangguran.
Memelihara dan meningkatkan kesuburan tanah pertanian.
Usaha pencegahan terhadap terjadinya lahan-lahan kritis.
Memlihara, meningkatkan dan melestarikan keindahan
alam.

D. Kerja Sama Ekonomi dalam Islam
BACK
D. Kerja Sama Ekonomi dalam Islam
4. Sistem Perbankan yang Islami
Sistem perbankan yang islami maksudnya adalah
sistem yang sesuai dengan ajaran Islam yang
bersumber kepada A-Quran dan Hadits.
Bank Islam Adalah lembaga keuangan yang usaha
pokoknya memberikan kredit dan jasa-jasa lain
dalam lau lintas pembayaran, serta peredaran uang
yang pengoperasiannya disesusaikan dengan
prinsip syariat Islam.





BACK
Mesir telah mendirikan bank Islam (Bank Nasional Nasser
tahun 1971).
Dubai, Bank Islam Dubai pada tahun 1975.
Jedah, Saudi arabia, Islamic Development Bank yang
didukung oleh 40 Negara Muslim tanggal 20 Oktober 1975
Bank Islam di Indonesia didirikan atas prakarsa Majelis
Ulama Indonesia (MUI) diberi nama Bank Muamalat
Indonesia, mulai beroperasi 1 Mei 1992
D. Kerja Sama Ekonomi dalam Islam
Perkembangan Dunia Perbankan Islam
BACK
5. Sistem Asuransi yang Islami
Asuransi menurut bahasa berarti pertanggungan (At-
Tamin). Sedangkan menurut istilah yaitu akad atau
perjanjian antara penanggung (perusahaan asuransi) dan
mempertanggungkan sesuatu (peserta perusahaan
asuransi)

Asuransi muncul kira-kira pada abad ke-14
Ulama fikih sepakat bahwa asuransi dibolehkan
dengan catatan cara kerja sesuai dengan ajaran Islam,
yaitu ditegakkannya prinsip keadilan, dihilangkannya
unsur untung-untungan, perampasan hak dan kezaliman
serta bersih dari riba.




D. Kerja Sama Ekonomi dalam Islam
BACK
Prinsip Asuransi Islam
Taawun
(saling tolong menolong)

D. Kerja Sama Ekonomi dalam Islam

{ : 2 }
dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan)
kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong
dalam berbuat dosa dan pelanggaran.
{Q.S. Al-Maidah:2}
BACK