Anda di halaman 1dari 18

KELOMPOK 3:

CHRI STY HAREMA


CLAUDI O POLI I
DEVI D GOSAL
GRACE KALESARAN
SRI LI KE JACOBS

Momentum dan Impuls


PengertianMomentum

Momentum adalah hasil kali antara massa dan kecepatan. Secara
matematis dapat dituliskan sebagai berikut :
P = m.v
Keterangan : P = momentum(kg.m/s)
M =massa(kg)
V =kecepatan(m/s)
Jadi momentum adalah besaran yang dimiliki oleh sebuah benda atau
partikel yang bergerak.Berdasarkan definisi tersebut momentum
termasuk besaran vektor.Hal ini berarti, momentum memiliki besar
dan arah.
Benda-benda yang massanya besar dan bergerak, memiliki momentum
yang besar sebagai contoh, kapal laut berkecepatan rendah, tetapi karena
memiliki massa yang sangat besar kapal laut memiliki momentum yang
sangat besar.

Contoh soal
Sebuah bus bermassa 5 ton bergerak dengan
kecepatan
tetap 10 m/s. Berapa momentum yang dimiliki bus
tersebut?
Penyelesaian:
Dengan menggunakan persamaan diatas maka kita
mendapatkan besar momentum bus sebesar P = mv
P = 5000 kg x 20 m/s
P= 100000 kg m/s
(catatan 1 ton = 1000 kg)

Pengertian Impuls
Impuls adalah peristiwa gaya yang bekerja pada benda
dalam waktu hanya sesaat. Atau Impuls adalah peristiwa
bekerjanya gaya dalam waktu yang sangat singkat. Contoh dari
kejadian impuls adalah: peristiwa seperti bola ditendang, bola
tenis dipukul karena pada saat tendangan dan pukulan, gaya
yang bekerja sangat singkat.
I=F.t
Keterangan:
I= impuls
F=gaya(N)
t=selang waktu(s)

Contoh soal
Sebuah bola dipukul dengan gaya 50 Newton
dengan waktu 0,01 sekon. Berapa besar Impuls
pada bola tersebut?
Penyelesaian:
Dengan menggunakan persamaan diatas maka
I=F.t
I=50 N. 0,01s
I=0,5 Ns

Hubungan antara impuls dan perubahan momentum

Ketika terjadi tumbukan, gaya meningkat dari nol pada saat terjadi
kontak dan menjadi nilai yang sangat besar dalam waktu yang sangat singkat.
Setelah turun secara drastis menjadi nol kembali.Ini yang membuat tangan
terasa lebih sakit ketika dipukul sangat cepat (waktu kontak antara jari
pemukul dan tangan yang dipukul sangat singkat).
Hukum II Newton versi momentum yang telah kita turunkan di atas
menyatakan bahwa laju perubahan momentum suatu benda sama dengan
gaya total yang bekerja pada benda tersebut. Impuls dapat diartikan sebagai
perubahan momentum. Maka:
I = p
I = mv
2
-mv
1

I = m (v
2
-v
1
)
F = m.a
F = m . v/t

F = m (v
2
-v
1
)/t
F t = m (v
2
-v
1
)

Dari persamaan diatas dapat ditulis

Ft = mv
2
-mv
1

I = p = p
2
-p
1

Hubungan ini dapat dinyatakan dengan kalimat sebagai berikut:
Impuls yang dikerjakan suatu benda sama dengan perubahan
momentum yang dialami benda itu, yaitu beda antara momentum
akhir dengan momentum awalnya.
Ingat bahwa impuls diartikan sebagai gaya yang bekerja pada benda
dalam waktu yang sangat singkat. Konsep impuls membantu kita
ketika
meninjau gaya-gaya yang bekerja pada benda dalam selang waktu
yang
sangat singkat.

Contoh soal
Sebuah bola massanya 50 gram dilempar dengan kecepatan 10 m/s,
kemudian dipukul dengan gaya F hingga kecepatannya 20 m/s
berlawanan arah dengan kecepatan semula.
Hitunglah impuls yang dikerjakan oleh gaya tersebut!
Jika besarnya gaya F = 150 N, berapa lama pemukul menyentuh bola?
Penyelesaian :
Diketahui :
m = 50 gram = 50.103 kg; v
1
= 10 m/s; v
2
= 20 m/s
Ditanya : a. I = ?
b. Jika F = 150 N > t = ?
Jawab : a. I = m.( v2 v1 ) = 50.103 [20 (-10)]
= 50.103. 30 = 1500.103 = 1,5 Ns
b. I = F. t > 1,5 = 150. t > t = 0,01

Pengertian hukum kekekalan momentum dan hubungannya dengan tumbukan

Hukum kekekalan momentum memegang
peranan penting dalam peristiwa
tumbukan.Hukum kekekalan momentum
menyatakan bahwa:
jumlah momentum sebelum tumbukan sama
dengan jumlah momentum setelah tumbukan
Hal tersebut dapat digambarkan seperti pada
gambar berikut.

Gambar diatas menunjukkan bola dengan massa 1 ( m1 ) dan massa 2 (
m2) yang bergerak berlawanan arah dalam satu garis lurus dengan
kecepatan berturut-turut sebesar V1 dan V2. Setelah keduanya
bertumbukan masing-masing kecepatannya berubah menjadi V1 dan
V2. Jumlah momentum kedua bola sebelum tumbukan adalah


Jumlah momentum kedua bola setelah
tumbukan adalah


Berdasarkan hukum kekekalan momentum,
P=P .dengan demikian,



Hukum kekekalan momentum hanya berlaku jika
jumlah gaya luar pada benda-benda yang
bertumbukan sama dengan nol. Gambar
dibawah ini merupakan ilustrasi mobil sebelum
dan sesudah tumbukan.

Tumbukan
Yang dimaksud tumbukan dalam ilmu fisika
memiliki arti yang lebih luas dari pada
tumbukkan dalam pengertian sehari-hari. Setiap
peristiwa yang berlangsung dalam waktu singkat
sehingga kita dapat membedakan situasi
sebelum dan sesudah peristiwa disebut
tumbukan.Misalnya tarikan mobil, pukulan tinju,
dan tumbukan pada bola billiard.
Kebanyakan tumbukan terjadi dalam waktu yang
sangat singkat, sehingga gaya-gaya yang bekerja
pada masing-masing bagian terutama adalah gaya
impilsif. Gaya impuls ini jauh lebih besar dari pada
gaya-gaya luar, karena itu gaya-gaya luar dapat
diabaikan selama proses tumbukan terjadi. Tambahan
pula waktu tumbukan yang sangat singkat membuat
impuls gaya luar tidak berperan dalam pemgubahan
momentum sistem. Disisi lain gaya-gaya impuls muncul
secara berpasangan dan merupakan gaya internal,
Karena itu tidak akan mengubah momentum total
sistem. Dapat disimpulkan bahwa dalam setiap proses
tumbukan berlaku hukum kekekalan momentum.

Jenis-jenis tumbukan
1. Tumbukan satu dimensi
Tumbukan satu dimensi merupakan tumbukan yang semua
gerak sebelum dan sesudah tumbukan terletak pada suatu
garis yang sama. Dalam tumbukan satu dimensi ada tiga
macam pembagian tumbukan, yaitu:
a. Tumbukan tidak lenting sama sekali
Tumbukan tidak lenting sama sekali terjadi ketika e = 0
sehingga ,kecepatan benda satu setelah tumbukan sama
dengan kecepatan benda dua setelah tumbukan (v
1

= v
2

)
sehingga persamaan yang berlaku yaitu:


2. Tumbukan dua dimensi
Bila tumbukan terjadi dalam bidang, masing-
masing momentum memilki komponen dalam
arah x dan arah y. Jadi ada 4 besaran yang
tidakdiketahui, v
1x,
v
2y,
v
1y
, v
2x
, sedangkan
persamaan yang dimiliki hanyadua persamaan
untuk komponen momentum dan energi. Berarti
kita kekurangan satu persamaan untuk
menentukan semua kecepatan akhir, karenanya
kita perlu diberi informasi tambahan mengenai
keadaan akhir.

b. Tumbukan lenting sebagian
Pada tumbukan lenting sebagian nilai e, v
1

dan v
2


ditentukan oleh sifat fisis kedua benda yang
bertumbukan. Perubahan energy kinetiknya
dinyatakan dengan:


Terima Kasih
Kelompok 3:
Christy Harema
Claudio Polii
Devid Gosal
Grace Kalesaran
Srilike Jacobs