Anda di halaman 1dari 13

SOLUTION AND COLOID

Seperti diketahui, ada tiga bentuk zat, yaitu zat padat, cair, dan gas. Perbedaan
yang penting antara ketiga bentuk ini adalah jumlah energinya. Zat padat adalah yang
paling sedikit mengandung energi sehingga hanya sedikit terjadi pergerakan molekul.
Karena itu zat padat mempunyai bentuk tertentu.
Gas adalah bentuk yang paling banyak mengandung energi. Energi kinetiknya
sangat besar dibandingkan gaya tarik menarik antara molekul, sehingga tiap molekul
dapat bergerak lebih bebas, sehingga gas tidak mempunyai bentuk. Sedangkan pada
zat cair energi kinetiknya tidak terlalu besar, gaya tarik menarik antar molekulnya
lebih besar dari energi kinetiknya sehingga pergerakan dari molekul cairan agak
terbatas.
SIFAT-SIFAT CAIRAN
1. ekanan uap air.
Pada keadaan setimbang, jumlah molekul diatas cairan yang berada dalam
keadaan uap adalah tetap, dan ini memberikan suatu tekanan yang disebut tekanan
uap air.
!. egangan permukaan "sur#ace tension$.
%ila kita lihat, suatu cairan dalam ca&an, molekul cyang terletak didalam,
dikelilingi oleh molekul lain sehingga tertarik kesemua arah dengan gaya yang sama
"jumlah gaya ' ($. etapi molekul yang terletak pada permukaan tidak, sehingga gaya
dari dalam akan menarik sebanyak mungkin molekul dari permukaan, agar
permukaan menjadi sekecil mungkin sehingga permukaan air menjadi cekung.
egangan permukaan inilah yang menyebabkan cairan pada pipa kapiler dapat naik
turun, misalnya air akan naik pada pipa kapiler, sedangkan air raksa akan turun, sebab
air akan membasahi gelas sedangkan air raksa tidak.
%anyak zat)zat yang terkandung dalam darah akan merendahkan tegangan
permukaan dari darah. %ila misalnya karena suatu hal udara masuk dalam peredaran
darah, ia akan membentuk gelembung udara dalam darah.
1
*enurut hukum Gibbs, yang berbunyi + , suatu zat yang merendahkan tegangan
permukaan suatu cairan maka konsentrasi zat tersebut lebih besar pada permukaan
cairan tersebut . jadi pada permukaan pembuluh darah konsentrasi zat besar
sehingga -iskositas darah bertambah dan dengan gelembung udara yang ada akan
membentuk suatu membran yang kuat, sehingga misalnya .
!
sukar diserap tubuh,
mungkin inilah salah satu sebab yang menyebabkan emboli "penyumbatan pembuluh
darah$.
/. 0iskositas.
1apat diartikan sebagai tahanan untuk mengalir. *adu atau minyak mengalir
lebih lambat dari air sebab mempunyai -iskositas yang lebih besar. etapi air
mempunyai -iskositas yang lebih rendah daripada eter dan kloro#orm.
1alam kedokteran -iskositas berbanding lurus dengan hematokrit, yaitu
persentase jumlah zat padat dibandingkan dengan zat cair. 1alam darah terlarut zat)
zat elektrolit maupun nonelektrolit seperti sel darah merah, sel darah putih, protein,
lemak yang merupakan zat)zat koloidal. Karena zat)zat ini maka serum darah
mempunyai -iskositas (,((1 poise dan darah (,((/ poise. Perubahan komposisi zat)
zat dalam darah akan merubah -iskositas darah, sehingga pengukuran -iskositas darah
mempunyai arti diagnostik yang berguna. Pada penyakit tekanan darah tinggi
"hipertensi$, -iskositas darah menurun, karena adanya tekanan yang tinggi dari
jantung, tetapi bila proses ini berlangsung terus)menerus dalam &aktu yang lama,
maka jantung akan kelelahan dan terjadi gagal jantung, pada kondisi ini tekanan dari
jantung akan menurun maka -iskositas darah akan meningkat sehingga aliran darah
akan lebih lambat. Perubahan temperatur tubuh juga merubah -iskositas darah.
2. itik didih.
%ila suatu cairan dipanaskan lama)lama akan mendidih.
3. itik beku.
%ila didinginkan dengan temperatur secukupnya, maka cairan akan membeku.
*aka titik beku suatu cairan dapat dide#inisikan sebagai temperatur dimana #asa padat
dan #asa cair berada dalam keadaan seimbang.
!
SOLUTIONS (LARUTAN).
4arutan adalah campuran yang homogen dari dua atau lebih macam zat, terdiri
dari zat yang terlarut "solute$ yang berada dalam jumlah lebih sedikit, dan zat pelarut
"sol-en$ yang berjumlah lebih banyak.
Semua reaksi kimia lebih mudah terjadi bila berbentuk cairan. Zat pelarut
yang banyak dipakai adalah air.
*acam)macam larutan.
1. untuk solute yang mudah larut "zat yang polar$ dalam sol-en + larutan encer
yaitu larutan yang mengandung relati# sedikit solute dalam larutan, dan larutan
pekat yaitu larutan yang mengandung banyak solute dalam larutan.
!. 5ntuk solute yang sukar larut "zat yang non polar$ dalam sol-en + larutan
jenuh yaitu larutan dimana ada keseimbangan antara solute padat dan solute
dalam larutan, dan larutan tak jenuh yaitu larutan yang mengandung jumlah
solute yang kurang dari larutan jenuh.
Larutan gas dalam cairan.
6ampir semua gas dapat larut dalam cairan &alaupun kadang)kadang yang
larut hanya sedikit sihingga dapat diabaikan.
7umlah gas yang akan larut dalam sejumlah air tergantung dari / #aktor +
1. Si#at gas, gas yang bersi#at polar lebih mudah larut dalam air dari pada gas
yang bersi#at nonpolar.
!. emperatur larutan, umumnya kelarutan gas akan berkurang dengan naiknya
temperatur sehingga umumnya hampir semua gas dapat dihilangkan dengan
jalan mendidihkan kecuali yang berbentuk campuran azeotrop.
/. ekanan dari gas.
*akin besar desakan gas pada permukaan cairan makin besar kelarutannya.
Kelarutan gas dalam darah.
Salah satu #ungsi penting darah adalah mengangkut oksigen dari paru)paru ke
otot dan 8.
!
dari otot ke paru)paru untuk dikeluarkan.
.ksigen bereaksi secara kimia dengan haemoglobin darah, karena itu kelarutan
oksigen dalam darah lebih besar dari larutan oksigen dalam air. %ila butir)butir darah
merah dihilangkan berarti haemoglobinnya juga hilang, cairan darah sisa disebut
/
plasma. Plasma darah mengandung bermacam)macam elektrolit yang tak bereaksi
dengan oksigen yang akan merendahkan kelarutan oksigen. 7adi kelarutan oksigen
dalam plasma darah lebih rendah daripada dalam air. 1alam plasma darah ada zat)zat
yang bereaksi dengan 8.
!
sehingga kelarutan 8.
!
dalam plasma lebih besar dari
pada kelarutan dalam air.
Kelarutan dari semua gas dalam darah bertambah bila kita menaikkan desakan
parsial gas. Pada penyelam)penyelam didasar lautan karena diberi persediaan oksigen
9 :
!
, maka desakan gas akan besar, maka kelarutan gas)gas tersebut dalam darah
lebih besar. %ila desakan dikurangi secara tiba)tiba, misalnya penyelam terlalu cepat
diba&a naik keatas, kelebihan :! yang inert akan dikeluarkan sebagai gelembung
udara melalui saluran kapiler sehingga dapat memecahkan kapiler darah tersebut.
5ntuk menghidari hal tersebut penyelam biasanya naik keatas dengan pelan)pelan,
atau diba&a dulu menuju ruangan dimana desakannya akan dikurangi sedikit)sedikit
sampai sama dengan atmos#er.
Larutan cairan dalam cairan.
%ila dua macam cairan dikocok, bersama)sama maka campuran yang terjadi
ada tiga kemungkinan, yaitu +
1. 8airan yang sama sekali tak bercampur "tak saling melarutkan$.
Destilasi uap air.
1igunakan untuk memurnikan cairan yang mempunyai titik didih tinggi yang tak
bercampur dengan air tapi dapat ikut bersama uap air.
mulsi.
%ila dua macam cairan yang tak bercampur misalnya benzen dengan air atau
minyak dengan air kita kocok bersama)sama dengan kuat suatu penyebaran atau
dispersi dari butir)butir halus dari salah satu cairan tersebut akan didapat.
Penyebaran semacam ini disebut suatu emulsi.
!. 8airan yang sebagian bercampur.
%ila sedikit #enol kita tambahkan ke dalam air, maka #enol akan larut dan
membentuk larutan yang homogen. api bila ditambahkan lagi #enol akan terdapat
dua lapisan. 1emikian juga bila kita tambahkan air sedikit kepada #enol, mula)
mula air akan larut dalam #enol tapi bila lebih banyak air ditambahkan akan terjadi
dua lapisan.
2
/. 8airan yang seluruhnya bercampur.
*isalnya air dengan alkohol. 8ampuran ini hanya bisa dipisahkan dengan
destilasi berdasarkan perbedaan titik didihnya.
Larutan !at padat dalam cairan.
Semua zat padat dalam batas tertentu dapat larut dalam air &alaupun ada
perbedaan dalam kelarutannya. Zat)zat :a8l atau K:./ dalam air akan
menghantarkan listrik karena itu disebut zat elektrolit. Sedangkan gula dalam
larutannya tidak menghantarkan listrik, maka disebut larutan non elektrolit.
Larutan ideal.
Pada gas ada yang disebut gas ideal dimana si#at)si#atnya akan didekati gas
sebenarnya "real gas, actual gas$ bila desakan gas tersebut mendekati nol. 1emikian
juga pada larutan ada yang disebut larutan ideal dimana si#at)si#atnya akan didekati
oleh larutan biasa dengan syarat)syarat tertentu, yaitu +
1. Pada &aktu membuat larutan dari komponen)komponennya tak terjadi
perubahan panas.
!. 7uga tidak terjadi perubahan -olume.
/. ekanan uap parsial dari masing)masing komponen dalam larutan tersebut
sama dengan hasil kali antara #raksi mole komponen tersebut dengan tekanan
uap komponen murni "hukum ;aoult$.
Larutan n"n ideal.
<da larutan dimana daya tarik)menarik antara molekul komponen < dan %
lebih kecil dari pada daya tarik menarik antara komponen < dengan < atau % dengan
% sehingga desakan parsialnya akan lebih besar daripada bila dihitung dengan hukum
;aoult.
3
SIFAT-SIFAT #OLI$ATIF LARUTAN
=alah si#at larutan yang hanya tergantung dari jumlah partikel zat yang ada
dalam larutan dan tak tergantung dari jenis solutnya.
Si#at)si#at itu ialah +
1. Penurunan tekanan uap larutan.
!. Penurunan titik beku larutan.
/. Kenaikan titik didih larutan.
2. ekanan osmosa.
Te%anan Osm"sa.
%ila larutan dipisahkan dari sol-en murni aleh sesuatu membran yang sesuai,
suatu di#usi dari sol-en akan terjadi melalui membran, dari sol-en murni ke
larutannya. Pada sebuah pipa gelas yang diba&ahnya dibungkus dengan suatu
kantong dari kertas cellophane kita masukkan perlahan)lahan larutan gula dan kita
letakkan dalam sebuah gelas piala.
Gelas piala kita isi air murni. *olekul)molekul dari gula tak dapat berdi#usi
melalui membran, tapi molekul)molekul air dapat, molekul)molekul air akan berdi#usi
kedalam pipa. 1i#usi juga akan terjadi bila pada gelas piala mengandung larutan gula
yang kadarnya lebih rendah dari pada larutan gula dalam kantong.
*embran yang dapat dilalui zat pelarut tapi tidak dapat dilalui oleh zat terlarut
dinamakan membran semipermeabel.
*aka .smose adalah proses pelarut melalui membran yang semipermeabel
dari larutan dengan konsentrasi rendah ke larutan dengan konsentrasi tinggi. .smose
akan terus berlangsung sampai kesetimbangan tercapai ialah keadaan dimana jumlah
pelarut perdetik yang keluar masuk melalui membran ke kedua arah sama jumlahnya.
Keadaan setimbang dapat dicapai dengan dua cara +
1. Kesetimbangan dicapai bila konsentrasi molekul pelarut didalam dan diluar
membran sama.
!. Kesetimbangan dicapai bila air dalam pipa naik sedemikian tingginya,
sehingga menimbulkan tekanan hidrostatik yang menyebabkan bah&a pelarut
didalam kantong dakan keluar dari kantong sehingga pada saat itu osmose
hilang.
ekanan osmose serum darah terutama tergantung dari kadar garam)garam yang
terlarut didalamnya. Protein)protein dan benda)benda darah mempunyai %* yang
>
tinggi sekali, jadi jumlah yang ada dari protein?benda)benda darah konsentrasi
molalnya rendah sekali jumlahnya, sehingga mengakibatkan tekanan osmotik yang
rendah sekali. etapi meskipun demikian rendahnya, tekanan yang berasal dari
protein sangatlah penting artinya, ini merupakan #aktor pengendali pada
keseimbangan air antara darah dan jaringan.
*enurut 8lark +
Pembuluh kapiler darah permeabel untuk semua zat yang terlarut didalam plasma
kecuali protein, maka tonus ialah gerakan air kedalam atau keluar dari kapiler
dikendalikan oleh konsentrasi protein didalam plasma sebab tonus hanya ditentukan
oleh konsentrasi partikel yang tak dapat melalui membran.
7adi si#at larutan dapat disimpulkan sebagai berikut +
ekanan osmose suatu larutan ditentukan oleh konsentrasi zat @ zat terlarut
dan tonus larutan ditentukan oleh konsentrasi molekul @ molekul zat terlarut yang tak
dapat melalui membran yang digunakan.
*embran yang mengelilingi sel darah merah bersi#at permeabel terhadap
beberapa zat terlarut. 8ara untuk menentukan tonus dari sel darah merah ini adalah
dengan jalan meletakkan sel darah merah di dalam larutan :a8l, karena membran sel
darah merah bersi#at impermeabel terhadap :a8l.
1engan jalan menggunakan larutan garam ":a8l$ dengan macam)macam
konsentrasi terlihat bah&a pada larutan garam (,A B tidak menyebabkan perubahan
pada sel, jadi larutan ini isotonis dengan isi sel. 1an tekanan osmose larutan garam
(,A B ini ' tekanan osmose isi sel yang tak dapat melalui membran sel. %erarti ia
isotonis dan iso osmotik.
7uga dibuktikan bah&a larutan :a8l (,A B ini mempunyai tekanan osmose
yang sama dengan serum darah, dan sel darah merah tidak mengalami perubahan
-olume dalam serum.
%ila sel darah merah dimasukkan ke dalam larutan :a8l yang lebih encer,
maka larutan ini bersi#at hipotonis terhadap sel dan akibatnya ialah air akan mengalir
ke dalam sel, sehingga -olume sel akan bertambah. *embran sel juga bersi#at elastis
sehingga sel akan akan mengembang. %ila konsentrasi garam dikurangi menjadi C
(,2D B maka masuknya cairan kedalam sel akan merenggangkan membran sel
sedemikian rupa sehingga haemoglobin akan keluar sedikit akibatnya larutan
sekelilingnya akan menjadi merah dan ini dinamakan hemolisa.
D
Konsentrasi garam yang diperlukan untuk tepat menghasilkan hemolisa ini
merupakan ukuran untuk mengetahui berapa kuatnya membran sel dan ini mempunyai
nilai tertentu pada diagnosa. Setiap cairan yang akan disuntikkan kedalam aliran darah
harus isotonis dengan isi sel. =ni dapat dilakukan dengan jalan melarutkan zat yang
akan disuntikkan kedalam larutan garam yang dibuat sedemikian rupa sehingga
tersebut mempunyai tonus yang mendekati tonus isi sel. 4arutan garam tersebut
dikenal sebagai larutan garam #isiologis.
#OLOID
1alam suatu larutan gula atau garam dalam air, partikel)partikel zat terlarut
yang tersebar dalam peEarut terutama terdiri dari molekul tunggal atau ion)ion yang
tak dapat dilihat oleh mata. 1an dalam suatu suspensi, zat)zat terlarut terdiri dari
partikel)partikel yang cukup besar sehingga dapat dilihat oleh mata atau dengan
mikroskop. *isalnya suspensi pasir dalam air, kedua #asanya dapat dipisahkan
dengan jalan menyaring.
1iantara kedua sistem inilah kita letakkan sistem koloid. Pada sistem koloid
partikel)partikelnya lebih besar dari pada molekul tapi tidak tak cukup besar untuk
dapat dilihat dengan mata. Karena kecilnya partikel)partikel pada larutan koloid ini
kelihatan seperti suatu campuran yang homogen. 1apat dilihat bah&a larutan ini
adalah campuran yang heterogen.
Suatu larutan koloid, #asa)#asanya tak dapat dipisahkan dengan penyaringan
biasa atau dengan dibiarkan mengendap, susah untuk mengambil suatu batasan dari
sistem koloid. Kadang)kadang ia menyerupai suatu suspensi, kadang)kadang larutan
biasa. 1arah kita merupakan suatu larutan koloid.
Koloid yang susunannya lebih kaku disebut gel. 1erajat kekakuan gel ini
adalah antar jelly yang paling encer dan tanduk yang paling kaku.
Pada suhu tinggi dan konsentrasi gelatin yang rendah campuran gelatin dan air
berupa hidrosol "sol$. %ila konsentrasi gelatin ditambahkan dan larutan didinginkan
maka koloid akan berupa gel.
Sol dapat dibagi menjadi dua bagian +
1. 6idro#ob + yang takut air.
!. 6idro#il + yang senang air.
F
Sol dimana #asa terdispersinya mempunyai sedikit a#initas dengan medium
pendispersinya disebut suspensoid.
&e'erapa si(at )ang spesi(i% dari sistem %"l"id.
1. Giltrasi.
Partikel)partikel koloid dapat melalui pori)pari dari kertas saring biasa yang tak
dapat dilalui oleh partikel suatu suspensi, sehingga penyaringan biasa tak dapat
dilakukan. etapi dengan membran kolodion, partikel)partikel koloid tak dapat
le&at sehingga dapat dipisahkan dari medium pendispersi. Penyaringan dengan
membran kolodion disebut ultra #iltrasi.
!. Pengendapan.
Partikel yang terdapat dalam suatu suspensi dengan air bila dibiarkan akan
mengendap sendiri karena adanya gaya berat.
/. E#ek yndall.
%ila cahaya biasa dijatuhkan pada suatu larutan koloid, tergantung dari
konsentrasi zat terdispersi maka larutan dapat terlihat keruh seperti suspensi atau
jernih seperti larutan biasa. etapi bila suatu cahaya yang kuat dan sempit
dijatuhkan pada suatu larutan koloid bila dilihat tegak lurus dari arah sinar maka
jalan yang dilalui sinar akan terlihat kabur, meskipun larutan koloid kelihatannya
jernih. 6al ini disebut e#ek tyndall dan jalan yang kabur dari sinar tersebut disebut
kerucut tyndall. E#ek ini timbul karena tersebarnya cahaya oleh partikel)partikel
kecil dari koloid.
2. 1i#usi, dialisa.
1ibandingkan dengan larutan biasa partikel)partikel koloid adalah besar sehingga
kecepatan di#usi dari suatu koloid dibandingkan dengan larutan biasa dapat
diabaikan. %erdasarkan perbedaan kecepatan berdi#usi dan juga karena si#at)si#at
partikel koloid yang tak dapat mele&ati membran tertentu, terhadap larutan koloid
dapat dilakukan dialisa.
1ialisa ialah cara pemindahan partikel)partikel koloid dari ion)ion yang terdapat
didalamnya.
3. Gerakan %ro&n.
Partikel)partikel koloid yang hanya dapat bergerak dengan sedikit, tetapi karena
adanya tumbukan dengan molekul)molekul #asa pendispersi gerakannya akan
berbentuk zig)zag, ini disebut gerakan bro&n.
A
>. *uatan listrik pada koloid.
Gasa terdispersi pada koloid mengandung muatan listrik. *uatan dapat positi# atau
negati# sedangkan medium pendispersi akan mempunyai muatan yang
berla&anan.
#esetim'angan D"nnan.
Pada abad yang lalu, orang mengira bah&a panas yang dikeluarkan, adalah
ukuran untuk suatu zat bereaksi dan dikira bah&a hanya reaksi eksoterm yang dapat
berjalan secara spontan. Penyelidikan terakhir menunjukkan bah&a ukuran untuk
dapat atau tidaknya suatu zat bereaksi, bukan ditentukan oleh panas reaksi melainkan
oleh suatu jumlah yang disebut perubahan energi bebas.
5ntuk suatu reaksi kesetimbangan +
< % dimana K ' H%I?H<I
Perubahan energi bebas dide#inisakan sebagai berikut +
J G ' ) ; ln K 9 ; ln H%KI?H<KI
1imana +
K ' konstante keseimbangan.
H<KI ' konsentrasi < pada sembarang &aktu.
H%KI ' konsentrasi % pada sembarang &aktu.
G ' jumlah energi yang berhubungan dengan perubahan satu mol < pada
konsentrasi H<KI dengan perubahan % pada konsentrasi H%KI.
Pada suatu proses di#usi, dimana suatu komponen berdi#usi dari konsentrasi
H8!KI kepada komponen lain dengan konsentrasi H81KI, kesetimbangan tercapai bila
konstante kesetimbangan K ' 1.
7adi H8!KI, H81KI ' H%1KI, H<1KI ' konsentrasi selama reaksi berjalan, maka
besarnya perubahan energi bebas adalah +
J G ' ) ; ln K 9 ; ln H8!KI?H81KI
1(
sehingga + pada keadaan setimbang
J G ' ; ln H8!KI?H81KI ) ; ln 1 ' (
7adi +
J G ' ; ln H8!KI?H81KI
%ila dua buah larutan dipisahkan oleh sebuah membran pada permeabel baik
untuk so-en maupun solute kedua larutan, maka pada keadaan setimbang kedua
larutan akan mempunyai komposisi kimia dengan tekanan osmose yang sama.
:a9 K9 :a9 :a9
8l) 7) setimbang K9 K9
7) 7)
8l) 8l)
= == = ==
membran membran
etapi bila salah satu larutan misalnya mengandung komponen :a; dimana ;)
adalah suatu anion mono-alen yang tak dapat melalui membran misal :a proteinate,
sedangkan larutan yang satu mengandung :a8l dimana kedua ionnya permeabel
maka pada keadaan setimbang pembagian dari ion)ion dan tekanan osmosenya tidak
akan sama.
:a9 :a9 :a9 :a9
;) 8l) setimbang
8l) 8l)
;)
= == = ==
membran membran
Kejadian ini ditemukan oleh 1onnan dan kesetimbangannya disebut kesetimbangan
1onnan.
11
#esetim'angan dalam dara*.
%utir)butir darah merah antaralain mengandung haemoglobin, protein, K9,
:a9, 8l) dan 68./). Plasma darah juga mengandung protein)protein, , K9, :a9, 8l)
dan 68./).
*embran yang mengelilingi butir)butir darah merah impermeabel terhadap
protein, haemoglobin, K9 dan :a9 tetapi permeabel untuk 8l) dan 68./). 1engan
demikian antara butir darah merah dan plasma darah terjadi suatu kesetimbangan
1onnan.
Kita lihat ion)ion yang permeabel 8l) dan 68./).
Pada keadaan setimbang +

= H8l)I sel ' H8l)I plasma
== H68./)I sel ' H68./)I plasma
= H8l)I sel ' H8l)I plasma
== H68./)I sel ' H68./)I plasma
H8l)I sel H68./)I plasma ' H8l)I plasma H68./)I sel
H8l)Isel H68./)I sel
'
H8l)Iplasma H68./)I plasma
jadi, pada keadaan setimbang perbandingan "8l)$ dalam sel dan konsentrasi
8l) dalam plasma sama dengan perbandingan "68./)$ sel ? plasma dan ini
merupakan angka konstan. %ila ada sesuatu hal yang menyebabkan perubahan salah
satu konsentrasi maka semua komponen akan merubah konsentrasi sehingga
kesetimbangan dicapai kembali. 6al ini terjadi sebagai suatu siklus dalam peredaran
darah antara paru)paru dan otot.
1!
1alam otot saluran kapiler darah melepaskan oksigen dan mengambil 8.!.
8arbonic anhydrase
8.! 9 6!. 6!8./
1an karena suasana basa berubah menjadi 68./), sehingga ratio 68./) akan
naik sehingga tekanan osmose dalam sel naik maka sel membesar lalu terjadi lagi
di#usi dari sel sampai terjadi kesetimbangan.
H8l)I
sel plasma
H68./)I
sebaliknya bila darah yang datang dari jantung banyak mengandung .! sehingga
"68./)$ rendah, maka akan terjadi di#usi dari plasma.
1/