Anda di halaman 1dari 7

Sel adalah segumpal protoplasma yang berinti, sebagai individu yang berfungsi

menyelenggarakan seluruh aktivitas untuk kebutuhan hidupnya. Sel itu setelah tumbuh
dan berdeferensiasi, akan berubah bentuknya sesuai dengan fungsinya, ada yang
menjadi epidermis berfungsi untuk melindungi sel-sel sebelah dalamnya ada yang
menjadi tempat penyediaan makanan, ada yang berfungsi menjadi tempat persediaan
makanan dan lain-lain . Atau dengan kata lain juga sel merupakan unit struktural
kehidupan dan merupakan unit fungsional dari kehidupan dikarenakan didalam organ
tumbuhan dan hewan tersusun dari sel-sel rumusan yang penting bukannya dinding sel
tetapi isi sel yang disebut protoplasma.
Ada tiga keistimewaan yang khas pada sel tumbuhan : dinding sel dengan
selulosa, vakuola (yang memberi tekanan dan memperbesar volume serta luas
permukaan meskipun dengan protoplasma sedikit), dan plastida, khususnya kloroplas.
Vakuola dapat ditemui pada anggota kelima dunia, namun vakuola besar di pusat sel
ada pada hampir semua sel tumbuhan, cendawan, dan beberapa protista. Kloroplas
hanya terdapat pada tumbuhan dan beberapa protista (bergantung pada golongannya).
Sel sendiri sebagai dasar menyusun suatu organisme yang terdiri dari inti
(nukleus) yang terbungkus oleh membran atau struktur serupa tanpa membran. Tidak
ada kehidupan dalam satuan yang lebih kecil dari pada sel. Sel terbentuk hanya dengan
pembelahan sel-sel sebelumnya. Sel dicirikan oleh adanya molekul makro khusus,
seperti pati dan selulosa, yang terjadi dari ratusan sampai ribuan gula atau molekul lain
selain itu sel juga dapat dicirikan oleh adanya molekul makro seperti protein dan asam
nukleat baik DNA atau RNA yang tersusun sebagai rantai yang terdiri dari ratusan
sampai ribuan molekul.
Pada tumbuhan istilah sel meliputi protoplasma dan dinding sel yang ada
sedangkan pada organisme multi sel yang ada membentuk struktur kompleks yaitu
jaringan dan organ. Sel pada organisme multi sel tidak sama satu dengan lainnya tetapi
masing-masing mempunyai struktur dan fungsi yang berbeda. Pada awalnya struktur
dinding sel yang ada pada tumbuhan merupakan sebagai sel mati hasil ekskresi zat
hidup dalam sel akan tetapi baru-baru ini makin banyak ditemui bukti bahwa ada
satuan organik yang ada diantara protoplasma dan dinding, khususnya pada sel muda.
Meskipun antara sel hewan dan sel tumbuhan berbeda namun terdapat
persamaan-persamaan dasar tertentu mengenai sifat, bentuk, dan fungsi dari bagian sel
tersebut. Secara umum bagian-bagian sel tersebut adalah membran sel, sitoplasma,
mitokondria, retikulum endoplasma, aparatus golgi, lisosom, plastida, kloroplas,
sentrosom, ribosom, vakuola, inti sel, membran inti, mikrofilamen, dan dinding sel . Sel
tumbuhan mempunyai bentuk yang bermacam-macam. Ada yang berbentuk peluru,
prisma, dan memanjang seperti rambut atau seperti ular.
Sel tumbuhan mempunyai dua bagian pokok yang berbeda dari hewan yaitu
vakuola, plastida dan dinding sel. Vakuola dan plastida merupakan bagian hidup dari
sel tumbuhan dan disebut protoplas. Sedangkan dinding sel yang berfungsi untuk
melindungi isi sel atau lumen yang ada di protoplasma disebut bagian sel yang mati. Hal
ini terlihat pada sel gabus tumbuhan yang tergolong sel mati karena hanya memiliki inti
sel dan sitoplasma, sehingga ruang antar selnya kosong. Bentuk sel gabus heksagonal,
tersusun rapat antara satu dan lainnya.
Meskipun antara sel hewan dan sel tumbuhan berbeda namun terdapat
persamaan-persamaan dasar tertentu mengenai sifat, bentuk, dan fungsi dari bagian sel
tersebut. Secara umum bagian-bagian sel tersebut adalah membran sel, sitoplasma,
mitokondria, retikulum endoplasma, aparatus golgi, lisosom, plastida, kloroplas,
sentrosom, ribosom, vakuola, inti sel, membran inti, mikrofilamen, dan dinding sel.
Sel tumbuhan memiliki sifat yang khas yaitu adanya dinding sel yang bukan
komponen protoplasma.Penelitian terhadap dinding sel yang dipadu dengan berbagai
penemuanyang serba canggih pada saat sekarang telah dapat mengembangkan cara-
carapengungkapannya.
Dinding sel mempunyai struktur yang komplek tetapi tiga bagian
fundamentalnya dapat dibedakan yaitu lamela tengah,dinding sel primer dan dinding
sel sekunder.Dinding sel terbuat dari zat selulosa,dinding sel relatif tebal.
Ruang sel adalah tempat organel-organel yang lain yang berada didalam sel.
Ruang sel ini meliputi bagian-bagian dalam sel yang mencakupnya protoplasma atau
cairan sel. Sedangkan ruang antar sel adalah penghubung antar sel yang satu dengan
yang lainnya.
Secara umum setiap sel memiliki
a. Membran sel
b. Sitoplasma,dan
c. Inti sel atau nukleus.
Sel tumbuhan dan sel hewan mempunyai beberapa perbedaan seperti berikut:
Sel tumbuhan lebih besar daripada sel hewan
Sel tumbuhan mempunyai bentuk yang tetap sebaliknya pada sel hewan tidak
mempunyai bentuk yang tetap.
Pada sel tumbuhan terdapat dinding sel sedangkan pada sel hewan tidak
Sel tumbuhan terdapat klorofil namun pada sel hewan tidak
Pada sel tumbuhan terdapat vakuola atau rongga sel yang besar sedangkan pada
sel hewan tidak memiliki vakuola, namun pada sel beberapa hewan uniseluler
memiliki vakuola tapi tidak sebesar yang terdapat pada sel tumbuhan
Sel tumbuhan menyimpan tenaga dalam bentuk biji kanji sedangkan pada hewan
dalam bentuk glikogen.


Adapun perbedaan organel-organel pada sel tumbuhan dan hewan adalah sebagai
berikut :

1. DINDING SEL

a. Hanya ada pada tumbuhan
b. Tersusun atas :
Yang utama zat kayu yaitu selulosa yang terbuat dari glukosa
Pectin terbuat dari polisakarida
Hemiselulosaterbuat dari polisakarida
Glikoprotein

c. Dibentuk oleh diktiosom
d. Berperan dalam turgiditas sel (kekakuan sel)
e. Pada dinding sel terdapat noktah (pori) yaitu : bagian dinding sel yang tidak
mengalami
penebalan untuk berhubungan dengan sel tetangga
f. Pada noktah tersebut terdapat plasmodesmata
g. Terdapat 2 jenis dinding sel :
1. Dinding sel primer
Pada sel-sel muda yang sedang tumbuh, sel parenkim dan sel kolenkim Tersusun atas:
9-25 % selulosa
hemiselulosa
pectin
beberapa senyawa

2. Dinding sel sekunder
Pada sel dewasa yang dibentuk disebelah dalam dinding primer Tersusun atas :

1. Kandungan selulosa lebih banyak (41-45)%
2. Hemiselulosa
3. Lignin
Beberapa sel mengalami penambahan lignin yang keras dan kaku

2. PLASTIDA
1. Hanya pada tumbuhan
2. Bermembran rangkap
Membran luar untuk melewatkan molekul berukuran kecil
Membran dalam bersifat selektif permeable, memilih molekul yang keluar masuk
dengan transport aktif
3. Organel yang mengandung pigmen
Jenis-jenisnya adalah :

1. Kloroplas
Plastida yang mengandung klorofil
Hanya dijumpai pada sel autotrof eukariotik
Membran dalam membentuk tilakoid (tempat terjadinya fotosintesis) dan
Membungkus cairan kloroplas
Stroma untuk penyimpanan hasil fotosintesis
Tilakoid bertumpuk disebut grana

2. Kromoplas
Bertugas menyintesis dan menyimpan pigmen merah, jingga, atau kuning Misal : pada
tomat dan wortel.

3. Leukoplas
Tidak mengandung pigmen warna
Terdapat pada jaringan yang tidak terkena cahaya
Yaitu terdapat pada sel-sel embrional, empulur batang, bagian tumbuhan di
dalam tanah yang berwarna putih

4. Amiloplas
Tidak mengandung pigmen
Berfungsi dalam penyimpanan amilum (pati) Misal pada umbi


3. VAKUOLA
1. Bermembran
2. Berisi cairan vakuola
3. Pada hewan vesikula
4. Pada tumbuhan :
Tumbuhan muda vakuola kecil
Tumbuhan dewasa vakuola besar-besar
5. Berhubungan dengan tekanan turgor
6. Tekanan turgor berguna untuk mengatur gerakan osmosis cairan dari luar ke
dalam sel
Vakuola berisi:
Senyawa cadangan makanan (as.amino, gula, beberapa asam.organik dan
protein)
Metabolit sekunder (senyawa yang tidak diperlukan oleh sel itu sendiri)

4. SENTRIOL
1. Hanya terdapat pada sel hewan
2. Sepasang structur seperti silinder yang memiliki lubang tengah
3. Tersusun dari protein mikrotubulus
4. Pasangan sentriol terletak menyudut
5. Tampak seperti jala berlekatan dengan kromosom saat sel membelah
6. Jala tersebut disebut benang spindle fungsi :
Mengatur polaritas pembelahan sel hewan
Mengatur pemisahan kromosom selama pembelahan sel
http://irsyadsyah.blogspot.com/2011/10/v-behaviorurldefaultvml-o.html