Anda di halaman 1dari 3

BAB 1

PENDAHULUAN
I.I Latar Belakang
Sirsak memiliki klasifikasi sebagai berikut:
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsyda
Ordo : Magnoliales
Familia : Annonaceae
Genus : Annona
Spesies : Annona muricata
Sirsak (Annona muricata) termasuk tanaman tahunan yang dapat tumbuh dan berbuah
sepanjang tahun. Di Indonesia penyebaran buah sirsak hampir merata, dibuktikan dengan
adanya nama-nama daerah yang berbeda-beda untuk tanaman sirsak. Perbanyakan tanaman
ini dapat dilakukan menggunakan biji, namun cara ini kurang efektif karena dapat merubah
sifat sehingga tidak sesuai dengan induknya. Dalam perbanyakan tanaman sirsak dianjurkan
melalui teknik okulasi.
Tanaman sirsak termasuk tumbuhan berumah satu, artinya dalam satu tanaman
terdapat bunga jantan dan bunga betina. Masaknya kedua bunga tersebut tidak bersamaan
waktunya. Biasanya tepung sari mayang lebih dulu sebelum putiknya. Oleh karena itu dalam
sistem penyerbukannya diperlukan serbuk sari dari bunga lain.
I.2 Rumusan Masalah
1. Bagian-bagian bunga sirsak
2. Proses pembentukan buah sirsak
1.3 Tujuan
1. Mengetahui bagian-bagian bunga sirsak
2. Mengetahui proses pembentukan buah sirsak
I.4 Manfaat
1. Dasar pembudidayaan tanaman sirsak





BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Bagian-bagian Bunga
Tanaman sirsak umumnya termasuk tanaman berumah satu artinya dalam satu
tanaman terdapat dua kelamin bunga (jantan dan betina). Terkadang dalam satu pohon
hanya terdapat bunga jantan atau pun bunga betina saja. Bunga sirsak termasuk bunga
sempurna artinya dalam satu bunga terdapat bunga jantan (benang sari) dan bunga
betina (putik). Bunga sirsak muncul pada ketiak daun, cabang, ranting, dan ujung
cabang. Bunga berukuran besar. Bunga ini mempunyai tangkai yang pendek.

Kelopak (calix) terdiri dari 3 sepalum yang berukuran kecil, tebal, dan
berwarna hijau sampai kekuningan. Mahkota bunga (corolla) berjumlah 6 petalum
yang terdiri atas 2 lingkarang. 3 daun mahkota (petala) lingkaran luar lebih lebar dan
tebal. Sedang 3 daun mahkota lingkaran dalam lebih kecil. Daun mahkota lingkaran
dalam berselang seling dengan daun mahkota lingkaran luar. Bentuknya hampir
segitiga, tebal, dan kaku. Berwarna kuning keputih-putihan. Setelah tua akan mekar
dan akan lepas dari dasar bunganya,selanjutnya akan tampak adanya benang sari dan
putik. Benang sari (stamen) yang terdiri dari tangkai sari, kepala sari, dan penghubung
sari terdapat dalam jumlah yang banyak dalam satu bunga. Putik (pistillum) juga
terdapat dalam jumlah yang banyak. Putik dan benang sari lebar dengan banyak
karpel (bakal buah).




2.2 Proses Pembentukan Buah Sirsak
Bunga yang tua akan mekar kemudian mahkota bunga akan lepas dari dasar
bunganya. Selanjutnya akan tampak adanya benang sari dan putik. Masaknya kedua bunga
(benang sari dan putik) tersebut tidak bersamaan waktunya. Biasanya tepung sari matang
lebih dulu sebelum putik. Oleh karena itu dalam sistem penyerbukan sirsak diperlukan
serbuk sari dari bunga lain (penyerbukan silang).
Sebagai tanaman yang menyerbuk silang, maka pembuahannya sangat ditentukan oleh
ketersediaan serbuk sari yang siap menyerbuk dan proses penyerbukan itu sendiri.
Penyerbukan merupakan proses penting guna terbentuknya buah. Penyerbukan dapat
berlangsung secara alami dengan bantuan angin dan serangga atau pun penyerbukan secara
buatan dengan bantuan tenaga manusia.
Pada proses penyerbukan alami,
.