Anda di halaman 1dari 63

Laporah Hasil PKL di Kimia Farma Ummi (408) 1

BAB I

PEDAHULUAN


A. Latar Belakang
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan instrumental pembangunan dalam
menyiapkan tenaga kerja. Diharapkan mampu mengantisipasi perubahan yang terjadi pada
dunia kerja, karena dengan pesatnya perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
banyak peralatan yang diciptakan.
Hal ini mengakibatkan perubahan pada tugas maupun jenis pekerjaan yang ada di
dunia kerja.
Perubahan pada dunia kerja tersebut mengakibatkan perubahan mendasar untuk
mendapatkan pekerjaan, sehingga tenaga kerja dituntut bukan hanya memiliki kemampuan
teknis belaka, tetapi juga harus lebih fleksibel dan berwawasan lebih luas, inovatif, serta
didukung dengan keterampilan yang berkompeten.
Sejalan dengan program pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) merupakan
kesepakatan antara pihak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan dunia usaha/dunia
industri.
Sebagai implikasi dan perubahan tersebut sekolah menjalin kemitraan dengan
dunia kerja/industry untuk secara bersama-sama menyelenggarakan suatu program
pelaksanaan Pendidikan Sisitem Ganda (PSG) merupakan suatu rangkaian utuh dan tidak
terpisahkan dalam rangka pencapaian kompetensi lulusan yang dibutuhkan di dunia kerja
terampil yang siap menggunakan teknologi maju yang digunakan dunia kerja.

B. Tujuan PKL
1. Menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keahlian profesional yaitu tenaga kerja yang
memiliki tingkat pengetahuan keterampilan dan etos kerja yang sesuai dengan tuntutan
lapangan kerja.
2. Memperkokoh Link dan Match antara sekolah dengan dunia usaha.
3. Meningkatkan efesiensi proses pendidikan dan pelatihan tenaga kerja sebagai bagian
dari proses pendidikan.
4. Memberi pengakuan dan penghargaan terhadap pengalaman kerja sebagai bagian dari
proses pendidikan.
Laporah Hasil PKL di Kimia Farma Ummi (408) 2

5. Perusahaan dapat mengenal persis kualitas peserta didik yang belajar dan bekerja di
perusahaannya, kalau perusahaan menilai orang tersebut menjadi asset, maka dapat
direkrut menjadi tenaga kerja di perusahaan tersebut.
6. Selama proses pendidikan melalui sistem ganda ini, peserta didik lebih mudah diatur
dalam disiplin, seperti kepatuhan terhadap aturan perusahaan, karena itu sikap peserta
didik dapat dibentuk sesuai cirri khas perusahaan. Pendidikan sistem ganda akan
memberikan nilai tambah bagi pihak terkait yakni bagi dunia usaha/industry, bagi
sekolah, juga bagi siswa itu sendiri.


























Laporah Hasil PKL di Kimia Farma Ummi (408) 3

BAB II

TINJAUAN UMUM


A. Definisi Apotek
Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 51 tahun 2009 tentang
Apotek. Apotek adalah sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukannya praktek
kefarmasian oleh apoteker.
Menurut Keputusan Mentri Kesehatan Republik Indonesia (Kepmenkes RI) No.
1332 tahun 2002 tentang Apotek, Apotek adalah suatu tempat tertentu, tempat
dilakukannya pekerjaan kefarmasian dan penyaluran perbekalan farmasi kepada
masyarakat. Perbekalan Kesehatan adalah semua bahan dan peralatan yang diperlukan
untuk menyelenggarakan upaya kesehatan.
Pekerjaan Keparmasian yaitu meliputi pembuatan, pengolahan, peracikan,
pengubahan bentuk, pencampuran, penyimpanan dan penyerahan obat atau bahan obat;
pengadaan, penyimpanan, penyaluran dan penyerahan perbekalan farmasi lainnya dan
pelayanan informasi mengenai perbekalan farmasi yang terdiri atas obat, bahan obat, obat
asli Indonesia (obat tradisional), bahan obat asli Indonesia (simplisia), alat kesehatan dan
kosmetika.

B. Tugas dan Fungsi Apotek
Berdasarkan PP No. 51 Tahun 2009, apotek sebagai salah satu sarana pelayanan
kesehatan mempunyai tugas dan fungsi apotek, yaitu:
a. Tempat pengabdian profesi seorang Apoteker yang telah mengucapkan sumpah
jabatan Apoteker.
b. Sarana yang digunakan untuk melakukan Pekerjaan Kefarmasian.
c. Sarana yang digunakan untuk memproduksi dan distribusi sediaan farmasi antara lain
obat, bahan baku obat, obat tradisional, dan kosmetika.
Sarana pembuatan dan pengendalian mutu sediaan farmasi, pengamanan,
pengadaan, penyimpanan dan pendistribusi atau penyaluranan obat, pengelolaan obat,
pelayanan obat atas resep dokter, pelayanan informasi obat, serta pengembangan obat,
bahan obat dan obat tradisional.


Laporah Hasil PKL di Kimia Farma Ummi (408) 4

C. Persyaratan Apotek
Syarat Apotek meliputi syarat lokasi, bangunan, perlengkapan apotek, perbekalan
farmasi dan Tenaga kesehatan. Beberapa syarat itu diantaranya :
1. Luas bangunan minimal 50 m
2
terdiri dari :
- Ruang tunggu.
- Ruang peracikan dan penyerahan obat.
- Ruang administrasi.
- Laboratorium dan Ruang pencucian alat dan toilet.
2. Bangunan apotek terdiri dari :
- Atap terbuat dari genting atau sirap.
- Dinding kuat harus tahan air.
- Permukaan rata dan mudah dibersihkan.
- Langit-langit tidak mudah rusak dan terang.
- Lantai tidak lembab dan terbuat dari Ubin dan semen.
- Memiliki pentilasi dan sanitasi yang baik.
3. Tersedianya alat meracik, kulkas, lemari narkotik dan wadah pengemas/etiket yang
berbagai ukuran.
4. Papan nama berukuran 40 x 60 cm.

D. Surat Izin Apotek ( SIA )
Merupakan surat izin yang di berikan oleh Menteri Kesehatan kepada Apoteker yang
bekerja sama dengan pemilik sarana apotek untuk menyelenggarakan kegiatan apotek di tempat
tertentu.
Untuk permohonan Surat Izin Apotek ( SIA ) dapat di ajukan kepada Dinas Kesehatan
Kabupaten kemudian Kepala Dinas Kesehatan melakukan pemeriksaan setempat. Izin akan keluar
jika persyaratan sudah memenuhi syarat dan izin di tunda jika ada beberapa syarat yang belum di
pahami . Apotek boleh melaksanakan aktivitas perapotekannya setelah SIA keluar.
a. Perubahan Surat Izin Apotek (SIA) dapat terjadi jika terjadi hal-hal berikut ini :
1. Tejadi pergantian apotek.
2. SIA hilang atau rusak.
3. Terjadi pergantian APA (Apoteker Pengelola Apotek )
4. Surat izin kerja dicabut.
5. Terjadi pemindahan lokasi apotek.
6. APA meninggal dunia.
Laporah Hasil PKL di Kimia Farma Ummi (408) 5

b. Pencabutan Apotek
Pencabutan Apotek bisa di lakUkan apabila :
1. Apoteker bukan Warga Negara Indonesia (WNI)
2. Tidak mempunyai SIA
3. Terjadi pelanggaran
4. Apotek tidak memenuhi kewajiban
5. Apotek tidak memenuhi persyaratan

E. Personalia Apotek
Personalia di apotek sebaikny terdiri dari :
1. Apoteker (SIK)
2. Apoteker pendamping (Visum)
3. Asisten Apoteker
4. Tenaga Administrasi, juru racik, dan keamanan

F. Pengertian Obat
(Obat Bebas, Bebas Terbatas, Obat Keras, Psikotropika, Narkotika, OWA, Obat Generik,
Obat Generik Berlogo, Obat paten, Jamu, dll)
Obat adalah bahan atau panduan yang dimaksudkan untuk mendapatkan diagnosa,
mencegah, menghilangkan, menyembuhkan penyakit, gejala penyakit, luka, kelainan badaniah
atau rohaniah pada manusia atau hewan untuk memperelok bahan atau bagian badan manusia
.
1. Obat Bebas
Obat yang dapat dibeli dengan bebas dan tidak membahayakan bagi si pemakai dalam
batas dosis yang dianjurkan dan diberi tanda lingkaran bulat berwarna hijau dengan garis tepi
hitam.





Misalnya : panadol, paracetamol, sanmol, mylanta, melodiar dll.


Laporah Hasil PKL di Kimia Farma Ummi (408) 6

2. Obat Bebas Terbatas
Obat keras yang dapat diserahkan tanpa resep dokter dalam bungkus aslinya dari produsen
/ pabriknya dan diberi tanda bulat berwarna biru dengan garis tepi hitam serta diberi peringatan (P
no. 1 s/d P no.6) seperti berikut ini:




Misalnya : mixagrif, orphen, miconazole, combantrin, bodrex dll.












3. Obat Keras
Obat keras adalah semua obat yang meliputi :
a. Mempunyai takaran atu dosis maksimum (DM) / yang tercantum dalm daftar obat keras yang
ditetapkan pemerintah.
b. Diberi tanda khusus lingkaran bulat berwarna merah dengan garis tepi hitam dan huruf K
yang menyentuh garis tepinya.
c. Semua obat baru kecuali dinyatakan oleh pemerintah (DEPKES RI) tidak membahayakan.
d. Semua sediaan parental/ injeksi/ infus intravena.




Misalnya : yusimox, amoxicillin, sanprima, aciclovir, ambroxol dll.
P. NO. 2
Awas ! Obat Keras
Hanya Untuk Dikumur Jangan Ditelan



P. NO. 1
Awas ! Obat Keras
Bacalah aturan Pakainya



P. NO. 6
Awas ! Obat Keras
Obat Wasir, Jangan Ditelan



P. NO. 5
Awas !Obat Keras
Tidak Boleh Ditelan



P. NO. 4
Awas ! Obat Keras
Hanya Untuk Dibakar



P. NO. 3
Awas ! Obat Keras
Hanya untuk bagian luar dari badan




Laporah Hasil PKL di Kimia Farma Ummi (408) 7

4. Psikotropika
Obat yang mempengaruhi proses mental, merangsang, atau menenangkan, mengubah
pikiran, perasaan, atau kelakuan orang.




Minsalnya golongnan ekstasi, diazepam, barbital atau luminal.

5. Narkotika
Obat yang diperlukan dalam bagian pengobatan dan IPTEK yang dapat menimbulkan
ketergantungan dan ketagihan (adiksi) yang ssangat merugikan masyarakat dan individu jika
digunakan tanpa pembatasan dan pengawasan dokter.




Misalnya : Candu/opium, morfin,petidin,metadon,kodein, dll

6. Obat wajib apotek
Obat wajib apotek (OWA) adalah obat yang dapat diserahkan tanpa resep dokter oleh
apoteker di apotek.

7. Obat generik
Obat yang penamaannya didasarkan pada zat aktif yang terdapat pada obat tersebut dan
mempergunakan merek dagang.
Misalnya : Amlodipin, Simetidine, Cetirizine, Loratadine, Clopidogrel, Atorvastatin, Piracetam,
dll.

8. Obat Generik Berlogo
Obat esensial yang tercantum dalam daftar obat esensial (DOEN) yang mutunya terjamin
karena diproduksi sesuai dengan persyaratan cara pembuatan obat yang baik (CPOB) dan diuji
ulang oleh Pusat Pemeriksa Obat dan Makanan Departemen Kesehatan.
Misalnya : dexanta, soldextam, kalmethason, microginon, imunos dll.
Laporah Hasil PKL di Kimia Farma Ummi (408) 8

9. Obat paten
Obat paten adalh obat yang menggunakan merek atau nama dagang tertentu
Misalnya : mycoral, mefinal, ketekonazole, captopril,cefadroxil dll.

10. Jamu
Bahan atau ramuan bahan yang merupakan bahn tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral
sediaan sarian (galenik) atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun - temurun telah
digunakan untuk pengobatan secara pengalaman.




Misalnya : pilkita, laxing, keji beling, curcuma tablet.

11. Fito Farmaka
Adalah klim khasiat telah dibuktikan berdasarkan uji klinis dan telah di lakukan
standarisasi terhadap bahan baku yang yang digunakan dalam produk jadi.




Misalnya : Nodiar, X-Gra, Stimuno, Tensigard, Rheumaneer

12. Obat Herbal Terstandar (OHT)





Obat Herbal Terstandar (OHT) Adalah obat tradisional yang disajikan dari ekstrak atau
penyarian bahan alam yang dapat berupa tanaman obat, binatang, maupun mineral. Pada
melaksanakan proses ini membutuhkan peralatan yang lebih kompleks dan berharga mahal,
ditambah dengan tenaga kerja yang mendukung dengan pengetahuan maupun ketrampilan
pembuatan ekstrak. Selain proses produksi dengan teknologi tinggi, jenis herbal ini pada
Laporah Hasil PKL di Kimia Farma Ummi (408) 9

umumnya telah ditunjang dengan pembuktian ilmiah berupa penelitian-penelitian pre-
klinik seperti standart kandungan bahan berkhasiat, standart pembuatan ekstrak tanaman obat,
standart pembuatan obat tradisional yang higienis, dan uji toksisitas akut maupun kronis. Tulisan
OBAT HERBAL TERSTANDAR harus jelas dan mudah dibaca, dicetak dengan warna hitam
diatas dasar warna putih atau warna lain yang menyolok kontras dengan tulisan OBAT HERBAL
TERSTANDAR

Contoh OHT (Diapet, Hi-Stimono, Irex-Max, Kiranti Pegel Linu, Kiranti Sehat Datang Bulan)
OHT adalah strata ke-dua setelah Jamu

































Laporah Hasil PKL di Kimia Farma Ummi (408) 10

BAB III

TINJAUAN KHUSUS APOTEK


A. Kimia Farma Apotek
1. Sejarah
Sejarah Kimia Farma (KF) dimulai sekitar tahun 1957, pada saat pengambil alihan
perusahaan milik Belanda yang bergerak di bidang farmasi oleh Pemerintah Republik Indonesia.
Perusahanperusahaan yang mengalami nasionalisasi antara lain N. V. Pharmaceutische Hendel
Svereneging J. Van Gorkom & Co., (Jakarta), N. V. Chemicalier Handle Rathcamp & Co.,
(Jakarta), N. V. Bandoengsche Kinine Fabriek, (Bandung), N. V. Jodium Onderneming
Watoedakon (Mojokerto) dan N. V. Verband Stoffe Fabriek (Surakarta)
Berdasarkan UndangUndang No. 86 tahun 1956, pemerintah Indonesia melakukan
nasionalisasi terhadap perusahaan farmasi Belanda tersebut dan menurut Peraturan Pemerintah
No. 69 tahun 1968 statusnya diubah menjadi Perusahaan Negara Farmasi (PNF). Perusahaan
Negara Farmasi tersebut adalah PNF Radja Farma (Jakarta), PNF Nurani Farma (Jakarta), PNF
Nakula Farma (Jakarta), PNF Bio Farma, Perusahaan Negara (PN) Bhineka Kina Farma
(Bandung), PN Sari Husada (Yogyakarta) dan PN Farmasi dan alat kesehatan Kasa Husada
(Surabaya).
Pada tanggal 23 januari 1969, berdasarkan PP No. 3 Tahun 1969 perusahaan
perusahaan negara tersebut digabung menjadi PNF Bhineka Kimia Farma dengan tujuan
penertiban dan penyederhanaan perusahaanperusahaan negara. Selanjutnya pada tanggal 16
Agustus 1971, perusahaan Negara Farmasi Kimia Farma mengalami peralihan bentuk hukum
menjadi Badan Usaha Milik Negara dengan status sebagai Perseroan Terbatas, sehingga
selanjutnya menjadiPT. Kimia Farma (Persero).
Pada tahun 1998, terjadi krisis ekonomi di ASEAN yang mengakibatkan APBN
mengalami defist anggaran dan hutang negara semakin besar. Untuk mengurangi beban hutang,
pemerintah mengeluarkan kebijakan privatisasi BUMN. Berdasarkan Surat Menteri Negara
Penanaman Modal Dan Pembinaan BUMN No. S-59/M-PM.BUMN/2000 tanggal 7 maret
2000, PT. Kimia Farma diprivatisasi.



Laporah Hasil PKL di Kimia Farma Ummi (408) 11

Untuk dapat mengelola perusahaan lebih terarah dan berkembang dengan cepat, maka
direksi PT. Kimia Farma (Persero) mendirikan dua anak perusahaan pada tanggal 4 januari 2002
yaitu PT. Kimia Farma Apotek dan PT. Kimia Farma Trading dan Distibution. Pada tanggal 4 Juli
tahun 2002 PT. Kimia Farma Tbk. resmi terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek
Surabaya (BES) sebagai perusahaan publik dan berubah namanya menjadi PT. Kimia Farma
(Persero), Tbk.

2. Visi Dan Misi Apotek
a. Visi
Menjadi perusahaan pelayanan kesehatan utama di Indonesia dan berdaya saing global.
b. Misi
Untuk mencapai visinya, PT. Kimia Farma (Persero) Tbk mempunyai misi sebagai
berikut:
1) Menyediakan produk dan jasa layanan kesehatan yang unggul untuk memenuhi
kebutuhan masyarakat dan meningkatkan mutu kehidupan.
2) Mengembangkan bisnis pelayanan kesehatan untuk meningkatkan nilai perusahaan bagi
pemegang saham, karyawan dan pihak lain yang berkepentingan, tanpa meninggalkan
prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
3) Meningkatkan kompetensi dan komitmen sumber daya manusia guna pengembangan
perusahaan, serta dapat berperan aktif dalam pengembangan industri kesehatan nasional.

3. Tujuan Dan Fungsi
Tujuan PT. Kimia Farma (Persero) Tbk. adalah turut serta dalam melaksanakan
dan menunjang kebijaksanaan serta program pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan
nasional pada umumnya, khususnya kegiatan usaha dibidang industri kimia, farmasi, biologi, dan
kesehatan serta industri makanan dan minuman. Selain itu juga bertujuan untuk mewujudkan PT.
Kimia Farma (persero) Tbk. sebagai salah satu pemimpin pasar (market leader) di bidang farmasi
yang tangguh.
PT. Kimia Farma (Persero) Tbk. mempunyai 3 fungsi yaitu:
a. Mendukung setiap kebijaksanaan pemerintah di bidang pengadaan obat, mengingat
PT. Kimia Farma (Persero) Tbk. merupakan salah satu badan usaha milik negara
dalam bidang industri farmasi.
b. Memupuk laba demi kelangsungan usaha.
Laporah Hasil PKL di Kimia Farma Ummi (408) 12

c. Sebagai agent of development yaitu menjadi pelopor perkembangan kefarmasian di
Indonesia.
4. Budaya Perusahaan
Budaya Perusahaan PT. Kimia Farma (Persero) Tbk. adalah mengembangkan dan
mewujudkan pikiran, ucapan serta tindakan untuk membangun Budaya Kerja berlandaskan pada
tiga sendi, yaitu:
a. Profesionalisme
1) Bekerja secara cerdik (Smart & creative) dan giat (Hard).
2) Berkemampuan mamadai untuk melaksanakan tugas, dengan bekal pengetahuan,
keterampilan dan semangat.
3) Dengan perhitungan matang berani mengambil resiko.
b. Integritas
1) Dilandasi iman dan takwa
2) Jujur, setia dan rela berkorban
3) Menunjukan pengabdian
4) Tertib dan disiplin
5) Tegar dan bertanggung jawab
6) Lapang hati dan bijaksana
c. Kerjasama
1) Menghormati dan menghargai pendapat orang lain
2) Memupuk saling pengertian dengan orang lain
3) Memahami dan menghayati dirinya sebagai bagian dari sistem.

5. Logo







a.Simbol matahari
1) Paradigma baru, matahari terbit adalah tanda memasuki babak baruyang lebih baik.
Laporah Hasil PKL di Kimia Farma Ummi (408) 13

2) Optimis, matahari memiliki cahaya sebagai sumber energi, cahaya tersebut adalah
penggambaran optimisme PT. Kimia Farma dalam menjalankan bisnisnya.

3) Komitmen, matahari selalu terbit dari arah timur dan tenggelam kearah barat secara
teratur dan terus-menerus, memiliki makna adanya komitmen dan konsistensi dalam
menjalankan segala tugas yang diemban oleh PT. Kimia Farma dalam bidang farmasi dan
kesehatan.
4) Sumber energi, matahari merupakan sumber energi bagi kehidupan dan PT. Kimia
Farma yang baru memposisikan dirinya sebagai sumber energi bagi kesehatan masyarakat.
5) Semangat yang abadi, warna orange berarti semangat, warna biru berarti keabadian.
Harmonisasi antara kedua warna tersebut menjadi satu makna yaitu semangat yang abadi.

b. Jenis huruf
Dirancang khusus untuk kebutuhan PT. Kimia Farma (Persero) Tbk yang disesuaikan
dengan nilai dan image yang telah menjadi energi bagi PT. Kimia Farma, karena prinsip sebuah
identitas harus berbeda dengan identitas yang telah ada.

c. Sifat huruf
1) Kokoh, memperlihatkan PT. Kimia Farma sebagai perusahaan terbesar dalam bidang
farmasi yang memiliki bisnis dari hulu kehilir dan merupakan perusahaan farmasi pertama
yang dimiliki Indonesia.
2) Dinamis, dengan jenis huruf italic memperlihatkan kedinamisan dan optimisme.
3) Bersahabat, dengan jenis huruf kecil dengan lengkung,memperlihatkan keramahan PT.
Kimia Farma dalam melayani konsumennya.

6. Layanan Plus Apotek Kimia Farma
a. Merespon perubahan yang terjadi di masyarakat, khususnya menyangkut peningkatan
kesadaran kesehatan, Kimia Farma telah mencanangkan perubahan paradigma menjadi health
care company.Hal ini ditandai dengan pengembangan usaha baru dilayanan laboratorium klinik
dan klinik kesehatan.
b. Apotek Kimia Farma yang berjumlah 372 Apotek Pelayanan telah disulap menjadi one stop
service provider untuk komunitas disekitarnya. Dengan demikian, apotek Kimia Farma tentunya
tidak lagi sekedar menyediakan obat, tetapi juga menawarkan penunjang diagnose dan
pemeliharaan kesehatan yang dibutuhkan masyarakat.
Laporah Hasil PKL di Kimia Farma Ummi (408) 14

c. Paradigma baru menyangkut pelayanan kesehatan itu terus di kembangkan, antara lain dengan
terus meningkatkan jumlah layanan swalayan farmasi di apotek serta penambahan ruang praktek
dokter.Selain itu, untuk menambah rasa nyaman bagi konsumen PT. Kimia Farma juga terus
melakukan renovasi sekaligus penataan lay out ruangan.

B. Apotek Kimia Farma Ummi (408)
1. Lokasi
Apotek Kimia Farma Ummi (408) dibuka pada tanggal 12 Juni 2012. Apotek
Kimia Farma Ummi (408). Apotek Kimia Farma Ummi (408) terletak di Jl. R. Syamsudin,
SH No. 50 Sukabumi.

2. Struktur Organisasi
Personalia di Apotek Kimia Farma Ummi (408) terdiri dari 4 orang yang meliputi
1 orang Apoteker pengelola apotek (APA), dan 3 oarang asisten apoteker (AA).













3. Pelayanan KIE
Dimana kita sebagai ahli farmasi mampu memberikan konseling mengenai obat dengan
benar dan tepat yang diberikan kepada pasien atau pembeli, adapun konseling yang diberikan :
a. Kegunaan atau indikasi suatu obat
b. Cara penggunaan atau aturan pakai
c. Efek samping obat
d. Kontra indikasi obat
e. Interaksi obat sesuai kebutuhan pasien
f. Pola hidup
g. Kepatuhan pasien
Setelah konseling dilakukan, maka obat dapat diserahkan kepada pasien atau pelanggan yang
membeli obat di apotek.

Apoteker Pengelola Apotek (APA)
(Wulan Nur Aprilia, S.Farm., Apt)
Asisten Apoteker (AA)
(Iim Sulaeman Rohana)
Asisten Apoteker (AA)
(Siti Sri Nuryani)
Asisten Apoteker (AA)
(Dede Nurlisvi)
Laporah Hasil PKL di Kimia Farma Ummi (408) 15

BAB IV

PEMBAHASAN

A. Pembahasan Umum
Apotek Kimia Farma Ummi (408) merupakan apotek pelayanan yang berada di bawah koordinasi
Unit Bisnis Manager wilayah Sukabumi. Apotek Kimia Farma ini berlokasi di Jl. R. Syamsudin,
SH No. 50 Sukabumi, lokasinya cukup strategis, karena terletak di tepi jalan raya dan mudah
dijangkau oleh masyarakat dengan kendaraan umum maupun kendaraan pribadi. Selain itu letaknya
dekat dengan klinik-klinik, praktek dokter umum dan dokter spesialis yang merupakan salah satu
kelebihan tersendiri bagi apotek dan sebagai faktor penunjang keberhasilan Apotek Kimia Farma
Ummi (408). Dari segi tata ruang, Apotek Kimia Farma Ummi (408) dinilai sudah cukup baik.
Hal ini dapat terlihat dari adanya penataan ruang yang terpisah antara ruang tunggu pasien,
penerimaan resep dan penyerahan obat, ruang penyimpanan obat, ruang peracikan yang
dilengkapi dengan bak cuci, ruang administrasi, swalayan farmasi, mushola, dan toilet. Ruangan
yang ada di Apotek dilengkapi dengan pendingin udara dan penerangan yang baik sehingga memberikan
kenyamanan baik bagi petugas Apotek maupun pasien. Selain itu, Apotek Kimia Farma Ummi (408)
memiliki area parkir, sehingga memudahkan pengunjung yang memiliki kendaraan. Pada bagian
dalam Apotek terdapat papan nama Apotek yang memuat nama Apotek, nama APA dan nomor SIK
APA.Pada saat pengerjaan resep, sebaiknya dibuat semacam kartu HKRS (harga,kemas, racik,
dan serahkan) yang harus diisi oleh masing-masing petugas yang melakukan pengambilan obat
maupun yang melakukan peracikan. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya kesalahan obat
dan memudahkan penelusuran kembalibila sewaktu-waktu terjadi kekeliruan atau masalah yang
berkaitan dengan obat dalam resep atau adanya komplain dari pasien. Untuk Apotek Kimia Farma
Ummi (408) sendiri penggunaan kartu HKRS belum dijalankan.
Pelayanan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) untuk pasien serta swamedikasi
diberikan oleh apoteker. Apotek Kimia Farma Ummi (408) telah mempunyai tempat khusus untuk
melakukan konseling antara apoteker dengan pasien. Akan tetapi hal ini belum terlaksana dengan
baik. Hal ini disebabkan karena kebanyakan pasien lebih memilih untuk bertanya langsung
dengan asisten apoteker yang ada di bagian administrasi mengenai informasi dan cara penggunaan
obat.
Berdasarkan pengamatan secara visual selama PKL, Apotek Kimia Farma Ummi (408)
jarang melakukan penolakan resep karena sebagian besar pelanggan Apotek Kimia Farma Ummi (408)
adalah pelanggan yang bekerjasama dengan Apotek Kimia Farma Ummi (408) dalam pengobatan
Laporah Hasil PKL di Kimia Farma Ummi (408) 16

karyawannnya serta pelanggan dari praktek dokter bersama dengan Apotek Kimia Farma Ummi
(408) (doctor in house) sehingga tidak tersedianya obat di Apotek Kimia Farma Ummi (408)
sangat jarang terjadi. Apabila ada obat dalam resep yang tidak tersedia, ada upaya untuk
memenuhi permintaan konsumen dengan menawarkan obat lain sebagai pengganti obat yang tidak
ada dengan komposisi yang sama atau di ambilkan dahulu ke Apotek Kimia Farma yang lain.
Selain itu juga dilakukan pencatatan terhadap resep yang ditolak guna mempersiapkan persediaan
obat agar mengurangi penolakan resep di masa mendatang. Jika ada obat yang persediaannya
habis, maka dilakukan pengecekkan stok obat di gudang dan jika obat tersedia maka obat dapat
langsung diberikan kepada pasien. Tetapi jika tidak ada maka pasien ditawarkan untuk menunggu
obat atau obat diantarkan ke rumah pasientanpa harus menunggu, selain itu obat yang kurang pun
akan dijanjikan untuk disediakan obatnya sehari setelah pembelian.
Penyimpanan obat-obat di Apotek Kimia Farma Ummi (408) diurutkan berdasarkan
kelompok tertentu seperti obat-obat generik, obat bermerek dagang yang disusun secara
farmakologis, obat golongan psikotropika dan narkotik,obat yang disusun berdasarkan bentuk
sediaan (obat suntik, sediaan cair, obat tetesoral, mata, hidung, telinga, dan inhaler), serta obat-
obat yang stabilitasnya dipengaruhi suhu dan udara sehingga harus disimpan di dalam lemari es
(suppositoria, ovula, insulin dan sebagainya). Semua kelompok obat tersebut disusun secara
alfabetis untuk mempermudah pencarian. Untuk obat-obat bebas disusun di counter swalayan
berdasarkan khasiat secara alfabetis. Selain itu juga terdapat tempat khusus untuk penyimpanan
alat-alat kesehatan. Penyimpanan narkotik dan psikotropik berada di dalam lemari khusus dan
tertutup tetapi tidak terkunci dengan baik. Untuk memudahkan dalam pengontrolan obat, masing-
masing obat memiliki kartu stok pada kotak penyimpanannnya. Setiap ada obat yang masuk
(berasal daripembelian maupun dari apotek lain) dan keluar (karena penjualan maupun dropingke
apotek lain) harus dicatat di kartu stok masing-masing dan di-entry ke komputer. Hal ini penting
dilakukan untuk mempermudah dalam pengontrolan stok obat dankesesuaian antara jumlah fisik
obat dengan jumlah obat pada kartu stok. Namun dalam hal ini petugas terkadang mengalami
kendala yaitu pada jam-jam sibuk, setelah mengambil obat, petugas tidak sempat mencatat pada
kartu stok sehingga jumlah barang yang ada seringkali tidak sesuai dengan kartu stok. Hal ini
dapat menghambat dan memperlama kegiatan stock opname yang dilakkan setiap satubulan
sekali. Stock opname juga berfungsi untuk mengecek barang secara fisik apakah sesuai dengan jumlah
yang ada di komputer atau tidak. Agar obat yang ada tidak kadaluarsa, maka apotek KF Ummi (408) membuat
semacam kertas berwarna yangdi tempel pada kotak obat untuk menunjukkan tahun kadaluarsa obat.
Proses administrasi di Apotek Kimia Farma Ummi (408) dilakukan secarakomputerisasi
untuk meningkatkan kelancaran dan efisiensi pelayanan apotek. Sistem komputer kasir
Laporah Hasil PKL di Kimia Farma Ummi (408) 17

mengharuskan petugas memasukkan alamat dan nomor telepon pasien yang dapat dihubungi
sebelum melakukan pencetakan struk pembayaran. Hal ini dilakukan untuk membantu apotek
dalam mengatasi masalah yang mungkin baru diketahui setelah obat diserahkan kepada pasien.
Apotek Kimia Farma Ummi (408) sudah menerapkan konsep GPP dalam rangka menjamin
kualitas,keamanan dan khasiat obat. Hal-hal yang dilakukan seperti: penataan obat berdasarkan
kelas terapi; etiket obat yang disertai dengan jumlah obat, nama obat;stempel pada copy resep;
pemberian informasi obat pada saat penyerahan obat kepada pasien serta keramahan kepada pasien.
Setiap pasien yang membeli atau menebus obat di apotek selain obat bebas tanpa membawa
resep, maka petugas apotek akan mencatat nama dan alamat pasien di komputer sehingga bisa ditelusuri
riwayat pengobatan pasien. Data tersebut sekaligus menjadi medical record pasien yang
terkomputerisasi serta bisa digunakan untuk kepentingan tertentu bagi APA seperti konseling,
diskusi dengan dokter, penelitian dan lain-lain.
Secara umum, petugas yang bekerja di bagian pelayanan atau penjualan telah melayani
dengan ramah, biasanya dimulai dengan sapaan dan tawaran bantuan serta diakhiri dengan ucapan
terima kasih sebagai penutup. Petugas juga bersikap santundan informatif dengan selalu berbicara
dengan bahasa yang baik. Petugas selalu tanggap dan cepat menangani keluhan serta membantu
mengatasi kesulitan konsumen. Misalnya, jika konsumen tidak mampu menebus obat maka
dicarikan obat dengan zat aktif atau khasiat sama dengan harga yang lebih terjangkau atau ditebus
sebagian dulu. Keadaan tersebut perlu terus dipertahankan dan sedapat mungkin ditingkatkan
karena keramahan petugas merupakan salah satu unsure pendorong untuk menimbulkan
minat pelanggan sehingga melakukan pembelian. Pengadaan barang di Apotek Kimia Farma
Ummi (408) dilakukan dengan menggunakan sistem Distribution Center (DC). Berdasarkan
sistem ini, pengeluaran dan pemasukan barang di apotek langsung terhubung secara komputerisasi
dengan Apotek Bussiness Manager (BM) sehingga apotek BM dapat mengetahui barang yang
mencapai minimum stok. Barang yang mencapai minimum stok akan dikirimoleh BM
berdasarkan kebutuhan masing-masing apotek pelayanan. Selain itu, dibuat Bon Permintaan
Barang Apotek (BPBA) dimana setiap hari dilakukan pengecekan barang secara fisik oleh petugas
apotek. Barang-barang yang sudah hampir habis dibuat BPBA untuk kemudian dikirimkan ke
Apotek BM. Untuk obat-obat narkotik,permintaan barang harus menggunakan Surat Pesanan (SP)
khusus rangkap empat yang dalam satu SP hanya dapat memesan satu macam obat dan harus ditandatangani
oleh Apoteker Pengelola Apotek (APA). Sedangkan untuk obat-obat psikotropik, permintaan
barang harus menggunakan SP khusus rangkap dua dan dalam satu SP dapat memesan beberapa
jenis psikotropik dan harus ditandatangani oleh APA. Karena itu, khusus untuk pemesanan
narkotika dan psikotropik tidak termasuk kedalam sistem DC melainkan langsung dilakukan oleh
Laporah Hasil PKL di Kimia Farma Ummi (408) 18

masing-masing apotek pelayanan. Sistem DC memiliki keuntungan diantaranya jumlah barang
yang dipesanbanyak, sehingga dapat memperoleh diskon yang lebih besar dari distributor serta
mengurangi tugas apotek pelayanan dalam pengadaan barang karena pada sistem DC semua
administrasi pembayaran yang berhubungan dengan pengadaan barang (kecuali narkotika dan psikotropika)
dilakukan oleh BM.
Dalam setiap pergantian shift, petugas apotek yang bertanggung jawab harus melaporkan
seluruh hasil penjualan apotek dalam bentuk bukti setoran kasir apotek untuk selanjutnya
divalidasi. Validasi dilakukan terhadap semua transaksi, baik tunai maupun kredit. Validasi
adalah proses pengecekan data transaksi dari hasil entry, lalu bukti setoran kas untuk transaksi
tunai dicocokkan dengan kas yang ada. Validasi dilakukan setiap hari dan dikirim ke apotek BM
sebelum jam 16.00 WIB.

B. Beberapa Obat Yang Ada Di Apotek Kimia Farma Ummi (408)
1. Obat Generik
1. Amlodipin : Antihipertensi
2. Aciclovir : Antivirus
3. Asam Mafenamat : Analgetik
4. Ambroxol : Mukolitik
5. Antalgin : Analgetik
6. Azytromycin : Antibiotik
7. Antasida : Obat Maag
8. Bisoprolol : Obat Jantung
9. Bethamethasone : Antiradang
10. Clindamycin : Antibiotik
11. Ciprofloxacin : Antibiotik
12. Amoxicilin : Antibiotik
13. Co-amoxiclap : Antibiotik
14. Cefixime : Antibiotik
15. Cimetidine : Obat Maag
16. Candesartan : Antihipertensi
17. Cefadroxil : Antibiotik
18. Cetirizine : Antialergi
19. Dexametason : Antiradang
20. Etambutol : TBC
Laporah Hasil PKL di Kimia Farma Ummi (408) 19

21. Rifampicin : TBC
22. Glibengclamid : Antidiabet
23. Gemfibrozil : Anti Kolesterol
24. Ranitidin : Obat Maag
25. Famotidin : Obat Maag
26. Rebamipide : Obat Maag
27. Omeprazole : Obat Maag
28. Lansoprazole : Obat Maag
29. Bicarbonat Natrium : Obat Kembung
30. Isosorbid : Obat Jantung
31. Salbutamol : Obat Asma
32. Ketokonazole : Antifungi
33. Mykonazole : Antifungi
34. Intrakonazole : Antifungi
35. Metronidazole : Antiamuba
36. Nifedipin : Obat Jantung
37. Propanolol : Antihipertensi
38. Piroxicam : Analgetik
39. Simpastatin : Anti Kolesterol
40. Atorvastatin : Anti Kolesterol
41. Meloxicam : Analgetik
42. Sodium Bicarbonat : Obat Maag
43. Loratadine : Antialergi
44. Paracetamol : Analgetik Antipiretik
45. Clonidine : Antihipertensi
46. Oxitetracycline : Antibiotik
47. Spyramicin : Antiamuba
48. PTU : Antitiroid
49. Methylprednisolon : Antiradang
50. Metformin : Antidiabet
51. Glimepiride : Antidiabet
52. Furosemide : Diuretik
53. Ondansetron : Antiemetika (Obat Mual)
54. Hydrocortison : Antibiotik
Laporah Hasil PKL di Kimia Farma Ummi (408) 20

55. Allopurinol : Antireumatik (Asam Urat)
56. Captropil : Antihipertensi
57. Isoniazid : TBC
58. Levofloxacin : Antibiotik
59. Ofloxacin : Antibiotik
60. Gentamycin : Antibiotik
61. Doxyciclin : Antibiotik
62. Clopidogrel : Trombolitik
63. Piracetam : Obat Saraf
64. Domperidone : Obat Mual
65. Pirazynamide : TBC
66. Lincomycin : Antibiotik
67. Sucralfat : Obat maagh
68. Nat. Diklofenak : Analgetik

2. Obat Paten Antibiotic
1. Augmantin 18. Cepik 35. TetraSanbe
2. Abbotic 19. Erisanbe 36. Tocep
3. Albiotin 20. FG Troeches 37. Tiamicin
4. Amoxan 21. Interflox 38. Valos
5. Anfix 22. Lefos 39. Valox
6. Arsitam 23. Intermoxil 40. Zarom
7. Ancla 24. Interdoxil
8. Azol 25. Sporetik
9. Banadoz 26. Lincosin
10. Bernoflox 27. Rifamtibi
11. Baquinor forte 28. Rimstar
12. Biolincom 29. Sanfrma
13. Bacbute INH 30. Sarox
14. Cesfan 31. Super tetra
15. Cefat 32. Spiracin
16. Cefila 33. Siclidon
17. Cefarox 34. Suprazid Forte

Laporah Hasil PKL di Kimia Farma Ummi (408) 21

3. Obat Paten Analgetik
1. Atoflam 16. Mobiflex 31. Novalgin
2. Buscopan 17. Mocix 32. Opistan
3. Cataflam 18. Neulargin RX 33. Ostarin
4. Dolo N 19. Noflam 34. Phardex
5. Dolo Scaneuron 20. Non Flaming 35. Pironal
6. Dolofen 21. Ponstan 36. Spacmacine
7. Eprinoc 22. Propenal 37. Tiflam
8. Exaflam 23. Proris 38. Torasic
9. Fores 24. Raos 39. Valtadex
10. Kaltropen 25. Relok 40. Voltaren
11. Ketese 26. Rhemacok 39. Meloxin
12. Lapistan 27. Scopamin 40. Solaxin
13. Mefinal 28. Siberids
14. Mefinter 29. Sistenol

4. Obat Paten Saluran Cerna
1. Acran 18. Gestofam 35. Pantozol 52. Zincare
2. Aludona 19. Hexer 36. Pariet
3. Benozim 20. Imodium 37. Pepzol
4. Betalans 21. Inhipraz 38. Primadol
5. Cedantron 22. Lancid 39. Ranin
6. Cobazim 23. Lapraz 40. Rantin
7. Colistin 24. Laz 41. Rantinal
8. Compraz 25. Liprolac 42. Rocer
9. Dogmatil 26. Motilex 43. Socid
10. Dom 27. Mucosta 44. Sotatic
11. Dome 28. Mulax 45. Sulcolon
12. Dramamine 29. Narfoz 46. Tyran
13. Famocid 30. Nexium 47. Vitazim
14. Fucobac 31. Nupagrex 48. Vomerin
15. Fucoidan 32. Omed 49. Vometa
16. Fudan 33. Omz 50. Vomistop
17. Gastrolan 34. Ozid 51. Zinc
Laporah Hasil PKL di Kimia Farma Ummi (408) 22

5. Obat Paten Anti Virus
1. Clynovir 6. Tamofen
2. Cloves 7. Valtrex
4. Herclov 8. Valvir
5. Isoprinosin 9. Zoter
6. Isprinol 10. Zovirak

6. Obat Paten Anti Fungi
1. Govazol 7. Itzol
2. Grivin 8. Flucoral
3. Flagyl 9. Mycoral
4. Forcanox 10. Nyzoral
5. Formyco 11. Sporacid
6. Fungasol 12. Tricodazole

7. Obat Paten Anti Diabetes
1. Amaryl 19. Metrix
2. Actos 20. Pedab
3. Amadiab 21. Methpica
4. Dexanorm 22. Trazenta
5. Diamicorn
6. Daonil
7. Diabex
8. Forbetes
9. Eclid
10. Glucobal
11. Glurenorm
12. Glidanil
13. Glucophage
14. Glamarol
15. Gluvas
16. Glucodex
17. Glumin
18. Glucovance
Laporah Hasil PKL di Kimia Farma Ummi (408) 23

8. Obat Paten Antialergi
1. Aeris 11. Calestamine 21.Epekol
2. Alloris 12. Colergis 22. Euphyllin retard
3. Alopent 13. Cerini 23. Edotin
4. Aldisa SR 14. Dextafen 24. Estin
5. Alerfed 15. Dextamine 25. Flumocil
6. Betarhin 16. Cirrus 26. Erdobat
7. Bricasma 17. Cortidex 27. Homoclomin
8. Bestalin 18. Claritin
9. Bronsolvan 19. Dexteem Plus
10. Clarihis 20. Demacolin

9. Obat Paten Cardiovascular
1. Ab Vask 22. Lopibroz 43. Puresco
2. Acapres 23. Lasix 44. Reucid
3. Adalat 24. Letonal 45. Rocoz
4. Askardiae 25. Lipanthyl 46. Slimbado
5. Betaone 26. Lodipaz 47.Sotropil
6. Cardisan 27. Lodoz 48. Stator
7. Cardivask 28. Lopiten 49. Tenazide
8. Diovan 29. Lopitor 50. Tensivask
9. Diovask 30. Merislon 51. Truvaz
10. Divask 31. Mertigo 52. Tylonic
11. Eksforge 32. Mycardisk 53. Uresix
12. Farmadra 33. Neuciti 54. Vaclo
13. Farmasal 34. Neulin 55. Zumadif
14. Gootropil 35. Nimotop 56. Zyloric
15. Hyperchol 36. Nootropil
16. Hyperil 37. Norvask
17. Hypofil 38. Opivask
18. Ilos 39. Persantin
19. Irvask 40. Plasmin
20. Irvel 41. Plasminex
21. Kalnex 42. Plavix
Laporah Hasil PKL di Kimia Farma Ummi (408) 24

10. Obat Paten Saluran Kemih
1. Aminefron 9. Hitrin 17. Urinter
2. Aminoral 10. Ketocid 18. Urdaflax
3. Avodart 11. Ketosteril 19. Urixin
4. Cytrodox 12. Miktonor 20. Urispas
5. Harnal ocas 13. Neprolit 21. Urdahek
6. Cellept 14. Prostacom 22. Vasicer
7. Harna D 15. Prorenal 23. Urotractin
8. Enatin 16. Renax

C. Produk Kimia Farma
1. Alergine 13. Kimoxil 25. Primet
2. Asifit 14. Kina 26. Rahistin
3. Batugin 15. Klotaren 27. Retaphyl SR
4. Betason 16. Lacbon 28. Scabicid
5. Betason N 17. Loprezol 29. Statcol
6. Chloramphecort 18. Lovquin 30. Topgesic
7. Dexocort SR 19. Magasida 31. Trimate-E
8. Enkasari 20. Marcks 32. Trombikaf
9. Fitocare 21 Nitrokaf Retard 33. Venus
10. Fungoral 22. Oracef 34. Vertikaf
11. Gravynom 23. Pankreoflat
12. Kifarox 24. Pankreaon Child











Laporah Hasil PKL di Kimia Farma Ummi (408) 25

D. Surat Pesanan
Surat Pesanan (SP) adalah lembaran surat yang digunakan untuk memesan obat yang telah
habis atau kosong, biasanya berisi nama apoteker, alamat apoteker, nama apotek, serta nama obat
yang akan di pesan beserta jumlahnya.
Macam-macam Surat Pesanan (SP):
1. SP Psikotropika
satu SP untuk beberapa macam obat dengan distributor yang sama.
2. SP Narkotika
satu SP hanya untuk satu macam obat dengan satu distributor.
3. SP Obat Bebas, Obat Bebas Terbatas, dan Obat Keras
Satu SP untuk bermacam-macam obat dengan distributor yang berbeda pula.


E. Salep VS Krim
1. Salep :
Mengandung minyak sebanyak 80% dan air 20%
Faktor Spreadability : Salep yang greasier di alam dan juga memiliki konsistensi tebal.
Merasa sulit untuk menyebarkan salep di daerah yang luas pada kulit.
Faktor Menyerap : Salep tinggal lebih lama pada permukaan kulit dan tidak bisa
diserap ke dalam kulit. Oleh karena itu salep sering diresepkan untuk kulit kering,
karena menjaga kelembaban kulit untuk waktu yang lama, sehingga meningkatkan
penyembuhan lebih kuat.

2. Krim :
Mengandung minyak dan air masing-masing 50%, tetapi mungkin ada krim topical
yang komponen minyaknya jauh lebih rendah juga.
Faktor Spreadability : Krim lebih rinan dalam konsistensinya, maka seing bekerja baik
untuk menutupi area yang luas
Faktor Menyerap : Krim diserap kedalam kulit, karena kandungan air yang tinggi
dalam krim, krim menyebabkan kulit lebih cepat.




Laporah Hasil PKL di Kimia Farma Ummi (408) 26

F. Alergi
Alergi adalah suatu reaksi berlebihan dari sistem pertahanan tubuh untuk melawan zat-zat
asing atau biasa disebut alergin yang masuk kedalam tubuh.
Sebab : Makanan, Obat-obatan, debu, udara, suhu, zat kima tertentu, alergi musiman, rumput dan
serbuk bunga (Pollen), kukit, bulu, dan ludah hewan .
Obat : - Cetirizine : menyebabkan ngantuk
- Loratadine : tidak menyebabkan ngantuk

G. Batuk
Batuk adalah sebuah reflex fisiologi untuk melindungi tubuh dari benda-benda asing yang
masuk ke tenggorokan tetapi batuk juga bisa menjadi suatu penyakit.
Batuk disebabkan oleh adanya peradangan pada lapisan lender saluran pernafasan. Ada
batuk berdahak akibat karena akut karena infeksi disebabkan oleh bakteri / virus (tuberculosa,
influenza, dan campak), sedangkan batuk berdahak yang tidak disebabkan oleh infeksi, antara lain
alergi, asma, ataupun debu. Selain itu, ada pula batuk berdahak yang tidak disebabkan oleh infeksi
yaitu makanan yang merangsang tenggorokan, ada pula karena kanker. Batuk karena orang sering
merokok sulit diatasi hanya dengan obat batuk simtomatik.
Batuk berdahak pada orang yang sakit disebabkan oleh adanya kelainan dalam tubuh
terutama pada saluran nafas atau bronchitis.
Batuk berdahak pada umumnya disebabkan oleh influenza. Gejalanya yaitu demam yang
tinggi disertai otot tubuh tubuh yang kaku, bersin-bersin, hidung tersumbat, dan sakit
tenggorokan. Namun batuk berdahak juga timbul akibat peradangan pada paru-paru.
Ada dua obat, yaitu ekspektoran dan anti tusif. Batuk berdahak karena infeksi bisa juga
diobati dengan antibiotic, batuk berdahak karena virus dapat diobati dengan degan obat anti virus,
sementara batuk berdahak karena asma dapat diobati dengan obat asma seperti obat inhalasi
(inhaler), obat makan, dan suntik. Bila batuk berdahak sudah akut perlu dipikirkan untuk
melakukan operasi, setelah itu ada kemoterapi dan sinar.

H. Obat Simtomatis Dan Kausif
1. Obat Simtomatis
Obat Simtomatis adalah obat yang digunakan untuk menghilangkan gejala dari suatu
penyakit.
2. Obat Kausif
Obat Kausif adalah obat yang digunakan untuk membasi penyakit dari akarnya.
Laporah Hasil PKL di Kimia Farma Ummi (408) 27

I. Perbedaan Pilek Dan Flu
Gejala Pilek Influenza (Flu)
Datangnya gejala Perlahan atau gradual Tiba-tiba atau mendadak
Demam (badan panas) Kadang-kadang biasanya
ringan.
Sangat umum, biasanya berupa
demam tinggi
Sakit kepala Jarang terjadi Bisa terjadi
Sakit atau nyeri dibeberapa /
sekujur tubuh (otot dan
persendian)

Tidak sering terjadi, ringan

Umum terjadi, parah

Lemah, lesu

Jarang
Umum terjadi, bisa
berlangsung selama 1-2
minggu
Bersin-bersin Sangat umum terjadi Kadang-kadang
Hidung tersubat dan meler Sangat umum terjadi Kadang-kadang
Tenggorokan perih / meradang Bisa terjadi Kadang-kadang
Batuk Intensitasnya ringan-
menengah, berdahak, setelah
beberapa hari terserang pilek
Umum terjadi, intensitasnya
bisa parah, kering, sangat
mengganggu

J. Asma
Asma adalah peradangan kronis yang umum terjadi pada saluran nafas yang ditandai
dengan gejala bervariasi dan berulang, penyumbatan saluran nafas yang bersifat versibel dan
spasme bronkus.
Gejalanya : batuk, dada terasa berat, sesak nafas
Obat : Salbutamol, Teofilin

K. Diabetes
Diabetes adal kelebihan gula dalam darah ( insulin tidak lagi diproduksi pleh sel beta /
insulin sudah tidak sensitive lagi untuk mengubah glukosa menjadi glukogen.
Insulin Glukosa Glukogen Untuk disimpan dalam otot (sumber tenaga)

L. Perbedaan Asam Urat Dan Reumatik
1. Asam urat adalah kelebihan asam urat.
2. Reumatik adalah adanya penyumbatan dalam pembuluh darah.
Laporah Hasil PKL di Kimia Farma Ummi (408) 28

M. Diare
1. Diare spesifik adalah diare yang disebabkan oleh bakteri.
Pengobatannya :
- Pemberian antibiotik
- Pemberian oralit
- Pemberian karbon aktif / arang (Diapet, Neurit, Diapet NR)
Tanda / Ciri :
- Feaces berlendir
- Sedikit berdarah
2. Diare non spesifik adalah diare belum pasti penyebabnya

N. Obat Yang Sering Dibeli Di Kimia Farma Ummi (408)
Asabium + Vitamin K
Asabium (Clobazam)
Indikasi : ansietas (perasaan khawatir / kecemasan yang berlebihan)
Vitamin K
Indikasi : Pendarahan ( mempercepat pembekuan darah)

O. Alur Resep















Dokter Pasien Apotek
Diidentifikasi kerasionalannya Dihargai Diberi tahu pasien jumlah harga
Dibeli semuanya / sebagian Persetujuan pembayaran Dikerjakan
Diberi etiket Serahkan dan beritahu cara pemakainnya
Laporah Hasil PKL di Kimia Farma Ummi (408) 29

P. Penggolongan Antibiotik

1. Penisilin
- Ampisilin - Kloksasilin
- Amoksisilin - Piperasilin
- Co amoksiklav - Fenoksimetil
- Sultamicin

2. Makrolida
- Eritomocin - Polimiskin
- Spyramicin - Kalitromicin
- Roxitromycin - Azitromicin

3. Aminoglokosida
- Amikasin - Neomicin
- Gentamycin - Streptomicin
- Kanamycin - Tobramicin sulfat
- Netilmicin - Spektinomicin

4. Tetrasiklin
- Tetrasiklin - Minosiklin
- Doksisiklin - Klortetrasiklin
- Oksitetrasiklin

5. Lincosamide
- Lincomicin
- Clindamycin
6. Monobactam
- Aztreonam

7. Kloramfenikol
- Tiamfenicol
- Kloramfenicol

Laporah Hasil PKL di Kimia Farma Ummi (408) 30

8. Sefalosporin
- Sefadroxil - Sefriakson
- Sefaleksin - Sefazolin
- Sefradin - Sefotaksim
- Sefidin - Sefpiron
- Sefiksim - Septizoksin
- Sefoperazon - Sefotian
- Sulbaktam

9. Kuinolon
- Pefloxacin - Levofloxacin
- Siprofloxacin - Gatifloxacin
- Ofloxacin


Tingkatan Penggunaan Antibiotik
1. Betalaktam (Amoksilin)
2. Penisilin
3. Makrolida
4. Kloramfenikol
5. Aminoglokosida
6. Tetrasiklin
7. Lincosamide
8. Monobactam
9. Sefalosporin
10. Kuinolon








Pilihan yang di
utamakan
Pilihan Terakhir
Laporah Hasil PKL di Kimia Farma Ummi (408) 31


BAB V

PENUTUP


A. Kesimpulan
Apotek adalah suatu tempat tertentu, tempat dilakukannya pekerjaan kefarmasian
dan penyaluran perbekalan farmasi kepada masyarakat. Perbekalan Kesehatan adalah
semua bahan dan peralatan yang diperlukan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan.
Pekerjaan Keparmasian yaitu meliputi pembuatan, pengolahan, peracikan,
pengubahan bentuk, pencampuran, penyimpanan dan penyerahan obat atau bahan obat;
pengadaan, penyimpanan, penyaluran dan penyerahan perbekalan farmasi lainnya dan
pelayanan informasi mengenai perbekalan farmasi yang terdiri atas obat, bahan obat, obat
asli Indonesia (obat tradisional), bahan obat asli Indonesia (simplisia), alat kesehatan dan
kosmetika.

Tugas dan Fungsi Apotek :
a. Tempat pengabdian profesi seorang Apoteker yang telah mengucapkan sumpah
jabatan Apoteker.
b. Sarana yang digunakan untuk melakukan Pekerjaan Kefarmasian.
c. Sarana yang digunakan untuk memproduksi dan distribusi sediaan farmasi antara lain
obat, bahan baku obat, obat tradisional, dan kosmetika.

B. Saran
1. Untuk SMK Kesehatan Bhakti Kencana Cigombong agar pelaksanaan PKL dilaksanakan
pada waktu yang lebih lama agar siswa-siswi lebih dapat memahami perannya di bidang
kefarmasian sebagai seorang asisten apoteker.
2. Untuk Apotek Kimia Farma Ummi (408) sediakan alat khusus untuk pembuatan kapsul
agar proses pembuatan biasa menjadi lebih mudah, praktis dan hemat waktu .




DAFTAR PUSTAKA
Laporah Hasil PKL di Kimia Farma Ummi (408) 32



1. http://farmatika.blogspot.com/p/herbal-terstandar.html (Obat Herbal Terstandar)
2. http://www.syindjia.com/2011/02/fitofarmaka.html (Contoh Obat Fitofarmaka)
3. http://ratih-saridewi.blogspot.com/2012/12/berkenalan-dengan-obat-2-jamu-oht-dan.html
(Contoh Obat Jamu)



























LAMPIRAN LAMPIRAN
Laporah Hasil PKL di Kimia Farma Ummi (408) 33

















Apotek Kimia Farma Ummi (408) tampak depan



















Apotek Kimia Farma Ummi (408) tampak samping


Laporah Hasil PKL di Kimia Farma Ummi (408) 34






































Apotek Kimia Farma Ummi (408) tampak dalam







Laporah Hasil PKL di Kimia Farma Ummi (408) 35








































Tempat tunggu pasien





Laporah Hasil PKL di Kimia Farma Ummi (408) 36









































Kasir




Laporah Hasil PKL di Kimia Farma Ummi (408) 37









































Gondola atau Tempat penyimpanan obat




Laporah Hasil PKL di Kimia Farma Ummi (408) 38


















Sirup Kering





















Drop





Laporah Hasil PKL di Kimia Farma Ummi (408) 39


















Suspensi dan Sirup






















Cendo, tetes mata, tetes telinga, dan aquades




Laporah Hasil PKL di Kimia Farma Ummi (408) 40


















Terumo Syrince dan Cairan infus





















Cairan infus





Laporah Hasil PKL di Kimia Farma Ummi (408) 41








































Obat yang tahan terhadap suhu ruangan





Laporah Hasil PKL di Kimia Farma Ummi (408) 42


















Alat Kesehatan





















Injeksi





Laporah Hasil PKL di Kimia Farma Ummi (408) 43








































Swalayan Apotek Kimia Farma Ummi (408)





Laporah Hasil PKL di Kimia Farma Ummi (408) 44








































Swalayan Apotek Kimia Farma Ummi (408)





Laporah Hasil PKL di Kimia Farma Ummi (408) 45


















Tempat untuk meracik obat






Timbangan











Alat untuk membuat serbuk








Laporah Hasil PKL di Kimia Farma Ummi (408) 46










































Pembuatan Serbuk



Laporah Hasil PKL di Kimia Farma Ummi (408) 47










































Pembuatan Drop



Laporah Hasil PKL di Kimia Farma Ummi (408) 48







































Menyiapkan Obat






Laporah Hasil PKL di Kimia Farma Ummi (408) 49



















Melayani pasien





















Menyerahkan obat kepada pasien




Laporah Hasil PKL di Kimia Farma Ummi (408) 50







































Pembayaran menggunakan kartu ATM






Laporah Hasil PKL di Kimia Farma Ummi (408) 51








































Mengecek uang asli / palsu





Laporah Hasil PKL di Kimia Farma Ummi (408) 52








































Mengecek barang swalayan





Laporah Hasil PKL di Kimia Farma Ummi (408) 53


















Contoh resep






















Contoh copy resep




Laporah Hasil PKL di Kimia Farma Ummi (408) 54








































Contoh kwitansi Apotek Kimia Farma Ummi (408)





Laporah Hasil PKL di Kimia Farma Ummi (408) 55


















Etiket klip






















Label




Laporah Hasil PKL di Kimia Farma Ummi (408) 56



















Etiket Putih



















Etiket Biru






Laporah Hasil PKL di Kimia Farma Ummi (408) 57








































BPBA (Bon Permintaan Barang Apotek)





Laporah Hasil PKL di Kimia Farma Ummi (408) 58


















Pembungkus Serbuk






















Buku Depekta




Laporah Hasil PKL di Kimia Farma Ummi (408) 59


















Mesin Faximile





















Dokumen





Laporah Hasil PKL di Kimia Farma Ummi (408) 60









































Kertas setoran hasil penjualan barang




Laporah Hasil PKL di Kimia Farma Ummi (408) 61









































Contoh surat pesanan narkotika




Laporah Hasil PKL di Kimia Farma Ummi (408) 62







































Produk Kimia Farma






Laporah Hasil PKL di Kimia Farma Ummi (408) 63









































Apotek Kimia Farma Ummi (408)