Anda di halaman 1dari 2

Hubungan antara usia dengan kadar asam urat.

Menurut suatu penelitian (Sustrani dkk, 1999) telah diketahui bahwa enzim urikinase
yang berpengaruh dalam metabolisme asam urat dengan cara kerja mengoksidasi asam urat
menjadi alatonin akan menurun seiring dengan bertambahnya usia seseorang. Alatonin
merupakan suatu bentuk metabolit asam urat yang mudah dieksresi oleh badan. Proses oksidasi
asam urat menjadi alatonin dikatalisir oleh enzim urikinase. Gangguan pada enzim ini yang
menyebabkan asam urat tidak dapat diubah menjadi alatonin sehingga kadar asam urat dalam
sirkulasi darah menjadi meningkat. Fakta ini, didukung oleh hasil studi kros seksional yang telah
dijalankan pada tahun 2009 di kabupaten Brebes, yang telah mendapatkan bahwa pada golongan
dewasa dengan usia 40 hingga 60 tahun mempunyai resiko 1,7 kali berbanding dengan golongan
dewasa dengan usia 30 hingga 40 tahun.

Hubungan antara aktivitas dengan kadar asam urat.
Aktivitas yang dilakukan oleh manusia berkaitan erat dengan kadar asam urat yang
terdapat dalam darah. Beberapa pendapat menyatakan bahwa aktivitas yang berat dapat
memperberat penyakit gout yang ditandai dengan peningkatan asam urat. Olah raga atau gerakan
fisik akan menyebabkan peningkatan asam laktat. Peningkatan kadar asam urat dalam darah akan
menyebabkan pengeluaran asal urat menurun sehingga menyebabkan kandungan asam urat
dalam tubuh meningkat. Hal ini diperkuat dengan teori dari Mayers(2003) yang mengatakan
bahwa asam laktat terbentuk dari proses glikolisis yang terjadi di otot. Jika otot, berkontraksi, di
dalam keadaan anaerob, yaitu tanpa oksigen maka glikogen menjadi produk akhir glikolisis akan
menghilang dan muncul laktat sebagai produksi akhir utama. Peningkatan asam laktat dalam
darah akan menyebabkan penurunan ekskresi asam urat oleh ginjal. Walau bagaimanapun, kadar
asam urat sukar diukur secara pasti karena kita tidak dapat memastikan kapan otot-otot tubuh
berkontraksi dalam keadaan anaerob.

Hubungan antara konsumsi purin dengan kadar asam urat.
Purin dalam bahan makanan berbeda-beda kandungan dan bioavailabilitasnya. Selain itu,
perubahan purin menjadi asam urat juga tergantung pada selularitas relatif, aktivitas transkripsi
dan metabolik seluler makanan tersebut. Aktivitas transkripsi adalah kemampuan sel untuk
mengartikan kode genetic dari suatu jenis asam nukleat ke dalam bentuk lain, dalam hal ini
kemampuan sel untuk mengubah purin dalam makanan menjadi asam urat. Terdapat beberapa
makanan yang mengandung kandungan purin yang tinggi dengan kadar lebih dari 400mg purin
per 100g bahan makanan. Sebagai contoh adalah jamur, ikan sardine dan hati. Dalam suatu
penelitian kasus kontrol terhadap populasi pesakit di RSUP Dr.Kariadi Semarang, didapatkan
suatu hubungan signifikan yang antara asupan purin dengan kelompok kasus penderita
hiperurisemia. Didapatkan juga pada kelompok yang mendapat asupan purin yang tinggi
mempunyai resiko 3 kali dibanding dengan kelompok yang mendapat asupan purin dalam kadar
normal. Asupan purin dianggap tinggi jika melebihi 620,5 mg per hari karena rata-rata ekskresi
asam urat dalam urin adalah 620,5mg per hari.

Hubungan antara jenis kelamin dengan kadar asam urat.
Pada laki-laki, kadar asam urat dalam darah pada saat pubertas sudah dapat mencapai
5,2mg/dl dan akan terus meningkat seiring bertambahnya usia. Hal ini disebabkan, karena pada
laki-laki tidak terdapat hormon estrogen yang bersifat uricosuric agent yaitu suatu bahan kimia
yang berfungsi membantu ekskresi asam urat melalui ginjal. Mekanisme uricosuric agent dalam
meningkatkan ekskresi asam urat adalah dengan menghambat urate traporter-1 yang mempunyai
fungsi mengreabsorbsi asam urat ke dalam sirkulasi darah melalui sel tubular proximal pada
ginjal. Dengan berkurangnya reabsorbsi asam urat pada tubular proximal, secara langsung
meningkatkan lagi ekskresi asam urat melalui urin. Maka dengan itu, peningkatan kadar asam
urat pada wanita lebih sering terjadi pada wanita post menopause, karena kadar estrogen yang
telah berkurang pada kelompok itu, sehingga menyebabkan penurunan ekskresi asam urat
melalui urin. Pada suatu studi kohort terhadap suatu populasi dewasa muda antara 18 hingga 32
tahun di Copenhagen didapatkan suatu hubungan yang bermakna antara jenis kelamin dan
kejadian hiperurisemia.