Anda di halaman 1dari 5

PEMBAHASAN

1. Jelaskan akibat pencabutan gigi pada jaringan pendukung gigi!


Ketika gigi dicabut maka akan timbul soket. Soket merupakan lubang yang tertinggal di
tulang rahang. Soket ini lama-lama diisi oleh darah yang kemudian terkoagulasi dan
membantu pembentukan matriks untuk penyembuhan. Setelah hal ini terjadi, sel-sel
osteoklas dan osteoblas menginfiltrasi gumpalan dan terjadi proses remodeling soket. Pada
saat yang sama, sel epithelial menginfiltrasi gumpalan darah dan membentuk jaringan
lunak.
1
Mekanisme penyembuhan luka ada tiga fase yaitu:
a. ase inflammasi
ase inflammasi ditandai dengan perubahan !askularisasi berupa hiperemi, eksudasi, dan
migrasi leukosit daerah sekitar pencabutan gigi. Pembuluh darah yang terkena injuri
mengalami dilatasi dan terjadi mobilisasi leukosit ke bekuan darah sehingga permukaan
darah beku ditutupi oleh anyaman fibrin yang diisi oleh sel-sel darah merah dan darah
putih. Pada fase ini tampak ciri radang berupa bengkak, sakit, merah, panas, dan
gangguan fungsi.
"
b. ase proliferasi
ibroblast dari sel-sel jaringan ikat pada sisa ligament periodontal tumbuh ke bekuan
darah di sekitar pinggiran soket gigi. #pitel tepi permukaan luka mengalami proliferasi
dalam bentuk mitotic ringan. $rest tulang al!eolar menunjukkan akti!itas osteoklastik.
Sel endotel berproliferasi menunjukkan pertumbuhan kapiler baru pada ligament
periodontal dimulai. %ekuan darah digantikan oleh pertumbuhan fibroblast dan kapiler
membentuk jaringan granulasi.
"
Pertumbuhan fibroblast pada anyaman fibrin bekuan darah. Pada stadium ini, kapiler
baru berpenetrasi ke tengah bekuan darah. Sisa ligament periodontal perlahan degenerasi
dan hilang. Proliferasi epitel di atas permukaan luka bertambah luas. &erjadi resorpsi
osteoklas sehingga fragmen tulang yang nekrosis akiabt fraktur mengalami resorpsi.
"
c. ase maturasi
%ekuan darah hampir tersusun sempuran oleh jaringan granulasi yang matang. 'i
sekeliling perifer luka dijumpai pembentukan trabekula tulang muda. Pembentukan
tulang terjadi akibat akti!itas osteoblas yang berasal dari sel-sel pluripotensial pada
ligament periodontal berfungsi osteogenik. Periosteum dan endosteum tulang al!eolar
mengadakan pertumbuhan tulang baru yang akan mengisi soket. Permukaan luka
mengalami epitelisasi sempurna. 'ilanjutkan dengan remodeling tulang berupa resorpsi
dan aposisi tulang yang mengisi soket. (al ini berlanjut hingga terjadi kalsifikasi sampai
penyembuhan sempurna.
"
aktor-faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka, antara lain:
aktor )okal antara lain : obat anestesi yang terlalu keras, trauma yang terlalu besar, luka
terinfeksi, luka pada gigi anterior dimana pasien sering memainkan lidah ke tempat
tersebut dan pasien sering berkumur sesudah pencabutan.
aktor sistemik antara lain : *utrisi, umur, hormonal, 'iabetes Mellitus dan penyakit
darah.
2. Jika dilakukan perawatan rtdnti! apa "ang di#arapkan terjadi pada jaringan
pendukung gigi$
Pera+atan ortodonti didasarkan pada prinsip apabila gigi diberikan tekanan yang terus-
menerus maka akan terjadi pergerakan gigi. &ekanan tersebut menyebabkan perubahan
,remodels- pada jaringan tulang disekitar gigi. Perubahan tersebut meliputi:
.,/,0
Perubahan pada gingi%a
gingi!a di sekitar gigi dirangsang untuk bereaksi menjadi hipertropi, biasanya diikuti
keadaan inflamasi.
Perubahan pada liga&en peridntal
terjadi peningkatan proliferasi sel, apoptosis, komponen fibrous utama matriks
e1traseluler seperti kolagen, dan tropoelastin.
Perubahan pada se&entu&
lapisan sementoid mengalami resorpsi.
Perubahan pada tulang al%elar
terjadi resorpsi dan aposisi pada dinding tulang al!eolar gigi yang digerakkan.
rontal resorption atau resorpsi langsung yang akan terjadi apabila tekanan yang diberikan
lebih rendah daripada tekanan di kapiler darah. Pada frontal resorption, sel-sel osteoklas
akan merusak lamina dura dan meresorpsi daerah tersebut sehingga pergerakan gigi mulai
terjadi.
.,/,0,2
&ekanan yang ringan menyebabkan penekanan ringan pada ligament periodontal yang
terletak antara gigi dan tulang al!eolar sehingga terbentuk dua area yaitu area tertekan dan
area tertarik. Pada area tertekan, ligament periodontal memendek sedangkan pada daerah
tertarik, ligament periodontal akan meregang.
.,/,0,2
Penekanan yang diberikan pada gigi tidak menyebabkan kontak langsung antara gigi dengan
lamina dura. Pembuluh darah pada ligament periodontal terkompres sehingga daerah di
sekitar pembuluh darah tersebut menjadi iskemia. 3esorpsi tulang al!eolar terjadi pada
daerah yang tertekan dan aposisi tulang al!eolar terjadi pada daerah yang tertarik. 3esorpsi
dan aposisi dilakukan oleh osteosit, yaitu osteoklas yang direkrut dari monosit pada
pembuluh darah berperan dalam resorpsi tulang al!eolar dan osteoblas berperan dalam
aposisi tulang al!eolar.
.,/,0,2
'. Jelaskan keadaan patlgis apa "ang terjadi akibat penekanan "ang berlebi#an pada
jaringan peridntal!
&erbentuk daerah terhialinisasi dan terjadi resorpsi undermining. Mekanismenya:
4pabila tekanan besar diberikan pada gigi, pembuluh darah pada ligament periodontal akan
tertutup sehingga menyebabkan tidak adanya !askularisasi pada daerah disekitarnya. (al
tersebut akan menyebabkan terbentuknya jaringan nekrosis yang disebut juga dengan daerah
hyalinized. 3esorpsi mulai terjadi dari belakang daerah nekrosis tersebut dikarenakan osteoklas
yang aktif melakukan resorpsi berada pada sum-sum tulang, yaitu di belakang lamina dura
sehingga disebut undermining resorption atau resorpsi tidak langsung. 5leh karena itu,
pergerakan gigi pada undermining resorption lebih lama dibandingkan dengan frontal resorption
karena pada undermining resorption terbentuk daerah hyalinized. &ekanan yang besar selain
menyebabkan timbulnya rasa sakit juga dapat menimbulkan kerusakan pada jaringan periodontal
dan gigi itu sendiri berupa resorpsi akar, oleh karena itu tekanan yang besar sebaiknya
dihindari.
/,0,2,6
(. Jelaskan keadaan apa "ang sering terjadi pada kasus gigi berjejal dan jelaskan
e)ekn"a pada jaringan pendukung gigi!
7igi yang berjejal menyebabkan sulitnya membersihkan sisa-sisa makanan yang melekat
pada gigi. Keadaan ini menjadi presdiposisi pembentukan plak. Plak yang terakumulasi lama
kelamaan mengalami kalsifikasi mebentuk kalkulus. Plak dan kalkulus menjadi salah satu
etiologi terjadinya gingi!itis. 7ingi!itis kronis yang tidak dira+at dapat menyebabkan
periodontitis.
8
Penu&pukan plak dan kalkulus
*
Plak dental adalah deposit lunak berupa biofilm yang menumpuk ke permukaan gigi atau
permukaan keras lainnya di rongga mulut.
Kalkulus adalah massa terkalsifikasi yang melekat ke permukaan gigi, terdiri dari plak
bakteri yang mengalami mineralisasi atau pengendapan garam-garam mineral.
+ingi%itis
*
Merupakan keadaan inflamasi pada gingi!al sebagai akibat dari plak dan kalkulus. Plak
dan kalkulus mengandung sejumlah mikroorganisme yang pathogen terhadao gingi!a.
%akteri tersebut mampu merusak gingi!al dengan menghasilkan sejumlah 9at berupa
kolagenase, hialuronidase, protease, kondrotin sulfatase, atau endotoksin yang
menyebabkan kerusakan pada epithelial dan jaringan ikat, juga kandungan interselular
seperti kolagen, substansi dasar, dan glikokaliks ,cell coat- gingi!itis.
Peridntitis
*
Merupakan kelanjutan inflamasi dari gingi!itis kronis yang tidak dira+at atau tidak
tuntas pera+atannya, juga merupakan penjalaran inflamasi dari pulpa gigi melalui
foramen apikalis ke ruang ligamen periodontal di bagian apikal.
http:::+++.scribd.com:doc:8/;</06/:P#M=$>-/?do+nload