Anda di halaman 1dari 4

DASAR TEORI

Motor asinkron adalah motor arus bolak-balik (AC) yang arus motor induksinya
didapatkan dari arus yang diinduksikan oleh fluks magnet bersama phase (), yang disebabkan
oleh adanya perbedaan relatif antara putaran rotor dan putaran medan putar pada stator. Pada
motor asinkron perputarannya ditimbulkan sebagai akibat medan putar yang muncul pada
stator ketika sumber tagangan dihubungkan pada kumparan stator. Sumber tegangan motor
asinkron adalah sumber tegangan tiga phase (3) yang dihubungkan pada motor baik secara
hubungan delta atau dapat juga menggunakan hubungan bintang.

Prinsip Kerja Motor Induksi
1. Apabila sumber tegangan 3 phase dihubungkan pada kumparan stator, maka akan
timbul medan putar dengan kecepatan:
Ns = 120 .f / p
Dimana : Ns = kecepatan medan putar stator
f = frekuensi
p = jumlah kutub
2. Medan putar stator tersebut akan momotong batang konduktor pada rotor.
3. Sebagai akibatnya pada kumparan rotor timbul induksi (ggl) sebesar
E2S = 4,44 f2.N2 ( untuk tiap phase),
Dimana : f2 = frekuensi pada rotor
N2 = putaran rotor
E2S = tegangan induksi pada saat rotor berputar
4. Karena kumparan rotor adalah rangkaian yang tertutup, maka ggl (E) akan
menimbulkan arus (I).
5. Bila kopel mula yang dihasilkan oleh gaya (F) pada rotor cukup besar untuk memikul
kopel beban, rotor akan berputar searah dengan medan putar stator, dimana kopel
timbul karena rotor mempunyai jari-jari.
T = K.Ir.Is.sin

Dimana ; T = Kopel
K = konstanta, K = 1x r
Ir = Arus pada rotor
Is = Arus stator
r = Jari-jari rotor
= Sudut kopel
6. Agar pada rotor terbangkit tegangan terinduksi diperlukan perbedaan relatif antara
kecepatan medan putar stator (ns) dengan kecepatan berputar rotor (nr), perbedaan
inilah yang disebut slip (S) dinyatakan dengan:
% 100 x
ns
nr ns
S


7. Bila nr = ns, tegangan tidak akan terinduksi dan arus tidak mengalir pada kumparan
jangkar rotor, dengan demikian tidak dihasilkan kopel. Kopel motor akan timbul
apabila nr < ns, dilihat dari cara kerjanya, motor induksi disebut juga sebagai motor tak
serempak atau asinkron.
Slip (S)
Karena berubah-ubahnya kecepatan rotor pada motor induksi ( nr ) mengakibatkan
berubahnya harga slip dari 100 % pada saat start sampai 0 % pada saat berhenti / diam (nr =
ns).
Hubungan antara frekuensi dengan slip dapat dilihat sebagai berikut :

120
.
1
1 120 ns p
atauf
p
f
ns dimana f1 = Frekuensi jala-jala
Pada rotor berlaku hubungan :

ns
nr ns
x
ns p
f
atau
nr ns p
f
n p
f
rel

120
.
2
120
) (
2
120
) (
2


Karena harga slip = ns-nr / ns dan f1 = p.ns / 120 , maka f2 = f1 x S
Dan pada saat start (S) = 100%, sehingga f1 = f2. Dengan demikian terlihat bahwa pada saat
start dan rotor belum berputar frekuensi pada rotor dan stator adalah sama.
Pengaturan Putaran Motor Asinkron
Motor Induksi pada umumnya berputar dengan kecepatan konstan, mendekati
kecepatan sinkronnya meskipun pada penggunaan tertentu dikehendaki adanya pengaturan
putaran. Dengan persamaan di bawah ini dapat disimpulkan bahwa kecepatan dapat diatur
dengan pengaturan jumlah kutub dan frekuensi jala.

Dimana ;
f2 = Frekuensi arus rotor
nrel = Kecepatan relative
rotor thd kecepatan medan
stator
nrel = ns-nr


p
f
ns
120
Dimana; ns = kecepatan stator
p = jumlah kutubb
f = frekuensi
a. Mengatur jumlah kutub
Pengaturan dengan cara ini diperlukan perencanaan kumparan stator. Namun
biasanya perubahan kecepatan asinkron dapat dilakukan dengan mengubah kutub dari
2 kutub menjadi 4 kutub

U S S U S U S


Gambar 2.1 kumparan stator dua kutub Gambar 2.2 kumparan stator empat kutub

b. Mengatur frekuensi jala
Secara teoritis hal ini bisa dilakukan akan tetapi dalam penerapannya masih sulit
mendapatkan pengaturan frekuensi yang efektif dan ekonomis.

Membalik putaran
Untuk membalik putaran dapat dilaksanakan dengan menukar dua diantara tiga
kawat dari sumber.



R R
S M S M
T 3~ T 3~

Gb.2.3 Gb.2.4
Putaran ke kiri Putaran ke kanan
Penggunaan Rangkaian Wye-Delta pada Motor Asinkron 3-Phase
Motor distart pada hubungan Wye untuk kemudian diubah menjadi hubungan Delta
pada kecepatan nominalnya. Hubungan Wye menghasilkan arus yang lebih rendah sehingga
menurunkan tegangan. taoArus line pada hubungan Wye adalah sama dengan 1/ 3 kali
arus fase.

Tegangan fasa dan tegangan line mempunyai harga yang berbeda dalam hubungan
Wye. Tegangan line adalah sama dengan 1/ 3 kali tegangan fase. Contohnya jika tegangan
fase 220 V maka tegangan line-nya adalah 380 V.
Oleh karena itu pada umumnya pada motor 3 phase dipasang saklar wye-delta. Hal
tersebut dilakukan agar arus start dapat diturunkan dengan memakai saklar wye-delta, sehingga
daya yang tersedia dapat digunakan.
Rotor Sangkar
Motor induksi dengan rotor sangkar memiliki rotor yang kumparannya terdiri
dari beberapa batang konduktor yang disusun sedemikian rupa hingga menyerupai
sangkar tupai. Konstruksinya sangat sederhana bila dibandingkan dengan motor mesin
listrik lainnya. Dengan demikian harganya pun lebih murah. Karena konstruksinya
yang demikian, padanya tidak bisa diberikan pengaturan tahanan luar seperti pada
motor induksi dengan motor belitan. Untuk membatasi arus mula yang besar, tegangan
sumberharus dikurangi dan biasanya digunakan ototransformator atau saklar delta-
wye. Tapi berkurannya arus akan mengakibatkan berkurangnya kopel mula. Untuk
mengatasinya digunakan rotor jenis sangkar ganda.