Anda di halaman 1dari 2

A.

Pertanyaan :
1. Bagaimana prinsip kerja Kromatografi Lapis Tipis?
2. Apa yang mendasari pemilihan standar dari senyawa tertentu sebagai pembanding
f?
!. Terangkan mengapa dapat terjadi pemisahan spot"spot pada plat KLT setelah
dilakukan elusi?
#. Terangkan mengapa larutan pengembang memiliki perbedaan hasil elusi pada plat
KLT?
$. %elaskan dari ketiga larutan pengembang tersebut larutan mana yang hasil elusinya
paling baik dan mengapa dapat terjadi demikian?
Jawab
1. &rinsipnya adalah memisahkan 'ampuran dari substansi sampel menjadi komponen"
komponen berdasarkan perbedaan kepolaran
2. (alam pembuatan dan pemilihan standar dari senyawa tertentu yang harus
diperhatikan yaitu kemurnian dari senyawa itu sendiri karena KLT merupak teknik
yang sensitif) daya elusi dari pelarut itu juga harus diatur sedemikian rupa agar harga
f berkisar antara *+2"*+, yang menandakan pemisahan yang baik) polaritas dari
pelarut juga harus diperhatikan agar pemisahan terjadi dengan sempurna.
!. &emisahan 'ampuran dengan 'ara kromatografi didasarkan pada perbedaan
ke'epatan merambat antara partikel"partikel -at yang ber'ampur pada medium
tertentu. .a'tor"fa'tor yang mempengaruhi dalam gerakan noda dalam kromatografi
lapisan tipis yang juga mempengaruhi harga f /
1. 0truktur kimia yang bersenyawa yang sedang dipisahkan
2. 0ifat dari penyerap dan derajat aktifitasnya.
!. Tebal dan kerataan dari lapisan penyerap.
#. &elarut 1dan derajat kemurniannya2 fase bergerak.
$. (erajat kejenuhan dari uap dalam mana bejana pengembangan yang digunakan.
3. Teknik per'obaan.
4. %umlah 'uplikan yang digunakan.
,. 0uhu
5. Kesetimbangaan
#. &ada kromatografi lapis tipis+ eluent adalah fase gerak yang berperan penting pada
proses elusi bagi larutan umpan 1feed2 untuk melewati fase diam 1adsorbent2.
6nteraksi antara adsorbent dengan eluent sangat menentukan terjadinya pemisahan
komponen. 7leh sebab itu pemisahan komponen se'ara kromatografi dipengaruhi
oleh laju alir eluent dan jumlah umpan. Eluent dapat digolongkan menurut ukuran
kekuatan teradsorpsinya pelarut atau 'ampuran pelarut tersebut pada adsorben dan
dalam hal ini yang banyak digunakan adalah jenis adsorben alumina atau sebuah
lapis tipis silika. 0uatu pelarut yang bersifat larutan relatif polar+ dapat mengusir
pelarut yang tak polar dari ikatannya dengan alumina 1gel silika2. 0emakin dekat
kepolaran antara senyawa dengan eluen maka senyawa akan semakin terbawa oleh
fase gerak tersebut. 8al ini berdasarkan prinsip 9like dissol:ed like;.
$. (ari ketiga larutan tersebut yang memiliki hasil elusi paling baik adalah dengan
eluent kloroform #+$ mL < toluena #+$ mL < etanol 53= 1 mL 1#+$ / #+$ / 12 karena
jika diuji dengan sampel di plat KLT menghasilkan spot paling banyak baik pada
sampel kunyit+ jahe+ lengkuas+ maupun temulawak.
KESIMPULAN
&rinsip Kromatografi Lapis Tipis adalah memisahkan 'ampuran dari substansi sampel
menjadi komponen"komponen berdasarkan perbedaan kepolaran. (ari (8& diadapatkan
dengan sampel lengkuas+ jahe+ kunyit dan temulawak yang memiliki hasil elusi paling baik
adalah dengan eluent kloroform #+$ mL < toluena #+$ mL < etanol 53= 1 mL 1#+$ / #+$ / 12
karena jika diuji dengan sampel di plat KLT menghasilkan spot paling banyak baik pada
sampel kunyit+ jahe+ lengkuas+ maupun temulawak.