Anda di halaman 1dari 11

KEGIATAN PETERNAKAN

DI DALAM DAN DI LUAR NEGERI







LOU AYY ALZAMAKHSYARI
J3I112033








PROGRAM KEAHLIAN
TEKNOLOGI DAN MANAJEMEN TERNAK
PROGRAM DIPLOMA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2013


KATA PENGANTAR
Segala puja serta puji marilah kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha
Esa, atas berkah dan karunia-Nya serta nikmat jasmani serta rohani sehingga Saya
dapat menyelesaikan tugas individu dalam bentuk laporan ini. Saya ucapkan
terimakasih kepada dosen pengajar dan dosen pembimbing yang telah
memberikan kesempatan kepada saya untuk menyelesaikan tugas laporan serta
ucapan terimakasih kepada seluruh komponen yang telah membantu Saya dalam
menyusun tugas laporan ini, terutama dalam media jejaring yang telah banyak
memberikan informasi terhadap Saya.
Pada kesempatan kali ini saya yang ditugaskan untuk menyelesaikan
makalah sebagai laporan harian dengan judul Kegiatan Peternakan di Dalam &
Luar Negeri akan memaparkan isi dari makalah Saya secara rinci dan jelas.
Dalam hal ini Saya akan memaparkan beberapa perbedaan yang terdapat pada
peternakan domba baik didalam dan luar negeri, serta faktor-faktor perbedaan
yang terdapat didalamnya.
Pada akhirnya saya menyadari bahwa laporan ini belum sempurna maka
dari itu saya berharap akan kritik dan saran yang membangun serta saya berharap
semoga tugas laporan yang saya susun dapat memberikan manfaat serta kontribusi
yang baik terhadap diri saya sendiri dalam bidang keilmuan khususnya dan
kepada para pembaca lain pada umumnya. Amin.

Bogor, 20 Februari 2013
Penulis,














Daftar Isi
KATA PENGANTAR ............................................................................................ 1
BAB I ...................................................................................................................... 4
PENDAHULUAN .................................................................................................. 4
Latar Belakang .................................................................................................... 4
Tujuan .................................................................................................................. 5
METODE ................................................................................................................ 5
Waktu dan Tempat Pelaksanaan .......................................................................... 5
Alat dan Bahan .................................................................................................... 5
Metode Pelaksanaan ............................................................................................ 5
BAB II ..................................................................................................................... 5
HASIL DAN PEMBAHASAN ............................................................................... 5
Jenis-jenis Domba Dalam & Luar Negeri ........................................................... 5
Faktor-Faktor Perbedaan Domba Dalam & Luar Negeri .................................... 9
BAB III ................................................................................................................. 11
PENUTUP ............................................................................................................. 11
Kesimpulan ........................................................................................................ 11
Daftar Pustaka ................................................................................................... 11












BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Domba merupakan ternak ruminansia kecil yang dalam pemeliharaan tidak
begitu sulit, hal ini disebabkan karena ternak domba badannya relatif kecil dan
cepat dewasa sehingga secara otomatis cukup menguntungkan karena dapat
menghasilkan wol dan daging (Murtidjo, 1992).
Domba dapat diklasifikasikan pada sub famili caprinae dan semua jenis
domba domestikasi termasuk genus Ovis aries. Ada empat jenis spesies domba
liar yaitu : domba Mouffon (O.musimon) terdapat di Eropa dan Asia Barat, domba
Urial (O. orientalis, O. Vignei) terdapat di Asia tengah, dan Domba Bighorn (O.
Canadensis ) terdapat di Asia Utara dan Amerika Utara. Tiga jenis yang pertama
diatas merupakan domba yang membentuk genetik dari domba-domba modern
sekarang (Williamson and Payne, 1993).
Secara umum ternak domba menurut Tomaszeweska, et al., (1993) mempunyai
beberapa keuntungan dilihat dari segi pemeliharaan seperti :

1. Cepat berkembang biak dan dapat beranak lebih dari satu ekor dan dapat
beranak dua kali setahun.

2. Berjalan dengan jarak lebih dekat sehingga lebih mudah dalam pemeliharaan.

3. Pemakan rumput, kurang memilih pakan yang diberikan dan penciumannya
tajam sehingga lebih mudah dalam pemeliharaan.

4. Dapat memberikan pupuk kandang dan sebagai sumber keuangan untuk
keperluan pertanian atau untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga yang
mendadak.

Domba termasuk sub familia Coprinae dan semua domba yang telah
diternakkan mengalami domestikasi masuk genus Ovis aries. Di Asia Tenggara
domba yang berkembang biak adalah domba berambut dan domba bulu (wool). Di
Indonesia hanya domba ekor gemuk yang termasuk kedalam jenis domba
berambut, sedangkan jenis lain seperti domba jawa, domba sumatera dan domba
pariangan adalah domba berbulu (Reksohadiprodjo, 1984).
Dalam hal ini adalah penjelasan latar belakang domba secara umum baik
didalam maupun luar negeri sehingga pada nantinya dapat dilihat perbedaan
secara spesifik dalam cara beternak domba baik peternakan didalam maupun
diluar negeri.





Tujuan
Tujuan pembuatan tugas laporan ini adalah:
Mengetahui perbedaan yang terdapat didalam perkembangan peternakan
domba didalam & luar negeri.
Mengetahui beberapa jenis domba dalam & luar negeri.
Dapat membedakan beberapa faktor yang dapat membedakan
perkembangan peternakan didalam & luar negeri.
METODE
Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Tempat Pelaksanaan: Rumah Potong Hewan (RPH) Institut Pertanian
Bogor, waktu pelaksanaan: 16 Februari 2013.
Alat dan Bahan
Alat serta bahan yang digunakan dalam pembuatan laporan ini adalah
kertas serta pena yang digunakan untuk melakukan pencatatan dari apa yang
dijelaskan oleh dosen pengajar.
Metode Pelaksanaan
Metode yang digunakan dalam pembuatan laporan ini adalah dengan
melakukan penyimakan serta pencatatan materi yang dijelaskan oleh dosen
pengajar.
BAB II
HASIL DAN PEMBAHASAN
Jenis-jenis Domba Dalam & Luar Negeri
A. Domba Dalam Negeri

1. Domba Garut (Domba Priangan)
Menurut para pakar domba seperti Prof. Didi
Atmadilaga dan Prof. Asikin Natasasmita,
bahwa Domba Garut merupakan hasil persilangan
segitiga antara domba lokal (asli Indonesia),
Domba Cape/Capstaad (Domba Ekor Gemuk atau
Kibas) dari Afrika Selatan dan Domba Merino
dari Asia Kecil. Yang dibentuk kira-kira pada
pertengahan abad ke 19 (1854) yang dirintis oleh
Adipati Limbangan Garut.
Sekitar 70 tahun kemudian yaitu tahun 1926
Domba Garut telah menunjukan suatu
keseragaman, misalnya bentuk tanduk yang besar melingkar diturunkan
dari Domba Merino.
Pada awalnya domba priangan atau domba garut ini berkembang di
Gambar 1 Domba Garut


Priangan (Jawa Barat), terutama di daerah Bandung, Garut, Sumedang,
Ciamis, dan Tasikmalaya. Namun saat ini sudah berkembang di seluruh
pulau jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya. Domba ini dipelihara
selain sebagai domba potong atau domba pedaging, juga dipelihara
sebagai domba aduan.

Ciri-ciri domba garut :
Bertubuh besar dan lebar, lehernya kuat, dahi konveks.
Domba priangan jantan memiliki tanduk besar dan kuat, melengkung ke
belakang berbentuk spiral, dan pangkal tanduk kanan dan kiri hampir
menyatu. Sedangkan domba betina tidak memiliki tanduk, panjang telinga
sedang, dan terletak di belakang tanduk.
Domba jantan mempunyai berat 40-80 kg, sedangkan betina 30-40 kg.
Kadang-kadang dijumpai adanya domba tanpa daun telinga.
Keunggulan domba priangan ini adalah kulitnya merupakan salah satu
kulit dengan kualitas terbaik di dunia, selain itu dengan leher yang kokoh
dan tubuh yang besar, kuat, domba ini sesuai untuk domba aduan.
Keunggulan lainnya adalah penghasil daging yang sangat baik dan mudah
dipelihara.
2. Domba Ekor Tipis (Domba Gembel)
Domba ekor tipis dikenal sebagai
domba asli Indonesia dan sering disebut
Domba Gembel, dalam Bahasa Inggris
disebut Javanesse Thin-Tailed sheep.
Pada awalnya domba ini berkembang
di daerah Jawa Tengah dan Jawa Barat,
namun saat ini sudah berkembang di
seluruh pulau jawa khususnya dan
Indonesia pada umumnya.

Ciri-ciri domba ekor tipis :
Termasuk golongan domba
berperawakan kecil, dengan berat badan domba jantan 30-40 kg dan
domba betina 15-20 kg.
Bulu wolnya gembel berwarna putih dominan dengan warna hitam di
sekeliling mata, hidung, dan beberapa bagian tubuh lain.
Ekornya tidak menunjukkan adanya desposisi lemak.
Telinga umumnya medium sampai kecil dan sebagian berposisi
menggantung.
Domba jantan memiliki tanduk melingkar, sedangkan yang betina
umumnya tidak bertanduk.
Keunggulan domba ekor tipis ini adalah bersifat prolific (dapat melahirkan
anak kembar 2-5 ekor setiap kelahiran), mudah berkembang biak dan tidak
dipengaruhi musim kawin, serta mampu beradaptasi pada daerah tropis
dan makanan yang buruk.



Gambar 2 Domba Ekor Tipis


3. Domba Ekor Gemuk (Domba Kibas)
Domba Ekor Gemuk dikenal juga
dengan nama Domba Kibas (di Jawa), juga
dikenal sebagai domba Donggala (di
Sulawesi Selatan). Domba ini berasal dari
Asia Barat atau India yang dibawa oleh
pedagang bangsa Arab pada abad ke-18.
Pada sekitar tahun 1731 sampai 1779
pemerintah Hindia Belanda telah
mengimpor domba Kirmani, yaitu domba
ekor gemuk dari Persia.
Pada awalnya domba Ekor Gemuk
berkembang di Jawa Timur, Madura,
Sulawesi, dan Nusa Tenggara (terutama di Lombok). Namun saat ini
sudah berkembang di seluruh Indonesia. Domba ini beradaptasi dan
tumbuh lebih baik di daerah beriklim kering.

Ciri-ciri domba ekor gemuk :
Bentuk badannya sedikit lebih besar daripada domba lokal lainnya.
Berat domba jantan mencapai 40-60 kg, sedangkan domba betina 25-50
kg.
Tinggi badan pada jantan dewasa antara 52 65 cm, sedangkan pada
betina dewasa 47 60 cm.
Warna bulu wolnya putih dan kasar.
Ekor yang besar, lebar dan panjang. Bagian pangkal ekor membesar
merupakan timbunan lemak, sedangkan bagian ujung ekor kecil karena
tidak terjadi penimbunan lemak. Cadangan lemak di bagian ekor berfungsi
sebagai sumber energi pada musim paceklik.
Dada terlihat serasi dan kuat seperti bentuk perahu, ke empat kakinya
kalau jalan agak lamban karena menanggung berat badan dan ekornya
yang gemuk.
Umumnya domba jantan tidak bertanduk dan hanya sedikit yang
mempunyai tanduk kecil, sedangkan yang betina tidak bertanduk.
Keunggulan Domba Domba ekor gemuk ini adalah tahan terhadap panas
dan kering.

B. Domba Luar Negeri

1. Domba Norwegia (Villsau)
Domba Norwegia merupakan domba
primitif yang hidup di daerah Norwegia dan
Skandinavia.
Memiliki muka yang kecil dengan
kaki yang bagus dan bulu yang berwarna
hampir putih sampai keabu-abuan, cokelat
gelap dan hitam. Berat jantan dewasa sekitar
43 kg dan betinanya 32 kg.

Gambar 3 Domba Ekor Gemuk


2. Domba Rambouillet
Domba Rambouillet berasal dari
Prancis disebut juga Merino Prancis.
Domba Rambouillet merupakan tipe
dwiguna.







Ciri-ciri Domba Rambouillet :
Badan besar, dalam, lebar dan padat dengan tulang-tulang yang kuat.
Kepala tegak.
Domba jantan bertanduk besar sedangkan betina tidak bertanduk.
3. Domba Southdown
Domba Southdown berasal dari Inggris
dan merupakan tipe pedaging.

Ciri-ciri Domba Southdown :
Tubuh kecil, lebar dan dalam, bentuk
bulat, daging padat dan kaki pendek.
Garis punggung lurus, leher pendek dan
tebal.
Telinga pendek dengan ujung bulat dan tidak
bertanduk.

4. Domba Portland
Domba Portland berasal dari Inggris dan
merupakan salah satu breed Dorset.
Bertubuh kecil dan dipenuhi oleh wool kecuali
pada bagian wajah dan kaki bagian bawah yang
berwana kecoklatan. Domba yang baru lahir berwarna
dan berwarna agak keputih-putihan atau abu-abu
selama beberapa awal bulan kehidupan. Tanduk
muncul setelah dewasa dan berbentuk spiral.











Faktor-Faktor Perbedaan Domba Dalam & Luar Negeri
Tinjauan Produksi
1. Tinjauan Produksi Domba Dalam Negeri
Secara umum daging domba merupakan sumber protein dan lemak
hewani. Walaupun belum memasyarakat, susu domba merupakan
minuman yang bergizi. Manfaat lain dari berternak domba adalah bulunya
dapat digunakan sebagai industri tekstil. Tetapi kebanyakan dari
peternakan di Indonesia akan menggunakan seluruh hasil produksi yang
ada di domba mulai dari pengambilan karkas daging, pengambilan bulu
domba (wool), serta pengambilan susu domba sehingga dilihat dari
tinjauan produksi yang ada didalam negeri banyak sekali manfaat yang
ditimbulkan oleh peternakan domba dalam negeri.

2. Tinjauan Produksi Domba Luar Negeri
Sebagian besar negara peternak domba luar negeri adalah daerah iklim
temperate atau tempetare zone terutama negara-negara Eropa yang memiliki
beberapa cuaca extreme, sehingga dapat dilihat dari tinjauan produksinya bahwa
sebagian besar peternakan domba yang berada di daerah temperate zone akan
mengambil hasil produksi dari dombanya adalah kulit dan bulu domba (wool)
tersebut.

Skala Usaha Peternakan Domba Dalam & Luar Negeri
1. Skala Usaha Peternakan Domba Dalam Negeri
Secara umum di Indonesia sebagai negara berkembang banyak
sekali peternakan domba yang menggunakan skala usaha tradisional atau
skala rumahan individual, jarang sekali ditemukan peternakan domba di
Indonesia yang menggunakan skala usaha industri sehingga dalam hal ini
sangat banyak perbedaan yang dapat ditimbulkan dari sisi hasil produk
yang ada serta sistem pengelolaan dan manajemen ternak domba di dalam
dan luar negeri.
2. Skala Usaha Peternakan Domba Luar Negeri
Eropa memiliki banyak negara-negara maju yang mempunyai
peternakan domba yang sudah mendunia, sistem serta pola skala usaha
yang digunakan pada umumnya adalah skala usaha perindustrian sehingga
cara yang digunakan dalam mengembangbiakkan domba untuk diambil
hasil produksinya pun berbeda dalam contoh kecil proses pemeliharannya
pun sudah dilakukan secara otomatis dengan bantuan robot serta hasil
panen produk pun akan memuaskan nantinya.









Kualitas Pakan Dalam & Luar Negeri
Perbandingan Kualitas Pakan Dalam & Luar Negeri
Ada beberapa faktor yang mendukung mutu kualitas pakan untuk
tumbuh serta memberikan nutrisi yang baik terhadap ternak domba
tersebut, yaitu cuaca serta kelembaban daerah tempat penanaman pakan
tersebut, rumput saja contohnya. Indonesia hanya memiliki 2 (dua) musim
saja sedangkan negara-negara Eropa memiliki 4 (empat) musim hal yang
sangat menonjol dalam perbedaan ini adalah kelembaban suhu yang akan
mempengaruhi tumbuhnya pakan yang baik. Dibawah ini akan
digambarkan beberapa perbandingan hasil penanaman rumput didalam &
luar negeri.
Perbandingan Dalam Negeri Luar Negeri
Serat Kasar (SK) 20% 50%
Air 80% 50%

Sehingga dapat dipahami bahwa Serat Kasar (SK) adalah tempat
dimana terkandungnya beberapa nutrisi yang dibutuhkan oleh ternak
domba tersebut. Jelas perbedaannya bahwa pakan berupa rumput yang ada
di Eropa memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan ada yang
ada di Indonesia.

Perbandingan Penyakit di Peternakan Domba Dalam & Luar Negeri
Perbandingan Penyakit di Indonesia & Eropa
Perbandingan suhu yang sangat extreme adalah faktor penyebab
penyebaran penyakit antara Indonesia dengan negara-negara yang ada di
Eropa, suhu di Indonesia yang standar akan menyebabkan virus, bakteri,
maupun kuman dapat berkembangbiak secara cepat sedangkan Eropa
memiliki suhu extreme hingga di bawah 0

C menyebabkan virus tidak
dapat berkembang sehingga kemungkinan penyebaran penyakit di
peternakan domba Eropa sangatlah kecil.
Beberapa jenis penyakit di Indonesia yang dapat berkembang secara cepat
adalah:
Penyakit Kudis
Merupakan penyakit menular yang menyerang kulit domba pada semua
usia. Akibat dari penyakit ini produksi domba merosot, kulit menjadi jelek
dan m mengurangi nilai jual ternak domba. Penyebab: parasit berupa
kutu yang bernama Psoroptes ovis, Psoroptes ciniculi dan Chorioptes
bovis. Gejala: tubuh domba lemah, kurus, nafsu makan menurun dan
senang menggaruk tubuhnya. Kudis dapat menyerang muka, telinga, perut
punggung, kaki dan pangkal ekor.



Penyakit Dermatitis
Adalah penyakit kulit menular pada ternak domba, menyerang kulit bibit
domba. Penyebab: virus dari sub-group Pox virus dan menyerang semua
usia domba. Gejala: terjadi peradangan kulit di sekitar mulut, kelopak
mata, dan alat genital. Pada induk yang menyusui terlihat radang kelenjar
susu.
Penyakit Kelenjar Susu
Penyakit ini sering terjadi pada domba dewasa yang menyusui, sehingga
air susu yang diisap cempe tercemar. Penyebab: ambing domba induk
yang menyusui tidak secara ruti dibersihkan. Gejala: ambing domba
bengkak, bila diraba tersa panas, terjadi demam dan suhu tubuh tinggi,
nafsu makan kurang, produsi air susu induk berkurang.

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Hasil & Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari beberapa pembahasan diatas
adalah beberapa faktor perbedaan kegiatan peternakan didalam & luar
negeri adalah Tinjauan Produksi hasil peternakan domba dalam & luar
negeri, Skala Usaha peternakan domba dalam & luar negeri, Kualitas
Pakan rumput untuk domba, serta Penyebaran Penyakit di peternakan
domba dalam & luar negeri.
Daftar Pustaka
[PDF] Murtidjo. 1992. Ternak Budidaya Domba. Makalah dalam Hasil
Penelitian Budidaya Ternak Domba. Respitory.usu.ac.id.
[PDF] Williamson and Payne. 1993. Makalah dalam Hasil Penelitian
Budidaya Ternak Domba. Respitory.usu.ac.id.
[PDF] Tomaszeweska, et al., 1993. Makalah dalam Hasil Penelitian
Budidaya Ternak Domba. Respitory.usu.ac.id.
[PDF] Reksohadiprodjo.1984. Makalah dalam Hasil Penelitian Budidaya
Ternak Domba. Respitory.usu.ac.id.
[PDF] Budidaya Ternak Domba. Makalah dalam Hasil Penelitian
Budidaya Ternak Domba. www.ristek.go.id
[anonim] http://dompi.co.id/_dompi.php?_i=jenis-domba, (20 Februari
2013, 20.00 WIB)