Anda di halaman 1dari 29

Al Imroatul Azizah, M.Sc.

Udara Ambien
Udara bebas di permukaan bumi pada lapisan troposfir
yang dibutuhkan dan mempengaruhi kesehatan manusia,
mahluk hidup dan unsur lingkungan hidup lainnya
(PP No. 41 tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran
Udara)
Campuran berbagai senyawa kimia berupa gas di troposfir
yang secara umum komposisinya terdiri dari:
+ 78 % nitrogen ; + 20 % oksigen ; < 1 % karbon dioksida
Uap air (relatif) ; Gas gas lain
AKTIVITAS MANUSIA
Merokok
Rumah tangga
Perkantoran
Pembakaran sampah
Transportasi
Industri
dll
POTENSIAL
MENCEMARI
UDARA
Pencemaran udara
Adalah:
Masuknya atau dimasukkannya zat, energi, dan/atau komponen lain
ke udara ambien oleh kegiatan manusia, sehingga mutu udara
ambien turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan udara
ambien tidak dapat memenuhi fungsinya (PP No. 41 tahun 1999)
Perlu upaya Pemantauan dan
Pengendalian Pencemaran Udara
PP NO. 41 TAHUN 1999: BAKU MUTU UDARA AMBIEN
NASIONAL
No. Parameter Waktu
Pengukuran
Baku Mutu Metode
Analisis
Peralatan
1

SO
2

(Sulfur Dioksida)
1 Jam 900 ug/Nm
3
Pararosanilin

Spektrofotometer

24 Jam 365 ug/Nm
3

2

CO
(Karbon
Monoksida)
1 Jam 30.000 ug/Nm
3
NDIR

NDIR Analyzer

24 Jam 10.000 ug/Nm
3

3

NO
2

(Nitrogen Dioksida)
1 Jam 400 ug/Nm
3
Saltzman

Spektrofotometer

24 Jam 150 ug/Nm
3

4 O
3
1 Jam 235 ug/Nm
3
Chemiluminescent Spektrofotometer
5 PM
10

(Partikel < 10 um )
24 Jam

150 ug/Nm
3


Gravimetric

Hi - Vol

Ukuran batas atau kadar zat, energi, dan/atau unsur pencemar yang
ditenggang keberadaannya dalam udara ambien
Air Pollutants: SO
2

Sumber utama SO
2
adalah pembangkit listrik yang
menggunakan bahan bakar fosil (batubara dsb), industri
produsen asam sulfat, kendaraan bermotor yang
menggunakan solar.


Merupakan prekursor pembentukan asam sulfat yang
merupakan kontributor utama hujan asam.
Dapat mengikis batu, logam, material bangunan
Pada konsentrasi tertentu dapat menyebabkan gangguan
pernafasan, terutama pada anak-anak.
Analisis (PP no. 41 tahun 1999) Metode Pararosanilin
Sampling udara dapat menggunakan absorption train
Larutan penyerap (Tetrachloromerkurat(TCM) 0,04 M):
Larutkan 10,86 g HgCl
2
dalam air suling. Tambahkan
5,96 g KCl dan 0,06 g EDTA. Larutan diencerkan
sampai volume 1 L (SNI 19-7119.7-2005).

Gas SO2 yang diserap dalam larutan penyerap akan
membentuk senyawa kompleks
diklorosulfonatmerkurat. Dengan menambahkan
larutan pararosanilin dan formaldehid dalam larutan
tersebut maka akan terbentuk pararosanilin metil
sulfonat yang berwarna ungu dan dapat diukur dengan
spektro UV-Vis pada =550 nm.

Air Pollutants: CO
Sumber utama: hasil proses pembakaran yang tidak sempurna,
terutama dari kendaraan bermotor.
Efek kesehatan: CO memiliki afinitas terhadap Hb dalam darah 220
kali lebih besar daripada oksigen. Sehingga keberadaan CO dalam
udara dapat menyebabkan tubuh kekurangan oksigen dan dalam
keadaan ekstrim dapat menyebabkan kematian.
Analisis (PP no. 41 tahun 1999) NDIR (Non-dispersive IR)
Sampling udara melalui grab sampling.

Air Pollutants: NO
2

Sumber utama NO
2
berasal dari pembakaran bahan bakar fosil pada
kendaraan bermotor, pembangkit listrik, dan industri.
Kandungan N dalam bahan bakar relatif kecil, sumber utama N
dalam pembentukan NO
2
berasal dari udara bebas.
NO
2
dapat mempengaruhi fungsi paru-paru sehingga meningkatkan
resiko terjadinya infeksi saluran pernafasan. Anak-anak, penderita
asma dan penyakit pernafasan lain lebih sensitif terhadap NO
2
. Pada
konsentrasi tertentu dapat menimbulkan warna coklat kemerahan di
udara.
Merupakan kontributor hujan asam melalui pembentukan asam
nitrat, dan juga dapat mendorong reaksi pembentukan ozon.
Analisis (PP no. 41 tahun 1999) Metode
Saltzman
Sampling udara dapat menggunakan absorption
train
Larutan penyerap: larutkan 5 g asam sulfanilat
dalam air suling lalu ditambahkan 140 mL asam
asetat glasial, 20 mL larutan NEDA (N-(1-naftil)-
etilendiamin dihidroksida), kemudian campuran
dienlcerkan dengan air sampai volume 1 L (SNI
19-7119.2-2005)
Sampel diukur menggunakan spektrofotometer
UV-Vis pada panjang gelombang 550 nm.

Air Pollutants: O
3

Secara alami ozon terdapat dalam konsentrasi tinggi pada lapisan
stratosfer (berfungsi menyaring sinar UV yang berbahaya), tapi pada
lapisan troposfer konsentrasinya sangat kecil (20-50 ppbv).

NO
2
dan hidrokarbon yang diemisikan oleh kendaraan bermotor dapat
bereaksi dengan adanya sinar matahari untuk menghasilkan ozon.



Ozon dapat menyebabkan gangguan pernafasan berat: batuk, nafas
pendek, rasa sakit di dada, iritasi tenggorokan. Ozon juga dapat
menekan sistem imun tubuh sehingga tidak mampu melawan infeksi.
Ozon juga dapat menyebabkan pecahnya karet dan merusak bahan
tekstil seperti polyester dan nilon.




Analisis (PP no. 41 tahun 1999) Metode
Chemiluminescent
Sampling udara dapat menggunakan absorption train
Larutan penyerap: larutkan 14.2 g Na
2
HPO
4
, 13.61 g of
KH
2
PO
4
dan 10 g KI dalam air murni dan diencerkan sampai
volumenya mencapai 1 L (Radojevic and Bashkin, 1999)
Sampel diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada
panjang gelombang 352 nm.
Air Pollutants: PM
10

PM(Particulate Material)10: partikel debu dengan ukuran kurang
dari 10 m.
Debu dengan ukuran tersebut dapat masuk ke dalam sistem
pernafasan (tenggorokan, paru-paru) sehingga dapat
menyebabkan gangguan pernafasan.
Analisis (PP no. 41 tahun 1999) Metode Gravimetri
Sampling udara dapat menggunakan High Volume Air Sampler
(HVAS)
Sampling Udara
Absorption Train
Melibatkan proses absorpsi/penyerapan polutan gas ke
dalam suatu reagen cair.
Merupakan proses sampling aktif menggunakan pompa
untuk menghisap udara ke dalam aparatus.
Laju udara yang masuk diatur oleh regulator dan terukur
pada flowmeter. Volume udara yang diambil pada periode
tertentu dapat dihitung.
Reagen spesifik telah dikembangkan untuk analisis SO
2
,
NO
2
, NH
3
, O
3
,Cl
2
, HCl, H
2
S, HCHO, dll.
Setelah sampling selesai, larutan dibawa ke laboratorium
dan dianalisis dengan titrimetri atau menggunakan
spektrofotometer.

Midget Impinger
Solid Adsorbents
Metode ini umumnya digunakan untuk sampling gas organik.
Tabung yang terbuat dari stainless steel atau kaca diisi dengan
material tertentu kemudian udara dihisap melewati tabung.
Material yang digunakan dapat berupa karbon aktif, silika gel,
tenax, dll..
Gas yang teradsorp kemudian diekstraksi ke dalam pelarut organik
atau didesorpsi secara termal langsung ke dalam GC. Metode ini
cocok untuk menganalisis VOC termasuk PAH.
Grab Sampling
Melibatkan pengambilan udara ke dalam tabung yang
divakum atau tas sampling atau syringe.
Indeks Standar Pencemaran Udara
Dasar Peraturan: Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 45 tahun
1997 tentang Indeks Standar Pencemar Udara.

Teknis pelaksanaan diatur dalam KEP-107/KABAPEDAL/11/1997
tentang pedoman teknis perhitungan dan pelaporan serta informasi
ISPU.

ISPU adalah angka yang tidak mempunyai satuan yang
menggambarkan kondisi kualitas udara ambien di lokasi dan waktu
tertentu yang didasarkan kepada dampak terhadap kesehatan
manusia, nilai estetika dan makhluk hidup lainnya

ISPU digunakan sebagai:
- bahan informasi kepada masyarakat tentang kualitas udara ambien di
lokasi dan waktu tertentu
- bahan pertimbangan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam
melaksanakan pengelolaan dan pengendalian pencemaran udara.
Lampiran Kep Men LH No. 45 tahun 1997

ISPU ditetapkan berdasarkan 5 pencemar utama, yaitu: CO,
SO
2
, NO
2
, Ozon permukaan (O
3
), dan partikel debu (PM
10
).
KEP-107/KABAPEDAL/11/1997: PENGARUH INDEKS
STANDAR PENCEMAR UDARA UNTUK SETIAP PARAMETER
PENCEMAR
Kategori Rentang
Carbon
Monoksida (CO)
Nitrogen (NO2) Ozon O3
Sulfur Dioksida
(SO2)
Partikulat
Baik 0-50 Tidak ada efek Sedikit berbau Luka pada
Beberapa
spesies
tumbuhan akibat
Kombinasi
dengan SO2
(Selama 4 Jam)
Luka pada
Beberapa
spesies
tumbuhan akibat
kombinasi
dengan O3
(Selama 4 Jam)
Tidak ada efek
Sedang 51 - 100 Perubahan kimia
darah tapi tidak
terdeteksi
Berbau Luka pada
Babarapa
spesies
tumbuhan
Luka pada
Beberapa
spesies
lumbuhan
Terjadi
penurunan pada
jarak pandang
Tidak Sehat 101 - 199 Peningkatan pada
kardiovaskularpad
a perokok yang
sakit jantung
Bau dan
kehilangan
warna.
Peningkatan
reaktivitas
pembuluh
tenggorokan
pada penderita
asma
Penurunan
kemampuan
pada atlit yang
berlatih keras
Bau,
Meningkatnya
kerusakan
tanaman
Jarak pandang
turun dan terjadi
pengotoran debu
di mana-mana
Sangat Tidak
Sehat
200-299 Maningkatnya
kardiovaskular
pada orang bukan
perokok yang
berpanyakit
Jantung, dan akan
tampak beberapa
kalemahan yang
terlihat secara
nyata
Meningkatnya
sensitivitas
pasien yang
berpenyaklt
asma dan
bronhitis
Olah raga ringan
mangakibatkan
pengaruh
parnafasan pada
pasien yang
berpenyaklt paru-
paru kronis
Meningkatnya
sensitivitas pada
pasien
berpenyakit
asthma dan
bronhitis
Meningkatnya
sensitivitas pada
pasien
berpenyakit
asthma dan
bronhitis
Berbahaya 300 - lebih Tingkat yang berbahaya bagi semua populasi yang terpapar


KEP-107/KABAPEDAL/11/1997: BATAS INDEKS
STANDAR PENCEMAR UDARA DALAM SATUAN SI
Indeks
Standar
Pencema
r Udara
24 jam
PM10
ug/m3
24 Jam
SO2
ug/m3
B jam CO
ug/m3
1 jam O3
mg/m3
1 jam
NO2
ug/m3
50 50 80 5 120
100 150 365 10 235
200 350 800 17 400 1130
300 420 1600 34 800 2260
400 500 2100 46 1000 3000
500 600 2620 57.5 1200 3750
Perhitungan ISPU
Ia - Ib
ISPU = ------------ (Xx Xb) + Ib
Xa - Xb

ISPU = Indeks Standar Pencemar Udara
Ia = ISPU batas atas
Ib = ISPU Batas bawah
Xa = batas atas udara ambien
Xb = batas bawah udara ambien
Xx = Kandungan gas / pencemar di udara ambien
Contoh perhitungan ISPU
Diketahui konsentrasi udara ambient untuk jenis
parameter SO
2
, adalah : 322 ug/m
3
.

Indeks
Standar
Pencema
r Udara
24 Jam
SO
2

ug/m
3
50 80
100 365
200 800
300 1600
400 2100
500 2620
Ia - Ib
ISPU = ------------ (Xx Xb) + Ib
Xa - Xb
=92.45

Kualitas udara: SEDANG