Anda di halaman 1dari 2

METODE PENYUSUTAN SESUAI KETENTUAN PERPAJAKAN

Aset tetap kecuali tanah akan makin berkuarang kemampuannya untuk memberikan jasa
bersamaan dengan berlakunya waktu. Jumlah yang dapat disusutkan dialokasikan ke setiap
periode akuntansi selama mas manfaat asset dengan berbagai metode yang sistematis dan
diterapkan secara konsisten/taat asas, tanpa memandang tingkat profitabilitas perusahaan dan
pertimbangan perpajakan, agar dapat menyediakan daya banding hasil afiliasi perusahaan dari
periode ke periode penyusutan dapat dilakukan dengan berbagai metode seperti yang telah
dijelaskan pada uraian terdahulu.
Metode penyusutan menurut ketentan perundang-undangan perpajakan sebgaimana telah
diatur dalam pasal 11 Undang-Undang Pajak Penghasilan.
1. Metode garis lurus (Straight line method), atau metode saldo menurun (declining balance
method) untuk asset tetap berwujud bukan bangunan.
2. Metode garis lurus untuk asset tetap berwujud berupa bangunan.
Penggunaan metode penyusutan asset tetap berwujud disyaratkan taat asas (konsisten).
Dalam hal wajib pajak penggunaan metode saldo menurun, maka sisa buku pada masa akhir
masa manfaat harus disusutan sekaligus. Dengan memperhatikan pembukuan wajib pajak,
apabila ditemukan adanya alat-alat kecil atau sering disebut small tools yang sama atau sejenis
dapat disusutkan dalam satu golongan.
Kelompok Harta Berwujud dan Tarif Penyusutan
Penentuan kelompok dan tarif penyusutan harta berwujud didasarkan pada pasal 11
Undang-Undang No. 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan.
Kelompok Harta Berwujud Masa
Manfaat
Tarif Penyusutan
Berdasarkan Metode
Garis Lusus
Tarif penyusutan
Berdasarkan Metode
Saldo Menurun
I. Bukan Bangunan
Kelompok 1
Kelompok 2

4 tahun
8 tahun

25 %
12,5%

50%
25%
Kelompok 3
Kelompok 4
II. Bangunan
Permanen
Tidak Permanen
16 tahun
20 tahun

20 tahun
10 tahun
6,25%
5%

5%
10%
12,5%
10%

-
-

Terhadap pengeluaran harta berwujud bukan bangunan pengelompokkannya ditetapkan
berdasarkan pada Keputusan Menteri Keuangan.
Khusus untuk bangun tidak permanen dimaksudkan adlah bangunan yang bersifat
sementara dan terbuat dari bahan yang tidak tahan lama atau bangunan yang dapat dipindah-
pindahkan yang masa manfaatnya tidak lebih dari 10 tahun, misalnya bangunan berupa barak
atau asrama dari kayu.
Contoh perhitungan penyusutan
PT Maju memiliki Aset Tetap berwujud yang diperolehnya awal tahun 2012 sebagai berikut:
No. Jenis Harta Bulan/Tahun
Perolehan
Masa Manfaat Harga Perolehan
(Rp)
Kelompo
k
1
2
3
Mesin I
Mesin II
Truck
Januari 2012
Januari 2012
Januari 2012
8 tahun
8 tahun
8 tahun
200.000.000
150.000.000
70.000.000
II
II
II

Aset tetap tersebut disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus (Dasar Penyusutan =
Harga Perolehan), maka perhitungan penyusutan selama tahun 2012:
1. Mesin I = 12,5% x Rp200.000.000 = Rp25.000.000
2. Mesin II = 12,5% x Rp150.000.000 = Rp18.750.000
3. Truck = 12,5% x Rp 70.000.000 = Rp 8.750.000
Jumlah penyusutan selama tahun 2012 = Rp52.500.000

Anda mungkin juga menyukai