Anda di halaman 1dari 3

Transisi ke p * bila terjadi pada gugus terisolasi akan menghasilkan absorpsi lemah pada

frekuensi rendah, meskipun pada kelompok-kelompok ikatan meningkatkan intensitas dan


panjang gelombang, sehingga senyawa dengan ikatan-ikatan yang intensif akan terlihat sebagai
senyawa mempunyai warna cukup kuat.

Dua jenis gugus yang mempengaruhi spektrum absorpsi suatu senyawa :
a) Kromofor
Kromofor adalah suatu gugus fungsi, tidak terhubung dengan gugus lain, yang menampakkan
spektrum absorpsi karakteristik pada daerah sinar UV-sinar tampak.
Ada 3 jenis Kromofor sederhana :
Ikatan ganda antara dua atom yang tidak memiliki pasangan elektron bebas
Contoh :
Ikatan ganda antara dua atom yang memiliki pasangan elektron bebas
Contoh :
Cincin Benzena. Jika beberapa Kromofor berhubungan maka absorpsi menjadi lebih kuat
dan berpindah ke panjang gelombang yang lebih panjang.
b) Auksokrom
Auksokrom tidak menyerap pada panjang gelombang 200-800nm, namun mempengaruhi
spektrum chromophore dimana auxochrome tersebut terikat
- CH3 OH -NH2 NO2
Auksokrom dapat mempengaruhi sebagai berikut :
Menggeser ke panjang gelombang lebih panjang (red shift) disebut efek batokromik
Menggeser ke panjang gelombang lebih pendek (blue shift) disebut efek hipsokromik
a
max
meningkat ( peningkatan intensitas) disebut hiperkromik
a
max
menurun (penurunan intensitas) disebut hipokromik
Auksokromadalah gugus fungsional yang mempunyai elekron bebas, seperti hidroksil, metoksi dan
amina. Terikatnya gugus auksokrom pada gugus kromofor akan mengakibatkan pergeseran pita absorpsi
menuju ke panjang gelombang yang lebih besar (bathokromik) yang disertai dengan peningkatan
intensitas (hyperkromik).

Gugus Kromofor dan Auksokrom
Gugus Kromofor
Menurut Adam Wiryawan, kromofor adalah suatu gugus fungsi, tidak terhubung dengan gugus
lain, yang menampakkan spektrum absorpsi karakteristik pada daerah sinar UV-sinar tampak
(>200 nm). Ada 3 jenis kromofor sederhana, yaitu :
Ikatan ganda antara 2 atom yang tidak memiliki pasangan elektron bebas.
Contoh : C = C
Ikatan ganda antara 2 atom yang memiliki pasangan elektron bebas
Contoh : C = O
Cincin Benzena
Jika beberapa kromofor berhubungan maka absorpsi menjadi lebih kuat dan berpindah ke
panjang gelombang yang lebih panjang (Wiryawan dkk., 2008).
Contoh kromofor tunggal, antara lain : asetilen, aldehid, azo, karbonil, sulfoksida, benzena,
etilen, dan lain-lain (Harmita, tt).
Dalam suatu molekul dapat dikandung beberapa kromofor. Jika kromofor dipisahkan
satu sama lain paling sedikit oleh 2 atom karbon jenuh, maka tidak ada kemungkinan adanya
konjugasi antara gugus kromofor (Roth dan Blaschke, 1985).

Kromofor merupakan senyawa organik yang memiliki ikatan rangkap yang terkonjugasi. Suatu
ikatan rangkap yang terisolasi seperti dalam etilen mengabsorpsi pada 165 nm, yaitu di luar
daerah ukur yang lazim dari spektroskopi elektron. Dua ikatan rangkap terkonjugasi memberikan
suatu kromofor seperti dalam butadien akan mengabsorpsi pada 217 nm. Panjang gelombang
maksimum absorpsi dan koefisien ekstingsi molar akan bertambah dengan bertambahnya jumlah
ikatan rangkap terkonjugasi lainnya. Juga pada vitamin A-alkohol (retinol) dan -karoten
merupakan polien dengan 1 kromofor yang terdiri dari 5 atau 11 ikatan rangkap terkonjugasi
(Roth dan Blaschke, 1985).
Gugus AuksoKrom
Gugus auksokrom mengandung pasangan elektron bebas yang disebabkan oleh terjadinya
mesomeri kromofor. Yang termasuk dalam gugus auksokrom ini adalah substituen seperti OH, -
NH
2
, -NHR dan NR
2
. Gugus ini akan memperlebar sistem kromofor dan menggeser maksimum
absorpsi kearah panjang gelombang yang lebih panjang (Roth dan Blaschke, 1985). Gugus
auksokrom tidak menyerap pada panjang gelombang 200-800 nm, namun mempengaruhi
spektrum kromofor dimana auksokrom tersebut terikat (Wiryawan dkk., 2008).

auksokrom

Molekul tidak menyerap radiasi dapat kromofor molekul penyerapan puncak bergerak ke panjang
gelombang dan meningkatkan kekuatannya, kelompok seperti hidroksil, amina, dan halogen. Ketika
penarik elektron kelompok (mis.-NO2) atau menyumbangkan elektron-(p nonbonding elektron
mengandung gugus atom hetero, seperti-OH, NH2-, dll) untuk molekul dari sistem terkonjugasi, dapat
menyebabkan sistem konjugasi elektron peningkatan mobilitas awan, molekul * transisi energi
celah menurun, panjang gelombang serapan maksimum terhadap panjang gelombang lebih panjang,
warna diperdalam. Kelompok ini disebut auksokrom. Auksokrom dapat dibagi menjadi penarik elektron
dan elektron auksokrom auksokrom.


Fitur dasar auksokrom adalah kelompok paling ada pasangan elektron, sehingga dapat meningkatkan
resonansi molekul sistem konjugasi. Jika kromofor auksokrom terletak antara posisi bit, dasar tidak
mempengaruhi warna molekul.