Anda di halaman 1dari 18

33

BAB IV
KEGIATAN LAPANGAN DAN PEMBAHASAN


4.1 Kegiatan Lapangan
4.1.1 Kegiatan Pemboran
Kegiatan pemboran eksplorasi batubara yang dilakukan di daerah
penelitian menggunakan metode touch core. Penentuan lokasi titik-titik pemboran
dilakukan secara sistematis dengan interval antar titik bor 50 meter hingga 150
meter. Pemboran yang dilakukan sebanyak 48 titik bor dengan total kedalaman
pemboran 1672.5 meter.

Sumber : PT. Lumpo tahun 2014
Gambar 4.1
Lokasi Titik Pemboran
34


Kegiatan pemboran dilakukan dengan metode touch core, yang artinya
dilakukan coring hanya saat bor menyentuh batubara. Pengambilan data kedalaman
pemboran dilakukan saat terjadi perubahan warna air yang naik ke permukaan.
Perubahan warna itu menunjukkan perubahan litologi batuan yang sedang
dilakukan pemboran.
Air yang naik ke permukaan juga membawa serta cutting pemboran.
Dilakukan pendeskripsian cutting pemboran untuk mengetahui litologi batuan.
Sedangkan untuk inti bor (core) yang terambil, dilakukan pendeskripsian. Inti bor ini
berupa batubara.

Sumber : PT. Lumpo tahun 2014
Foto 4.1
Kegiatan Pemboran

4.2 Pembahasan
4.2.1 Data-data Dasar
4.2.1.1 Data Topografi
Data topografi diperoleh dari DEM karena PT. Lumpo belum melakukan
kegiatan pemetaan topografi. Data topografi dari DEM dianggap mewakili karena
PT. Lumpo belum melakukan kegiatan penambangan, sehingga keadaan topografi
masih sama dengan bentuk aslinya.
35


Sumber : PT. Lumpo tahun 2014
Gambar 4.2
Keadaan Topografi Daerah Penelitian

4.2.1.2 Data hasil pemboran
Data-data hasil pemboran yang diperlukan antara lain koordinat titik bor,
elevasi titik bor, total kedalaman pemboran, deskripsi litologi hasil pemboran, dan
ketebalan lapisan batubara yang didapat dari hasil pemboran.



Tabel 4.1
Data Hasil Pemboran Eksplorasi Batubara Daerah Penelitian
Hole
Name
Eastern Southern
Elevation
(mdpl)
Total Depth
(m)
Coal
Seam
Depth (m)
Lithology
Thickness
(m) From To
LDH-1 675315.71 9858004.44 32 30
A 18 19.3 Coal 1.3
B 27.5 29.7 Coal 2.2
LDH-2 675262.16 9857981.38 27 15
- - - - -
- - - - -
LDH-3 675211.81 9857962.47 25 15
- - - - -
- - - - -
LDH-4 675160.74 9857944.19 24 15
- - - - -
- - - - -
LDH-5 675110.39 9857925.28 23 15
- - - - -
- - - - -
LDH-6 675067.72 9857909.78 23 7.5
- - - - -
- - - - -
LDH-7 675370.5 9857856.93 50 49.5
A 36 37.5 Coal 1.5
B 45.5 47.5 Coal 2
LDH-8 675316.95 9857833.87 54 40.5
A 26.6 28.1 Coal 1.5
B 36.1 38 Coal 1.9
LDH-9 675266.6 9857814.96 57 30
A 16.2 17.5 Coal 1.3
B 25.7 27.9 Coal 2.2
LDH-10 675215.52 9857796.68 60 30
A 5.8 6.9 Coal 1.1
B 15.3 17.3 Coal 2



LDH-11 675165.18 9857777.77 63 22.5 - - - - -
B 4.9 7 Coal 2.1
LDH-12 675122.5 9857762.27 61 25.5
- - - - -
- - - - -
LDH-13 675425.16 9857704.13 56 54
A 42 43.6 Coal 1.6
B 51.5 53.5 Coal 2
LDH-14 675371.61 9857681.07 64 54
A 36.6 38 Coal 1.4
B 50 52.2 Coal 2.2
LDH-15 675321.26 9857662.16 73 45
A 32.2 33.4 Coal 1.2
B 41.7 43.5 Coal 1.8
LDH-16 675270.81 9857643.73 82 40.5
A 27.8 29 Coal 1.2
B 37.3 39.3 Coal 2
LDH-17 675226.67 9857628.49 89 34.5
A 21.4 22.8 Coal 1.4
B 30.9 33 Coal 2.1
LDH-18 675176.62 9857611.97 93 25.5
A 12 13.5 Coal 1.5
B 21.5 23.5 Coal 2
LDH-19
675477.4 9857558.12
45 43.5
A 31.1 32.5 Coal 1.4
B 40.6 42.7 Coal 2.1
LDH-20
675423.86 9857535.06
57 45
A 29.7 31 Coal 1.3
B 39.2 41.3 Coal 2.1
LDH-21
675373.51 9857516.15
72 45
A 31.3 32.8 Coal 1.5
B 40.8 43 Coal 2.2
LDH-22
675323.06 9857497.72
85 45
A 30.9 32.4 Coal 1.5
B 40.4 42.4 Coal 2



LDH-23 675278.91 9857482.48 98 45 A 30.5 32 Coal 1.5
B 40 42 Coal 2
LDH-24
675228.87 9857465.96
112 45
A 31.1 32.5 Coal 1.4
B 40.6 42.5 Coal 1.9
LDH-25
675528.15 9857421.31
28 18
A 14.2 15.7 Coal 1.5
- - - - -
LDH-26
675474.6 9857398.25
42 30
A 14.8 16 Coal 1.2
B 24.3 26.3 Coal 2
LDH-27
675424.25 9857379.34
56 30
A 15.4 16.9 Coal 1.5
B 24.9 27 Coal 2.1
LDH-28
675373.8 9857360.9
82 45
A 28 29.4 Coal 1.4
B 37.5 39.5 Coal 2
LDH-29
675325.23 9857343.43
96 45
A 28.6 30 Coal 1.4
B 38.1 40 Coal 1.9
LDH-30
675275.18 9857326.91
113 45
A 32.2 33.8 Coal 1.6
B 41.7 44 Coal 2.3
LDH-31
675579.97 9857274.79
30 18
A 16.3 17.2 Coal 0.9
- - - - -
LDH-32
675526.43 9857251.73
42 30
A 14.9 16 Coal 1.1
B 24.4 26.3 Coal 1.9
LDH-33
675476.08 9857232.82
55 30
A 14.5 16 Coal 1.5
B 24 26 Coal 2
LDH-34
675425.63 9857214.38
77 37.5
A 23.1 24.7 Coal 1.6
B 32.6 34.5 Coal 1.9



LDH-35 675380.39 9857199.11 94 45 A 26.7 28 Coal 1.3
B 36.2 38.1 Coal 1.9
LDH-36
675330.35 9857182.59
114 45
A 33.3 34.9 Coal 1.6
B 42.8 44.8 Coal 2
LDH-37
675631.06 9857129.58
34 30
A 20.4 22 Coal 1.6
- - - - -
LDH-38
675577.51 9857106.52
46 34.5
A 19 20.5 Coal 1.5
B 28.5 30.5 Coal 2
LDH-39
675527.16 9857087.61
57 30
A 16.6 18 Coal 1.4
B 26.1 28 Coal 1.9
LDH-40
675476.71 9857069.17
76 34.5
A 22.2 23.7 Coal 1.5
B 31.7 33.8 Coal 2.1
LDH-41 675431.48 9857053.90 93 45
A 25.8 27.3 Coal 1.5
B 35.3 37.2 Coal 1.9
LDH-42 675381.43 9857037.38 114 45
A 33.4 35 Coal 1.6
B 42.9 44.9 Coal 2
LDH-43
675682.18 9856983.65
39 34.5
A 25.5 27 Coal 1.5
- - - - -
LDH-44
675628.63 9856960.59
50 37.5
A 23.1 24.6 Coal 1.5
B 32.6 34.7 Coal 2.1
LDH-45
675578.28 9856941.68
63 45
A 22.7 24.1 Coal 1.4
B 32.2 34.1 Coal 1.9
LDH-46
675527.84 9856923.24
74 40.5
A 20.3 21.8 Coal 1.5
B 29.8 31.8 Coal 2



LDH-47 675482.6 9856907.97 85 30 A 17.9 19 Coal 1.1
B 27.4 29.4 Coal 2
LDH-48
675432.56 9856891.45
99 30
A 18.5 20 Coal 1.5
B 28 29.9 Coal 1.9
Sumber : Hasil Pemboran Eksplorasi Batubara Daerah Penelitian, PT. LUMPO tahun 2014



41

4.2.2 Pengolahan Data-data Dasar
4.2.2.1 Logging Bor
Data hasil pemboran tersebut kemudian di input ke dalam software Logplot
7. Output dari software ini berupa hasil logging bor. Berupa kedalaman dan
ketebalan setiap litologi serta deskripsi setiap litologi batuan yang didapat dari
deskripsi cutting pemboran.
42


Sumber : Hasil Analisis Data Pemboran PT. Lumpo Tahun 2014
Gambar 4.3
Logging Bor

43


Sumber : Hasil Analisis Data Pemboran PT. Lumpo Tahun 2014
Gambar 4.5
Sebaran Cropline Batubara Seam B

Pada daerah penelitian, seam A maupun seam B tidak tersingkap di
permukaan. Sedangkan pada seam B terjadi washout pada bagian utara daerah
penelitian, dapat dilihat pada peta cropline ada yang terputus. Hal ini dapat
disebabkan adanya intrusi batuan beku. Intrusi ini terlihat pada hasil logging bor.
4.2.2.2 Kontur Struktur Batubara
Kontur struktur batubara berguna untuk mengetahui arah umum (jurus)
masing-masing seam batubara.
1. Seam A
Penyebaran seam A hampir merata disemua daerah penelitian. Seam A
menyebar di bagian timur daerah penelitian. Arah umum sebaran seam A ke
arah Timur Laut.
44


Sumber : Hasil Analisis Data Pemboran PT. Lumpo Tahun 2014
Gambar 4.6
Kontur Struktur Seam A

2. Seam B
Seam B mengalami washout di bagian barat laut. Ini terlihat dari kontur
struktur yang terbentuk. Arah umum sebaran seam B ke arah Timut Laut.

45


Sumber : Hasil Analisis Data Pemboran PT. Lumpo Tahun 2014
Gambar 4.7
Kontur Struktur Seam B

4.2.3 Penampang Melintang Batubara
Penampang melintang ini disusun dari kombinasi antara cropline batubara
dengan data pemboran (log bor). Dengan cara interpolasi antardata seam pada
setiap titik bor yang berdekatan.
46


Sumber : PT. Lumpo Tahun 2014
Gambar 4.8
Garis Penampang Melintang Batubara

47


Sumber : Hasil Analisis Data Pemboran PT. Lumpo Tahun 2014
Gambar 4.9
Section Batubara pada Garis Penampang A A

Sumber : Hasil Analisis Data Pemboran PT. Lumpo Tahun 2014
Gambar 4.10
Section Batubara pada Garis Penampang B B


48


Sumber : Hasil Analisis Data Pemboran PT. Lumpo Tahun 2014
Gambar 4.11
Section Batubara pada Garis Penampang C C


Sumber : Hasil Analisis Data Pemboran PT. Lumpo Tahun 2014
Gambar 4.12
Section Batubara pada Garis Penampang D D


49


Sumber : Hasil Analisis Data Pemboran PT. Lumpo Tahun 2014
Gambar 4.13
Section Batubara pada Garis Penampang E E


Sumber : Hasil Analisis Data Pemboran PT. Lumpo Tahun 2014
Gambar 4.14
Section Batubara pada Garis Penampang F F

50


Sumber : Hasil Analisis Data Pemboran PT. Lumpo Tahun 2014
Gambar 4.15
Section Batubara pada Garis Penampang G G


Sumber : Hasil Analisis Data Pemboran PT. Lumpo Tahun 2014
Gambar 4.16
Section Batubara pada Garis Penampang H H