Anda di halaman 1dari 30

BAB I

PENDAHULUAN
Dalam kehidupan sehari-hari perpindahan energi mendapat penerapan yang
luas sekali, dalam berbagi bidang dan pada berbagai tingkat kerumitan. Hampir tidak
ada alat, baik dalam pabrik maupun di rumah tangga, yang tidak bersangkutan
dengan perpindahan energi.
Energi dikenal dalam berbagai bentuk, beberapa diantaranya yang dijumpai dalam
bidang teknik kimia ialah :
Energi dalam
Energi kinetic
Energi potensial
Energi mekanis
Panas
Dalam bidang teknik kimia didapati banyak masalah perpindahan panas.
Pengetahuan tentang mekanisme perpindahan panas mutlak diperlukan unuk dapat
memahami peristiwa-peristiwa yang berlangsung dalam : pemanasan, pendinginan,
pendidihan, pengeringan, distilasi, evaporasi, kondensasi dan lainlainnya.
da tiga cara perpindahan panas, yang mekanismenya sama sekali berlainan, yaitu :
!onduksi "secara molekuler#
!onveksi "secara aliran#
$adiasi "secara gelombamng elektromagnetik#
!onduksi
Dalam konduksi, panas dapat dikonduksi melalui solids, li%uids, dan gases.
Panas dikonduksi oleh perpindahan panas energi gerak molekul-molekul yang
berdekatan. Dalam gas &hotter' molucelus, yang sama memiliki energi kinetic yang
lebih besar memberi energinya ke molekul terdekat yang berada pada level terendah.
(
)ontoh : perpindahan panas melalui dinding heat e*changers atau sebuah
re+rigerator dan perlakuan panas pada steel +orgings.
!onveksi
!onveksi merupakan suatu +enomena makroskopik, ia hanya berlangsung
bila ada gaya yang bekerja pada partikel atau ada arus +luida yang dapat membuat
gerakan melawan gaya gesekan. )ontoh : perpindahan entalpi oleh pusaran-
pusaran"eddy# aliran turbulen dan oleh arus udara panas yang mengalir melintas dan
menjauhi radiator "pemanas# biasa.
$adiasi
$adiasi adalah istilah yang digunakan untuk perpindahan energi melalui
ruang oleh gelombang-gelombang elektromagnetik. ,ika radiasi berlangsung melalui
ruang kosong, ia tidak ditrans+ormasikan menjadi kalor atau bentuk-bentuk lain
enrgi, dan ia tidak akan pula terbelok dari lintasannya. )ontoh : permukaan buram,
mengkilap atau cermin memantulkan sebagian radiasi yang jatuh padanya.
Perpindahan panas akan terjadi apabila ada perbedaan temperatur antara -
bagian benda. Panas akan berpindah dari temperatur tinggi ke temperatur yang lebih
rendah. lat-alat penukar panas tersebut antara lain: double pipe, shell and tube,
plate-frame, spiral, dan lamella.
Double pipe heat e*changer dapat disusun dengan tiga cara, yaitu :
(. .usunan seri
-. .usunan pararel
/. .usunan seri-pararel
-
BAB II
TINAJAUAN PUSTAKA
Perpindahan panas adalah salah satu +aktor yang sangat menentukan
operasional suatu pabrik !imia. Penyelesaian soal-soal perpindahan kalor secara
kuantitati+ biasanya didasarkan pada neraca energi dan perkiraan laju perpindahan
kalor. Perpindahan panas akan terjadi apabila ada perbedaan temperatur antara -
bagian benda. Panas akan berpindah dari temperatur tinggi ke temperatur yang lebih
rendah. Panas dapat berpindah dengan / cara, yaitu konduksi, konveksi, dan radiasi.
Pada peristiwa konduksi, panas akan berpindah tanpa diiukti aliran medium
perpindahan panas. Panas akaan berpindah secara esta+et dari satu partikel ke
partikel yang lainnya dalam medium tersebut. Pada peristiwa konveksi, perpindahan
panas terjadi karena terbawa aliran +luida. .ecara termodinamika, konveksi
dinyatakan sebagai aliran entalpi, bukan aliran panas. Pada peristiwa radiasi, energi
berpindah melalui gelombang elektromagnetik. da beberapa alat penukar panas
yang umum digunakan pada industri. lat-alat penukar panas tersebut antara lain:
double pipe, shell and tube, plate-frame, spiral, dan lamella.Penukar panas jenis
plate and frame mulai dikembangkan pada akhir tahun (012- 3. 4anyak penelitian
yang telah dilakukan pada penukar panas jenis ini, namun umumnya +luida operasi
yang digunakan adalah air.
Pengoperasian suatu pabrik tidak lepas dari proses perpindahan panas yang
terjadi antara dua +luida yang berbeda temperaturnya. lat yang digunakan adalah
penukar panas "heat exchanger#. Penukar panas adalah peralatan proses yang
digunakan untuk memindahkan panas dari dua +luida yang berbeda dimana
perpindahan panasnya dapat terjadi secara langsusng "kedua +luida mengalami
/
pengontakan# ataupun secara tidak langsung "dibatasi oleh suatu dinidng pemisah5
sekat#. 6luida yang mengalami pertukaran panas dapat berupa +asa cair-cair, cair-
gas, dan gas-gas. Dalam melakukan perancangan penukar panas harus
diperhitungkan +actor perpindahan panas pada +luida dan kebutuhan daya pompa
mekanis untuk mengatasi gaya gesek dan menggerakkan +luida. Penukar panas
untuk +luida kerja yang memiliki rapat massa besar "+luida cair#, energi yang hilang
akibat gesekan releti+ lebih kecil daripada energi yang dibutuhkan sehingga
pengaruh yang merugikan ini jarang diperhitungkan. .edangkan untuk +luida yang
rapat massanya rendah seperti gas, penambahan energy mekanik dapat lebih besar
dari laju panas yang dipertukarkan. Pada sistem pembangkit daya termal, energi
mekanik dapat mencapai 7 sampai (2 kali energi panas yang dibutuhkan.
da tiga tipe penukar panas yang sering digunakan, yakni plate and frame/
gaskette plate "umumnya disebut plate exchanger#, spiral plate, dan lamella.
!esamaan dari ketiga kon+igurasi ini adalah permukaan pemindahan panas sama-
sama terdiri dari paralel lempeng logam yang dipisahkan permukaan kontak dan
panas yang diterima mengubah aliran +luida pada saluran tipis.
Penukar panas jenis plate adalah penukar panas yang dapat memindahkan
panas lebih baik dari - kon+igurasi lainnya. !elebihan lain penukar panas jenis plate
ini adalah:
(. +leksibel dalam penyusunan arah alir +luida
-. memiliki laju perpindahan panas yang tinggi
/. mudah dalam pengecekan5 inspeksi dan perawatan.
Proses pertukaran panas di industri digunakan untuk pemenuhan kebutuhan
unit proses dan untuk konservasi energi. Penukar panas yang baik adalah yang
memiliki laju perpindahan panas seoptimal mungkin. !etidakoptimalan laju
7
perpindahan panas ditentukan nilai koe+isien perpindahan panas keseluruhan "8#.
Hasil-hasil penelitian yang telah dipublikasikan menunjukkan bahwa perubahan
+luks massa udara dapat meningkatkan nilai 8 untuk setiap laju alir massa flue gas
konstan pada alat penukar panas jenis plat. 9arriot "(0:(# membatasi rentang
bilangan Reynolds yang e+ekti+ untuk +luida operasi gas-gas adalah (2-722. Pada
bilangan Reynolds yang terlalu tinggi, laju alir +luida juga akan tinggi, yang akan
menyebabkan perpindahan panas tidak e+ekti+.
II.1. Neraca Massa dan Energi pada Sistem Alat Perpindaan Panas
!arakteristik alat perpindahan panas ditentukan oleh beberapa +aktor, antara lain:
(. jenis +luida yang akan dipertukarkan panasnya
-. laju alir +luida
/. tipe aliran yang dipakai "co-current atau counter-current#
7. letak +luida panas dan dingin, di dalam atau di luar alat penukar panas
tersebut.
Dalam neraca entalpi pendingin dan pemanas didasarkan pada asumsi bahwa
dalam penukar kalor tidak terjadi kerja poros, sedang energi mekanik, energi
potensial, dan nergi kinetik semuanya kecil dibandingkan dengan suku-suku lain
dalam persamaan neraca energi. 9aka, untuk satu arus dalam penukar kalor
;< m "Hb-Ha# =................."(#
Dimana, m < laju aliran massa dalam arus tersebut
;<
t
q
< laju perpindahan kalor ke dalam arus
Ha dan Hb < entalpi per satuan massa arus pada waktu masuk dan pada waktu
keluar.
Penggunaan laju perpindahan kalor dapat lebih disederhanakan dengan
asumsi salah satu dari +luida dapat mengambil kalor dan melepaskan kalor ke udara
1
sekitar jika +luida itu lebih dingin dari udara. Perpindahan kalor dari atau ke udara
sekiktar dibuat sekecil mungkin dengan isolasi yang baik sehingga kehilangan kalor
tersebut diabaikan terhadap perpindahan kalor yang melalui dinding tabung yang
memisahkan udara panas dan udara dingin. Dengan asumsi tersebut, perpindahan
kalor pada +luida panas adalah:
mh "Hhb > Hha# < %h
sedangakan untuk +luida dingin adalah :
mc "Hcb > Hca# < %c
?anda %c positi+ sedangkan tanda %h negati+ karena +luida panas menerima
kalor sedangkan +luida dingin melepas kalor. Dengan asumsi tidak ada kalor yang
terbuang ke lingkungan, maka
%c < -%h
9aka persamaan neraca entalpi keseluruhan adalah
mh )ph "?hb > ?ha# < mc )pb."?cb > ?ca# < %c
Perhitungan perpindahan klalor didasarkan atas luas penukaran pemanasan
yang dinyatakan dalam laju panas per luas permukaan atas dasar luas bidang tempat
berlangsungnya aliran panas. @aju perpindahan kalor per satuan luas disebut +luks
kalor. 4ila +luida dipanaskan atau didinginkan, suhu +luida di dalam pemanas
ataupun pendingin akan berbeda-beda. ,ika +luida itu sedang mengalami pemanasan,
suhu minimum terdapat pada dinding pemanas, dan meningkat berangsur sampai ke
pusat. .uhu rata-rata dalah suhu yang dicapai bila keseluruhan +luida yang mengalir
melalui penampang dikeluarkan dan dicampurkan secara adiabatik sehingga
didapatkan satu suhu yang seragam.
A
6luks panas terjadi dengan driving force perbedaan suhu yaitu ?h-?c "B?#.
?h adalah suhu rata-rata +luida panas dan ?c adalah suhu rata-rata +luida dingin.
Perbedaan suhu tersebut disebut Overall Local Temperature Difference. Dalam
suatu alat penukar panas B? tersebut berubah dari suatu titik ke titik lain sehingga
+luks juga berubah. 6luks lokal adalah d%5d sebanding dengan nilai B? pada tiap
titik menurut persamaan
da
dq
< 8.B? ====.==..."-#
8 adalah koe+isien perpindahan panas keseluruhan "overall#.
8ntuk menyelesaikan integrasi tersebut harus diasumsikan beberapa
pengandaian untuk penyederhanaan antara lain :
(. !oe+isien 8 bernilai konstan
-. !alor spesi+ik +luida panas dan +luida dingin konstan
/. Pertukaran kalor dengan lingkungan diabaikan
7. liran tunak dapat searah maupuin berlawanan arah
.upaya asumsi-asumsi ini dapat berlaku benar maka nilai B? harus kecil
karena sebetulnya parameter-parameter tersebut merupakan +ungsi suhu.
Perhitungan B? ini dihitung secara @9?D.
II.!. Alat pert"#aran #al$r
Pada proses-proses industry,perpindahan energy dilaksanakan dengan
berbagai ragam cara, termasuk diantaranya dengan konduksi di dalam pemanas
tahanan listrik, konduksi-konveksi di dalam penukar kalor "heat e*changer# , ketel
didih "boiler# dan condenser "condesor# , radiasi di dalam tungku "+urnance# dan
pengering kalor radiasi "radiant >heat dryer# dan dengan berbagai metode khusus
seperti pemanasan dielektrik. .ering kali peralatan itu berkerja dalam kondisi
keadaan stedi "steady state# tetapi dalam banyak hal proses pula ada pula operasinya
:
siklus seperti misalnya dalam tungku regenerasi dan dalam benjana >proses
pengaduk.
Pada bagian akan membahas akan membahas berbagai jenis peralatan yang
penting-penting, terutama bagi insiyur yang bergerak di bidang proses : penukar
kalor berbentuk tabung "tubular e*changer# dan berbagai berbentuk plat "plate
e*changer# , kondensor, ketel didih dan kalandria "calandria# peranti-peranti
perpindahan kalor mekanik dan reactor kimia berbentuk tabung. Evaporator
"peralatan penguapan# mekanik dan reactor kimia berbentuk tabung. Evaporator
"peralatan penguapan#
lat penukar panas pipa dan alat penukar panas shell and tube merupakan
alat penukar panas yang paling luas penggunaanya. Hal ini disebabkan oleh lebarnya
rentang suhu dan tekanan media pemanas yang pada hakekatnya dibatasi oleh
ketahanan bahan dasar alat. .elain itu alat penukar panas ini dapat disesuaikan untuk
keperluan pengoperasian yang khusus "seperti kemungkinan pembersihan yang
mudah dilakukan, pembongkaran# yaitu dengan mengubah konstruksi secara
sederhana.
4iaya pembuatannya relative rendah dibandingkan dengan jenis kontruksi
lainnya. .uatu hal yang tidak disukai pada pertukaran panas pada melalui pipCa
dalam industi kimia adalah seringnya terjadinya kebocoran pada saat digunakan
media yang sangta panas atau yang sangat dingin.kebocoran terjadi pada pipa yang
tidak atau hanya diberi sedikit bahahn isolasi. ?etapi dalam hal itui perpindahan
panas yang terjadi kecil ,karena udara sekeliling tidak banyak bergerak dan udara
merupakan penghantar panas yang bruk. 9eskipu demikian alat penukar panas yang
prinsip kerjanya serupa tetap dibuat.
D
II.%. &ancangan "m"m peralatan pert"#aran #al$r
Perancangan dan pengujian peralatan praktis untuk pertukaran kalor
didasarkan atas prinsip-prinsip yang diberikan materi kulaih perpindahan panas.
Pertama, harus dibuat dulu neraca bahan dan neraca energy. Dari hasil neraca itu,
dihitung selanjutnya adalah koe+isien perpindahan kalor secara menyeluruh, beda
suhu rata-rata, dan dalam peralatan siklus "daur# ,waktu siklusnya. Dalam peranti-
peranti sederhana ,besaran-besaran ini dapat dievaluasi dengan mudah dengan
ketelitian yang cukup tinggi, tetapi dalam peralatan yang rumit evaluasi ini mungkin
tidak mudah dan cukup tinggi, tetapi dalam peralatan yang rumit evaluasi ini
mungkin tidak mudah dan mengandung berbagai ketakpastian. $ancangan akhir
hampir selalu merupakan kompromi yang didasarkan atas pertimbangan keteknikan
guna memberikan unjuk kerja menyeluruh yang terbaik dari berbagai segi
persyaratan tugas kerjanya.
!adang-kadang rancangan itu ditentukan oleh berbagai pertimbangan yang
hampir tidak ada hubungannya sama sekali demgam perpindahan kalor seperti
umpamanya ruang yang tersedia untuk menempatkan peralatan itu atau penurunan
tekanan yang dapat diperbolehkan dalam arus +luida. Penukar kalor jenis tabung
pada umumnya dirancang sesuai dengan berbagai standard dan kode seperti
standards o+ the turbulen e*changer , manu+acturing association "?E9# standar
asosiasi pembuat penukar kalor jenis tabung dan .9E >PE " un+ired Pressure
Fessel )ode# kode benjana tanpa api dari .9E-PE
PE38!$ !@G$
0
Penukar kalor merupakan peralatan yang sangat penting dan banyak
digunakan dalam industry pengolahan sedemikian rupa sehingga rancangannya pun
sudah sangat berkembang. .tandar- standar yang telah disusun dan diterima oleh
?E9 sudah ada dan meliputi perincian mengenai bahan kontruksi ,metode
kontruksi, teknik perancangan dan dimensi-dimensi dari penukar kalor. 4agian
berikut ini akan menguraikan beberapa jenis penukar kalor yang penting-penting
saja dan membahas prinsip-prinsip yang berkenan dengan segi keteknikan,
perancanagn dan operasinya.
Penukar kalor lintas tunggal
Penukar kalor pipa-rangkap "double pipe e*changer# yang sederhana ternyata
tidak memadai untuk laju aliran yang lebih besar dari yang dapat ditangani dengan
beberapa buah tabung saja. ,ika kita menggunakan banyak penukar kalor pipa
rangkap secara parallel, bobot logam yang digunakan sebgaia pipa luar akan
menjadi sedemikian tinggi sehingga penggunaan konstruksi selongsong dan tabung
"shell-tube# dimana satu selongsong melayani sejumlah tabung sekaligus akan
menjadi lebih ekonomis. Penukar kalor ini , karena hanya melakukan satu lintas
disebelah selongsong dan satu lintas pula di dalam tabung disebut penukar kalor.
Dalam penukar kalor ini koe+isien perpindahan kalor sisi selongsong
" sebelah ke selongsong# dan koe+iosien sisi tabung sama-sama penting dan
keduanya harus cukup besar agar koe+isien menyeluruh yang memuaskan dapat
tercapai. !ecepatan dan kertubelanan Hat cair sisi selongsong juga tidak kalah
pentingnya dari kecepatan dan kertubelenan Hat cair sisi tabung. 8ntuk
meningkatakan aliran silang dan menaikkan kecepatan rata-rata +luida sisi
selongsong maka pada selongsong itu dipasang sekat--sekat. Dalam kontruksinya
sekat-sekat terbuat dari lembaran logan berbentuk piring bundar yang satu sisnya
dipotong. Dalam praktek biasanya segmen itu dipotong pada tinggi seperempat
(2
diameter selongsong. .ekat-sekat demikian disebut sekat -1 persen "-1 persen
ba++les# . .ekat itu lalu diberi lubang-lubang untuk melakukan tabung-tabung. gar
kebocoran dapat dibuat minimum ruang bebas pemasangan antara sekat dan
selongsong dan tabung harus dibaut sekecil mungkin. .ekat itu ditunjang oleh sebuh
atau beberapa buah batangan pemandu ) yang dipasangkan diantara kedua plat
tabung "tube sheet# dan dengan sekrup pengencang. gar sekat-sekat itu terpasang
erat ditempatnya pada batangan itu dipasang pula potongan-potongan tabung
pendek sebagai penjaga jarak anatara sekat-sekat. Dalam merakit penukar kalor itu
plat tabung harus dipasang terlebih dahulu lalu berturut-turut batangan penunjang,
penjarak "tabung penjaga jarak# dan sekat dan barulah tabung-tabungnya.
Peti gasket "stu++ing 4o*# gunanya adalah untuk menampung kemungkinan
ekspansi tabung itu. ?etapi kontruksi ini hanya praktis untuk selongsong kecil. lat
penukar panas pipa ganda terdiri atas dua pipa konsentris yang ujungnya-ujungnya
dilas menjadi satu atau dihubungkan dengan kontak-kontak penyekat "stu++ing bo*#.
?idak seperti pada kontruksi pipa lurus yang pada panjangnya-panjangnya tertentu
harus dipasangi elemen kompensasi pemuaian , pada kontruksi yang berbentuk
kumparanhal itu sudah ada dengan sedirinya.
lat penukar panas pipa ganda seringkali digunakan sebagai saluran
penghubung antar alat yaitu bila cairan panas tidak boleh terdinginkan pada waktu
transportasi. lat pertuakaran panas jenis ini digunakan sebagai alat pemanas atau
pendingin yang sesunguhnya bila diinginkan laju alir yang kecil dan trekanan yang
tinggi.
II.' ($"nterl$) * d$"+le pipe eat e,cangers
De+inisi
Peralatan trans+er panas dapat dide+inisikan tergantung pada keseluruhan +ungsinya
dalam suatu proses.
((
Peralatan trans+er panas :
a# E*changers
9engubah panas antara - aliran proses. 9enggunakan steam dan cooling
water. .team dan cooling water adalah utilitas yang tidak dapat disamakan
+ungsinya dalam aliran produk yang dapat direcoery.
b# Heaters
Paling utama digunakan untuk proses memanaskan +luida dan steam, selalu
digunakan sebagai bahan pemanas dalam proses ini, meskipun bahan bakar
minyak dapat digunakan untuk tujuan yang sama.
c# )oolers
Digunakan untuk proses pendinginan +luida. 9edia pendingin yang sering
digunakan adalah air
d# )ondenser
dalah coolers yang tujuan utamanya adalah memindahkan panas latent
disamping panas sensible.
e# $eboiler
?ujuan dari reboiler adalah untuk mensupply panas dalam proses distilasi
sebagai panas latent.
+# Evaporator
Digunakan untuk konsentarsi larutan dengan eaporasi air.
g# FaporiHer
,ika +luida yang lain divaporasi disamping air, maka kita menggunakan
vaporiHer.
Iambar Double Pipe E*changer
(-
4agian-bagian paling penting dari - sets pipa konsentris, - tees yang
dihubungkan, sebuah return head, sebuah bend. Enner pipa dihubungkan dengan
outer pipa dengan packing glands dan +luida masuk ke inner pipa melalui threaded
connection yang letaknya diluar bagian section e*changer.
?ees "+itting# memiliki noHHles atau penghubung baut yang mengatur masuk
dan keluar dari annulus +luid dimana aliran berlawanan dari sisi satu ke sisi yang
lain melalui return head. Enner pipa yang panjang diubungkan dengan return bend
yang selalu di e*pose dan tidak menyediakan permukaan perpindahan panas yang
e+ekti+.
Double pipe e*changer sangat berguna karena dapat dipasang dengan
berbagai +itting piapa dari bagian standard dan menyediakan dalam permukaan
trans+er panas yang mahal. 8kuran standard dari ?ees dan return head dapat dilihat
dari tabel dibawah ini.

Guter Pipe, EP. Enner pipa, EP.
- (,:1
-,1 (,:1
/ -
7 /
Double pipe e*changer selalu dipasang dalam (-+t, (1+t atau -2+t panjang
e+ekti+. Panjang e+ekti+ menjadi jarak setiap lengan dimana heat trans+er terjadi dan
memasuki inner pipa yang menjulang dari inner pipe ke bagian e*changer.
(/
!erugian yang sangat prinsip terjadi didalam penggunaan double pipe
e*changers terdapat sejumlah kecil trans+er panas pada permukaan yang dilapisi
single hairpin. !etika peralatan destilasi digunakan pada proses industri banyak tipe
yang dibutuhkan.
,umlah panas yang dibutuhkan permukaan dan seiap double pipe e*changers
mengatakan bahwa tidak lebih dari (7 ponts kekeurangna yang tidak boleh terjadi.
II.- K$e.isien /ilm Unt"# /l"ida Dalam Pipa Dan T"+e
Persamaan "/.7-# ditemukan untuk beberapa panas minyak didalam pipa
berdasarkan data 9orris dan Jhitman. .ieder dan ?ate membuat sebuhan hubungan
antara koe+isien pemanasan dan pendinginan, pada prinsipnya +raksi minyak
didalam oriHontal dan ertikal tubes dan termasuk ke dalam persamaaan aliran
dimana DI5

K -(22
(7 . 2
/
(
(7 . 2
/
(
7
DA . ( DA . (

,
_

,
_

,
_

1
]
1

,
_

,
_

,
_


i
!L
c
L
D
!
c D"
!
D h

===.. "/#
Dimana :
@ : panjang total perpindahan panas sebelum pencampuran terjadi
Persamaan "(# meberikan de+inisi maksimum dengan rata-rata t(-L dari $e <
(22 ke $e < -(22 kecuali untuk air. .ekitar range transisi data mungkin terjadi
aliran turbulen
(7 . 2
/
(
D . 2
2-: . 2

,
_

,
_

,
_

i
!
c D"
!
D h

(7
"(M# didapat DMe <
( )
( )
( )
( -
( -
-
(
-
-
7
7
D D
D D
D D

+

. ....................... .....".7#
"-M#Hitung +rictional $eynolds number, $eM
a
< DM
e
I
a
5N.
"/M# B6a < 7+I
-
@5-gO
-
DMe, +t.
"7M# pintu masuk dan keluar, one velocity head per hairpin:
B6
l
<
hairpin ft
g
#
5
P -
-
"B6a Q B6
l
#O5(77 < BP
a
, psi.
"1M# mass velocity, I
a
< w5a
a
, lb5"hr#+t
-
#
"AM# Didapat N pada ?
c
atau t
c
, lb5"hr#+t# < centipoises * -,7-. Dari Dc +t, Ia lb5
"hr#+t
-
#, N lb5"hr#"+t# didapat $eynolds number,
":M# Dari gambar dimana j
H
< "h
o
De5k#"c N5k#
-(5/
"N5 N
w
#
-2,(7
vs DeIa5 N, didapat j
H
"DM# Dari c, N, dan k, semua didapat pada ?c atau t
c
untuk menghitung "c N5k#
(5/
"0M# 8ntuk mendapatkan ho, kalikan j
H
dengan "k5De# "c N5k#
(5/
" < (2# atau
( )( )( ) $ ft hr ho%tu x
!
c
De
!
!
c
!
hoDe
o

-
/
(
(7 , 2
/
(
5 2 , (
,
_

,
_


Gverall coe++icient:
"(2M# Hitung 8c < h
io
h
o
5" hiQho#, 4tu5"hr#"+t
-
#"
o
6#.
"((M# hitung 8
D
dari (58
D
< (58
c
Q $d
"(-M# hitung dari ; < 8
D
Bt yang bisa diartikan panjang.
&erhitungan '&( Harus diketahui total panjang dari alur untuk keperluan
perhitungan heat-trans+er
(1

"a De
a
.
$e
%agian dalam pipa)
"(# untuk $e
p
pada nomor "A# diatas didapat f dari persamaan "/.7A# atau "/.7:b#
"-# B6
p
< 76I
-
@5-gO
-
D,+t ......................"1#
B6
p
O5(77 < BP
p
, psi.
D$"+le Pipe E,canger dalam rang#aian Seri0Parallel

II.1 /a#t$r /$"ling
Gverall koe+isien perpidahan panas dapat dihitung dari persamaan 6ourier
dengan diketahuinya luas permukaan , ;, dan Rt yang ada pada komdisi
(A
prosesnya. 9aka 8 <
t *
+
.
. ,ika luas permukaan tidak diketahui, maka 8 dapat
diperoleh tanpa menggunakan persamaan 6ourier dari dua koe+isien +ilm.
Pengabaian tahanan pipe-wall :
,
(
< $
io
Q $
o
<
io
h
(
Q
o
h
(
===="A#
8 <
o io
o io
h h
h h
+
.
======.====.":#
!etika perpindahan panas berjalan terhadap +ungsi waktu, pengotor dan scale
deposit pada bagian dalam pipa, penambahan resistance dua atau lebih tahanan
dimasukkan dalam perhitungan 8 pada persamaan "A#.
Penambahan resistance akan mengurangi harga orginal 8, dan dikehendaki
besarnya panas tidak lebih besar dari yang ditans+er oleh luas permukaan . ?
-
mengalami kenaikan dan t
-
akan turun pada temperature outlet, meskipun h
i
dan
h
o
konstan. 8ntuk mengatasi hal ini, biasanya peralatan didesain untuk
mengantisipasi deposisi dari pengotor dan scale oleh penempatan resistansi $
d
yang
disebut pengotor "dirt#, scale, atau +actor +ouling, atau resistance.
$
di
menjadi +actor pengotor untuk annulus pada diameter inside dan $
do
menjadi +actor annulus pada diameter outside dari bagian dalam pipa.
Harga 8 diperoleh dari persamaan ":# hanya
io
h
(
dan
o
h
(
dapat
dipertimbangkan dengan Sclean overall coe++icientS yang ditunjukkan oleh 8
)
yang
memperlihatkan bahwa +actor pengotor belum dihitung. !oe+isien yang meliputi
tahanan +actor pengotor disebut desain atau dirty overall coe++icient 8
D
. harga
yang megkorespondensi untuk 8
D
lebih sering digunakan dari pada 8
).
(:
Hubungan antara 8
)
dan 8
D
adalah sebagai berikut :
D
,
(
<
-
,
(
Q $
di
Q $
do
tau dapat disetting :
$
di
Q

$
do
< $
d
======="D#
D
,
(
<
-
,
(
Q $
d
======"0#
Dengan demikian, untuk double pipe Heat E*changer, nilai h
i
dan h
o
dapat
diperkirakan sekitar /22 dan (22, maka :
-
,
(
<
io
h
(
Q
o
h
(
< 2,22// Q 2,2( < 2,2(//
tau 8
)
<
2(// , 2
(
< :,12 4tu5"hr#"+t
-
#"
o
6#
$
di
< 2,22( "hr#"+t
-
#"
o
6#54tu
$
do
< 2,22(1
$
d
< $
di
Q

$
do
< 2,22-1
.ehingga :
D
,
(
<
-
,
(
Q $
d
<
2 , :1
(
Q 2,22-1 < 2,2(1D "hr#"+t
-
#"
o
6#54tu
tau
D
,
(
<
(1D , 2
(
< A/,/ 4tu5"hr#"+t
-
#"
o
6#
Persamaan 6ourier untuk luas permukaan pada pengotor "dirt# adalah :
; < 8
D
. . Rt =.................."(2#
II.2 Te#anan Jat" Pada S"at" Pipa Dan Pipa Beran"l"s
(D
?ekanan jatuh pada pipa di dalam e*changer memudahkan kita untuk
mengendalikan suatu +luida melalui e*changer. Pompa dapat kita gunakan di dalam
proses +luida untuk mencukupkan kapasitas yang diinginkan karena adanya
kapasitas yang hilang diakibatkan oleh gaya gesekan yang terjadi disebabkan oleh
pemipaan, sambungan pipa, control regulator dan tekanan jatuh di dalam e*changer
itu sendiri
?ekanan jatuh pada suatu pipa dapat dihitung dengan menggunakan persamaan
6anning. 8ntuk tekanan jatuh pada +luida yang mengalir pada suatu annulus, dengan
menggantikan nilai D pada bilangan $eynolds dengan D
c
untuk mendapatkan nilai +.
Persamaan 6anning yang baru adalah :
c D g
L f"
$
P -
-
-
7


II.3. Perit"ngan Pada D$"+le Pipe Heat E,canger
Persamaaan > persamaan yang telah ada sebelumnya dapat kita
kombinasikan menjadi perhitungan double pipe heat e*changer. Perhitungan
sederhana dari jenis e*changer ini adalah menghitung h
o
dan h
io
untuk mendapatkan
8
c
. 3ilai 8
c
dapat dihitung dengan menggunakan persamaan 6ourier
t * ,
p
;
4iasanya permasalahan pertama adalah menentukan dimana +luida harus
diletakkan didalam annulus atau di dalam pipa dalam. Hal ini akan memepercepat
dengan menentukan ukuran yang sesuai dan laju daerah untuk kedua aliran. 8ntuk
tekanan jatuh yang bernilai sama pada aliran yang panas dan yang dingin untuk
menentukannya haruslah bernilai yang paling dekat dengan kecepatan massa dan
tekanan jatuh. 4erikut ini adalah table untuk perkiraan standard dari diameter double
pipe dan daerah laju yang dapat dilewatinya.
E*changer, EP.
6low area, in
-
nnulus, in
nnulus Enner Pipe d
c
d
.
c
(0
- * (
(
5
7
(.(0 (.12 2.0(1 2.72
-
T

* (
(
5
7
-.A/ (.12 -.2- 2.D(
/ * - -.0/ /./1 (.1: 2.A0
7 * / /.(7 :./D (.(7 2.1/
4agaimanapun perhitungan pressure drop sebesar (1 atau -2 psi dan
malebihi kapasitas head. 4agaimana kemudian beban panas dapat ditrans+er dengan
tekanan yang tersedia di head U .atu kemungkinan yaitu menggunakan by-pass jadi
hanya V atau -5/ dari +luida saja yang mengalir melalui e*changer dan reminder
melalui by-pass. Eni bukanlah solusi yang ideal, sejak aliran menurun menyebabkan
beberapa kerugian dalam desain. "(# liran menurun mengalir melalui e*changer
menurunkan mass velocity I
a
dan koe+isien h
o
. .ejak kedua koe+isien tersebut
hampir sama, /-/ Fs -:A, penurunan ukuran manapun dalam Ia menurunkan 8
c
dengan hampir I
a
2,D
. "-# ,ika sedikit li%uid berputar melalui annulus, maka harus
didinginkan terlebih dahulu, melebihi range yang lebih panjang daripada (A2
menjadi (22
o
6 sehingga, pada pencampuran dengan li%uid by-pass, hasil proses
memiliki temperatur (22
o
6. sebagai contoh, bagian yang berputar malalui annulus
mungkin harus didinginkan melebihi range dari (A2 sampai D1
o
6 tergantung pada
persen by-pass. ?emperatur outlet D1
o
6 mendekati bagian dalam pipa masuk, D2
o
6
sebenarnya, dan perbedaan suhu yang baru pada Bt
(,
yaitu 1
o
6 menurunkan @9?D.
Dua e+ek, penurunan 8
c
dan @9?D, meningkatkan angka hairpins secara signi+ikan
meskipun beban panas konstan. 9embalikkan lokasi dengan menempatkan benHen
dalam annulus tidak memberikan solusi untuk kasus ini, sejak aliran benHen lebih
besar dari aliran toluen. !emungkinan dari membalikkan lokasi aliran harus selalu
diuji terlebih dahulu.
-2
.atu solusi masih mungkin, bagaimanapun, meskipun semua solusi di atas
gagal. ndaikan bahwa alirannya terlalu besar untuk diakumulasi dalam beberapa
e*changer dalam series dibagi dalam setengah bagian dan tiap bagian melewati tepi
satu e*schanger melalui bagian dalam pipa. 9embagi aliran menjadi dua bagian
sementara menjaga area aliran konstan menghasilkan sekitar (-D dari seri pressure
drop, sejak I dan @ menjadi dua dan produk I
-
@ menjadi (-D. .ementara koe+isien
+ilm akan menurun juga, perbedaan temperatur yang tidak diinginkan dari by-
passing dapat dihindari, dimana disana terdapat subtansi yang tidak seimbang antara
aliran berat dari dua aliran karena satu beroperasi melebihi range panjang dan yang
satunya melebihi range yang sangat pendek. liran besar setiap aliran pararel dapat
juga mengalir melalui beberapa e*changer dalam seri di dalam setiap bank pararel.
4entuk &pararel stream' seharusnya tidak di rancukan dengan &parael +low'. 4entuk
tersebut tertuju pada pembagian aliran dari satu +luida, sementara yang lainnya
tertuju pada arah aliran antara - +luida.
Perbedaan ?emperatur .esungguhnya 8ntuk .usunan .ri-Pararel
@9?D telah menghitung dari ?
(
, ?
-
, t
(
, dan t
-
untuk susunan seri tidak akan
sama untuk susunan seri-pararel. .etengah pipa +luida memasuki bagian atas
e*changer EE, dimana +luida annulus panas, dan setengah lainnya masuk melalui
bagian bawah heat e*changer E dimana +luida annulus telah didinginkan sebagian.
.ementara e*changer di dalam seri tidak mentrans+er sejumlah panas yang sama,
hubungan seri-pararel meskipun merugikan, bagian bawah e*changer menghitung
hanya sedikit panas yang di trans+er. ,ika perbedaan suhu sebenarnya disebut Bt, tida
akan sama dengan @9?D untuk kondisi proses meskipun kedua e*changer
beroperasi secara counter+low.
-(
Dengan menganggap kedua e*changer di desain secara E dan EE. .uhu
intermediet E, dan produk dan aliran pararel didesain secara t
-
'W dan t
(
M. Dan
temperatur campuran yaitu t
-
8ntuk e*changer E, memilkiki setengah dari permukaan
;( < J) "? > ?
-
# <
-
,*
* @9?D
(
Dan
@9?D
(
<
# ( - 5" # - P ln"
# ( - " # P "
t T t T
t T t T


.ehingga menjadi :
/-
,*
-
<
# ( - " # - P "
# - "
t T t T
T T

ln
( -
- P
t T
t T

.usun ulang
/-
,*
-
<
# ( - P " # - "
# - "
t t T T
T T

ln
# ( - "
# - P "
t T
t T

<
# - 5" # ( - P " (
(
T T t t
ln
( -
- P
t T
t T

$
E
<
( )
( )
( -
-
t t
T T
0

<
/-
c
-
--
/-
,*
-
<
(
0
0
R
R
ln
( -
-
t T
t T
0

"((#
4egitu juga untuk e*changer EE
;
EE
< J)"?
(
> ?# <
-
,*
* @9?D
EE
"(-#
@9?D
EE
<
( ) ( )
( ) ( )
( - (
( - (
5 ln t T t T
t T t T
00
00


"(/#
!arena
$
EE
<
/-
c
t t
T T
00
-
( -
(

9aka,
(
- (
ln
( - t T
t T
R
R
/-
,*
00
00
00

"(7#
!arena c dan ) diasumsikan konstan,
$
E
< $
EE
< R <
/-
c
-
"(1#
!arena
.
E
<
(
( -
t T
t t
0

9
E
<
(
-
t T
T T

9aka
9
E
< R .
E
4egitu juga. maka :
-/
.
EE
<
( (
( -
t T
t t
00

9
EE
<
( (
(
t T
T T


R dan . adalah perbandingan dimana terjadi pengulangan secara berulang-
ulang dalam hasil dari perbedaan temperature t dari @9?D. . adalah
perbandingan dari +luida dingin sampai meliputi temperature maksimum,
belakangan perbedaan temperature terjadi pada kedua temperature inlet, ?
(
dan t
(
?etapi
9
EE
<
00
1 R
( - .
E
<
(
( -
(
(
(
-
t T
t t
t T
t T
t T
t T
0 0


0
0 0
1 R
1
t T
t T

(
(
( -
-
Dan dari persamaan "((#
0
0
1 R
1
R
R
/-
,*

(
(
ln
( -
"(A#
Dan dari persamaan "(7#
00
00
1 R
1
R
R
/-
,*

(
(
ln
( -
"(:#
Dengan membandingkan persamaan "(A# dan "(:#

00
00
0
0
1 R
1
1 R
1

(
(
(
(
Gleh karena itu
.
E
< .
EE
9
E
< 9
EE
-7
Penggabungan persamaan "(A# dan "(:#,
( -
-
ln
(
-
(
(
ln
(
-
t T
t T
R
R
1 R
1
R
R
/-
,*
0
0
0

"(:.a#
Dimana ? adalah variable yang tidak diketahui, dank arena 9
E
< 9
EE
,
(
-
( (
(
t T
T T
t T
T T

?
-
> -t
(
? Q t
(
"?
(
Q ?
-
# > ?
(
?
-
< 2 "(D#
Persamaan "(D# dikuadratkan, sehingga menghasilkan
? <
( ) [ ]
-
7 7 7 -
- ( - ( (
-
(
T T T T t t t
0
+ t
< t
(
( )( )
( - ( (
t T t T t "(0#
?anda minus digunakan ketika heaing medium berada dalam pipa, dan tanda
plus digunakan ketika cooling medium berada dalam pipa.
.ubstitusi untuk ? pada persamaan "(D#,
( ) ( ) ( ) ( )
( ) ( )
1
1
]
1

( - ( (
( - ( ( ( (
(
ln
(
-
t T t T R
t T t T t T R
R
R
/-
,*
<
1
1
]
1

,
_

,
_

R t T
t T
R
R
R
R ( (
ln
(
-
-
(
( -
( (
"-2#
t adalah nilai tunggal untuk susunan jumlah seri-paralelW jadi
; < 8 t < J)"?
(
> ?
-
# "-(#
t <
( )
- (
T T
,*
/-
,*
+

"--#
-1
Hal ini sesuai dengan asal mula pemakaian dari de+inisi untuk perbedaan
temperature yang sebenarnya dalam batas temperature maksimum ?
(
> t
(
:
( )
( (
t T t "-/#
4andingkan persamaan "--# dan "-/#,
( ) ( )
( ( - (
t T T T
,*
/-


( )
( )
( (
- (
t T ,*
T T /-


!arena 9 < "?
(
> ?
-
# 5 "?
(
> t
(
#, de+inisikan & < "?
-
> t
(
# 5 "?
(
> t
(
# dan
85J) < 95

, sehingga
& Q 9 < ( atau 9 < ( - &
4andingkan dalam persamaan "-(#
1
1
]
1

+
,
_

,
_

R & R
R
R
R
/-
,* ( ( (
ln
(
-
-
(
"-7#
tau
1
1
]
1

+
,
_

,
_

,
_


R & R
R
R
R & ( ( (
ln
(
-
(
-
(

"-1#
,ika dikembangkan dalam cara yang umum hal itu dapat ditunjukkan, unuk one
series hot stream dan n parallel cold stream, persamaan "-1# menjadi
1
1
]
1

+
,
_

,
_


R & R
R
R
R n &
n
( ( (
log
(
/ . -
(
(

"-A.a#
-A
Dimana
( )
( -
- (
t t n
T T
R


8ntuk one series cold stream dan n parallel hot stream,
( )
1
1
]
1

+
,
_


R
&
R
R
n &
n
(
(
( log
(
/ . -
(


"-A.b#
Dimana
( (
- (
t T
t T
&


dan
( )
( -
- (
t t
T T n
R


-:
BAB III
KESIMPULAN
(. Perpindahan panas akan terjadi apabila ada perbedaan temperatur antara -
bagian benda.
-. Panas dapat berpindah dengan / cara, yaitu konduksi, konveksi, dan radiasi.
/. !arakteristik alat perpindahan panas ditentukan oleh beberapa +aktor, antara
lain:
a. jenis +luida yang akan dipertukarkan panasnya
b. laju alir +luida
c. tipe aliran yang dipakai "co-current atau counter-current#
d. letak +luida panas dan dingin, di dalam atau di luar alat penukar panas
tersebut.
7. Perhitungan perpindahan klalor didasarkan atas luas penukaran pemanasan
yang dinyatakan dalam laju panas per luas permukaan atas dasar luas
bidang tempat berlangsungnya aliran panas.
1. Double pipe e*changer sangat berguna karena dapat dipasang dengan
berbagai +itting piapa dari bagian standard dan menyediakan dalam
permukaan trans+er panas yang mahal.
-D
DA/TA& PUSTAKA
www. google. id. com. Double Pipe E*changer.
!ern. (00(. Heat ?rans+er Process.
4ird. (0D1. ?ransport Phenomena.
Jelty, ,ames $.. -222. 6undamental o+ 9omentum, heat, and 9ass ?rans+er
+ourt Edition. ,hon wiley and .ons Enc : ?oronto.
-0
/2