Anda di halaman 1dari 4

Stenosis Aorta

Etiologi
1.Kalsifikasi senilis ( Male ) Umur > 60
th
degenerative calcific aortic stenosis
2.Variasi Kongenital
3.Penyakit jantung rematik ( > di negara berkembang )

Diagnosis
Pada tahap asimptomatik ditandai oleh murmur sistolik ejeksi di basis jantung yang
menyebar ke leher, paling keras di daerah aorta dan apeks.

Patogenesis
Hambatan aliran darah di katup aorta akan merangsang mekanisme RAA (Renin-
Angiotensin-Aldosteron) beserta mekanisme lainnya agar miokard hipertrofi.
Penambahan massa otot ventrikel kiri ini akan meningkatkan tekanan intra ventrikel
agar dapat melampaui tahanan stenosis aorta tersebut dan mempertahankan wall
stress. Dan bila tahanan aorta besar patologik dgn gejala sinkop,iskemia sub-
endokard->angina dan akhirnya menjadi gagal miokard (gagal jantung kongestif)

Valvulitis aortik rematik
stenosis aorta karena
fibrosis dan menyatunya
celah katup.
Dilihat dari aorta:
deformitas katup aorta
(trikuspid). Massa
kalsifikasi menonjol ke
dalam sinus Valsava.
Celah katup tidak
menyatu
Penatalaksanaan
Pada pasien asimtomatik perlu dirujuk untuk pemeriksaan Doppler-
Ekokardiografi.
Tidak ada pengobatan medikamentosa untuk AS asimtomatik, tetapi begitu
timbul gejala seperti sinkop,angina atau gagal jantung segera harus
dilakukan operasi katup.
Aktifitas fisk berat perlu dihindarkan pada AS berat walaupun masih
asimtomatik. NTG (nitroglyserin) diberikan bila ada angina, diuretik dan
digitalis diberikan bila ada tanda gagal jantung, dan statin dianjurkan untuk
mencegah kalsifikasi daun katup aorta.

Pemeriksaan penunjang
ECG
Echocardiogram
Chest X-ray
Katerisasi