Anda di halaman 1dari 21

TUGAS 1

Antena dan Propagasi


Dosen Pengajar:
KOESMARIJANTO,ST.,MT
NIP. 196112031985031005 / 0003126105

Disusun Oleh :
Fitri Hajar R. (12)
1241160057
JTD-2A

POLITEKNIK NEGERI MALANG


TEKNIK ELEKTRO
JARINGAN TELEKOMUNIKASI DIGITAL
2013

Soal 1
Macam-macam antena dan aplikasinya. Gambar pola radiasi dan polarisasi.
1. Antena Omnidirectional
Sebuah antena omnidirectional adalah antena daya sistem yang memancar secara
seragam dalam satu pesawat dengan bentuk pola arahan dalam bidang tegak lurus.
Antena Omnidirectional dapat digunakan untuk menghubungkan beberapa antena
directional di outdoor point-to-multipoint komunikasi systems termasuk sambungan
telepon selular dan siaran TV.
Antena omni mempunyai sifat umum radiasi atau pancaran sinyal 360-derajat yang
tegak lurus ke atas. Omnidirectional antena secara normal mempunyai gain sekitar 312 dBi. Yang digunakan untuk hubungan Point-To-Multi-Point ( P2Mp) atau stu titik
ke banyak titik di sekitar daerah pancaran. Yang baik bekerja dari jarak 1-5 km, akan
menguntungkan jika client atau penerima menggunalan directional antenna atau
antenna yang ter arah.Yang ditunjukkan di bawah adalah pola pancaran khas RFDG
140 omnidirectional antena. Radiasi yang horisontal dengan pancaran 360-derjat.
Radiasi yang horisontal pada dasarnya E-Field yang berbeda dengan, polarisasi
yang vertikal adalah sangat membatasi potongan sinyal yang di pancarkan. Antena ini
akan melayani atau hanya memberi pancaran sinyal pada sekelilingnya atau 360
derajat, sedangkan pada bagian atas antena tidak memiliki sinyal radiasi.

Gambar Antena Omnidirectional

Pola Radiasi

Polarisasi
Menggunakan Polarisasi Vertikal atau Horizontal
2. Antena Parabolik
Antena Parabolik tak jauh beda dengan antenna lainnya. Yang juga digunakan
untuk Access Point to serve a Point-to-Multi-Point (P2MP) links.Antena Parabolik
mempunyai gain antara 18 sampai 28 dBi jauh lebih tinggi drpd antenna lain. Dipakai
untuk jarak menengah atau jarak jauh. Sudut pancaran antenna ini adalah 45-180
derajat dan tingkat ketinggian pemasangannya harus diperhatikan agar tidak terdapat
kerugian dalam penangkapan sinyal.
Pola pancaran yang horisontal kebanyakan memancar ke arah mana antenna ini di
arahkan sesuai dengan jangkauan dari derajat pancarannya, sedangkan pada bagian
belakang antenna tidak memiliki sinyal pancaran.

Kelebihan antenna parabola:

Dapat digunakan untuk menerima 3 satellite sekaligus tanpa harus menggerakkan


antenna.

Dapat menampilkan gambar dari semua TV dari satelit yang ditangkap dalam
sekejap.

Kondisi permanent sehingga tidak gampang goyah terhadap posisi.

Signal quality dapat maksimum

Kekurangan antenna parabola :

Tidak dapat digunakan menangkap satelit lebih dari 5.

Membutuhkan lebih banyak LNBF.

Channel yang diterima lebih sedikit.

Gambar Antena Parabolik

Pola Radiasi

Polarisasi
Menggunakan Polarisasi Lingkaran
3. Antena Grid
Antena grid merupakan salah satu antena wifi yang paling sering digunakan.
Perangkat keluaran TPLINK ini berfungsi untuk memperkuat dan mengarahkan sinyal
wireless untuk melakukan koneksi point to point, multi point, atu sebagai client dai
RT/RW NET dengan sudut pola pancaran antena ini lebih fokus pada titik tertentu
sesuai pemasangannya. Fungsi antena ini adalah menerima dan mengirim signal data
dengan sistem gelombang radio 2,4 Mhz. Dimana data tersebut bisa dalam bentuk
intranet atau internet.
Macam-macam antena grid :
a. Antena Grid Hyperlink 24 dBi (HG2424G-NF)
Antena Grid 24 dBi ini didesain untuk Sistem Komunikasi menggunakan
Wireless LAN. Karakteristik antena ini antara lain : High Gain, Jarak Jauh, dan
F/B Ratio yang besar. Antena ini cocok dipergunakan untuk mengatasi kendala
komunikasi dan mengirimkan transmisi secara efektif. Terbuat dari Stainless
Steel kualitas industri, dan dilapis oleh bahan tahan karat. Antena ini sangat
baik dipergunakan pada berbagai macam lingkungan, seperti di atas gedung, di
atas tower, di atas bukit. Setiap antena diuji secara ketat mempergunakan
network analysis instrument sebelum dikirimkan.
b. Antena Grid TPLink TL-ANT2424B 2.4-2.5GHz 24dB
Antena Grid produksi TPLink dengan kehandalan menyamai Grid produksi
Kenbotong dengan harga yang lebih murah. Kualitas bahan bagus dan tebal,
bobot lebih berat dari Grid Kengbotong. Range frekwensi 2.4 - 2.5Ghz
( support Superchannel 2.5Ghz ). Spesifikasi Teknis :

Frequency Range 2.4GHz ~ 2.5GHz

Impedance () 50

Gain 24dBi

VSWR 1.5

Horizontal Beamwidth 14

Vertical Beamwidth 10

F/B Ratio 30dB

Polarization Vertical or Horizontal

Maximum Input Power 100W

Connector N Female

Application Outdoor

Mount Style Pole Mount / Wall Mount

Antenna Dimension 6001000 mm

Weight 3.5 +/-0.15 KG

Mounting Mast Diameter 30~50 mm

Rated Wind Velocity 216 Km/h

c. Antena Grid RMI 2.4GHz 24 dBi


Antena Grid rakitan lokal ( lisensi RMI Korea ) yang handal dan ekonomis
untuk kebutuhan koneksi wifi Anda. Support berbagai tipe access point
2.4GHz seperti JAHT, Minitar, Linksys, Cisco, D-Link, Senao, Zcom dan
lainnya.
Spesifikasi Teknis :

Gain: 25 dBi

Type: Grid

Polarization: Linear

Beamwidth Degree: Horizontal: 10

Vertical: 13

VSWR: <=1.3

Frequency: 2400-2485 MHz

Connector: N-female

Size Width: 530mm

Length: 740 mm

Weight: 2500 g

Mount: Mounting hardware fits 35-50 mm mast tubes

Material: Reflector-11mm aluminium

Gambar Antena Grid

Pola Radiasi

Polarisasi
Menggunakan Polarisasi Vertikal atau Horizontal
4. Antena Yagi
Antena Yagi adalah salah satu jenis antena radio atau televisi yang diciptakan oleh
Hidetsugu Yagi. Antena ini bersifat direksional, yaitu menambah gain hanya pada
salah satu arahnya. Sisi antena yang berada di belakang reflektor memiliki gain yang
lebih kecil daripada di depan direktor. Antenna ini tersusun parasitik yang terdiri dari
sebuah antena dipole yang dilipat, sebuah reflektor parasitik tunggal, dan satu atau
beberapa (sampai 13) buah elemen elemen direktor yang masing masing dipotong
agar bekerja seakan akan elemen yang terdahulu adalah elemen didorong, sehingga
keseluruhan struktur akan mengecil sesuai arah rambatan. Semua elemen
dikencangkan secara listrik pada batang penyangga tengah yang merupakan sebuah
penghantar yang ditanahkan. Hal ini tidak berpengaruh pada arus arus, karena titik
penyangga di tenggah masing masing elemen berada pada suatu simpul arus.
Hanya perlu digunakan satu reflektor,karena penambahan refraktor yang kedua
atau ketiga praktis tidak menambag apapun pada keterarahan struktur.Perolehan
terarah membaik cukup besar dengan penambahan lebih banyak direktor ;
misalnya,perolehan teratah meningkat dari kurang lebih 7 dB untuk suatuYagi tiga
elemen sampai 15 dB untuk Yagi lima elemen. Pola terdiri dari satu cuping utama
yang sangat kecil pada lain arah. Polarisasi adalah di arah sumbu-sumbu elemen.
Sebagai elemen yang didorong sering digunakan sebuah dipole yang dilipat untuk
menaikkan impedansi terminal antena. Elemen-elemen parasitik digandeng dengan
cukup kuat ke elemen yang didorong, dan ini mengakibatkan menjadi rendahnya
resistansi radiasi efektif. Perkalian empatkali dari dipole yang dilipat membawa
impedansi kembali ke tingkat-tingkat yang normal. Sebuah Yagi dengan satu dipole
yang dilipat akan mempunyai resistansi terminal sebesar 200-300 .
Antena jenis ini akan mempunyai ukuran-ukuran yang terlalu besar pada frekuensifrekuensi rendah, karena itu sering digunakan terutama untuk jalur VHF. Amatiramatir radio memang telah membuat antena-antena Yagi untuk jalur 20-m, tetapi
strukturnya adalah besar dan tidak praktis.Perolehan terarahnyayang tinggi membuat
antena ini ideal untuk jaringan - jaringan komunikasi frekuensi tetap dari satu titik ke
titik lain, baik pada stasiun - stasiun terminal maupun pada stasiun-stasiun pengulang.
Antena ini juga banyak digunakan untuk stasiun - stasiun induk pada sistem - sistem

komunikasi mobil dimana daerah operasinya terbentang di sepanjang sebuah garis,


seperti misalnya jalan jalan kereta api, jalan jalan raya, atau saluran saluran pipa.
Antenna Yagi terdiri dari tiga bagian, yaitu:

Driven adalah titik catu dari kabel antenna, biasanya panjang fisik driven adalah
setengah panjang gelombang (0,5 ) dari frekuensi radio yang dipancarkan atau
diterima.

Reflektor adalah bagian belakang antenna yang berfungsi sebagai pemantul


sinyal,dengan panjang fisik lebih panjang daripada driven. panjang biasanya adalah
0,55 (panjang gelombang).

Director adalah bagian pengarah antena, ukurannya sedikit lebih pendek daripada
driven. Penambahan batang director akan menambah gain antena, namun akan
membuat pola pengarahan antena menjadi lebih sempit. Semakin banyak jumlah
director, maka semakin sempit arahnya.

Boom adalah bagian ditempatkannya driven, reflektor, dan direktor. Boom


berbentuk sebatang logam atau kayu yang panjangnya sepanjang antena itu.
Antena Yagi, juga memiliki spasi (jarak) antara elemen. Jaraknya umumnya sama,
yaitu 0.1 dari frekuensi.

Gambar Antena Yagi

Pola Radiasi

Polarisasi
Menggunakan Polarisasi Vertikal
5. Antena Sektoral
Antena Sectoral hampir mirip dengan antena omnidirectional. Yang juga
digunakan untuk Access Point to serve a Point-to-Multi-Point (P2MP) links. Beberapa
antenna sectoral dibuat tegak lurus , dan ada juga yang horizontal. Antena sectoral
mempunyai gain jauh lebih tinggi dibanding omnidirectional antena di sekitar 10-19
dBi. Yang bekerja pada jarak atau area 6-8 km. Sudut pancaran antenna ini adalah 45180 derajat dan tingkat ketinggian pemasangannya harus diperhatikan agar tidak
terdapat kerugian dalam penangkapan sinyal.
Pola pancaran yang horisontal kebanyakan memancar ke arah mana antenna ini di
arahkan sesuai dengan jangkauan dari derajat pancarannya, sedangkan pada bagian
belakang antenna tidak memiliki sinyal pancaran. Antenna sectoral ini jika di pasang
lebih tinggi akan menguntungkan penerimaan yang baik pada suatu sector atau
wilayah pancaran yang telah di tentukan.

Gambar Antena Sectoral

Pola Radiasi

Polarisasi
Menggunakan Polarisasi Vertikal

Soal 2
Sebutkan macam-macam konektor. Tentukan karakteristiknya dan gambar
konetornya.
1. Konektor pada Twisted-Pair

RJ45
Konektor RJ45 adalah konektor yang biasa dipergunakan dalam instalasi
jaringan kecil (LAN) dimana kabel yang digunakan adalah kabel twisted pair
tipe UTP. Konektor ini berfungsi untuk menghubungkan kabel UTP dengan
NIC yang mana kini port yang dipergunakan kebanyakan adalah port RJ45.
Harga konektor yang terjangkau, dan pemasangan yang mudah membuat
konektor ini sangat dikenal oleh kalangan pengguna jaringan berskala kecil
atau LAN. Ciri-ciri yang mendasar dari konektor ini adalah warna konektor
yang bening terdapat 8 pin tembaga di ujung konektor ini sebagai pin-pin yang
akan menghubungkan NIC dengan UTP. Cara pemasangannya cukup mudah,
yakni dengan mengkrimping dengan tang krimping konektor RJ45, namun
apabila terjadi kesalahan dalam pengkrimpingan, mau tak mau konektor ini
harus diganti (sekali pakai).

RJ 11
RJ 11 adalah konektor yang dipergunakan dalam jaringan telepon.
Konektor ini termasuk dalam tipe kabel STP. Konektor RJ-11 adalah standar
konektor yang dimanfaatkan pada pasangan 2 atau 4 kawat kabel telepon. RJ
singkatan dari Registered Jack yang artinya sebuah antarmuka konektor fisik
yang paling sering digunakan untuk terminal kabel telepon. Meskipun konektor
RJ-11 memiliki total 6 posisi konektor, biasanya baik hanya 2 atau 4 benarbenar dimanfaatkan. RJ-11 konektor kabel datang dalam dua kabel standar
varietas-dipilin (flat-satin) dan unshielded Twisted Pair (UTP). RJ11 adalah
yang paling umum dari jack terdaftar, karena fakta bahwa hampir semua garis
tunggal (POTS) jack telepon di kebanyakan rumah dan kantor di Amerika
Utara menggunakan jenis konektor, serta sejumlah negara lainnya.

2. Konektor pada Koaksial


Kabel koaksial adalah suatu jenis kabel yang menggunakan dua buah
konduktor. Pusatnya berupa inti kawat padat yang dilingkupi oleh sekat yang
kemudian dililiti lagi oleh kawat berselaput konduktor. Jenis kabel ini biasa
digunakan untuk jaringan dengan bandwith yang tinggi. Kabel coaxial mempunyai
pengalir tembaga di tengah (centre core). Lapisan plastik (dielectric insulator) yang
mengelilingi tembaga berfungsi sebagai penebat di antara tembaga dan metal
shielded. Lapisan metal berfungsi untuk menghalang sembarang gangguan luar

dari lampu kalimantang, motors, and perlatan elektonik lain. Lapisan paling luar
adalah lapisan plastik yang disebut Jacket plastic. Lapisan ini berfungsi seperti
jaket yaitu sebagai pelindung bagian terluar.
Kegunaan kabel coaxial adalah untuk melakukan transmisi data kecepatan
tinggi dan juga digunakan untuk membagi sinyal broadband atau sinyal frekuensi
tinggi. Kabel coaxial biasa kita temui pada barang2 elektronik misalnya antena TV.

Penggunaan kabel koaksial:

Kabel ini sering digunakan sebagai kabel antena TV, dan disebut juga sebagai
kabel BNC (Bayonet Naur Connector).

Kabel ini merupakan kabel yang paling banyak digunakan pada LAN, karena
memiliki perlindungan terhadap derau yang lebih tinggi, murah. Dan mampu
mengirimkan data dengan kecepatan standar.

Ada 2 jenis yaitu RG-58 (10Base2) dan RG-8 (10Base5 )

Ada 3 jenis konektor pada kabel Coaxial, yaitu T konektor, I konektor (socket)
dan BNC kon ektor.

Kabel ini biasanya banyak digunakan untuk mentransmisikan sinyal frekuensi


tinggi mulai 300 kHz keatas. Karena kemampuannya dalam menyalurkan
frekuensi tinggi tersebut, maka system transmisi dengan menggunakan kabel
koaksial memiliki kapasitas kanal yang cukup besar.

Spesifikasi Penggunaan Koaksial Kabel :

Setiap segment sebaiknya dilengkapi dengan satu ground.

Panjang minimum antar T-Connector adalah 1,5 feet (0.5 meter).

Maksimum panjang kabel dalam satu segment adalah 1,818 feet (555 meter).

Setiap segment maksimum mempunyai 30 perangkat terkoneksi.

Kelebihan kabel koaksial:


Layaknya suatu objek, kabel koaksial juga memiliki kelebihan pun
kekurangan. Kelebihannya, seperti telah disinggung sebelumnya, sangat baik
sebagai transmitter. Kemampuannya jauh lebih prima jika dibandingkan dengan
kawat biasa. Kabel koaksial juga cenderung tahan terhadap arus yang semakin
mengecil pada frekuensi yang justru meninggi. Hal ini yang menjadikan kabel
coaxial semakin populer dalam hal penggunaan.
Kekurangannya:
Meski demikian, nyatanya kabel coaxial juga memiliki sejumlah
kekurangan. Salah satunya adalah biaya perawatan serta pengadaan yang jauh lebih
mahal dibandingkan jenis kabel lainnya. Selain itu, optimalisasi fungsi kabel
koaksial ikut dipengaruhi oleh kondisi temperatur. Namun hal ini telah diatasi
dengan menggunakan sistem penanaman kabel bawah tanah. Tetapi, kembali lagi,
sistem ini memerlukan biaya perawatan serta pengadaan yang besar.
3. Konektor pada Fiber Optik
Serat optik adalah saluran transmisi atau sejenis kabel yang terbuat
dari kaca atau plastik yang sangat halus dan lebih kecil dari sehelai rambut, dan
dapat digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat
lain.

Struktur Dasar Serat Optik

Core

Cladding

Coating/buffer

Berdasarkan mode transmisi yang digunakan Fiber optic terdiri :

Multimode Step Index

Multimode Graded Index

Singlemode Step Index

Spesifikasi pemakaian Serat Optic:

Indoor cable:
Menggunakan LED sebagai sumber cahaya
Attenuation 3,5 dB/km (kehilangan 3,5 dB per kilometer signal)
Panjang gelombang cahaya yang digunakan 850 nM (nano meter)
Munggunakan Multimode, dapat melewatkan berbagai cahaya

Outdoor cable :
Menggunakan Laser sebagai sumber cahaya
Attenuation 1 dB/Km
Panjang gelombang 1170 nM (nano meter)
Monomode (single mode)

Keuntungan Serat Optic

Less expensive

Thinner

Higher carrying capacity

Less signal degradation

Light signals

Low Power

Digital signals

Non-flammable

Kelemahan Serat Optic

Biaya yang mahal untuk peralatannya.

Perlu konversi data listrik ke cahaya dan sebaliknya yang rumit.

Perlu peralatan khusus dalam prosedur pemakaian dan pemasangannya.

Untuk perbaikan yang kompleks perlu tenaga yang ahli di bidang ini.

Selain merupakan keuntungan, sifatnya yang tidak menghantarkan listrik juga


merupakan kelemahannya, karena musti memerlukan alat pembangkit listrik
eksternal.

Soal 3
Sebutkan macam-macam smart antenna dan karakteristiknya.
Smart antenna merupakan kombinasi dari susunan elemen antena dengan
kemampuan pengolahan sinyal untuk mengoptimalkan daya pancar secara adaptif sesuai
kondisi respon lingkungan sinyal tersebut. Susunan elemen antena memiliki fungsi mampu
menerima kedatangan sinyal berupa sudut fasa sinyal datang. Algoritma signal processing
berfungsi

mampu mengkorelasikan semua sinyal datang yang dideteksi dan

mengestimasinya sehingga dapat ditentukan lokasi sinyal datang tersebut serta mampu
membedakan

sinyal

yang

diinginkan

dan

sinyal

yang

tidak

diinginkan. Beamforming berfungsi mampu memberikan informasi kepada user yang


dideteksi dengan cara mengirimkan kembali sinyal tersebut pada arah yang sama saat
kedatangan sinyal tersebut. Penggunaan
menghapuskan

gangguan

smart

antenna

dapat

disebabkan oleh multipath fadding.

mengurangi

atau

Penggunaan antenna

dalam system Smart antenna dibagi dalam tiga kategori utama, yaitu:
a. SIMO (Single Input,Multiple Output).
Di dalam SIMO teknologi, satu antena digunakan di sumber (Rx), dan dua
atau lebih antena digunakan di tujuan (Tx).
b. MISO (Multiple Input,Single Output).
Di dalam MISO teknologi, dua atau lebih antena digunakan di sumber (Rx), dan
satu antena digunakan di tujuan (Tx).
c.

MIMO (Multiple Input, Multiple Output).


Di dalam MIMO teknologi, berbagai antena bekerja pada kedua-duanya
sumber (Rx) dan tujuan (Tx). MIMO telah diminati belakangan baru-baru ini sebab
teknologi ini tidak bisa hanya menghapuskan efek multipath propagasi yang
kurang baik, tetapi dalam beberapa hal memiliki keunggulan.

Type Smart Antenna


1.

Switched Beam Antennas


System ini membentuk berbagai beam yang telah ditetapkan dengan
heightened sensitivity khususnya arah. Sistem Antena ini mendeteksi
kekuatan sinyal, kemudian memilih salah satu dari beberapa beam yang
ditentukan tadi.
Antena directional membentuk pola desain physical dari elemen
tunggal

( seperti

mengkombinasikan

suatu antena

sectorized),

switched

beam

output dari erbagai antena sedemikian rupa untuk

membentuk pola beam sectorized yang baik (directional) dengan spatial


selectivity yang lebih konvensional.

Pola cakupan Switch Beam Sistem


Switched

beam

memiliki

beberapa

kelebihan

dan

kekurangan,

kelebihan dari switched beam diantaranya adalah

Lebih sederhana dan tidak terlalu rumit dibanding adaptive array,

Bisa meningkatkan coverage dan kapasitas system,

Lebih murah dibanding adaptive array,

Lebih mudah diterapkan pada system-sistem yang lama.

Tetapi switched beam juga memiliki kekurangan diantaranya:

Hanya cocok digunakan pada system yang tingkat interferensinya rendah,

Jika user yang ingin dilayani tidak tepat pada arah beam maksimum dan
signal penginterferensi tidak pada arah null beam maka S/N dari
system tidak akan begitu bagus,

Jika signal yang akan dilayani dengan signal-signal penginterferensi


berdekatan maka system tidak akan bisa bekerja dengan maksimal,

Jika user bergerak menjauhi sudut-sudut beam maka user tersebut bisa
kehilangan service karena sebelum dilayani beam yang lain pada lokasi
tertentu sudah tidak ada beam yang melayani user tersebut, terakhir,
switched beam membutuhkan proses handover antar beam yang sering
jika user melakukan pergerakan.

2. Adaptive Array Antennas


Teknologi Antena adaptip mengunakan berbagai signal-processing
algoritma,

sistem

adaptip

berguna

secara

efektif

sebab

mampu

menempatkan berbagai jenis sinyal untuk dengan memperkecil gangguan


dari

interferensi dan memaksimalkan sinyal yang iinginkan. Kedua sistem

memiliki keuntungan menurut okai dari user, namun sistem yang adaptip
menyediakan keuntungan optimal secara serempak yakni mengidentifikasi,
tracking, dan meminimaliskan sinyal interferensi.

Jangkauan Array Adaptive


Pada gambar diaatas menjelaskan bahwa suatu Lobe Utama menjulang
ke arah user dengan melebar ke arah Cochannel Interferer
Adaptive array merupakan system yang benar-benar cerdas. Istilah
smart antenna sebenarnya lebih tepat dialamatkan pada system ini. Adaptive
array juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dari adaptive
array adalah memiliki kemampuan

menekan interferensi lebih baik

dibanding switched beam, membutuhkan proses handover yang lebih


sedikit daripada switched beam, dan bisa lebih memaksimalkan coverage,
kapasitas, dan meningkatkan C/I. Kekurangan dari sistem

adaptive array

adalah membutuhkan teknologi DSP dan algoritma adaptive yang lebih rumit,

membutuhkan interaksi yang lebih intens antara base station dengan MS, dan
lebih sulit untuk diimplementasikan pada system-sistem yang sudah ada.

Anda mungkin juga menyukai