Anda di halaman 1dari 35

BAB 1.

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kulit merupakan produk sampingan hasil pemotongan ternak yang
memiliki nilai ekonomi tinggi. Potensi tersebut sangat besar untuk digunakan
dalam industri penyamakan kulit. Industri ini akan menghasilkan kulit tersamak
yang dapat digunakan untuk berbagai macam barang seperti sepatu kulit, tas kulit,
atau jaket kulit. Hasil industri penyamakan kulit menjadi sumber devisa negara
non migas selain kayu, tekstil dan elektronik Harmoko, !"""#.
Kabupaten $ember merupakan salah satu %ilayah di $a%a &imur yang
berpotensi untuk dijadikan industri penyamakan kulit. 'ilayah Kabupaten $ember
memiliki aksesibilitas yang baik untuk berbagai kegiatan ekonomi dan dapat
dijadikan sebagai lokasi strategis untuk pengolahan akhir dan pusat produksi.
P& Indra (ejahtera Leather merencanakan untuk membangun industri
penyamakan kulit yang terletak di Kabupaten $ember. Proyek Pembangunan
tersebut penting dilakukan karena masih belum ada industri penyamakan kulit di
%ilayah $ember yang dapat memproduksi kebutuhan seperti sepatu kulit, tas kulit
atau jaket kulit sesuai permintaan pasar. )rea pengolahan bahan baku,
pengelolaan serta proses produksi selanjutnya direncanakan dilakukan di *esa
Kertosari Kecamatan Pakusari Kabupaten $ember. Pemilihan lokasi ini
berdasarkan e+isiensi produksi dan pemasaran.
)nalisis yang akan dilakukan pada industria penyamakan kulit ini, untuk menjaga
keseimbangan lingkungan serta mencegah kerusakan lingkungan yang lebih lanjut, untuk sekarang dan
masa yang akan datang. Dari anlisis ini akan diketahui apakah pembangunan industri penyamakan
kulit PT. Indra Sejahtera Leatherdapat dilanjutkan atau tidak.
1.! ,umusan -asalah
1
Bagaimanakah dampak yang akan muncul dari kegiatan industri
penyamakan kulit P&. Indra (ejahtera Leather yang telah direncanakan terhadap
lingkungan sekitar?
1. Tujuan
Pembuatan ).*)L ini bertujuan untuk menetapkan kebijakan mengenai
kelayakan suatu pembangunan kegiatan industri penyamakan kulit P&. Indra
Sejahtera Leather beserta !"L dan !PLnya di Desa "ert#sari "ecamatan Pakusari, $ember, $a%a Timur.
!
BAB 2. DESKRIPSI WILAYAH DAN PROYEK
2.1 Deskripsi Wilayah
Letak
*usun /
*esa / Kertosari
Kecamatan/ Pakusari
Kabupaten / $ember
Propinsi / $a%a &imur
Luas *esa / !01.120 Ha
2.2 Deskripsi Proyek
Perusahaan ini bernama PT. Indra Sejahtera Leather yang bergerak dibidang
industri Penyamakan Kulit. Kegiatan industri ini, rencananya akan direalisasikan
di *esa Kertosari Kecamatan Paku (ari, Kabupaten $ember, $a%a &imur. Hak
guna bangunan meliputi/ industri untuk kegiatan produksi, laboratorium untuk
penelitian dan controlling produksi, gudang penyimpanan produk yang dihasilkan,
dan kantor pusat produksi untuk urusan administrati+.
P&. Indra Sejahtera Leather merencanakan akan merekrut tenaga kerja
sebanyak !"" orang, terdiri dari tenaga ahli dan pekerja kasar yang masing3
masing menempati tempat tertentu , yaitu pekerja industri 14" orang, laboratorium
10 orang, tempat penyimpanan !" orang, dan kantor !0 orang. 'aktu kerja
dimulai hari senin sampai sabtu pukul "5."" 'IB sampai 10."" 'IB.
Bahan baku yang akan digunakan dalam proses produksi kulit jadi adalah
segala jenis kulit binatang seperti sapi, kambing , domba, babi dan lain
sebagainya. Bahan baku ini didatangkan dari daerah daerah sekitar jember, seperti
banyu%angi, bondo%oso, situbondo, lumajang, probolinggo dan bali. Industri ini,
memiliki kapasitas produksi kulit jadi sebanyak 1"" lembar kulit per hari.
4
BAB . REN!ANA USAHA DAN KE"IA#AN
$.1 Ke%&'aa' (a' Kepel&a' re')a'a Usaha (a'* a+a& Ke%ia+a'
1. lokasi rencana pembangunan industri
Luas Lokasi / 6 !,0 Ha
Batas ekologis
7tara / &empat Pembuangan )khir (ampah
(elatan / (a%ah
&imur / (a%ah
Barat / $alan ,aya
!. &ahap Pelaksanaan 7saha dan8 atau Kegiatan
Industri penyamatan kulit adalah industri yang mengolah kulit mentah
hides atau skins# menjadi kulit jadi atau kulit tersamak leather# dengan
menggunakan bahan penyamak. Pada proses penyamakan, semua bagian kulit
mentah yang bukan colagen saja yang dapat mengadakan reaksi dengan 9at
penyamak. Kulit jadi sangat berbeda dengan kulit mentah dalam si+at
organoleptis, +isis, maupun kimia%i.
*alam Industri penyamatan kulit, ada tiga pokok tahapan penyamakan
kulit,yaitu/
1. Proses Pengerjaan basah. beam house#.
!. Proses Penyamakan tanning#.
4. Penyelesaian akhir :inishing#.
-asing3 masing tahapan ini terdiri dari beberapa macam proses, setiap
proses memerlukan tambahan bahan kimia dan pada umumnya memerlukan
banyak air, tergantung jenis kulit mentah yang dignakan serta jenis kulit jadi yang
dikehendaki.
(ecara prinsip, ditinjau dari bahan penyamak yang digunakan, maka ada
beberapa macam penyamakan yaitu/
a. Penyamakan .abati.
1
Penyamakan dengan bahan penyamakan nabati yang berasal dari
tumbuhan yang mengandung bahan penyamak misalnya kulit akasia,
saga%e , tengguli, mahoni, dan kayu ;uebracho, eiken, gambir, the,
buah pinang, manggis, dll. Kulit jadi yang dihasilkan misalnya kulit tas
koper, kulit sol, kulit pelana kuda, kulit ban mesin, kulit sabuk dll.
b. Penyamakan mineral.
Penyamak dengan bahan penyamak mineral , misalnya bahan
penyamak krom. Kulit yang dihasilkan misalnya kulit boks, kulit jaket,
kulit glase, kulit suede, dll. *isamping itu ada pula bahan penyamak
aluminium yang biasanya untuk menghasilkan kulit ber%arna putih
misalnya kulit shuttle cock#.
c. Penyamakan minyak.
Penyamak dengan bahan penyamak yang berasal dari minyak ikan hiu
atau ikan lain, biasanya disebut minyak kasar. Kulit yang dihasilkan
misalnya/ kulit berbulu tersamak, kulit chamois kulit untuk lap kaca#
dll.
*alam prakteknya untuk mendapatkan si+at +isis tertentu yang lebih
baik, misalnya tahan gosok, tahan terhadap keringat dan basah, tahan
bengkuk, dll, biasanya dilakukan dengan cara kombinasi.
)da kalanya suatu industri penyamkan kulit hanya melaksanakan
proses basah saja, proses penyamakan saja, proses penyelesaian akhir atau
melakukan ! tahapan atau ketiga3 tiganya sekaligus.
(ecara garis besar bagab tahapan proses industri penyamakan kulit
sbb/
1. #AHAPAN PROSES PEN"ER,AAN BASAH. - BEA. HOUSE/.
7rutan proses pada tahap proses basah beserta bahan kimia yang
ditambahkan dan limbah yang dikeluarkan dapat dilihat pada bagan !
berikut ini.
a. Pere'(a0a' - Soaki'%/.
-aksud perendaman ini adalah untuk mengembalikan si+at3
si+at kulit mentah menjadi seperti semula, lemas, lunak dan
0
sebagainya. Kulit mentah kering setelah ditimbang, kemudian
direndam dalam 5""3 1""" < air yang mengandung 1 gram8 liter obat
pembasah dan antiseptic, misalnya tepol, molescal, cysmolan dan
sebagainya selama 13 ! hari. Kulit dikerok pada bagian dalam
kemudian diputar dengan drum tanpa air selama 18 0 jam, agar serat
kulit menjadi longgar sehingga mudah dimasuki air dan kulit lekas
menjadi basah kembali. Pekerjaan perendaman diangap cukup apabila
kulit menjadi lemas, lunak, tidak memberikan perla%anan dalam
pegangan atau bila berat kulit telah menjadi !!"3 !0"< dari berat kulit
mentah kering, yang berarti kadar airnya mendekati kulit segar 2"320
<#. Pada proses perendaman ini, penyebab pencemarannya ialah sisa
desin+ektan dan kotoran3 kotoran yang berasal dari kulit.
1. Pe'%ap&ra' - Li0i'%/.
-aksud proses pengapuran ialah untuk.
1# -enghilangkan epidermis dan bulu.
!# -enghilangkan kelenjar keringat dan kelenjar lemak.
4# -enghilangkan semua 9at39at yang bukan collagen yang akti+
menghadapi 9at39at penyamak.
=ara mengerjakan pengapuran, kulit direndam dalam
larutan yang terdiri dari 4""31"" < air semua dihitung dari berat
kulit setelah direndam#, 231" < Kapur &ohor =a >H#!, 432 <
.atrium (ulphida .a!(#. Perendaman ini memakan %aktu !34
hari.
*alam proses pengapuran ini mengakibatkan pencemaran
yaitu sisa3 sisa =a >H#!, .a!(, 9at39at kulit yang larut, dan bulu
yang terepas.
). Pe01elaha' - Spli++i'%/.
7ntuk pembuatan kulit atasan dari kulit mentah yang tebal
kerbau3sapi# kulit harus ditipiskan menurut tebal yang dikehendaki
dengan jalan membelah kulit tersebut menjadi beberapa lembaran dan
dikerjakan dengan mesin belah (plinting -achine#. Belahan kulit
2
yang teratas disebut bagian rajah ner+#, digunakan untuk kulit atasan
yang terbaik. Belahan kulit diba%ahnya disebut split, yang dapat pula
digunakan sebagai kulit atasan, dengan diberi ner+ palsu secara dicetak
dengan mesin press ?mboshing machine#, pada tahap penyelesaian
akhir. (elain itu kulit split juga dapat digunakan untuk kulit sol dalam,
krupuk kulit, lem kayu dll. 7ntuk pembuatan kulit sol, tidak dikerjakan
proses pembelahan karena diperlukan seluruh tebal kulit.
(. Pe01&a'%a' Kap&r - Deli0i'%/.
>leh karena semua proses penyamakan dapat dikatakan
berlangsung dalam lingkungan asam maka kapur didalam kulit
harus dibersihkan sama sekali. Kapur yang masih ketinggalan akan
mengganggu proses3 proses penyamakan. -isalnya /
1# 7ntuk kulit yang disamak nabati, kapur akan bereaksi dengan 9at
penyamak menjadi Kalsium &annat yang ber%arna gelap dan keras
mengakibatkan kulit mudah pecah.
!# 7ntuk kulit yang akan disamak krom, bahkan kemungkinan akan
menimbulkan pengendapan Krom Hidroksida yang sangat
merugikan.
Pembuangan kapur akan mempergunakan asam atau garam asm,
misalnya H!(>1, H=>>H, .H1#!(>1, *ekaltal dll.
e. Pe'%ikisa' Pro+ei' - Ba+i'%/.
Proses ini menggunakan en9im protese untuk melanjutkan
pembuangan semua 9at3 9at bukan collagen yang belum terhilangkan
dalam proses pengapuran antara lain/
1# (isa3 sisa akar bulu dan pigment.
!# (isa3 sisa lemak yang tak tersabunkan.
4# (edikit atau banyak 9at3 9at kulit yang tidak diperlukan artinya
untuk kulit atasan yang lebih lemas membutuhkan %aktu proses
bating yang lebih lama.
1# (isa kapur yang masih ketingglan.
2. Pe'%asa0a' -Pi)kli'%/.
@
Proses ini dikerjakan untuk kulit samak dan krom atau kulit
samak sintetis dan tidak dikerjakan untuk kulit samak nabati atau kulit
samak minyak. -aksud proses pengasaman untuk mengasamkan kulit
pada pH 43 4,0 tetapi kulit kulit dalam keadaan tidak bengkak, agar
kulit dapat menyesuaikan dengan pH bahan penyamak yang akan
dipakai nanti.
(elain itu pengasaman juga berguna untuk/
1# -enghilangkan sisa kapur yang masih tertinggal.
!# -enghilangkan noda3 noda besi yang diakibatkan oleh .a!g(,
dalam pengapuran agar kulit menjadi putih bersih.
2. #AHAPAN PROSES PENYA.AKAN - #ANNIN"/.
Proses penyamakan dimulai dari kulit pikel untuk kulit yang akan
disamak krom dan sintan, sedangkan untuk kulit yang akan disamak nabati
dan disamak minyak tidak melalui proses pickling pengasaman#.
)dapun, tahapan proses penyamakan &anning# sebagai berikut /
a. Pe'ya0aka'.
Pada tahap penyamakan ini ada beberapa cara yang bisa
dilakukan, yakni/
1/ !ara Pe'ya0aka' (e'%a' Baha' Pe'ya0aka' Na1a+i.
a). Cara Counter Current
Kulit direndam dalam bak penyamakan yang berisis
larutan ekstrak nabati A ",0
"
. Be selama ! hari, kemudian
kepekatan cairan penyamakan dinaikkan secara bertahap
sampai kulit menjadi masak yaitu 43 1
"
Be untuk kulit yang
tipis seperti kulit lapis, kulit tas, kuli pakaian kuda, dll sedang
untuk kulit3 kulit yang tebal seperti kulit sol, ban mesin dll a
pada kepekatan 235
"
be. 7ntuk kulit sol yang keras dan baik
biasanya setelah kulit tersanak masak dengan larutan ekstrak,
penyamakan masih dilanjutkan lagi dengan cara kulit ditanam
dalam babakan dan diberi larutan ekstrak pekat selama !30
minggu.
5
b). Sistem samak cepat.
*idahului dengan penyamakan a%al menggunakan !""< air,
4< ekstrak mimosa (intan# putar dalam drum selam 1 jam.
Putar terus tambahkan 9at peyamak hingga masak diamkan 1
malam dalam drum.
2/. !ara Pe'ya0aka' (e'%a' Baha' Pe'ya0aka' .i'eral.
a). Menggunakan bahan penyamak krom
Bat penyamak krom yang biasa digunakan adalah
bentuk kromium sulphat basa. Basisitas dari garam krom dalam
larutan menunjukkan berapa banyak total velensi kroom diikat
oleh hidriksil sangat penting dalam penyamakan kulit. Pada
basisitas total antara "344,44<, molekul krom terdispersi dalam
ukuran partikel yang kecil partikel optimun untuk
penyamakan#. Bat penyamak komersial yang paling banyak
digunakan memunyai basisitas 44,44<. $ika 9at penyamak
krom ini ingin di+iksasikan didalam substansi kulit, maka
basisitas dari cairan krom harus dinaikkan sehingga
mengakibatkan bertambah besarnya ukuran partikel 9at
penyamak krom. *alam penyamakan diperlukan !,03 4,"<
=r!>4 hanya !0 <, maka dalam pemakainnya diperlukan
1""8!0 C !,0 < =romosol BD 1"< =romosol B. >bat ini
dilautkan dengan !34 kali cair, dan direndam selama 1 malam.
Kulit yang telah diasamkan diputar dalam drum dengan 5"3
1""<air, 431 < garam dapur .a=l#, selma 1"310 menit
kemudian bahan penyamak krom dimasukkan sbb/
3 184 bagian dengan basisitas 44,4 < putar selama 1 jam.
3 184 bagian dengan basisitas 1"310 < putar selama 1 jam.
3184 bagian dengan basisitas 0" < putar selama 4 jam
b). Cara penyamakan dengan bahan penyamak aluminium
(tawas putih).
Kulit yang telah diasamkan diputar dengan/
E
3 1"3 0" < air.
3 1"< ta%as putih.
3 13 !< garam, putar selama !34 jam lu ditumpuk selam 1
malam.
3 ?sok harinya kulit diputar lagi selama F G 1 jam, lalu
gigantung dan dikeringkan pada udara yang
lembabselama !34 hari. Kulit diregang dengan tangan
atau mesin sampai cukup lemas.
/. !ara Pe'ya0aka' (e'%a' Baha' Pe'ya0aka' .i'yak.
Kulit yang akan dimasak minyak biasanya telah disamak
pendahuluan dengan +ormalin. Kulit dicuci untuk menghilangkan
kelebihan +ormalin kemudian dierah unuk mengurangi airnya,
diputar dengan !"34" < minyak ikan, selama !34 jam, tumpuk 1
malam selanjutnya digantung dan diangin3 anginkan selam @31"
hari.
&anda3tanda kulit yang masak kulit bila ditarikmudah
mulur dan bkas tarikan kelihatan putih. Kulit yang telah masak
dicuci dengan larutan .a!=>4 1<.
1. PEN"E#A.AN -Sha3i'%/.
Kulit yang telah masak ditumpuk selama 13! hari kemudian
diperah dengan mesin atau tangan untuk menghilangkan sebagian
besar airnya, lalu diketam dengan mesin ketam pada bagian daging
guna mengatur tebal kulit agar rata. Kulit ditimbang guna
menentukan jumlah khemikalia yang akan diperlukan untuk
proses3 proses selanjutnya, selanutnya dicuci dengan air mengalir
F jam.
). PE.U!A#AN - Blea)hi'%/.
Hanya dikerjakan untuk kulit samak nabati dan biasanya
digunakan asam3 asam organik dengan tujuan/
1# -enghilangkan lek3 +lek bsi dari mesin ketam.
!# -enurunkan pH kulit yang berarti memudahkan %arna klit.
1"
=ara mengerjakan proses pemucatan, kulit diputar dengan
10"3!""0 air hangat 423 1"
"
= #. ",031," < asam oksalat selama
F3 1 jam.
(. PENE#RALAN - Ne&+rali4i'%/.
Hanya dikerjakan untuk kulit samak krom. Kulit samak
krom dilingkungannya sangat asam pH 431# maka kulit perlu
dinetralkan kembali agar tidak mengganggu dalam proses
selanjutnya. Penetralan biasanya mempergunakan garam alkali
misalnya .aH=>4, .eutrigan dll.
=ara melakukan penetralan, kulit diputar dengan !""< air
hangat 1"32"
"
=. 13! < .aH=>4 atau .eutrigan. Putar selama F3 1
jam.Penetralan dianggap cukup bila F3 H penampang kulit bagian
tengah ber%arna kunung terhadap Bromo =resol Ireen B=I#
indikator, sedangkan kulit bagian tepi ber%arna biru. Kulit
kemudian dicuci kembali.
e. PEN"E!E#AN DASAR - Dyei'%/.
&ujuan pengecetan dasar ialah untuk memnberikan %arna
dasar pada kulit agar pemakaian cat tutup nantinya tidak terlalu
tebal sehingga cat tidak mudah pecah.
=at dasar yang dipakai untuk kulit ada 4 macam/
1#. =at direct, untuk kulit samak krom.
!#. =at asam, untuk kulit samak krom dan nabati.
4#. =at basa, untuk kulit samak nabati.
2. PE.INYAKAN -5a+ li%&ori'%/.
&ujuan proses peminyakan pada kulit antara lain sebagai berikut/
1#. 7ntuk pelumas serat3 serat kulit ag kulit menjadi tahan tarik dan
tahan
getar.
!#. -enjaga serat kulit agar tidak lengket satu dengan yang
lainnya.
4#. -embuat kulit tahan air.
11
=ara mengerjakan peminyakan, kulit setelah dicat dasar,
diputar selama F G 1jam dengan 10" <3 !""< air 1"3 2"
"
=, 13
10< emulsi minyak. *itambahkan ",!3 ",0 < asam +ormiat untuk
memecahkan emulsi minyak. -inyak akan tertinggal dalam kulit
dan airnya dibuang. Kulit ditumpuk pada kuda3 kuda selama 1
malam.
%. PELU.ASAN - Oili'%/.
Pelumasan hanya dikerjakan untuk kulit sol samak nabati.
&ujuan pelumasan ialah untuk menjaga agar bahan penyamak tidak
keluar kepermukaan kulit sebelum kulit menjadi kering, yang
berakibat kulit menjadi gelap %arnanya dan mudah pecah ner+nya
bila ditekuk..
=ara pelumasan, kulit sol sebagian airnya diperah
kemudian kulit diulas dengan campuran/
1#. 1 bagian minyak para+ine.
!#. 1 bagian minyak sul+onir.
4#. 4 bagian air.
Kulit diulas tipis tetapi rata kedua permukaannya,
kemudian dikeringkan.
h. PEN"ERIN"AN.
Kulit yang diperah airnya dengan mesin atau tangan
kemudian dikeringkan. Proses ini bertujuan untuk menghentikan
semua reaksi kimia didalam kulit. Kadar air pada kulit menjadi 43
11<.
i. KELE.BABAN.
Kulit setelah dikeringkan dibiarkan 134 hari pada udara
biasa agar kulit menyesuaikan dengan kelembaban udara
sekitarnya. Kulit kemudian dilembabkan dengan ditanam dalam
serbuk kayu yang mengandung air 0"3 00 < selama 1 malam,
Kulit akan mengambil air dan menjadi basah dengan merata.
Kulit kemudian dikeluarkan dan dibersihkan serbuknya.
1!
6. PERE"AN"AN DAN PE.EN#AN"AN.
Kulit diregang dengan tangan atau mesin regang. &ujuan
peregangan ini ialah untuk menarik kulit sampai mendekati batas
kemulurannya, agar jika dibuat barang kerajinan tidak terlalu
mulur, tidak merubah bentuk ukuran. (etelah diregang sampai
lemas kulit kemudian dipentang dan setelah kering kulit dilepas
dari pentangnya, digunting dibagian tepinya sampai lubang3
lubang dan keriput3 keriputnya hilang.
. #AHAPAN PENYELESAIAN AKHIR - 5INISHIN"/.
Penyelesaian akhir bertujuan untuk memperindah penampilan
kulit jadinya, memperkuat %arna dasar kulit, mengkilapkan,
menghaluskan penampakan rajah kulit serta menutup cacat3cacat
atau %arna cat dasar yang tidak rata.

4. *istribusi
Hasil produksi yang diperoleh akan diditribusikan di beberapa daerah
pemroduksi barang G barang kerajinan seperti sepatu kulit, kursi, baju dan
lain sebagainya, seperti bali, bandung, (urabaya, $akarta, lumajang
probolinggo, banyu%angi dan kota kota lainnya. *an untuk pengembangan
jangka panjang, perlu dilakukan distribusi secara ekspor.
14
BAB $. .E#ODE IDEN#I5IKASI
)da beberapa metode identi+ikasi yang dilakukan antara lain/
1. Pengamatan secara langsung terhadap lokasi dan rencana pembangunan
Industri Penyamakan Kulit P&. Indra Sejahtera Leather .
!. Pengumpulan data secara langsung terhadap kondisi bentang alam, kondisi
biologi dan sosial ekonomi sekitar pembangunan Industri Penyamakan
Kulit P&. Indra Sejahtera Leather.
4. 'a%ancara singkat dengan masyarakat sekitar pembangunan Industri
Penyamakan Kulit P&. Indra Sejahtera Leather.
1. Penelaahan pustaka terkait dengan pembangunan serta dampak penting
yang akan ditimbulkan oleh pembangunan Industri Penyamakan Kulit P&.
Indra Sejahtera Leather.
0. &abel 4. -atrik Leopold ,encana Pembangunan Industri Penyamakan P&.
Indra Sejahtera Leather.
&ahap Kegiatan
11
KO.PONEN KE"IA#AN
KO.PONEN
LIN"KUN"AN
Pra
Kontruks
i
Kontruksi >perasi *istribusi
P
e
r
i
j
i
n
a
n

d
a
n

P
e
n
e
n
t
u
a
n

L
a
h
a
n
&
e
n
a
g
a

K
e
r
j
a
-
a
t
e
r
i
a
l

d
a
n

P
e
r
a
l
a
t
a
n
P
e
r
a
t
a
a
n

d
a
n

P
e
m
a
t
a
n
g
a
n

L
a
h
a
n
P
e
m
b
a
n
g
u
n
a
n

I
n
d
u
s
t
r
i
-
e
n
d
a
t
a
n
g
k
a
n

P
e
r
a
l
a
t
a
n
&
e
n
a
g
a

K
e
r
j
a
P
e
n
g
a
d
a
a
n

B
a
h
a
n

B
a
k
u
>
p
e
r
a
s
i
o
n
a
l

I
n
d
u
s
t
r
i
P
e
m
a
k
a
i
a
n

B
a
h
a
n

B
a
k
a
r
P
e
n
a
m
b
a
n
g
a
n
&
r
a
n
s
p
o
r
t
a
s
i

P
r
o
d
u
k
1 1 2 $ 7 1 2 $ 7 1
I. K>-P>.?.
:I(IK3KI-I)
). Iklim
1. (uhu
! ! 4 ! ! 4 4 1
!. 7dara
4 4 4 4 4 1 1 ! !
4. Intensitas
=ahaya
! 4
1. )rah dan
Kecepatan
)ngin
0. Kelembaban
! 4 4 ! ! 4 !
B. Kualitas 7dara dan
Kebisingan
1. Kualiatas 7dara
4 4 4 4 4 1 1 4
!. Kebisingan
4 4 4 4 4 4 4
=. Hidrologi
1. Kualitas )ir
1 1
!. *aerah ,esapan
*. ,uang Lahan dan
&anah
1. &ata ,uang
! ! 1
10
!. &ata Iuna Lahan
! ! ! 1
?.&ransporasi
1. Kemacetan
Lalulintas
! 4 4 4
!. Kerusakan $alan
! 4 4 4
II. K>-P>.?.
BI>L>II
1. :lora
4 4 4 4 4
!. :auna
4 4 4 4 4
III. K>-P>.?.
(>(I)L dan
?K>.>-I
). (osial ?konomi
1. Pendapatan
-asyarakat
*aerah#
4 ! ! 1 1 1 1
!. Kesempatan
kerja
! ! 1 1 1 1
4. $umlah
-asyarakat
1
IJ. K?(?H)&).
-)(K),)K)&
1. &ingakat
Kesehatan
-asyarakat
! 4 4 4 4 4 4 4
). (anitasi
Lingkungan
! 4 4 4 4 4
Keterangan/
/ *ampak dapat dikelola
a. Pentingnya dampak
1. Kurang penting
!. =ukup penting
12
4. Penting
1. Lebih Penting
0. (angat Penting
b. Besarnya dampak
1. *ampak sangat kecil
!. *ampak kecil
4. *ampak sedang
1. *ampak besar
0. *ampak sangat besar
BAB 7. RONA LIN"KUN"AN HIDUP
). )spek :isika Kimia
1. Iklim
Iklim / &ropis
&emperatur rata3rata / !"340
"
=
=urah hujan rata3rata / !"""34""" ml8tahun
1@
Berdasarkan pengamatan langsung di lapangan diketahui bah%a kondisi
udara di daerah ini masih aman dari pencemaran. Karena letaknya yang lumayan
jauh dari pusat kota. .amun akses menuju jalan utama tidak sulit karena dekat
dengan jalan raya. Ketersediaan air bersih juga tercukupi sehingga lokasi ini
sangat cocok untuk usaha kegiatan kami.
!. :isiogra+i
Letak Ketinggian / 1@1 meter dpl
$enis tanah / liat berpasir
Keunikan dan keistime%aan lahan secara geologis yaitu dengan
melimpahnya sumber daya alam berupa lahan pertanian yang diman+aatkan oleh
penduduk sekitar sebagai salah satu sumber utama mata pencaharian. (elain itu,
disekitar industri juga diman+aatkan sebagai lahan peternakan dan juga sebagai
tempat pembuangan akhir.
4. Hidrologis
&erdapat satu aliran sungai yang diman+aatkan penduduk sekitar sebagai
sumber pengairan lahan pertanian %arga sekitar. .amun kondisi air juga cukup
melimpah dengan banyaknya sumur3sumur penduduk yang dangkal.
0. ,uang, lahan dan tanah
Peman+aatan lahan yang ada disekitar lokasi rencana pembangunan,
mayoritas digunkan oleh %arga sekitar dalam bidang pertanian. (elain itu ada
pula, lahan yang digunakan sebagai tempat peternakan ayam dan &empat
Pembuangan (ampah )khir &P)# oleh *inas Kebersihan Kabupaten $ember.
B. )spek Biologi
1. :lora
:lora yang paling banyak ditemukan pada daerah yang akan dibangun
ka%asan industri adalah rumput, semak, tanaman herbaceous, pohon kelapa dan
beerbagai tanaman pala%ija produksi lahan pertanian %arga sekitar. :lora yang
15
terdapat pada daerah tersebut memiliki si+at yang mudah tumbuh pada daerah
dengan rentangan yang luas. Karena tanaman3tanaman ini bisa hidup pada daerah
subur hingga daerah yang tandus. Pada daerah ini tidak terdapat ekosistem yang
dilindungi oleh undang3 undang.
!. :auna
*aerah ini memiliki tingkat pencemaran yang rendah sehingga masih
banyak +auna yang ditemukan seperti semut, ular, nyamuk, ulat, cacing, belalang,
katak, burung, dan serangga3serangga lain.
=. )spek (osial
1. ?konomi
-asyarakat *esa Kertosari ini sebagian besar bermatapencaharian sebagai
petani. Karena ditunjang dengan lahan pertanian yang sangat luas, dan para
penduduknya yang sebagian besar berpro+esi sebagai petani. Kebanyakan lahan
persa%ahan milik perorangan sehingga ada yang digunakan sendiri juga ada yang
dise%akan. .amun beberapa dari penduduk juga bermata pencaharian sebagai
peternakan ayam pedaging.
!. Budaya
-asyarakat daerah industri ini, memiliki budaya turun temurun yaitu si+at
gotong royong antar sesama. -asyarakat di *esa Kertosari ini mayoritas
berbahasa -adura dan beberapa diantaranya berbahasa ja%a yang merupakan
penduduk pendatang.
4. Kesehatan
Pada daerah ini, terdapat beberapa tempat kesehatan seperti tempat praktek
dokter dan bidan. (elain itu terdapat puskesmas dan posyandu yang berada tidak
terlalu jauh dari pusat industri penyamakan kulit. (elain itu, terdapat juga rumah
sakit daerah maupun s%asta yang berada dekat kota jember. -asih ada sebagian
1E
masyarakat yang menggunakan sungai sebagai sarana -=K, perlu dilakukan
sosialisasi kesehatan terutama sanitasi dan kebersihan lingkungan.
BAB 8. PRAKIRAAN DA.PAK BESAR DAN PEN#IN"
1. #ahap Prako's+r&ksi
&ahap prakontruksi pembangunan industri penyamakan kulit P&. Indra
(ejahtera Leathe rmeliputi perijinan pendirian bangunan dan pembebasan lahan.
Lahan yang direncanakan sebagai lokasi industri merupakan lahan milik
masyarakat setempat. (ehingga perlu adanya upaya pembebasan lahan dan
pemberian ganti rugi kepada pemilik lahan. .amun, upaya pembebasan lahan
!"
kemungkinan akan mengalami kendala dikarenakan lahan yang akan digunakan
merupakan lahan pertanian masyarakat di sekitar lokasi pembangunan industri.
2. #ahap Ko's+r&ksi
!.1 -obilisasi &enaga Kerja
!.1.1 Komponen (osial ?konomi
Kesempatan kerja
Kegiatan mobilisasi tenaga kerja pembangunan industri penyamakan kulit
akan memberikan dampak positi+ pada komponen lingkungan sosial ekonomi
berupa kesempatan kerja. 7ntuk memulai pembangunan, industri membutuhkan
tenaga kerja yang dapat direkrut dari masyarakat lokal maupun luar daerah. Hal
ini menimbulkan dampak positi+ primer berupa penurunan pengangguran pada
masyarakat sekitar. *an secara otomatis akan menimbulkan dampak sekunder
berupa meningkatnya pendapatan masyarakat. &ingkat besar dampak kesempatan
kerja ini adalah !, artinya kegiatan mobilisasi tenaga kerja ini perlu dikelola.
&erutama mobilisasi tenaga kerja yang didatangkan dari luar daerah harus dikelola
agar tidak terjadi peningkatan kepadatan penduduk yang tidak terkendali
!.! -obilisasi -aterial dan Peralatan
!.!.1 Komponen :isik3Kimia
a. Kualitas Udara
Kegiatan mobilisasi material dan peralatan dalam pembangunan industri
penyamakan kulit memberikan dampak negati+ pada komponen lingkungan
+isik3kimia berupa penurunan kualitas udara. ,ona lingkungan a%al daerah ini
memiliki tingkat polusi udara masih rendah atau belum tercemar. (etelah
adanya kegiatan distribusi bahan material untuk konstruksi yang umumnya
tersusun atas partikel partikel kecil seperti pasir, kapur, kekrikil dan lain3lain
yang memungkinkan partikel ini mudah terba%a angin dan bercampur dengan
udara sehingga menyebabkan polusi udara. (elain itu, emisi yang dikeluarkan
oleh kendaraan pengangkut yang berukuran besar akan mencemari udara
sehingga kualitas udara menurun. -enurunnya kualitas udara merupakan
!1
dampak primer pada mobilisasi peralatan dan material. .amun, jika hal ini
tidak mendapatkan penanganan dampak sekunder yang berpotensi muncul
adalah menurunnya tingkat kesehatan masyarakat, terutama dalam hal
perna+asan dan besar kemungkinan msyarakat di sekitar lokasi industri terkena
in+eksi saluran penapasan I(P)#. &ingkat besar dampak ini 4 adalah sehingga
kegiatan mobilisasi material dan peralatan ini perlu dikelola. Industri
penyamakan kulit P&. Indra (ejahtera Leathermemiliki usaha pengelolaan
untuk dampak ini yaitu semua truk pengangkut material harus dilengkapi
dengan bag cover, menyiram jalan yang berpotensi menimbulkan debu pada
saat kegiatan dengan air, serta mengoperasikan kendaraan yang hanya layak
jalan.
b. Kebisingan
(elain penurunan kualitas udara, kegiatan mobilisasi material dan
peralatan pembangunan industri penyamakan kulit dapat memberikan dampak
negati+ berupa kebisingan. Kebisingan merupakan dampak primer dan akan
meningkat menjadi dampak sekunder berupa penurunan kualitas pendengaran
masyarakat sekitar lokasi industri. &ingkat besar dampak ini adalah 4 sehingga
kegiatan mobilisasi material dan peralatan ini perlu dikelola. Industri
penyamakan kulit P&. Indra (ejahtera Leathermemiliki usaha pengelolaan
untuk dampak ini yaitu hanya mengoperasikan kendaraan yang layak jalan
sehingga diharapkan mengurangi tingkat kebisingan.
c. Tranportasi (Kemacetan Lalu Lintas dan Kerusakan Jalan)
Kegiatan mobilisasi material dan peralatan menyebabkan kemacetan dan
kerusakan jalan. Hal ini dikarenakan jalan dilalui oleh kendaraan berat dengan
kapasitas angkut yang besar. &ingkat besar dampak ini adalah !. Industri
penyamakan kulit P&. Indra (ejahtera Leathermemiliki usaha pengelolaan untuk
dampak ini yaitu peningkatan disiplin sopir dalam mengemudi kendaraan dan
terhadap jumlah daya angkut kendaraan untuk mencegah kerusakan jalan, serta
!!
pemasangan rambu3rambu lalu lintas yang sesuai agar dapat mengatur lalu lintas
dan tidak terjadi kemacetan.
!.4 Perbaikan dan pembangunan jalan
Proses pembangunan jalan menggunakan alat berat. Hal ini dapat
menimbulkan kebisingan, polusi udara, adanya tumpahan minyak, tumpahan aspal
dan kerusakan jalan raya yang diakibatkan oleh beban yang berlebihan. (elain itu
dengan adanya pembukaan lahan untuk jalan akan mengakibatkan kerusakan
ekosistem yang menjadi tempat hidup berbagai sat%a ular, katak, tikus# yang
kemudian akan menyebabkan sat%a3sat%a tersebut akan memasuki daerah
pemukiman dan dapat mengganggu masyarakat. .amun, dampak positi+
pembangunan dan perbaikan jalan ini adalah kondisi jalan menjadi baik, sehingga
transportasi pun menjadi lancar. -an+aat ini tidak hanya dirasakan oleh pihak
industri, namun juga dapat diman+aatkan oleh masyarakat sekitar.
!.1 Pembangunan Industri penyamakan kulit
!.1.1 Komponen :isik3Kimia
a. Kualitas Udara
Pemakaian material pada kegiatan pembangunan Industri penyamakan
kulit memberikan dampak negati+ berupa penurunan kualitas udara. &ingkat besar
dampak pembangunan industri semen adalah 4, meningkat dari sebelumnya. Hal
ini dikarenakan vegetasi yang berada di lokasi sudah ditebang sebagai areal
bangunan industri, yang memberikan dampak sekunder berupa berkurangnya
areal penyerapan udara yang mengandung polusi. )kan tetapi, upaya pengelolaan
sudah dipersiapkan untuk menanggulanginya yaitu (emua truk pengangkut
material harus dilengkapi dengan bag cover, upaya menyiramkan air pada jalan
yang berpotensi menimbulkan debu pada saat kegiatan, serta hanya
mengoperasikan kendaraan yang layak jalan.
b. Kebisingan
!4
Penggunaan peralatan untuk membangun industri penyamakan kulit
menimbulkan dampak primer negati+ berupa kebisingan. &ingkat besar
dampaknya adalah 4, meningkat dari sebelumnya sebagai akibat hilangnya
vegetasi sebagai peredam. (ehingga kegiatan pembangunan industri ini perlu
dikelola dan pihak industri telah mengantisipasinya melalui usaha melalui
penanaman pohon sebagai sound barrier, dan memakai peredam pada mesin3
mesin industri.
!.1.! Komponen Biologis
Pembukaan lahan untuk bangunan industri memberikan dampak negative
yang bersi+at primer dan sekunder. (ebagai dampak primer yaitu berupa
hilangnya vegetasi dan habitat +auna yang hidup di lokasi. (elain itu hilangnya
vegetasi akan menimbulkan dampak sekunder berupa berkurangnya areal
penyerapan air sehingga sumber air menurun. -enurnnya jumlah sumber air
berpengaruh pada supply air bersih bagi masyarakat dan dapat menurunkan
tingkat kesehatan masyarakat. Industri penyamakan kulit P&. Indra (ejahtera
Leather memiliki usaha untuk menanggulangi dampak ini yaitu melalui
penghijauan8 penanaman tanaman lokal di area industri untuk habitat +auna darat
dan buffer one, dan pemeliharaan tanaman hasil penghijauan.
. #ahap Operasi
Berdasarkan tabel mariks leopold dapat dijelaskan bah%a masing3masing
kegiatan yang memberikan dampak positi+ atau negati+ pada tahap operasi adalah
sebagai berikut/
4.1 -obilisasi &enaga Kerja
4.1.1 Komponen (osial ?konomi dan Budaya
a. Kesempatan Kerja dan !erusa"a
Kegiatan mobilisasi tenaga kerja memberikan dampak positi+ pada
komponen lingkungan sosial ekonomi berupa peluang kesempatan kerja dan
kesempatan untuk melakukan usaha. Pendirian suatu industri akan diikuti dengan
!1
perekrutan tenaga kerja, baik dari masyarakat lokal maupun dari luar daerah
tersebut. )kibatnya, jumlah penduduk di sekitar lokasi industri akan meningkat.
Pertambahan penduduk ini akan meningkatkan jumlah konsumsi dan keperluan
pemenuhan jasa. Hal ini akan merangsang pertumbuhan ekonomi di sekitar lokasi
industri. (elain itu, pada tabel rencana pengelolaan disebutkan bah%a pihak
industri akan memberikan sosialisasi kepada masyarakat sekitar tentang %irausaha
yang berkaitan dengan pemenuhan barang ataupun jasa yang dibutuhkan oleh
industri sehingga antara industri dan masyarakat tercipta hubungan kerjasama
yang menguntungkan.
&ingkat besar dampak mobilisasi tenaga kerja ini adalah 1. )rtinya,
kegiatan mobilisisasi tenaga kerja ini berdampak positi+ sekunder berupa
peningkatran pendapatan masyarakat dan juga meningkatkankan kesejahteraan
masyarakat, terutama sekitar lokasi industri. Kegiatan mobilisasi tenaga kerja ini
perlu dikelola untuk memaksimalkan dampak positi+nya. Industri penyamakan
kulit P&. Indra (ejahtera Leathermemiliki usaha pengelolaan dampak ini yaitu
mengutamakan penerimaan tenaga kerja pada %arga sekitar sesuai dengan
keahlian dan keterampilannya serta kebutuhan proyek.
4.! Pengadaan Bahan Baku dan Bahan &ambahan
#.$.% Komponen &isik'Kimia
a. Kualitas Udara
Pengadaan bahan baku yang didatangkan diimpor# dari Kalimantan dan
bahan tambahan yang didatangkan dari daerah lain tentunya akan menyebabkan
sering datangnya kendaraan pengangkut bahan3bahan tersebut. Hal ini tentunya
akan memberikan dampak primer negati+ pada berupa penurunan kualitas udara.
&ingkat besar dampaknya adalah 4, meningkat dari sebelumnya karena bahan
baku dan bahan tambahan didatangkan dengan terus3menerus untuk proses
produksi. (ehingga kegiatan kegiatan ini perlu dikelola agar dampak sekunder dan
tersier berupa penurunan kesehatan pekerja dan masyarakat sekitar industri dapat
diminimalisasi. &etapi pihak P&. Indra (ejahtera Leathertelah mempersiapkan
upaya untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan yaitu dengan pemakaian alat
!0
pereduksi debu ( bag &ilter), pemakaian )P* yang sesuai -asker#, penyimpanan
bahan baku, bahan tambahan, bahan bakar dan material alternati+ dilakukan di
ruang tertutup, pengaturan kecepatan kendaraan sesuai dengan peraturan yang
berlaku, serta dengan penanaman pohon sebagai buffer one.
b. Kebisingan
Pengadaan bahan baku dan bahan tambahan juga memberikan dampak
primer negati+ berupa peningkatan kebisingan. &ingkat besar dampaknya juga
meningkat menjadi 4 sehingga perlu adanya pengelolaan. &etapi pihak P&. . Palm
>il -ulya telah mempersiapkan upaya untuk mengurangi dampak yang
ditimbulkan melalui usaha penanaman pohon sebagai sound barrier, dan
optimalisasi peredam pada mesin3mesin industri.
4.1 >perasional Industri penyamakan kulit
4.1.1 Komponen :isik3Kimia
a. Kualitas Udara
Kegiatan operasional industri memberikan dampak primer negati+ pada
komponen lingkungan +isik3kimia berupa penurunan kualitas udara. Hal ini
disebabkan debu merupakan polutan tertinggi yang dihasilkan selama proses
produksi berlangsung. *ampak primer ini sangat berpengaruh terutama pada
karya%an di dalam industri. *an jika hal ini berlangsung terus3menerus tanpa
pengelolaan, akan berdampak sekunder menjadi penyakit yang berhubungan
dengan saluran perna+asan, utamanya bagi karya%an. &ingkat besar dampak
operasional industri adalah 4, sehingga kegiatan operasional industri dan unit
dikelola. &etapi pihak P&. Indra (ejahtera Leathertelah mempersiapkan upaya
untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan melalui usaha Pemakaian alat
pereduksi debu ( bag &ilter), pemakaian )P* yang sesuai -asker#, Penanaman
pohon sebagai buffer one.
b. Kebisingan
Kegiatan operasional yaitu proses produksi minyak goreng, sebagian besar
tahapannya mengunakan mesin. *an dalam pengoperasiannya, mesin3mesin ini
!2
mengeluarkan bunyi yang bising. &ingkat besar dampak operasional industri 4,
artinya dampak ini harus dikelola agar dampak sekundernya berupa penurunan
kualitas pendengaran karya%an dan masyarakat sekitar dapat ditekan. &etapi
pihak P&. Indra (ejahtera Leathertelah mempersiapkan upaya untuk mengurangi
dampak yang ditimbulkan melalui usaha penanaman pohon sebagai sound
barrier, dan optimalisasi peredam pada mesin3mesin industri.
c. Kualitas dan Kuantitas (ir
Kegiatan operasional industri penyamakan kulit memerlukan air sebagai
salah satu bahan yang sangat diperlukan. *an suatu proses produksi pasti
menghasilkan limbah produksi, baik itu bersi+at padat, cair atau gas. Limbah3
limbah ini berdampak negari+ pada kualitas dan kuantitas air. *ampak primernya
adalah berupa pencemaran air, sedangkan dampak sekundernya adalah penurunan
kuantitas supply air bersih untuk masyarakat. Hal ini juga akan mengakibatkan
penurunan kesehatan masyarakat karena air merupakan komponen yang sangat
+atal dan vital bagi kehidupan. &ingkat besar dampak operasional industri
terhadap kualitas dan kuantitas air 1 yang artinya dampak ini harus dikelola.
&ingkat besar dampak ini 1 adalah sehingga kegiatan mobilisasi material dan
peralatan ini perlu dikelola. &etapi pihak P&. Indra (ejahtera Leather telah
mempersiapkan upaya untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan. 7ntuk
menjaga kualitas air tanah akan dikelola melalui usaha pembuatan saluran yang
terpisah antara saluran air hujan dan saluran air buangan industri. )ir buangan
industri akan masuk IP)L, atau dengan pembuatan kolam pengendapan air.
4.1.! Komponen Biologi
Penurunan kualitas udara, kebisingan, penurunan kualitas dan kuantitas air
dan dampak negati+ lainnya dari kegiatan operasional industri merupakan suatu
kondisi ekstrim yang dapat mengancam +lora dan +auna untuk hidup. &ingkat
besar dan penting untuk dampak operasional industri terhadap komponen biologi
adalah 4. Kegiatan ini perlu dikelola karena +ungsi +lora dan +auna sangat penting
untuk menyeimbangkan lingkungan. 7ntuk menjaga kelestarian ekosistem daerah
!@
industri penymkan kulit, akan dilakukan program pengelolaan hasil produksi
secara terpadu. Program ini ditujukan khusus dalam proses pengolahan limbah
produksi secara terpadu, untuk menjaga keseimbangan ekosistem didaerah
industri. (ehingga +lora dan +auna endemik pada daerah tersebut bisa terjaga
kelestariannya.
4.1.4 Komponen (osial ?konomi dan Budaya
a. Kesempatan kerja
Kegiatan operasional industri memberikan dampak positi+ pada komponen
lingkungan sosial ekonomi berupa kesempatan kerja dan berusaha. Industri
membutuhkan karya%an untuk melakukan proses produksi, distribusi dan
sebagainya. Hal ini merupakan lapangan pekerjaan baru dan dapat mengurangi
tingkat pengangguran, terutama untuk masyarakat sekitar. &ingkat besar dampak
operasional industri adalah 1, artinya operasional industri yang memberikan
dampak positi+ perlu dikelola lebih lanjut untuk lebih memaksimalkan dampak
positi+ yang lainnya. *alam hal ini kemungkinan akan terjadi perubahan
persentase mata pencaharian masyarakat sekitar, yang pada rona a%al
menunjukkan sebagian besar bekerja sebagai petani, buruh , dan pemulung barang
bekas, kini mereka dapat menjadi pekerja di industri penyamakan kulit.
#.).) Komponen Kese"atan *asyarakat
a. +anitasi Lingkungan
Kegiatan operasional industri memberikan dampak negati+ pada
komponen lingkungan kesehatan masyarakat berupa penurunan kualitas sanitasi
lingkungan. &ingkat besar dampak operasional terhadap sanitasi adalah 4, artinya
segala segala sesuatu pada tahap operasional terutama yang berkaitan dengan
limbah perlu dikelola bersamaan dengan pengelolaan kesehatan masyarakat.
b. Tingkat Kese"atan *asyarakat
Kegiatan operasional industri memberikan dampak negati+ pada
komponen lingkungan kesehatan masyarakat berupa penurunan tingkat kesehatan
masyarakat. Berbagai limbah yang dihasilkan teruatama debu berpengaruh pada
!5
penurunan kesehatan masyarakat. &ingkat besar dampak operasional industri
terhadap kesehatan masyarakat adalah 4, artinya dampak ini darus dikelola karena
mengakibatkan dampak sekunder yang sangat merugikan. *an hal ini pun sudah
diantisipasi oleh pihak industri. *alam rencana pengelolaan dampak, pihak P&.
Indra (ejahtera Leather akan bekerja sama dengan badan kesehatan yang ada
untuk memberikan sosialisasi kepada masyarkat sekitar tentang segala sesuatu
yang berkaitan dengan industri penyamakan kulit, baik itu dampak positi+ dan
negati+nya. *ari sosialisasi ini diharapkan masyarakat sadar dan mengetauhi apa
yang seharusnya mereka lakukan, terutama yang berkaitan dengan kesehatan.
&ingkat besar dampaknya adalah 4.
$. #ahap Dis+ri1&si
&ahap pasca produksi terdiri dari pengepakan dan distribusi.
Bahan kulit jadi dalam bentuk lembaran# hasil produksi kemudian
dilakukan packing dengan menggunakan kertas karton sesuai dengan (tandard
.asional Indonesia (.I#. Hasil packing ini, harus dihindarkan dari 9at39at
polutan yang bersi+at cair untuk menjaga kualitas dari kulit tersebut. Hal ini dapat
diminimalisir dengan cara penyimpanan barang pada ruangan khusus
penyimpanan gudang penyimpanan# sampai pada tahap penyalurannya terhadap
konsumen.
&ahap pendistribusian juga sangatlah penting untuk menjaga kualitas kulit
jadi yang akan disampaikan pada konsumen. Pendistribusian dilakukan dengan
cara menggunakan truk atau alat pengankut yang dilengkapo dengan boC untuk
menjaga agar barang ba%aan kulit jadi# tidak terkontaminasi dengan polutan
yang bersi+at cair.
BAB 9. E:ALUASI DA.PAK BESAR DAN PEN#IN"
Berdasarkan hasil prakiraan dampak besar dan penting, selanjutnya
dilakukan tahap evaluasi dampak besar dan penting dari rencana usaha industri
penyamakan kulit. )da beberapa ke%ajiban yang harus dipenuhi oleh pemrakarsa
!E
7saha8 kegiatan itu sendiri maupun dalam pegelolaan industri. 7ntuk ke%ajiban
pemrakarsa meliputi/
1. -enyelaraskan kebijaksanaan proyek dengan kebijaksanaan struktur,
sistem dan pembangunan jaringan in+rastruktur sesuai dengan rencana
&ata ,uang 'ilayah.
!. -emelihara dan meningkatkan +ungsi ekologis dan pelestarian +lora dan
+auna disekitar industri penyamakan kulit.
4. -emaksimalkan proses pengolahan limbah terpadu, agar tidak
berpengaruh buruk terhadap kondisi rona lingkungan sekitar.
1. Pengendalian pencemaran harus mengacu kepada Kep-enLH .o.
148!"1" dan KepKa*al .o. !"0 81EE2.
0. -elaksanakan kegiatan pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup
lainnya yang tercantum dalam dokumen ,KL dan ,PL yang telah
disetujui.
4"
BAB 8. KESI.PULAN
Pada proses pengamatan dan analisis rencana pembangunan yang telah
dilakukan terhadap industri penyamakan kulit P&. Indra (ejahtera Leather dapat
disimpulkan bah%asannya dari tahap perencanaan pembangunan sampai distribusi
barang jadi terdapat berbagai dampak negati+ yang merugikan lingkungan dan
masyarakat sekitar. )kan tetapi dengan adanya proses pengolahan limbah yang
tepat dengan berbagai program dari pemrakarsa untuk mengatasi permasalahan
yang ada, dampak G dampak negati+ dari industri penyamakan kulit akan
terminimalisir sesuai dengan standard ambang batas# pencemaran lingkungan.
(ehingga, industri penyamakan kulit P&. Indra (ejahtera Leather layak untuk
didirikan dan beroperasi di *esa Kertosari Kecamatan Pakusari Kabupaten
$ember.
41
INDIKA#OR .A#RIK LEUPOLD
). IKLI-
1. &etap tropis.
2. Berubah total.
B. K7)LI&)( 7*),)
1. Polusi rendah ditandai dengan kendaraan yang melintas ""3!"80mnt.
!. Polusi sedang ditandai dengan kendaraan yang melintas !"31"80mnt.
4. Polusi tinggi ditandai dengan kendaraan yang melintas lebih dari
1"80mnt.
=. &I.IK)& K?BI(I.I).
1. ,endah ditandai dengan kendaraan yang melintas ""3!"80mnt.
!. (edang ditandai dengan kendaraan yang melintas !"31"80mnt.
4. &inggi ditandai dengan kendaraan yang melintas lebih dari 1"80mnt.
*. K7)LI&)( )I,
1. Baik ditandai dengan jernih, tidak berbau, dan tidak berasa.
!. (edang ditandai dengan tidak memenuhi persyaratan pada salah satu
point *.1.
4. Buruk ditandai dengan tidak memenuhi persayratan pada point *.1.
?. &)&) I7.) L)H).
1. Baik peman+aatan lahan secara maksimal#.
!. (edang peman+aatan lahan kurang maksimal atau sekitar 0"<#.
4. Buruk peman+aatan lahan kurang dari 0"<#.
:. &)&) ,7).I
1. Baik, perumahan tertata rapi, lahan ber+ungsi maksimal.
!. (edang, perumahan tertata, lahan yang di+ungsikan kurang dari 4"<.
4. Buruk, perumahan tidak tertata rapi, lahan yang tidak di+ungsikan
lebih dari 4"<.

4!
I. K?-)=?&). L)L7LI.&)(
1. ,endah ditandai dengan kendaraan yang melintas ""3!"80mnt.
!. (edang ditandai dengan kendaraan yang melintas !"31"80mnt.
4. &inggi ditandai dengan kendaraan yang melintas lebih dari 1"80mnt.
H. K?,7()K). $)L).
1. Baik $alan beraspal mulus#.
!. (edang $alan beraspal berlubang#.
4. Buruk $alan tidak beraspal#.
I. :L>,)
1. Baik tidak ada pengurangan#.
!. (edang terjadi pengurangan kurang dari 4"<#.
4. Buruk terjadi pengurangan lebih dari 4"<#.
$. :)7.)
1. Baik tidak ada pengurangan#.
!. (edang terjadi pengurangan kurang dari 4"<#.
4. Buruk terjadi pengurangan lebih dari 4"<#.
K. P?.*)P)&). -)(K),)K)&8*)?,)H
1. Baik diatas 7-,#.
!. (edang setara dengan 7-,#.
4. Buruk diaba%ah 7-,#.
L. K?(?-P)&). K?,$)
1. Baik tersedianya lapangan perkerjaan, tidak ada pengangguran#.
!. (edang tersedianya lapangan perkerjaan, pengangguran kurang dari
4"<#.
4. Buruk pengangguran lebih dari 4"<#.
-. $7-L)H P?.*7*7K
1. Baik bertambahnya jumlah penduduk#.
!. (edang jumlah penduduk tetap#.
4. Buruk $umlah penduduk berkurang#.
44
.. K?(?H)&). -)(K),)K)&
1. Baik Presentase masyarakat yang sehat jasmani lebih dari @"< #.
!. (edang Presentase masyarakat yang sehat jasmani 0"<#.
4. Buruk Presentase masyarakat yang sehat jasmani kurang dari 1"<#.
>. ().I&)(I LI.IK7.I).
1. Baik &idak ada yang menggunakan sungai sebagai sarana -=K#.
!. (edang kurang 4"< masyarakat menngunakan sungai sebagai sarana
-=K#.
4. Buruk lebih dari 4"< menggunakan sungai sebagai sarana -=K#.
41
DA5#AR PUS#AKA
)nonim, 1EE2. &eknologi Pengendalian *ampak Lingkungan Industri
Penyamakan Kulit; Bapedal /$akarta.
)nonim, 1EEE. Kurus Pengelolaan Kualitas )ir. Proyek P=I, $akarta.
$hony 'ahyudi, 1EE2. *ampak Industri Penyamakan Kulit. $akarta.
)nonim. Industri Pengolahan )ir Limbah Industri Penyamakan Kulit.
http/%%%kimpras%il.go.id8balitbang. *iakses 5 )pril !"11.
)nonim. Limbah Industri Kulit Iarut =emari Lingkungan (ejak 1E!".
http/%%%.suarapembaharuan.com diakses 5 )pril !"11.
)nonim. Pengolahan dan Peman+aatan Industri Penyamakan Kulit. http/%%%.
Kompas.com cetak "4"!8"2., diakses 5 )pril !"11.
7din *jabu, dkk. 1EE". Pedoman Bidang (tudi Pembuangan &inja dan )ir
Limbah. Pusdiknakes, $akarta.
'ijayadi (%arnam. !""0. &eknologi Limbah ?disi (pesial. Pusat Pengembangan
&eknologi Limbah =air. $akarta.
40