Anda di halaman 1dari 17

PENDAHULUAN

Seiring dengan meningkatnya pembangunan nasional dan peningkatan


industrialisasi yang pesat saat ini, diperlukan sarana yang mendukung lancarnya
proses industrialisasi tersebut yaitu dengan meningkatkan sektor pertanian.
Meningkatkan sektor pertanian memerlukan berbagai sarana yang mendukung
agar dapat tercapai hasil yang memuaskan terutama dalam hal mencukupi
kebutuhann nasional dalam bidang pangan atau sandang dan meningkatkan
perekonomian nasional dengan mengekspor hasil ke luar negeri. Sarana yang
mendukung peningkatan di bidang pertanian antara lain alat-alat pertanian, pupuk,
bahan-bahan kimia yang termasuk di dalamnya adalah pestisida.
Penggunaan dari bahan-bahan kimia pertanian merupakan salah satu
penyebab utama dari pencemaran lingkungan. Organisasi Kesehatan Dunia
(WO! memperkirakan setiap tahun ter"adi sekitar #$ "uta kasus keracunan
pestisida atau sekitar %&.'() kasus setiap hari. Data dari *umah Sakit +ishtar,
Multan Pakistan, selama tahun ,((%-#--- terdapat $.& pasien yang keracunan, di
antaranya ).- pasien karena keracunan pestisida ($' orang meninggal!. Pada
umumnya korban keracunan pestisida merupakan petani atau peker"a pertanian,
&,/ di antaranya berusia ,'-)- tahun. Peristi0a terbaru yang ter"adi di 1ndonesia
adalah kematian misterius yang menimpa ( 0arga pada bulan 2uli #--. di Desa
Kanigoro, Kecamatan +gablak, Magelang. Menurut arian *epublika, #%
September #--., hasil pemeriksaan 3aboratorium Kesehatan dipastikan akibat
keracunan pestisida.
Pencemaran lingkungan terutama lingkungan pertanian disebabkan oleh
penggunaan bahan-bahan kimia pertanian. 4elah dapat dibuktikan secara nyata
bah0a bahan-bahan kimia pertanian dalam hal ini pestisida meningkatkan
produksi pertanian dan membuat pertanian lebih e5isien dan ekonomi. +amun,
pencemaran oleh pestisida dapat "uga membahayakan kehidupan manusia dan
he0an dimana residu pestisida terakumulasi pada produk pertanian dan pada
perairan.
Kenyataan yang ada di masyarakat selama ini. umumnya masyarakat tidak
menyadari ge"ala keracunan pestisida karena ge"ala yang ditimbulkan tidak
spesi5ik seperti pusing, mual, muntah, demam dan 1ain-lain namun secara kronis
dapat menimbulkan penyakit yang serius seperti kanker. Makalah ini bertu"uan
untuk memberikan in5ormasi pada masyarakat tentang bahaya pemakaian
berbagai "enis pestisida dan cara penanganan akibat keracunan pestisida.
BAB II
ISI
A. Sejarah Pestisida
Pestisida diperkenalkan untuk pertamakalinya oleh bangsa 6ina pada
tahun (-- M , dengan memakai senya0a arsenat, setelah dipakainya pestisida
ultra tradisional ini menun"ukkan bah0a bangsa 6ina sudah ma"u dibidang
pertanian, terbukti dengan kenyataan pengenalan pestisida yang pertama
sekali oleh manusia. 7elum ditemukannya penemuan-penemuan baru, bahan
arsenat ini bertahan cukup lama. Meskipun hama-hama "uga sudah
menun"ukkan segala kekebalan.
Secara tidak disenga"a, racun tembakau mulai diperkenalkan pada
masyarakat mulai tahun ,(%- di 8ropa. Metodenya masih sederhana
Pembuatan pun cukup sederhana, karena pada masa itu belum dikenal alat-
alat industri dan pengetahuan yang cukup. 4embakau direndam didalam air
selama satu hari satu malam, baru kemudian dipakai untuk menyemprot atau
disiramkan. 4ernyata racun nikotin ini cukup e5ekti5 pula sebagai obat
sekaligus racun pembasmi hama. 7erbeda didaratan 8ropa, di Malaysia dan
sekitarnya lebih mengenal bubuk pohon deris, yang mengandung bahan akti5
*otenon sebagai 9at pembunuh. Disamping itu "uga dipakai bahan akti5
Pirenthin 1 dan 11, dan :nerin 1 dan 11, yang diperoleh dari bunga Pyrentrum
:neraria ;orium.
Se"ak diketemukannya bahan-bahan akti5 dari tumbuh-tumbuhan
tersebut, perkembangan pestisida semakin melon"ak .7erbagai upaya
pemikiran mulai dilontarkan untuk mendapatkan "enis-"enis pestisida baru
yang lebih ampuh. 7arulah kemudian diketemukan pestisida sintetis dari
senya0a Dinitro dan 4hiosianat. +amun ternyata sangat dirasakan, bah0a
9at-9at pembasmi yang terdahulu belum begitu memuaskan. Maka tercipta
DD4 (Dicholro Diphenil 4richloroetana! pada tahun ,&.' oleh seorang 0arga
negara 2erman, <eidler. Pada akhirnya pembuatan DD4 merupakan babak
baru dalam perkembangan industri pestisida. Semen"ak itu makin banyak
pestisida sintetis buatan manusia, baik yang betul-betul berbeda dengan DD4,
maupun deri=at-deri=atnya (Pohan, #--'!
B. Pengertian Pestisida
Pestisida berasal dari kata pest, yang berarti hama dan cida, yang
berarti pembunuh. Pestisida adalah substansi kimia digunakan untuk
membunuh atau mengendalikan berbagai hama. Secara luas pestisida diartikan
sebagai suatu 9at yang dapat bersi5at racun, menghambat pertumbuhan atau
perkembangan, tingkah laku, perkembangbiakan, kesehatan, pengaruh
hormon, penghambat makanan, membuat mandul, sebagai pengikat, penolak
dan akti=itas lainnya yang mempengaruhi OP4. Penggunaan pestisida sudah
sangat meluas, berkaitan dengan dampak positi5nya, yaitu meningkatnya
produksi pertanian dan menurunnya penyakit-penyakit yang penularannya
melalui perantaraan makanan (foodborne diseases! atau pun =ektor (vector-
borne diseases! (Weiss et al, #--'!.
C. Penggolongan Pestisida
,. 1nsektisida
1nsektisida merupakan kelompok pestisida yang terbesar dan terdiri
atas beberapa sub kelompok kimia yang berbeda. yaitu>
a. Organoklorin
Merupakan insektisida chlorinated hydrocarbon secara
kimia0i tergolong insektisida yang relati5 stabil dan kurang reakti5,
ditandai dengan dampak residunya yang lama terurai di lingkungan.
Salah satu insektisida organoklorin yang terkenal adalah DD4.
Pestisida ini telah menimbulkan banyak perdebatan. Kelompok
organoklorin merupakan racun terhadap susunan syara5 baik pada
serangga maupun mamalia. Keracunan dapat bersi5at akut atau kronis.
Keracunan kronis bersi5at karsinogenik (kanker!.
b. Organo5os5at
1nsektisida ini merupakan ester asam 5os5at atau asam tio5os5at.
Pestisida ini umumnya merupakan racun pembasmi serangga yang
paling toksik secara akut terhadap binatang bertulang belakang seperti
ikan, burung, cicak dan mamalia. Pestisida ini mempunyai e5ek,
memblokade penyaluran impuls syara5 dengan cara mengikat en9im
asetilkolinesterase. Keracunan kronis pestisida golongan organo5os5at
berpotensi karsinogenik
c. Karbamat
Kelompok ini merupakan ester asam +-metilkarbamat. 7eker"a
menghambat asetilkolinesterase. 4etapi pengaruhnya terhadap en9im
tersebut tidak berlangsung lama, karena prosesnya cepat re=ersibel.,?.
Kalau timbul ge"ala, ge"ala itu tidak bertahan lama dan cepat kembali
normal. Pada umumnya, pestisida kelompok ini dapat bertahan dalam
tubuh antara , sampai #' "am sehingga cepat diekskresikan.
d. Piretroid dan yang berasal dari tanaman lainnya
Piretroid berasal dari piretrum diperoleh dari bunga
Chrysanthemum cinerariaefolium. 1nsektisida tanaman lain adalah
nikotin yang sangat toksik secara akut dan beker"a pada susunan sara5.
Piretrum mempunyai toksisitas rendah pada manusia tetapi dapat
menimbulkan alergi pada orang yang peka.
#. erbisida
4erdapat beberapa "enis herbisida yang toksisitasnya pada he0an
belum diketahui dengan pasti, yaitu>
a. Senya0a kloro5enoksi, misalnya #,'-D (#,' asam dikloro5enoksiasetat!
dan #,',$-4 (#,',$-asam trikloro5enoksi asetat!. Senya0a-senya0a ini
beker"a pada tumbuhan sebagai hormon pertumbuhan. 4oksisitasnya
klorakne, mempunyai e5ek toksik pada pada he0an relati5 rendah.
4etapi manusia disebabkan oleh pencemar #,),.,&- tetrakloroben9o-p-
dioksin.
b. erbisida biperidil, misalnya parakuat dan dikuat, telah dipergunakan
secara luas. 4oksisitas 9at ini dilakukan le0at pembentukan radikal
bebas. 4oksisitas parakuat ditandai oleh e5ek paru-paru melalui
paparan inhalasi dan oral. Keracunan kronis pestisida para@uat dan
dikuat bersi5at karsinogenik
c. erbisida lainnya seperti dinitro-o-kresol (D+O6!, amitrol
(aminotria9ol!, karbamat pro5am dan kloropro5am dan 1ain-lain.
). ;ungisida
a. Senya0a merkuri, misalnya metil dan etil merkuri merupakan
5ungisida yang sangat e5ekti5 dan telah dipergunakan secara luas untuk
menga0etkan butir padi-padian. 7eberapa kecelakaan tragis akibat
penggunaan pestisida ini, menyebabkan banyak kematian dan
kerusakan neurologi menetap, sehingga kini tidak digunakan lagi.
b. Senya0a dikarboksimida antara lain dimetil-tiokarbamat (5erbam,
tiram dan 9iram! dan etilenbisditiokar (maneb, nabam dan 9ineb!.
4oksisitas akut senya0a ini relati5 rendah. karena itu 9at ini
dipergunakansecara luas dalam pertanian tapi ada kemungkinan
berpotensi karsinogenik.
c. Deri=at 5talimida misalnya kaptan dan 5olpet, mempunyai toksisitas
akut dan kronis yang sangat rendah namun berpotensi karsinogenik
dan teratogenik.
d. Senya0a aromatik misalnya pentakloro5enol (P6P!, sebagai bahan
penga0et kayu. Pentakloronitroben9en (P6+7! dipergunakan sebagai
5ungisida dalam mengolah tanah. Secara akut 9at ini tidak begitu tosik
dibandingkan P6P, tetapi dapat bersi5at karsinogenik.
e. ;ungisida lain adalah senya0a +heterosiklik tertentu misalnya
benomil dan tiabenda9ol. 4oksisitas bahan kimia ini sangat rendah
sehingga dipergunakan secara luas dalam pertanian. eksakloroben9e
dipergunakan sebagai 9at pengolah benih.
'. *odentisida
a. War5arin adalah suatu antikoagulan yang beker"a sebagai anti
metabolit =itamin K, dengan demikian menghambat pembentukan
protrombin. 7ahan kimia ini telah dipergunakan secara luas karena
toksisitasnya rendah.
b. 4iourea misalnya :+4A (a-na5tiltiourea! sangat toksik pada tikus
tetapi tidak begitu toksik bagi manusia.
c. +atrium 5luoroasetat dan 5luoroasetamida, bersi5at sangat toksik
karena itu kedua 9at ini hanya boleh digunakan oleh orang-orang
tertentu yang mendapat i9in. Kedua toksikan ini beker"a menghambat
siklus asam sitrat.
d. *odentisida lainnya mencakup produk tumbuhan misalnya alkaloid
striknin. perangsang susunan syara5 pusat kuat, s@uill merah, yang
mengandung glikosida skilaren : dan 7. Blikosida ini mempunyai
e5ek
e. kardiotonik dan emesis sentral karena itu 9at ini secara relati5 tidak
beracun bagi sebagian besar mamalia tetapi sangat beracun bagi tikus.
*odentisida anorganik antara lain seng 5os5id, talium sul5at, arsen
trioksida dan unsur 5os5or.
$. ;umigan
Sesuai dengan namanya, kelompok pestisida ini mencakup
beberapa gas, cairan yang mudah menguap dan 9at padat yang melepaskan
berbagai gas le0at reaksi kimia. Dalam bentuk gas, 9at-9at ini dapat
menembus tanah untuk mengendalikan serangga-serangga, he0an
pengerat dan nematoda tanah. 7anyak 5umigant misalnya akrilomtril,
kloropikrm dan etilen bromida adalah 9at kimia reakti5 dan dipergunakan
secara luas dalam industri kimia. 7eberapa bersi5at karsinogenik seperti
etilen bromida, ,,)-dikloropropen.
D. Dampak Negatif Pestisida
Penggunaan pestisida disamping berman5aat untuk meningkatkan
produksi pertanian "uga dapat menimbulkan dampak negati5 terhadap
lingkungan pertanian dan "uga terhadap kesehatan manusia. 7erdasarkan
beberapa hasil riset, kasus pencemaran oleh pestisida yang ter"adi di
1ndonesia menimbulkanberbagai kerugian. 4idak semua penerapan pestisida
di bidang pertanian tepat dan mengenai sasaran. anya #-/ pestisida
mengenai sasaran sedangkan &-/ lainnya "atuh ke tanah. :kumulasi residu
pestisida tersebut mengakibatkan pencemaran lahan pertanian. :pabila masuk
ke dalam rantai, si5at beracun bahan pestisida dapat menimbulkan berbagai
penyakit seperti kanker, mutasi, bayi lahir cacat, 6:1DS (6hemically
:c@uired De5iciency Syndrom!.
Pestisida yang paling banyak menebabkan kerusakan lingkungan dan
mengancam kesehatan manusia adalah pestisida sintetik yang tergolong
organoklorin. 4ingkat kerusakan yang disebabkan oleh senya0a organoklorin
lebih tinggi dibandingkan senya0a lain karena senya0a ini peka terhadap
sinar matahari dan tidak mudah terurai. Se"ak pestisida digunakan untuk
penyemprotan dan pengaplikasian di bidan pertanian, muncul masalah
pencemaran lingkungan. Sebagian besar pestisida yang disemprotkan "atuh ke
tanah dan didekomposisi oleh mikroorganisme. Sebagian menguap dan
menyebar di atmos5er dimana akan diuraikan oleh sinar ultra=iolet atau
diserap hu"an dan "atuh ke tanah.
Pestisida bergerak dari lahan pertanian menu"u aliran sungai dan danau
yang diba0a oleh hu"an atau penguapan, tertinggal atau larut pada aliran
permukaan, terdapat pada lapisan tanah dan larut bersama dengan aliran air
tanah. Penumpahan yang tidak disenga"a atau membuang pestisida yang
berebihan pada permukaan air akan meningkatkan konsentrasi pestisida di air.
Kualitas air dipengaruhi oleh pestisida berhubungan dengan keberadaan dan
tingkat keracunannya, dimana kemampuannya untuk diangkut adalah 5ungsi
dari kelarutannya dan kemampuan diserap oleh partikel-partikel tanah (So5ia,
#--,!.
E. era!"nan dan #oksisitas Pestisida
Keracunan pestisida ter"adi bila ada bahan pestisida yang mengenai
danCatau masuk ke dalam tubuh dalam "umlah tertentu. :da beberapa 5aktor
yang dapat mempengaruhi keracunan pestisida antara lain>
,. Dosis.
Dosis pestisida berpengaruh langsung terhadap bahaya keracunan
pestisida, karena itu dalam melakukan pencampuran pestisida untuk
penyemprotan petani hendaknya memperhatikan takaran atau dosis yang
tertera pada label. Dosis atau takaran yang melebihi aturan akan
membahayakan penyemprot itu sendiri.
#. 4oksisitas senya0a pestisida
Kesanggupan pestisida untuk membunuh sasarannya.
Pestisida yang mempunyai daya bunuh tinggi dalam penggunaan
dengan kadar yang rendah menimbulkan gangguan lebih sedikit bila
dibandingkan dengan pestisida dengan daya bunuh rendah tetapi dengan kadar
tinggi. 4oksisitas pestisida dapat diketahui dari 3D $- oral yaitu dosis yang
diberikan dalam makanan he0an-he0an percobaan yang menyebabkan $-/
dari he0an-he0an tersebut mati. 4oksisitas pestisida secara inhalasi "uga
dapat diketahui dari 36 $- yaitu konsentrasi pestisida di udara yang
mengakibatkan $-/ he0an percobaan mati.
Makin rendah nilai 3D $-C36 $- maka makin toksis pestisida
tersebut.
,. 2angka 0aktu atau lamanya terpapar pestisida. Paparan yang berlangsung
terus-menerus lebih berbahaya daripada paparan yang terputus-purus pada
0aktu yang sama. 2adi pemaparan yang telah le0at perlu diperhatikan bila
ter"adi risiko pemaparan baru. Karena itu penyemprot yang terpapar
berulang kali dan berlangsung lama dapat menimbulkan keracunan kronik.
#. 2alan masuk pestisida dalam tubuh. Keracunan akut atau kronik akibat
kontak dengan pestisida dapat melalui mulut, penyerapan melalui kulit dan
saluran perna5asan. Pada petani pengguna pestisida keracunan yang ter"adi
lebih banyak terpapar melalui kulit dibandingkan dengan paparan melalui
saluran pencernaan dan perna5asan.
$. %ejala dan #anda era!"nan Pestisida
4abel #., Be"ala dan 4anda Keracunan Pestisida
2enis Pestisida Be"ala dan 4anda Keterangan
1nsektisida
Organoklorin Menusuk pada kulit,
ke"ang otot, hilang
koordinasi, tidak sadar
4idak ada antidot
langsung untuk
mengatasi keracunan.
Obat yang diberikan
hanya mengurangi
ge"ala seperti anti
kon=ulsi dan
perna5asan buatan
Oragano5os5at dan
karbamat
3elah, sakit kepala,
pusing, hilang selera
makan, mual, ke"ang
perut, diare, penglihatan
kabur, keluar> air mata,
keringat, air liur berlebih,
tremor, pupil mengecil,
denyut "antung lambat,
ke"ang otot (kedutan!,
tidak sanggup ber"alan,
rasa tidak nyaman dan
sesak, buang air besar
dan kecil tidak terkontrol,
inkontinensi, tidak sadar
dan ke"ang-ke"ang
2arang ter"adi
keracunan, karena
kecepatan absorpsi
melalui kulit rendah
dan piretroid cepat
hilang
Piretroid deri=ate
tanaman> piretrum
dan piretrin
:lergi, iritasi kulit dan
asma
Pada umumnya e5ek
muncul ,-# "am
setelah paparan dan
hilang dalam #' "am.
Piretrin lebih ringan
dari pada piretrum tapi
bersi5at iritasi pada
orang yang peka
1nsektisida
anorganik> :sam
borat Dborat
1ritasi kulit> kulit
kemerahan,
pengelupasan, gatalgatal
pada kaki, bokong dan
kemaluan. 1ritasi saluran
perna5asan dan sesak
na5as
1nsktisida mikroba>
Bacillus
thuringiensis
*adang saluran
pencemaan
D884 repellent 1ritasi kulit, kulit
kemerahan, melepuh
hingga nyeri, iritasi mata,
pusing, perubahan emosi
erbisida
erbisida biperidil
Parakuat
Pertumbuhan abnormal
pada> paru, lensa dan
kornea.
:kumulasi selama
menimbulkan
kematian
#'-.# "am,
Dikuat Bangguan lensa mata dan
dinding saluran usus,
gelisah, mengurangi
sensiti =itas terhadap
rangsangan
3ebih ringan dari pada
parakuat
Dikuat atau parakuat 1ritasi pada membran
mukosa mulut,
kerongkongan dan perut,
muntah, iritasi kulit dan
rasa terbakar, mimisan,
radang pada mulut dan
saluran perna5asan atas.
Dosis tinggi
Klor5enoksi
herbisida
1ritasi tingkat sedang
pada kulit dan membran
Kontak dalam "angka
lama akan mukosa, rasa
terbakar pada hidung,
sinus dan dada,
Kontak dalam "angka
lama akan
menghilangkan
pigmen kulit
Dalam tubuh hanya
tinggal dalam 0aktu
menghilangkan pigmen
kulit. 7atuk, pusing.
1ritasi perut, muntah,
perut dan dada, sakit,
diare, pusing, bingung,
bi9ar, tidak sadar singkat
singkat
erbisida arsenik >
:nsar D motar
Pertumbuhan berlebih
pada epidermis,
pengelupasan kulit,
produksi cairan berlebih
pada muka, kelopak mata
dan pergelangan kaki,
garis putih pada kuku,
rambut rontok, bercak
merah pada membran
mukosa.
Kerusakan saluran
pencernaan> radang mulut
dan kerongkongan, perut
rasa nyeri terbakar, haus,
muntah, diare berdarah.
Kerusakan sistem sara5
pusat> pusing, sakit
kepala, lemah, ke"ang
otot, suhu tubuh turun,
lamban, mengigau, koma,
ke"ang-ke"ang
Kerusakan hati> kulit
kuning
Kerusakan darah>
Oral
Keracunan berat> 7au
ba0ang putih pada
pema5asan dan 5eses
Be"ala mulai muncul
,-) "am se"ak paparan.
Kematian ter"adi
setelah ,-) hari
kemudian biasanya
akibat kegagalan
sistem sirkulasi
pengurangan set darah
merah, putih dan platelet
darah.
;ungisida
Penga0et kayu
Kreosot (coal tar!
1ritasi kulit hingga
dermatitis, 1ritasi mata
dan saluran pema5asan,
kerusakan hati parah
Sakit kepala, pusing,
mual, muntah, timbul
bercak biru kehitaman-
hi"au kecoklatan pd kulit.
Oral Dermal
Pentakloro5enol 1ritasi kulit, mata dan
saluran pema5asan
menimbulkan rasa kaku
pada hidung, tenggorokan
gatal, keluar air mata,
ber"era0at.
Demam, sakit kepala,
mual, berkeringat
banyak, hilangnya
koordinasi, ke"ang-
ke"ang, demam tinggi,
ke"ang otot dan tremor,
sulit berna5as, konstriksi
dada, nyeri perut dan
muntah, gelisah, eksitasi
dan bingung, haus hebat,
kolaps.
Dermal
Oral
:rsenik Mual, sakit kepala, diare,
nyeri perut, pusing,
7erdampak pada
sistem sara5 pusat,
ke"ang otot, mengigau,
ke"ang-ke"ang
paru-paru, "antung dan
hati.
Be"ala muncul ,-
beberapa "am setelah
paparan. Kematian
ter"adi setelah ,-) hari
setelah paparan
(tergantung dosis!
*odentisida>
Kumarin
Kronis> sakit kepala
menetap, sakit perut,
sali=asi, demam iritasi
saluran pema5asan atas.
Perdarahan pada hidung,
gusi, kencing berdarah,
5eses berlendir, timbul
bercak biru kehitaman-
hi"au kecoklatan pd kulit
1ndadion Kerusakan sara5, "antung
dan sistem sirkulasi,
hemoragi, kematian pada
he0an. Pada manusia
belum ada dampak yang
dilaporkan
Seng sul5at Diare, nyeri perut, mual,
muntah, sesak,
tereksitasi, rasa dingin,
hilang kesadaran, edema
paru, iritasi hebat,
kerusakan paru-paru,
hati, gin"al dan sistem
sara5 pusat, koma
kematian
Strikhnin Kerusakan sistem sara5
dalam #--)- menit>
ke"angke"ang hebat,
kesulitan pema5asan,
meninggal.
;umigan
Sul5ur 5lorida Depresi, sempoyongan,
gagap, mual, muntah,
nyeri lambung, gelisah,
mati rasa, kedutan,
ke"ang-ke"ang, nyeri dan
rasa dingin di kulit,
kelumpuhan pema5asan
;os5in *asa dingin, nyeri dada,
diare, muntah, batuk,
dada sesak, sukar
berna5as, lemas, haus dan
gelisah,nyeri lambung,
hilangnya koordinasi,
kulit kebiruan, nyeri
tungkai, perbesaran pupil,
timbul cairan pada paru-
paru, pingsan, ke"ang-
ke"ang, koma dan
kematian
alokarbon Kulit kemarahan,
melepuh dan pecah-pecah
menimbulkan kulit kasar
dan luka. +yeri perut,
lemah, gagap, bingung,
tremor, ke"ang-ke"ang
seperti epilepsi
Sumber> Media 3itbang Kesehatan Eolume FE11 +omor ) 4ahun #--.
%. #anda Peringatan pada La&el emasan Pestisida
Semua pestisida toksik. Perbedaan toksisitas adalah pada dera"at atau
tingkat toksisitas. Pestisida akan berbahaya "ika te"adi paparan yang berlebih.
Pada label kemasan pestisida terdapat ' tanda-tanda peringatan yang
menun"ukkan dera"at pestisida tersebut. 4anda peringatan ini menun"ukkan
potensi resiko pengguna pestisida bukan keampuhan produk pestisida.
4abel #.# 4anda dan Peringatan pada 3abel Pestisida
+o 4anda Peringatan 3abel Kemasan
,. ,. a. Sangat 7erbahaya Sekali 6oklat 4ua
#. ,. b. Sangat 7erbahaya Merah 4ua
). 11. 7erbahaya Kuning 4ua
'. 111. 6ukup 7erbahaya 7iru 4ua
Sumber> Media 3itbang Kesehatan Eolume FE11 +omor ) 4ahun #--.
BAB III
PENU#UP