Anda di halaman 1dari 34

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 IPTV
2.1.1 Teknologi IPTV
IPTV merupakan teknologi terbaru layanan berbasis Internet Protocol yang
dikembangkan beberapa operator telelomunikasi di dunia. IPTV (Internet
Protocol Television) adalah suatu sistem yang memungkinkan layanan digital
televisi dengan metode live streaming yang dikirimkan menggunakan Internet
Protocol melalui jaringan yang memiliki bandwidth lebar dengan konsep
multicast ,yaitu pengiriman dari satu sumber untuk banyak pengakses secara
bersamaan.(Teguh Heru Martono.,2010)
3
Dengan menggunakan teknologi IP,
jangkauan transmisi penerimaan sinyal televisi akan menjadi lebih luas. Dalam
proses pentransmisiannya, IPTV membutuhkan transmisi data secara real-time
dan menggunakan teknologi Internet Protocol sehingga sensitif terhadap paket
yang hilang dan kualitas gambar akan menjadi patah-patah atau hilang sama
sekali ketika aliran data tidak lancar.

IPTV menggunakan sebuah Internet Protocol melalui koneksi broadband yang
tersedia secara paralel dengan koneksi internet dari provider penyedia layanan
IPTV. Oleh sebab itu, IPTV memberi peluang para provider dalam berpartisipasi




dan menyediakan efisiensi pada pasar Triple Play. (Teguh Heru Martono.,
2010)
3

2.1.2 Arsitektur IPTV
Sistem layanan IPTV terdiri dari 5 kelompok fungsi, yaitu : (Teguh Heru
Martono., 2010)
3


Gambar 2.1 Komponen IPTV (Sumber : Subari., 2008)

1) Content Operation Function Set
Kumpulan fungsi operasi konten (Content Operation Function Set)
menyediakan program-program TV dan konten multimedia lainnya.
2) System Management and Security Function Set
Kumpulan fungsi manajemen jaringan (Network Management Function Set)
bertanggungjawab untuk pengawasan dan perlindungan sistem,
menyediakan pengawasan kualitas layanan, pemeriksaan kegagalan, dan
perlindungan layanan.




3) Service Operation and Management Function Set
Kumpulan fungsi manajemen dan operasi layanan (Service Operation &
Management Function Set) bertugas dalam pengendalian dan pengaturan
khusus layanan IPTV.
4) Media Distribution and Delivery Function Set
Stream konten layanan IPTV dikirim ke subscriber disertai dengan fungsi-
fungsi pengendalian, distribusi, penyimpanan dan streaming. Sistem
pengiriman dan distribusi media seharusnya diterapkan berdasarkan pada
topologi yang handal untuk mengimbangi permintaan efisiensi dan
ketersediaan yang tinggi dengan harga yang tetap rendah.
5) Customer Function Set
Kumpulan fungsi pelanggan (Customer Function Set) adalah sekumpulan
fungsi eksekusi layanan sistem IPTV pada sisi pelanggan.

2.1.3 Komponen IPTV
IPTV terdiri dari 6 komponen, yaitu : (Teguh Heru Martono., 2010)
3

1) Content Sources
Content Sources berfungsi untuk mengirimkan video-video dari produser-
produser ataupun sumber-sumber lain, dan setelah itu video-video tersebut
akan dikodekan dan kirimkan sesuai dengan database-nya untuk VoD
2) Service Nodes
Service Nodes ini berfungsi untuk menerima video stream dalam berbagai
format yang berbeda, dan setelah itu video tersebut akan di format ulang dan




mempaketkannya untuk segera ditransmisikan dengan indikasi QoS yang
sesuai menuju wide-area network. Pada bagian service nodes ini video siap
untuk dikirimkan ke konsumen.
3) Wide Area Distribution Networks
Wide Area Distribution Network dibangun untuk pendistribusian
kemampuan, kapasitas dan kualitas dari suatu layanan. Wide Area
Distribution Network terdiri dari core dan access network yang melingkupi
optical distribution backbone network dan berbagai variasi digital
subscriber line access multiplexers (DSLAMs). Wide Area Distribution
Network juga memiliki kemampuan seperti multicast yang sangat
dibutuhkan untuk pendistribusian data stream IPTV dari suatu service nodes
ke customer premises.
4) Customer Access Links
Pada Customer Access Links dibutuhkan teknologi DSL kecepatan tinggi
seperti ADSL2+ dan VDSL dengan kemampuan dari teknologi tersebut
pengiriman ke konsumen dapat dilakukan melalui jalur yang sudah ada dan
dapat melewati jalur telepon ke rumah-rumah. Teknologi lain yang bisa
digunakan oleh service provider adalah kombinasi dari fiber-to-the curb
(FTTC) dan teknologi DSL untuk pengiriman ke konsumen. Namun, tetap
saja hasil terbaik tergantung dari kekayaan layanan IPTV yang bisa
ditawarkan.




5) Customer Premises Equipment (CPE)
Customer Premises Equipment (CPE) berlokasi dimana konsumen berada
(customer premises). CPE merupakan perhentian dari suatu jaringan
broadband . Fungsi dari CPE diimplementasikan berupa set-top-box yang
dipasang pada tiap televisi konsumen.
6) IPTV Client
IPTV Client memiliki fungsi sebagai perhentian dari suatu proses
pengiriman layanan IPTV. IPTV client merupakan suatu alat seperti set-top-
box, didalam set-top-box akan dilakukan proses-proses fungsional seperti
pengaturan koneksi dan pengaturan QoS dengan service nodes, pengkodean
video stream, dan pergantian channel, pengontrolan display dan koneksi ke
monitor yang digunakan konsumen.

2.1.4 Layanan IPTV
Beberapa layanan yang didapatkan dari fasilitas IPTV ini antara lain: (Teguh Heru
Martono., 2010)
3

1) Electronic Program Guide
Layanan interaktif bagi user untuk memilih channel yang ada dan melihat
program dari masing-masing channel dalam jangka waktu 24 jam. Selama
melakukan pemilihan channel, user masih tetap dapat melihat siaran TV
yang sedang berlangsung.




2) Broadcast/Live TV
Layanan untuk menyimpan suatu siaran TV di dalam server. User dapat
memilih suatu periode waktu tertentu untuk melakukan penyimpanan dari
siaran TV. Server akan memberikan kuota penyimpanan dalam server
berdasarkan lama waktu penyimpanan, misalnya 100 menit atau 200 menit.
Setelah kuota tersebut terpenuhi, untuk dapat merekam program yang lain,
user harus menghapus rekaman yang ada sampai kuota penyimpanan
tersedia.
3) Pause TV
Memungkinkan user untuk dapat menonton siaran TV yang telah lewat
walau tanpa melakukan perekaman. Jangka waktu menonton mundur siaran
TV berkisar antara 10 hingga 30 menit. Dalam jangka waktu tersebut, user
dapat melihat kembali suatu kejadian yang disiarkan di TV, yang karena
sesuatu hal terlewatkan atau ingin dilihat kembali.
4) Video on Demand
Suatu siaran video berdasarkan permintaan user. Layanan ini adalah layanan
berbayar, dimana user akan memilih video yang ingin diputar, selanjutnya
akan mengurangi nilai simpanan user sebelum video tersebut dimainkan.
Setiap video yang dibayar, akan mempunyai periode waktu tertentu untuk
dapat diputar. Setelah periode waktu berakhir, user harus membayar
kembali agar dapat memutar video tersebut.





2.2 Streaming
2.2.1 Teknologi Streaming
Streaming adalah sebuah teknologi untuk memaninkan file video atau audio
secara langsung ataupun dengan pre-recorder dari sebuah mesin server (web
server). Dengan kata lain, file video ataupun audio yang terletak dalam sebuah
server dapat secara langsung dijalankan pada perangkat pengguna sesaat setelah
ada permintaan dari user. (I Kadek Susila Satwika., 2011)
7
Dalam proses streaming,
sebelum file dikirimkan ke komputer client, file video atau audio harus di
encoding menggunakan data rate tertentu yang sesuai agar file dapat
ditransmisikan melalui jaringan user.

Ada dua sisi yang bisa ditinjau dalam hal ini, yaitu dari user dan dari sisi server.
Pada sisi user, ketika sebuah file dialirkan (di-stream), maka terciptalah sebuah,
buffer space kecil pada komputer user dan data file mulai didownload
kedalamnya. Segera setelah buffer ini penuh (dalam beberapa detik), maka file
tersebut mulai dijalankan. Selama file dijalankan, data yang diambil adalah yang
berasal dari buffer, namun secara bersamaan data yang selanjutnya juga
didownload. Selama kecepatan download data sama dengan kecepatan play file,
maka tampilan akan berjalan mulus. (Azkiri Azikin dan Yudha Purwanto,. 2005)
1
2.2.2 Arsitektur Video Streaming
Sistem streaming tersusun dari kombinasi server, player, transmisi dan metode
encoding yang digunakan. Berikut ini bagian hubungan setiap komponen
penyusunan sistem streaming yang ditunjukkan pada Gambar 2.2.




Web Browser
Media Player
2. Presentation Description File
Web Server
Streaming Server
1. HTTP
Request / response for
Presentation
3. Audio/video file
Requested and sent

Gambar 2.2 Path Streaming (sumber:digilib.ittelkom.ac.id)

Untuk framework aplikasi video streaming protokol pada layer network akan
menggunakan model Internet Protocol (IP), sedangkan untuk layer transport
protocol yang dipakai merupakan gabungan antara Transport Control Protocol
(TCP) dan User Datagram Protocol (UDP).

2.2.3 Protokol Streaming
Protokol adalah aturan-aturan yang diterapkan untuk teknologi tertentu. Protokol
di teknologi streaming yang digunakan untuk membawa pesan paket, dan
komunikasi terjadi melalui protocol tersebut. Beberapa protokol yang dapat
mendukung streaming masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.
Dalam tugas akhir ini menggunakan protokol berbasis User Datagram Protocol
(UDP).

Penjelasan dari protokol-protokol streaming adalah sebagai berikut : (I Kadek
Susila Satwika., 2011)
7





1. Berbasis Transport Control Protocol (TCP)
Dalam komunikasi antara dua atau lebih network device diperlukan sebuah
standar yang dapat memberikan komunikasi dengan baik antar network device.
Protokol TCP/IP memungkinkan terjadinya komunikasi antar komputer yang
memiliki perbedaan karakteristik dari segi hardware ataupun software. HTTP
menggunakan TCP sebagai protokol untuk mentransfer dokumen yang dapat
dipercaya, karena TCP akan secara efektif memberhentikan lalu lintas jaringan
ketika sebuah paket mengalami keterlambatan atau kerusakan. Oleh sebab itu,
protokol TCP sangat tidak cocok untuk streaming video dan audio karena jika saat
pengiriman data terjadi kerusakan data yang akan ditoleransi oleh protokol ini,
maka hal tersebut akan menyebabkan jitter dan error lebih banyak.
2. Berbasis User Datagram Protocol (UDP)
UDP ( User Datagram Protocol ) adalah alternatif lain dari protokol TCP. UDP
mengabaikan koreksi kesalahan dari TCP dan memperbolehkan paket untuk di
buang jika mengalami keterlambatan atau kerusakan. Ketika hal ini terjadi, akan
terdengar atau terlihat sedikit kerusakan pada video, namun streaming tetap
berjalan. Walaupun ada pembuangan data, pendekatan ini memang dapat
dikatakan lebih baik ketika digunakan untuk melakukan pengiriman media yang
bersifat kontinyu. Pada protokol UDP tidak ada koreksi error dan flow control
seperti pada TCP, tetapi protokol UDP juga memiliki checksum pada bagian
datanya.
Selain protokol TCP dan UDP, terdapat juga beberapa protokol lain yang
digunakan dalam teknologi streaming yaitu: (I Kadek Susila Satwika., 2011)
7





1. Realtime Transport Protocol (RTP).
Sebuah paket dengan format UDP dan seperangkat konvensi yang
menyediakan fungsi jaringan transportasi end-to-end, cocok untuk aplikasi
transmisi data real-time seperti audio, video atau data simulasi, melalui
layanan jaringan multicast atau unicast.
2. Realtime Control Protocol (RTCP).
RTCP adalah protokol kontrol yang bekerja sama dengan RTP. Paket kontrol
RTCP secara berkala dikirimkan oleh masing-masing paket dalam sesi RTP
untuk semua paket lainnya. RTCP digunakan untuk mengontrol kinerja dan
untuk tujuan diagnostik.
3. Hypertext Transfer Protocol (HTTP).
Sebuah protokol level aplikasi yang terdistribusi, kolaboratif, dengan system
informasi hypermedia. Ini adalah protokol berorientasi objek yang dapat
digunakan untuk banyak tugas, seperti server nama dan sistem manajemen
objek terdistribusi, melalui perpanjangan metode permintaannya.
4. Real Time Streaming Protocol (RTSP).
Sebuah protokol level aplikasi untuk kontrol atas pengiriman data dengan sifat
real-time. RTSP menyediakan kerangka extensible untuk mengaktifkan
kendali pada pengiriman data real-time, seperti audio dan video, dengan
menggunakan Transmission Control Protocol (TCP) atau User Datagram
Protocol (UDP).






2.2.4 Media Player
Sebuah web browser biasa hanya bisa mengubah tulisan dan gambar pada format
JPEG, PNG, dan GIF. Untuk itu video player yang khusus dibutuhkan untuk
mengubah menjadi file yang cocok untuk streaming. Video player biasanya
disediakan sebagai bahan yang bebas di-download atau sudah terinstal langsung
ketika menginstal sistem operasi. Beberapa pengembang aplikasi seperti Real
One, Apple, dan Microsoft telah mengembangkan aplikasi non-web-based yang
dapat mendukung streaming. Selain itu terdapat juga video player berbasis web
yang berbentuk plug-in dan di download melalui jaringan internet bersamaan
ketika user membuka sebuah web yang menyediakan fasilitas streaming.

2.3 Jaringan Intranet
Intranet merupakan sebuah jaringan yang dibangun berdasarkan jaringan internet
yang di dalamnya terdapat basis arsitektur berupa aplikasi web dan teknologi
komunikasi data. Intranet bekerja secara luas dan maksimal seperti halnya
internet, namun intranet sangat terbatas dalam hal privilege dan hak akses para
pemakainnya. Di dunia internet ada banyak aplikasi yang diimplementasikan
dengan jumlah pengguna yang semakin bertambah, informasi yang tersedia selalu
mengalami perubahan terus-menerus, dengan perkembangan yang demikian cepat.
(Melwin Syafrizal., 2011)
8

Dalam sebuah komunitas yang terbatas, banyak user dapat bekerja secara
bersamaan dengan mudah dan efektif apabila menggunakan teknologi yang




mendukung infrastrukturnya yaitu teknologi intranet. (Melwin Syafrizal., 2011)
8
Biasanya dalam sebuah komunitas / organisasi menggunakan jaringan intranet
dengan model client / server untuk memudahkan dalam melakukan administrasi
sistem. Pada model client / server, komputer client berfungsi sebagai peminta
layanan, dan server sebagai komputer yang memenuhi permintaan tersebut.
Komputer server tidak dirancang untuk dipergunakan mengerjakan tugas-tugas
yang biasa dilakukan di komputer client. Ada beberapa macam server yang
menggunakan model client / server, yaitu web server, database server, streaming
server, file server dan lainnya.

Oleh karena itu, dalam tugas akhir membangun aplikasi berbasis web ini
menggunakan jaringan intranet dengan model client / server untuk kontrol data
terpusat di server.

2.4 Konsep Web
World Wide Web (WWW), atau lebih dikenal dengan web yang merupakan salah
satu layanan yang didapat oleh pengguna komputer yang terhubung ke internet
dengan fasilitas hypertext untuk menampilkan data berupa text, gambar, suara,
animasi, dan data multimedia lainnya.(Abdul Kadir., 2003)
3
Dengan
menggunakan teknologi hypertext, pengguna dapat menemukan informasi dengan
menggunakan link yang disediakan dalam dokumen web yang ditampilkan dalam
sebuah web browser.





Dalam aplikasi web terbagi menjadi web statis dan web dinamis. Web statis adalah
web yang menampilkan informasi-informasi. Web statis dibentuk menggunakan
bahasa pemrograman HTML.(Abdul Kadir., 2003)
3
Pada web statis harus
dilakukan pemeliharaan program terus-menerus untuk mengikuti setiap perubahan
yang terjadi. Namun kelemahan tersebut dapat diatasi dengan model aplikasi web
dinamis. Web dinamis adalah web yang menampilkan informasi yang dapat
berubah-ubah dan dapat berinteraksi dengan pengguna. (Abdul Kadir., 2003)
3

Sistem web sebenarnya merupakan aplikasi yang berarsitektur client-server
dengan menggunakan protokol HTTP. Konsep yang mendasari aplikasi web
sebenarnya sederhana yaitu adanya pertukaran informasi antara komputer yang
me-request informasi, yang disebut client, dan komputer yang memiliki /
menyimpan informasi, yang disebut server. Server yang melayani permintaan dari
client adalah sebuah perangkat lunak yang dinamakan web server.
Web
Browser
Body Header
HTTP Request
URL
Display
Body Header
HTTP Response
Web
Server
Web Site TCP / IP

Gambar 2.3 Arsitektur Web.(Sumber: Abdul Kadir., 2003)
3
Cara kerja web seperti pada Gambar 2.3 menjelaskan bahwa :
1. Pengguna mengetikkan URL di web browser.
2. Web browser menghubungi server yang tersebut pada URL.
3. Setelah terhubung, browser mengirimkan HTTP request.
4. Server me-response dengan mengirimkan HTTP response ( berisi header dan
isi dokumen).




5. Untuk dokumen yang terdiri atas beberapa file, browser harus mengirimkan
HTTP request lagi untuk setiap file.
6. Terakhir, web browser menampilkan semua isi dokumen kepada pengguna.

2.5 Hypertext Transfer Protocol (HTTP)
Hypertext Transfer Protocol (HTTP) adalah suatu protokol yang digunakan untuk
komunikasi atau mengirim informasi pada World Wide Web (WWW). Protokol
HTTP bersifat request-response, yang artinya client membuat suatu HTTP request
seperti web browser dan server akan memberikan response yang sesuai dengan
request tersebut. HTTP berkomunikasi melalui protokol TCP/IP yang digunakan
untuk menjalin hubungan antara client ke server. Setelah membuat sambungan,
client mengirim pesan permintaan HTTP melalui web pengguna (browser) ke web
server, yang kemudian dikembalikan ke halaman web dari server ke client. HTTP
tidak hanya terbatas untuk penggunaan dengan TCP/IP. HTTP dapat
diimplementsikan di atas protokol yang lain di atas internet atau di atas jaringan
lainnya, meskipun HTTP merupakan salah satu protokol aplikasi TCP/IP paling
populer melalui internet.

2.6 HyperText Markup Language (HTML)
HyperText Markup Language (HTML) merupakan file teks murni yang dapat
dibuat menggunakan editor teks apapun yang dikenal sebagai web page atau
dokumen yang ditampilkan dalam web browser. HTML dikenal sebagai standar
bahasa yang digunakan untuk menampilkan dokumen web.





Hal-hal yang dapat dilakukan dengan HTML yaitu : (Abdul Kadir., 2003)
3

1. Mengontrol tampilan dari web page dan content-nya.
2. Mempublikasikan dokumen secara online sehingga bisa diakses dari
seluruh dunia.
3. Membuat online form yang bisa digunakan untuk menangani pendaftaran,
transaksi secara online.
4. Menambahkan objek-objek seperti image, audio, video dan juga java
applet dalam dokumen HTML.

2.6.1 Struktur Dasar HTML
HTML terdiri dari beberapa bagian yang fungsinya sebagai penanda suatu
kelompok perintah tertentu yang disebut TAG yang digunakan untuk menentukan
tampilan dari dokumen HTML.
Format dasar dari penulisan tag, yaitu : (Abdul Kadir., 2003)
3

<begin tag> .... </end tag>
Elemen yang dibutuhkan untuk membuat suatu dokumen HTML, dinyatakan
dengan tag-tag sebagai berikut : (Abdul Kadir., 2003)
3

HTML
Setiap dokumen HTML selalu diawali dan diakhiri dengan tag HTML.
HEAD
Bagian head biasanya berisikan tag TITLE, meta tag dan semua script java
atau yang lain yang akan dieksekusi pada browser. Di bagian inilah kita




memberikan bookmark untuk keperluan pencarian (searching) dengan
keyword.
BODY
Bagian body digunakan untuk menampilkan teks, link gambar, dan semua
yang ditampilkan pada web page.
Secara umum, semua dokumen web dibagi menjadi dua bagian, yaitu bagian head
dan bagian body. Sehingga setiap dokumen html harus mempunyai pola dasar
sebagai berikut : (Abdul Kadir., 2003)
3

<html>
<head>
<title> Selamat Datang di Dunia Internet </title>
</head>
<body>
<p> Dokumen HTML yang pertama </p>
</body>
</html>

Jadi elemen adalah suatu bagian yang besar yang terdiri dari kode-kode tag
tersebut dan tag hanyalah merupakan bagian dari elemen.

2.7 Hypertext Preprocessor (PHP)
Hypertext Preprocessor (PHP) merupakan bahasa pemrograman web bersifat
server-side, yang artinya bahasa berbentuk script yang disimpan dan dijalankan di
komputer server (web server) dan hasilnya yang dikirimkan ke komputer client
(web browser) dalam bentuk script HTML. Dengan PHP dapat dibuat berbagai




macam aplikasi berbasis web, mulai dari halaman web yang sederhana sampai
aplikasi komplek yang membutuhkan koneksi ke database.

Salah satu kelebihan dari PHP adalah mampu berkomunikasi dengan berbagai
database sehingga dapat menampilkan data yang bersifat dinamis, yang diambil
dari database. (Abdul Kadir.,2003)
3

2.7.1 Cara Kerja PHP
Cara kerja aplikasi web yang ditulis dengan PHP dapat diilustrasikan dengan
Gambar 2.4 dibawah ini.
Web Browser
Internet
Apache
PHP
MySQL Disk Drive
1
8
2
7
6 3
5 4
Client Server

Gambar 2.4 Cara kerja aplikasi PHP. (Sumber : Budi Raharjo.,2010)
6
Berikut adalah keterangan dari gambar di atas : (Budi Raharjo.,2010)
6
1. User mengetikkan alamat URL pada web browser.
2. Web browser mengirimkan pesan ke komputer server melalui internet,
meminta halaman catalog.php.
3. Web server (misal Apache) akan menangkap pesan tersebut, kemudian
meminta interpreter PHP untuk mencari file catalog.php dalam disk drive.
4. Interpreter PHP membaca file catalog.php dari disk drive.




5. Interpreter PHP akan menjalankan perintah-perintah atau kode PHP yang
ada dalam file catalog.php. Jika kode dalam file catalog.php melibatkan
akses terhadap database (misal MySQL) maka interpreter PHP juga akan
berhubungkan dengan MySQL untuk melaksanakan perintah-perintah yang
berkaitan dengan database.
6. Interpreter PHP mengirimkan halaman dalam bentuk HTML ke Apache.
7. Melalui internet, Apache mengirimkan halaman yang diperoleh dari
interpreter PHP ke komputer client sebagai respon atas permintaan yang
diberikan.
8. Web browser dalam komputer client akan menampilkan halaman yang
dikirimkan oleh Apache.

2.7.2 Variabel PHP
Variabel adalah suatu pengenal di dalam program yang mempresentasikan nilai
atau data tertentu. (Budi Raharjo, dkk., 2010)
6
Variabel dapat berupa angka,
string, atau array. Variabel dalam PHP dimulai dengan symbol $ (dolar) dan
diikuti nama variabelnya.
Sebagai contoh :
<?php
$text = Hello World !;
$nomor = 16;
?>





Aturan dalam pemberian nama variabel diantaranya sebagai berikut : (Budi
Raharjo, dkk., 2010)
6

1. Nama variabel harus diawali dengan huruf atau underscore ( _ ) dan tidak
boleh angka.
2. Sebuah nama variabel hanya boleh berisi karakter huruf, angka dan garis
bawah ( a-z, A-Z, 0-9, dan _ ).
3. Nama variabel tidak boleh mengandung spasi.

2.7.3 Skrip Dasar PHP
Skrip PHP diawali dengan tanda lebih kecil (<) dan diakhiri dengan tanda lebih
besar (>). Ada beberapa cara untuk menuliskan skrip PHP, yaitu : (Abdul Kadir.,
2003)
3

1. Style standar.
Format : <?php .... ?>
2. Short style.
Format : <? .... ?>
3. Javascript style.
Format : <script language = php> .... </script>
4. ASP style.
Format : <% .... %>

Dalam script PHP dapat juga ditambahkan sebuah komentar yang dibuat untuk
memperjelas atau memberi keterangan pada kode program. Untuk menambahkan




komentar, namun komentar tersebut tidak ikut di eksekusi, dapat menuliskan
sebagai berikut :
/* tulis komentar disini */ atau // tulis komentar disini

2.7.4 Struktur Kontrol PHP
Struktur kontrol yang dimiliki oleh PHP hampir sama dengan bahasa
pemrograman lain. Struktur kontrol yang merupakan pengatur aliran program,
berbentuk rangkaian perintah yang harus ditulis untuk memenuhi beberapa
keadaan, yaitu : (Abdul Kadir., 2003)
3

1. Melanjutkan sebuah pernyataan bila kondisi terpenuhi.
2. Memilih sebuah pilihan dari beberapa alternative bila kondisi terpenuhi.
Ada dua jenis struktur kontrol, yaitu struktur percabangan ( pengambilan
keputusan ) dan struktur pengulangan ( looping ).
2.7.4.1 Struktur Percabangan
Perintah percabangan adalah perintah yang memungkinkan pemilihan atas
pernyataan yang akan dijalankan sesuai dengan kondisi tertentu.
Perintah percabangan dalam PHP dibagi menjadi tiga macam, yaitu : (Abdul
Kadir., 2003)
3

1. IF
Perintah ini digunakan untuk menjalankan satu atau lebih perintah yang
menyatakan keadaan. Secara umum penulisan perintah tersebut adalah
sebagai berikut :
IF ( kondisi ) {




Pernyataan yang akan dijalankan jika kondisi bernilai benar }

2. IF . ELSE
Perintah ini pada dasarnya sama dengan perintah sebelumnya, hanya saja
perintah ini digunakan untuk banyak blok perintah. Penulisan skrip secara
umum, yaitu :
IF ( kondisi ) {
Pernyataan akan dijalankan jika kondisi 1 bernilai benar }
ELSE IF ( kondisi ) {
Pernyataan 2 akan dijalankan jika kondisi 2 bernilai benar dan
kondisi 1 bernilai salah }
ELSE {
Perintah ini akan dijalankan jika kondisi 1 dan kondisi 2 bernilai
salah }

3. SWITCH
Perintah ini digunakan sebagai alternative pengganti dari struktur kontrol IF
atau IF ELSE. Perintah ini merupakan penyederhanaan dari perintah
struktur kontrol. Penulisan skrip secara umum, yaitu :
SWITCH ( kondisi ) {
Case konstanta1 :
Pernyataan1;
Break;
Case konstanta2 :
Pernyataan2;
Break;
Default :
Pernyataan default ; }




2.7.4.2 Struktur Pengulangan
Struktur pengulangan digunakan untuk mengulang suatu perintah sehingga tidak
perlu menulis ulang sebuah perintah sebanyak pengulangan yang diinginkan.
Terdapat tiga jenis perintah pengulangan, diantaranya sebagai berikut : (Abdul
Kadir., 2003)
3

1. FOR
Perintah pengulangan dengan FOR digunakan untuk mengulangi perintah
dengan jumlah pengulangan yang sudah ditentukan. Pengulangan ini
dilaksanakan dengan menentukan nilai awal dan akhir. Pengulangan akan
melakukan penambahan atau pengurangan secara otomatis setiap kali
pengulangan dilaksanakan. Penulisan secara umum dari perintah ini adalah
sebagai berikut :
FOR ( nilai awal ; nilai akhir ; peningkatan / pengurangan )
{ pernyataan yang akan dijalankan }

2. WHILE
Perintah while ini digunakan untuk mengulangi sebuah perintah sampai
memenuhi jumlah tertentu. Dan untuk menghentikan perulangan diperlukan
suatu kondisi tertentu. Perulangan metode ini akan terus berjalan selama
kondisi masih bernilai benar.
WHILE ( kondisi ) {
Pernyataan yang akan dijalankan }






3. DO . WHILE
Perintah ini pada dasarnya sama dengan perintah WHILE. Proses perulangan
akan berjalan jika kondisi yang diperiksa masih bernilai benar dan perulangan
akan berhenti jika kondisinya bernilai salah.
DO {
Pernyataan yang akan dijalankan }
WHILE ( kondisi )

2.7.5 Operator PHP
Operator adalah suatu symbol yang dipakai untuk memanipulasi nilai suatu
variabel. Operator dalam PHP dapat dikategorikan menjadi beberapa kelompok,
yaitu : (Raharjo, Budi, dkk. 2010)
6
1. Operator Aritmatika
Operator aritmatika adalah operator matematikan dasar yang yang biasa
digunakan. Tabel 2.1 menunjukkan operator aritmatika yang sering digunakan
pada pemrograman PHP.
Tabel 2.1 Operator Aritmatika
Operator Contoh Hasil Keterangan
+
a=2
a+5
7 Penjumlahan
-
a=2
a-1
1 Pengurangan
*
a=2
a*2
4 Perkalian
/
a=8
a/2
4 Pembagian
%
6%2
8%3
0
2
Sisa dari pembagian
++
a=10
a++
11 Peningkatan
--
a=10
a--
9 Penurunan




2. Operator Perbandingan
Operator pembanding digunakan untuk membandingkan dua nilai yang akan
menghasilkan sebuah nilai benar atau salah. Tabel 2.2 menunjukkan operator
pembanding yang sering digunakan pada pemrograman PHP.
Tabel 2.2 Operator Pembanding


3. Opertor Penugasan Khusus
Pada operator penugasan secara umum misalnya menambahkan sebuah nilai pada
variabel yang sama maka nilai variabel tersebut harus dimasukkan dan
dijumlahkan dengan nilai yang lain sehingga variabel tersebut nilainya bertambah.
Tabel 2.3 menunjukkan beberapa kombinasi operator penugasan.
Tabel 2.3 Operator Penugasan Khusus
Operator Penulisan Kesamaan
+= $a+=$b $a=$a+$b
-= $a-=$b $a=$a-$b
*= $a*=$b $a=$a*$b
/= $a/=$b $a=$a/$b
%= $a%=$b $a=$a%$b
.= $a.=$b $a=$a.$b






4. Operator Penaikkan dan Penurunkan Nilai
Operator ini hampir sama penggunaannya dengan operator penugasan, tetapi
disini nilai yang digunakan sebagai penambah atau pengurang adalah angka 1.
Tabel 2.4 menunjukkan operator penaikan dan penurunan nilai.
Tabel 2.4 Operator Penaikan dan Penurunan Nilai
Operator Penulisan Keterangan
++variabel ++$a
untuk menaikkan 1 angka pada nilai
variabel.
-variabel -$a
digunakan untuk menurunkan 1
angka pada nilai variabel.
Variabel++ $a++
untuk menaikkan 1 angka pada nilai
variabel dengan dengan
sebelumnya dibarikan dengan
kondisi yang sama.

5. Operator Logika
Operator logika digunakan untuk menggabungkan hasil dari sebuah kondisi
logika, atau bisanya dengan menggunakan gerbang logika dalam menentukan
logika yang digunakan. Pada 2.5 tabel menunjukkan operator logika.
Tabel 2.5 Operator Logika
Operator Contoh Keterangan
&&
A=1, b=2
{ a>5 && b<5 }
Hasilnya FALSE
AND
| |
A=1, b=2
{ a<5 | | b = = 11 }
Hasilnya TRUE
OR
!
A=1, b=2
! (a = = b)
Hasilnya TRUE
NOT

Keterangan operator logika yang digunakan dalam pemrograman PHP, yaitu :
(Budi Raharjo., 2010)
5





1. Logika AND akan menghasilkan nilai benar jika kedua kondisi
pembanding bernilai benar, dan akan bernilai salah jika salah satu
pembanding bernilai salah / nol.
2. Logika OR akan menghasilkan nilai benar jika kedua kondisi pembanding
bernilai benar, juga akan bernilai benar meskipun salah satu pembanding
bernilai benar / satu, dan akan menghasilkan nilai salah jika salah satu
pembanding menghasilkan nilai salah /nol.
3. Logika NOT akan menghasilkan nilai benar jika pembanding bernilai
salah/nol atau sebaliknya akan bernilai salah jika pembanding bernilai
benar/satu.

2.8 Web Server Apache
Apache merupakan web server yang paling banyak dipergunakan di internet.
Program ini pertama kali didesain untuk system operasi lingkungan UNIX.
Namun demikian, pada beberapa versi berikutnya Apache mengeluarkan program
yang dijalankan di Windows NT. Apache mempunyai program pendukung yang
cukup banyak. (Mukhamad Yunus dan Toni Yuniarto., 2010)
10
Hal ini
memberikan layanan yang cukup lengkap bagi pengguna. Beberapa dukungan
Apache adalah : (Mukhamad Yunus dan Toni Yuniarto., 2010)
10

1. Kontrol Akses
Kontrol ini dapat dijalankan berdasarkan nama host atau nomor IP.





2. CGI ( Common Gateway Interface )
Yang paling terkenal untuk digunakan adalah Perl ( Practical Extraction and
Report Language ), didukung oleh Apache dengan menempatkan sebagai
modul ( mod_perl ).
3. PHP ( Personal Home Page / PHP Hypertext Processor )
Program dengan metode semacam CGI, yang memproses teks dan bekerja di
server. Apache mendukung PHP dengan mendapatkan PHP sebagai salah satu
modul (mod_php). Hal ini membuat kinerja PHP menjadi lebih baik.
4. SSI ( Server Side Includes )
Web server Apache mempunyai kelebihan dari beberapa pertimbangan di
atas, yaitu :
Apache termasuk dalam kategori freeware.Apache mudah sekali proses instalasi
jika dibandingkan web server lain seperti NCSA, IIS, dan lain-lain.
a. Mampu beroperasi pada berbagai platform system operasi.
b. Mudah mengatur konfigurasi.
c. Apache hanya mempunyai empat file konfigurasi.
d. Mudah dalam menambahkan peripheral lainnya ke dalam platform web
server.

Fasilitas atau ciri khas dari web server Apache adalah : (Mukhamad Yunus dan
Toni Yuniarto., 2010)
10

1. Apache menyediakan feature untuk multihomed dan virtual server.




2. Kita dapat menetapkan respon error yang akan dikirim web server dengan
menggunakan file atau skrip.
3. Server Apache dapat otomatis berkomunikasi dengan client browser untuk
menampilkan tampilan terbaik pada client browser. Web server Apache
secara otomatis menjalankan file index.html ( halaman utama ) untuk
ditampilkan secara otomatis pada sisi client.
4. Web server Apache mempunyai level-level pengamanan.
5. Apache mempunyai komponen dasar terbanyak di antara web server lain.
6. Mempunyai dukungan teknis melalui web.

2.9 Database MySQL
Basis data adalah sekumpulan informasi yang diproses oleh sebuah perangkat
komputer yang memungkinkan data dapat diakses dengan mudah dan tepat.
Dalam manajemen modern, informasi menjadi sumber daya yang penting.
Informasi merupakan suatu bentuk penyajian data yang melalui mekanisme
pemrosesan yang berguna bagi pihak tertentu sebagai acuan dalam pengambilan
keputusan. (Abdul Kadir., 2003)
3

MySQL termasuk jenis RDBMS ( Relational Database Management System ).
MySQL adalah database engine atau server database yang mendukung bahasa
database pencarian SQL. SQL merupakan paket standar untuk berkomunikasi
dengan database manapun untuk melakukan proses pencarian, menyimpan dan
pengambilan data. (Mufid D. Purwanto, dkk., 2002)
2




MySQL merupakan suatu sistem manajemen database yang memiliki tugas untuk
menambahkan, mengakses, dan memproses data yang tersimpan. Karena
komputer sangat unggul dalam menangani jumlah data yang besar, sistem
manajemen database dapat memainkan suatu peranan yang penting dalam
komputansi, baik sebagai utility stand-alone maupun bagian dari aplikasi lainnya.
Konektivitas, kecepatan dan keamanannya membuat MySQL cocok untuk
pengaksesan database melalui internet. Suatu database relasional menyimpan
data dalam tabel-tabel terpisah yang dihubungkan dengan relasi yang ditentukan
untuk dapat mengkombinasikan data dari beberapa tabel pada suatu permintaan.

2.9.1 Keunggulan MySQL
Penyebab utama MySQL begitu popular di kalangan Web adalah karena cocok
bekerja pada lingkungan tersebut. Pertama, MySQL tersedia di berbagai platform
Linux an berbagai varian Unix. Sesuatu yang tidak dimiliki database lain, seperti
Ms.Access yang sangat popular di platform Windows. Ms.Access tidak dipakai
karena tidak memiliki kemampuan client-server networking.

Kedua, fitur fitur yang dimiliki MySQL sangat banyak dibutuhkan dalam
aplikasi web. Misalnya, klausa LIMIT SQL yang sangat praktis untuk melakukan
paging, indeks field FULLTEXT untuk full text searching, atau kekayaan fungsi
fungsi built-in, mulai dari memformat dan memanipulasi tanggal, mengolah
string, regex, encryption dan hashing.





Ketiga, MySQL memiliki overhead koneksi yang rendah. Soal kecepatan
melakukan transaksi atau kinerja di kondisi load tinggi mungkin bisa
dipermasalahkan dengan berbagai branchmark berbeda. Karakteristik ini
membuat MySQL cocok bekerja dengan aplikasi CGI, di mana setiap request
skrip akan melakukan koneksi, mengirimkan satu atau lebih perintah SQL, lalu
memutuskan koneksi lagi.

2.10 Sistem Operasi Linux Ubuntu 12.04 LTS
Linux adalah sebuah kernel dari sistem operasi UNIX berbasis Open Source yang
dibuat oleh Linux Torvalds pada sekitar awal tahun 90-an. Ubuntu merupakan
sistem operasi berbasis GNU/Linux turunan dari distro Debian yang sangat mudah
digunakan, handal, stabil dan aman.(Rizal Rachman., 2013)
5


Ubuntu berasal dari filosofi Afrika yang berarti "Kemanusiaan kepada sesama.
Ubuntu didesain untuk kepentingan penggunaan personal, namun tersedia juga
untuk versi server seperti Ubuntu 12.04 LTS yang akan digunakan dalam tugas
akhir ini.

Rilis pertama Ubuntu adalah Ubuntu 4.10 pada tahun 2004 dengan codename
Warty Warthog. Mark Shuttleworth adalah tokoh dibalik dari kesuksesan Ubuntu
hingga Ubuntu dapat terkenal seperti saat ini. Ia adalah pendiri dari perusahaan
Cannonical, Ltd yang merupakan perusahan resmi pensupport Ubuntu.(Rizal
Rachman., 2013)
5






Ubuntu 12.04 LTS sendiri adalah rilis Ubuntu yang ke 16 dan merupakan seri
Long Term Support atau LTS yang ke 4. LTS adalah versi Ubuntu yang disupport
lebih lama dari versi-versi Ubuntu yang biasa yaitu 4 tahun untuk versi Desktop
dan 5 tahun untuk versi Server. Namun pada Ubuntu 12.04 ini, seri LTS akan
sama-sama disupport selama 5 tahun baik itu untuk versi Desktop maupun Server.
Seri LTS lebih ditujukan untuk kehandalan dan kestabilan sistem, sehingga sangat
cocok digunakan untuk komputer server.

Sebagai sistem operasi berbasis Linux, yang tersedia secara bebas dan mempunyai
dukungan baik yang berasal dari komunitas maupun tenaga ahli profesional.
Kelebihan Ubuntu, diantaranya :
1. Open Source, Karena sifatnya Open Source pengguna dapat dengan bebas
memodifikasi jadi pengguna bisa mengubah, menggandakan,
mengembangkan dan menyebarluaskan tanpa harus membayar lisensi.
2. Hampir semua fungsi software di windows di miliki oleh ubuntu dengan
software alternatif.
Kekurangan Ubuntu, diantaranya :
1. Selalu membutuhkan koneksi internet untuk melakukan instal aplikasi
ataupun update.
2. Masih kurangnya driver untuk perangkat atau peripheral yang kurang
populer.

Pada Ubuntu Dekstop Edition yang akan digunakan dalam tugas akhir dapat juga
diinstal fitur-fitur yang terdapat pada Ubuntu Server Edition.




Berikut adalah layanan-layanan server yang disediakan oleh Ubuntu Linux antara
lain: (Aan Rusman., 24 Desember 2012)
10

1. SSH Server dengan menggunakan aplikasi OpenSSH.
Secure Shell (SSH) merupakan sebuah protokol TCP/IP yang menyediakan
layanan pertukaran data melalui jalur yang aman (terenkripsi) antara dua
atau lebih komputer yang tergabung dalam satu jaringan. Aplikasi yang
digunakan untuk membangun server SSH adalah OpenSSH. OpenSSH
merupakan aplikasi berbasis protokol SSH yang berfungsi untuk me-remote
sebuah komputer dan/atau melakukan transfer file antar komputer.
2. Aplikasi Firewall dengan iptables.
Firewall merupakan salah satu cara untuk melindungi sistem dari ancaman
keamanan jaringan.
3. DNS Server dengan menggunakan aplikasi BIND.
DNS (Domain Name Sistem) adalah sebuah sistem yang
menyimpaninformasi tentang namahost maupun nama domain dalam bentuk
basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer (misal
Internet). Fungsi utama dari sebuah sistem DNS adalah menerjemahkan
nama-nama host (hostnames) menjadi alamat IP ataupun sebaliknya,
sehingga nama tersebut mudah diingat oleh pengguna internet.
4. Proxy Server dengan menggunakan aplikasi Squid.
Proxy server adalah server (komputer atau program aplikasi) yang melayani
request dari client-nya untuk meneruskan request ke server yang lain.





5. DHCP Server dengan menggunakan aplikasi dhcp3-server.
DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol yang
berbasis arsitektur client-server yang dipakai untuk memudahkan
pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan.
6. Web Server dengan menggunakan aplikasi Apache2.
Web server bekerja melalui protolol HTTP. HTTP merupakan protocol
komunikasi untuk mengirim dan menerima halaman dalam format hypertext
melalui internet. HTTP adalah protokol standar request / response antara
client dan server.
7. FTP Server dengan menggunakan aplikasi ProFTPD.
FTP (File Transfer Protocol) digunakan untuk melakukan transfer data dari
satu komputer ke komputer lainnya dalam satu jaringan komputer atau
internet.
8. Domain Controller dengan menggunakan aplikasi Samba.
Samba merupakan aplikasi yang mengimplementasikan protokol Server
Message Blok (SMB) di lingkungan Unix/Linux. Fungsi utama dari
protokol ini adalah untuk melakukan sharing file dan printer.





DAFTAR PUSTAKA
[1] Askiri Azikin, Yudha Purwanto,ST. 2005. Video/TV Streaming dengan
VLC. Yogyakarta: Penerbit ANDI.

[2] D.Purwanto, Mufid dan Muhammad Tito Herlambang. 2002.
Membangun Web Server Dengan Linux. Jakarta : Elex Media
Komputindo.

[3] Kadir, Abdul. 2003. Dasar Pemrograman WEB Dinamis menggunakan
PHP. Yogyakarta : ANDI Yogyakarta.

[4] Martono, Teguh Heru. 2010. Konfergensi Hukum. Literatur Digital.
Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

[5] Rachman, Rizal. 2013. Mahir Administrasi Server dan Router dengan
Linux Ubuntu Server 12.04 LTS. E-Book. Bekasi.

[6] Raharjo, Budi, dkk. 2010. Modul Pemrograman Web HTML, PHP, dan
MySQL Edisi Revisi. Bandung : Penerbit Modula.

[7] Shagira, Fera. 2012. Implementasi Dan Perancangan IPTV Multichannel
Dengan IPv6 Berbasis WEB. Tugas Akhir. IT Telkom.

[8] Susila Satwika, I Kadek. 2011. Proses Video Streaming Dengan Protokol
Real Time Streaming Protocol (RTSP). Universitas Udayana.

[9] Syafrizal, Melwin. 2011. Pengantar Jaringan Komputer. Yogyakarta :
Andi Publisher.

[10] Yunus, Mukhamad dan Toni Yuniarto. 2010. Pembuatan Server TV
Live Streaming Dengan Media Internet Pada Politeknik Negeri Semarang.
Tugas Akhir. Politeknik Negeri Semarang.

[11] Aan Rusman. 24 Desember 2012. Linux Ubuntu.
http://aanrusman.blogspot.com/2012/12/linux-ubuntu.html. Tanggal Akses 5
April 2014

[12] Admin. 3 November 2010. Teknologi Streaming.
http://digilib.ittelkom.ac.id/. Tanggal Akses 5 April 2014

[13] Master Web Media, PT. Database Open Source.
http://www.master.web.id/mwmag/issue/04/content/fokus/fokus.html. Tanggal
Akses 22 April 2014