Anda di halaman 1dari 10

PENAKSIRAN PARAMETER

A. Pengertian Penaksiran dan Penaksi


Penakisran adalah proses yang menggunakan sampel statistik untuk menduga atau
menaksir parameter populasi yang tidak diketahui. Penaksiran merupakan suatu pernyataan
mengenai parameter populasi yang diketahui berdasarkan informasi dari sampel. Dalam hal
ini sampel rondom, yang diambil dari populasi bersangkutan. Jadi dengan penaksiran itu,
keadaan parameter populasi dapat diketahui.
Penaksir adalah suatu statistik (harga sampel) yang digunakan untuk menggunakan untuk
menaksir suatu parameter. Dengan penaksir, dapat diketahui seberapa jauh suatu parameter
populasi yang tidak diketehui disekitar sampel (statistik sampel).
Secara umum, parameter diberi lambang (dibaca: theta) dan penaksir diberi lambang


(dibaca: theta topi). Selain penaksiran parameter, dikenal juga penaksir statistik, yaitu nilai-
nilai atau angka-angka yang diperoleh dari penaksir parameter (Hasan,2002).

B. Ciri-ciri penaksir yang baik
Banyak ciri atau syarat untuk menentukan apakah sebuah penaksir tergolong baik atau
tidak. Suatu penaksir dikatakan baik apabila memiliki ciri-ciri berikut :
1. Tidak Bias (Unbiased)
Suatu penaksir (

) dikatakan tidak bias bagi parameternya () apabila nilai


penaksir sama dengan nilai yang ditaksirnya (parameternya)
E (penaksir) = parameternya
Jadi, penaksir tersebut secara tepat dapat menaksir nilai dari parameternya.
2. Efisien
Suatu penaksir (

) dikatakan efisien bagi parameternya () apabila penkasir


tersebut memiliki varians yang kecil. Apabila terdapat lebih dari satu penaksir,
penaksir yang efisien adalah penaksir yang memiliki varians terkecil. Dua buah
penduga dapat dibandingkan efisiensinya dengan mengunakan efisiensi efektif
(relative effieciency)


3. Konsisten
Suatu penaksir (

) dikatakan konsisten bagi parameternya () apabila memenuhi


syarat berikut :
a. Jika ukuran sampel semakin bertambah maka penaksir akan mendekati
parameternya. Jika besarnya sampel menjadi tak terhingga maka penaksir
konsisten harus dapat memberi suatu penaksiran titik yang sempurna
terhadap parameternya. Jadi, merupakan penaksir yang konsisten. Jika dan
hanya jika :


b. Jika ukuran sampel bertambah ak terhingga maka distribusi sampling
penaksir akan mengecil menjadi suatu garis tegak lurus di atas parameter
yang sebenarnya dengan probabilitas sama dengan 1.
Catatan : suatu penaksir konsisten belum tentu merupakan penaksir yang
baik, karena konsisten hanya merupakan salah satu syarat.
C. Jenis-jenis Penaksiran
1. Jenis-jenis penaksiran berdasarkan cara penyajiannya
Berdasarkan cara penyajiannya, penaksiran dapat dibedakan atas dua jenis,
yaitu penaksiran tunggal dan penaksiraan interval.
a. Pendugaan tunggal (point estimate)
Penaksiran tunggal adalah penaksiran yang hanya mempunyai atau menyebutkan
satu nilai.
Contoh :
1) Penaksiran untuk adalah rata-rata dari sampel

, yang dirumuskan :


2) Penaksiran untuk

adalah varians dari sampel

yang dirumuskan :



Atau



Catatan :
a) Penaksir untuk adalah s
b) Penaksir varians rata-rata sampel adalah


c) Penaksir

adalah



3) Penaksir untuk p adalah p, yaitu proporsi dalam sampel yang dirumuskan



Dalam praktiknya, penaksiran tunggal hanya memiliki satu nilai tidak
memberikan gambaran mengenai selisih atau jarak antara nilai penaksir tersebut
dengan nilai sebenarnya (nilai parameternya). Penaksiran tunggal memberikan
nilai yang kemungkinan besar berbeda dari nilai parameter sebenarnya, meskipun
dalam sampel yang berulang-ulang, kecuali diberikan besarnya kesalahan yang
mungkin terjadi. Oleh karena itu, sebagai ganti digunakan penaksiran interval
atau interval keyakinan.
b. Penaksiran interval
Penaksiran interval adalah penaksiran yang mempunyai dua nilai sebagai
pembatasan atau daerah pembatasan. Jadi, pada penaksiran interval, taksiran
dinyatakan dalam suatu daerah atau interval yang dibatasi oleh dua nilai. Pada
penaksiran interval digunakan tingkat keyakinan (confidence) terhadap daerah
yang nilai sebenarnya atau parameternya akan berbeda. Dengan demikian,
penaksiran interval yang disertai keyakinan merupakan interval keyakinan
(confidence interval estimate) atau interval kepercayaan.
1) Tingkat keyakinan/tingkat kepercayaan/tingkat k0nfidensi/peluang besar(1-)
adalah daerah di bawah kurva distribusi peluang yang merupakan tempat
kedudukan niali-nilai taksiran parameter suatu populasi berdasarkan pada
statistik sampelnya yang masih dapat diyakini kebenarannya.
2) Tungkat signifikan/tingkat resiko/taraf nyata ()
Adalah luas dearah d bawah kurva distribusi peluang teoritis yang merupakan
tempat kedudukan nilai-nilai taksiran parameter suatu populasi berdasarkan
pada statistik sampelnya yang tidak dapat diyakini kebenaranya.



1-


Rumus Umum :
St


atau
P


b a
Keterangan :
St

= batas bawah penaksiran interval


= batas atas penaksiran interval


St = penaksir (statistik sampel)

= koofisien yang sesuai dengan interval keyakinan yang digun


akan dalam penaksiran interval dan nilainya diberikan dalam
tabel kurva normal.

= simpangan baku penkasir

= kesalahan penaksir
P(b < parameter < a) = 1- berarti bahwa probabilitas
sebesar 1- interval (b-a) memuat nilai parameter
sebenarnya
Contoh :
Penaksiran inteval rata-rata dengan tingkat keyakinan 95% dituliskan


Catatan :
Tingkat keyakinan atau koefisien keyakinan (level of confidence) diberi simbol
. Besarnya nilai antara lain : 0,90

2. Jenis-jenis penaksiran berdasarkan jenis parameternya
Berdasarkan pada jenis parameternya, penaksiran dapat dibedakan atas
beberapa jenis, antara lain penaksiran rata-rata, penaksiran proporsi, penaksiran
varians, dan penaksiran simpangan baku (Hasan,2002).
a. Penaksiran rata-rata
Pendugaan rata-rata adalah penaksiran mengenai nilai parameter yang
sebenarnya berdasarkan informasi rata-rata sampel.
Penaksiran interval rata-rata ditentukan sebagai berikut :
1) Untuk sampel Besar (n > 30)
a) Untuk populasi tidak terbatas atau populasi terbatas yang
pengambilan (with replacement) sampelnya dengan pengambilan
dan diketahui.
Pendugaan interval untuk rata-rata dirumuskan :



b) Untuk populasi terbatas, pengambilan sampel tanpa pengambilan
dan diketahui atau (

) .
Penaksiran interval untuk rata-rata dirumuskan :




2) Untuk Sampel Kecil (n 30)
Untuk sampel kecil yang pengambilan sampelnya dengan pengambilan
dan tidak diketahui, penaksiran interval untuk rata-rata dirumuskan
(Hasan,2002):



Catatan:
a) Pada rumus sampel besar, jika simpangan baku populasi tidak
diketahui, dugunakan simpangan baku sampel s sebagai perkiraan dari

b) Pada rumus sampel kecil, jika (

) , maka digunakan faktor


koreksi


Sehingga penaksiran interval menjadi :




Pada rumus ini, menggunakan tabel t, sehingga harus mencari derajat
kebebasan (degree of freedom/df), yang mana df = n-1
b. Penaksiran proporsi
Penaksiran proporsi adalah penaksiran dari proporsi populasi yang tidak
diketahui.
Penaksiran interval untuk proporsi di tentukan sebagai berikut:
1) Sampel Besar (n < 30)
a) Untuk Populasi Tidak Terbatas
Untuk populasi yang tidak terbatas penaksiran interval untuk proporsi
dirumuskan:


b) Untuk populasi terbatas dan pengambilan sampel tanpa pengembalian
atau (

)
Penaksiran interval untuk proporsi dirumuskan :




2) Sampel Kecil
Untuk sampel kecil, penaksiran interval untuk proporsi dirumuskan sebagai
berikut :


Derajat kebebasan (degrree of freedom/df), yang mana df = n-1
c. Penaksiran Variansi
Definisi :
Jika sampel berukuran diambil dari populasi normal dengan variansi


dean variasi sampel

dihitung, akan diperoleh nilai statistik

yang
digunakan sebagai nilai taksiran dari

. Dengan kata lain

adalah
penaksiran

. Interval penaksiran ditentukan dengan statistik :


Jika

adalah variansi sampel acak berukuran n dari populasi normal,


selang kepercayaan dari

adalah


Dengan

dan

adalah nilai Chi-Squared dengan derajat


kebebasan yang mempunyai luas di sebelah kanan

dan di sebelah
kiri


Statistik

mempunyai distribusi Chi-Squared dengan derajat


kebebasan untuk sampel dari populasi normal.
Selang penaksiran dapat dituliskan :
(

)
Dengan

dan

adalah nilai-nilai dari distribusi Chi-Squared


dengan derajat kebebasan.
d. Penaksiran Simpangan Baku
Untuk menaksir

dari sebuah populasi, maka perlu dihitung sampel varians

berdasarkan sampel acak berukuran n.



varians

adalah penaksir takbias untuk varians

, tetapi simpangan baku .


Jika titik taksiran untuk adalah bias.
Jika populasi berdistribusi normal dengan varians

, maka interval
kepercayaan untuk

ditentukan dengan menggunakan distribusi chi-kuadrat.



Dengan n ukuran sampel sedangkan

dan

diperoleh dari
daftar chi-kuadrat berturut-turut untuk

dan

dengan
dk = .
Interval taksiran simpangan baku diperoleh dengan melakukan penarikan
akar ketidaksamaan dalam rumus di atas.
e. Penaksiran selisih rata-rata
Penaksiran selisih rata-rata adalah untuk menentukan interval nilai selisih rata-
rata sampel yang dapat memuat selisih rata-rata parameter populasi.
Rumus :
1) Untuk Sampel Besar dan

diketahui (


2) Untuk Sampel Besar dan

tiak diketahui
Bila

tidak diketahui nilainya, tetapi

, maka:



Bila

tidak diketahui nilainya, tetapi

, maka:

)
Derajat kebebasan (degree of freedom/df), yang mana df =


f. Penaksiran selisih Proporsi
Penaksiran selisih proporsi adalah untuk menentukan interval nilai selisih
populasi sampel yang dapat memuat selisih proporsi populasinya.
Rumus :



D. Penentuan Ukuran-Ukuran Sampel Penaksiran
Untuk menentukan besarnya sampel (n) dalam penaksiran, perlu diprehatikan bebrapa
hal yaitu :
1. Berapa besar E (kesalahan taksir) yang akan ditolerir. Kalau menghendaki E 0,
maka n = N, sebab E merupakan tingkat ketelitian.
2. Tingkat variansi dari data populasi atau karakteristik/variabel yang akan diselidiki,
yang dinyatakan dalam besar kecilnya simpangan baku
3. Besarnya tingkat keyakinan yang akan digunakan untuk menjamin pernyataan dari
penaksiran yang dihasilkan.
Untuk penaksiran rata-rata, banyaknya sampel dapat ditentukan dengan rumus
(Hasan,2002) :
[


Untuk penaksiran proporsi, banyaknya sampel dapat ditentukan dengan rumus
(Hasan,2002).


Catatan: rumus ini dipakai bila probalitas sukses dan gagal tidak diketahui, maka
probalitas dianggap sama p (sukses) = p (gagal).
Bila probalitas sukses dan gagal diketahui, maka rumus yang digunakan :
[


E. Cara- Cara Menaksir
Penaksir terbaik yaitu penaksir tak bias dan bervarians minimum belum
tentu memperoleh nilai taksiran parameter yang benar-benar tepat. Keakuratan
penaksiran dapat ditingkatkan dengan memperbesar sampel, tetapi ini tidak menjamin
bahwa nilai taksiran yang berasal dari suatu sampel akan sama dengan parameter yang
ditaksir. Untuk itu harus dicari interval taksiran yang di dalamnya diharapkan terdapat
nilai parameter yang sebenarnya.
Suatu interval taksiran dari parameter Suatu interval taksiran dari parameter
adalah interval yang berbentuk

. Karena sampel yang berbeda akan


menghasilkan

yang berbeda, demikian pula dengan

, maka kedua titik itu


dapat dipandang sebagai nilai bagi peubah padanannya

. Dari sebaran
penarikan sampel untuk

dapat ditentukan

, sehingga


dimana , maka akan dihasilkan suatu interval yang mengandung .
Interval

disebut selang kepercayaan sedangkan disebut koefisien


kepercayaan, dan

masing-masing disebut batas kepercayaan sebelah atas


dan sebelah bawah.