Anda di halaman 1dari 24

BURSA VALAS DAN FAKTOR

YANG MEMPENGARUHI KURS


VALAS

Valas/forex/foreign currency diartikan sebagai
mata uang asing dan alat pembayaran lainnya
yang digunakan untuk melakukan atau
membiayai transaksi ekonomi dan keuangan
internasional atau luar negeri dan biasanya
mempunyai catatan kurs resmi pada Bank
Sentral atau Bank Indonesia.

cadangan devisa adalah Total valas yang
dimiliki oleh pemerintah dan swasta dari suatu
negara.
Cadangan devisa suatu negara biasanya
dikelompokkan atas:
Cadangan devisa resmi atau official forex reserve
Cadangan devisa nasional atau country forex reserve
Bursa atau pasar valas diartikan sebagai suatu
tempat atau sistem dimana perorangan,
perusahaan, dan bank dapat melakukan
transaksi keuangan internasional dengan jalan
melakukan pembelian atau permintaan
(demand) dan penjualan atau penawaran
(supply) atas valas (forex).
Tiga prinsip pokok dalam bursa valas adalah
sebagai berikut:
Pengertian kurs jual dan kurs beli selalu dilihat dari
sisi atau pihak bank atau money changer atau pedagang
valas.
Kurs jual selalu lebih tinggi dari kurs beli atau
sebaliknya kurs beli selalu lebih rendah dari kurs jual.
Kurs jual/beli suatu mata uang (valas) adalah sama
dengan kurs beli/jual dari mata uang (valas) lawannya.
Dengan kata lain, kurs jual/beli USD adalah sama
dengan kurs beli/jual IDR.


fungsi bursa valas adalah:

Menyelenggarakan transaksi pembayaran
internasional.
Menyediakan fasilitas kredit jangka pendek
untuk pembayaran internasional.
Menyediakan fasilitas hedging, yaitu tindakan
pengusaha atau pedagang valas untuk
menghindari risiko kerugian atas fluktuasi
kurs valas.

Spot market adalah bursa valas dimana
dilakukan transaksi jual dan beli valas dengan
kurs spot dengan cara immediately delivery atau
dalam jangka waktu 2 x 24 jam. Spot market
diartikan sebagai suatu bursa valas setempat
Forward market adalah bursa valas dimana
dilakukan transaksi penjualan dan pembelian
valas dengan kurs forward, yaitu kurs yang
ditetapkan sekarang atau saat ini, tetapi
diberlakukan untuk waktu yang akan datang
(future period) antara lebih dari 2 x 24 jam
hingga biasanya 1 tahun atau 12 bulan.

Perhitungan forward premium ini dapat dilakukan
dengan menggunakan rumus sebagai berikut:




Keterangan: FR = Forward Rate
SR = Spot Rate
n = hari untuk 360/n, atau
n = bulan untuk 12/n

Kebijakan pengusaha untuk melakukan
forward contract ini merupakan salah satu cara
hedging, yaitu tindakan pengusaha untuk
menghindari risiko kerugian sebagai akibat
dari fluktuasi kurs valas (forex rate) yang
disebut serbagai forex exposure.

Secara finansial, forex exposure atau pengaruh
fluktuasi kurs valas terhadap transaksi (ekspor
dan impor) yang dilakukan oleh perusahaan
dapat digolongkan sebagai berikut:

Transaction exposure
Economic/operating exposure
Transaction/accounting exposure
Currency futures market (CFM) merupakan salah
satu bentuk bursa valas. Di CFM dilakukan
kontrak yang sering digunakan oleh para
pengusaha atau arbitrager (pedagang valas) untuk
meng-cover atau melindungi posisi forex-nya atau
untuk berspekulasi mencari keuntungan terhadap
fluktuasi forex rate.
CFM berawal dari lahirnya commodity futures
exchange untuk memenuhi kebutuhan petani,
konsumen, dan pedagang produk pertanian
(agriculture) pada tahun 1919 di Chicago Merchantile
Exchange (CME).

Currency option market (COM) merupakan
suatu alternatif lain bagi pengusaha dan
pedagang valas atau spekulator untuk
melakukan kontrak sehingga memperoleh hak
untuk membeli (call option) atau hak untuk
menjual (put option) yang dapat dibatalkan (not
obligation) atas sejumlah unit valas pada harga
dan jangka waktu atau tanggal expired tertentu.

Eurocurrency market adalah pasar uang
internasional yang kemudian dikenal sebagai
Eurodollar market yang tumbuh dan
berkembang sejak awal tahun 1960. Pasar uang
ini sebenarnya dimulai dari simpanan emas
Uni Soviet dalam bentuk deposito dolar di
bank-bank Inggris untuk membiayai impor
gandumnya dari USA.

Secara luas Eurocurrency market dapat juga
diartikan dan meliputi bank-bank di Asia yang
menerima deposito dalam foreign currency,
terutama USD, yang kemudian dikenal sebagai
Asian Dolar Market. Asian dolar market ini dapat
tumbuh dan berkembang karena tuntutan
usaha untuk melayani kebutuhan yang
semakin meningkat dari dunia bisnis di Asia
dan USD sebagai alat transaksi keuangan
ataupun perdagangan internasional.

Beberapa faktor yang menyebabkan tumbuh dan
berkembangnya Eurodollar ini antara lain sebagai berikut:

Adanya Peraturan Pemerintah USA tahun 1968 yang
membatasi pinjaman luar negeri oleh bank-bank USA
sehingga cabang MNC USA hanya dapat meminjam
USD di bank-bank Eropa.
Tidak adanya ketentuan reserve requirement untuk
deposito Eurodollar.
Adanya pembatasan tingkat bunga tertinggi (ceiling
rate) dari deposito pada bank-bank USA sehingga
mendorong transfer USD ke Eurodollars market yang
pada waktu itu belum ada pembatasan.
Hal ini mendorong berkurangnya spread antara
kewajiban membayar bunga deposito dan hasil yang
diperoleh dari kredit oleh bank-bank Eropa, namun
tetap memperoleh keuntungan yang wajar.


FAKTOR FUNDAMENTAL
FAKTOR TEKNIS
FAKTOR PSIKOLOGIS
HUBUNGAN ANTARA
KURS VALAS
DENGAN TINGKAT
INFLASI DAN
TINGKAT BUNGA


IRP adalah salah satu teori yang paling di kenal
dalam keuangan internasional yang menerangkan
bagaimana hubungan antara bursa valas (forex
money) dan money market. Teori IRP menyatakan
bahwa perbedaan tingkat bunga pada international
money market akan cenderung sama dengan forward
rate premium ataupun discount. Dengan kata lain,
berdasarkan teori IRP akan dapat di tentukan
berapa perubahan kurs forward atau forward rate
(FR) dibandingkan dengan spot rate (SR) bila
terdapat perbedaan tingkat bunga antara home
country dan foreign country.

Pengaruh tingkat inflasi terhadap kurs valas
ini dapat dijelaskan berdasarkan teori
purchasing power parity atau teori paritas daya
beli atau keseimbangan atau kesamaan daya
beli yang diperkenalkan oleh Gustav Cassel
setelah perang dunia I.
Penjelasan teori ini didasarkan pada the law of
one price, yaitu hukum yang menyatakan
bahwa harga produk (LOP) yang sama di dua
negara yang berbeda akan sama pula bila
dinilai dalam mata uang yang sama.

Teori penting lainnya dalam Manajemen
Keuangan Internasional adalah internasional
fisher effect (IFE) theory. Ekonom Irving Fisher
menyatakan tingkat bunga nominal (i) disetiap
negara akan sama dengan real rate of return (r)
ditambah dengan tingkat inflasi (I) yang
diharapkan atau dapat dirumuskan i = r + I.

Menurut teori IFE, tingkat bungan di dua
negara berbeda, misalnya Amerika dan Jepang,
dapat terjadi karena adanya perbedaan tingkat
inflasi yang diharapkan sebagaimana rumus di
bawah ini:

Tingkat bunga di USA = i ($) = r ($) + I ($)
Tingkat bunga di Jepang = i (Y) = r (Y) + I (Y)


Sejak berlakunya sistem nilai tukar
mengambang, maka tidak ada satupun dari
ketiga teori keuangan internasional di atas
yang dapat digunakan untuk meramalkan atau
memforecast kurs valas dalam setiap kondisi.
Namun, masih tetap terdapat suatu dasar
hubungan ekonomi tertentu yang disebut
sebagai parity conditions yang dapat
membantu untuk menerangkan perubahan
atau pergerakan kurs valas