Anda di halaman 1dari 2

DASAR TEORI

Minyak daun cengkeh diperoleh dari penyulingan daun cengkeh (Syzigium aromaticum,
Eugenia caryophyllata dan Syzigium caryophyllum). Minyak daun cengkeh berwarna
kuning muda. Minyak daun cengkeh digunakan sebagai bahan baku industri pangan,
parfum, farmasi, dan bahan pembuatan vanilin sintetik. Minyak daun cengkeh pada
umumnya mengandung jumlah eugenol lebih sedikit bila dibandingkan dengan minyak
bunga cengkeh. Mutu minyak daun cengkeh terutama ditentukan oleh kandungan eugenol
dan warna minyak. (Guenther, 1990)
Minyak daun cengkeh mengandung dua kelompok komponen penyusun. Kelompok
pertama adalah senyawa fenolat dengan eugenol (80-85%) sebagai komponen terbesar.
Kelompok kedua adalah senyawa non fenolat yang meliputi beta karyofilen, alfa kubeben,
alfa kopaen, humulen, delta kadinen, dan kadina 1,3,5 trien dengan beta karyofilen sebagai
komponen terbesar. Bobot jenis pada 25o 1,064 1,070, Indeks bias pada 20oC 1,540
1,542 Kemurnian Eugenol, min. 99%, Penampakan dan warna : Cairan bening sampai
kuning muda, Kelarutan dalam etanol 70% 1 : 2 . (
http://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/54109/BAB%20II%20Tinjauan%20
Pustaka.pdf?sequence=4 )
Eugenol dapat dipisahkan dari minyak daun cengkeh dengan cara penggaraman
(direaksikan dengan basa alkali encer), pemurnian dengan cara ekstraksi dan pemisahan
eugenol dengan asam-asam anorganik. Tahapan terpenting pada isolasi eugenol dari
minyak daun cengkeh adalah mengekstrak komponen- komponen non eugenol yang ada
dalam air (larutan non eugenolat). Ekstraksi dilakukan dalam corong pemisah. Cara
ekstraksi yang demikian disebut ekstraksi cair-cair tak kontinyu.
http://akademik.che.itb.ac.id/labtek/wp-content/uploads/2012/05/epc-ekstraksi-padat-
cair.pdf
Eugenol dan non eugenol dari minyak daun cengkeh dapat dipisahkan dengan cara
penambahan larutan NaOH dan membentuk larutan natrium eugenolat yang larut dalam
air. Sedangkan komponen lain dalam minyak daun cengkeh tidak larut dalam air sehingga
akan tebentuk dua lapisan cairan yang mudah dipisah. Lapisan atas merupakan senyawa
atau komponen dalam minyak cengkeh selain eugenol. Eugenol dapat diperoleh dengan
menetralkan larutan eugenolat dengan menambahkan HCl hingga pH 3. Pada akhir reaksi
terjadi dua lapisan, dimana lapisan atas mengandung eugenol.
Dalam sebuah ekstraksi jika kedua fasa tersebut adalah zat cair yang tidak saling
bercampur, disebut ekstraksi cair-cair atau ekstraksi pelarut. Dalam sistem ini satu atau
lebih senyawa berpartisi di antara kedua pelarut, yaitu sebagian kecil senyawa akan berada
dalam salah satu pelarut, dan sebagian besar lainnya akan berada dalam pelarut yang
kedua. Partisi adalah keadaan kesetimbangan. Keberhasilan pemisahan sangat tergantung
pada perbedaan kelarutan senyawa tersebut dalam kedua pelarut. Secara umum prinsip
pemisahannya adalah senyawa tersebut kurang larut dalam pelarut yang satu dan sangat
larut di pelarut lainnya. Air banyak dipakai dalam sistem ekstraksi cair-cair senyawa
organik, karena banyak senyawa organik yang bersifat ion atau sangat polar yang cukup
larut dalam air. Alat yang digunakan untuk ekstraksi ini adalah corong pisah.
Dalam sistem ekstraksi ini akan dihasilkan dua fasa yaitu fasa air (aqueous) dan fasa
organik. Selain syarat kelarutan yang harus berbeda jauh perbedaannya di kedua pelarut
tersebut, juga syarat lain adalah pelarut organik harus mempunyai titik didih jauh lebih
rendah dari senyawa terektraksi (biasanya dibawah 100 oC), tidak mahal dan tidak bersifat
racun. (Adams, 1963)
DAPUS
Adams, R., Johnson, J.R., dan Wilcox, C.F.,1963,Laboratory Experiments in Organic
Chemistry, edisi ke 5, The Macmillan Company, New York.
Guenther, E.,1990, Minyak Atsiri, jilid iv, UI-Press, Jakarta.
Sastrohamidjojo, H.,2002. Kimia Minyak Astiri , FMIPA UGM, Jogjakarta.
http://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/54109/BAB%20II%20Tinjauan%20
Pustaka.pdf?sequence=4
http://akademik.che.itb.ac.id/labtek/wp-content/uploads/2012/05/epc-ekstraksi-padat-
cair.pdf