Anda di halaman 1dari 2

Carinda Nabilla Huda 13208241005

Lusia Cahyaningsih 13208241018


Olga Farabi 13208241020

MENGAPA MATA DAPAT MENGELUARKAN AIR MATA??

Air mata ada 3 jenis :
1. Air mata emosi tangisan (crying, weeping atau psychic tears)
Jenis pertama yang disebut air mata tangisan merupakan peningkatan lakrimasi
karena tekanan emosi yang kuat, kemarahan, penderitaan, kedukaan atau
kesakitan tubuh. Biasanya tidak muncul saat otak memberi respons "lawan-atau-
lari" (fight-or-flight response) karena sistem syarat simpatetik menghalangi
lakrimasi. Keluarnya tidak hanya pada saat emosi negatif, karena banyak orang
menangis saat sangat gembira. Pada manusia, "air mata emosi" (emotional
tears) dapat diiringi wajah yang memerah dan senggukan (seperti batuk),
pernafasan tersengal, kadang melibatkan kekejangan di bagian atas tubuh. Air
mata yang keluar karena emosi mempunyai susunan kimia yang berbeda
dengan air mata untuk melumasi. Air mata emosi mengandung lebih banyak
hormon berbasis protein, yaitu prolactin, hormon adrenokortikotropik,
danleucine enkephalin (penahan sakit alamiah) daripada air mata basal dan
refleks. Sistem limbik (limbic system) dilibatkan dalam produksi dorongan emosi
dasar, seperti marah, takut, dan sebagainya. Secara spesifik, hipotalamus dari
sistem limbik, juga berperanan mengatur sistem otonomik. Cabang
parasimpatetik dari sistem syaraf otonom mengatur kelenjar air mata lewat
neurotransmiter asetilkolin melalui baik reseptornikotinik dan muskarinik. Saat
reseptor ini diaktifkan, kelenjar air mata dirangsang untuk mengeluarkan air
mata.

2. Air mata refleks (reflex tears)
Jenis kedua ini dihasilkan dari iritasi mata oleh bahan asing, atau dari kehadiran
zat yang mengiritasi misalnya uap bawang, gas air mata, atau spray merica di
sekitar mata, termasuk kornea, konjunctiva, atau mukosa hidung (nasal mucosa).
Juga muncul dengan cahaya terang atau rasa pedas di lidah dan mulut.
Dihubungkan dengan muntah, batuk, dan menguap. Air mata refleks ini
berusaha membilas zat pengiritasi yang berkontak dengan mata.

3. Air mata basal (basal tears)
Pada mata mamalia yang sehat, kornea selalu dibasahi dan diberi makanan
oleh basal tears, yang melumasi dan membantu membersihkannya dari debu. Air
mata mengandung air mucin, lemak, lysozyme, lactoferrin, lipocalin, lacritin,
immunoglobulin, glukosa, urea, natrium, dan kalium. Beberapa zat dalam cairan
mata (lacrimal fluid) (seperti lysozyme) melawan infeksi bakteri sebagai bagian
dari sistem kekebalan tubuh(immune system). Lysozyme bekerja dengan
melarutkan lapisan pembungkus luar bakteri tertentu, disebut peptidoglycan. Air
mata merupakan cairan tubuh biasa dengan kandungan garam yang mirip
dengan plasma darah. Biasanya, dalam waktu 24 jam, disekresi 0,75 sampai
1,1 gram (0,030,04 ons avoirdupois) air mata; laju ini menurun dengan
pertambahan usia.