Anda di halaman 1dari 13

1

TUGAS ELEMEN MESIN I


PAKU KELING





Disusun Oleh :
HERIYADI
F 331 12 003

PROGRAM STUDI SI TEKNIK MESIN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS
TADULAKO
2013/2014

2
BAB I
PENDAHULUAN

1.Latar Belakang
Sambungan paku keling adalah salah satu sambugan praktis yang
menghasilkan sambugan logam yang sama. Sambungan keling termasuk
kedalam jenis sambungan tetap atau permanen,yaitu sambungan yang tidak
dapat dibuka kecuali dengan cara merusaknya.Proses penggunaan sambunga
keling mengharuskan pembuatan lubang poros atau lubang bor perplat yang
kira-kira ukuranya ( 1/16 inchi 1,5 mm ).

Pada hakekatnya,metode pemasangan paku keling adalah dengan
memanaskan keling sampai berwarna merah jambu kira-kira ( 980 ) dan
dimasukan kedalam lubang yang disejajarkan melalui beberapa bagian yang
akan disambungkan,kemudian memakai sebuah batang pegang (bucking bar)
dengan sebuah blok bentuk kepala (head die) paku keling yang dibuat untuk
memegang pada saat membentuknya.dan seorang pekerja lainya menggunakan
poros penggerak tekan dengan sebuah blok bentuk kepala untuk menempa
tangkai paku keling yang menonjol yang akan menghasilkan kepala
lainnya.opersi penempaan tersebut secara serempak mengerjakan kembali logam
paku keling dan menyebabkan pembesaran tangki sampai hampir mengisi lubang
tersebut,konstruksi paku keling selama pendinginan ditahan oleh bahan
sambungan dan akan mengembangkan tegangan sehingga sebuah sambungan
dalam paku keling berada ditengah-tengah anatar sebuah sambungan jenis geser
dan sambungan jenis dukung.Sambungan paku keling telah mempunyai sejarah
keberhasilan yang cukup panjang dibawah tegangan lelah (fatique stress) seperti
pada rel kereta api.
















3
BAB II
TEORI DASAR

Paku keling digunakan untuk sambungan tetap antara 2 plat atau lebih
misalnya pada tangki dan boiler.paku keling dalam ukuran yang kecil dapat
digunakan untuk menyambung dua komponen yang tidak membutuhkan
kekuatan yang besar,misalnya peralatan rumah tangga,furnite,dan alat
elektronik.

Sambungan paku keling sangat kuat dan tidak dapat dilepas dan jika
dilepas maka akan terjadi kerusakan pada sambungan tersebut.karena sifat
permanennya,maka sambungan paku keling harus dibuat sekuat mungkin untuk
menghindari kerusakan/patah.

Beberapa bagian penting paku keling adalah:

1. Kepala
2. Badan
3. Kepala lepas




Gambar 1 : Bagian-bagian Paku kelling

Adapun cara pemasangan sambungan paku keling antara lain:

Plat yang akan disambung dibuat lubang sesuai diameter paku keling
yang akan digunakan.
Paku keling dimasukan kedala lubang plat yang akan ditulis.
Bagian kepala lepas dimasukan kebaikan ekor dari paku keling.
Dengan menggunakan penekanan atau palu,tekan bagian kepala lepas
masukan kebagian ekor paku kelling dengan suaian paksa.
Setelah rapat,bagian ekor sisa kemudian dipotong dan dirapihakan.
Alat pemasangan paku keling dapat digerakan dengan udara hidrolik atau
tekanan uap,tergantung jenis dan besa paku keling yang akan
disambung.






4
Pemakaian apaku keling ini digunakan untuk:

Sambungan kuat dan rapat,pada konstruksi hollef (boiler tangki dan pipa-
pipa tekanan tinggi).
Sambungan kuat dan rapat,pada konstruksi baja (bangunan,jembata,dan
crame).
Sambungan rapat,pada tabung dan tangki (tabung pendek,cerobong,dan
pipa-pipa tekanan).
Sambungan pengikat,untuk penutup chasis (pesawat terbang).

Tipe pemasangan paku keling:
a) Lap join
Pemasangan tipe lap join biasanya digunakan pada plat yang overlaps
satu dengan yang lainya.

Gambar 2 : Pemasangan lap join

a.single rivited lap join
b.double rivited lap join
c.zig-zag rivited lap join

b) Butt join
Tipe butt join digunakan untuk menyambung dua plat utama dengan
menjepit menggunakan 2 plat lain sehingga penahan (cover) dimana plat
penahan ikut dikeling dengan plat utama.

Gambar 3 : Sambungan butt joint

5


c) Crushing of the nuets.

Gambar 4 : Crushing of the nuets.
Jika :
d = diameter paku keling
t = tebal plat
c = tegangan geser ijin bahan paku keling
n = jumlah paku keling
~ Luas permukaan crushing per paku keling Ac = d.t
~ Total crushing area Actot = n.d.t. c
~ Tahanan crushing maksimum Fc = n.d.t.. c

Macam-macam sambungan pada paku keling berdasarkan
jumlah baris:

1.Sambungan paku keling baris tunggal
a. Sebaris paku keling dalam sambungan berimpit.
b. Sebaris paku keling dalam sambungan menumpuk.

2.Sambungan paku keling baris ganda
a. Beberapa baris paku keling dalam sambungan berimpit
Baris rantai sambungan berimpit
Baris zig-zag sambungan berimpit

b. Beberapa baris paku keling dalam sambungan menumpuk
Baris rantai sambungan menumpuk
Baris zig-zag sambungan menumpuk






6
Kekuatan sambungan paku keling

Kekuatan sambungan erat kaitannya dengan kemampuan struktur benda
yang di bentuk sambungan saat melakukakn fungsinya.Karena pada sambungan
akan terkonsentrasi seluruh pembebanan yang akan diterima elemennya.
Kerusakan/kegagalan sambungan akibat pembebanan tersebut sama artinya
dengan kegagalan kerja elemen-elemen yang disambung atau bahkan keseluruh
benda.
Kegagalan sambungan dipastikan akan berawal pada titik lemah
sambungan,Dengan demikian teknik yang memadai untuk menganalisis kekuatan
sambungan adalah dengan menganalisis aspek kegagalannya saat bekerja.

Keuntungan dan kerugian pada penggunaan sambungan paku
keling:

Keuntungan:
1.dapat menyerap getaran.
2.dapat menyambung bahan yang berbeda.
3.dapat menyambung bahan yang tipis.
4.sambungan keling lebih sederhana dan mudah untuk dibuat.
5.pemeriksaannya lebih mudah.

Kerugian:
1.kekuatan bahan berkurang dengan adanya beban.
2.konstruksi relative lebih mahal.
3.terjadi pemusatan tegangan.

Macam-macam bentuk kampuh keling

Pada umumnya kampuh sambnugan keling dapat dibuat menurut
kenutuhan dan kerapatan yang dikehendaki.

a.Kampuh berimpit
kampuh berimpit dibentuk dengan memperhimpitkan kedua
pinggir plat yang disambung kemudian dikeling.Kampuh berimpit
mempunyai kekuatan kecil sedang dari sambungan yang memerlukan
kerapatan.

b.Kampuh bilah tunggal
kampuh bilah tunggal dibuat untuk sambungan yang tidak dapat
mempunyai gaya tarik terlalu beasr,jika gaya tarik terlalu besar dapat
menyebabkan lengkung bilah dan meregangnya sambungan.

7

c.Kampuh bilah ganda
kampuh bilah ganda banyak ditemukan untuk sambungan yang
menghendaki kekuatan dan kerapatn pada tekanan tinggi.misalnya
sambungan memanjang badan ketel uap,kampuh bilah ganda ada 2
baris atau 3 baris.

Efisiensi paku keling

Efisiensi dihitung berdasarkan perbandingan kekuatan sambungan
dengan kekuatan inrivited,kekuatan sambungan paku keling tergantung pada
Ft,Fs,Fc,dan diambil yang terkecil.

Efisiensi paku keling:

=




dimana:
p = pitch
t = tebal plat



Tabel 1 harga efisien sambungan paku keling












8

Tabel 2 diameter paku keling standar



Kerusakan sambungan paku keling

Kerusakan yang dapat terjadi pada sambungan paku keling akibat
menrima beban,sebagai berikut:

a.Tearing of the plate at an edge.
Robek pada bagian pinggir dan plat yang dapat terjadi jika margin
(m) kurang dari 1,5 d.


Gambar 5 : Tearing of the plate at an edge






9

b.Tearing of the plate a cross a row of rivets.
Robek pada garis sumbu lubang paku dan bersilang dengan garis
gaya.



Gambar 6 : Tearing of the plate a cross a row of rivets.


c.Sharing of the rivets.
Kerusakan sambungan paku keling karena bahan geser.


Gambar 7 : Sharing of the rivets

Jika : d : diameter paku keling
: tegangan geser ijin bahan paku keling
n : jumlah paku keling per panjang baut

















10

Rumus yang digunakan:


Ft = t . At = t (p-d) t

Keterangan :
P = pitch (jarak antar paku )
d = diameter paku keling
t =tebal plat
t = tegangan tarik diizinkan ( bahan plat )


untuk geseran tunggal:
Fs =

. . n



untuk geseran ganda :
Fs =2 .

. . n

Keterangan :
Fs : gaya geser
: tegangan geser diizinkan paku keling
n :jumlah paku keling per panjang (pitch)


(Timoshenko, S.,D.H. Young. Mekanika Teknik. Terjemahan, edisi ke-4,
Penerbit
Erlangga. Jakarta. 1996.)

(Sularso. (2000) Dasar perencanaan dan pemilihan elemen mesin.
Jakarta : PT.
Pradnya Paramita)











11

BAB III
PERHITUNGAN



Perhitungan

Dik : f= 10000 (N)
N= 6 buah
T= 5 mm
T= 137,9 N/mm . (bahan plat)
c= 109,8 N/mm. (bahan paku kelin)

Dit : - diameter paku keling..?
- Jarak paku keling...?
- Lebar plat..?






12

Penyelesaian : (a). Mencari diameter
Fs= 2 .

=2.

.= 3,1 mm

(b). Mencari jarak antara paku
Ft= t (p d) . t
P d=



P 3,1 mm =


P 3,1 mm =



P 3,1 mm = 14,5 mm
P = 14,5 + 3,1 mm
= 17,70 mm
= 0,176 cm

13

(c). dengan demikian lebar plat :
Lebar plat =



= 17,60 / 2 4
= 35,2 mm
Atau dapat juga diperoleh dari lebar plat :
Lebar plat = 2 p
= 2 17,60 mm
= 35,2 mm
Sehingga bentuk dari plat ini persegi, dan lebar plat yang
digunakan 35,2 mm = 0,352 cm.