Anda di halaman 1dari 28

Kode Modul JAP.TA02.008.

01





























Disusun Oleh :












SMK Negeri 1 Kec. Brebes
Jl. Dr. Setiabudi 17 Brebes
2009

Kata Pengantar


Dalam rangka menunjang peningkatan kompetensi peserta diklat untuk SMK Bisnis dan
Manajemen pada bidang keahlian Akuntansi khususnya yang berkaitan dengan kompetensi pada
Pengelolaan Kartu Aktiva Tetap dibutuhkan suatu panduan yang antara lain disebut Modul.
Modul merupakan bahan pembelajaran yang diuraikan menjadi beberapa unit yang saling
berkaitan berisi satu kesatuan kompetensi/sub kompetensi yang utuh , dimana untuk
mempelajarinya peserta diklat harus memenuhi persyaratan awal ( entry level ).
Dengan modul ini diharapkan peserta diklat lebih mudah dan sistimatis dalam mempelajari,
menyerap dan memiliki keterampilan dalam hal mengelola kartu aktiva tetap , sesuai dengan waktu
pembelajaran . Disamping itu modul ini dapat dijadikan alat bagi Fasilitator untuk mempermudah
pencapaian tujuan pembelajaran.
Dalam penyusunan modul ini masih jauh dari sempurna , untuk itu saran dan kritikkan yang
bersifat membangun sangat diharapkan.
Semoga modul ini bermanfaat bagi semua pihak, baik bagi peserta diklat maupun bagi
fasilitator.







Brebes, Juli 2009
Penyusun



Satria Budi Utomo,SE
NIP 19720107 200701 1 008



Peta Kedudukan Modul












JAP. TA02.001.01
Kas Kecil
JAP.
TA02.002.01
Dana Kas
Bank
JAP. TA02.003.01
Entry Jurnal
JAP. TA02.004.01
Buku Besar
JAP. TA02.006.01
Kartu Utang
JAP. TA02.005.01
Kartu Piutang
JAP. TA02.007.01
Kartu Persediaan

JAP. TA01.002.01
Menerapkan K3
JAP. TA.004.01
Melaksanakan
komunikasi bisnis yang
efektif
Melaksanakan
prosedur administrasi
dok transaksi
JAP. TA01.001.01
Menerapkan prinsisp
profesional dalam
bekerja

JAP.TA02.012.01
Menyajikan Harga
Pokok Produk
JAP. TA02.002.01
Dana Kas Bank
JAP.TA03.001.01
Spreadsheet

JAP. TA03.002.01
Komputer Ak

JAP. TA02.008.01
Kartu Aktiva Tetap
JAP.
TA02.009.01
LAPORAN
KEUANGAN
JAP.TA02.015.01
Menyiapkan SPT

Kegiatan Belajar 1: Menyiapkan pengelolaan kartu aktiva tetap
A. Tujuan Kegiatan Pemelajaran 1
Setelah mempelajari kegiatan pembelajaran bagian pertama, mengenai pengelolaan
aktiva tetap, peserta didik diharapkan mampu :
1. Menjelaskan pengertian aktiva tetap
2. Menjelaskan karakteristik aktiva tetap
3. Menjelaskan jenis-jenis aktiva tetap
B. Uraian Materi 1
- DEFENISI AKTIVA TETAP :
Aktiva tetap (fixed asset) adalah aktiva-aktiva berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap
pakai atau dengan dibangun terlebih dahulu, yang digunakan dalam operasi perusahaan,
tidak dimaksudkan untuk dijual sebagai barang dagangan, digunakan dalam rangka
kegiatan normal perusahaan dan mampunyai masa manfaat lebih dari satu tahun.
Menurut PSAK No. 16 Aktiva Tetap adalah aktiva berwujud yang diperoleh dalam bentuk
siap pakai atau dengan dibangun lebih dahulu, yang digunakan dalam operasi perusahaan,
tidak dimaksudkan untuk dijual dalam rangka kegiatan normal perusahaan dan mempunyai
manfaat lebih dari satu tahun.
Masa manfaat adalah periode suatu aktiva diharapkan oleh perusahaan dan jumlah produksi
atau unit serupa yang diharapkan diperoleh dari aktiva oleh perusahaan.

Karakteristik Transaksi Aktiva Tetap
Transaksi aktiva tetap memiliki karakteristik sebagai berikut :
1. Frekuensi terjadinya transaksi yang mengubah aktiva tetap relatif sedikit dibandingkan
dengan transaksi yang mengubah aktiva lancar , namun umumnya menyangkut jumlah
rupiah besar .
2. Pengendalian aktiva tetap dilaksanakan pada saat perencanaan perolehan aktiva tetap,
sehingga sistem otorisasi perolehan aktiva tetap diterapkan pada saat perencanaan
perolehan dan pada saat pelaksanaan rencana perolehan aktiva tetap
3. Pengeluaran yang bersangkutan dengan aktiva tetap perlu dibedakan menjadi dua
macam : pengeluaran pendapatan (revenue expenditure) dan pengeluaran modal (capital
expenditure).
4. Aktiva tetap diperoleh untuk dipakai dalam kegiatan-kegiatan usaha. Nilai aktiva tetap
berasal dari jasa yang diberikannya, bukan dari potensinya untuk dijual kembali.
5. Aktiva tetap menyediakan masa manfaat selama beberapa periode akuntansi.


Transaksi yang mengubah aktiva tetap terdiri dari 3 kelompok yaitu :
1. Transaksi yang mengubah rekening aktiva tetap.
2. Transaksi yang mengubah rekening akumulasi Penyusutan aktiva tetap
3. Transaksi yang mengubah rekening biaya reparasi dan pemeliharaan aktiva tetap
- Jenis Aktiva Tetap
Terdapat beberapa jenis aktiva tetap yaitu :
1. Aktiva tetap berwujud (tangible assest)
Yaitu aktiva-aktiva berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dengan di
bangun terlebih dahulu, yang digunakan dalam operasi perusahaan, tidak dimaksudkan
untuk dijual dalam rangka kegiatan normal perusahaan dan maempunyai masa manfaat
lebih dari satu tahun. Contoh bangunan, peralatan, kendaraan, tanah, mesin, dll
Tiap golongan aktiva tetap dapat dirinci lebih lanjut, masing-masing sampai dengan 99
jenis
Contoh: Mesin dan equipment kantor dirinci menjadi jenis aktiva tetap berikut
01. Mesin Ketik manual 07. Komputer
02. Mesin ketik elektronik 08. Overhead proyektor
03. Mesin potong kertas 09 .TV monitor
04. Mesin penghancur kertas 10 . Slide Proyektor
05, Mesin fotocopy
06. Mesin cetak komputer

Struktur Kode Aktiva Tetap

Jika perusahaan memiliki berbagai jenis aktiva tetap di berbagai lokasi, untuk
memudahkan identifdikasi aktiva tetap, diperlukan kode yang mampu memberikan
informasi lengkap mengenai aktiva tetap. Di antara informasi penting yang perlu
dicerminkan dalam kode aktiva tetap adalah golongan aktiva tetap, jenis aktiva tetap,
lokasi, portability, tahun perolehan, fungsi yang bertanggung jawab dalam pemakaian
aktiva tersebut. Oleh karena itu, jika perusahaan menggunakan kode angka kelompok (
group code ) maka berikut ini disajikan struktur kode rekening aktiva tetap .

Contoh penggunaan kode aktiva tersebut disajikan berikut ini :
X XX XX X XX X

Golongan aktiva tetap----------
Jenis aktiva tetap -------------------------
Tahun Pelajaran ------------------------------------
Fungsi-------------------------------------------------------
Lokasi -----------------------------------------------------------------
Portability----------------------------------------------------------------------


Portability
Portability aktiva tetap digolongkan menurut mudah dan dapat atau tidaknya aktiva
tetap dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain sebagai berikut :
1. Portable (dapat dibawa dengan manusia) atau Movable (dapat dipindahkan dengan
bantuan ekuipment)
2. Fixtures (melekat pada aktiva tetap lain)

Berdasarkan struktur kode aktiva tetap tersebut di atas , sebuah mesin fotocopy akan
diberi kode sebagai berikut :
405-92-3-420806-2 Fotocopi
Makna kode 405-92-3-420806-2 adalah sebagai berikut :
405 Mesin dan ekuipmen kantor fotokopi
92 Tahun Perolehan : 1992
3 Fungsi Pemasaran
420806 Lokasi daerah 4 ( Surabaya _ , Gedung 2, Lantai 08, Kamar 06
2 Movable

2. Aktiva tetap tak berwujud (intangible assets)
Yaitu aktiva tidak lancar (noncurrent assets) dan tidak berbentuk yang memberikan hak
keekonomian dan hukum kepada pemiliknya dan dalam laporan keuangan tidak dicakup
secara terpisah dalam klasifikasi aktiva lain.
Menurut PSAK No. 19 yaitu aktiva non moneter yang dapat diidentifikasi dan tidak
mempunyai wujud fisik serta dimiliki untuk digunakan dalam menghasilkan atau
menyerahkan barang atau jasa, disewakan kepada pihak lainnya, atau untuk tujuan
administrative.
Karakteristik aktiva tetap tak berwujud adalah :
a. Kurang memiliki ekstensi fisik, bahwa aktiva dinilai dari hak dan keistimewaan atau
privilege yang diberikan kepada perusahaan yang menggunakan
b. Bukan merupakan instrument keuangan. Contohnya deposito bank, piutang usaha,
investasi jangka panjang, dll
c. Bersifat jangka panjang dan menjadi subjek amortisasi. Aktiva tetap tak berwujud
menyediakan jasa selama periode bertahun-tahun. Investasi dalam aktiva ini
dibebankan pada periode masa mendatang melalui beban amortisasi periodic.
Dibawah ini merupakan kelompok aktiva tetap tak berwujud, antara lain adalah :
- Paten (patent) adalah Hak eksklusif yang diberikan oleh pemerintah kepada
pemiliknya untuk diproduksi, menjual, atau menggunakan suatu temuan selama
17 tahun. Patent biasanya diberikan kapada seorang penemu yang menemukan
sebuah produk baru atau proses baru.

- Merek dagang (trademark) adalah symbol, desain, logo yang digunakan
bersamaan dengan sebuah produk atau perusahaan tertentu. Contoh : lengkungan
emas (McDonald), Kuda laut (pertamina), dll
- Goodwill yaitu perbedaan antara harga beli yang dibayarkan untuk membeli
sebuah perusahaan dengan nilai pasar wajar aktiva teridentifikasi bersih (aktiva
dikurangi kewajiban) perusahaan tersebut.
- Waralaba (franchise) adalah kontrak antara dua belah pihak yang memberikan
kepada franchisee (pembeli waralaba) hak-hak dan privilese tertentu yang
tercakup mulai dari identifikasi nama hingga monopoli penuh suatu jasa.
- Hal cipta intelektual (copyrights) adalah hak eksklusif yang diberikan oleh
pemerintah untuk menerbitkan, menjual atau pengendalian lainnya atas barang-
barang kesusastraan atau artistic kepada penciptanya selama masa hidupnya
ditambah 50 tahun.
C. Ringkasan Materi 1
Aktiva tetap (fixed asset) adalah aktiva-aktiva berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap
pakai atau dengan di bangun terlebih dahulu, yang digunakan dalam operasi perusahaan,
tidak dimaksudkan untuk dijual dalam rangka kegiatan normal perusahaan dan maempunyai
masa manfaat lebih dari satu tahun.

Karakteristik transaksi aktiva tetap :
1. Frekwensi terjadinya transaksi yang mengubah aktiva tetap relatif sedikit dibandingkan
dengan transaksi yang mengubah aktiva lancar, namun umumnya menyangkut jumlah
rupiah yang besar
2. Pengendalian aktiva tetap dilaksanakan pada saat perencanaan perolehan aktiva tetap
3. Pengeluaran yang bersangkutan dengan aktiva tetap perlu dibedakan menjadi dua
macam : pengeluaran pendapatan dan pengeluaran modal.
4. Aktiva tetap diperoleh untuk dipakai dalam kegiatan-kegiatan usaha. Nilai aktiva tetap
berasal dari jasa yang diberikannya, bukan dari potensinya untuk dijual kembali.
5. Aktiva tetap menyediakan masa manfaat selama beberapa periode akuntansi.
Transaksi yang mengubah aktiva tetap terdiri dari 3 kelompok yaitu :
1. Transaksi yang mengubah rekening aktiva tetap.
2. Transaksi yang mengubah rekening akumulasi Penyusutan aktiva tetap
3. Transaksi yang mengubah rekening biaya reparasi dan pemeliharaan aktiva tetap
Jenis-jenis aktiva tetap antara lain : patent, goodwill, maerk dagang, waralaba, copy right
intelektual



D. Tugas I
1. Lakukan observasi ke perusahaan untuk mengidentifikasi apakah perusahaan tersebut
melakukan proses pengelolaan aktiva tetap
2. Buatlah bagan yang menunjukkan kesesuaian proses pencatatan aktiva tetap menurut
menurut uraian di atas dengan yang dilakukan perusahaan
3. Apakah terdapat perbedaan proses pencatatan diskusikan bersama dengan teman
4. Konfirmasikan hasil diskusi tersebut dengan Guru
E. Test Formatif
1. Sebutkan defenisi aktiva tetap menurut PSAK No. 16 !
2. Jelaskan karakteristik transaksi aktiva tetap !
3. Sebutkan hal hal yang diperlukan untuk membuat kode aktiva tetap
4. Sebutkan 3 kelompok transaksi yang bersangkutan dengan aktiva tetap !
5. Sebutkan apa yang dimaksud dengan
- patent - franchise - trade mark
F. Kunci Jawaban
1. Aktiva Tetap adalah aktiva berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dengan
dibangun lebih dahulu, yang digunakan dalam operasi perusahaan, tidak dimaksudkan
untuk dijual dalam rangka kegiatan normal perusahaan dan mempunyai manfaat lebih
dari satu tahun.
2. Karakteristik Transaksi aktiva tetap :
Frekuensi terjadinya transaksi yang mengubah aktiva tetap relative sedikit
dibanding dengan transaksi yang mengubahaktiva lancer
Pengendalian aktiva tetap dilaksanakan pada saat perencanaan perolehan aktiva
tetap, sehingga system otorisasi perolehan aktiva tetap diterapkan pada saat
perencanan perolehan dan pada saat pelaksanaan rencana perolehan aktiva tetap
Pengeluaran akativa tetap dibedalkan menjadi dua yaitu pengeluaran pendapatan
dan pengeluaran modal
Aktiva tetap diperoleh untuk dipakai dalam kegiatan-kegiatan usaha. Nilai aktiva
tetap berasal dari jasa yang diberikannya, bukan dari potensinya untuk dijual
kembali.
Aktiva tetap menyediakan masa manfaat selama beberapa periode akuntansi.
3. Hal hal yang diperlukan untuk membuat kode aktiva tetap :
- Golongan aktiva tetap
- Jenis aktiva tetap
- Lokasi
- Portability
- Tahun Perolehan
- Fungsi yang bertanggung jawab dalam pemakaian aktiva tetap

4. Ada 3 kelompok transaksi yang bersangkutan dengan aktiva tetap yaitu:
- Transaksi yang mengubah rekening aktiva tetap
- Transaksi yang mengubah rekening akumulasi deperesiasi aktiva tetap yang
bersangkutan
- Transaksi yang mengubah rekening biaya reparasi dan pemeliharaan aktiva tetap
5. - Paten (patent) adalah Hak eksklusif yang diberikan oelh pemerintah kepada
pemiliknya untuk diproduksi, menjual, atau menggunakan suatu temuan selama 17
tahun. Patent biasanya diberikan kapada seorang penemu yang menemukan
sebuah produk baru atau proses baru.
- Merek dagang (trademark) adalah symbol, desain, logo yang digunakan bersamaan
dengan sebuah produk atau perusahaan tertentu. Contoh : lengkungan emas
(McDonald), Kuda laut (pertamina), dll

G. Lembar Kerja
Alat dan bahan : kalkulator , kertas, pensil , ballpoint , penghapus, garisan
K 3 : sesuai dengan ketentuan prosedur keamanan dan keselamatan kerja
Langkah kerja :
.kumpulkan bukti bukti transaksi yang berkaitan dengan mutasi aktiva tetap
KEGIATAN BELAJAR 2 : Mengidentifikasi data mutasi aktiva tetap

A. Tujuan kegiatan Pembelajaran :
Setelah mempelajari kegiatan pembelajaran bagian pertama, mengenai pengelolaan aktiva
tetap, peserta didik diharapkan mampu :
- Mampu mengidentifikasi data mutasi aktiva tetap dengan adanya penambahan atas
pembelian aktiva tetap
- Mampu mengidentifikasi data mutasi aktiva tetap dengan adanya penghentian
pemakaian atas penjualan atau penghapusan aktiva tetap
B. Uraian Materi :
Transaksi yang mempengaruhi mutasi aktiva tetap
Transaksi Perolehan :
Aktiva tetap perusahaan diperoleh melalui berbagai cara : pembelian, pembangunan dan
sumbangan . Transaksi perolehan aktiva tetap dari pembelian dicatat dalam register bukti
kas keluar dengan jurnal sebagai berikut :
Fixed Asset Rp xx
Cash/account payable Rp xx


Jika aktiva tetap diperoleh dengan pembangunan sendiri, pengeluaran modal ( capital
expenditures ) yang berupa pengeluaran kas dicatat dalam register bukti kas keluar dengan
jurnal sebagai berikut :
Plant asset Rp xx
Cash/account payable Rp xx
Jika aktiva tetap diperoleh dengan pembangunan sendiri, pengeluaran modal ( capital
expenditures ) yang berupa pemakaian persediaan, distribusi gaji dan upah dan pembebanan
biaya overhead pabrik dicatat dalam jurnal umum dengan jurnal sebagai berikut :
Plant assets Rp xx
inventory Rp xx
wages&salary expenses Rp xx
Biaya overhead Pabrik yang dibebankan Rp xx


Harga pokok aktiva tetap yang telah selesai dibangun dicatat dalam jurnal umum dengan
jurnal sebagai berikut :
Fixed assets Rp xx
Plant assets Rp xx

Jika aktiva tetap diperoleh dari sumbangan, harga pokok aktiva tetap dicatat dala jurnal
umum dengan jurnal sebagai berikut :
Fixed assets Rp xx
Other income Rp xx
Transaksi Depresiasi Aktiva Tetap
Secara periodik, harga pokok aktiva tetap dialokasikan ke dalam periode akuntansi yang
menikmati jasa yang dihasilkan oleh aktiva tetap. Alokasi ini dikenal dengan istilah
depresiasi aktiva tetap. Transaksi depresiasi aktiva tetap , dicatat dalam jurnal umum
dengan jurnal sebagai berikut :
Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya Rp xx
Biaya Administrasi dan Umum Rp xx
Biaya Pemasaran Rp xx
Akumulasi Depresiasi Aktiva Tetap Rp xx
Transaksi Penghentian Pemakaian Aktiva Tetap :
Jika berdasarkan pertimbangan teknis atau ekonomis suatu aktiva tetap tidak layak lagi
untuk diteruskan pemakaiannya, manajemen dapat memutuskan untuk menghentikan
pemakaian aktiva tetap yang bersangkutan. Karena aktiva tetap memiliki rekening
akumulasi depresiasi, yang merupakan rekening penilai ( valuation account ), maka
penghentian pemakaian aktiva tetap dicatat dalam rekening aktiva tetap dan rekening
akumulasi depresiasi aktiva tetap yang bersangkutan, Jika nilai jual aktiva tetap yang

dihentikan pemakaiannya berbeda dari nilai buku aktiva tetap pada saat dihentikan
pemakaiannya , penghentian pemakian aktiva tetap menimbulkan laba atau rugi.
Transaksi penghentian pemakian aktiva tetap , dicatat dalam jurnal umum dengan jurnal
sebagai berikut :
Akumulasi Depresiasi Rp xx
Rugi penghentian Pemakaian Aktiva Tetap Rp xx
Aktiva Tetap Rp xx
Untuk mencatat penghentian pemakaian aktiva tetap yang nilai jualnya lebih rendah dari
nilai buku aktiva tetap :
Akumulasi Depresiasi Rp xx
Laba penghentian Pemakaian Aktiva Tetap Rp xx
Aktiva Tetap Rp xx
Tahun Perolehan ;
Tahun perolehan aktiva tetap diambil dua angka terakhir dan dicantumkan dalam kode
aktiva tetap. Misalnya, mesin fotocopi diperoleh tahun 1992, pada angka yang ke 4 dan ke 5
dalam kode aktiva tetap dicantumkan angka 92. Kode tahun perolehan ini akan dengan
cepat memberikan informasi umur aktiva tetap sampai dengan saat tertentu
Fungsi :
Kode fungsi memudahkan pembebanan biaya depresiasi aktiva tetap ke dalam biaya
produksi, biaya admnistrasi dan umum dan pemasaran. Karena dalam perusahaan
manufaktur ada tiga fungsi pokok, maka kode fungsi ini disusun sebagai berikut :
1. Produksi
2. Admininstrasi dan Umum
3. Pemasaran
Lokasi :
Lokasi dirinci sebagai berikut :
X X XX XX

Daerah-------------------------------------
Gedung---------------------------------------------
Lantai----------------------------------------------------------
Nomor Kamar---------------------------------------------------------

C. Rangkuman :
Mutasi aktiva tetap dapat terjadi dengan transaksi pembelian, pembangunaan,
sumbangan serta penghentian aktiva tetap. Setiap transaksi yang menambah nilai aktiva
tetap dicatat di sisi debet dan yang mengurangi dicatat di sisi kredit


D. Tugas : Peserta didik secara individu ditugaskan untuk mengamati dokumen transaksi
pembelian , penjualan , penghentian aktiva tetap.

E. Tes Formatif :
Jawablah soal soal berikut :
1. Sebutkan transaksi transaksi yang mempengaruhi harga pokok aktiva tetap
2. Pengeluaran terhadap aktiva tetap ada pengeluaran modal dan ada pengeluaran
penghasilan . Jelaskan perbedaannya
3. Suatu Aktiva Tetap dengan harga perolehan Rp 10.000.000,00 , Akumulasi
Depresiasi Rp 6.000.000,00 pada tgl 31 Desember 2004 dihentikan pemakaiannya
dan laku dijual seharga Rp 3.000.000,00 tunai . Buatlah Jurnal Umum untuk
mencatat transaksi tersebut

F. Kunci Jawaban :
1. Transaksi transaksi yang mempengaruhi harga pokok aktiva tetap :
a. pembelian
b. pembangunan
c. Sumbangan
d. penyisihan
e. pengeluaran modal
2. Perbedaan pengeluaran modal dengan pengeluaran biaya adalah pada masa
manfaatnya . Pengeluaran modal manfaatnya dapat dinikmati lebih dari satu tahun,
sedangkan pengeluaran biaya masa manfaatnya kurang dari satu tahun
3. Jurnal Umum untuk mencatat transaksi tersebut :
Kas Rp xx
Akumulasi Depresiasi Aktiva Tetap Rp xx
Rugi penghentian Aktiva Tetap Rp xx
Aktiva Tetap Rp xx

G. Lembar Kerja :
1. Alat dan bahan : kalkulator , ballpoint , pensil , penghapus, penggaris
2. K 3 : sesuai dengan ketentuan prosedur keamanan dan keselamatan kerja
3. Langkah Kerja :
o Kumpulkan bukti bukti transaksi yang berkaitan dengan mutasi aktiva tetap
o Catat mutasi aktiva tetap ke dalam kartu aktiva tetap


Kegiatan Belajar 3:
Mengidentifikasi penyusutan dan akumulasi penyusutan aktiva tetap.
A. Tujuan Kegiatan Pembelajaran :
Peserta didik mampu menjelaskan pengertian penyusutan
Peserta didik mampu menjelaskan pengertian akumulasi penyusutan aktiva tetap
Peserta didik mampu menganalisa aktiva mana yang dapat disusutkan
Peserta didik mampu mamahami jenis-jenis penyusutan aktiva tetap dengan baik dan
benar
Peserta didik mampu memahami beberapa macam metode penyusutan aktiva tetap
Peserta didik mampu mengidentifikasi jumlah biaya penyusutan dan akumulasi
penyusutan aktiva tetap
Peserta didik mampu mengerjakan perhitungan penyusutan aktiva tetap dengan
berbagai metode penyusutan
Peserta didik mampu menverifikasi biaya penyusutan dan akumulasi penyusutan aktiva
tetap
B. Uraian Materi
Pengertian Penyusutan Aktiva Tetap
Penyusutan atau depresiasi (depreciation) adalah Proses akuntansi dalam
mengalokasikan biaya aktiva berwujud ke beban dengan cara yang sistematis dan rsional
selama periode yang diharapkan mendapat manfaat dari penggunaan aktiva tersebut. Menurut
pandangan akuntansi, nilai aktiva tetap setiap saat turun sehingga setelah habis masa
penggunaannya, dianggap sudah tidak mempunyai manfaat lagi bagi perusahaan. Hal ini
berarti aktiva perusahaan yang nilainya sebesar harga perolehan aktiva tetap yang
bersangkutan, dianggap habis. Dengan demikian merupakan kerugian atau beban bagi
perusahaan untuk masa selama penggunaannya. Menurut PSAK No. 17 depreciation
merupakan alokasi jumlah suatu aktiva yang dapat disusutkan sepanjang masa manfaat yang
diestimasi. Depresiasi untuk periode akuntansi dibebankan ke pendapatan baik secara
langsung maupun tidak langsung.
Akumulasi penyusutan (accumulated depreciaton) adalah bagian dari biaya perolehan
aktiva tetap yang dialokasikan ke penyusutan sejak aktiva tersebut diperoleh. accumulated
depreciaton merupakan akun kontra aktiva (contra assets account). Akun ini mengimbangi
akun aktiva dengan akun yang berhubungan.
Beban kerugian kerugian akibat turunnya nilai aktiva tetap lazimnya dicatat pada setiap
akhir periode akuntansi, yaitu dengan mendebet aku Beban Penyusutan (depreciation
expense) dan mengkredit akun Akumulasi Penyusutan (accumulation depreciation)

Fixed assets yang dapat disusutkan adalah asset yang (PSAK No. 17)
- Diharapkan untuk digunakan selama lebih dari satu periode akuntansi
- Memiliki suatu masa manfaat yang terbatas
- Ditahan oleh suatu perusahaan untuk digunakan dalam produksi atau memasok barang dan
jasa, untuk disewakan atau tujuan administrasi

Masa manfaat dari suatu aktiva yang dapat disusutkan harus diestimasi setelah
mempertimbangkan faktor berikut (PSAK No. 17) :
- Taksiran aus dan kerusakan fisik (physical wear and tear)
- Keusangan
- Pembatasan hukum atau lainnya atas penggunaan aktiva

factor yang menentukan besarnya penyusutan
- harga perolehan, meliputi semua pengeluaran yang berhubungan dengan perolehan dan
penyiapannya, sampai aktiva tetap yang bersangkutan siap dioperasikan
- nilai sisa atau nilai residu, (residual value) adalah taksiran nilai aktiva tetap setalah habis
masa penggunaannya dengan demikian jumlah harga perolehan dikurangi dengan nilai residu
adalah jumlah yang harus didsusutkan.
- usia ekonomis atau usia manfaat, usia ekonomis aktiva tetap adalah masa penggunaan
aktiva tetap, yaitu sejak mulai dioperasikan sampai masa aktiva tetap yang bersangkutan
secara ekonomis sudah tidak menguntungkan lagi. Usia ekonomis aktiva tetap biasanya
ditetapkan berdasarkan taksiran

Jenis-jenis penyusutan aktiva tetap adalah :
1. Penyusutan (Depreciation) adalah alokasi sistematik jumlah yang dapat disusutkan dari
suatu aktiva tetap berwujud sepanjang masa manfaatnya.
2. Amortisasi (Amortization) adalah alokasi sistematik biaya perolehan aktiva tanwujud
(misalnya patent, goodwill, trademark, franchise, dll) selama masa manfaatnya. Menurut
PSAK, periode amortisasi tidak boleh melebihi 20 tahun berdasarkan pertimbangan bahwa
dalam 20 tahun sudah banyak perkembangan yang terjadi sehingga untuk tenggang waktu
selebihnya aktiva tidak berwujud diprediksi tidak lagi memiliki manfaat keekonomian
3. Deplesi (Depletion) adalah proses penyusutan biaya perolehan atas sumber daya alam
yang dimiliki perusahaan ke dalam periode akuntansi yang memperoleh manfaatnya. Biaya
yang dikapitalisasi biasanya meliputi biaya penguasaan, eksplorasi, dan pengembangan.

Metode Penyusutan
Ada beberapa metode penyusutan aktiva tetap yang dapat digunakan untuk menentukan
besarnya penyusutan yang menjadi beban setiap periode akuntansi. Metode mana yang
diterapkan ditetapkan dengan memperhatiakan karakteristik aktiva tetap yang bersangkutan dan

ketentuan-ketentuan perpajakan yang berlaku. Terdapat faktor-faktor yang terlibat dalam proses
penyusutan aktiva antara lain :
- Penentuan dasar penyusutan aktiva
- Mengestimasi masa manfaat atau umur pelayanan aktiva
- Memilih metode pengalokasian biaya (penyusutan)

Berikut ini dibahas mengenai beberapa metode penyusutan, serta ilustrasi penerapannya :
1. Metode aktivitas (unit penggunaan atau produksi) (activity method, meliputi :
- Metode Satuan Jam Kerja (Service Hours Method)
Menurut metode satuan jam kerja, beban penyusutan ditetapkan berdasarkan jam kerja yang
dapat dicapai dalam peeriode yang bersangkutan. Beban penyusutan suatu periode dihitung
dengan cara sebagai berikut:


Tarif penyusutan tiap jam kerja = Harga Peolehan-Nilai Residu
Taksiran jam kerja yg dapat dicapai
selama masa penggunaan

Contoh :
Sebuah mesin diperoleh dengna harga Rp 200.000.000,00, mesin tersebut ditaksir dapat
dioperasikan selama 80.000 jam dengan nilai residu Rp 20.000.000,00
Tarif penyusutan tiap jam kerja mesin dari data diatas adalah :
Rp 200.000.000,00-Rp20.000.000,00 = Rp 2.250,00
80.000

dengan demikian setiap 1 jam mesin dioperasikan, penyusutan yang harus dibebankan adalah
sebesar Rp2.250,00. jika jam kerja yang sesungguhnya dapat dicapai selam tahun 2004 sebanyak
7.200 jam dan tahun 2005 sebanyak 7.600 jam maka beban penyusutan tahun 2004 dan tahun
2005 dihituing sebagai berikut:
beban penyusutan tahun 2004 : 7.200XRp2.250,00 = Rp 16.200.000,00
beban penyusutan tahun 2005 : 7.600XRp2.250,00 = Rp 17.100.000,00
pada contoh diatas tanpak bahwa dengan metode satuan jam kerja beban penyusutan untuk setiap
periode bervariasi besarnya kan sebanding dengan jam kerja (kapasitas) aktiva tetap yang
sesungguhnya dapat dicapai.
- Metode Satuan Hasil Produksi (Produktive Output Method)
Metode ini sama dengan metode satuan jam kerja yaitu berdasarkan pada factor penggunaan.
Dalam metode satuan hasil produksi beban penyusutan ditetapkan atas dasar jumlah satuan
produk yang dihasilkan dalam periode yang bersangkutan. Beban penyusutan suatu periode
adalah hasil kali jumlah satuan produk yang dihasilkan dengan tariff penyusutan persatuan
produk.
Beban penyusutan = Jam kerja yg dapat dicapai X tarif penyusutan jam kerja

Tarif penyusutan atau beban penyusutan per satuan produk dihitung sebagai berikut:
Tarif penyusutan per satuan produk =
Harga perolehan Nilai Residu
Taksiran jumlah satuan produk yang dapat dihasilkan selama masa penggunaan aktiva tetap
Contoh :
Sebuah mesin diperoleh dengan harga Rp 130.000.000,00 usia penggunaanya ditaksir dapat
menghasilkan 400.000 unit produk. Taksiran nilai residu sebesar Rp 10.000.000,00 tarif
penyusutan tiap unit produk yang dihasilkan, dihitung sebagai berikut :

Rp 130.000.000,00-Rp10.000.000,00 = Rp 300,00
400.000
2. Metode garis lurus ( straight-line method )
Pada metode garis lurus, beban penyusutan tiap tahun penggunaan aktiva tetap jumlahnya
sama, sehingga jumlah penyusutan tiap tahun penggunaan dihitung sebagai berikut :



Keterangan : HP = Harga perolehan aktiva tetap
NR = Nilai residu atau nilai sisa
n = Taksiran usia ekonomis aktiva tetap
Contoh :
Pada tanggal 5 April 2004 suatu perusahaan membeli sebuah mesin dengan harga perolehan Rp
130.000.000.00 usia penggunaan mesin tersebut ditaksir selama 8 tahun, dengan nilai residu
sebesar Rp. 10.000.000.00
Berdasakan data diatas penyusutan tiap tahun penggunaan mesin dihitung sebagai berikut:
Penyusutan = Rp 130.000.000,00-Rp 10.000.000,00 = Rp 15.000.000,00
8
Beban penyusutan mesin untuk tahun 2004, untuk masa penggunaan selama 9 bulan (5 april
31 desember) adalah sebesar : 9/12 X Rp 15.000.000,00 = Rp 11.250.000,00. jumlah tersebut
pada tanggal 31 desember 2004 dicatat dengan jurnal sebagai berikut :

Des 31. Depreciation expense Rp 1.250.000,00
Acc. Depreciation exp Rp 1.250.000,00

beban penyusutan mesin untuk setiap penggunaannya adalah sebagai berikaut :
Tahun 2004 (dioperasikan selama 9 bulan) Rp 1.250.000,00
Tahun 2005 (dioperasikan 1 tahun penuh) Rp 15.000.000,00
Tahun 2006 s/d tahun 2011 Rp 15.000.000,00
Tahun 2012 (sisa usia mesin selama 3 bulan) Rp 3.750.000,00
Penyusutan = HP-NR
n


3. Metode menurun (decreasing method)
- Metode Jumlah Angka Tahun (Sum-Of_the-Years-Digits Method)
Dengan metode ini penyusutan untuk setiap tahun penggunaan aktiva tetap jumlahnya
menurun. Besarnya penyusutan setiap yahun penggunaan aktiva tetap






Contoh :
Pada tanggal 10 juni 2004 suatu perusahaan membeli sebuah kendaraan angkutan harga
perolehan Rp 60.000.000,00. taksiran usia penggunaan 6 tahun dan nilai residu Rp 7.500.000,00.
kendaraan tersebut mulai dioperasikan pada tanggal 10 Juli 2004 dan disusutkan menurut
metode Jumlah angka Tahun.
Penyusutan tiap tahun penggunaan kendaraan pada contoh diatas dihitung sbb :
Tahun
penggun
aan
Angka
Tahun
Sisa usia pada
Tahun
penggunaan
Perhitungan Penyusutan
Ke - 1 1 6 6/21XRp.52.500.000.00=Rp 15.000.000,00
Ke 2 2 5 5/21XRp52.500.000.00=Rp 12.500.000,00
Ke 3 3 4 4/21XRp52.500.000.00=Rp 10.000.000,00
Ke 4 4 3 3/21XRp52.500.000.00= Rp 7.500.000,00
Ke 5 5 2 2/21XRp52.500.000.00= Rp 5.000.000,00
Ke 6 6 1 1/21XRp52.500.000.00= Rp 2.500.000,00
Jumlah 21 Rp 52.500.000.00

Jumlah-jumlah pada kolom penyusutan akan dicatat debet pada akun Beban Penyusutan
Kendaraan dan kredit pada akun Akumulasi Penyusutan Kendaraan setiap akhir periode
masing-masing. Dengan demikian saldo akun akumulasi penyusutan kendaraan akan bertambah
pada setiap akhir periode sampai mas penggunaan masa kendaraan habis, akun tersebut akan
menunjukkan saldo kredit sebesar Rp 52.500.000,00.
Jumlah Rp 52.500.000,00 pada kolom harga buku kendaraan table diatas menunjukkan harga
buku kendaraan per 31 desember 2004 yaitu harga perolehan sebesar Rp 60.000.000,00
dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp 7.500.000. sementara harga buku pada khir tahun
2010 sebesar Rp 7.500.000,00 jumlah ini sama dengan taksiran nilai residu.

Sisa usia aktiva tetap pada tahun
penggunaan
Penyusutan = X Jml. yg harus disusutkan
Jumlah angka tahun
Aktiva tetap



- Metode Menurun Ganda (Double Declining Balance Method)
Dengan metode ini penyusutan setiap tahun penggunaan aktiva tetap ditentukan berdasrkan
prosentase tertentu yang dihitung dari harga buku pada tahun yang bersangkutan. Prosentase
penyusutan ditetapkan sebesar dua kali prosentase penyusutan menurut metode metode garis
lurus
Contoh :
Sebuah mesin mulai dioperasikan pada tanggal 1 Oktober 2004, mesin tersebut diperoleh dengn
harga Rp 100.000.000,00 taksiran usia ekonomis selama 10 tahun. Besarnya penyusutan mesin
setiap tahun penggunaan dari data pada contoh diatas, dihitung sebagi berikut:
Menghitung besarnya prosentase penyusutan:
Usia penggunaan mesin 10 tahun. Jika disusutkan dengan metode garis lurus besarnya
prosentase penyusutan tahunan adalah :
100%:10 =10%. Dengan demikian besarnya penyusutan menurut metode menurun ganda
adalah 2X10%=20%
berdasarkan besarnya prosentase penyusutan diatas, beban penyusutan mesin setiap periode
akuntansi selama masa penggunaanya, dihitung seperti tanpak dalam table dibawah ini:
Periode
akuntansi
Perhitunga
beban penyusutan
Akm. Penyustan per
31 desember (Rp)
Harga Buku Mesin
per 31 Desember
(Rp)
2004

Dioperasikan selama 3 bulan:
3/12X20%X100.000.000,00 =
5.000.000,00
5.000.000,00 95.000.000,00
2005 20%X95.000.000,00=
19.000.000,00
24.000.000,00 76.000.000,00
2006 20%X76.000.000,00=
15.200.000,00
39.200.000,00 60.800.000,00
2007 20%X60.800.000,00=
12.160.000,00
51.360.000,00 48.640.000,00
2008 20%X48.640.000,00= 9.728.000,00 61.088.000,00 38.912.000,00
2009 20%X38.912.000,00= 7.783.000,00 68.871.000,00 31.129.000,00
2010 20%X31.129.000,00= 6.226.000,00 75.097.000,00 24.903.000,00
2011 20%X 24.903.000,00 =
4.981.000,00
80.078.000,00 19.922.000,00
2012 20%X 19.922.000,00 =
3.985.000,00
84.063.000,00 15.937.000,00
2013 20%X 15.937.000,00 =
3.188.000,00
87.251.000,00 12.749.000,00
2014 Sisa usia penggunaan 9 bulan=
9/12X20%X 12.749.000,00 =
1.913.000,00
89.164.000,00 10.836.000,00

Besarnya penyusutan mesin mulai tahun 2010 pada table diatas dibulatkan keatas menjadi
kelipatan 1000. setelah habis masa penggunaan mesin , harga buku mesin per 31 desember
2014 bersangkutan. Dengan metode menurun ganda, tampak beban penyusutan yang harus
diperhitungkan sebanding dengan masa penggunaaan mesin . sementara untuk periode-periode
lainnya tidak ada masalah, sebab beban penyusutan mesin dihitung berdasarkan harga buku
pada periode yang bersangkutan.
C. Rangkuman
Penyusutan atau depresiasi (depreciation) adalah Proses akuntansi dalam mengalokasikan
biaya aktiva berwujud ke beban dengan cara yang sistematis dan rsional selama periode yang
diharapkan mendapat manfaat dari penggunaan aktiva tersebut.
Faktor-faktor yang menentukan besarnya penyusutan antara lain : harga perolehan, masa
manfaat dan nilai sisa.
Jenis-jenis penyusutan antara lain : penyusutan, amortisasi dan deplesi
Terdapat berbagai macam metode dalam menghitung penyusutan, yaitu metode garis lurus,
metode menurun, metode aktivitas
D. Tugas
1. Apa yang dimaksud dengan penyusutan aktiva tetap ?
2. Factor-faktor apa saja yang menentukan besarnya penyusutan !
3. Jelaskan mengenai metode-metode penyusutan yang ada diskusikan dengan teman-
temanmu !
4. Jelaskan perbedaan antara penyusutan, deplesi dan amortisasi !
5. Jelaskan apa yang dimaksud dengan akumulasi penyusutan ?
E. Tes Formatif
Sebuah perusahaan distributor perabotan rumah tangga, membeli peralatan baru seharga
$150.000 pada awal tahun fiskal. Peralatan tersebut memiliki estimasi umur manfaat 5 tahun
dan estimasi nilai residu $ 12.000
Diminta :
Tentukanlah penyusutan tahunan untuk kelima tahun estimasi umur manfaat peralatan,
akumulasi penyusutan pada akhir setiap tahun nilai buku peralatan pada akhir setiap tahun
dengan :
a. Metode garis lurus
b. Metode saldo menurun








F. Kunci jawaban : 1.a.
Tahun Depresiation expense Acum Depreciation Book value
1
2
3
4
5
$27.600*
27.600
27.600
27.600
27.600
$ 27.600
55.200
82.800
110.400
138.000
$ 122.400
94.800
67.200
39.600
12.000

Ket :
* $ 27.600 = (150.000 12.000) : 5
b.
tahun Depresiation expense Acum Depreciation Book value
1
2
3
4
5
$60.000*
36.000
21.600
12.960
7.440 **
$ 60.000
96.000
117.600
130.560
138.000
$ 90.000
54.000
32.400
19.440
12.000

Ket :
* $ 60.000 = 150.000 x 40%
** aktiva tidak disusutkan dibawah estimasi nilai residunya (12.000)

KEGIATAN BELAJAR 4 : Membukukan mutasi Aktiva tetap ke kartu aktiva tetap
A. Tujuan kegiatan pembelajaran 4 :
Peserta didik mampu : membukukan mutasi aktiva tetap ke kartu aktiva tetap
B. Uraian Materi :
Transaksi perolehan aktiva :
Perolehan aktiva tetap dapat diperoleh dengan 3 cara sbb:
- Aktiva tetap yang diperoleh dari pembelian dicatat dalam bukti kas keluar dengan Jurnal sbb:
Aktiva Tetap XX
Bukti kas keluar yang akan dibayar XX
- Aktiva yang diperoleh dari pembangunan sendiri yang berupa pengeluaran modal (capital
expenditures) yang berupa kas dicatat dalam bukti kas keluar dengan jurnal sbb:
Aktiva tetap dalam kontruksi XX
Bukti kas keluar yang akan dibayar XX
- Aktiva tetap yang diperoleh dari sumbangan, harga pokok aktiva tetap dicatat dalam jurnal
sbb:
Aktiva tetap XX
Modal sumbangan XX


Transaksi penghentian pemakaian Aktiva tetap
Jika berdasarkan pertimbangan tehnis atau ekonomis suatu aktiva tetap tidak lagi layak. Untuk
diteruskan pemakaiannya. Manajemen dapat memutuskan untuk menghentikan pemakaian aktiva
tetap yang bersangkutan, karena aktiva tetap memiliki rekening akumulasi depresiasi, yang
merupakan rekening penilai (valuation account), maka penghentian pemakaian aktiva tetap dicatat
dalam rekening aktiva tetap dan rekening akumulasi depresiasi aktiva tetap yang bersangkutan. Jika
nilai jual aktiva tetap yang dihentikan pemakaiannya berbeda dari nilai buku aktiva tetap pada saat
dihentikan pemakaiannya, maka penghentian aktiva tetap tersebut menimbulkan laba atau rugi.
Transaksi penghentianpemakaian Aktiva tetap dicatat dalam jurnal umum sbb :

Akumulasi depresiasi XX
Rugi penghentian pemakaian aktiva tetap XX
Aktiva tetap XX

Transaksi reparasi dan pemeliharaan aktiva tetap.
Dalam masa manfaat aktiva tetap , perusahaan melakukan pemeliharaan dan reparasi aktiva tetap
untuk menjaga dan mempertahankan kondisi aktiva tetap agar dapat operasi. Berdasarkan
kebijaksanaan akuntansi yang dirumuskan oleh manajemen perusahaan, pengeluaran untuk reparasi
Aktiva tetap digolongkan ke dalam 2 golongan sbb:
- Pengeluaran Modal.
- Pengeluaran pendapatan.
Biaya reparasi yang mempunyai manfaat lebih dari 1 tahun diperlakukan sebagai pengeluaran
modal dengan jurnal sbb :
Aktiva tetap XX
Bukti kas keluar yang akan dibayar XX
Biaya reparasi yang mempunyai manfaat kurang dari 1 tahun diperlakukan sebagai biaya dengan
jurnal sbb :
Biaya reparasi dan pemeliharaan XX
Bukti kas keluar yang akan dibayar XX

C. Rangkuman.
Aktiva tetap dapat diperoleh dengan cara pembelian, membangun sendiri dan dari sumbangan .
Transaksi penghentian aktiva tetap dicatat dalam jurnal umum dengan cara mendebet account
akumulasi depresiasi dan rugi penghentian pemakaian aktiva tetap dan mengkredit account aktiva
tetap.
Transaksi reparasi dan pemeliharaan aktiva tetap dapat dikeluarkan sebagai pengeluaran modal dan
pengeluaran pendapatan.



D. Tugas 1.
1. Lakukan observasi ke perusahaan disekitar anda untuk melihat apakah perusahaan
tersebut melakukan prosedur pengelolaan aktiva tetap
2. Diskusikan hasil observasi tersebut dengan temanmu dalam satu kelompok.
3. Buatlah laporannya dan presentasekan didepan kelas.


E. Test Formatif.
Dibeli sebuah mesin perusahaan dengan biaya2 sebagai berikut :
Harga pembelian menurut faktur Rp 100.000.000,00
PPN 10% Rp 10.000.000,00
Biaya pengangkutan dan lain2 Rp 28.000.000,00
Sebuah kendaraan dibeli dengan harga Rp 60.000.000,00 dan telah disusutkan sebesar Rp
36.000.000,00 pada tanggal 5 Januari 1999 kendaraan tersebut dijual dengan harga Rp
30.000.000,00 karena rusak.
Dibayar beban reparasi sebesar Rp 20.000.000,00 untuk sebuah mesin dan dapat menambah
umur ekonomis selama 3 tahun.

Diminta : Dari ketiga transaksi diatas buatlah jurnalnya.

F. Kunci jawaban.
1. Mesin Rp 138.000.000,00
Kas Rp 138.000.000,00

2. Kas Rp 30.000.000,00
Akumulasi penyusutan kendaraan Rp 36.000.000,00
Kendaraan Rp 60.000.000,00
Laba penjualan kendaraan Rp 6.000.000,00

3. Mesin Rp 20.000.000,00
Kas Rp 20.000.000,00

Lembar kerja.
Alat dan bahan : kalkulator,kertas,pensil,penghapus,penggaris.
K3 : sesuai dengan ketentuan prosedur keamanan dan keselamatan kerja
Latihan soal perolehan suatu aktiva, pemberhentian aktiva dan pembayaran biaya reparasi untuk
aktiva.



KEGIATAN BELAJAR 5 :
Membukukan penyusutan dan akumulasu penyusutan ke kartu aktiva tetap.
A. Tujuan kegiatan pembelajaran:
- Peserta didik mampu membukukan penyusutan dan akumulasi penyusutan ke kartu aktiva
tetap.
- Peserta didik mampu mengenali dukumen penyusutan dan akumulasi penyusutan aktiva
tetap.
- Peserta didik mampu menguraikan prosedur penyusutan dan akumulasi penyusutan aktiva
tetap.

B. Uraian Materi:

Pada uraian materi ini ,maka akan kami perlihatkan bentuk dari Kartu Aktiva Tetap.

KARTU AKTIVA TETAP

Nama Aktiva Tetap: No.Perkiraan:
Nomor Seri : Harga Perolehan:
Dibeli dari : Taks.Umur Ekonomis :
Penanggung jawab : Nilai Sisa/residu :
Tanggal diperoleh : Metode Penyusutan :

Tanggal

Keterangan
Harga Perolehan
( Rp )
Akumulasi
Penyusutan (Rp )
Nilai Buku
( Rp )




Contoh:
Dibeli sebuah mesin fotocopy dari Toko Gunung Terang dengan harga perolehan Rp.25.000.000,-
dengan nilai residu Rp.2.500.000,- dan nomor seri mesin A2.037 tanggal 03 maret 2005 ,taksiran
umur ekonomis 5 tahun metode yang digunakan adalah metode garis lurus, bila mana dari contoh
diatas akan kita catat kedalam kartu aktiva tetap maka akan nampak sebagai berikut:

Kartu Aktiva Tetap
Nama aktiva tetap : Mesin Fotocopy. No.Perkiraan : 004
Nomor Seri : A2.037 Harga perolehan: 25.000.000,-
Dibeli dari:Toko Gunung Agung Taks.Umur ekonomis: 5 Tahun.
Penanggung jawab:Bagian Penjualan. Nilai residu : 2.500.000,-
Tanggal diperoleh: 03 Maret 2005 Metode Penyusutan: Grs.lurus





Tanggal

Keterangan
Harga Perolehan
( Rp )
Akumulasi Penyusutan
(Rp)
Nilai Buku
( Rp )
2005
maret

3

Pembelian

25.000.000

4.500.000,-

20.500.000

Jurnalnya: Beban penyust.mesin fotocopy Rp. 4.500.000,-
Akm.Penyusutan mesin fotocopy - Rp. 4.500.000,-


C. Rangkuman:
Kartu aktiva tetap adalah suatu kartu yang mencatat bagian-bagian aktiva tetap yang dsiperoleh
dari pembelian yang seterusnya dimasukkan ke dalam formulir kartu aktiva tetap.
Setelah pemasukan catatan kedalam kartu aktiva selanjutnya menjurnal transaksi tersebut pada
jurnal umum sebesar nilai penyusutannya.

D. Tugas.
Catatlah transaksi dibawah ini kedalam kartu aktiva tetap.
Pada tanggal 1 januari 2001a Toko ABC membeli sebuah mesin cuci merk Hitaci dengan harga
perolehan Rp.17.500.000,- dan nilai residu Rp. 2.500.000,- nomor seri DSC 123 ,taksiran umur
ekonomis 5 tahun metode yang digunakan metode garis lurus.
E. Tes Formatif.
1. Dukumen sumber yang digunakan sebagai dasar pencatatan transaksi aktiva tetap adalah ?
2. Catatan akuntansi yang berfungsi sebagai buku pembantu ( Subsidiary ledger) rekening
kontrol aktiva tetap adalah ?
Kunci jawaban:
1. Surat permintaan penghentian pemakaian aktiva tetap.
2. Jurnal umum ( general journal).

Lembar Kerja : ..

KEGIATAN BELAJAR 6 :

A. Tujuan Kegiatan Pembelajaran :
1. Peserta didik mampu melakukan inventarisasi fisik aktiva tetap
2. Peserta didik mampu menyusun berita acara inventarisasi pisik aktiva tetap

B. Uraian Materi :
Inventarisasi fifik aktiva tetap artinya perhitungan aktiva tetap secara fisik dilakukan secara
periodik pada akhir periode akuntansi atau setiap akhir semester sehingga dapat diketahui
kwantitas maupun harganya. Inventarisasi ini diperlukan dalam rangka penyusunan laporan

keuangan dan juga sekaligus melaksanakan fungsi pengawasan dan pengendalian intern. Setelah
Inventarisasi fisik aktiva tetap dilaksanakan oleh petugas / pegawai maka dibuat berita acara
pemeriksaan dan ditanda tangani oleh petugas dan penannggung jawan aktiva tetap sebagai
persetujuan inventarisasi tersebut

Contoh Formulir :

PT Maju JAya
Jl. Bugis No 43 Tg. Priok
Jakarta
KERTAS KERJA
PEMERIKSAAN AKTIVA TETAP

Departemen / Bagian Penanggung JAwab Aktiva Tetap : .
Telah dilakukan pemeriksaan Aktiva Tetap dengan hasil sebagai berikut :

KODE
AKTIVA
TETAP
JENIS AKTIVA TETAP LOKASI
PENYIMPANAN
KONDISI FISIK
BAIK/NORMAL PERLU PERBAIKAN RUSAK
PERMANEN
HILANG




Tim Pemeriksa Mengetahui


1 . Penanggung jawab
2. Aktiva tetap

C. Rangkuman :
Inventarisasi pisik aktiva tetap dilaksanakan pada akhir tahun atau akhir semester sehingga dapat
diketahui keadaan aktiva tetap yang sesungguhnya
D. Tugas :
1. Peserta didik melaksanakan perhitungan aktiva tetap secara fisik
2. Peserta didik melaksanakan pencatatan aktiva tetap ke dalam kertas kerja
3. Menanda tangani kertas kerja yang telah diisi untuk keabsahan kerja
E. Tes Formatif
Kerjakan soal di bawah ini :
1. Apakah tujuan perhitungan aktiva tetap secara fisik ?
2. Setelah diadakan perhitungan aktiva tetap secara fisik diperoleh data sebagai berikut :
NO JENIS AKTIVA TETAP BANYAK KEADAAN TEMPAT
1 Komputer Kompak 4 unit Baik kantor
2 Meja Tulis 5 unit Baik Kantor
3 Kursi 5 unit Baik Kantor
4 Lemari 6 unit 4 baik
2 perbaikan
Kantor
5 Filing Cabinet 3 unit 2 baik
1 rusak
Kantor

Petugas perhitungan fisik : Dina dan Endah
Buatlah Kertas kerja pemeriksaan aktiva tetap


F. Kunci Jawaban :
1. Tujuan perhitungan aktiva tetap secara fisik adalah agar dapat diketahui kwantitas dan
keadaan aktiva tetap.
2.
KODE
AKTIVA
TETAP
JENIS AKTIVA TETAP
LOKASI
PENYIMPANAN
KONDISI FISIK
BAIK/NORMAL
PERLU
PERBAIKAN
RUSAK
PERMANEN
HILANG
Komputer Kompak Kantor 4
Meja Tulis Kantor 5
Kursi Kantor 5
Lemari Kantor 4 2
Filing Cabinet Kantor 2 1
Tim Pemeriksa Mengetahui


1. Dina . Penanggung jawab
2. Endah Aktiva tetap
G. Lembar Kerja
1. Alat dan bahan : kalkulator , ballpoint , pensil, penghapus, penggaris
2. K 3 : sesuai dengan ketentuan prosedur keamanan dan keselamatan
3. Langkah Kerja :
a. Lakukan perhitungan fisik aktiva tetap
b. Catat hasil perhitunganb fdisik aktiva tetap ked ala mkertas kerja .

Kegiatan Belajar 7 :

A. Tujuan Kegiatan Pembelajaran :
Peserta Didik ,mampu menyusun lapporan aktiva tetap baik secara manual maupun dengan
komputer
B. Uraian Materi :
Laporan aktiva tetap dibuat setiap bulan sehingga dapat diketahui nilai buku aktiva tetap.
Laporan aktiva tetap disusun dari kartu aktiva tetap
Contoh : Form Laporan aktiva tetap
PT MAJU JAYA
LAPORAN AKTIVA TETAP
BULAN . S/D BULAN ..

KODE LOKAL
NAMA
KATEGORI
AKTIVA
BIAYA
PEROLEHAN
NILAI BUKU
AWAL
DEPRESIASI
BULN INI
AKUM PENY.
S.D BULAN INI
NILAI BUKU
AKHIR

JUMLAH Rp Rp Rp Rp Rp

C. Rangkuman
Laporan aktiva tetapdisusun setiap akhir bulan dari kartu aktiva tetap

D. Tugas :
1. Peserta didik mengamati kartu aktiva tetap
2. Peserta didik mencatat nilai aktiva dari kartu aktiva tetap ke ddalam laporan aktiva tetap
E. Tes Formatif :
Menurut Kartu Aktiva tetap per 31 Desember 2004 di dalam PD Jaya Abadi terdapat informasi
sebagai berikut ( dalam ribuan rupiah ):
No Aktiva Tetap Hrg Perolehan Akm Penyusutan Nilai Residu Tgl
Pemb
1 Komputer Rp 45.000 Rp 16.000 Rp 5.000 Jan 2002
2 Meja Rp 20.000 Rp 8.000 Rp 0 Jan 2002
3 Kursi Rp 5.000 Rp 2.000 Rp 0 Jan 2002
4 Lemari Rp 16.000 Rp 4.000 Rp 0 Jan 2002
5 Fil. Cabinet Rp 12.000 Rp 6.000 Rp 0 Jan 2002


F. Kunci Jawaban
PD JAYA ABADI
LAPORAN AKTIVA TETAP
BULAN JANUARI 2004 S/D BULAN DESEMBER 2004.
( dalam ribuan rupah )
KODE LOKAL
NAMA
KATEGORI
AKTIVA
BIAYA
PEROLEHAN
NILAI BUKU
AWAL
DEPRESIASI
BULAN INI
AKUM PENY. S.D
BULAN INI
NILAI BUKU
AKHIR
Komputer 45.000 29.000 666,66 24.000 21.000
Meja 20.000 12.000 333,33 12.000 8.000
Kursi 5.000 3.000 83,33 3.000 2.000
Lemari 16.000 12.000 166,66 6.000 10.000
Fil. Cabnt 12.000 6.000 250,00 9.000 3.000

JUMLAH 98.000 62.000 1.500,00 54.000 44.000

G. Lembar Kerja
1. Alat dan bahan : kalkulator , ballpoint , pensil, penghapus , penggaris
2. K 3 : sesuai dengan ketentuan prosedur keamanan dan keselamatan kerja
3. Langkah kerja :
a. Mengobservasi kartu aktiva tetap
b. Mencatat ke dalam laporan aktiva tetap

Glosarium

Akumulasi Penyusutan Gedung Accumulated depreciation Buildings
Akumulasi Penyusutan Kendaraan Accumulated Depreciation Vehicles
Akumulasi Penyusutan Peralatan Accumulated depreciation of equipment
Fixed asset turnover Perputaran harta tetap
Intangible Fixed Asset Aktiva tetap tidak berwujud
Tangible Fixed Asset Aktiva tetap berwujud