Anda di halaman 1dari 19

2.

Teori Bilangan
Teori bilangan (number theory) adalah teori yang mendasar
dalam memahami algoritma kriptografi
Bilangan yang dimaksudkan adalah bilangan bulat (integer)
Bilangan Bulat
Bilangan bulat adalah bilangan yang tidak mempunyai
pecahan desimal, misalnya 8, 21, 876, !"#, $
Berla%anan dengan bilangan bulat adalah bilangan riil yang
mempunyai titik desimal, seperti 8&$, "#&2, $&$2&
Sifat Pembagian pada Bilangan Bulat
'isalkan a dan b adalah dua buah bilangan bulat dengan
syarat a $& (ita menyatakan bah%a a habis membagi b (a
divides b) )ika terdapat bilangan bulat c sedemikian sehingga
b * ac&
+otasi, a - b )ika b * ac, c Z dan a $& (Z * himpunan
bilangan bulat)
(adang!kadang pernyataan .a habis membagi b. ditulis )uga
.b kelipatan a/&
Contoh 1, # - 12 karena 12

# * " (bilangan bulat) atau 12 *


# "& Tetapi # - 1" karena 1"

# * "&2 (bukan bilangan


bulat)&
Teori Bilangan
Teorema 1 (Teorema Euclidean. 'isalkan m dan n adalah dua
buah bilangan bulat dengan syarat n 0 $& 1ika m dibagi dengan n
maka terdapat dua buah bilangan bulat unik q (quotient) dan r
(remainder), sedemikian sehingga
m * nq 2 r (1)
dengan $ r 3 n&
Contoh 2.
(i) 1487 dibagi dengan 47 memberikan hasil bagi 2$ dan sisa #7,
1487 * 47 2$ 2 #7
(ii) 522 dibagi dengan " memberikan hasil bagi 58 dan sisa 2,
522 * "(58) 2 2
tetapi 522 * "(57) 5 1 salah karena r * 51 tidak memenuhi
syarat $ r 3 n&

Pembagi Bersama Terbesar (PBB
'isalkan a dan b adalah dua buah bilangan bulat tidak nol&
6embagi bersama terbesar (6BB 5 greatest common di!isor
atau gcd) dari a dan b adalah bilangan bulat terbesar d
sedemikian sehingga d - a dan d - b& 7alam hal ini kita
nyatakan bah%a 6BB(a, b) * d&
Contoh ". 8aktor pembagi #, 1, ", , 4, 1, #9
8aktor pembagi "6, 1, 2, ", #, 4, 12, 18, "69
8aktor pembagi bersama dari # dan "6 adalah 1, ", 4
6BB(#, "6) * 4&
2
Teori Bilangan
#lgoritma Euclidean
:lgoritma ;uclidean adalah algoritma untuk mencari 6BB
dari dua buah bilangan bulat&
;uclid, penemu algoritma ;uclidean, adalah seorang
matematika%an <unani yang menuliskan algoritmanya
tersebut dalam bukunya yang terkenal, Element&
7iberikan dua buah bilangan bulat tak!negatif m dan n (m
n)& :lgoritma ;uclidean berikut mencari pembagi bersama
terbesar dari m dan n&
#lgoritma Euclidean
1& 1ika n * $ maka
m adalah 6BB(m, n)9
stop&
tetapi )ika n $,
lan)utkan ke langkah 2&
2& Bagilah m dengan n dan misalkan r adalah sisanya&
"& =anti nilai m dengan nilai n dan nilai n dengan nilai r, lalu
ulang kembali ke langkah 1&
Contoh $. m * 8$, n * 12 dan dipenuhi syarat m n
"
Teori Bilangan
8 12 6 8$ + =
# 8 1 12 + =
$ # 2 8 + =
>isa pembagian terakhir sebelum $ adalah #, maka 6BB(8$, 12) *
#&
Relatif Prima
7ua buah bilangan bulat a dan b dikatakan relatif prima )ika
6BB(a, b) * 1&
Contoh %. 2$ dan " relatif prima sebab 6BB(2$, ") * 1&
Begitu )uga 7 dan 11 relatif prima karena 6BB(7, 11) * 1&
Tetapi 2$ dan tidak relatif prima sebab 6BB(2$, ) * 1&
1ika a dan b relatif prima, maka terdapat bilangan bulat m
dan n sedemikian sehingga
ma 2 nb * 1 (2)
Contoh &. Bilangan 2$ dan " adalah relatif prima karena
6BB(2$, ") *1, atau dapat ditulis
2 & 2$ 2 (51") & " * 1
dengan m * 2 dan n * 51"& Tetapi 2$ dan tidak relatif prima
karena 6BB(2$, ) * 1 sehingga 2$ dan tidak dapat
dinyatakan dalam m & 2$ 2 n & * 1&

#
Teori Bilangan
#ritmetika 'odulo
'isalkan a adalah bilangan bulat dan m adalah bilangan bulat
0 $& ?perasi a mod m (dibaca .a modulo m/) memberikan
sisa )ika a dibagi dengan m&
+otasi, a mod m * r sedemikian sehingga a * mq 2 r,
dengan $ r 3 m&
Bilangan m disebut modulus atau modulo, dan hasil
aritmetika modulo m terletak di dalam himpunan @$, 1, 2, A,
m 5 1B (mengapaC)&
Contoh (. Beberapa hasil operasi dengan operator modulo,
(i) 2" mod * " (2" * # 2 ")
(ii) 27 mod " * $ (27 * " 4 2 $)
(iii) 6 mod 8 * 6 (6 * 8 $ 2 6)
(iD) $ mod 12 * $ ($ * 12 $ 2 $)
(D) 5 #1 mod 4 * # (5#1 * 4 (5) 2 #)
(Di) 5 "4 mod 1" * $ (5"4 * 1"(5") 2 $)
Penjelasan untuk (v): (arena a negatif, bagi -a- dengan m
mendapatkan sisa rE& 'aka a mod m * m 5 rE bila rE $& 1adi -5 #1-
mod 4 * , sehingga 5#1 mod 4 * 4 5 * #&

Kongruen
'isalnya "8 mod * " dan 1" mod * ", maka kita katakan
"8 1" (mod ) (baca, "8 kongruen dengan 1" dalam
modulo )&

Teori Bilangan
'isalkan a dan b adalah bilangan bulat dan m adalah
bilangan 0 $, maka a b (mod m) )ika m habis membagi a 5
b&
1ika a tidak kongruen dengan b dalam modulus m, maka
ditulis a b (mod m) &
Contoh ).
17 2 (mod ") ( " habis membagi 17 5 2 * 1)
57 1 (mod 11) (11 habis membagi 57 5 1 * 522)
12 F 2 (mod 7) (7 tidak habis membagi 12 5 2 * 1$ )
57 F 1 (mod ") (" tidak habis membagi 57 5 1 * 522)
(ekongruenan a b (mod m) dapat pula dituliskan dalam
hubungan
a * b 2 km (")
yang dalam hal ini k adalah bilangan bulat&
Contoh *.
17 2 (mod ") dapat ditulis sebagai 17 * 2 2 "
57 1 (mod 11) dapat ditulis sebagai 57 * 1 2 (52)11

Berdasarkan definisi aritmetika modulo, kita dapat
menuliskan a mod m * r sebagai
a r (mod m)
Contoh 1+.
Beberapa hasil operasi dengan operator modulo berikut,
(i) 2" mod * " dapat ditulis sebagai 2" " (mod )
(ii) 27 mod " * $ dapat ditulis sebagai 27 $ (mod ")
6
Teori Bilangan
(iii) 6 mod 8 * 6 dapat ditulis sebagai 6 6 (mod 8)
(iD) $ mod 12 * $ dapat ditulis sebagai $ $ (mod 12)
(D) 5 #1 mod 4 * # dapat ditulis sebagai 5#1 # (mod 4)
(Di) 5 "4 mod 1" * $ dapat ditulis sebagai 5 "4 $ (mod 1")

Teorema 2. 'isalkan m adalah bilangan bulat positif&
1& 1ika a b (mod m) dan c adalah sembarang bilangan bulat maka
(i) (a 2 c) (b 2 c) (mod m)
(ii) ac bc (mod m)
(iii) a
p
b
p
(mod m) untuk suatu bilangan bulat tak negatif p&
2& 1ika a b (mod m) dan c d (mod m), maka
(i) (a 2 c) (b 2 d) (mod m)
(ii) ac bd (mod m)
Bukti (hanya untuk 1(ii) dan 2(i) sa)a),
1(ii) a b (mod m) berarti,
a * b 2 km
a 5 b * km
(a 5 b)c * ckm
ac * bc 2 !m
ac bc (mod m)

2(i) a b (mod m) a * b 2 k
1
m
c d (mod m) c * d 2 k
2
m 2
(a 2 c) * (b 2 d) 2 (k
1
2 k
2
)m
(a 2 c) * (b 2 d) 2 km ( k * k
1
2 k
2
)
(a 2 c) * (b 2 d) (mod m)

7
Teori Bilangan
Contoh 11.
'isalkan 17 2 (mod ") dan 1$ # (mod "), maka menurut
Teorema 2,
17 2 * 2 2 (mod ") 22 * 7 (mod ")
17 & * 2 (mod ") 8 * 1$ (mod ")
17 2 1$ * 2 2 # (mod ") 27 * 6 (mod ")
17 & 1$ * 2 # (mod ") 17$ * 8 (mod ")
6erhatikanlah bah%a Teorema 2 tidak memasukkan operasi
pembagian pada aritmetika modulo karena )ika kedua ruas
dibagi dengan bilangan bulat, maka kekongruenan tidak
selalu dipenuhi& 'isalnya,
(i) 1$ # (mod ") dapat dibagi dengan 2 karena 1$F2 *
dan #F2 * 2, dan 2 (mod ")
(ii) 1# 8 (mod 6) tidak dapat dibagi dengan 2, karena 1#F2
* 7 dan 8F2 * #, tetapi 7 F # (mod 6)&
Balikan Modulo (modulo invers)
1ika a dan m relatif prima dan m 0 1, maka kita dapat
menemukan balikan (invers) dari a modulo m& Balikan dari a
modulo m adalah bilangan bulat
a
sedemikian sehingga
a
a
1 (mod m)
Bukti, 7ari definisi relatif prima diketahui bah%a 6BB(a, m)
* 1, dan menurut persamaan (2) terdapat bilangan bulat p dan
q sedemikian sehingga
pa 2 qm * 1
yang mengimplikasikan bah%a
pa 2 qm 1 (mod m)
8
Teori Bilangan
(arena qm $ (mod m), maka
pa 1 (mod m)

(ekongruenan yang terakhir ini berarti bah%a p adalah
balikan dari a modulo m&
6embuktian di atas )uga menceritakan bah%a untuk mencari
balikan dari a modulo m, kita harus membuat kombinasi
lan)ar dari a dan m sama dengan 1& (oefisien a dari
kombinasi lan)ar tersebut merupakan balikan dari a modulo
m&
Contoh 12.
Tentukan balikan dari # (mod 4), 17 (mod 7), dan 18 (mod 1$)&
6enyelesaian,
(a) (arena 6BB(#, 4) * 1, maka balikan dari # (mod 4) ada& 7ari
algoritma ;uclidean diperoleh bah%a
4 * 2 # 2 1
>usun persamaan di atas men)adi
52 # 2 1 4 * 1
7ari persamaan terakhir ini kita peroleh 52 adalah balikan dari
# modulo 4& 6eriksalah bah%a
52 # 1 (mod 4) (4 habis membagi 52 # 5 1 * 54)
4
Teori Bilangan
(b) (arena 6BB(17, 7) * 1, maka balikan dari 17 (mod 7) ada& 7ari
algoritma ;uclidean diperoleh rangkaian pembagian berikut,
17 * 2 7 2 " (i)
7 * 2 " 2 1 (ii)
" * " 1 2 $ (iii) (yang berarti, 6BB(17, 7) * 1) )
>usun (ii) men)adi,
1 * 7 5 2 " (iD)
>usun (i) men)adi
" * 17 5 2 7 (D)
>ulihkan (D) ke dalam (iD),
1 * 7 5 2 (17 5 2 7) * 1 7 5 2 17 2 # 7 * 7 5 2 17
atau
52 17

2 7 * 1
7ari persamaan terakhir ini kita peroleh 52 adalah balikan
dari 17 modulo 7&
52 17 1 (mod 7) (7 habis membagi 52 17 5 1 * 5")
(c) (arena 6BB(18, 1$) * 2 1, maka balikan dari 18 (mod 1$)
tidak ada&
1$
Teori Bilangan
Kekongruenan Lanjar
(ekongruenan lan)ar adalah kongruen yang berbentuk
a" b (mod m)
dengan m adalah bilangan bulat positif, a dan b sembarang
bilangan bulat, dan " adalah peubah bilangan bulat&
+ilai!nilai " dicari sebagai berikut,
a" * b 2 km
yang dapat disusun men)adi

a
km b
"
+
=
dengan k adalah sembarang bilangan bulat& Gobakan untuk k
* $, 1, 2, A dan k * 51, 52, A yang menghasilkan " sebagai
bilangan bulat&
Contoh 1".
Tentukan solusi, #" " (mod 4) dan 2" " (mod #)
6enyelesaian,
(i) #" " (mod 4)
#
4 " +
=
k
"
k * $ " * (" 2 $ 4)F# * "F# (bukan solusi)
k * 1 " * (" 2 1 4)F# * "
k * 2 " * (" 2 2 4)F# * 21F# (bukan solusi)
k * ", k * # tidak menghasilkan solusi
11
Teori Bilangan
k * " * (" 2 4)F# * 12
A
k * 51 " * (" 5 1 4)F# * 56F# (bukan solusi)
k * 52 " * (" 5 2 4)F# * 51F# (bukan solusi)
k * 5" " * (" 5 " 4)F# * 56
A
k * 56 " * (" 5 6 4)F# * 51
A
+ilai!nilai " yang memenuhi, ", 12, A dan 56, 51, A
(ii) 2" " (mod #)
2
# " +
=
k
"
(arena #k genap dan " gan)il maka pen)umlahannya
menghasilkan gan)il, sehingga hasil pen)umlahan tersebut )ika
dibagi dengan 2 tidak menghasilkan bilangan bulat& 7engan
kata lain, tidak ada nilai!nilai " yang memenuhi 2" " (mod )&
Chinese Remainder Problem
6ada abad pertama, seorang matematika%an Ghina yang bernama
>un Tse menga)ukan pertanyaan sebagai berikut,
Tentukan sebuah bilangan bulat yang bila dibagi dengan #
menyisakan $% bila dibagi & menyisakan #% dan bila dibagi
'' menyisakan &(
6ertanyaan >un Tse dapat dirumuskan kedalam sistem kongruen
lan)ar,
12
Teori Bilangan
" " (mod )
" (mod 7)
" 7 (mod 11)
TE,-E'# %.&. (Chinese Remainder Theorem 'isalkan m
1
, m
2
,
A, m
n
adalah bilangan bulat positif sedemikian sehingga 6BB(m
i
,
m
j
) * 1 untuk i j& 'aka sistem kongruen lan)ar
" a
k
(mod m
k
)
mempunyai sebuah solusi unik modulo m * m
1
m
2
A m
n
&
Contoh 1$.
Tentukan solusi dari pertanyaan >un Tse di atas&
6enyelesaian,
'enurut persamaan (&6), kongruen pertama, " " (mod ),
memberikan " * " 2 k
1
untuk beberapa nilai k& >ulihkan ini ke
dalam kongruen kedua men)adi " 2 k
1
(mod 7), dari sini kita
peroleh k
1
6 (mod 7), atau k
1
* 6 2 7k
2
untuk beberapa nilai k
2
&
1adi kita mendapatkan " * " 2 k
1
* " 2 (6 2 7k
2
) * "" 2 "k
2
yang mana memenuhi dua kongruen pertama& 1ika " memenuhi
kongruen yang ketiga, kita harus mempunyai "" 2 "k
2
7 (mod
11), yang mengakibatkan k
2
4 (mod 11) atau k
2
* 4 2 11k
"
&
>ulihkan k
2
ini ke dalam kongruen yang ketiga menghasilkan " *
"" 2 "(4 2 11k
"
) "#8 2 "8k
"
(mod 11)& 7engan demikian, "
"#8 (mod "8) yang memenuhi ketiga konruen tersebut& 7engan
kata lain, "#8 adalah solusi unik modulo "8& Gatatlah bah%a "8
* 7 11&
1"
Teori Bilangan
>olusi unik ini mudah dibuktikan sebagai berikut& >olusi tersebut
modulo m * m
1
m
2
m
"
* 7 11 * 77 * 11 "& (arena 77 "
1 (mod ), 6 1 (mod 7), dan " 6 1 (mod 11), solusi
unik dari sistem kongruen tersebut adalah
" " 77 " 2 6 2 7 " 6 (mod "8)
"81" (mod "8) "#8 (mod "8)
#ritmetika 'odulo dan .riptografi
:ritmetika modulo cocok digunakan untuk kriptografi karena dua
alasan,
1& ?leh karena nilai!nilai aritmetika modulo berada
dalam himpunan berhingga ($ sampai modulus m 5 1),
maka kita tidak perlu kha%atir hasil perhitungan berada di
luar himpunan&
2& (arena kita beker)a dengan bilangan bulat, maka kita tidak
kha%atir kehilangan informasi akibat pembulatan (round
off) sebagaimana pada operasi bilangan riil&
Bilangan Prima
Bilangan bulat positif p (p 0 1) disebut bilangan prima )ika
pembaginya hanya 1 dan p&
Gontoh, 2" adalah bilangan prima karena ia hanya habis
dibagi oleh 1 dan 2"&
1#
Teori Bilangan
(arena bilangan prima harus lebih besar dari 1, maka barisan
bilangan prima dimulai dari 2, yaitu 2, ", , 7, 11, 1", A&
>eluruh bilangan prima adalah bilangan gan)il, kecuali 2
yang merupakan bilangan genap&
Bilangan selain prima disebut bilangan komposit
(composite)& 'isalnya 2$ adalah bilangan komposit karena
2$ dapat dibagi oleh 2, #, , dan 1$, selain 1 dan 2$ sendiri&
Teorema ". (The Fundamental Theorem of rithmeti!. >etiap
bilangan bulat positif yang lebih besar atau sama dengan 2 dapat
dinyatakan sebagai perkalian satu atau lebih bilangan prima&
Contoh 1%.
4 * " " (2 buah faktor prima)
1$$ * 2 2 (# buah faktor prima)
1" * 1" (atau 1 1") (1 buah faktor prima)
Hntuk mengu)i apakah n merupakan bilangan prima atau
komposit, kita cukup membagi n dengan se)umlah bilangan
prima, mulai dari 2, ", A , bilangan prima n& 1ika n habis
dibagi dengan salah satu dari bilangan prima tersebut, maka
n adalah bilangan komposit, tetapi )ika n tidak habis dibagi
oleh semua bilangan prima tersebut, maka n adalah bilangan
prima&
Contoh 1&.
Tun)ukkan apakah (i) 171 dan (ii) 144 merupakan bilangan prima
atau komposit&
6enyelesaian:
1
Teori Bilangan
(i) 171 * 1"&$77& Bilangan prima yang 171 adalah 2,
", , 7, 11, 1"& (arena 171 habis dibagi ", maka 171
adalah bilangan komposit&
(ii) 144 * 1#&1$7& Bilangan prima yang 144 adalah 2, ",
, 7, 11, 1"& (arena 144 tidak habis dibagi 2, ", , 7, 11,
dan 1", maka 144 adalah bilangan prima&
Terdapat metode lain yang dapat digunakan untuk mengu)i
keprimaan suatu bilangan bulat, yang terkenal dengan
Teorema /ermat& 8ermat (dibaca .8air!ma/) adalah seorang
matematika%an 6erancis pada tahun 16#$&
Teorema $ (Teorema /ermat)& 1ika p adalah bilangan prima dan
a adalah bilangan bulat yang tidak habis dibagi dengan p, yaitu
6BB(a, p) * 1, maka
a
p51
1 (mod p)
Contoh 1(.
(ita akan mengu)i apakah 17 dan 21 bilangan prima atau bukan&
7i sini kita mengambil nilai a * 2 karena 6BB(17, 2) * 1 dan
6BB(21, 2) * 1& Hntuk 17,
2
1751
* 6"6 1 (mod 17)
karena 17 tidak membagi 6"6 5 1 * 6" (6"

17 *
"8)&
Hntuk 21,
2
2151
*1$#876 I 1 (mod 21)
16
Teori Bilangan
karena 21 tidak habis membagi 1$#876 5 1 * 1$#87&

(elemahan Teorema 8ermat, terdapat bilangan komposit n
sedemikian sehingga 2
n51
1 (mod n)& Bilangan bulat seperti
itu disebut bilangan prima semu (pseudoprimes)&
'isalnya komposit "#1 (yaitu "#1 * 11 "1) adalah bilangan
prima semu karena menurut teorema 8ermat,
2
"#$
1 (mod "#1)
Hntunglah bilangan prima semu relatif )arang terdapat&
Contoh 1).
6eriksalah bah%a (i) "
16
1 (mod 17) dan (ii) 18
6
1 (mod #4)&
6enyelesaian,
(i) 7engan mengetahui bah%a kongruen "
"
1$ (mod 17),
kuadratkan kongruen tersebut menghasilkan
"
6
1$$ 52 (mod 17)
(uadratkan lagi untuk menghasilkan
"
12
# (mod 17)
7engan demikian, "
16
"
12
"
"
" # 1$ " 12$ 1 (mod
17)
(ii) Garanya sama seperti penyelesaian (i) di atas,
18
2
"2# "$ (mod #4)
17
Teori Bilangan
18
#
4$$ 18 (mod #4)
18
6
18
#
18
2
18 "$ #$ 1 (mod #4)
/ungsi Euler
8ungsi ;uler medefinisikan (n) untuk n 1 yang menyatakan
)umlah bilangan bulat positif 3 n yang relatif prima dengan n&
Contoh 1*.
Tentukan (2$)&
6enyelesaian,
Bilangan bulat positif yang lebih kecil dari 2$ adalah 1 sampai 14&
7i antara bilangan!bilangan tersebut, terdapat (2$) * 8 buah yang
relatif prima dengan 2$, yaitu 1, ", 7, 4, 11, 1", 17, 14&
Hntuk n * 1, 2, A, 1$, fungsi ;uler adalah
(1) * $ (6) * 2
(2) * 1 (7) * 6
(") * 2 (8) * #
(#) * 2 (4) * 6
() * # (1$) * #
1ika n prima, maka setiap bilangan bulat yang lebih kecil dari
n relatif prima terhadap n& 7engan kata lain, (n) * n 5 1
hanya )ika n prima&
Contoh 2+.
(") * 2, () * #, (7) * 6, (11) * 1$, (1") * 12, A
18
Teori Bilangan
Teorema %& 1ika n * pq adalah bilangan komposit dengan p dan q
prima, maka (n) * (p) (q) * (p 5 1)(q 5 1)&
Contoh 21.
Tentukan (21)&
6enyelesaian,
(arena 21 * 7 ", (21) * (7) (") * 6 2 * 12 buah bilangan
bulat yang relatif prima terhadap 21, yaitu 1, 2, #, , 8, 1$, 11, 1",
1#, 17, 14, 2$&
Teorema &. 1ika p bilangan prima dan k 0 $, maka (p
k
) * p
k
5 p
k!1
* p
k!1
(p 5 1) &
Contoh 22.
Tentukan (16)&
6enyelesaian,
(arena (16) * (2
#
) * 2
#
5 2
"
* 16 5 8 * 8, maka ada delapan buah
bilangan bulat yang relatif prima terhadap 16, yaitu 1, ", , 7, 4,
11, 1"&
Teorema ( ("uler#s generali$ation of Fermat theorem. 1ika
6BB(a, n) * 1, maka
a
(n)
mod n * 1 (atau a
(n)
1 (mod n) )
14