Anda di halaman 1dari 26

6

5
4
3
2
1
Pendahuluan
Mekanisme
Kerja Alat
Aplikasi


Turbidimeter adalah sebuah alat untuk mengukur
partikel-partikel yang tersuspensi atau yang biasa
disebut dengan kekeruhan yang terdapat dalam
suatu cairan atau koloid. Turbidimeter juga biasa
disebut nephelometer. Dari setiap turbidimeter
memiliki perbedaan disetiap model, tergantung pada
pengaturan atau geometri dari sumber sinar dan
detektor.
Next Menu

Sebuah turbidimeter selalu memantau cahaya pantulan dari partikel
dan tidak atenuasi dalam keadaan mendung. Di Amerika Serikat
pemantauan lingkungan kekeruhan unit standar disebut Nephelometrik
Kekeruhan Unit (NTU) sedangkan unit standar internasional disebut
Formazin Nephelometric Unit (FNU). Unit yang berlaku paling umum
adalah Formazin Kekeruhan Unit (FTU), meskipun metode pengukuran
yang berbeda dapat memberikan nilai yang sangat berbeda pula.

Fase gas nephelometer juga digunakan untuk mempelajari atmosfer.
Ini dapat memberikan informasi tentang visitabilitas dan albedo atmosfer.
Fase gas juga digunakan dalam deteksi asap dan partikel lain pembakaran.
Fase gas nephelometer memiliki kemampuan untuk mendeteksi partikel
yang memiliki konsentrasi yang sangat rendah yaitu sekitar 0,005% dan
oleh karena itu sangat cocok untuk melindungi alat yang elektronik
sensitive seperti computer mainframe dan switch telepon.

Next Back


Kekeruhan dapat di ukur dengan berbagai cara Secara tradisional,
Jackson metode digunakan untuk mengukur kekeruhan, dan hasil
yang dinyatakan sebagai Jackson Kekeruhan Unit (JTU). Di danau
dan perairan dalam lainnya, adalah Secchi Disk umum digunakan
untuk mengukur kekeruhan. Namun, baik dari metode ini akurat
dapat mengukur kekeruhan rendah, seperti yang ditemui di
tanaman air limbah, sehingga turbidimeter harus digunakan. Salah
satu jenis turbidimeter adalah nephelometer, yang menentukan
kekeruhan tingkat dengan mengukur jumlah cahaya yang tersebar
di 90 oleh ditangguhkan partikel. Lampu kekuatan dikenal adalah
berseri-seri melalui solusi, di mana partikel akan menyebabkan
cahaya untuk menabur. Intensitas cahaya ini tersebar adalah diukur
dengan menggunakan sensor yang terletak di sisi ruangan.
mengkonversi ukuran ini untuk pembacaan, yang ditampilkan.
memberikan pembacaan dalam Kekeruhan Nephelometric Unit
(NTU)

Next Back

Kekeruhan disebabkan oleh partikel halus tersuspensi dalam
air yang menyebabkan cahaya untuk menyebarkan daripada
bepergian dalam garis lurus melalui airClay, lanau, plankton
dan mikroorganisme lainnya merupakan contoh partikulat
yang menyebabkan kekeruhan. Banyak penyebab kekeruhan
tidak selalu berbahaya bagi kesehatan manusia, tetapi
kekeruhan dapat menjadi tanda masalah lain yang lebih
serius,. Misalnya, kolam air keruh tidak dapat membahayakan
perenang, tetapi bisa menunjukkan adanya kelebihan
karbonat, yang dapat merusak kolam itu sendiri. Secara
umum, sebagai tingkat polutan air meningkat, peningkatan
kekeruhan. EPA Pengolahan Air Permukaan persyaratan
selesai menyatakan bahwa air memiliki tingkat kekeruhan di
bawah 1 NTU.

Menu Back
Next Back
Ketika seberkas sinar polikromatik menyinari sampel, maka partikel
tersuspensi yang ada di dalam sampel akan memantulkan sinar
polikromatik ke berbagai arah, saat menguikur kekeruhan rendah
perubahan cahaya yang di transmisikan sangat sedikit,dan sulit
membedakan dari kebisingan elektronik, sedangkan pada sampel
kekeruhan tinggi juga sangat sulit, karena banyak cahaya yang di
transmisikan oleh banyak partikel tersuspensi dalam sampel . jadi
untuk mengatasi masalah ini turbidimeter mengukurbpencar
cahaya pada sudut 90. Sudut ini dinilai sangat sensitif terhadap
cahaya oleh partikel tersebar di sampel. Untuk mendeteksi cahaya
yang tersebar di sudut lain dalam rangka meningkatkan instrumen
rentang dan menghapus kesalahan yang di perkenalkan oleh warna-
warna alami dan variabilitas lampu di tambahkan sensor cahaya
tambahan. Sensor cahaya tambahan biasa di sebut sumber cahaya
monokromatik.

Next Back
Next Back
sinar yang dipantulkan oleh partikel
tergantung oleh besar, ukuran serta jumlah
partikel yang berbeda.

Semakin besar partikel, maka semakin banyak
cahaya yang di pantulkan, sehingga nilai
kekeruhan semakin besar dan sebaliknya
semakin kecil partikel semakin sedikit pula
cahaya yang dipantulkan.

Menu Back


PENETAPAN KEKERUHAN dengan TURBIDIMETER
Prinsip :
Kekeruhan adalah ukuran yang menggunakan efek
cahaya sebagai dasar untuk mengukur keadaan air
baku dengan satuan NTU (Nepheleometer
Turbidimeter Unit). Kekeruhan disebabkan adanya
benda bercampur atau koloid di dalam air. Untuk
mengukur nilai kekeruhan suatu sampel digunakan
turbidimeter standar yang digunakan untuk
membandingkan sampel-sampel adalah standar yang
mempunyai nilai 5NTU
Next Menu

Alat yang digunakan :

Turbidimeter
Tabung Ulir
Piala gelas
Labu semprot

Bahan yang digunakan :

Standar 5 NTU
Sampel 1-10
Air suling

Next Back
Next Back


Pada penetapan kekeruhan secara
turbidimeter,persiapan sampel sangat
mempengaruhi pembacaan. Botol sampel harus
dipastikan kering. Caranya bagian luar botol diseka
dengan tissue sampai kering, dan botol tersebut
tidak boleh dipegang dengan tangan secara langsung,
jadi kita harus memegang tutup botol. Sebelum
dimasukkan kedalam turbidimeter, sampel harus
dikocok dahulu.

Next Back

Standar 5 NTU digunakan sebagai pembanding
dengan sampel yang akan ditetapkan kekeruhannya.
Apabila nilai pembacaan suatu sampel melebihi nilai
standar (5 NTU), maka dapat dipastikan bahwa
sampel tersebut tidak layak untuk dikonsumsi.
Sementara itu, nilai standar untuk air mineral sebesar
1,5 NTU. Sedangkan nilai standar untuk PDAM adalah
2,5 NTU.
Dalam hal ini semakin keruh suatu sampel maka
semakin banyak mikroorganisme maupun pengotor
yang terkandung didalamnya.

Next Menu


Turbidimeter merupakan suatu alat instrument
laboratorium yang berfungsi untuk mengetahui nilai
kekeruhan (turbidity) suatu sampel yang dinyatakan
dalam satuan NTU(Nephelometric Turbidy Unit).
Semakin keruh suatu sampel, semakin tinggi nilai
turbiditasnya. Semakin banyak punya pengotor
maupun mikroorganisme yang ada di dalamnya.