Anda di halaman 1dari 4

Cara Merawat ODHA di Rumah

Orang Dengan HIV/AIDS (Odha) tidak selalu harus dirawat di rumah sakit karena salah satu
tempat terbaik untuk merawat Odha adalah di rumah/tempat tinggal Odha itu sendiri dengan
dikelilingi oleh orang-orang yang mencintainya. Banyak Odha dapat hidup aktif dalam jangka
waktu yang lama, tidak perlu dirawat di rumah sakit. Perawatan di rumah biasanya lebih
murah, lebih menyenangkan, lebih akrab dan membuatnya bisa mengatur dirinya sendiri.
Penyakit yang berhubungan dengan Odha biasanya akan cepat membaik dengan
kenyamanan yang dirasakan di rumah, dukungan dari teman, keluarga dan orang-orang
yang dicintainya.
Perawatan Odha di rumah merupakan kesinambungan dari perawatan di rumah sakit.
Perawatan di rumah adalah perawatan yang diberikan kepada Odha di tempat tinggalnya
sendiri, mencakup perawatan fisik dasar, dukungan psikososial, aktivitas spiritual dan
perawatan paliatif. Perawatan ini bisa dilakukan oleh Odha itu sendiri atau keluarga dalam
hal ini adalah orang-orang yang mempunyai tanggungjawab utama dalam perawtan Odha di
rumah (misalnya: suami/istri Odha, anak, orangtua, saudara kandung, teman, tetangga, dll),
manajer kasus, perawat, bidan atau petugas kesehatan lainnya. Sedapat mungkin Odha
mau mengurus diri sendiri seperti mandi, buang air besar/kecil, makan dan minum. Jika
Odha tidak mampu melakukannya, keluarga adalah pemberi perawatan utama pada Odha,
manajer kasus tidak mampu terus menerus bersama Odha, oleh sebab itu perlu memberi
edukasi kepada keluarga cara perawatan Odha dan bagaimana keluarga dapat melindungi
diri dari penularan dan tetap menjaga kesehatan diri mereka sendiri.
Dalam merawat Odha di rumah harus diingat bahwa pengaruh HIV terhadap setiap orang itu
berbeda, sehingga harus diketahui perkembangan keadaan Odha dari dokter atau
perawatnya mengenai perawatan apa yang diperlukan. Sering sekali bantuan yang
dibutuhkan Odha bukan bantuan medis tetapi bantuan untuk melakukan pekerjaan sehari-
hari seperti : memasak, membersihkan rumah, mengambil surat, berbelanja, dsb. Kita juga
harus ingat bahwa merawat Odha merupakan tanggungawab yang berat , perlu kerjasama
dengan Odha untuk memutuskan apa yang harus dilakukan, siapa yang harus dilibatkan,
seberapa banyak kita dapat berbuat, kapan pertolongan tambahan diperlukan, dsb. Peranan
keluarga dalam perawatan Odha di rumah selain dalam hal pengobatan juga membantu
dalam kebutuhan sehari-hari baik secara moral maupun materi seperti :
1. Cara membantu Odha dalam keadaan darurat
2. Makanan atau diet yang sesuai
3. Kegiatan olahraga yang boleh dilakukan odha
4. Waktu untuk pemeriksaan selanjutnya/control dokter
5. Rekreasi untuk mengurangi stress atau kejenuhan
6. Hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan Odha
7. Mengingatkan Odha agar selalu menjaga kebersihan diri termasuk memelihara
kebersihan dan kesehatan gigi dan mulut setiap hari
8. Keteraturan dan kepatuhan minum obat
Persiapan merawat Odha di rumah
Dalam perawatan Odha di rumah, manajer kasus bertugas untuk membantu
Odha/keluarganya memahami masalah, mengidentifikasi dan mencari alternatif pemecahan
masalah dan membuat mereka bisa mengambil keputusan atas permasalahan yang mereka
hadapi. Peran manajer kasus sebagai edukator dalam hal ini sangat dibutuhkan.

Edukasi yang diberikan meliputi : Pemahaman dasar HIV/AIDS mencakup penularan dan
cara pencegahan penularan HIV serta masalah-masalah atau gejala-gejala yang berkaitan
dengan AIDS, mengenal dan menangani masalah fisik/emosional, pemberi
perawatan/keluarga juga mempunyai kebutuhan emosional,
dan kapan membutuhkan bantuan/merujuk.
Selain itu juga edukasi meliputi bagaimana mengelola sumberdaya yang ada dalam
keluarga dan sumberdaya dalam masyarakat, dan bagaimana agar bisa hidup normal.
Dalam persiapan perawatan Odha di rumah, sebaiknya manajer kasus berbicara dengan
Odha dan keluarganya untuk mengidentifikasi kebutuhan Odha dan keluarganya. Kemudian
tim perawatan yang akan dilibatkan seperti keluarga, teman, perawat, dokter, buddies,
manajer kasus, merencanakan apa peran dan tugas masing-masing anggota tim yang akan
mendukung Odha dan keluarga.
Dapatkan informasi tertulis yang jelas tentang obat (dosis, jadwal masing-masing obat, efek
samping yang perlu diawasi) dan perawatan lain yang akan diberikan. Tanyakan pada
dokter atau perawat tentang perubahan kesehatan atau perilaku Odha, tanyakan Odha
siapa yang harus dihubungi untuk dimintai pertolongan atau informasi dan kapan mereka
dapat dihubungi.
Lalu buat daftar anggota tim atau orang lain yang harus segera dihubungi, no telepon dan
kapan mereka dapat dihubungi. Anggota tim juga harus menjaga kesehatan diri agar dapat
membantu Odha dan keluarganya.
Kita tidak akan mampu merawat orang lain jika diri kita sendiri sakit atau kesal.
Pertimbangkan untuk Odha bisa bergabung dengan kelompok dukungan sebaya. Manajer
kasus dan tim perawatan Odha di rumah perlu memberi edukasi/pendidikan pada Odha dan
keluarga agar dapat memahami hal-hal mendasar tentang HIV/AIDS.

Perawatan HIV


Adakah obat untuk HIV?
Tidak. Tidak ada obat yang dapat sepenuhnya menyembuhkan HIV/AIDS.
Perkembangan penyakit dapat diperlambat namun tidak dapat dihentikan sepenuhnya.
Kombinasi yang tepat antara berbagai obat-obatan antiretroviral dapat memperlambat
kerusakan yang diakibatkan oleh HIV pada sistem kekebalan tubuh dan menunda awal
terjadinya AIDS.
Jenis pengobatan dan perawatan apakah yang tersedia?
Pengobatan dan perawatan yang ada terdiri dari sejumlah unsur yang berbeda, yang
meliputi konseling dan tes mandiri (VCT), dukungan bagi pencegahan penularan HIV,
konseling tindak lanjut, saran-saran mengenai makanan dan gizi, pengobatan IMS,
pengelolaan efek nutrisi, pencegahan dan perawatan infeksi oportunistik (IOS), dan
pemberian obat-obatan antiretroviral.
Apakah obat anti retroviral itu?
Obat antiretroviral digunakan dalam pengobatan infeksi HIV. Obat-obatan ini bekerja
melawan infeksi itu sendiri dengan cara memperlambat reproduksi HIV dalam tubuh.

Bagaimana cara kerja obat antiretroviral?
Dalam suatu sel yang terinfeksi, HIV mereplikasi diri, yang kemudian dapat menginfeksi
sel-sel lain dalam tubuh yang masih sehat. Semakin banyak sel yang diinfeksi HIV,
semakin besar dampak yang ditimbulkannya terhadap kekebalan tubuh
(immunodeficiency). Obat-obatan antiretroviral memperlambat replikasi sel-sel, yang
berarti memperlambat penyebaran virus dalam tubuh, dengan mengganggu proses
replikasi dengan berbagai cara.
Penghambat Nucleoside Reverse Transcriptase (NRTI)
HIV memerlukan enzim yang disebut reverse transcriptase untuk mereplikasi diri. Jenis
obat-obatan ini memperlambat kerja reverse transcriptase dengan cara mencegah
proses pengembangbiakkan materi genetik virus tersebut.
Penghambat Non-Nucleoside Reverse Transcriptase (NNRTI)
Jenis obat-obatan ini juga mengacaukan replikasi HIV dengan mengikat enzim reverse
transcriptase itu sendiri. Hal ini mencegah agar enzim ini tidak bekerja dan
menghentikan produksi partikel virus baru dalam sel-sel yang terinfeksi.
Penghambat Protease (PI)
Protease merupakan enzim pencernaan yang diperlukan dalam replikasi HIV untuk
membentuk partikel-partikel virus baru. Protease memecah belah protein dan enzim
dalam sel-sel yang terinfeksi, yang kemudian dapat menginfeksi sel yang lain.
Penghambat protease mencegah pemecah-belahan protein dan karenanya
memperlambat produksi partikel virus baru.
Obat-obatan lain yang dapat menghambat siklus virus pada tahapan yang lain (seperti
masuknya virus dan fusi dengan sel yang belum terinfeksi) saat ini sedang diujikan
dalam percobaan-percobaan klinis.
Apakah obat antiretroviral efektif?
Penggunaan ARV dalam kombinasi tiga atau lebih obat-obatan menunjukkan dapat
menurunkan jumlah kematian dan penyakit yang terkait dengan AIDS secara dramatis.
Walau bukan solusi penyembuhan, kombinasi terapi ARV dapat memperpanjang hidup
orang penyandang HIV-positif, membuat mereka lebih sehat, dan hidup lebih produktif
dengan mengurangi varaemia (jumlah HIV dalam darah) dan meningkatkan jumlah sel-
sel CD4+ (sel-sel darah putih yang penting bagi sistem kekebalan tubuh).
Supaya pengobatan antiretroviral dapat efektif untuk waktu yang lama, jenis obat-obatan
antiretroviral yang berbeda perlu dikombinasikan. Inilah yang disebut sebagai terapi
kombinasi. Istilah Highly Active Anti-Retroviral Therapy (HAART) digunakan untuk
menyebut kombinasi dari tiga atau lebih obat anti HIV.
Bila hanya satu obat digunakan sendirian, diketahui bahwa dalam beberapa waktu,
perubahan dalam virus menjadikannya mampu mengembangkan resistensi terhadap
obat tersebut. Obat tersebut akhirnya menjadi tidak efektif lagi dan virus mulai
bereproduksi kembali dalam jumlah yang sama seperti sebelum dilakukan pengobatan.
Bila dua atau lebih obat-obatan digunakan bersamaan, tingkat perkembangan resistensi
dapat dikurangi secara substansial. Biasanya, kombinasi tersebut terdiri atas dua obat
yang bekerja menghambat reverse transcriptase enzyme dan satu obat penghambat
protease. Obat-obatan anti retroviral hendaknya hanya diminum di bawah pengawasan
medis.








Mengapa ARV tidak siap tersedia?
Di negara-negara berkembang, hanya sekitar 5% dari mereka yang membutuhkan dapat
memperoleh pengobatan antiretroviral, sementara di negera-negara berpendapatan
tinggi akses tersebut hampir universal. Masalahnya adalah harga obat-obatan yang
tinggi, infrastruktur perawatan kesehatan yang tidak memadai, dan kurangnya sumber
pembiayaan, menghalangi penggunaan perawatan kombinasi ARV secara meluas di
negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.
Sebanyak 12 obat-obatan ARV telah diikutsertakan dalam Daftar Obat-obatan Esensial
WHO (WHO Essential Medicines List). Diikutsertakannya ARV dalam Daftar Obat-
obatan Esensial WHO akan mendorong pemerintah di negara-negara dengan epidemi
tinggi untuk lebih memperluas pendistribusian obat-obatan esensial tersebut kepada
mereka yang memerlukannya. Sementara itu, meningkatnya komitmen ekonomi dan
politik di tahun-tahun terakhir ini, yang distimulir oleh orang yang hidup dengan
HIV/AIDS (ODHA), masyarakat sipil dan mitra lainnya, telah membuka ruang bagi
perluasan akses terhadap terapi HIV secara luar biasa.
Perawatan jenis apakah yang tersedia ketika akses ARV tidak tersedia?
Unsur-unsur perawatan lain dapat membantu mempertahankan kualitas hidup tinggi
saat ARV tidak tersedia. Unsur-unsur ini meliputi nutrisi yang memadai, konseling,
pencegahan dan pengobatan infeksi oportunistik, dan menjaga kesehatan pada
umumnya.
Apakah PEP itu?
Perawatan Pencegahan Pasca Pajanan terdiri dari pengobatan, tes laboratorium dan
konseling. Pengobatan PEP harus dimulai dalam hitungan jam dari saat kemungkinan
pajanan HIV dan harus berlanjut selama sekitar empat minggu. Pengobatan PEP belum
terbukti dapat mencegah penularan HIV. Kendatipun demikian, kajian-kajian penelitian
menunjukkan bahwa bila pengobatan dapat dilaksanakan lebih cepat setelah
kemungkinan pajanan HIV (idealnya dalam waktu dua jam dan tak lebih dari 72 jam
setelah pajanan), pengobatan tersebut mungkin bermanfaat dalam mencegah infeksi
HIV.