Anda di halaman 1dari 6

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA DASAR II

Elektrolisis
Disusun Oleh:

1. Rahma Tia (1113016200044)
2. Diana Rafita. S (1113016200051)
3. Agus Sulistiono (1113016200052)
4. Siti Fazriah (1113016200062)
Kelompok 4
Keloter 2

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN IPA
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UIN SYAIRF HIDAYATULLAH
JAKARTA
1436 H/ 2014 M


ABSTRAK
Telah dilakukan percobaan mengenai Elektrolisis. Praktikum, Program Studi
Pendidikan Kimia, Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan,
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
Percobaan ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi laju
reaksi. Fungsi dari percobaan ini agar mahasiswa dapat membuktikan kebenaran dari
faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi dan lebih memahami materi perkuliahan.
Penelitian ini dilakukan di laboratorium Universitas Islam Negeri Jakarta tahun ajaran
2014-2015. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen. Dari hasil eksperimen,
proses yang terjadi pada elektrolisis larutan ZnSO
4
dan CuSO
4
dengan menggunakan
elektroda Fe.

Kata kunci: elektrolisis, elektroda




1. PENDAHULUAN
Elektrokimia adalah cabang ilmu kimia yang berkenan dengan interkonversi energi
listrik dan energi kimia. Proses elektrokimia adalah redoks (oksidasi-reduksi) dimana
dalam reaksi ini energi yang dilepas oleh reaksi spontan diubah menjadi listrik atau
dimana energi listrik digunakan agar reaksi yang nonspontan bisa terjadi. (Chang,
2004:194)

Elektrokimia menghubungkan reaksi kimia oksidasi reduksi dengan fisika aliran
muatan. Ini membuka kesempatan penggunaan energi bebas yang tersedia dalam reaksi
kimia spontan untuk menghasilkan kerja yang berguna serta pemanfaatan energi
menghasilkan reaksi yang tidak mungkin dengan jalin lain. (Oxtoby, 2001)

Proses yang mana reaksi redoks yang tidak bisa berlangsung spontan, disebut
elektrolisis. Banyaknya perubahan kimia yang dihasilkan oleh arus listrik berbanding
lurus dengan kuantitas listrik yang lewat. Fakta ini ditemukan oleh Michael Faraday
tahun 1834 sebelum sifat dasar elektron arus listrik diketahui.
Kuantitas satuan standar kelistrikan yang menyatakan banyaknya elektron yang
melewati elektron adalah coulomb. 1 Faraday = 1 mol elektron = 9,65 x 10
4
C
Bunyi hukum Faraday dalam elektrolisis, lewat 1 faraday pada rangkaian
mengakibatkan oksidasi satu bobot ekuivalen suatu zat pada satu elektrode dan reduksi
satu bobot ekuivalen pada elektrode yang lain. (Keenan, 1992:54)

Elektrolisis merupakan suatu peristiwa dimana suatu larutan akan diuraikan menjadi
ion-ionnya, yaitu ion positif (kation) dan ion negatif (anion), ketika arus listrik searah
dialirkan ke
dalam larutan elektrolit melalui elektroda. Pada peristiwa ini kation akan mengalami
reduksi karena menangkap elektron, sedangkan anion akan mengalami oksidasi karena
melepaskan elektron. Maka peristiwa reduksi terjadi di katoda dan oksidasi terjadi di
anoda, dan kation akan menuju katoda sedangkan anion akan menuju anoda.
(Wiharti,2010)

Sel elektrolisis tersusun atas elektroda positif (anoda) dan elektroda negatif (katoda).
Pada anoda terjadi reaksi oksidasi, sedangkan pada katoda terjadi reaksi reduksi. Ada
dua tipe elektroda, yakni elektroda inert dan reaktif. Bila anoda berupa elektroda inert,
reaksi oksidasi sangat bergantung pada jenis anion yang ada dalam larutan, sebaliknya
bila anoda berupa elektroda reaktif maka elektroda itu akan larut. (Isana.S.Y.L,2007)

II. ALAT BAHAN DAN LANGKAH KERJA
ALAT DAN BAHAN
Alat Jumlah
Tabung reaksi 4 buah
Catudaya 1 buah
Multimeter 1 buah
Capit buaya 4 buah
Gelas ukur 10 ml 2 buah
Gelas beaker 5 buah
Pipet tetes 2 buah
Amplas 1 buah
Stopwatch 1 buah
Neraca 4 lengan 1 buah

Bahan Jumlah
Larutan CuSO4 1M 20 mL
Larutan ZnSO4 1M 20 mL
Elektroda Cu 1 buah
Elektroda Zn 1 buah
Elektroda Fe 1 buah

LANGKAH KERJA
Prosedur Pengamatan
Percobaan 1
Menuangkan larutan CuSO
4
sebanyak 20ml
ke dalam wadah. Mengampelas elektroda Fe
dan Zn. Menimbang massa awal elektroda.
Menyiapkan rangkaian elektrolisis dengan
menyambungkan catudaya, multimeter dan
Massa Fe awal adalah 2,75
Massa awal Zn adalah 2,2 gram

Massa Fe setelah di elektrolisis yaitu
2,37 gram
Massa Zn setelah di elektrolisis yaitu
elektroda menggunakan capit buaya.
Kemudian, menyelupkan kedua elektroda ke
dalam larutan CuSO
4
. Mengamati arus yang
mengalir setiap 5 menit sekali. Setelah itu,
menimbang massa akhir elektroda.
2,45 gram
2. Menuangkan larutan ZnSO
4
sebanyak 20ml
ke dalam wadah. Mengampelas elektroda Fe
dan Cu. Menimbang massa awal elektroda.
Menyiapkan rangkaian elektrolisis dengan
menyambungkan catudaya, multimeter dan
elektroda menggunakan capit buaya.
Kemudian, menyelupkan kedua elektroda ke
dalam larutan ZnSO
4
. Mengamati arus yang
mengalir setiap 5 menit sekali. Setelah itu,
menimbang massa akhir elektroda.
Massa awal Cu adalah 0,6 gram
Massa awal Fe adalah 2,37 gram

Massa Fe setelah di elektrolisis yaitu
2,75 gram
Massa Cu setelah di elektrolisis yaitu
0,5 gram

III. ANALISIS DAN PEMBAHASAN
ANALISIS DATA
Larutan CuSO
4

Elektroda Cu Fe
Massa awal 0,6 gram 2,37 gram
Massa akhir 0,5 gram 2,75 gram

Persamaan reaksi
Elektrolisis CuSO
4
(elektroda Fe)
Katoda : Cu
2+
(aq)
+ 2e
-
Cu
(s)
Anoda : Fe
(s)
Fe
2+
(aq)
+ 2e
-

Reaksi total : Cu
2+
(aq)
+ Fe
(s)
Cu
(s)
+ Fe
2+
(aq)


Larutan ZnSO
4

Elektroda Zn Fe
Massa awal 2,2 gram 2,75 gram
Massa akhir 2,45 gram 2,37 gram
Persamaan Reaksi
Elektrolisis ZnSO
4
(elektroda Fe)
Katoda : Zn
2+
(aq)
+ 2e
-
Zn
(s)

Anoda : Fe
(s)
Fe
2+
(aq)
+ 2e
-

Reaksi total : Zn
2+
(aq)
+ Fe
(s)
Zn
(s)
+ Fe
2+
(aq)


PEMBAHASAN
Pada praktikum kali ini, telah dilakukan pengamatan elektrolisis terhadap larutan
ZnSO
4
dan CuSO
4
menggunakan elektroda Zn, Cu, Fe, dan C, yang bertujuan untuk
mengetahui peristiwa terjadinya reaksi kimia oleh arus listrik. Elektrolisis adalah peristiwa
penguraian suatu elektrolit oleh suatu arus listrik. Jika dalam sel volta energi kimia diubah
menjadi energi listrik, maka dalam sel elektrolisis yang terjadi adalah sebaliknya, yaitu energi
listrik diubah menjadi energi kimia.

Pada percobaan pertama, telah dilakukan elektrolisis larutan ZnSO
4
dengan elektroda
Fe dan Zn. Katoda tidak mungkin ikut bereaksi selama elektrolisis karena logam tidak ada
kecenderungan menyerap elektron membentuk ion negatif. Tetapi, anoda mungkin saja ikut
bereaksi, melepas elektron dan mengalami oksidasi, kecuali logam inert yang tidak bereaksi.
Dalam reaksi, katoda bergantung pada jenis kation. Dalam hal ini, kationnya adalah Zn
2+
,
sehingga reaksi katoda adalah: Zn
2+
(aq)
+ 2e Zn
(s)
. Pada reaksi anoda akan bergantung pada
jenis anoda dan anion. Dalam hal ini, anodanya bukan termasuk logam inert. Maka reaksi
pada anoda adalah Fe
(s)
Fe
2+
(aq)
+ 2e. Jadi, dalam sel elektrolisis tersebut Zn akan
bertambah, sedangkan Fe akan berkurang. Namun, dalam percobaan yang telah dilakukan,
massa Zn maupun massa Fe keduanya bertambah.

Pada percobaan kedua dilakukan elektrolisis larutan CuSO
4
dengan elektroda Fe and
Cu. Percobaan ini sama seperti percobaan pertama. Fe berperan sebagai anpda, sehingga akan
terjadi reaksi oksidasi: Fe
(s)
Fe
2+
(aq)
+ 2e. Sedangkan Cu
2+
berperan sebagai katoda,
sehingga akan terjadi reaksi reduksi di katoda: Cu
2+
(aq)
+ 2e Cu
(s)
. Dalam data percobaan
didapatkan massa Fe dan Cu keduanya bertambah.


Dalam percobaan yang telah dilakukan, terjadi beberapa kesalahan dalam hal bertambah dan
berkurangnya massa. Hal ini disebabkan oleh:
1. Salah pemasangan katoda dan anoda.
2. Pada saat penimbangan, neraca 4 lengan mungkin tidak akurat.
3. Saat elektrolisis dilakukan, mungkin kedua elektroda saling bersentuhan ataupun
bersentuhan dengan wadah.
4. Pada saat akan ditimbang, setelah dilakukan elektrolisis, mungkin endapannya meluruh.

IV. PEMBAHASAN
Berdasarkan percobaan yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa:
1. Sel elektrolisis merupakan kebalikan dari sel volta. Dalam sel elektrolisis, listrik
digunakan untuk melangsungkan reaksi redoks tak spontan.
2. Elektrolisis larutan ZnSO
4
dengan elektroda Zn dan Fe menghasilkan
reaksi: Zn
2+
(aq)
+ Fe
(s)
Zn
(s)
+ Fe
2+
(aq)
. Sedangkan,
elektrolisis larutan CuSO
4
dengan elektroda Cu dan Fe menghasilkan
reaksi: Cu
2+
(aq)
+ Fe
(s)
Cu
(s)
+ Fe
2+
(aq)
.

V. REFERENSI
Chang, Raymond. 2004. Kimia Dasar Konsep-Konsep Inti Edisi Ketiga jilid 2. Jakarta:
Erlangga
Keenan, Charles W. Dkk. 1992. Kimia untuk Universitas Edisi keenam Jilid 2. Jakarta:
Erlangga
Oxtoby, David W. Dkk. 2001. Kimia Modern Edisi Keempat Jilid 1. Jakarta: Erlangga
Isana.S.Y.L.2007.http://staff.uny.ac.id/system/files/penelitian/Isana%20Supiah%20YL.,%20
Dra.,%20M.Si./Sel%20elektrolisis.pdf. [ Diakses pada 30 Maret 2014 pukul 21.00 ]
Wiharti, dkk. 2010. http://chemistry.uii.ac.id/ICJR/Wiharti.pdf
[ Diakses pada 30 Maret 2014 pukul 20.00 ]