Anda di halaman 1dari 1

I.

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kehidupan manusia dalam kesehariannya tidak lepas dari kebutuhan konsumsi yakni pemakaian
barang!barang "produksi#. Kebutuhan adalah kekurangan artinya ada sesuatu yang kurang dan oleh
karena itu timbul kehendak untuk memenuhi atau men$ukupinya. Kehendak ini dapat disamakan pula
dengan tenaga pendorong supaya berbuat sesuatu bertingkah laku. Banyaknya tuntutan atas
kebutuhan diharapkan agar manusia mampu memilah!milah mana barang yang hendak dikonsumsi
karena tidaklah semua barang yang ada di pasaran harus dibeli sehingga berakibat pada perilaku
konsumti%.
&ema'a sering di'adikan target pemasaran berbagai produk industri antara lain karena karakteristik
mereka yang labil spesi%ik dan mudah dipengaruhi sehingga akhirnya mendorong mun$ulnya
berbagai ge'ala dalam perilaku membeli yang tidak (a'ar. )embeli tidak lagi dilakukan karena
produk tersebut memang dibutuhkan namun membeli dilakukan karena alasan!alasan lain seperti
sekedar mengikuti mode hanya ingin men$oba produk baru ingin memperoleh pengakuan sosial dan
sebagainya.
&ema'a merupakan obyek yang menarik untuk diminati oleh para ahli pemasaran. Kelompok usia
rema'a adalah salah satu pasar yang potensial bagi produsen karena rema'a biasanya mudah terbu'uk
rayuan iklan suka ikut!ikutan teman tidak realistis dan $enderung boros dalam menggunakan
uangnya lebih mudah terpengaruh teman sebaya dalam hal berperilaku dan biasanya lebih
mementingkan gengsinya untuk membeli barang!barang bermerk agar mereka dianggap tidak
ketinggalan *aman.
Bagaimanapun perilaku membeli yang berlebihan lepas kendali tidak lagi men$erminkan usaha untuk
meman%aatkan uang se$ara ekonomis apabila dibiarkan terus menerus akan sangat berbahaya sebab
akan memba(a dampak negati% yakni mengeluarkan uang tanpa perhitungan. Anak!anak muda
memiliki ke$enderungan berperilaku konsumti%. +erlihat pada pola konsumsi yang berlebihan
dikarenakan keinginannya untuk mengangkat (iba(a diantara teman!teman sebayanya. )ereka
menganggap bah(a kelompok sosial menilai dirinya berdasarkan antara lain pada benda !benda yang
dimiliki dan banyaknya uang yang dibelan'akan. Hal ini membuat mereka $enderung berupaya untuk
meningkatkan status dirinya melalui pembelian barang!barang yang dapat men$erminkan peningkatan
simbol statusnya dengan tanpa ber%ikir untuk bersikap hemat.
http,--elliel*.blogspot.$om-./0/-/1-perilaku!konsumti%.html