Anda di halaman 1dari 14

LEMBAR TUGAS

Judul Praktikum : Instrument Pengukuran Tekanan


Laboratorium : Instrument Dan Pengendalian Proses
Jurusan/Prodi : Teknik Kimia / Teknologi Kimia Industri
Nama : Rahmadi
Semester : IV
Nim : 1124301022

Anggota Kelompok : IV

1. Agustina
2. Neviana
3. Yowanda Riski
4. Rahmadi

Uraian Tugas :
1. Lakukan praktikum sesuai dengan prosedur kerja tekanan
2. Ambil data 15 kali dengan satuan bar, psi dan mmHg
3. Satuannya dirubah menjadi kg/cm
2

4. Buat grafik
5. Pembahasan dan kesimpulan tidak boleh sama dengan teman kelompok

Buket Rata, 9 Mei 2013
Ka. Laboratorium Dosen Pembimbing

Ir.Syafruddin. Msi Ir.Helmi. MT
NIP: 19650819 199802 1 001 NIP: 19620921 199303 1 001

























LEMBAR PENGESAHAN

Judul Praktikum : Instrument Pengukuran Tekanan
Mata Kuliah : Instrument Dan Pengendalian Proses
Nama : Rahmadi
Nim : 1124301022
Kelas/Semester : 2B-TKI D4/IV (Empat)
Dosen Pembimbing : Ir. Helmi, MT
NIP : 19620921 199303 1 001
Ka. Laboratorium : Ir. Syafruddin, M.Si
NIP : 19650819 199802 1 001
Tanggal Pengesahan :







Buket Rata, 9 Mei 2013
Ka. Laboratorium Dosen Pembimbing

Ir. Syafruddin, M.Si Ir. Helmi, MT
NIP: 196508 199802 1 001 NIP. 19620921 199303 1 001


























BAB I
PENDAHULUAN

INSTRUMENT PENGUKURAN TEKANAN
1. Tujuan
a. Mengenal instrument pengukuran tekanan
b. Dapat dan mampu menggunakan instrument pengukuran tekanan
c. Mampu mengkalibrasi alat ukur tekanan
d. Membuktikkan rumus konversi tekanan
e. Menentukan rumus linieritas alat ukur tekanan Vs waktu
f. Menentukan responsibilitas

2. Prinsip Kerja Manometer Pipa U
Pengukuran menggunakan tinggi kolom (Tabung) yang berisi liquid static untuk
menentukan tekanan

3. Alat dan Bahan
1. Seperangakat peralatan pengukuran tekanan
2. Manometer pipa U
3. Barometer
4. Stopwatch
5. Selang
6. Gas
7. Kompresor
8. Isolasi
9. Pintul

























4. Langkah Kerja
1. Kalibrasi Manometer
1. Selang dimasukkan ke dalam udara
2. Manometer diambil dan dihubungkan
3. Skala dibaca dan dicatat
4. Langkah 2 dan 3 diulangi 5 kali
5. Hitung tekanan rata-rata

2. Kalibrasi Barometer
1. Selang dimasukkan ke saluran udara
2. Buka keran secara perlahan-lahan
3. Skala dibaca dan dicatat
4. Hitung tekanan rata-rata

3. Linieritas Barometer
1. Alirkan udara pada selang
2. Tutup dengan plaster persimpangan selang
3. Letakkan barometer pada ujung selang
4. Baca skalanya
5. Lubangi persimpangan yang diplasterkan dengan jarum
6. Baca skalanya
7. Lubangi dengan jarum hingga 15 kali dan setiap lubang dibaca skala barometer

























BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Tekanan (pressure) dinyatakan sebagai gaya per satuan luas. Dengan demikian suatu
tekanan sama dengan tegangan dan pada umumnya tekanan dapat dianggap sebagai jenis
tegangan juga. Gaya per satuan luas yang dierikan oleh fluida pada dinding yang
menampungnya.
Tegangan absoulut (absoulut pressure) menunjukkan nilai absoulut (mutlak) yaitu
gaya per satuan luas yang bekerja pada penampung fluida. Tekanan relative atau tekanan
pengukur (gauge pressure) ialah selisih antara tekanan absolute dan tekanan atmostfirstempat
vakum atau hampa menunjukkan beberapa lebihnya tekanan atmostfir dari tekanan absolute.

P (Absolut)

Tekanan Relatif Positif

Tekanan Atmostfir
Tekanan Relatif Negatif (Vakum)


Tekanan Absolut nol
Gambar 1. Jenis Tekanan

Tekanan sering dinyatakan dalam kolom fluida (umpamanya air raksa) yang dapat
dipikulnya pada suhu 20
0
C pada permukaan atm standar (baku) tinggi ini adalah 760 mmHg
dan kapasitasnya adalah 13,5951 g/cm
3
. Tekanan (P) yang dilakukan suatu fluida per unit


























Luas permukaan didefinisikan sebagai gaya normal yang dilakukan oleh fluida per unit luas
permukaan atau dapat juga dengan menggunakan persamaan berikut :
P =

= hg
Dimana : P = tekanan (N/m
2
)
F = Gaya (Newton)
A = Luas Permukaan (m
3
)
G = Kecepatan grafitasi (m/s
2
)
h = Tinggi (m)
= Densitas (kg/cm
3
)
selain bermacam-macam satuan yang dipakai, untuk tekanan khususnya tekanan gas ada 3
macam, yaitu :
1. Tekanan goege, yaitu tekanan suatu gas yang lebih besar dibandingkan dengan udara
luar/ atmostfir.
2. Tekanan vakum, yaitu tekanan suatu gas yang lebih kecil dari pada tekanan atmosfir.
3. Tekanan absolute, yaitu tekanan gas yang sebenarnya.

Berbeda dengan tekanan absolute yang dinyatakan dengan Psi, sedangkan gouge
dinyatakan dengan Psig.

1. Diafragma
Diafragma ini digunakan untuk mengukur tekanan gouge, defleksi diafragma ini
diteruskan oleh jarum penunjuk oleh engsel. Bahan yang dipakai untuk diafragma ini terbuat
dari logam antara lain stainless steel, Berylium, copper trumpat dan sebagainya. Diafragma
ini merupakan diafragma tunggal yang mempunyai sensivitas rendah. Ada juga diafragma
ganda yang biasa disebut kapsul. Sensivitas kapsul ini jauh lebih rendah disbanding dengan
diafragma tunggal. Bahan yang dipakai diafragma adalah pospor, bergilium copper, stainless
Steel dan trumpet. Diafragma yang bukan logam yang biasanya terbuat dari kulit, sutra, tetrion, dan
neuprana. Oleh karena itu, tidak terbuat dari logam maka konstanta pegas yang difleksinya




























merupakan ukuran dari tekanan seperti tampak pada gambar berikut :

Gambar. 1.1 Diafragma

Oleh karena itu, tidak terbuat dari logam maka konstanta pegasnya terlalu kecil untuk
dapat sebagai pengukur tekanan, tetapi memang difragma ini hanya dipakai sebagai
penampungan gas yang akak diukur tekanannya. Pada diafragma ini dipasang suatu pegas
yang defleksinya merupakan ukuran dari tekanan.
2. Elemen Bellows
Tekanan dengan elemen bellow banyak digunakan di industry pengukuran tekanan
dalam elemen ini memanfaatkan hubungan linier antara tekanan dengan perubahan volume
elemen. Elemen ini dapat mengukur tekanan absolute, tekanan relative, maupun tekanan
diferensial. Dibawah ini adalah elemen bellow yang dipakai untuk mengukur tekanan
absolute, relative dan diferensial.

gambar 2.1 elemen bellows

























Bahan-bahannya terdiri dari :
Kuningan
Fosfor-perungu
Berilium-Tembaga
Menel
Stainless Steel
Incenel dan bahan metal lainnya

3. Elemen Bourdon
Merupakan suatu tabung (bordone tube) dengan penampang yang non srikuler.
Perbedaan sisi luar dan dalam (tekanan tinggi) dari tabung menyebabkan tabung berusaha
untuk merubah bentuk. Penampangnya menjadi lingkiran dan ini menyebabkan distorsi
bentuk system, yang berupa tranlasi lengkung ujung bebas dari tabung, elemen bourdon tipe
C, spiral, helix dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

Gambar 3.1 C-bourdon Gambar 3.2 Spiral Gamar .3.3 Helical

4. Barometer dan Manometer
Alat yang digunakan untuk mengukur tekanan atmosfir disebut Barometer. Barometer
air raksa ditemukan oleh Evangelista Ferricelli (1608-1647). Barometer terdapatbeberapa
macam yaitu : barometer fortin, barometer air dan barometer aneroid. Barometer aneroid
lebih praktis dari barometer raksa karena terbuat dari logam dan mudah

























dibawa kemana-mana. Barometer aneroid disebut juga Altimeter dandigunakan sebagai alat
pengukur ketinggian pesawat.

Gambar 4.1 Barometer

Alat untuk mengukur tekanan udara dalam ruang tertutup adalah manometer. Ada 2
jenis manometer yaitu manometer air raksa dan manometer logam. Manometer yang
menggunakan zat cair biasanya manometer air raksa. Untuk mengukur tekanan tinggi
digunakan manometer logam. Salah satu manometer logam yang banyak digunakan adalah
manometer bourdon. Manometer logam terdiri dari pipa logam melengkung yang
dihubungkan dengan jarum penunjuk.

Gambar 4.2 Manometer
BAB III
DATA PENGAMATAN
Tabel 3.1 Tekanan Pada Alat Ukur Manometer dan barometer sebelum dikonversi























No
Percobaan
Barometer Manometer pipa U
(mmHg) Bar psi
1
0,7 10 52
2
0,8 9 59
3
0,55 8 47
4
0,5 7,5 43
5
0,4 5,8 34
6
0,39 5,8 49
7
0,4 6 46
8
0,35 5 43
9
0,4 6 32
10
0,35 5 25
11
0,38 5,5 25
12
0,3 4,2 20
13
0,35 5 18
14
0,32 4,9 24
15
0,29 4,1 19

Tabel 3.2 Tekanan Pada Alat Ukur Manometer dan barometer sesudah dikonversi





























No
Percobaan
Barometer Manometer pipa U
(Kg/cm) Kg/cm Kg/cm
1
0,70 6,96 0,07
2
0,63 5,96 0,08
3
0,56 5,47 0,06
4
0,52 4,97 0,05
5
0,40 3,97 0,04
6
0,40 9,25 0,06
7
0,42 3,97 0,06
8
0,35 0,48 0,05
9
0,42 3,97 0,04
10
0,35 0,48 0,03
11
0,38 0,98 0,03
12
0,29 0,78 0,02
13
0,35 0,48 0,02
14
0,34 3,18 0,03
15
0,28 2,88 0,02

BAB IV
PEMBAHASAN DAN KESIMPULAN

1.1 Pembahasan
Dari data pengamatan tersebut dapat dibahas bahwa tekanan dapat diukur dengn
barometer dalam satuan bar dan psi dan diukur dengan satuan manometer dalam satuan mmHg
dengan cara melewati udara/gas dalam selang. tekanan yang diukur sebanyak 15 kali tusukan
jarum untuk masing-masing alat ukur.

Gambar Grafik 4.1 Satuan Tekanan Sebelum Dikonfersi

Dari gambar grafik diatas dapat dibahas bahwa di antara perbandingan alat pengukuran
antara satuan Bar,Psi,dan mmHg tersebut di lihat pada grafiknya antara satuan Bar dan Psi
hampir sama di tiap alur grafiknya.Ini menandakan bahwa antara satuan Bar dan Psi it terletak di
satu alat ukur,yaitu Barometer.Pada satuan Bar kita lihat di tiap-tiap tusukan jarum pada selang
udara mempunyai penurunan tekanan.Tetapi dari itu dapat kita jelaskan terdapat adanya
gangguan dari tusukan tersebut,sehingga pengukuran ada yang tidak beraturan.Dan pada satuan
Psi dapat dilihat adanya tingkat kestabilan pada saat pengukurannya.Dan untuk pengukuran
satuan mmHg,sangat jelas tingkat pengukurannya mengalami penurunan tekanan di tiap tusukan
jarum pada selang udara.
0
10
20
30
40
50
60
70
0 5 10 15 20
Bar
Psi
mmHg



Gambar Grafik 4.2 Satuan Tekanan Sesudah Dikonfersi
Dari gambar grafik 4.2 dapat kita lihat perbandingan tekanan hasil konfersi Bar ke
kg/cm
2
,psi ke kg/cm
2
dan mmHg ke kg/cm
2
. dan dari grafik tersebut dapat kita ketahui bahwa
tekanan hasil konversi mmHg ke kg/cm
2
lebih kecil dan sama dengan kerabatnya yaitu Psi juga
beda tipis dengan grafik satuan Bar.itu dikarenakan satu alat pengukur tekanan dengan dua
sistem satuan yang di pakai yaitu Bar dan Psi.tetapi,pada satuan Psi lebih bagus grafiknya dari
pada Bar karena adanya perbedaan di tiap-tiap tusukan jarum di selang udara.Dan pada satuan
mmHg dan menggunakan Manometer pipa U,dilihat dari grafiknya sangat aktif dan adanya
pergerakan di tiap tusukan jarum pada selang udara,namun pada grafik tersebut masih agak tidak
beraturan tetapi adanya pergerakan.

1.2 Kesimpulan
Dari pembahasan tersebut dapat disimpulkan bahwa
1. tekanan berbanding lurus dengan perubahan waktu, dimana semakin lama waktu
pengukuran semakin besar tekanan yang terukur baik di barometer maupun
manometer
2. Semakin banyak tusukan yang di buat pada selang udara,maka semakin kecil
tekanan yang diberikan dan menurun pula gambaran dari grafik pengamatannya.
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
0 5 10 15 20
Bar
Psi
mmHg
DAFTAR PUSTAKA

Holman, J.P Metode pengukuran teknik. Edisi Keempat, E. Jasjfi. Erlangga. Jakarta:1994

S.R. Endang, dkk, Petunjuk Praktikum Instrumentasi Dan Pengendalian Proses. Direktorat
Jendral Pendidikan. Bandung :1996.

http://w.w.w Dasar- dasar pengukuran tekanan. co.id. Di akses 14 april 2010

http://w.w.w. tekanan.co.id diakses 14 april 2010