Anda di halaman 1dari 9

HERNIA & HERNIAS REPAIR, LIVER ABCESS, CHOLESLYSTIASIS,

HOLESYTITIS
Jumat, 14 Desember 2012
Prof. dr. Marijata, Sp. B-KBD
Editor: @anugrahakbar

Assalamualaikum. Lanjut.

I. SURGICAL ASPECT OF ABDOMINAL PAIN
Untuk aspek surgical abominal pain ini sebenarnya cuma tambahan materi bagaimana nyeri
abdomen itu sebenarnya. Siapkan sobotta disebelahmu ya, biar bisa buka-buka bagian
anatomisnya. Yah nikmati aja lah.
Abominal pain dibagi menutur:
1. Tipe : - acute abdominal pain
- chronic abdominal pain
2. Management : - Medical (sembuh jika diobati dengan obat-obatan)
- Surgical (harus dioperasi)
Anatomi dari abdomen itu terbagi dari 3 cavitas, yaitu thoracic cavity, abdominal cavity dan
pelvic cavity. Antara thoracic cavity dan abdominal cavity dibatasi oleh diafragma,
sedangkan antara abdomminal cavity dan pelvic cavity dibatasi oleh pelvic ring.
Yang akan dibahas selanjutnya adalah abominal cavity.
Cavum abdomen berisi:
1. Peritoneal cavity (major and minor) yang dihubungkan oleh foramen epiploic
winslowi.
2. Alimentary tract (gaster, duodenum, jejunum, ileum, ascending colon to descending
colon, and appendix).
3. Liver and biliary system
4. Pancreas and spleen
5. Supra renal gland
6. Kidney and proximal ureter
7. Nerve and vessel
Sedangkan untuk lapisan-lapisan kulit cavum abdomen dari luar ke dalam kulit yaitu:
1. Kulit
2. Subcutis
3. fascia superficialis
4. otot mid anterior (lamina anterior dari m. rectus abominis dan lamina posterior dari
vagina musculi recti) dan otot anterolateral (m. obliquus abdominis externus, m.
ibliquus abdominis internus, dan m. tranversus abdominis)
5. Fascia transversalis abdiminis
6. Preperitoneal fat
7. Parietal peritoneum
Selanjutnya, inervasi untuk cavum abdomen dibagi menjadi:
1. Nyeri somatik
- KARAKTER NYERI: tajam, terlokalisasi/jelas dimana nyerinya (pasien menunjukan
rasa nyerinya dengan jari), berasal dari dinding abdomen (daerah yang nyeri
tergantung dari dinding abdomen yang terlibat).
- DIBAGI MENJADI: a. Efferent ( motoric ) untuk otot
b. Afferent ( sensoric/sensible ) dari semua lapisan dinding
abdomen
2. Nyeri Visceral:
- KARAKTER NYERI: samar-samar, nyeri menyebar, tidak terlokalisasi (pasien
menunjukan lokasi rasa nyerinya dengan tangan), berasal dari organ visceral.
- DIBAGI MENJADI: a. Para sympathis :
Efferent (berfungsi untuk sekresi, kontraksi, dan
vasodilatasi)
Afferent (berfungsi untuk ekspresi n. Vagus seperti
anorexia, refleks muntah maupum mual)
b. Sympathis :
Efferent (berfungsi untuk antisekresi, relaksasi, dan
vasokonstriksi)
Afferent (berfungsi untuk nyeri visceral)
- KAITAN NYERI VISCERAL DENGAN ASAL ORGAN SAAT EMBRIO (FOREGUT,
MIDGUT, DAN HINDGUT)
a. Foregut:
- Organ-organnya: perut, duodenum bagian pertama dan kedua, hati dan
pankreas.
- Nyeri ditularkan melalui pleksus celiac
- Rasa sakit yang dialami di epigastrium
b. Midgut:
- Organ-organnya: duodenum bagian ketiga, jejunum, ileum ke kolon
tranversal
- Nyeri ditularkan melalui pleksus celiac
- Rasa sakit yang dialami di wilayah periumbilikalis
c. Hindgut:
- Organ-organnya: kolon desendens dan sigmoid dan rektum
- Nyeri ditularkan melalui pleksus epigastrika inferior
- Rasa sakit yang dialami dalam hypogastrium
- TANDA-TANDA (SIGNS)
Boas Sign nyeri pada bahu kanan (klinis: kolilitis)
Kerrs Sign nyeri pada bahu kiri (klinis: masalah-masalah pada lien)
Contineous Pain nyeri yang terus menerus, misalnya pada bisul (klinis:
inflammations dan iskemik)
Intermittent Pain/Colicky Pain/Nyeri Kolik nyeri akibat peristaltik yang
dipaksakan sehingga terjadi spasme (klinis: masalah di saluran usus,
cystic, dan ureter)
- ONSET NYERI:
Nyeri mendadak: (klinis: perforasi lambung, ruptur aneurisme)
Nyeri bertahap: (klinis: inflammations)
- GEJALA YANG DITIMBULKAN:
o Anorexia
o Mual
o Muntah: - jelas/berwarna putih jernih (klinis: muntah berasal dari
lambung)
- berwarna hijau/billous (klinis: muntah berasal dari
duodenum
- muntahnya berupa feses (klinis: muntah berasal dari organ
dibawa duodenum)
o Defekasi (cair/padat/hitam/lendir/darah) dan flatus (sering/jarang/tidak
bisa kentut)
Kapan organ yang menimbulkan nyeri tersebut harus dioperasi?
- haemodinamic-nya tidak stabil
- lokasi nyeri berasal dari quadran kanan bawah (appendisitis)
- otot menegang terus
- gejala yang ditimbulkan memburuk

II. HERNIA
DEFINISI
Hernia adalah penonjolan bagian organ atau jaringan karena organ tersebut keluar dari
posisi normalnya melalui lubang dsb. Organ-organ yang keluar tersebut dapat berupa:
- Omentum
- Usus
- Sebagian lingkaran usus (hernia richter)
- Diverticulum meckel (hernia littre)
- Dua loop usus (hernia maydl)
- V.urinaria
- Ovarium : tuba
FAKTOR TERJADINYA HERNIA
Terjadinya hernia disebabkan 2 faktor yang saling berhubungan yaitu faktor predisposisi dan
faktor prepitasi.
a. FAKTOR PREDISPOSISI
Faktor predisposisi adalah kondisi-kondisi yang memudahkan terjadinya hernia.
1. Congenital
- Proc. Vaginalis peristen (saat itrauterine, testis keluar tubuh diantara scrotum dan
peritoneum karena batasnya tidak menutup/tidak tertutup sempurna)
- Canalis nuck persisten (sama seperti diatas, namun terjadi pada anak perempuan,
sering disebut hernia labialis karena keluaar sampai labium mayor)
- Obliterasi tak sempurna umbilicus
2. Acquisita (hernia didapat saat lahir)
3. Luka operasi (sayatan operasi tidak menutup sempurna, sehingga organ terburai
keluar masuk ke cavum yang lain)
4. Kelemahan otot :
Obesitas (pada orang obes, jaringan tubuhnya diganti oleh lemak, jadi otot dan
jaringan lainnya melemah)
Kehamilan (kehamilan dapat menyebabkan hernia karena tekanan cavum
abdomen meningkat dan menekan ke segala arah)
Malnutrisi pada orang yang kurus sekali bisa terjadi ketidak adaan jaringan
penyangga organ-organ, sehingga masuk ke cavum yang lain
Ketuaan otot melemah sejalan dengan penambahan usia, kebanyakan, otot-
otot tersebut akan mengikuti gaya grafitasi ke bawah dan masuk ke cavum lain.
Gangguan syaraf otot adalah alat gerak aktif yang diperantarai oleh syaraf,
kalau ada gangguan syaraf, maka otot akan melemah karena tidak sering
digunakan, sehingga otot-otot untuk penyangga organ akan melemah dalam
menjaga organ tetap pada posisinya.
b. FAKTOR PRESIPITASI
Faktor presipitasi adalah faktor-faktor terjadinya hernia.
1. Batuk kronis
Batuk adalah respon saat adanya benda asing masuk ke saluran nafas batuk
tekanan abdomen meningkat secara cepat karena batuk membawa udara dalam
tubuh keluar lewat mulut kecepatan pengeluaran nafas inilah yang menekan
organ di dalam abdomen ke segala arah organ keluar dari tempat yang
semestinya hernia.
2. Constipasi
Saat mengejan, untuk mengeluarkan feses yang keras membutuhkan tenaga
tenaga (F) berbanding lurus dengan tekanan abdomen (P) *rumus fisika P=F/A*
tekana abdomen meningkat menekan organ didalam abdomen keluar
dari tempat semestinya hernia
3. Retensi urine chronis
Kenapa bisa retensi (ditahan untuk tidak keluar tubuh)? Sebenarnya disini
bukanlah retensi, namun urine tidak dikeluarkan karena adanya obstruksi
(sumbatan) pada kasus Benigna Prostat Hypertrophy. Sehingga pasien tersebut
saat mengeluarkan urine nya harus dengan tenaga yang ekstra *nyeduh proman
10 drigen*.
4. Partus
Saat ibu melahirkan-secara-normal, makka ibu tersebut akan mengejan.
5. Muntah-muntah
Mekanisme hernia yang disebabkan muntah sama dengan hernia karena batuk.
6. Angkat berat
Untuk mengangkat beban yang berat membutuhkan tenaga yang lebih.
Mekanisme hernia karena angkat berat sama dengan hernia karena constipasi
7. Ascites
Ascites menimbulkan timbunan cairan didalam tubuh cairan tersebut menekan
organ-organ dalam abdomen tekanan abdomen meningkat hernia.
HERNIA BERDASAR SIFATNYA
1. Reponibilis
Pada Hernia reponibilis, organ hernianya yang keluar dari tempat semestinya bisa
masuk kembali ke tempat semula. Misalnya usus, dia akan keluar dari tempatnya ketika
pasien berdiri atau mengejan dan akan masuk kembali saat berbaring atau didorong
masuk. Hernia tipe ini tidak menimbulkan rasa nyeri atau gejala obstruksi usus.
2. Irreponibilis
Pada Hernia irrenponibilis, organ yang keluar dari tempat semestinya tidak dapat
kembali ke tempat semula organ itu berada. Biasanya disebabakan karena perlekatan isi
kantong hernia dengan peritoneum misalnya. Hernia tipe ini tidak menimbulkan nyeri
atau tanda adanya obstruksi usus.
3. Incarcerata
Hernia incarcerata itu keluarnya organ dari tempat semestinya, kemudian
terjepit/terperangkap oleh cincin hernia dan tidak bisa kembali ke tempat semula
sehingga menimbulkan gangguan pasase usus. Hernia tipe ini menimbulkan obstruksi
usus nomer 1 di Indonesia. Secara klinis, hernia inkarserata lebih dimaksudkan untuk
hernia ireponibel dengan gangguan pasase, sedangkan gangguan vaskularisasi disebut
sebagai hernia strangulata. Pada keadaan sebenarnya, gangguan vaskularisasi telah
terjadi pada saat jepitan dimulai, dengan berbagai tingkat gangguan mulai dari
bendungan sampai nekrosis.

4. Strangulata
Hernia tipe ini sama dengan hernia ireponibilis dimana hernia tidak dapat kembali
karena terjepit/terperangkap oleh cincin hernia sehingga menyebabkan gangguan
vaskularisasi dan passase usus.
Untuk gejala klinisnya dapat dibedakan seperti ini:
JENIS REPONIBLE NYERI OBSTRUKSI SAKIT TOKSIK
Reponibel/bebas + - - - -
Irreponibel - - - - -
Inkarserata - + + + -
Strangulata - ++ + ++ ++
HIL (HERNIA INGUINALIS LATERALIS) / INDIREK
Hernia Ingunalis Lateralis (HIL) terjadi karena keluar dari rongga peritoneum melalui annulus
inginalis internus yang terletak disebelah lateral dari pembuluh darah epigastrika inferior.
Hernia tersebut kemudian masuk ke canalis inguinalis. Kalau hernia yang terjadi itu panjang,
maka dapat menembus ke annulus inguinalis eksternus dan selanjutnya menembus
scrotum. Alurnya:
Anulus ing. Internus Canalis inguinalis Anulus ing. Externus Scrotum
HIL disebut hernia indirek karena hernia ini terjadi melalui 2 pintu dan saluran yaitu annulus
dan kanalis inguinalis. Kalau hernia yang terjadi di sebelah kanan daerah inguinalis, maka
penojolan tersebut biasanya terdiri dari caecum dan sebagian kolon ascenden. Kalau
hernianya sebelah kiri maka terdiri dari sebagian kolon descendens.
Gambaran Klinis HIL
Pada orang dewasa, keluhan berupa benjolan di lipatan paha yang timbul pada waktu
mengejan, batuk, atau mengangkat beban berat, dan menghilang setelah dibaringkan.
Pada bayi dan anak-anak, keluhan berupa benjolann yang hilang-timbul berkali-kali di
lipatan paha. Perlu diwaspadai, jika bayi / anak-anak sering menangis, rewel, gelisah, atau
perutnya sering kembung, kemungkinan hernia strangulata.
Komplikasi HIL
1. Gangguan perfusi jaringan hernia. Awalnya terjadi pelebaran vena udem di
hernianya terjepit di cincin hernia.
2. Jika terjepit di cincin hernia, komplikasi nya bisa menimbulkan gejala obstruksi usus
sederhana seperti hernia strangulata.
3. Selanjutnya isi dan kantong hernia mengalami nekrosis berisi transudat berupa
cairan serosanginus. Kalau isi hernia terdiri dari usus, maka selanjutnya terjadi perforasi
dan menimbulkan abses local dan peritonitis.
HIM (HERNIA INGUINALIS MEDIALIS) / DIREK
Hernia Inguinalis Medialis adalah hernia yang menonjol langsung ke depan melalui
Trigonum Hasselbacch, yaitu zona yang dibatasi:
Inferior : ligamentum ingunale
Lateral : pembuluh darah epigastrika inferior
Medial : tepi m. rectus.
Alurnya: Trigonum Hasselbach Anulus Externus / apponeurosis M.O.A. E Subcutis.
Untuk HIM, umumnya tidak terjadi hernia strangulata maupun hernia inkarserata. karena
cincin hernia yang terbentuk memang longgar, dan cenderung bisa terjadi hernia reponibilis
/ hernia geser. Hernia inguinalis direk juga selalu disebabkan faktor naiknya tekanan intra-
abdomen kronik dan kelemahan otot dinding di trigonum hasselbach. Sehingga umumnya
hernia ini terjadi bilateral dikedua sisi kanan kiri. Hernia direk ini banyak ditemukan pada
penduduk Afrika.
HERNIA PANTOLON
Hernia pantolon yaitu terjadinya hernia HIM dan HIL bersamaan pada 1 sisi. Kantong hernia
dipisahkan oleh vasa epigastrika inferior sehingga berbentuk seperti celana. Diagnosis
umumnya sulit ditegakkan dengan pemeriksaan klinis, umumnya baru diketahui sewaktu
operasi. Penatalaksanaan hernia pantolon dengann hernioctomy dan hernioplasty.
HERNIA FEMORALIS
Hernia femoralis adalah hernia yang terjadi di kanalis femoralis. Batas-batasnya:
Cranioventral : Lig. Inguinalis
Caudodorsal : tepi os pubis yang terdiri dari Lig. Iliopektineale (Lig. Cooper)
Lateral : v. Femoralis
Medial : lig. Lakunare gimbernati.
Kanalis femoralis terletak di medial dari v. Femoralis di dalam lacuna vascorum dorsal dari
ligamen inguinalis, tempat v. Saphena magna bermuara di dalam v. Femoralis. Foramen ini
sempit. Keadaan anatomi tersebut sering menyebabkan hernia femoralis-inkarserasi.
Alurnya hernianya : Anulus femoralis Canalis femoralis Sub cutis.
Klinis dari ketiga macam hernia ini adalah:
PERBEDAAN HIL HIM HF
Umur
Sex
Thd. Lig. Ingiunalis :
Test. Invaginasi
Semua umur
Laki-laki
Diatas
Ujung jari
Tua
Laki-laki
Diatas
Samping jari
Tua
Perempuan
Dibawah
-

PRINSIP THERAPI HERNIA
1. Tidak di apa-apakan (didiamkan saja)
- Hernia reponibilis pakai sabuk hernia
- K.U jelek, misalnya ada pasien yang kondisinya sudah memburuk sekali, jadi mending
hernianya tidak usah diapa-apakan, la wong kondisi umum aja sudah jelek
2. Operasi
- Pre operasi : Kontrol faktor-faktor presipitas
- Operas : - hernioctomy
- Herniooraphi
- Hernioplasty
- Post operasi : melanjutkan seperti pre operasi.
Alhamdulillah, selesai. Prof. Marijata cuma mengajarkan abdominal pain dan hernia saja,
namun dijudulnya seharusnya prof mengajarkan colestitiasis maupun holesititis. Daripada
aku ngedit colestitiasis tapi ga dikuliahin sama profesor, alangkah bijaksana dan baiknya
kalian baca sendiri ya di textbook. Zong besar kalo aku nambahin materi tapi belum
dikuliahin. Ntar multi-intepretasi malah pada nyanyi-nyanyi di RecentUpdates/timeline.
Wassalamualaikum, Wr. Wb.

References
GAMANESIS 2010
http://www.mayoclinic.com/health/inguinal-hernia/DS00364
http://dokterkecil.wordpress.com/2008/11/03/hernia/

Anda mungkin juga menyukai