Anda di halaman 1dari 45

ILMU KESEHATAN KULIT

DAN KELAMIN

Dr. M.Syafei Hamzah, Sp.KK
DAFTAR PUSTAKA :
1. Fitzpatrick TB, Einsen AZ, Wolff K, Freedbeg IM, Austen KF,
Fitzpatricks Dermatology in General medicine, 6th edition ,
New York, Mc Graw-Hill, 2008.

2. Arnold HL, Odom RB, James WD, Andrew s Disease of the
skin Clinical Dermatology, 8 th edition , Philadephia, WB
Saunders Co, 1990
.
3. King, A , Nicol, C and Rodin P : Veneral Disease. 4
th
edition, The
English Book Society and Balliere Tindall, New York, 1980.

4. Juanda dkk : Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin , Edisi ketiga,
Jakarta , Balai Penerbit FKUI, 2000.
5. Siregar RS, Atlas Dermatology, Edisi kedua, Jakarta,EGC,2002

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN (SAP)
=================================
MATA KULIAH : ILMU KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN
KODE : DOK-407
SKS : 2 SKS
Prasyarat : PA I, Farmakologi I
Waktu : 2 x 50 menit

RENCANA PERKULIAHAN :

PENJELASAN PERKULIAHAN
Penjelasan umum perkuliahan , perkenalaan dengan mahasiswa
Pendahuluan, Anatomi, fisiologi, histopatologi dan mikrobiologi kulit
STATUS PENYAKIT KULIT DAN KELAMIN Morfologi kelainan kulit
PENYAKIT INFEKSI KULIT Infeksi Bakter iInfeksi Jamur
PENYAKIT INFEKSI KULIT - Infeksi Virus- Infestasi Parasit
PENYAKIT KUSTA
DERMATITIS - Dermatitis atopik, - Dermatitis numularis,
Dermatitis stasis, - Neurodermatitis
DERMATITIS (lanjutan) -
Dermatitis kontak - Psoriasis,
Pitriasis.Rosea, - Dermatitis seboroika

UJIAN TENGAH SEMESTER
KEGAWATDARURATAN KULIT
Steven Johnson Syndrome - Toksis Epidermolisis Nekrotikan
DERMATOSA VESIKOBULOSA -
Pemfigus vulgaris, - Pemfigoid bulosa, Dermatitis herpetiformis.
DERMATOSA LAIN
Akne vulgaris , - Kelainan pigmen, - Penyakit kelenjar keringat .
TUMOR KULIT
Basalioma, - Skumosa sel karsinoma, - Melanoma maligna
DERMATOTERAPI
INFEKSI MENULAR SEKSUAL
Gonore, UNG - Sifilis
INFEKSI MENULAR SEKSUAL (lanjutan)
Herpes simplek, - Ulkus mole - HIV / AIDS
UJIAN AKHIR SEMESTER

PENDAHULUAN
ANATOMI KULIT
FISIOLOGI KULIT
HISTOPATOLOGI KULIT
MIKROBIOLOGI KULIT
PENGETAHUAN DASAR IMUNOLOGI
ANATOMI KULIT

KULIT :
- organ tubuh paling luar
membatasi lingkungan hidup manusia
- luas = 1,5 m2
- organ essensial & vital
cermin kesehatan & kehidupan
- kompleks, elastis & sensitif
bervariasi iklim, umur, sex ,
ras . Lokasi tubuh



Warna kulit :
- terang
- pirang
- hitam
- merah muda -> bayi
Bervariasi :
- lembut -> leher, badan
- tipis -> muka
- tebal -> telapak tangan, kaki

Pembagian :
1.Epidermis :
- s. korneum
- s. lusidum
- s. granulosum
- s. spinosum
- s. basalis
2. Dermis
3. Sub Kutis
Penampang kulit :
Epidermis
1. Stratum korneum
- bbrp lapis sel gepeng yg mati
- inti (-)
- protoplasma -> keratin
2. Stratum Lusidum :
- idem
- protoplasma -> protein : eleiden
- jelas telapak kaki , tangan
3. Stratum Granulosum :
- 2 - 3 lapis sel gepeng
- inti (+)
- protop. : butir kasar -> keratohialin
pada telapak tangan & kaki.


Epidermis
4. Stratum Spinosum :
- bbrp lapis sel poligonal yg uk. berbeda
mitosis
- protoplasma jernih -> glikogen
- inti : ditengah

5. Stratum basale :
- sel kubis (kolumnar) vertikal
pd perbatasan dermal-epidermal -> pagar
- berfungsi : mitosis & fs reproduktif
Dermis
lebih tebal
terdiri : - lap. elastik
- fibrosa padat -> - elemen selular
- folikel rambut
Ada 2 Bagian :
1. Pars papilare -> yg menonjol ke epidermis
berisi : - ujung syaraf
- p.darah

2. Pars retikulare -> yg menonjol ke subkutan
terdiri > serabut panjang -> - s. kolagen
- s.elastin
- s.retikulare
- dasar - as. Hialuronat
- kondroitin sulfat
- sel fibroblast

Dermis
s. kolagen fibroblas -> ikatan (bundel)
- hidroksiprolin
- hidroksilisin

s.elastin bergelombang -> amorf
- mudah mengembang
- lebih elastis
3. Subkutis
J.ikat longgar sel-sel lemak : - bulat
- besar
- inti pinggir
- sitoplasma
sel kelompok trabekula yg fibrosa
Lap. sel lemak panikulus adiposa
fs : sbg cadangan makanan
Terdapat : - ujung syaraf tepi
- p.darah
- getah bening
Tebal tipis lokasi
Vaskularisasi :
- dermis pleksus superfisialis
- subkutis pleksus profunda

- pl. dermis bag atas anastomose -> papil dermis
- pl. subkutis & pars retikulare -> anastome
pembuluh darah jadi >

bergandengan dengan p.darah sal.getah bening
FISIOLOGI KULIT
Fungsi Utama :
- proteksi
- absopsi
- ekresi
- persepsi
- pengatur suhu
- mbtk pigmen
- mbtk vit. D
- keratinisasi

Mempunyai arti lain
Estetika
Ras
Indikator sistemik
HISTOPATOLOGI KULIT
Cara pengambilan bahan :

- biopsi pisau
punch biopsi


lesi primer

Perubahan Histopatologi
1. Epidermis :
- hiperkeratosis - spongiosis
- hipergranulosis - eksotosis
- hiperplasia - nekrosis
- hipoplasia - deg. balon
- akantosis - deg. hidrofil
- hipertrofi - celah (cleft)
- atrofi

2. Dermis :
- papilomatosis -> papil yg memanjang
- deg. Hialin -> kolagen bergabung, jernih
- fibrosis -> jml kolagen b+, ssn
berubah,sel fibroblas >>
- skelerosis -> jml kolagen b+, ssn berubah,
lbh homogen, eosinofilik, fibroblas <<
Pada proses peradangan
netrofil, limfosit, plasma, histiosit, eosinofil

3. Subkutis :
- peradangan
- proses degeneratif
- nekrosis jaringan
- vaskulitis

MIKROBIOLOGI KULIT
KULIT tidak bebas hama
-> ok banyak makanan utk ptbhn organisme
a.l. lemak, nitrogen & mineral yg mrpk hasil
- p.keratinisasi
- app. Kulit

Hub. dg man parasit -> penyakit
komensal -> flora normal
bakteri -> penyakit -> patogen

Patogenesis infeksi
sifat respon inflamasi kulit thd bakteri
tergantung :
- banyaknya bakteri
- cara bakteri mencapai daerah yg
bersangkutan
PERTAHANAN KULIT :
1. Kering deskuamasi
2. Kimiawi as lemak berantai karbon tdk jenuh
-> hasil p.sebum o flora komensal
-> mempunyai efek anti bakteri
3. Fenomena interferensi bakteri
-> p.supresif bakteri thd kolonisasi bakt lain
4. Bakteri normal di kulit
-> bakteri -> AB yg menghambat org.

FLORA NORMAL :
1. F.Residen :
- jmlh sedikit -> p> diri
- selalu terdapat pd individu
- non patogen
- tdk mudah hilang dg hapusan
2. F.Transien
- beraneka ragam org.
- tdk selalu ada pd p.kulit
- patogen non patogen
- mudah dihilangkan -> dihapus
desinfektan
- tidak mempertahankan diri secara tetap
Peranan Flora normal :
- pertahanan thd infeksi bakteri
- memproduksi asam lemak bebas

Lokalisasi :
- aerob -> -lap. Luar & korneum
- infudulum fol.rambut
- anaerob -> sebum yang disekresikan

SISTEM IMUNITAS KULIT
Merupakan sub sistem dari sistem
pertahanan tubuh, dan berfungsi secra
spesifik terhadap sistem pertahanan
tubuh


Respon imun
= Merupakan jawaban ( respon ) S I
terhadap paparan imunogen / antigen

Reaksi nya dapat diukur secara kimiawi

Ada beberapa macam manifestasi

Respon Imun :
terjadi akibat peristiwa yg -> Ag, limfosit,
AB, limfokin , mediator kimia dan sel afektor utk
melindungi manusia dari bahan asing yg
merugikan serta menyingkirkan jar.mati/rusak.

Tujuan R.I. demi kebaikan manusia
-> ttp kdg tejadi penyimpangan fs respon
yi : - kelebihan R -> - proses perad yg tdk diperlukan
- memacu terjadi peny.autoimun
- kekurangan R -> - infeksi
- ketidakmampuan sel utk menghilangkan
bahan yg berbahaya.


Sistem imun -- > 2 komponen

1. R. I humoral -> Ig -> AB spesifik
2. R.I. selular -> limfosit & produk (limfokin)
-> R.hipersensitivitas tipe lambat


Imunitas Humoral :
limfosit B -> sel plasma

Ig G -> 75 %
A
M 10 %
D
E
Reaksi Imun :
- tipe I -> R. anafilaktik
- tipe II -> R. sitotoksik
- tipe III -> R. komplek imun.

Imunitas Selular : R tipe IV
sel T -> limfokin

Reaksi tipe I
Respons yang timbul cepat
-Melibatkan IgE
-Mastosit / Basofil
-Eosinofil

Reaksi tipe I
TYPE 1 - Inflamasi imunologik tipe homositotrofik
Produk atau
metabolit obat
Basofil
Sekresi
histamin
Peningkatan
permeabilitas
kapiler
Kontraksi otot
polos
Contoh gambaran klinik
Urtikaria & angiodema
Reaksi Anafilaksis
Shock anafilaksis
Atopik Dermatitis


Reaksi tipe II
Antigen : sel / komponen sel
Reaksi sitolitik ok bantuan komplemen
Ikatan Ab + Ag + Komplemen
timbul kerusakan sel



Reaksi tipe II (Sitotoksik)
TYPE 2 - Radang karena peranan antibodi
Antibodi
Kerusakan sel
secara langsung
akibat adanya
antibodi
Fagositosis dan
opsonisasi
atau
Lokasi antigen
Lokasi antigen
terubah oleh
obat-obatan
Antibodi
Reaksi Coomb positif
- anemi methyldopa

Reaksi tipe III (R kompleks imum)


- Auto Antigen (+)
- Auto Antibodi (+)
- Timbul kompleks imun
- Bukan selalu penyakit

Reaksi tipe III (R kompleks imun)
TYPE 3 - Reaksi Kompleks imun
+
+
Antigen Antibodi
Komplemen
Destruksi oleh
sel fagosit
Lisis sel
secara
langsung
atau
Contoh : drug purpura, anemia hemolitik
karena obat
Contoh penyakit kompleks imun pada kulit
Penyakit vesiko bulosa kronik

Pemfigus vulgaris
Pemfigoid bulosa
Dermatitis herpetiformis

Reaksi tipe IV
(Delayed type hypersensitivity)
Tidak ada peranan antibodi
Melibatkan sel APC dan Limfosit
Sitokin (+) Akibat aktifasi limfosit
Peranan Makrofag penting

Respon tipe IV
Dermatitis Kontak Alergika
- fase sensitisasi
- Fase elisitasi

Alergen Hapten
- bahan kosmetika
- Logam
- Bahan kimia

Respon tipe IV
TYPE 4 - Hipersensitifitas tipe lambat
Limfosit
tersensitisasi
(aktif)
Sekresi
limfokin
mengaktif
kan
fagosit
Otoantigen
atau
antigen
destruksi
jaringan
sel
DAFTAR PUSTAKA
1. Fitzpatrick TB, Einsen AZ, Wolff K, Freedbeg IM, Austen KF,
Fitzpatricks Dermatology in General medicine, 5th edition ,
New York, Mc Graw-Hill, 2003.

2. Arnold HL, Odom RB, James WD, Andrew s Disease of the
skin Clinical Dermatology, 8 th edition , Philadephia, WB
Saunders Co, 1990
.
3. King, A , Nicol, C and Rodin P : Veneral Disease. 4
th
edition, The
English Book Society and Balliere Tindall, New York, 1980.

4. Juanda dkk : Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin , Edisi ketiga,
Jakarta , Balai Penerbit FKUI, 2000.
5. Siregar RS, Atlas Dermatology, Edisi kedua, Jakarta,EGC,2002
TERIMA KASIH