Anda di halaman 1dari 40

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Indonesia pada saat ini sedang dalam tahap negara berkembang.
Pembangunan infrastuktur yang masih belum merata merupakan tantangan
yang harus di hadapi Indonesia kedepan. Banyaknya pembangunan
infrasturktur seperti Jalan, bendungan, waduk, jembatan dan infrastuktur
lainnya belum dikerjakan secara maksimal oleh alhli geoteknik yang ada di
Indonesia dimana Indonesia merupakan Negara yang mempunyai
kompleksifitas geologi sehingga diperlukannya ahli geologi dalam
pembangunan infrastruktur kedepan dengan menjadi ahli geoteknik yang
mempunyai latar keilmuan geologi.
Untuk menjawab tantangan tersebut, maka diperlukan sarjana
yang berkualitas yang mampu memberikan suatu kontribusi yang nyata
terutama di bidang pembangunan infrastruktur. una mencapai tujuan
tersebut, Program !tudi "eknik eologi dalam kurikulumnya menyediakan
mata kuliah kerja praktek. "ujuan dari mata kuliah ini adalah mahasiswa
mampu mengaplikasikan ilmu dan pengetahuan yang mereka peroleh
selama perkuliahan, sehingga dapat membuka wawasan mahasiswa terhadap
bidang geologi dan mahasiswa mampu memeberikan peran yang baik di
bidang terkait. #erja praktik ini dilaksanakan di perusahaan negri maupun
swasta bergerak di bidang eoteknik. !ehingga diperlukan suatu kerjasama
yang baik antara perguruan tinggi sebagai pencetak calon sarjana dan
perusahaan yang bergerak dibidang teknik sipil sebagai pemberi sarana
untuk pengenalan terhadap permasalahan pembangunan Indonesia dari segi
eologi.
$
1.2 Maksud dan Tujuan
1.2.1 Maksud
%aksud dari pelaksanaan kerja praktek adalah untuk
mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang telah didapat selama kuliah
dengan kenyataan sebenarnya di lapangan atau dunia kerja nyata dan
mempelajari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
1.2.2 Tujuan
"ujuan dari pelaksanaan kerja praktek adalah untuk
menambah pengetahuan mengenai dunia kerja khususnya pada bidang
geoteknik.
1.3 Lokasi erja Praktek
1.3.1 Lokasi
#erja praktek dilaksanakan di P". !elimut Bumi &dhi
'ipta yang beralamat di Jalan #arang &nyar unung No. ()*
!emarang Jawa "engah.
1.3.2 !aktu erja Praktek
+okasi , P". !elimut Bumi &dhi 'ipta
-aktu , !eptember . /ktober (0$(
1." #uang Lingku$ Pekerjaan
1alam laporan kerja praktek ini ruang lingkup pekerjaannya
adalah sebagai berikut,
$. %engetahui Profil P". !2+I%U" BU%I &13I 'IP"&
(. !istem kerja secara umum di P". !2+I%U" BU%I &13I 'IP"&
1.% &iste'atika Penulisan La$oran
!istematika penulisan yang tepat diterapkan adalah sebagai
berikut,
(
Ba( I. Penda)uluan
Berisi mengenai latar belakang, maksud dan tujuan, lokasi
kerja praktek, ruang lingkup pekerjaan, waktu pelaksanaan
kerja praktek di P". !2+I%U" BU%I &13I 'IP"&,
!emarang, sietematika penulisan laporan dan metodologi
kerja praktek.
Ba( II. Dasar Teori
Bab ini menjelaskan secara umum gambaran mengenai uji
laboratorium mekanika tanah.
Ba( III. Pelaksanaan erja Praktek
Bab ini berisi tentang mekanisme pekerjaan kerja praktek
yang telah dilaksanakan, meliputi uji laboratorium dan
pengolahan data.data lapangan.
Ba( I* Hasil
Bab ini berisi tentang hasil4hasil yang didapat dari
pekerjaan Uji +aboratorium
Ba( *. esi'$ulan Dan &aran
Berisi tentang kesimpulan dari kerja praktek yang dilakukan
dan saran.saran.
5
1.+ Metodologi Pekerjaan erja Praktek.
BAB II
6
%ulai
Persiapan alat4alat uji laboratorium
dan bahan berupa sampel core
%elakukan uji water content dan
unit weight
%elakukan uji atteberg
%elakukan uji compaction dengan
bahan tanah hasil test pit
!elesai
%elakukan uji Direct Shear
%elakukan 1eskripsi Core
BAB II
DA&A# TE,#I
2.1. adar Air Asli -!ater .ontent/
!emua macam tanah, secara umum terdiri dari 5 fase, yaitu butiran
tanah, air serta udara yang terdapat dalam ruangan antara butir4butir tersebut,
dan ruangan ini di sebut pori. "anah yang benar4benar kering tidak terdapat
air sama sekali didalam porinya, sehingga pori hanya berisi udara. 1engan
demikian tanah tersebut hanya terdiri dari dua unsur yakni butiran tanah dan
udara pengisi pori.
!ebaliknya kita dapat menemukan keadaan dimana pori tanah tidak
mengandung udara sama sekali, jadi pori tersebut menjadi penuh terisi air.
1alm hal ini tanah dikatakan jenuh sempurna 7fully saturated8.
Partikel padat, air dan udara yang terkandung di dalam tanah, masing4
masing mempunyai berat dan 9olume.
:a ; 9olume udara
:w ; 9olume air
:9 ; 9olume pori
:s ; 9olume butiran
: ; 9olume total
-a ; berat udara
-w ; berat air7-w ; w . ! . -8
-s ; berat butiran7-s ; ! . -8
- ; berat total
Untuk mencari kadar air, dapat di gunakan rumus ,
#eterangan ,
-$ ; Berat cawan
-( ; Berat cawan <tanah basah
-5 ; Berat cawan < tanah kering o9en
=
2.2. Berat Isi -Densit0/
Berat isi adalah perbandingan antara berat tanah basah dan isi tanah.
Besaran tersebut dinyatakan dalam satuan gr>cm . Pengujian isi tanah ini
dilakukan untuk mengetahui besarnya berat isi yang dimiliki tanah dalam
keadaan padat. Berat isi dari suatu tanah juga mempengaruhi fungsi sebagai
dasar atau landasan bawah dari suatu kontruksi.
2.3. Berat &$esi1ik -2s/
Berat jenis tanah adalah perbandingan antara berat 9olume butiran
padat dengan berat 9olume air pada temperature tertentu. 3arga berat jenis
butiran tanah sering dibutuhkan dalam bermacam.macam perhitungan
mekanika tanah, harga4harga tersebut diperoleh dari pengujian di
laboratorium. Berat jenis dari berbagai jenis tanah berkisar antara (,) . (,?.
2.". Uji &e(aran Butir
1istribusi ukuran butiran tanah telah digunakan sebagai dasar untuk
menentukan klasifikasi dan memprediksi perilaku tanah. Untuk partikel tanah
yang tertahan saringan No.(00 7standard &!"%8 umumnya dilakukan
analisis saringan mekanis, sedangkan untuk butiran yang lolos saringan
tersebut digunakan analisis hidrometer. %etode alternatif untuk mengetahui
distribusi ukuran butiran halus menggunakan prinsip gaya apung
diperkenalkan oleh Bardet @ Aoung 7$??*8.
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan distribusi ukuran
butiran halus yang didapat berdasarkan analisis hidrometer dan prisip gaya
apung. "ujuh jenis tanah digunakan dalam penelitian ini, masing4mating
sampel diuji tiga kali dengan hydrometer dan tiga kali dengan bola apung.
2.%. Uji 2eser Langsung -Dire3t &)ear/
Pengujian ini dimaksud untuk menentukan parameter geser tanah
dengan jalan melongsorkan tanah melalui bidang mendatar dipertengahan
tingginya. Pengujian ini dilakukan pada keadaan consolidated drained, yaitu
)
dengan jalan mengkonsolidasikan tanah terlebih dahulu yang disertai
drainaseB kemudian digeser dengan gaya horiContal sampai sampel mencapai
kekuatan puncaknya yang berarti terjadi kelongsoran.
Nilai kekuatan geser ini dirumuskan oleh 'oulomb dan %ohr dalam
persamaan berikut ini,
& 4 3 5 s
n
tan1
dimana ,
! ; kekuatan geser maksimum Dkg>cm(E
c ; kohesi Dkg>cm(E
s
n
; tegangan normal Dkg>cm(E
f ; sudut geser dalam DFE
2.+. Menentukan Nilai Batas Atte(erg
Nilai4nilai batas atterberg 7konsistensi8 ditemukan pada tahun $?$? oleh
seorang bernama &tterberg. Nilai4nilai ini terdapat pada tanah berbutir halus
7clay atau silt8 yang terdiri dari ,
a. Batas 'air 7+iGuit +imit8 ; ++
b. Batas Plastis 7Plastis +imit8 ; P+
c. Batas !usut 7!krink +imit8 ; !"
Bayangkanlah satu sample tanah berbutir halus yang telah di campur air
sehingga mencapai keadaan cair. Jika campuran ini kemudian dibiarkan
menjadi kering sedikit demi sedikit, maka tanah ini akan melalui beberapa
tahapan keadaan, dari keadaan padat sampai keadaan cair.
!uatu hal yang sangat penting pada tanah berbutir halus adalah sifat
plastisnya. Plastisnya disebabkan oleh adanya partikel lempung dalam tanah.
Plastisitas digambarkan sebagai kemampuan tanah dalam menyesuaikan
perubahan bentuk dalam menyesuaikan perubahan bentuk pada 9olume yang
konstan tanpa retak4retak atau remuk.
#adar air 7w8 membentuk tanah menjadi , 'air, Plastis, !emi plastis dan
padat. 3al ini berhubungan dengan konsistensi yakni gaya tarik menarik
antara partikel lempung. Batas cair dan batas plastis merupakan nilai yang
*
sangat penting, selisih antara batas cair dan batas plastis di sebut indeks
plastis.
#adar air dinyatakan dalam persen,dimana terjadi transisi dari keadaan
padat ke keadaan semi4padat didefinisikan sebagai batas susut. #adar air
dimana transisi dari keadaan semi4padat ke keadaan plastis terjadi dinamakan
batas plastis dan dari keadaan plastis ke keadaan cair dinamakan batas cair,
dan batas4batas ini dinamakan dan dikenal juga sebagai batas4batas atterberg.
Batas cair 7++8 adalah batas antara keadaan cair dan plastis atau kadar
air dimana tanah mempunyai kekuatan geser yang kecil, yang menyebabkan
dapat dengan mudah mengalir menutup celah. Nilai ++ diperoleh dari
pengujian dengan menggunakan alat 'asagrande. &lat tersebut terdiri dari
mangkok kuningan yang bertumpu pada dasar karet yang keras. %angkok
kuningan dapat di angkat dan di jatuhkan di atas dasar karet keras tersebut
dengan sebuah pengungkit eksentris di jalankan oleh suatu alat pemutar.
Untuk melakukan uji batas cair, pasta tanah di letakkan didalam mangkok
kuningan kemudian digores tepat di tengahnya dengan alat penggores
standar,dengan menjalankan alat pemutar,mangkok kemudian dinaik4
turunkan dari ketinggian 0,5?5* in 7$0 mm8. #adar air dinyatakan dalam
persen, dari tanah yang dibutuhkan untuk menutup goresan yang berjarak 0.=
in 7$(,* mm8 sepanjang dasar contoh tanah di dalam mangkok sesudah (=
kali pukulan di definisikan sebagai batas cair.
Batas plastis adalah kadar air pada batas bawah daerah plastis. #eadaan
ini ditandai dengan mulainya terjadi retak4retak rambut apabila tanah tersebut
dibentuk batang dengan dimeter 5,( mm. Pengujian batas plastis di lakukan
dengan cara memplintir tanah kohesif 7butiran halus8 dengan kadar air
tertentu pada permukaan kaca datar, sehigga pada diameter sekitar 5 mm
tanah hasil plintiran tersebut menjadi retak4retak. "anah akan berperilaku
plastis pada rentang kadar air antara batas plastis 7P+8 sampai batas cair 7++8,
rentang kadar air tersebut di namakan indeks plastisitas yang dapat di hitung
dengan rumus ,
H
P 4 LL 6 PL
#eterangan ,
IP ; indeks plastis
++ ; Batas cair
P+ ; Batas plastis
Batas plastis didefinisikan sebagai kadar air, dinyatakan dalam persen,
dimana tanah apabila digulung samapai dengan diameter $>H in 75,( mm8
menjadi retak4retak. Batas plastis merupakan batas terendah dari tingkat
keplastisitasan suatu tanah. 'ara pengujiannya adalah sangat sederhana, yaitu
dengan menggulung massa tanah berukuran elipsoida dengan telapak tangan
di atas kaca datar.
!ifat plastis dari suatu tanah disebabkan oleh air yang terserap di
sekeliling permukaan lempung, maka dapat diharapkan bahwa tipe dan
jumlah mineral lempung yang dikandung dalam suatu tanah akan
mempengaruhi batas batas plastis dan batas cair yang bersangkutan.
!kempton 7$?=58 menyelidiki bahwa indeks plastis suatu tanah akan
bertambah menurut garis lurus sesuai dengan bertambahnya persentase dari
fraksi berukuran lempung yang di kandung oleh tanah.
Batas susut adalah kadar air dimana tanah mulai berbentuk padat. Pada
kadar air ini, apabila tanah tersebut dikeringkan lebih lanjut tidak akan terjadi
penyusutan 9olume.
#egunaan batas4batas &tterberg
Batas &tterberg khususnya batas cair dan batas plastis tidak secara
langsung memberikan angka4angka yang dapat dipakai dalam perhitungan,
yang kita peroleh dari percobaab &tterberg adalah suatu gamabaran secara
garis besar akan sifat4sifat tanah yang bersangkutan. "anah yang batas
cairnya tinggi biasanya mempunyai sifat teknik yang buruk, yaitu
kekuatannya rendah, kompresibilitasnya tinggi. "anah yang indek
plastisitasnya besar biasanya mempunyai penyusutan dan pengembangan
9olume yang besar.
?
2.7. Uji Pe'adatan Tana)
"est ini dimaksudkan untuk menentukan hubungan antara kadar air
dan kepadatan tanah dengan memadatkan di dalam cetakan silinder
berukuran tertentu dengan menggunakan alat penumbuk seberat (,= kgdan
dijatuhkan dari ketinggian 50 cm.
$0
BAB III
PELA&ANAAN E#8A P#ATE
3.1 8enis Pekerjaan 9ang Dilakukan
Jenis pekerjaan yang dilakukan berupa pekerjaan laboratorium
di kantor . Pada lokasi pekerjaan kantor berada dialamat Jalan #aranganyar
unung No.()* !emarang, Jawa "engah. Jenis pekerjaan yakni membantu
menyelesaikan perkerjaan satu proyek, dimana berupa pendiskripsian core
boI dan melakukan pengujian sampel seperti uji sifat fisik soil meliputi uji
kadar air kemudian uji geser langsung, uji kompaksi dan uji atterberg dari
proyek #ota +ama !emarang dan proyek Jandusongo Ngawi
3.2 Peralatan Pekerjaan 9ang Digunakan
5.(.$ Peralatan Pekerjaan Penyelidikan "anah di +aboratorium
a. 1eskripsi Core
Inti atau core diperoleh dari Pekerjaan pemboran inti
dilaksanakan dengan tujuan untuk memperoleh data geologi teknik
bawah permukaan tanah 7insitu testing8 yang akan digunakan untuk
analisa geologiteknik dengan melalui pengujian lapangan dan
laboratorium. 3asil dari pemboran Inti yang berupa core tadi
dimasukkan kedalam core boI dengan urutan kiri atas kemudian ke
bawah kanan dari core boI. 1eskripsi ini dilakukan untuk
memenuhi pekerjaan pada proyek #ota +ama !emarang
ambar 5.$ 'ore BoI B34$ Proyek #ota lama !emarang
$$
b. Uji #adar &ir
#adar air didefinisikan sebagai perbandingan antara berat air
terhadap berat butiran. !ampel basah ditimbang selanjutnya
dimasukkan dalam o9en dengan temperatur yang konstan 7sekitar
$$0o'8 selama (6 jam. !etelah kering, sampel ditimbang sehingga
didapatkan berat butiran. Perubahan berat dari sampel basah
menjadi kering merupakan berat air. Pengujian mengikuti standard
&!"% 1 (($). Uji ini dilakukan untuk memenuhi pekerjaan pada
proyek #ota +ama !emarang
&lat4alat yang digunakan untuk melakukan pengujian ini
adalah sebagai berikut ,
$. 'awan sampel ukuran kecil
ambar 5.$ 'awan sampel
(. "imbangan
ambar 5.( "imbangan
$(
5. /9en
ambar 5.5 /9en
6. &lat 'etakan
ambar 5.6 'etakan
c. Uji eser +angsung (Direct Shear)
Pengujian ini dimaksud untuk menentukan parameter geser
tanah dengan jalan melongsorkan tanah melalui bidang mendatar
dipertengahan tingginya. Pengujian ini dilakukan pada keadaan
consolidated drained, yaitu dengan jalan mengkonsolidasikan tanah
terlebih dahulu yang disertai drainaseB kemudian digeser dengan
gaya horiContal sampai sampel mencapai kekuatan puncaknya yang
berarti terjadi kelongsoran. Uji ini dilakukan untuk memenuhi
pekerjaan pada proyek #ota +ama !emarang.
$5
d. Uji &tterberg
Uji &tterberg adalah pengujian untuk mengetahui sifat
keplastisan suatu tanah. Batas atterberg terdiri dari batas cair, batas
plastis, dan batas susut. Batas cair adalah kadar air dimana tanah
berada dalam batas keadan cair dan plastis. Batas plastis
merupakan kadar air tanah pada kedudukan antara daerah plastis
dan semi padat. !edangkan batas susut merupakan kadar air pada
kedudukan antara daerah semi padat dan padat, yaitu persentase
kadar air dimana pengurangan kadar air selanjutnya tidak
mengakibatkan perubahan 9olume tanahnya. Pengujian atterberg
ini mencakup uji batas cair, batas plastis, dan batas susut. &lat4alat
yang digunakan untuk melakukan pengujian ini adalah sebagai
berikut ,
$. &lat 'asagrande
ambar 5.= 'asagrande
(. !patula
ambar 5.) !patula
$6
5. 'awan !ample
ambar 5.* 'awan sample
6. "imbangan
ambar 5.H "imbangan
=. /9en
ambar 5.? /9en
). &lat penumbuk
$=
ambar 5.$0 &lat penumbuk
*. !aringan berukuran 60Km
ambar 5.$$ !aringan
e. Uji #ompaksi > Proctor 7Proyek Ngawi8
Uji 'ompaction adalah pengujian untuk mengetahui kadar air
optimum, berat isi kering maksimum dan kepadatan tanah. &lat4
alat yang digunakan untuk melakukan pengujian ini adalah sebagai
berikut ,
$. 'etakan>%ould
ambar 5.$( %ould
$)
(. &lat pemukul seberat =,= pound.
ambar 5.$5 &lat pemukul
5. Peralatan lain
Peralatan lain yang digunakan untuk uji compaction
adalah cetok, oli untuk pelumasan pada cetakan agar tanah tidak
melekat, cawan, timbangan
ambar 5.$6 Peralatan Uji 'ompaction
$*
3.3 Pelaksanaan Pekerjaan
5.5.$ +ingkup Pekerjaan
Juang lingkup pekerjaan kerja praktek yang dilakukan di
P". !elimut Bumi &dhi 'ipta meliputi 1iskripsi 'ore BoI kemudian
uji sifat fisik soil, uji direct shear, uji atterberg dari proyek #ota
+ama dan uji kompaksi (Proctor) dari Proyek Ngawi
5.5.( 1eskripsi Pekerjaan Aang 1ilakukan
Uji laboratorium yang kami laksanakan di kantor P".
!elimut Bumi &dhi 'ipta adalah , uji soil, uji direct shear, uji batas
plastisitas tanah &tterberg Proyek #ota +ama !emarang dan uji
kompaksi (Proctor) Proyek Ngawi
!ample yang kami deskripsi dan kami uji adalah sampel B34
0$, B340( ,B3405 dengan kedalaman ketiganya adalah $4$= m dari
core daerah #ota lama dan sample "P4$, "P4(, "P45 dari sample
testpit daerah Ngawi yang digunakan untuk penyelidikan geologi dan
mekanika tanah, berikut diskripsi pekerjaan yang dilakukan di P"
!elimut Bumi ,
$. 1eskripsi Core Box
1eskripsi core dilakukan untuk mengetahui gambaran dan
susunan dari lapisan batuan atau tanah yang terdapat pada daerah
proyek sehingga dengan mengetahui susunan batuan atau tanah
yang ada pada daerah proyek dapat mengetahui ukuran
butir,warna, komposisi penyusun, sifat fisik, dan aspek megaskopis
lainnya yang dapat diamati penglihatan secara langsung 7tanpa alat
bantu8
(. Uji sifat fisik soil
Uji sifat fisik soil meliputi berbagai macam uji sifat . sifat
fisik tanah yaitu water content dan unit weight.
a. -ater content
+angkah kerja yang dilakukan adalah sebagai berikut,
$H
- !iapkan sampel yang akan diuji.
- Potong sampel secukupnya yang kemudian dimasukkan
kedalam cawan yang telah ditimbang terlebih dahulu pada
keadaan kosong.
- !elanjutnya sampel ditimbang yang menghasilkan berat tanah
basah.
- #emudian sampel dio9en selama (6 jam
- "imbang sampel ketika dalam keadaan kering.
b. Unit -eight
+angkah kerja yang dilakukan adalah sebagai berikut,
- !iapkan sampel yang akan diuji.
- !elanjutnya sampel tersebut dipotong membentuk sebuah
tabung yang memiliki permukaan rata
- Ukur diameter dan tinggi dari sampel yang telah dipotong
tersebut.
- "imbang sampel yang telah diukur. &pabila sampel terlalu
rapuh, maka sampel dapat dicetak menggunakan cetakan
yang ada.
5. Uji &tteberg eser +angsung
6. Uji &tteberg
+angkah kerja yang dilakukan adalah sebagai berikut,
- &mbil sampel Undisturbed secukupnya, kemudian lakukan
pengeringan dengan menggunakan o9en selama (6 jam
- 3aluskan sampel yang telah kering dengan menggunakan alat
penumbuk, kemudian saring dengan ayakan berukuran (0Lm.
- 'ampur lempung yang telah diayak dengan air
- %asukkan kedalam alat uji berupa cawan pada casagrande
hingga permukaannya merata
- Buat alur ditengah4tengah dengan menggunakan spatula.
$?
- #etuk menggunakan putaran pengungkit pada casagrande,
dengan kecepatan $4( ketukan per detik sampai tanah kembali
menyatu 7$,(=cm8
- 3itung jumlah ketukan
- &mbil sedikit sampel dan letakan didalam cawan
- "imbang cawan tersebut dan masukan ke dalam o9en selama (6
jam.
- "imbang kembali cawan 7dalam keadaan kering8.
- +akukan pengujian sebanyak 5 kali untuk satu sampel.
ambar 5.$= Uji &tterberg
=. Uji #ompaksi
+angkah kerja yang dilakukan adalah sebagai berikut,
- %engambil sampel tanah asli, haluskan hingga berukuran cukup
halus, saring sampel tersebut agar ukurannya merata.
- Bagi menjadi = bagian. %asing4masing bagian ditandai dengan
memberi nomor sampel $ hingga =, dengan berat masing4
masing 5,= kg.
- Untuk pengujian sampel yaitu mencampur =00 ml air kedalam
sampel, aduk hingga merata dengan menggunakan tangan.
- %emberi pelumas pada alat mold agar tidak lengket dan mudah
untuk mengeluarkan tanah dari alat tersebut ketika setelah
selesai uji.
(0
- Pasang mold pada bagian bawah dengan landasan tumbuk.
- %asukkan adonanan tanah ke dalam mold, dan padatkan.
- Pasang mold bagian atas.
- "umbuk adonan tanah dengan menggunakan hammer proctor
sebanyak (= kali secara merata
- %asukkan tanah di atas contoh tanah yang dipadatkan
sebelumnya 7pada mold bagian atas8 dan kemudian dipadatkan.
- "umbuk adonan tanah tersebut dengan menggunakan hammer
proctor sebanyak (= kali secara merata
- +epas collar dan mencopot mold bagian atas. "anah padat yang
menonjol atau keluar dari mold bawah dipotong datar setinggi
bibir mold dan ditimbang. Pada bagian bawah dari mold bawah
diambil sampel untuk ditimbang juga.
- %engeluarkan tanah yang pada tersebut dari mold
- !elanjutnya percobaan dilakukan dengan kriteria jumlah air
yang digunakan berbeda4beda pada setiap sampelnya. 1engan
demikian dapat diketahui contoh tanah akan mencapai nilai
optimum, jika contoh tanah tersebut pada kondisi air sekian ml.
ambar 5.$) Uji #ompaksi
($
BAB I*
HA&IL
".1 Deskri$si .ore -Pro0ek ota La'a &e'arang/
6.$ B34$
a8 Pasir, berwarna coklat kehitaman, bersifat lepas. +apisan ini terdapat
pada kedalaman 0.0 . 0.= m.
b8 "anah Urug, berwarna merah, bersifat setengah padat. +apisan ini
terdapat pada kedalaman 0.= . $ m.
c8 Pasir, berwarna hitam, bersifat lepas, terdapat pecahan cangkang.
+apisan ini terdapat pada kedalaman $.0 . $.) m.
d8 "anah Urug, berwarna merah, bersifat setengah padat. +apisan ini
terdapat pada kedalaman $.) . (.0 m.
e8 Pasir, berwarna hitam, bersifat setengah padat dengan nilai !P" $) .
(0, terdapat pecahan cangkang. +apisan ini terdapat pada kedalaman
(.0 . *.= m. !isipan pasir kelempungan pada kedalaman ).( . ).6 m.
a8 +empung, berwarna abu4abu, bersifat lunak dengan nilai !P" ( . 5,
terdapat pecahan cangkang. +apisan ini terdapat pada kedalaman *.=
. $=.0 m.
6.( B34(
a8 Pasir kelempungan, berwarna coklat, bersifat setengah padat,
terdapat pecahan batubata pada kedalaman 0.= . $ m. +apisan ini
terdapat pada kedalaman 0.0 . $.0 m.
b8 Pasir, berwarna hitam, bersifat setengah padat, terdapat pecahan
cangkang. +apisan ini terdapat pada kedalaman $.0 . *.$ m. !isipan
lempung pasiran pada kedalaman $.0 . $.( m.
c8 +empung, berwarna abu4abu, bersifat lunak, terdapat pecahan
cangkang. +apisan ini terdapat pada kedalaman *.$ . $= m.
((
6.5 B345
a8 Pasir kelempungan, berwarna coklat, bersifat setengah padat,
terdapat pecahan batubata pada kedalaman 0.= . $ m. +apisan ini
terdapat pada kedalaman 0.0 . $.( m.
b8 Pasir, berwarna hitam, bersifat lepas . setengah padat, terdapat
pecahan cangkang. +apisan ini terdapat pada kedalaman $.( . H.* m.
c8 +empung, berwarna abu4abu, bersifat lunak, terdapat pecahan
cangkang. +apisan ini terdapat pada kedalaman H.* . $= m.
".2 Uji kadar Air
WATER CONTENT DETERMINATION
Project
: Penyelidikan Tanah Kota Lama Semarang Jawa
Tengah
Location : Kota Lama Semarang
Date : November 2013
Tested By : Su

Sam!le No" BH-1 BH-1 BH-1
#e!th $% Sam!le &m' (")0*)"00 +")0*10"00 1(")*1)
,an No" ,1- ,. ,- ,/ ,+ ,12
0t" o% 1u! 2 0et oil --"20 +0"20 +0"00 .+"(0 +0"20 .."30
0t3 o% 1u! 2 dry oil )0".0 -1"30 )3"(0 /(")0 ))"/0 )+"/0
0t3 o% 1u! &gr' )"(0 )"(0 )"(0 )")0 )"(0 )"(0
0t3 o% dry oil ()"(0 /)"+0 (."00 )+"00 )0"20 )("20
0t" o% water 2/"(0 1."+0 3/"/0 2("+0 3("/0 2."-0
0ater ,ontent & 4 ' )."1) 2."/. -/"2) (2"20 /."+2 )2"+)
Averae !"#!1 $%#&" '(#%!
Sam!le No" BH-& BH-& BH-&
#e!th $% Sam!le &m' (")0*)"00 +")0*10"00 1(")*1)")
,an No" ,1) ,3 ,2 ,1 ,) ,11
(5
0t" o% 1u! 2 0et oil +0")0 +0"+0 110"00 11)"10 112"30 11)"20
0t3 o% 1u! 2 dry oil /0"-0 /-"(0 -3"(0 -0")0 -2"30 -2"+0
0t3 o% 1u! )")0 )"30 )"(0 )"(0 )"20 )"(0
0t3 o% dry oil ))"20 /2"10 /."00 /)"10 /-"10 /-")0
0t" o% water 2+".0 23")0 3/"/0 (("/0 (0"00 (2"30
0ater ,ontent & 4 ' )3"++ 3-".( )3".2 /.")1 )+"/1 /2"/-
Averae !$#%1 '1#1) '1#1!
Sam!le No" BH-" BH-" BH-"
#e!th $% Sam!le &m' (")0*)"00 +")0*10"00 1(")*1)
,an No" ,2- ,20 ,1. ,2( ,13 ,10
0t" o% 1u! 2 0et oil ++"10 100"10 100"/0 ++"20 103"20 10)"/0
0t3 o% 1u! 2 dry oil /+"10 /-"30 /3"00 /+".0 /+"+0 /."30
0t3 o% 1u! )")0 )"(0 )"(0 )"/0 )"(0 )")0
0t3 o% dry oil /3"/0 /1"+0 )-"/0 /("20 /(")0 /2".0
0t" o% water 30"00 32".0 3-"/0 2+"(0 33"30 3-"30
0ater ,ontent & 4 ' (-"1- )2"++ /)"2. ()"-+ )1"/3 )+"3+
Averae $(#(* $$#$! $$#$1
".3 Uji Unit Weight
+NIT WEI,HT O- .OIL

Project : Penyelidikan Tanah Kota Lama Semarang Jawa Tengah
Location : Kota Lama Semarang
Date : November 2013
Tested By : Su

Sam!le No"5 Lokai BH-1 BH-1 BH-1
#e!th $% Sam!le &m' !#$(-$#(( %#$(-1(#(( 1!#$-1$
6eight &1m' 2"1/ 2"1/ 2"1/ 2"1/ 2"1/ 2"1/
#iameter &1m' /"(1 /"(1 /"(1 /"(1 /"(1 /"(1
(6
7olume o% oil &1m
3
' /+"//+ /+"//+ /+"//+ /+"//+ /+"//+ /+"//+
0t3 o% wet oil &gr' 11+"-00 120"000 12/"/00 130"300 11("+00 120"300
0et #enity & gr51m3' 1"-1. 1"-22 1".1- 1".-0 1"/(+ 1"-2-
8verage 1#)&( 1#*!! 1#'**
0ater ,ontent & 4 ' (3"(1) 4 )+"22- 4 /0"+3. 4
#ry #enity & gr51m3' 1#&(( 1#1$* 1#(!%

Sam!le No"5 Lokai BH-& BH-& BH-&
#e!th $% Sam!le &m' (")0*)"00 %#$(-1(#(( 1(")*1)
6eight &1m' 2"1/ 2"1/ 2"1/ 2"1/ 2"1/ 2"1/
#iameter &1m' /"(1 /"(1 /"(1 /"(1 /"(1 /"(1
7olume o% oil &1m
3
' /+"//+ /+"//+ /+"//+ /+"//+ /+"//+ /+"//+
0t3 o% wet oil &gr' 11)"/00 1/0".00 130"200 110"300 120"000 11+"300
0et #enity & gr51m3' 1"/)+ 2"30. 1"./+ 1").3 1"-22 1"-12
8verage 1#%*! 1#)&' 1#)1)
0ater ,ontent & 4 ' ()"+1( 4 /1"1/- 4 /1"1(0 4
#ry #enity & gr51m3' 1#"$% 1#()1 1#(''

Sam!le No"5 Lokai BH-" BH-" BH-"
#e!th $% Sam!le &m' (")0*)"00 %#$(-1(#(( 1(")*1)
6eight &1m' 2"1/ 2"1/ 2"1/ 2"1/ 2"1/ 2"1/
#iameter &1m' /"(1 /"(1 /"(1 /"(1 /"(1 /"(1
7olume o% oil &1m
3
' /+"//+ /+"//+ /+"//+ /+"//+ /+"//+ /+"//+
0t3 o% wet oil &gr' 1(0"000 1(0")00 110")00 122"100 120"100 122"100
0et #enity & gr51m3' 2"010 2"01- 1")./ 1"-)3 1"-2( 1"-)3
8verage &#(1" 1#''% 1#)"*
0ater ,ontent & 4 ' )0"0-+ 4 ))")3/ 4 ))")11 4
#ry #enity & gr51m3' 1#"!1 1#()" 1#11*
(=
"." Uji 2eser Langsung
".".1 .ore BH61 kedala'an ":%6%'
DIRECT .HEAR TE.T
P9$:;K : Penyelidikan Tanah Kota Lama Semarang Tet <y : Su
L$K8S= : Kota Lama Semarang Tanggal : November 2013
N$" <$9 : <6*1 Kedalaman : (")0*)"00 meter
>aya Normal P
1
3"1/- kg P
2
/"33( kg P
3
12"//. kg
Tegangan Normal n1
0"10
kg51m
2
n2
0"21
kg51m
2
n3
0"(1
kg51m
2
#ial Tegangan #ial Tegangan #ial Tegangan
9eading >eer 1
9eading >eer 2
9eading >eer 3
0"102 0"132 0"223
,ontoh #iameter /"2)/ 1m Tinggi : 2"00 1m Lua : 30"-2 1m
2
8lat Kalibrai Proving 9ing : 0"312
6ail 1 ? 0"0)/ kg51m
2
? 21"./
o
Keterangan :
n : Tegangan Normal
: Tegangan >eer
10"00 13"00 22"00
0"000
0"200
0"(00
0"/00
0".00
1"000
1"200
1"(00
1"/00
1".00
2"000
0"000 0"100 0"200 0"300 0"(00 0")00
(
Tegangan Geser)

km/cm
2
(Tegangan Normal)
n
km/ cm
2
1ari data data yang diperoleh dari uji geser langsung diatas, hasil dari kuat
geser langsung sample B34$ kedalaman 6,=m4=m adalah 0,0=) kg>cm
(
dan
sudut geser dalamnya adalah ($.H)
0
()
".".2 .ore BH61 kedala'an ;:%61<'
DIRECT .HEAR TE.T
P9$:;K : Penyelidikan Tanah Kota Lama Semarang Tet <y : Su
L$K8S= : Kota Lama Semarang Tanggal : November 2013
N$" <$9 : <6*1 Kedalaman : +")0*10"00 meter
>aya Normal P
1
3"1/- kg P
2
/"33( kg P
3
12"//. kg
Tegangan Normal n1
0"10
kg51m
2
n2
0"21
kg51m
2
n3
0"(1
kg51m
2
#ial Tegangan #ial Tegangan #ial Tegangan
9eading >eer 1
9eading >eer 2
9eading >eer 3
0"102 0"132 0"1(2
,ontoh #iameter /"2)/ 1m Tinggi : 2"00 1m Lua : 30"-2 1m
2
8lat Kalibrai Proving 9ing : 0"312
6ail 1 ? 0"0+/ kg51m
2
? /".2
o
Keterangan :
n : Tegangan Normal
: Tegangan >eer
10"00 13"00 1("00
0"000
0"200
0"(00
0"/00
0".00
1"000
1"200
1"(00
1"/00
1".00
2"000
0"000 0"100 0"200 0"300 0"(00 0")00
(
Tegangan Geser)

km/cm
2
(Tegangan Normal)
n
km/ cm
2
1ari data data yang diperoleh dari uji geser langsung diatas, hasil dari kuat
geser langsung sample B34$ kedalaman ?,=m4$0m adalah 0,0?) kg>cm
(
dan
sudut geser dalamnya adalah ).H(
0
(*
".".3 .ore BH61 kedala'an 1":%61%'
DIRECT .HEAR TE.T
P9$:;K : Penyelidikan Tanah Kota Lama Semarang Tet <y : Su
L$K8S= : Kota Lama Semarang Tanggal : November 2013
N$" <$9 : <6*1 Kedalaman :1(")0*1)"00 meter
>aya Normal P
1
3"1/- kg P
2
/"33( kg P
3
12"//. kg
Tegangan Normal n1
0"10
kg51m
2
n2
0"21
kg51m
2
n3
0"(1
kg51m
2
#ial Tegangan #ial Tegangan #ial Tegangan
9eading >eer 1
9eading >eer 2
9eading >eer 3
0"102 0"122 0"132
,ontoh #iameter /"2)/ 1m Tinggi : 2"00 1m Lua : 30"-2 1m
2
8lat Kalibrai Proving 9ing : 0"312
6ail 1 ? 0"0+/ kg51m
2
? )"23
o
Keterangan :
n : Tegangan Normal
: Tegangan >eer
10"00 12"00 13"00
0"000
0"200
0"(00
0"/00
0".00
1"000
1"200
1"(00
1"/00
1".00
2"000
0"000 0"100 0"200 0"300 0"(00 0")00
(
Tegangan Geser)

km/cm
2
(Tegangan Normal)
n
km/ cm
2
1ari data data yang diperoleh dari uji geser langsung diatas, hasil dari kuat
geser langsung sample B34$ kedalaman $6,=m4$=m adalah 0,0?) kg>cm
(
dan
sudut geser dalamnya adalah =.(5
0
(H
"."." .ore BH62 kedala'an 1":%61%'
DIRECT .HEAR TE.T
P9$:;K : Penyelidikan Tanah Kota Lama Semarang Tet <y : Su
L$K8S= : Kota Lama Semarang Tanggal : November 2013
N$" <$9 : <6*2 Kedalaman : (")0*)"00 meter
>aya Normal P
1
3"1/- kg P
2
/"33( kg P
3
12"//. kg
Tegangan Normal n1
0"10
kg51m
2
n2
0"21
kg51m
2
n3
0"(1
kg51m
2
#ial Tegangan #ial Tegangan #ial Tegangan
9eading >eer 1
9eading >eer 2
9eading >eer 3
0"102 0"132 0"203
,ontoh #iameter /"2)/ 1m Tinggi : 2"00 1m Lua : 30"-2 1m
2
8lat Kalibrai Proving 9ing : 0"312
6ail 1 ? 0"0// kg51m
2
? 1."30
o
Keterangan :
n : Tegangan Normal
: Tegangan >eer
10"00 13"00 20"00
0"000
0"200
0"(00
0"/00
0".00
1"000
1"200
1"(00
1"/00
1".00
2"000
0"000 0"100 0"200 0"300 0"(00 0")00
(
Tegangan Geser)

km/cm
2
(Tegangan Normal)
n
km/ cm
2
1ari data data yang diperoleh dari uji geser langsung diatas, hasil dari kuat
geser langsung sample B34( kedalaman 6,=m4=m adalah 0,0)) kg>cm
(
dan
sudut geser dalamnya adalah $H.50
0
(?
".".% .ore BH62 kedala'an 1":%61%'
DIRECT .HEAR TE.T
P9$:;K : Penyelidikan Tanah Kota Lama Semarang Tet <y : Su
L$K8S= : Kota Lama Semarang Tanggal : November 2013
N$" <$9 : <6*2 Kedalaman : +")0*10"00 meter
>aya Normal P
1
3"1/- kg P
2
/"33( kg P
3
12"//. kg
Tegangan Normal n1
0"10
kg51m
2
n2
0"21
kg51m
2
n3
0"(1
kg51m
2
#ial Tegangan #ial Tegangan #ial Tegangan
9eading >eer 1
9eading >eer 2
9eading >eer 3
0"112 0"1(2 0"1)2
,ontoh #iameter /"2)/ 1m Tinggi : 2"00 1m Lua : 30"-2 1m
2
8lat Kalibrai Proving 9ing : 0"312
6ail 1 ? 0"10- kg51m
2
? /".2
o
Keterangan :
n : Tegangan Normal
: Tegangan >eer
11"00 1("00 1)"00
0"000
0"200
0"(00
0"/00
0".00
1"000
1"200
1"(00
1"/00
1".00
2"000
0"000 0"100 0"200 0"300 0"(00 0")00
(
Tegangan Geser)

km/cm
2
(Tegangan Normal)
n
km/ cm
2
1ari data data yang diperoleh dari uji geser langsung diatas, hasil dari kuat
geser langsung sample B34( kedalaman ?,=m4$0m adalah 0,$0* kg>cm
(
dan
sudut geser dalamnya adalah ),H(
0
50
".".+ .ore BH62 kedala'an 1":%61%'
DIRECT .HEAR TE.T
P9$:;K : Penyelidikan Tanah Kota Lama Semarang Tet <y : Su
L$K8S= : Kota Lama Semarang Tanggal : November 2013
N$" <$9 : <6*2 Kedalaman : 1(")0*1)"00 meter
>aya Normal P
1
3"1/- kg P
2
/"33( kg P
3
12"//. kg
Tegangan Normal n1
0"10
kg51m
2
n2
0"21
kg51m
2
n3
0"(1
kg51m
2
#ial Tegangan #ial Tegangan #ial Tegangan
9eading >eer 1
9eading >eer 2
9eading >eer 3
0"112 0"132 0"1)2
,ontoh #iameter /"2)/ 1m Tinggi : 2"00 1m Lua : 30"-2 1m
2
8lat Kalibrai Proving 9ing : 0"312
6ail 1 ? 0"102 kg51m
2
? -"22
o
Keterangan :
n : Tegangan Normal
: Tegangan >eer
11"00 13"00 1)"00
0"000
0"200
0"(00
0"/00
0".00
1"000
1"200
1"(00
1"/00
1".00
2"000
0"000 0"100 0"200 0"300 0"(00 0")00
(
Tegangan Geser)

km/cm
2
(Tegangan Normal)
n
km/ cm
2
1ari data data yang diperoleh dari uji geser langsung diatas, hasil dari kuat
geser langsung sample B34( kedalaman $6,=m4$=m adalah 0,$0( kg>cm
(
dan
sudut geser dalamnya adalah *,((
0
5$
".".7 .ore BH63 kedala'an ":%6%'
DIRECT .HEAR TE.T
P9$:;K : Penyelidikan Tanah Kota Lama Semarang Tet <y : Su
L$K8S= : Kota Lama Semarang Tanggal : November 2013
N$" <$9 : <6*3 Kedalaman : (")0*)"00 meter
>aya Normal P
1
3"1/- kg P
2
/"33( kg P
3
12"//. kg
Tegangan Normal n1
0"10
kg51m
2
n2
0"21
kg51m
2
n3
0"(1
kg51m
2
#ial Tegangan #ial Tegangan #ial Tegangan
9eading >eer 1
9eading >eer 2
9eading >eer 3
0"102 0"132 0"213
,ontoh #iameter /"2)/ 1m Tinggi : 2"00 1m Lua : 30"-2 1m
2
8lat Kalibrai Proving 9ing : 0"312
6ail 1 ? 0"0/1 kg51m
2
? 20"10
o
Keterangan :
n : Tegangan Normal
: Tegangan >eer
10"00 13"00 21"00
0"000
0"200
0"(00
0"/00
0".00
1"000
1"200
1"(00
1"/00
1".00
2"000
0"000 0"100 0"200 0"300 0"(00 0")00
(
Tegangan Geser)

km/cm
2
(Tegangan Normal)
n
km/ cm
2
1ari data data yang diperoleh dari uji geser langsung diatas, hasil dari kuat
geser langsung sample B345 kedalaman 6,=m4=m adalah 0,0)$ kg>cm
(
dan
sudut geser dalamnya adalah (0,0$
0
.
5(
".".= .ore BH63 kedala'an ":%6%'
DIRECT .HEAR TE.T
P9$:;K : Penyelidikan Tanah Kota Lama Semarang Tet <y : Su
L$K8S= : Kota Lama Semarang Tanggal : November 2013
N$" <$9 : <6*3 Kedalaman : +")0*10"00 meter
>aya Normal P
1
3"1/- kg P
2
/"33( kg P
3
12"//. kg
Tegangan Normal n1
0"10
kg51m
2
n2
0"21
kg51m
2
n3
0"(1
kg51m
2
#ial Tegangan #ial Tegangan #ial Tegangan
9eading >eer 1
9eading >eer 2
9eading >eer 3
0"112 0"122 0"1(2
,ontoh #iameter /"2)/ 1m Tinggi : 2"00 1m Lua : 30"-2 1m
2
8lat Kalibrai Proving 9ing : 0"312
6ail 1 ? 0"102 kg51m
2
? )"/3
o
Keterangan :
n : Tegangan Normal
: Tegangan >eer
11"00 12"00 1("00
0"000
0"200
0"(00
0"/00
0".00
1"000
1"200
1"(00
1"/00
1".00
2"000
0"000 0"100 0"200 0"300 0"(00 0")00
(
Tegangan Geser)

km/cm
2
(Tegangan Normal)
n
km/ cm
2
1ari data data yang diperoleh dari uji geser langsung diatas, hasil dari kuat
geser langsung sample B345 kedalaman ?,=m4$0m adalah 0,$0( kg>cm
(
dan
sudut geser dalamnya adalah =,)5
0
55
".".; .ore BH63 kedala'an 1":%61%'
DIRECT .HEAR TE.T
P9$:;K : Penyelidikan Tanah Kota Lama Semarang Tet <y : Su
L$K8S= : Kota Lama Semarang Tanggal : November 2013
N$" <$9 : <6*3 Kedalaman : 1(")0*1)"00 meter
>aya Normal P
1
3"1/- kg P
2
/"33( kg P
3
12"//. kg
Tegangan Normal n1
0"10
kg51m
2
n2
0"21
kg51m
2
n3
0"(1
kg51m
2
#ial Tegangan #ial Tegangan #ial Tegangan
9eading >eer 1
9eading >eer 2
9eading >eer 3
0"112 0"1(2 0"1)2
,ontoh #iameter /"2)/ 1m Tinggi : 2"00 1m Lua : 30"-2 1m
2
8lat Kalibrai Proving 9ing : 0"312
6ail 1 ? 0"10- kg51m
2
? /".2
o
Keterangan :
n : Tegangan Normal
: Tegangan >eer
11"00 1("00 1)"00
0"000
0"200
0"(00
0"/00
0".00
1"000
1"200
1"(00
1"/00
1".00
2"000
0"000 0"100 0"200 0"300 0"(00 0")00
(
Tegangan Geser)

km/cm
2
(Tegangan Normal)
n
km/ cm
2
1ari data data yang diperoleh dari uji geser langsung diatas, hasil dari kuat
geser langsung sample B345 kedalaman $6,=m4$=m adalah 0,$0* kg>cm
(
dan
sudut geser dalamnya adalah ),H(
0
56
".% Uji Atter(erg
".%.1 .ore BH61 kedala'an ":%6%'
Project : Penyelidikan Tanah di Ngawi Jawa Timur
Location : Ngawi Jawa Timur
Date : Nov*13
Test By : Su
.a/01e N2/3er : <6*1
De0t4 : (")0*)"00 @eter
Li52id Li/it Deter/ination
.a/01e No 1 & " !
@oiture 1an and lid number < 3 < 2 < ) < -
@1?@a o% em!ty3 1lean 1an 2 lid &gram' 1("-. 1("01 12"(2 1)"23
@1m?@a o% 1an3 lid3 and moit oil &gram' (3".- (."+1 3.".3 (/"3-
@1d?@a o% 1an3 lid3 and dry oil &gram' 3("(/ 3+"33 32"02 3."/.
@?@a o% oil olid &gram' 1+"/. 2)"32 1+"/0 23"()
@w?@a o% !ore water &gram' +"(1 +"). /".1 -"/+
w?0ater 1ontent3 w4 (-".2 3-".( 3("-( 32"-+
No" o% dro! &N' 3"00 1."00 23"00 3-"00
P1astic Li/it Deter/ination
.a/01e No 1 & "
@oiture 1an and lid number 8 () 812 < 20
@1?@a o% em!ty3 1lean 1an 2 lid &gram' 1("+( 1)"22 1("1+
@1m?@a o% 1an3 lid3 and moit oil &gram' 20"/1 1."-2 1-"3)
@1d?@a o% 1an3 lid3 and dry oil &gram' 1+"3/ 1-"+2 1/"-2
@?@a o% oil olid &gram' ("(2 2"-0 2")3
@w?@a o% !ore water &gram' 1"2) 0".0 0"/3
w?0ater 1ontent3 w4 2."2. 2+"/3 2("+0
Li52id Li/its 6WL 78 9 "$
P1astic Li/its 6WP 78 9 &)#'(
Inde: P1astic 6IP 78 9 )#&(
A y
1"00 3(".0
2)"00 3(".0
A y
2)"00 3(".0
2)"00 0"00
ATTERBER, LIMIT.
20"00
30"00
(0"00
)0"00
/0"00
-0"00
.0"00
1"00 10"00 100"00
0ater ,ontent & 4 '
Number o% <low
5=
".+ Uji o'$aksi
".+.1 &a'$le TP61 -<:%61 '/
L$,8T=$N
6$L; N$ #8T; $B T;ST
S8@PL; #;PT6 @eter
SAMPLE NO 1 2 3 4 5
Weight Of Wet Soil (gr)
In Water Content (%)
Water Added (cc)
Water Added (%)
DENSITY DETERMINATION
Weight Of Sample + Mold (gr)
Weight Of Mold (gr)
Volume Of Mold (cm3)
Weight Of Wet Soil (gr)
Wet en!it" &gr51m
3
'
r" en!it" &gr51m
3
'
WATER CONTENT
A#$ A## C3% C#& C%' C( C3) C' C%$ C%
Weight Of Wet Soil + *are (gr) .."23 .-"+1 --"// -2"+) 101"(- +."01 -2"13 -0"+/ +0"1. 10/"+)
Weight Of r" Soil + *are (gr) -0"02 /-"(- /("(2 /0"+1 .-"2/ .("(3 /1"3+ /0"3- -3"/2 ./"23
Weight Of *are (gr) 1("+/ /"13 )"(( )"(0 )"/1 )"3/ )"(+ )"33 )"(0 )"(0
Weight Of Water (gr) #$+%# %&+'' #3+%' #%+&' #'+%# #3+)$ #&+,' #&+)- #(+)( %&+,%
Weight Of r" Soil (gr) ))"0/ /1"3( )."+. ))")1 .1"/) -+"0- ))"+0 ))"0( /."22 .0".3
Water Content (%) 33"0- 33"32 22"() 21"/+ 1-"(0 1-"1- 1+"21 1+"2( 2("2- 2)"/3
Water Content (%)
+
.ero Air Void (%)
COMPACTION CURVE
DATA COMPACTION CURVE
33+%& #+3$) &+&&
%%+&, #+)(# &+&&
#,+%- #+'%( &+&&
#-+%3 #+)'- &+&&
%'+-) #+))( &+&&
95 %DRY DENSITY
0"00 0"00 #+3&%
100"00 1000"00 #+3&%
DRY DENSITY
&+&&& #+3,#
#&&+&&& #+3,#
W OPTIMUM
%,+-)& 0"000
%,+-)& #+3,#
WATER CONTENT (%)
Compaction Methode Ma/imum r" en!it" (gr0cm3)
Specific 1ra2it" -) % Ma/imum r" en!it" (gr0cm3)
Optimum Water Content (%)
(+3&
33--3
%3&%-
1#')"
1#!&'
#3,''
Can no
""#&( &&#()
1"3-1
1.302
&+&&& &+&&& &+&&&
&)#%$(
&+&&&
*+#$&
#3$3(
1#*!)
1#$!%
&+&&&
1#%!!
&!#%$
#3),-
1)#&% 1%#&"
1#$$'
-''
33./)
%3&%-
-''
33/0+
%3&%-
-''
1#*!$
1#"*$
33.2.
%3&%-
-''
#3,--
1#%($
1#$'1
33--1
2302+
November 2013
Su
(+3&
+((
#3,'#
')&
%3
%&&&
'&&
COMPACTION TEST
Penye1idi;an Tana4 di Rand2sono Na<i =a<a Ti/2r
Ngawi Jawa Timur
TP*1
%&&&
(&&
0")0*1"00 T;ST;# <:
(+3&
2000
3&
%&&&
%&
%&&&
3)&
#$
3&&
#)
(+3& (+3&
1"00
1"10
1"20
1"30
1"(0
1")0
1. 20 22 2( 2/ 2. 30 32 3( 3/ 3. (0
DR> DEN.IT> 6

d8 r?c/"
5)
".+.2 &a'$le TP62 -<:%61 '/
L$,8T=$N
6$L; N$ #8T; $B T;ST
S8@PL; #;PT6 @eter
SAMPLE NO 1 2 3 4 5
Weight Of Wet Soil (gr)
In Water Content (%)
Water Added (cc)
Water Added (%)
DENSITY DETERMINATION
Weight Of Sample + Mold (gr)
Weight Of Mold (gr)
Volume Of Mold (cm3)
Weight Of Wet Soil (gr)
Wet en!it" &gr51m
3
'
r" en!it" &gr51m
3
'
WATER CONTENT
C#( C#, C- C3& C%& A( A#& A#% A%% A(
Weight Of Wet Soil + *are (gr) 133"2. 103"0) .2"01 +3"23 130"(1 .2"32 )."2/ )1"+2 /+"(3 ))"+1
Weight Of r" Soil + *are (gr) 110"+1 ./"3) -1"/. .1"2+ 110"++ -2"01 )1".. (/"3- /2"3) (+"-0
Weight Of *are (gr) )"(. )"33 )"3+ )"(2 )")3 1("00 /"1+ /"22 13".0 /"30
Weight Of Water (gr) %%+3, #(+,& #&+33 ##+-' #-+'% #&+3# (+3$ )+)) ,+&$ (+%#
Weight Of r" Soil (gr) 10)"(3 .1"02 //"2+ -)".- 10)"(/ )."01 ()"/+ (0"1) (.")) (3"(0
Water Content (%) 21"22 20"/1 1)"). 1)"-( 1."(1 1-"-- 13"+/ 13".2 1("). 1("31
Water Content (%)
+
.ero Air Void (%)
COMPACTIONCURVE
DATA COMPACTIONCURVE
%&+-% #+(%) &+&&
#)+(( #+,%) &+&&
#$+&- #+,&& &+&&
#3+$- #+,#- &+&&
#'+') #+,%# &+&&
95 %DRY DENSITY
0"00 0"00 #+3&%
100"00 1000"00 #+3&%
DRY DENSITY
&+&&& #+3,#
#&&+&&& #+3,#
W OPTIMUM
%,+-)& 0"000
%,+-)& #+3,#
WATER CONTENT (%)
Compaction Methode Ma/imum r" en!it" (gr0cm3)
Specific 1ra2it" -) % Ma/imum r" en!it" (gr0cm3)
Optimum Water Content (%)
(+3&
33.-.
%3&%-
&#((*
1#)((
#3$'$
Can no
&(#%& 1$#''
1"3-1
1.302
&+&&& &+&&& &+&&&
&)#%$(
&+&&&
*+#$&
#3$(&
1#%$*
1#)1%
&+&&&
1#%)(
1!#!$
#3$-)
1*#(% 1"#*%
1#)&1
-''
33..+
%3&%-
-''
33+2)
%3&%-
-''
1#%'$
1#'&$
33+13
%3&%-
-''
#3$$3
1#%%$
1#)&$
33..(
2302+
November 2013
Su
(+3&
+((
#3$))
%,)
#'
%&&&
3&&
COMPACTION TEST
Penye1idi;an Tana4 di Rand2sono Na<i =a<a Ti/2r
Ngawi Jawa Timur
TP*2
%&&&
'&&
0")0*1"00 T;ST;# <:
(+3&
2000
%&
%&&&
#)
%&&&
%)&
#3
3)&
#$
(+3& (+3&
1" 00
1" 10
1" 20
1" 30
1" (0
1" )0
1. 20 22 2( 2/ 2. 30 32 3( 3/ 3. (0
DR> DEN.IT> 6

d8 r?c/"
5*
BAB *
E&IMPULAN
1ari seluruh rangkaian kerja praktek yang dilakukan di P". !elimut
Bumi &dhi 'ipta !emarang, maka dapat disimpulkan sebagai berikut ,
=.$. Pekerjaan yang dilakukan adalah dalam bentuk pekerjaan laboratorium
Proyek #ota lama !emarang yang meliputi 1eskripsi 'ore BoI, uji sifat
fisik soil, uji atterberg dan Proyek Ngawi meliputi uji kompaksi (proctor).
=.(. !ampel yang digunakan dalam uji laboratorium berasal dari edung #ota
+ama !emarang dan 1aerah ngawi yang digunakan untuk penyelidikan
geoteknik dan mekanika tanah.

5H
DA>TA# PU&TAA
Ba9er, +.1. $?=?. !oil Physics. John -iley and !ons, inc , New Aork
Black, '. &. $?)=. %ethods of !oil &nalysis part.$. &m. !oc. &gron. Publ.
%adison. -isconsin , U!&.
2uroconsult. $?H?. &griculture 'omperdium 7"hird Je9ised 2dition8. 2lse9er ,
&mstredam
3ardjowigeno, !arwono. (0$0. Ilmu "anah. &kademika Presindo , Jakarta
5?
LAMPI#AN
60