Anda di halaman 1dari 27

Logam-logam Sinter

BAB VII
LOGAM-LOGAM SINTER
Logam-logam Sinter
Pokok Bahasan
Pendahuluan
Proses Powder Metallurgy
Pembuatan Serbuk
Proses pencetakan serbuk logam
Proses Sinter dan Sizing
Produk Powder Metallurgy
Logam-logam Sinter
PENDAHULUAN
Powder metallurgy adalah proses dimana sejumlah kecil
komponen dihasilkan dengan pengepresan dan sinter serbuk logam
dan serbuk keramik bersama-sama.
Contohnya; tembaga-grafit, perunggu-grafit, arang-grafit, dan
wolfram-tembaga.
Proses ini mempunyai keuntungan, ini disebabkan oleh;
Kebutuhan akan bahan serbuk berkualitas tinggi yang makin
besar.
Mengurangi ongkos pengerjaan selanjutnya.
Cara praktis untuk menghasilkan komponen yang istimewa.

Logam-logam Sinter
A. Keuntungan dan Kerugian
Keuntungan dari proses powder metallurgy ialah :
Komponen dapat dibuat sampai tingkat ukuran yang teliti
tanpa finishing.
Proses ini mampu memproduksi komponen-komponen
dengan titik cair tinggi seperti perkakas tungsten karbid.
Komposisi yang dikehendaki lebih teliti dari pada
pengecoran.
Mampu memproduksi paduan logam yang tidak dapat
bercampur dalam keadaan cair, misalnya tembaga-timah
hitam, tembaga-tungsten.
Non logam seperti grafit dapat dicampur secara merata
dalam konsentrasi tembaga.
Komponen dapat dibuat dengan sifat-sifat tanpa bentuk yang
khusus termasuk kontrol kerapatan dan tahan pakai.
Logam-logam Sinter
Kerugian dari proses powder metallurgy ialah :
Tidak ekonomis untuk produksi dalam jumlah yang kecil.
Proses terbatas untuk komponen-komponen yang ukurannya
relatif kecil.
Proses biasanya tidak sesuai untuk komponen-komponen
yang bekerja di lingkungan yang porosip.

Logam-logam Sinter
A. Produksi Serbuk
Sebelumnya serbuk-serbuk itu digiling dengan ballmill untuk
menghasilkan ukuran yang homogen.
Penggilingan bulatan-bulatan dapat dilakukan jika diperlukan.
Meskipun besi dan nikel adalah bahan yang ductile, tujuan
penggilingan adalah untuk membuat serbuk agak berlapis
yang membuatnya baik untuk diproses.
Serbuk logam lainnya dibuat dengan reduksi dari oksidanya
yang terdapat dalam bijinya.
Ballmilling kemudian digunakan untuk menghasilkan serbuk
dengan ukuran partikel yang dikehendaki.
Logam-logam Sinter
PROSES POWDER METALLURGY
Proses pembuatan produk dengan powder metallurgy
meliputi;
Pembuatan Serbuk
Proses pencetakan serbuk logam
Proses Sinter dan Sizing
Produk Powder Metallurgy

Logam-logam Sinter
Pembuatan Serbuk
Metode pembuatan serbuk dapat dilakukan
dengan;
1. Proses Sembur
2. Proses elektrolisis
3. Proses reduksi
Logam-logam Sinter
Proses Sembur
Pemuatan serbuk jenis ini,
cairan logam baik berupa besi
maupun logam nonfero
disemburkan dengan udara,
dengan air, atau dengan
nitrogen setelah dialirkan dari
cawan kemulut sembur.
Serbuk yang disemburkan
nitrogen dan udara berbentuk
bola dan mengkilap, sebaliknya
serbuk yang disemburkan air
berbentuk tak teratur.

Gambar Skematis proses
sembur cairan logam
Logam-logam Sinter
Proses elektrolisis
Cara perolehan serbuk
berlangsung berdasarkan
prinsip perolehan tembaga
elektrolit.
Dengan adanya kerapatan arus
tinggi, pada katoda tidak
terbentuk lapisan yang padat,
melainkan serbuk logam yang
lepas.
Terutama serbuk besi dan
serbuk tembaga diperoleh
dengan cara ini.

Perolehan tembaga elektrolit
Logam-logam Sinter
Proses reduksi
Proses reduksi
Oksida logam seperti Fe
2
O
3
, tungstentrioksida WO
3
dan
molibdenum trioksida MoO
3
, dipanaskan dalam lingkungan
pereduksi.
Umumnya dalam proses reduksi dipakai hidrogen. Serbuk
yang dihasilkan berbutiran relatif kasar.
Proses karbonil
Bahan karbonil merupakan senyawa logam dengan karbon
monoksida yang berbentuk cair pada suhu ruang, misalnya
karbonil besi Fe(CO)
5
dan karbonil nikel Ni(CO)
4
.
Pada suhu lebih tinggi, karbonil terurai dengan terjadinya
serbuk logam halus dengan tingkat kemurnian yang tinggi.
Logam-logam Sinter
B. Proses Mencampur Serbuk
Bila dua serbuk yang berbeda atau lebih
dicampur untuk menghasilkan paduan,
pencampuran harus homogen untuk
menghasilkan pencampuran yang sebaik-
baiknya.
Pada beberapa produk paduan diinginkan
bahwa ukuran serbuk dibuat mirip untuk
menghasilkan pencampuran yang terbaik.
Sebagai contoh bahan pelumas paraffin,
lilin atau grafit biasa digunakan untuk
membantu pencampuran yang homogen
dan akhirnya padat selama pengepresan.
Karbon tetraclorida (uap beracun)
digunakan dalam pencampuran serbuk
karbit dan cobalt secara basah dalam
memproduksi perkakas-perkakas karbid.
Partikel serbuk yang
dicampur
Logam-logam Sinter
Serbuk logam fero dan nonfero yang siap dicampur
Logam-logam Sinter
C. Pengepresan
Pengepresan merupakan operasi yang paling penting.
Komponen dalam bentuk tertentu diperoleh dengan
pemadatan serbuk dalam cetakan (die) dengan tenaga
yang cukup.
Tujuan pengepresan adalah:
Kerapatan yang diperlukan produk terpenuhi.
Terjadi deformasi plastis partikel serbuk, dengan
demikian luas kontak memberikan kekuatan.
Menghasilkan adhesi dan penempelan secara dingin.
Memungkinkan partikel akhirnya terikat bersama
selama penyinteran.
Logam-logam Sinter
Pengepresan komponen-komponen tipis
biasanya menggunakan penekan tunggal.
Sedang untuk benda-benda tebal meng-
gunakan penekan (punch) ganda.
Untuk mengepres komponen-komponen
yang bentuknya tidak teratur meng-
gunakan multiple punch.
Pengepresan-pengeprsan ini dilakukan
dengan system pneumatic atau hidroulik.
Mesin Press
Logam-logam Sinter
Gambar skematik proses pengepresan
Logam-logam Sinter
D. Sintering
Untuk perkakas-perkakas karbid sebelum sintering
yang sesungguhnya diperlukan sintering pendahuluan
(prasinter).
Maksudnya sebagai dewaxing untuk memberikan
kekuatan pada cetakan (die).
Suhu prasinter 800
O
C.
Sintering menambah kekuatan dan kekerasan bahan,
ini dapat dilakukan dengan mengontrol waktu dan
suhu sinter.
Keadaan yang dapat terjadi salama sinter adalah difusi,
rekristalisasi, dan pertumbuhan butir.
Logam-logam Sinter
Pada (a) pertikel mebuat kontak titik setempat.
Pada (b) luas kontak bertambah dan partikel menjadi merata
oleh tarikan permukaan; difusi dimulai pada boundary butir
(partikel).
Pada (c) menunjukkan ikatan mendekati sempurna. Bila kerja
mekanik dilakukan pada komponen yang telah terpadatkan,
mis, membentuk ukuran maka akan terjadi distorsi
(kerusakan) pada boundary butir, ini memungkinkan
terjadinya rekristalisasi. Beberapa logam dapat mengalami
rekristalisasi tanpa kerja mekanik.

(a) (b) (c)
Perubahan bentuk partikel selama sintering
Logam-logam Sinter
E. Sizing
Sizing adalah salah satu cara finishing komponen.
Tujuan dari sizing adalah menghilangkan bentuk
distorsi bentuk yang kecil dan menjaga komponen
dalam toleransi yang yang dikehendaki.
Bantalan bronze yang poreus adalah contoh komponen
yang disizing sebagai pengerjaan akhir.
Logam-logam Sinter
Skema Proses Powder Metallurgy

Logam-logam Sinter
F. Produk Powder Metallurgy
Perkakas pahat karbid. Ini biasanya digunakan dalam
permesinan logam, pengeboran karang, ekstrusi dsb.
Cementid oksida dan cemented carbid oksida, produk ini
biasa digunakan untuk permesinan logam seperti halnya
pahat karbid. Pahat dari bahan ini untuk permesinan logam
kecepatan sangat tinggi dimana pahat karbit tidak mampu
bekerja pada kondisi tersebut.
Komponen-komponen mobil dan mesin ringan. Beberapa
komponen seperti gear-box, suku cadang pompa, roda gigi,
cam dan komponen-komponen kecil mesin tik, mesin telex,
mesin hitung dan komputer dibuat dari logam sinter. Bahan
paduan ini dari paduan-paduan seperti besi tembaga, besi-
tembaga-karbon, besi-nikel-molibden (0,4%Ni, 0,5%Mo)
dan besi-nikel-mangan. Kekuatan bahan yang maksimum
dicapai dengan paduan besi-nikel-molibden, sedangkan
kekuatan pakai yang terbaik paduan besi-nikel-mangan.
Logam-logam Sinter
Kontak listrik. Paduan yang dipakai perak-nikel, perak-
grafit, perak-molibden, perak-tungsten, dan tembaga-
tungsten-karbid.
Bantalan bronze. Paduan yang digunakan tembaga-timah
putih-grafit. Serbuk-serbuk paduan ini menghasilkan sifat
poreus.
Komponen tahan friksi (metal ceramic) misalnya clutch-
pacing, brake-lining yang biasa digunakan untuk
pemakaian mekanik yang keras dan panas. Pemakaian yang
lain misalnya punch presses, rem traktor dan pesawat
terbang, pahat mesin bubut turret, dsb. Paduan-paduan
yang dipakai spt; Cu, Pb, Fe, Sn, grafit, dan serbuk silica
dalam bermacam-macam komposisi.
Magnit permanen. Magnit yang dibuat dengan powder
metallurgy lebih kuat dari pada dibuat dengan pengecoran.
Bahan untuk paduan ini adalah Al-Ni-Fe, dan Al-Ni-Co-Fe.
Komponen lain spt; sikat pembagi arus untuk armatur
motor dan generator DC, pengeras suara, radio
transformen, koil induksi sendiri dibuat dari paduan Ni-Fe,
ba-Fe, Zn-Fe, dan Fe.
Lanjutan Produk Powder Metallurgy
Logam-logam Sinter
Produk-Produk Powder Metallurgy
Logam-logam Sinter
Produk-Produk Powder Metallurgy
Logam-logam Sinter
Produk-Produk Powder Metallurgy
Logam-logam Sinter
Produk-Produk Powder Metallurgy
Logam-logam Sinter
Sekian dan Terima Kasih