Anda di halaman 1dari 22

EFISIENSI BANK SYARIAH (PERBANDINGAN PENDAPATAN OPERASIONAL

DAN HAK PIHAK KETIGA)


Ririn Wijayanti
1
, Driya Primasthi
2
, Novitasari
3
1
Program Studi Ekonomi Islam, Univrsitas !ra"ijaya
2
Program Studi Ekonomi Islam, Univrsitas !ra"ijaya
3
Program Studi Ekonomi Islam, Univrsitas !ra"ijaya
ABSTRAK
Efisiensi merupakan hal penting dan perlu diperhatikan agar perbankan syariah dapat
berdaya saing, berkembang dan mampu berperan secara lebih optimal bagi pembangunan
nasional. Sebagai entitas bisnis, perbankan syariah dituntut untuk senantiasa bekerja secara
efisien.Penilaian efisiensi bank syariah menjadi sangat penting, karena efisiensi merupakan
gambaran kinerja suatu perusahaan sekaligus menjadi faktor yang harus diperhatikan bank
syariah untuk bertindak rasional dalam meminimumkan tingkat risiko yang dihadapi. Tingkat
efisiensi bank syariah dapat dilihat dari laporan keuangan bank yang sudah dipublikasikan.
Pendapatan operasional bank syariah diperoleh dari keuntungan usaha-usaha yang dijalankan
oleh mudharib, dana yang dikelola mudharib (sisi financing atau penyaluran) akan
menimbulkan tingkat resiko yang tinggi karena kemungkinan kerugian usaha yang
dijalankan. Pendapatan operasional bank pada akhirnya akan didistribusikan kepada pihak
ketiga sesuai akad bagi hasil atau biasa disebut hak pihak ketiga. ak pihak ketiga
menunjukkan besaran dana yang disalurkan kepada pihak ketiga dari pendapatan operasional
bank syariah (bagian pemilik dana atas keuntungan dan kerugian hasil in!estasi bersama bank
syariah). "urnal ini akan mengkaji efisiensi #ank Syariah $andiri dari perbandingan antara
biaya operasional dan hak pihak ketiga atas bagi hasil yang terdapat dalam laporan keuangan.
Semakin tinggi hak pihak ketiga atas bagi hasil maka makin tinggi tingkat keefisienan suatu
bank syariah dan semakin tinggi kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan bank syariah
sebagai pengelola dana masyarakat, artinya tingkat efisiensi bank syariah tidak semata dilihat
berdasarkan besarnya pendapatan operasional yang diperoleh namun keefisienan bank
syariah juga dilihat dari hak yang mampu disalurkan bank syariah kepada pihak ketiga.
%ata kunci & efisiensi, bank syariah, laporan keuangan, pendapatan operasional, hak pihak
ketiga
1
LATAR BELAKANG
Perkembangan perbankan syariah di 'ndonesia saat ini semakin pesat dengan
bertambahnya jumlah unit-unit lembaga keuangan syariah di 'ndonesia, baik itu yang
beroperasi secara single-system (syariah saja atau kon!ensional saja), maupun secara dual-
system (kon!ensional-syariah). ingga saat ini, lembaga keuangan syariah yang beroperasi di
'ndonesia mencakup& #ank (mum Syariah (#(S) berjumlah )* unit, (nit (saha Syariah
(((S) berjumlah +, unit, dan #ank Pembiayaan -akyat Syariah sebanyak )./ unit. (sumber&
Statistik Perbankan Syariah #ank 'ndonesia, +*)*)
0engan perkembangan tersebut, maka tantangan perbankan syariah dalam
menjalankan akti!itasnya juga semakin besar. Perbankan syariah sebagai bagian dari struktur
perbankan di 'ndonesia, memiliki peran yang sama dengan perbankan umum kon!ensional
lainnya dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan mendorong pembangunan ekonomi
nasional yang berkesinambungan. 1leh kerenanya sangat dibutuhkan kinerja yang lebih baik
lagi oleh perbankan syariah dalam mendukung terciptanya kondisi industri perbankan yang
kuat dan memiliki daya saing yang tinggi serta memiliki ketahanan dalam menghadapi
resiko.al tersebut menuntut perbankan syariah untuk meningkatkan kinerja dalam
menjalankan usahanya. Salah satu hal yang perlu dilakukan oleh perbankan syariah dalam
menghadapi kondisi tersebut adalah berusaha meningkatkan efisiensi.
#' bahkan menekankan perbankan syariah meningkatkan efisiensi agar mampu
bersaing dengan bank syariah ari negara lain di 2SE23. 'ni untuk mengantisipasi
pelaksanaan $asyarakat Ekonomi 2SE23 mulai tahun +*)4 mendatang. "umlah penduduk
muslim banyak dan kontribusi ke perekonomian masih sangat kecil. 2rtinya peluang
bertumbuh masih lebar, peningkatan kapasitas itu akan cepat tercapai jika bank syariah
mampu menaikkan daya saing. 0i 'ndonesia bank syariah tumbuh karena permintaan
masyarakat. 0i $alaysia dan Timur Tengah perkembangannya dipaksakan negara.
2
$enurut $ulyono, Teguh P. ()///), bah5a ketika dalam situasi dan kondisi dimana
terdapat persaingan yang sangat tajam, maka sangat diperlukan berbagai upaya dalam
mengelola akti!itas perbankan yang bisa menekan biaya seefisien mungkin agar dapat
mengembangkan usaha, guna mencapai target yang diharapkan untuk dapat mempertahankan
kelangsungan usaha bank yang dikelola. 0engan tingkat efisiensi yang didapatkan
merupakan kinerja yang sangat diharapkan.
adad, $uliaman 0. (+**,), menuturkan bah5a pengukuran efisiensi di dalam dunia
perbankan merupakan salah satu indikator penting di dalam mengukur kinerja perbankan.
Pengukuran efisiensi di dalam dunia perbankan telah cukup populer digunakan dalam menilai
kinerja perbankan. Sebagaimana halnya dengan jenis perusahaan yang lain, prinsip efisiensi
ini penting untuk diperhatikan di dalam dunia perbankan.
Prinsip bagi hasil (profit sharing) merupakan karakteristik umum dan landasan dasar
bagi operasional bank syariah secara keseluruhan. #erdasarkan prinsip ini bank syariah akan
berfungsi sebagai mitra baik dengan penabung demikian juga dengan pengusaha yang
meminjam dana. 0engan penabung, bank akan bertindak sebagai mudharib (pengelola)
sementara penabung sebagai shahibul maal (penyandang dana). 2ntara keduanya diadakan
akad mudharabah yang menyatakan pembagian keuntungan masing-masing pihak. 0i sisi
lain, dengan pengusaha6peminjam dana, bank 'slam akan bertindak sebagai shahibul maal
baik yang berasal dari tabungan6 deposito6giro maupun dana bank sendiri berupa modal
pemegang saham). Sementara itu, pengusaha6peminjam akan berfungsi sebagai mudharib
(pengelola) karena melakukan usaha dengan cara memutar dan mengelola dana bank.
$eskipun demikian dalam perkembangannya para pengguna dana bank 'slam tidak saja
membatasi dirinya pada satu akad yaitu mudharabah saja. Sesuai dengan jenis dan nature
usahanya, mereka ada yang memperoleh dana dengan perkongsian, sistem jual-beli, se5a
menye5a dan lain-lain. 1leh karena itu, hubungan bank syariah dengan nasabahnya menjadi
3
sangat komplek karena tidak saja hanya berurusan dengan satu akad namun dengan berbagi
jenis akad. "adi #ank berfungsi bisa berfungsi sebagai mudharib dan shahibul maal.
Tingkat efisiensi bank syariah dapat diukur dari kinerja bank yang dapat dilihat dari
laporan keuangan bank yang sudah dipublikasikan. Pada laporan keuangan syariah tingkat
keefisienan bank syariah penulis identifikasi dari perbandingan antara pendapatan
operasional utama yang dibandingkan dengan hak bagi hasil pihak ketiga.
#
KAJIAN LITERATUR
Efisiensi
Efisiensi merupakan suatu ukuran keberhasilan yang dinilai dari segi besarnya
sumber6biaya untuk mencapai hasil dari kegiatan yang dijalankan. Pengertian efisiensi
menurut $ulyamah ()/78&,) yaitu Efisiensi merupakan suatu ukuran dalam membandingkan
rencana penggunaan masukan dengan penggunaan yang direalisasikan atau perkataam lain
penggunaan yang sebenarnya.Sedangkan pengertian efisiensi menurut SP.asibuan
()/7.9+,,-.) yang mengutip pernyataan . Emerson adalah Efisiensi adalah perbandingan
yang terbaik antara input (masukan) dan output (hasil antara keuntungan dengan sumber-
sumber yang dipergunakan), seperti halnya juga hasil optimal yang dicapai dengan
penggunaan sumber yang terbatas. 0engan kata lain hubungan antara apa yang telah
diselesaikan.
%onsep efisiensi merupakan konsep yang mendasar dan lahir dari konsep ekonomi.
$eskipun demikian, konsep mengenai efisiensi dapat didefinisikan dari berbagai sudut
pandang dan latar belakang. Pada umumnya, efisiensi dapat diarahkan kepada sebuah konsep
tentang pencapaian suatu hasil dengan penggunaan sumber daya secara optimal. 0i dalam
2di5arman 2. %arim (+**:), dibahasakan bah5a ;Efficient is doing the things right;, yang
berarti bah5a melakukan segala hal dengan cara yang tepat untuk mendapatkan hasil yang
optimal.
Efisiensi Perbankan
Perbankan sebagai salah satu lembaga keuangan yang memiliki peranan penting
dituntut untuk memiliki kinerja yang baik. Salah satu indikatornya adalah efisiensi. Tingkat
efisiensi yang dicapai merupakan cerminan dari kualitas kinerja yang baik. %emampuan
$
menghasilkan output yang maksimal dengan input yang ada, adalah merupakan ukuran
kinerja yang diharapkan.
$enurut adad, $uliaman 0. (+**,), pada saat pengukuran efisiensi dilakukan, bank
dihadapkan pada kondisi bagaimana mendapatkan tingkat output yang optimal dengan tingkat
input yang ada, atau mendapatkan tingkat input yang minimum dengan tingkat output
tertentu.
2spek penting lainnya dalam pencapaian efisiensi perbankan adalah melalui
penurunan biaya (reducing cost) dalam proses produksi. $enurut $ulyono, Teguh P. ()///)
efisiensi dalam dunia perbankan mencakup penilaian efisiensi usaha dan efisiensi biaya.
Efisiensi usaha menilai bagaimana akti!itas yang dilaksanakan oleh sebuah bank mampu
menghasilkan target yang ingin dicapai, sedangkan efisiensi biaya menilai seberapa besar
pengeluaran biaya yang digunakan oleh sebuah bank untuk melaksanakan akti!itas usahanya.
(0alam $aisyaroh Sulistyoningsih, +**:9 +))
#erger dan $ester (+**:) dalam Suseno, Priyonggo (+**79 ,4), memandang efisiensi
perbankan dapat dilihat dari dua sisi, yaitu dari sisi biaya (cost efficiency) dan dari sisi
keuntungan (profit efficiency). 0ilihat dari sisi biaya (cost efficiency), sebuah bank dinilai
dengan dibandingkan dengan bank yang memiliki biaya beroperasi terbaik (best practice
bank<s cost) yang menghasilkan output yang sama dan teknologi yang sama. Sementara dari
sisi keuntungan (profit efficiency), mengukur tingkat efisiensi dari kemampuan sebuah bank
dalam menghasilkan laba6keuntungan pada setiap unit input yang digunakan.
Bank Saria!
Pengertian bank sebagaimana tercantum dalam undang-undang republik 'ndonesia
3o. +) tahun +**7 pasal ) ayat kedua bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari
masyarakat dalam bentuk kredit dan6atau bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf
%
hidup rakyat. Sedangkan pengertian bank syariah (pasal ) ayat 8) adalah bank yang
menjalankan kegiatan usahanya brdasaarkan prinsip syariah dan menurut jenisnya terdiri atas
bank umum syariah dan bank pembiayaan syariah.
$enurut $uhammad, bank Syariah adalah bank yang akti!itasnya meninggalkan
masalah riba atau bank yang beroperasi dengan tidak mengandalkan pada bunga. #erbeda
dengan bank 'slam, bank Syariah adalah lembaga keuangan yang usaha pokoknya
memberikan pembiayaan dan jasa-jasa lainnya dalam lalu lintas pembayaran serta peredaran
uang yang pengoperasiannya disesuaikan dengan prinsip syariat 'slam.
#ank Syariah merupakan lembaga keuangan yang berfungsi memperlancar
mekanisme ekonomi di sektor riil melalui akti!itas kegiatan usaha (in!estasi, jual beli, atau
lainnya) berdasarkan prinsip syariah, yaitu aturan perjanjian berdasarkan hukum islam antara
bank dan pihak lain untuk penyimpanan dana dan atau pembiayaan kegiatan usaha, atau
kegiatan lainnya yang dinyatakan sesuai dengan nilai-nilai syariah yang bersifat makro
maupun mikro.
Pertaatmaja dan 2ntonio menjelaskan bah5a, bank Syariah adalah bank yang
beroperasi sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, yaitu bank yang tata cara beroperasinya
mengacu kepada ketentuan-ketentuan al-=uran dan hadis. al ini dapat juga diartikan sebagai
bank yang dalam operasinya itu mengikuti ketentuan-ketentuan syariah islam khususnya yang
menyangkut tata cara bermuamalat secara islam. #ank yang beroperasi pada prinsip-prinsip
syariah islam adalah tata cara itu dijauhi praktek-praktek yang dikha5atirkan mengandung
unsur-unsur riba untuk diisi dengan kegiatan-kegiatan in!estasi atas dasar bagi hasil dan
pembiayaan perdagangan. Sedangkan bank yang tata cara operasinya mengacu pada al-=uran
dan hadis adalah bank yang tata cara operasinya mengikuti suruhan dan larangan yang
tercantum dalam al-=uran dan hadis.Susilo, Triandaru dan Totok mendefinsikan bank
&
Syariah sebagai bank yang dalam akti!itasnya, baik penghimpunan dana maupun dalam
rangka penyaluran dananya memberikan dan menggunakan imbalan atas dasar prinsip syariah
yaitu jual beli dan bagi hasil.
0ari beberapa pengertian yang dikemukakan maka disimpulkan bah5a bank Syariah
adalah bank yang dalam menjalankan operasinya berdasarkan atas prinsip-prinsip syariah
yang bebas dari riba dan menggunakan prinsip jual beli serta sesuai dengan ajaran -asulullah
sa5.
La"#ran Ke$an%an
$enurut $una5ir (+**.&+) mengemukakan pengertian laporan keuangansebagai
berikut&>?aporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat
digunakan sebagai alat komunikasi antara data keuangan atau akti!itas suatu perusahaan
dengan pihak yang berkepentingan dengan data atau akti!itas dari perusahaan tersebut.;
Selanjutnya menurut arahap (+**+&8) mengemukakan bah5a&>?aporan keuangan
adalah merupakan pokok atau hasil akhir dari suatu proses akuntansi yang menjadi bahan
informasi bagi para pemakainya sebagai salah satu bahan dalam proses pengambilan
keputusan dan juga dapat menggambarkan indikator kesuksesan suatu perusahaan mencapai
tujuannya.;
Sedangkan menurut Standar 2kuntansi %euangan PS2% 3o. ) ('2'&+**.&*.)
mengemukakan bah5a&?aporan keuangan merupakan laporan periodik yang disusun menurut
prinsip-prinsip akuntansi yang diterima secara umum tentang status keuangan dari indi!idu,
sosiasi atau organisasi bisnis yang terdiri dari neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan
kuitas, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan.;
?aporan keuangan adalah suatu bagian dari proses pelaporan keuangan. ?aporan
keuangan yang lengkap biasanya meliputi& neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan
'
ekuitas (yang dapat disajikan dalam berbagai cara misalnya sebagai laporan arus kas, atau
laporan arus dana), dan catatan atas laporan keuangan.
0apat disimpulkan bah5a laporan keuangan merupakan pencatatan transaksi dan
pengikhtisaran dan pelaporan yang dapat memberikan informasi bagi pemakai. Seperti yang
kita tahu bah5a informasi adalah data yang sudah diolah sehingga berguna untuk mengambil
keputusan. 'nformasi yang tepat akan sangat berguna dalam mengambil berbagai keputusan.
Ba%i Hasi&
$enurut %arim (+**.&)/)) mengenai penjelasannya tentang bagi hasil adalah bentuk
return (perolehan kembaliannya) dari kontrak in!estasi, dari 5aktu ke 5aktu, tidak pasti dan
tidak tetap. #esar-kecilnya perolehan kembali itu bergantung pada hasil usaha yang benar-
benar terjadi. 0engan demikian, dapat dikatakan bah5a sistem bagi hasil merupakan salah
satu praktik perbankan syariah.
Sistem bagi hasil terdiri dari dua bagian, yaitu &
a. #agi untung (Profit Sharing) adalah bagi hasil yang dihitung dari pendapatan setelah
dikurangi biaya pengelolaan dana. 0alam sistem syariah pola ini dapat digunakan
untuk keperluan distribusi hasil usaha lembaga keuangan syariah9
b. #agi hasil (Revenue Sharing) adalah bagi hasil yang dihitung dari total pendapatan
pengelolaan dana. 0alam sistem syariah pola ini dapat digunakan untuk keperluan
distribusi hasil usaha lembaga keuangan syariah
$enurut Tim Pengembangan Perbankan Syariah (+**,&+:.) menyatakan bah5a, aplikasi
perbankan syariah pada umumnya, bank dapat menggunakan sistem profit sharing maupun
revenue sharing tergantung kepada kebijakan masing-masing bank untuk memilih salah satu
dari sistem yang ada. #ank-bank syariah yang ada di 'ndonesia saat ini semuanya
menggunakan perhitungan bagi hasil atas dasar revenue sharing untuk mendistribusikan bagi
(
hasil kepada para pemilik dana6pihak ketiga (deposan). $enurut @iroso (+**4&))7)
mengatakan bah5a, prinsip revenue sharing diterapkan berdasarkan pendapat dari SyafiA'
yang mengatakan bah5a mudharib tidak boleh menggunakan harta mudharabah sebagai
biaya baik dalam keadaan menetap maupun bepergian (diperjalanan) karena mudharib telah
mendapatkan bagian keuntungan maka ia tidak berhak mendapatkan sesuatu (nafkah) dari
harta itu yang pada akhirnya ia akan mendapat yang lebih besar dari bagian shahibul maal.
#eberapa hal yang perlu diperhatikan dalam distribusi hasil usaha berdasarkan prinsip
bagi hasil (revenue sharing) adalah sebagai berikut&
a) Pendapatan 1perasional (tama
$enurut @iroso (+**4&)+*) mengatakan bah5a, pendapatan operasi utama bank syariah
adalah pendapatan dari penyaluran dana pada in!estasi yang dibenarkan syariah yaitu
pendapatan penyaluran dana prinsip jual beli, bagi hasil dan prinsip ujroh. #esarnya
pendapatan yang dibagikan dalam perhitungan distribusi hasil usaha dengan prinsip bagi hasil
(revenue sharing) ini adalah pendapatan (revenue) dari pengelolaan dana (penyaluran)
sebesar porsi dana mudharabah (in!estasi tidak terikat) yang dihimpun tanpa adanya
pengurangan beban-beban yang dikeluarkan oleh bank syariah.
b) ak pihak ketiga atas bagi hasil in!estasi tidak terikat.
$enurut @iroso (+**4&)+)) mengatakan bah5a, hak pihak ketiga atas bagi hasil in!estasi
tidak terikat merupakan porsi bagi hasil dari hasil usaha (pendapatan) yang diserahkan oleh
bank syariah kepada pemilik dana mudharabah mutlaqah (in!estasi tidak terikat).
Penentuannya dilakukan dalam perhitungan distribusi hasil usaha yang sering disebut dengan
profit distribution.
c) Pendapatan operasi lainnya
$enurut @iroso (+**4&)+)) dalam bukunya mengatakan bah5a praktik dalam penyaluran
dana bank syariah mengenakan fee administrasi atas penyaluran tersebut yang besarnya
1)
disepakati antara bank sebagai pemilik dana dan debitur sebagai pengelola dana. Pendapatan
operasi lain yang diperoleh bank syariah adalah pendapatan atas kegiatan usaha bank syariah
dalam memberikan layanan jasa keuangan dan kegiatan lain yang berbasis imbalan.
d) #eban 1perasi
$enurut @iroso (+**4&)++) mengatakan bah5a, pembagian hasil usaha dengan prinsip bagi
hasil (revenue sharing) semua beban yang dikeluarkan oleh bank syariah sebagai mudharib,
baik beban untuk kepentingan bank syariah sendiri maupun untuk kepentingan pengelolaan
dana mudharabah, seperti beban tenaga kerja, beban umum dan administrasi, beban operasi
lainnya ditanggung oleh bank syariah sebagai mudharib.
Dana Pi!ak Ke'i%a
0ana pihak ketiga (simpanan) yang dijelaskan dalam (( Perbankan -' 3o. )* tahun
)//7 tentang perbankan adalah dana yang dipercayakan oleh masyarakat kepada bank
berdasarkan perjanjian penyimpanan dana dalam bentuk giro, deposito, sertifikat deposito,
tabungan, dan atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu.
$enurut %asmir dalam bukunya $anajemen Perbankan (+**+&:.), dana pihak ketiga
adalah dana yang berasal dari masyarakat luas yang merupakan sumber dana terpenting bagi
kegiatan operasional suatu bank dan merupakan ukuran keberhasilan bank jika mampu
membiayai operasionalnya dari sumber dana ini.
Sumber dana ini merupakan sumber dana terpenting bagi kegiatan operasional bank
dan merupakan ukuran keberhasilan bank jika mampu membiayai operasionalnya dari
sumber dana ini. $enurut (( Perbankan 3o. )* tahun )//7 sumber dana yang dimaksud
adalah sebagai berikut &
11
a. Biro adalah simpanan yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan
menggunakan cek, bilyet giro, sarana perintah pembayaran lainnya atau dengan cara
pemindahbukuan.
b. 0eposito adalah simpanan yang penarikannya hanya dilakukan pada 5aktu tertentu
berdasarkan perjanjian nasabah penyimpan dengan bank.
c. Tabungan adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat-
syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro, dan atau
alat lainnya yang dipersamakan dengan itu.
Hak Pi!ak Ke'i%a A'as Ba%i Hasi&
$enurut @iroso hak pihak ketiga atas bagi hasil dana syirkah temporer adalah bagian
hasil pemilik dana atas keuntungan dan kerugian hasil in!estasi bersama entitas syariah
dalam suatu periode laporan keuangan. ak pihak ketiga atas bagi hasil tidak bisa
dikelompokkan sebagai beban (ketika untung) atau pendapatan (ketika rugi), namun hak
pihak ketiga atas bagi hasil merupakan alokasi keuntungan dan kerugian kepada pemilik dana
atas in!estasi yang dilakukan bersama entitas syariah.
12
(ETODOLOGI PENELITIAN
Studi kepustakaan merupakan suatu kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari suatu
penelitian. Teori-teori yang mendasari masalah dan bidang yang akan diteliti dapat ditemukan
dengan melakukan studi kepustakaan. Selain itu seorang peneliti dapat memperoleh informasi
tentang penelitian-penelitian sejenis atau yang ada kaitannya dengan penelitiannya. 0an
penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. 0engan melakukan studi
kepustakaan, peneliti dapat memanfaatkan semua informasi dan pemikiran-pemikiran yang
rele!an dengan penelitiannya.
(ntuk melakukan studi kepustakaan, perpustakaan merupakan suatu tempat yang
tepat guna memperoleh bahan-bahan dan informasi yang rele!an untuk dikumpulkan, dibaca
dan dikaji, dicatat dan dimanfaatkan (-oth )/7:). Seorang peneliti hendaknya mengenal atau
tidak merasa asing dilingkungan perpustakaan sebab dengan mengenal situasi perpustakaan,
peneliti akan dengan mudah menemukan apa yang diperlukan. (ntuk mendapatkan informasi
yang diperlukan peneliti mengetahui sumber-sumber informasi tersebut, misalnya
kartu katalog, referensi umum dan khusus, buku-buku pedoman, buku petunjuk, laporan-
laporan penelitian, tesis, disertasi, jurnal, ensiklopedia, dan lainnya. 0engan demikian
peneliti akan memperoleh informasi dan sumber yang tepat dalam 5aktu yang tidak terlalu
lama.
0alam jurnal ini penulis penulis mengumpulkan sumber data dengan membaca dan
mempelajari teori-teori dan literaturCliteratur yang berkaitan dengan pembahasan penulis
yaitu tentang teori efisiensi bank syariah dengan menggunakan perbandingan antara
pendapatan operasional dan hak pihak ketiga atas bagi hasil. 0ata yang digunakan adalah
data sekunder, data sekunder merupakan sumber data yang diperoleh secara tidak langsung
melalui media perantara dan penulis tidak secara langsung ke lapangan untuk melakukan
13
penelitian melainkan mengolah data melalui berbagai sumber informasi kedua, seperti buku,
jurnal yang terkait. 1bjek penelitian adalah laporan keuangan (?aporan laba6rugi) #ank
Syariah $andiri pada tahun +*)+.
1#
PE(BAHASAN
1. A&$r O"erasi#na& Bank Saria!
Secara konsep oprasional lembaga keungan syariah, baik bank umum syariah (#(S),
kantor cabang syariah bank kon!ensional6unit usaha syariah (((S), bank perkreditan rakyat
syariah (#P-S), baitul maal 5at tan5il (#$T) dari alur oprasional dan konsep syariahnya
tidaklah berbeda. Dang membedakan bank umum syariah, bank perkreditan rakyat syariah
(#P-S), dan baitul mal 5at tam5il (#$T) adalah pada skalanya saja, misalnya bank umum
syariah dalam menghimpun dana dan menyalurkan dana dalam jumlah yang besar-besar,
#P-S pada jumlah yang sedang-sedang saja, serta #$T pada jumlah yang kecil dan mikro,
dimana jumlah-jumlah tersebut sangat tergantung pada besaran risiko yang ditanggung oleh
lembaga keungan syariah tersebut.
0alam penghimpunan dana bank syariah mempergunakan dua prinsip, yaitu&
a. Prinsip wadiah yad dhamanah yang diaplikasikan pada giro 5adiah dan tabungan 5adiah,
b. Prinsip mudharabah mutlaqah yang diaplikasikan pada produk deposito mudharabah dan
tabungan mudharabah.
#ank syariah juga mempunyai sumber dana lain yang berasal dari modal sendiri,
semua penghimpunan dana atau sumber dana tersebut dicampur menjadi satu yang biasa
disebut dengan pooling funds.
0ana bank syariah yang dihimpun disalurkan dengan pola-pola penyaluran dana yang
dibenarkan syariah. Secara garis besar penyaluran bank syariah dilakukan dengan tiga pola
penyaluran,yaitu&
a. Prinsip jual beli yang meliputi murabahah, salam dan istishna,
1$
b. Perinsip bagi hasil yang meliputi pembiayaan mudharabah dan pembiayaan
musyarakah,
c. Prinsip ujroh yaitu ijarah,
1leh karena dana bank syariah dicampur menjadi satu dalam bentuk pooling funds
maka dalam penyaluran tersebut tidak diketahui dengan jelas sumber dana nya dari prinsip
penghimpunan dana yang mana prinsip 5adiah atau dari prinsip mudharabah atau sumber
dana modal sendiri.
2tas penyaluran dana tersebut akan di peroleh pendapatan yaitu dalam prinsip jual
beli laEim disebut dengan margin atau keuntungan dan prinsip bagi hasil akan menghasilkan
bagi hasil usaha serta dalam prinsip ujroh akan memperoleh upah (se5a). Pendapatan dari
penyaluran dana ini disebut dengan pendapatan operasional utama yang merupakan
pendapatan yang akan dibagi hasilkan, pendapatan yang merupakan unsur perhitungan
distribusi hasil usaha.
Pendapatan yang akan dibagi-hasilkan antara pemilik dana dengan pengelola dana
adalah pendapatan dari penyaluran dana yang sumber dananya berasal dari mudharabah
mutaqlah (in!estasi tidak terikat). Pada dasarnya perhitungan distribusi hasil usaha hanya
dilakukan oleh mudharib karena sesuai dengan prinsip mudharabah bah5a mudharib diberi
kekuasaan penuh dalam mengelolah dana tanpa adanya campuran tangan shahibul maal
(pemilik dana) sehingga yang mengetahui besaran hasil usaha tersebut adalah mudharib.
1%
Singkatnya pengumpulan atau penghimpunan dana (pooling funds) yang dilakukan
oleh bank syariah terdiri dari sistem bagi hasil yang merupakan kerjasama antara bank
dengan pemodal yang biasa disebut dengan akad mudharabah dan musyarakah dimana bank
bertindak sebagai mudharib dan pemodal sebagai shahibul maal. Selain itu terdapat
pengumpulan dana oleh bank syariah dilakukan dengan prinsip syariah lainnya seperti ijaroh
dan bai (jual beli). 0alam penghimpunan dana inilah bank syariah sangat berperan sebagai
manager in!estasi dari pemilik dana yang dihimpun untuk memperoleh pendapatan atau
untuk memdapatkan bagian bagi hasil usaha. 0engan akad C akad tersebut akan didapatkan
dana yang akan disalurkan pada nasabah bank, dengan begitu bank bertindak sebagai
shahibul maal dan nasabah sebagai mudharib. %erjasama bank dengan nasabah tersebut akan
menghasilkan pendapatan atas usaha yang dijalankan mudharib, pendapatan akan dibagi
berdasarkan kesepakatan revenue sharing.
Pendapatan operasional utama yang diperoleh dari berbagai jenis keuntungan tersebut
akan dibagikan kepada pihak ketiga yaitu si pemodal (dengan asumsi bah5a bank bertindak
sebagai pihak pertama6shahibul maal dan nasabah sebagai mudharib6pihak kedua). Setelah
dibagi keuntungan sesuai dengan kesepakatan, maka keutungan yang diperoleh bank
(pendapatan hak lembaga keuangan syariah6?%S) kemudian akan ditambah oleh pendapatan
operasi lainnya dan dikurangi dengan bebanCbeban ?%S (?%S disini adalah bank syariah).
$aka akan dapat diketahui keuntungan akhir yang diterima bank syariah atau disebut dengan
pendapatan operasional bank.
1&
2. La"#ran Ke$an%an Bank Saria!
Bambaran tentang baik buruknya suatu perbankan syariah dapat di kenali melalui
kinerjanya yang tergambar dalam laporan keuangan. Tujuan laporan keuangan pada sektor
perbankan syariah adalah untuk menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan,
kinerja serta perubahan posisi keuangan aktifitas operasi perbankan yang bermanfaat dalam
pengambilan keputusan.
?aporan laba rugi merupakan laporan keuangan yang menyajikan kinerja perusahaan
yang meliputi pendapatan dan beban pada suatu rentang 5aktu tertentu. Pendapatan dan
beban yang timbul pada operasi utama dan operasi lain bank. #eban yang disajikan adalah
yang berkaitan dengan kegiatan untuk mendapatkan pendapatan.
1'
Perban)in%an Pen)a"a'an O"erasi#na& U'a*a )an Hak Pi!ak Ke'i%a
Pendapatan operasional bank syariah diperoleh dari keuntungan usaha-usaha yang
dijalankan oleh mudharib, dana yang dikelola mudharib (sisi financing atau penyaluran) akan
menimbulkan tingkat resiko yang tinggi karena kemungkinan kerugian usaha yang
dijalankan. 1leh karena itu apabila pendapatan operasional bank syariah lebih besar dari
pooling funds maka dapat dikatakan #ank Syariah $andiri mampu menimalkan resiko terkait
dengan pembiayaan yang disalurka kepada mudharib. "ika pendapatan operasional bank
besar maka dapat dipastikan mudharib juga mendapatkan pendapatan bagi hasil yang besar.
"ika dibandingkan maka pendapatan operasional utama #ank Syariah $andiri
(pendapatan yang tersedia untuk bagi hasil) adalah sebesar ..:7..8/,.+/8.,.8, bagi hasil
yang menjadi hak pemilik dana adalah )./),.4::../+.8.. dan hak bagi hasil milik bank
adalah +.88).++:.7*..:*,, memang pendapatan operasional utama lebih besar daripada hak
pihak ketiga atas bagi hasil namun hal itu mengindikasikan kemampuan bank untuk
mengelola dana yang di himpun. 0ana yang disalurkan bank syariah kepada mudharib
mempunyai tingkat resiko yang tinggi, karena kemungkinan akan kerugian. "adi apabila
pendapatan operasional bank syariah besar hal itu menunjukkan bah5a bank syariah mampu
meminimalkan resiko yang ada pada tahap financing (penyaluran).
"ika dana yang diperoleh oleh pemodal atas bagi hasil itu besar, maka mereka
(pemodal) akan menganggap bah5a bank syariah tersebut efisien, karena bisa mengolah dana
yang di in!estasikan oleh pemodal dengan baik. ak pihak ketiga itu bisa langsung dirasakan
oleh pemodal dan oleh bank. %arena hak pihak ketiga berguna bagi pemodal selaku
1(
konsumen. "ika efisiensi bank syariah hanya dilihat dari sisi pendapatan operasional maka
efisiensi tersebut hanya bisa dirasakan oleh pihak bank syariah, sedangkan hak pihak ketiga
mampu menunjukkan pembagian keuntungan antara bank syariah dengan nasabahnya atau
bisa mencerminkan keefisienan tidak hanya dari bank syariah namun juga dari sisi nasabah
yang mempercayakan dananya pada bank.
ak pihak ketiga tersebut bisa dibandingkan dengan dana pihak ketiga, jika hak pihak
ketiga yang merupakan return dari dana pihak ketiga itu lebih besar maka bisa diartikan
bah5a bank syariah tersebut efisien karena bisa mengolah dana dari pemodal dengan baik
dan kemampuan bank syariah dalam menghimpun dana dari masyarakat. Semakin banyak
dana yang mampu dihimpun dari masyarakat maka menunjukkan kepercayaan masyarakat
yang tinggi terhadap perbankan syariah dalam mengelola dananya.
2)
KESI(PULAN
#erdasarkan pembahasan mengenai pendapatan operasional bank syariah dari hasil
kerjasama antara bank sebagai shahibul maal dan nasabah, maka dapat diketahui tingkat
keefisienan #ank Syariah $andiri, hal tersebut dapat dilihat dari semakin besar pendapatan
opersional, maka akan semakin besar perolehan hak pihak ketiga. Pendapatan operasional
yang besar akan ?aporan keuangan bank syariah mampu menunjukkan keefisienan bank
tersebut. %eefisienan dilihat dari laporan laba rugi jika pendapatan operasional utama lebih
besar daripada hak pihak ketiga atas bagi hasil hal itu mengindikasikan kemampuan bank
untuk mengelola dana yang di himpun. 0ana yang disalurkan bank syariah kepada mudharib
mempunyai tingkat resiko yang tinggi, karena kemungkinan akan kerugian. "adi apabila
pendapatan operasional bank syariah besar hal itu menunjukkan bah5a bank syariah mampu
meminimalkan resiko yang ada pada tahap financing (penyaluran).
0ari penjelasan tersebut, perbandingan antara pendapatan operasional dengan hak
pihak ketiga adalah berbanding lurus. Dang itu berarti bah5a semakin besar pendapatan
operasional, semakin besar hak pihak ketiga.
ak pihak ketiga bisa dibandingkan dengan dana pihak ketiga, jika hak pihak ketiga
yang merupakan return dari dana pihak ketiga itu lebih besar maka bisa diartikan bah5a bank
syariah tersebut efisien karena bisa mengolah dana dari pemodal dengan baik.
21
DAFTAR PUSTAKA
(ndang-(ndang Perbankan Syariah, 555.legalitas.org diakses pada hari -abu, +*).-
*,-), pukul )/.+) @'#
http&66555.syariahmandiri.co.id6en6category6in!estor-relation6laporan-tahunan6
diakses pada hari Selasa, +*).-*,-)+
$uhammad, $anajemen #ank Syariah. +**+. Dogyakarta& (PP 2$P D%P3
%arim, 2di5arman 2. +**8. #ank 'slam. "akarta& -ajaBrafindo Persada
2ntonio, $uh. Syafi<i (+**)). 'slamic #anking& #ank Syariah, 0ari Teori ke Praktik.
Bema 'nsani F TaEkia Gendekia, "akarta.
2rifin, Hainul (+**/). 0asar-0asar $anajemen #ank Syariah. 0i!isi Penerbit
%elompok Pustaka 2l!aber, 2Ekia Publisher, Tangerang.
Skripsi 232?'S'S PE3E3T(23 P-1I'T S2-'3B P202 #$T ($'
$2%2SS2- oleh 3adia ?ana -iEaly tahun +*), (ni!ersitas asanuddin
Skripsi 2nalisis Efisiensi Perbankan Syariah di 'ndonesia Periode +**4-+*)* oleh 2rfan
Suryadi tahun +*)) (ni!ersitas asanuddin $akassar
0irektorat Perbankan Syariah (+*))). Statistik Perbankan Syariah ('slamic #anking
Statistics). http66Tim'nformasiPerbankanSyariahJbi.go.id. 0i akses -abu, +*).-*,-
), pukul )/.+) @'#
$ulyono, Teguh P. ()//4). 2nalisa ?aporan %euangan untuk Perbankan.Edisi -e!isi,
Penerbit 0jambatan, "akarta.
@iroso (+**4). Penghimpunan 0ana dan 0istribusi asil (saha #ank Syariah. Seri
Perbankan Syariah, PT Brasindo, "akarta.
22