Anda di halaman 1dari 4

66

BAB II
PERMASALAHAN

2.1 Identifikasi Masalah
Permasalahan yang timbul adalah :
1. Masih ditemukannya bayi balita dengan status gizi di bawah garis merah
(BGM) di wilayah kerja Puskesmas Beruntung Raya.
2. Partisipasi masyarakat yaitu ibu dalam kegiatan penimbangan bulanan bayi
dan balitanya secara rutin dan teratur di wilayah kerja Puskesmas Beruntung
Raya masih rendah dari target.
3. Keberhasilan penimbangan dalam kegiatan penimbangan bulanan bayi dan
balita di wilayah kerja Puskesmas Beruntung Raya masih rendah dari target.
4. Jumlah kader yang aktif belum maksimal
5. Masih terdapatnya kader yang belum terlatih/tidak mendapatkan pelatihan
(kurangnya kegiatan pembinaan/pelatihan kader posyandu khususnya dalam
mencegah terjadinya kekurangan gizi pada bayi dan balita)
6. Cakupan ASI eksklusif masih rendah.
7. Distribusi obat cacing tidak merata di beberapa sekolah

2.2 Prioritas Masalah
Untuk menentukan prioritas masalah tersebut di atas dapat ditentukan
dengan memperhitungkan mengenai :
a. Besarnya masalah (Magnitude)
Adalah besarnya pengaruh masalah terhadap derajat kesehatan
masyarakat yang mencakup seberapa banyak penduduk atau masyarakat yang
terkena dampak. Diberi skor 1 5 yaitu :
67


1. Hanya sebagian kecil masyarakat
2. Sebagian kecil masyarakat
3. Hanya sebagian besar masyarakat
4. Sebagian besar masyarakat
5. Hampir seluruh masyarakat
b. Seberapa jauh masalah dapat diselesaikan (Vunerability)
Adalah tersedianya suatu cara atau metode untuk menyelesaikan
masalah yang dihadapi. Diberi skor 1 - 2 yaitu :
1. Tidak ada cara yang efektif
2. Ada cara yang efektif
c. Derajat kepentingan diselesaikannya masalah (Importancy)
Adalah besarnya kepentingan terhadap derajat kesehatan masyarakat
apabila masalah dapat diselesaikan. Diberi skor 1 5 yaitu :
1. Tidak ada kepentingan
2. Kepentingannya sangat rendah
3. Kepentingannya cukup rendah
4. Kepentingannya cukup tinggi
5. Kepentingannya sangat tinggi
d. Biaya (cost)
Adalah biaya yang diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut relatif
rendah. Diberi skor 1 5 yaitu :
1. Tidak diperlukan biaya
2. Biaya yang diperlukan sedikit
68


3. Biaya yang diperlukan cukup banyak
4. Biaya yang diperlukan banyak
5. Biaya yang diperlukan sangat banyak
Berdasarkan faktor-faktor di atas dapat ditentukan prioritas masalah sebagai
berikut:
Tabel 2.1 Penentuan prioritas masalah

No Masalah
Kriteria
Nilai
komposit

Ranking
prioritas
M V I C M x I x V
C
1. Terdapat kasus bayi dan balita BGM 1 2 4 3 2,6 6
2. Rendahnya partisipasi masyarakat dalam
penimbangan
5 2 5 2 25 1
3. Rendahnya angka keberhasilan
penimbangan
5 2 4 2 20 2
4. Jumlah kader yang aktif belum
maksimal
4 2 4 3 10,6 3
5. Masih terdapat kader yang belum
terlatih
4 2 4 3 10,6 3
6. Cakupan ASI ekslusif masih rendah 3 2 4 3 8 4
7. Distribusi obat cacing tidak merata 3 2 2 4 3 5

Berdasarkan pembobotan masalah tersebut di atas, maka dapat diketahui prioritas
masalah yang ditetapkan ialah rendahnya partisipasi masyarakat dalam penimbangan.
2.3 Identifikasi Penyebab Masalah
Dari hasil penentuan prioritas masalah berdasarkan pembobotan tersebut
maka didapatkan permasalahan utama rendahnya partisipasi masyarakat dalam
penimbangan. Dari permasalahan tersebut kemudian di cari lagi akar masalah atau
penyebab dari masalah tersebut dengan memakai alat pemecahan masalah berupa
pohon analisis.

69


POHON MASALAH



------------------------------------------------------------------------------------ AKIBAT


------------------------------------------------------------------------------------ SEBAB








Gambar 2.1 Pohon Masalah
rendahnya partisipasi masyarakat
dalam penimbangan
Penyuluhan gizi oleh puskesmas dan kader ke
masyarakat belum terlaksana denga baik
Media
penyuluhan
kurang memadai
Kurangnya
kader yang
terlatih
Menambah
fasilitas
media
penyuluhan
Pelatihan dan
penyuluhan
kader yang
belum memadai

Rendahnya minat
masyarakat
menjadi kader
Penghargaan
terhadap kader
maih rendah

Program posyandu untuk balita
yang kurang dan tidak menarik
Kreatifitas
program
puskesmas yang
rendah untuk
menambah
program yang
menarik minat
masyarakat ke
posyandu