Anda di halaman 1dari 54

POLIMER

BAHAN KONSTRUKSI KIMIA




Pendahuluan
Kita hidup dalam era polimer.
Perkembangan ilmu kimia polimer pada hakekatnya
seiring dgn usaha manusia utk meningkatkan
Kesejahteraan hidupnya dgn memanfaatkan ilmu
kimia dan Teknologi.

Dikenal pada thn 1925. Staudinger dgn hipotesis
makromolekul thn 1955.
Teknologi polimer berkembang pesat hingga skrg

Polimer adalah salah satu bahan rekayasa
bukan logam (non-metallic material)
yang penting.
Saat ini bahan polimer telah banyak
digunakan sebagai bahan substitusi untuk
logam terutama karena sifat-sifatnya yang
ringan, tahan korosi dan kimia, dan murah,
khususnya untuk aplikasi-aplikasi pada
temperatur rendah
Hal lain yang banyak menjadi
pertimbangan adalah daya hantar listrik
dan panas yang rendah, kemampuan
untuk meredam kebisingan, warna dan
tingkat transparansi yang bervariasi,
kesesuaian desain dan manufaktur.

Polimer umumnya dikelompokkan
berdasarkan perilaku mekanik dan
struktur rantai atau molekulnya.
Bahan organik alam mulai dikenal dan
digunakan sejak tahun 1866, yaitu dengan
digunakannya polimer cellulose.
Bahan organik buatan(Synthetic polymer)
mulai dikenal tahun 1906 dengan
ditemukannya polimer Phenol Formaldehide
atau Bakelite, mengabadikan nama
penemunya L.H. Baekeland. Bakelite,
hingga saat ini masih digunakan untuk
berbagai keperluan.
Sejarah Singkat Polimer :
Kegunaan polimer
Berdasarkan kegunaannya polimer
digolongkan atas :
a. Polimer komersial (commodity polymers)
Polimer ini dihasilkan di negara berkembang,
harganya murah dan banyak dipakai dalam
kehidupan sehari hari.
Contoh : Polietilen (PE), polipropilen (PP),
polistirena (PS), polivinilklorida (PVC),
melamin formaldehid
Diagram sistematis
b. Polimer teknik (engineering polymers)
Polimer ini sebagian dihasilkan di negara
berkembang dan di negara maju.
Polimer ini cukup mahal dan canggih dengan sifat
mekanik yang unggul dan daya tahan yang lebih
baik. Polimer ini banyak dipakai dalam bidang
transportasi (mobil, truk, kapal udara), bahan
bangunan (pipa ledeng), barang-barang listrik dan
elektronik (mesin bisnis, komputer), mesin-mesin
industri dan barang-barang konsumsi
Contoh : Nylon, polikarbonat, polisulfon, poliester
c. Polimer fungsional (functional polymers)
Polimer ini dihasilkan dan dikembangkan di
negara maju dan dibuat untuk tujuan khusus
dengan produksinya dalam skala kecil
Contoh : kevlar, nomex, textura, polimer
penghantar arus dan foton, polimer peka
cahaya, membran, biopolimer
Contoh & kegunaan polimer komersial
Polimer komersial Kegunaan atau manfaat
Polietilena massa jenis
rendah(LDPE)
Polietilena massa jenis
rendah(HDPE)
Polipropilena (PP)
Poli(vinil klorida) (PVC)
Polistirena (PS)
Lapisan pengemas, isolasi kawat, dan
kabel, barang mainan, botol yang
lentur,bahan pelapis
Botol, drum, pipa, saluran, lembaran,
film, isolasi kawat dan kabel
Tali, anyaman, karpet, film
Bahan bangunan, pipa tegar, bahan
untuk lantaui, isolasi kawat dan kabel
Bahan pengemas (busa), perabotan
rumah, barang mainan
Definisi
Polimer
Molekul besar (makromolekul) yang
terbangun oleh susunan unit ulangan kimia
yang kecil, sederhana dan terikat oleh ikatan
kovalen. Unit ulangan ini biasanya setara
atau hampir setara dengan monomer yaitu
bahan awal dari polimer.
Monomer
Sebarang zat yang dapat dikonversi menjadi
suatu polimer. Untuk contoh, etilena adalah
monomer yang dapat dipolimerisasi menjadi
polietilena (lihat reaksi berikut). Asam amino
termasuk monomer juga, yang dapat
dipolimerisasi menjadi polipeptida dengan
pelepasan air
Reaksi :
polimerisasi
Monomer polimer
Contoh rangkaian monomer mjd polimer
Klasifikasi polimer
Jenis monomer :
- Homopolimer
- Kopolimer
o Kopolimer acak
o Kopolimer bergantian
o Kopolimer balok
o Kopolimer tempel
Asal atau sumbernya
1. Polimer Alam :
tumbuhan : karet alam, selulosa
hewan : wool, sutera
mineral
2. Polimer Sintetik :
Untuk sumber sintetis contohnya adalah:
Polietilena, Polivinil Klorida, polipropilen dll
Contoh polietilena
Contoh Polivinil & polipropilen
Strukur Rantai Molekul Polimer
Arsitektur polimer sangat berpengaruh
terhadap sifat-sifat dan perilakunya secara
umum.
Secara umum, polimer dapat dikelompokkan
menjadi empat jenis berdasarkan struktur
molekulnya, yaitu: (1) polimer linear (linear
polymer), (2) polimer bercabang (branched
polymer), (3) polimer berkait (cross-linked
polymer), dan (4) polimer berjejaring (network
polymer).
Derajat Kekristalan Polimer
Tidak seperti halnya logam, polimer pada
umumnya bersifat amorphous, tidak bersifat
kristalin atau memiliki keteraturan dalam
rentang cukup panjang.
Namun, polimer dapat direkayasa sehingga
strukturnya memiliki daerah kristalin, baik
pada proses sintesis maupun deformasi.
Besarnya daerah kristalin dalam polimer
dinyatakan sebagai derajat kekristalan
polimer.
Polimer dengan struktur rantai bercabang
misalnya akan memiliki derajat kekristalan
yang lebih rendah jika dibandingkan dengan
struktur tanpa cabang.
Sifat-sifat mekanik dan fisik dari polimer
sangat dipengaruhi oleh derajat
kekristalannya. Sifat-sifat mekanik yang
dipengaruhi oleh derajat kekristalan misalnya
adalah kekakuan (stiffness), kekerasan
(hardness), dan keuletan (ductility).
Sedangkan sifat-sifat fisik yang berhubungan
dengan derajat kekristalan misalnya adalah
sifat-sifat optik dan kerapatan (density) dari
polimer.
Perilaku Mekanika Polimer
Thermoplastik
Perilaku Thermoplastik Saat Dideformasi
Perilaku mekanika polimer thermoplastik
sebagai respon terhadap pembebanan
secara umum dapat dijelaskan dengan
mempelajari hubungan antara struktur
rantai molekulnya dan fenomena yang
teramati.
Perilaku mekanik dari polimer thermoplastik
secara umum dapat dikelompokkan
menjadi 3 bagian, yaitu:
(1) Perilaku Elastik, (2) Perilaku Plastik, dan
(3) Perilaku Visko-Elastik.
Pengaruh Kenaikan Temperatur dan Laju
Regangan terhadap Polimer
Thermoplastik
Tidak seperti halnya logam, polimer
umumnya tidak memiliki temperatur lebur
yang spesifik.
Polimer biasanya mengalami perubahan
sifat-sifat atau perilaku mekanik yang jelas
pada rentang temperatur tertentu yang
sangat sempit.
Temperatur di mana terjadi transisi dikenal
sebagai temperatur gelas, Tg (Glass
Temperature).
Pada temperatur gelas,thermoplastik
berubah keadaaan dan perilakunya dari
kaku, getas, padat seperti gelas menjadi
fleksibel, lunak, elastis, seperti fluida (visko-
elastik).
Besarnya titik gelas (Tg) tergantung pada
struktur rantai molekul polimer yang
umumnya sekitar 2/3 dari titik leburnya.
Hubungan antara sifat-sifat mekanik
(kekakuan) dari kenaikan temperatur serta
perubahan pada struktur rantai molekulnya

Perubahan Kekakuan dan Struktur Polimer Thermoplastik akibat
Kenaikan Temperatur.
Sifat thermal
- Termoplastik : mudah diregangkan, fleksibel,
melunak jika dipanaskan, titik leleh rendah, dpt
dibentuk ulang. Polimer Termoplastic dibagi menjadi
dua yaitu crystalin (dihasilkan melalui pendinginan
normal) dan non crystalin (dihasilkan melalui
pendinginan secara tiba-tiba).
- Cth : polietilen, PVC dll
- Termosetting : keras & rigid, tidak fleksibel,
mengeras jika dipanaskan, tdk meleleh jika
dipanaskan, tdk dpt dibentuk ulang.
Cth : bakelit, polimelamin formaldehida dll



Reaksi pembentukannya
Reaksi pembentukannya
Polimerisasi kondensasi adalah polimerisasi
yang disertai dengan pembentukan molekul
kecil (H2O, NH3).
Contoh :
Alkohol + asam ester + air
HOCH2CH2OH + HOC-(CH2)4COH + H2O


O O

Rantai molekul yang terbentuk dalam proses
polimerisasi bakelit ini lebih rigid, karena
membentuk jejaring tiga dimensi (three
dimensional network) yang kompleks.
Polimerisasi adisi
adalah polimerisasi
yang disertai dengan
pemutusan ikatan
rangkap diikuti oleh
adisi monomer.
Contoh :

n H
2
C = CH CH
2
C
Cl
Cl
H
n
polivinilklorida (PVC)
vinilklorida
Proses pembentukan polimer berlangsung
dalam 3 tahap,yaitu: (1) inisiasi, (2) adisi
atau pertumbuhan rantai, dan (3) terminasi.
Untuk memulai proses polimerisasi
ethylene, ditambahkan H2O2 sehingga
terjadi pemutusan ikatan kovalen antar
oksigen dalam molekul Hidrogen Peroksida
dan ikatan kovalen antar karbon dalam
molekul Ethylene.
Reaksi berlangsung lebih lambat,
tahap demi tahap, sehingga sering
pula disebut sebagai reaksi
pertumbuhan tahap demi tahap (step
growth reaction).
Skema dasar proses pembuatan polimer & turunannya
Ikatan-ikatan dalam Polimer
Ikatan-ikatan dalam polimer dapat
dikelompokkan menjadi dua kelompok, yaitu
ikatan primer dan ikatan sekunder.
Ikatan primer dari suatu polimer adalah
ikatan kovalen, yaitu ikatan antar atom
dengan cara memakai elektron secara
bersama-sama
Ikatan-ikatan sekunder yang penting di dalam
polimer misalnya adalah ikatan Van der
Waals,ikatan Hidrogen, dan ikatan Ionik.
Ikatan primer kovalen termasuk ikatan antar
atom yang sangat kuat, jauh lebih kuat jika
dibandingkan dengan ikatan-ikatan
sekunder, 10 hingga 100 kalinya.
Polimer yang digunakan dlm kehidupan
Serat
Serat selulosa kimiawi : rayon
Serat sintetis (poliamida) dibuat oleh Dupont
1938 dgn nama nilon (nilon 66, nilon 7 dll) dan
oleh IG Farben 1939 dgn nama perlon.
Elastomer
Karet alam adalah polimer isoprena
Karet sintetis neoprena : karet stirena(permen
karet), karet selang air pompa gas


Plastik
Plastik mrpkan polimer yg dpt dicetak mjd
berbagai btk yg berbeda.

Berdasarkan kegunaan :
1. Plastik keperluan umum
2. Plastik bhn konstruksi

Perkembangan teknologi plastik modern diawali
th.1920-an, ketika material penting utk
membuat polimer diekstrak dari produk
batubara & minyak bumi.
Ex : Ethylene, yg menjadi monomer dari
polyethylene.
Plastik
Banyak digunakan
pd:
Industri kemasan
Industri elektronik
Industri otomotif
Industri tekstil
Industri mainan
Alat rumah
tangga
Alat kesehatan
dsb



Plastik
Menurut kegunaannya membuat terobosan
besar besar dalam pengemasan berbagai
macam produk seperti :

Produk makanan & minuman
Produk yg berhub. dg farmasi / obat-
obatan
Produk kosmetik
Produk bahan kimia
Produk pupuk
Produk petroleum
Produk deterjen

Kemasan Plastik
Keuntungan Kemasan Plastik
Plastik tembus pandang, lebih ringan dibanding bahan
lain
Plastik memp. sifat penghalang yang baik thd
kelembaban
Plastik tahan thd sebagian besar zat kimia, tdk
beracun dialam & aman utk digunakan scr langsung
utk produk makanan, obat-obatan, dll
Plastik dpt diproses mjd berbagai bentuk (pengemas)
seperti : botol, kantong, tutup, penyimpan film, dll
Kemasan plastik tdak menimbulkan masalah
pencemaran lingkungan (sejak penggunaan
plastik dapat didaur ulang)
Plastik aman utk berbagai penggunaan, tdk mudah
robek & tdk mudah rusak kecuali akibat gesekan
Plastik dpt menekan biaya penyimpanan dan
pengangkutan, krn ringan & pengemasannya mjd lebih
sederhana
Plastik tdk mengundang pertumbuhan bakteri & dpt
disterilisasi menggunakan semua metode
konvensional
Kemasan plastik dpt anti air, anti rusak, tahan thd
tekanan & tahan korosi

Beberapa plastik yg berasal dari petroleum