Anda di halaman 1dari 53

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Remaja dalam arti adolesence (inggris) berasal dari bahasa latin
adolscere yang artinya tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa (Hurlock, 2004).
Remaja merupakan masa diantara masa kanakkanak dan dewasa. !asa remaja
adalah masa mulai ingin mengenal segala sesuatunya lebih spesi"ik. !asa
remaja dimulai dengan masa pubertas dimana terjadi perubahanperubahan
dalam diri remaja. #ada masa pubertas, akan ditandai dengan datangnya
menstruasi pada perempuan. !enstruasi adalah pelepasan dinding rahim
endometrium yang disertai dengan pendarahan yang terjadi secara berulang
setiap bulan kecuali pada saat kehamilan. !enstruasi yang berulang setiap bulan
tersebut akhirnya membentuk siklus menstruasi. !enstruasi juga bisa diartikan
keluarnya cairan secara berkala dari $agina selama masa usia produkti" (%ulia,
200&).
!emasuki masa remaja yang diawali dengan terjadinya kematangan
seksual, maka remaja akan dihadapkan pada keadaan yang memerlukan
penyesuaian untuk menerima perubahanperubahan yang terjadi. #ertumbuhan
dan perkembangan pada masa remaja sangat pesat, baik "isik maupun
psikologisnya. 'erutama remaja perempuan, karena anak perempuan akan lebih
cepat dewasa dibandingkan dengan anak lakilaki (#ro$erawati ( !isaroh,
1
200&). #erubahan biologis pubertas yang merupakan tanda akhir masa kanak
kanak, berakibat pada peningkatan pertumbuhan berat dan tinggi badan,
perubahan dalam proporsi dan bentuk tubuh, serta pencapaian kematangan
organ seksual (#apalia, 200)). #erubahan "isik dalam masa remaja lebih pesat
daripada masa kanakkanak, dan perubahan yang pesat ini menimbulkan respon
tersendiri bagi remaja berupa tingkah laku yang sangat memperhatikan bentuk
tubuhnya (Hurlock, 2004).
#erkembangan pada remaja puteri yang telah mengalami menstruasi
seperti jerawat, membesarnya pinggul serta pertambahan berat badan adalah
yang paling banyak dikeluhkan oleh remaja puteri dan menyebabkan
ketidakpuasan atas perubahan yang terjadi dalam masa pubertas remaja puteri
tersebut. #eriode gemuk pada anak perempuan dalam masa puber, biasanya
terjadi antara usia enam belas dan delapan belas tahun, bertepatan dengan
periode kemandulan remaja. #ada saat ini terjadi pertumbuhan pesat dalam
panjangnya uterus dan beratnya indung telur (Hurlock, 2004). *engan
berkembangnya media in"ormasi yang ada, sering terjadi kesalahan dalam
menilai perubahan tubuh oleh remaja puteri. 'erdapat +,,-. remaja putri puas
terhadap bentuk dan ukuran tubuhnya, sedangkan 4),4. merasa tidak puas
/etyorini (20,0).
#enelitian terbaru menyebutkan bahwa paham 0tubuh langsing itu ideal1
telah semakin meluas di berbagai negara, terutama di negaranegara yang telah
mengadakan kontak dengan media dan budaya 2arat, misalnya di %merika
/elatan, 3orea /elatan, dan 4epang (5rogan, 200)). !edia 2arat juga disebut
sebut sebagai pihak yang bertanggung jawab atas meningkatnya ketidakpuasan
2
diri terhadap tubuh dan berbagai kasus eating disorder yang sebelumnya jarang
terjadi di negaranegara tersebut (2ecker, 2004). 6aktor"aktor sosial, ekonomi,
ekologi, dan budaya memang sangat berpengaruh terhadap konsep tubuh ideal
yang dianut oleh masyarakat (2akhshi, 200)). /etiap kelompok masyarakat
memiliki standar nilai yang berbeda untuk menentukan apa yang disebut
menarik7tidak menarik, gemuk7kurus, tinggi7pendek, kuat7lemah, cantik7jelek.
3onsep tubuh ideal berkaitan juga dengan mitosmitos kecantikan yang berlaku
dalam masyarakat tersebut (8ol", 2004).
9bsesi remaja putri untuk memiliki bentuk tubuh atau tampilan "isik yang
sempurna dapat dijadikan salah satu indikasi bahwa remaja tersebut memiliki
karakteristik dari Body Dysmorphic Disorder. Body Dysmorphic Disorder (2**)
adalah gangguan mental yang diartikan sebagai keasyikan seseorang terhadap
perasaan kekurangan penampilannya (:eale dalam *a$ison 20,0). 9rangorang
pengidap Body Dysmorphic Disorder (2**) adalah mereka yang merasa
berkekurangan pada tubuh dan mem"okuskan diri hanya pada kekurangan "isik.
#enderita 2** mungkin akan mengeluhkan beberapa tampilan "isik tertentu atau
tampilan "isik secara keseluruhan, hingga tak jarang menimbulkan tekanan
psikologis yang akan mengganggu "ungsi kerja dan sosial mereka, bahkan
terkadang jika mereka sudah sampai pada titik depresi berat dan kecemasan,
mereka bisa terjangkit gangguan kecemasan lain, seperti penarikan diri dari
lingkungan sosial atau isolasi sosial. #hillips dan rekannya meneliti 200 pengidap
2** dan menemukan ;,. diantaranya mencari perawatan kosmetik,
sedangkan 2,. lainnya melakukan operasi plastik. /ebagian besar dari mereka
ternyata tetap merasa ada kekurangan dalam penampilannya (!edia <ndonesia,
3
20,,). 2anyak pasien 2** akhirnya diliputi perasaan sedih dan mereka tidak
mampu ber"ungsi secara normal. /ekitar setengah dari penderita 2** berakhir
dengan perawatan di rumah sakit dan seperempatnya mencoba melakukan
bunuh diri (6risty, 20,2).
=paya pre$enti" untuk 2** ada dua macam,yaitu dengan terapi psikologi
dan terapi "armako. 'erapi psikologi disini yang dipakai adalah >ogniti$e
2eha$iour 'herapy atau disebut >2'. #ada prinsipnya, terapi ini mempunyai
strategi untuk mencoba mengganti pola pikir yang dis"ungsional menjadi model
kogniti" yang adapti". 'erapi kogniti" ini biasanya menggunakan eksperimen
perilaku untuk menyangkal dasar pemikiran atau untuk memberikan bukti untuk
gaya berpikir yang lebih rasional. 3omponen tambahan >2' yang rele$an
dengan 2** adalah mencakup pelatihan keterampilan, keterampilan sosaial
khusus, psikoedukasi, dan role ? play peran yang mengharuskan klien untuk
meneliti dan berdebat dengan ide ? ide yang bertentangan.
#sikoedukasi adalah suatu inter$ensi yang dapat dilakukan pada indi$idu,
keluarga, dan kelompok yang "okus pada mendidik partisipannya mengenai
tantangan signi"ikan dalam hidup, membantu partisipan mengembangkan
sumbersumber dukungan dan dukungan sosial dalam menghadapi tantangan
tersebut, dan mengembangkan keterampilan koping untuk menghadapi
tantangan tersebut (5ri""ith, 200- dikutip dari 8alsh, 20,0). 'ujuan dari
psikoedukasi tidak hanya membantu proses penyembuhan klien (rehabilitasi)
tetapi juga sebagai suatu bentuk pencegahan agar klien tidak mengalami
masalah yang sama ketika harus menghadapi penyakit atau gangguan yang
sama, ataupun agar indi$idu dapat menyelsaikan tantangan yang mereka hadapi
4
sebelum menjadi gangguan (/iti, 200&). #sikoedukasi, baik indi$idu ataupun
kelompok tidak hanya memberikan in"ormasiin"ormasi penting terkait dengan
permasalahan partisipannya tetapi juga mengajarkan keterampilanketerampilan
yang dianggap penting bagi partisipannya untuk menghadapi situasi
permasalahannya (2rown, 20,,).
*atangnya masa pubertas, terutama pada remaja puteri merupakan
suatu ketakutan tersendiri atas perubahan yang dialami. !asa pubertas
membuat remaja puteri mulai mendapat pengetahuan tentang lawan jenis,
pergaulan, dan penampilan. /umber in"ormasi yang berpengaruh pada
pengetahuan remaja adalah orang tua, tenaga kesehatan, teman sebaya, media
cetak, media elektronik, dan media papan. <n"ormasi kesehatan yang salah akan
membuat mereka mempunyai persepsi yang salah pula. /ehingga diperlukan
psikoedukasi tentang perubahan ? perubahan yang terjadi saat mulai terjadinya
menstruasi untuk mencegah adanya kesalahan pola pikir pada perubahan
perubahan yang terjadi saat masa menstruasi itu sendiri agar tidak timbul
gangguan citra tubuh atau Body Dysmorphic Disorder (2**) pada remaja puteri
2erdasarkan uraian latar belakang diatas, maka peneliti tertarik untuk
melakukan penelitian tentang pengaruh psikoedukasi tentang menstruasi dengan
gambaran citra tubuh remaja puteri.
1.2 Rumusan Masalah
5
2erdasarkan latar belakang diatas, maka permasalahan yang diangkat
dalam penelitian adalah apakah ada pengaruh psikoedukasi tentang menstruasi
dengan gambaran citra tubuh remaja puteri di /!% 'aman /iswa !alang@
1.3 Tujuan Peneltan
1.3.1 Tujuan umum
!engetahui adanya pengaruh psikoedukasi tentang menstruasi dengan
gambaran citra tubuh remaja puteri di /!% 'aman /iswa !alang
1.3.2 Tujuan khusus
,. !engidenti"ikasi gambaran citra tubuh remaja putri di /!% 'aman /iswa !alang
sebelum diberikan psikoedukasi tentang menstruasi
2. !engidenti"ikasi gambaran citra tubuh remaja putri di /!% 'aman /iswa !alang
setelah diberikan psikoedukasi tentang menstruasi
;. !enganalisa pengaruh psikoedukasi tentang menstruasi dengan gambaran citra
tubuh remaja puteri di /!% 'aman /iswa !alang.
1.! Man"aat Peneltan
1.!.1 Bag Pr#"es $e%era&atanA
#enelitian ini dapat menjadi dasar pengetahuan untuk memahami adanya
pengaruh psikoedukasi tentang menstruasi dengan gambaran citra tubuh
remaja puteri serta sebagai dasar kerangka kerja pada kegiatankegiatan
klinik seperti penyuluhan dan promosi kesehatan tentang menstruasi
pada remaja puteri.
6
1.!.2 Bag Mas'arakatA
Hasil peneltian ini dapat dijadikan dasar dan acuan bagi pihak
masyarakat, khususnya orang tua sadar akan pentingnya pengaruh
psikoedukasi tentang menstruasi dengan gambaran citra tubuh remaja
puteri. /ehingga dapat diberikan upaya pre$enti" bagi remaja puteri yang
mempunyai gejala gangguan citra tubuh atau 2**.
1.!.3 Bag Penelt
,. #enelitian ini dapat menjadi dasar pengetahuan dan pendalaman
peneliti tentang psikoedukasi menstruasi dengan gambaran citra tubuh
pada remaja puteri.
2. Hasil penelitian ini dapat dipergunakan kembali pada penelitian
penelitian lainnya.
BAB II
TIN(AUAN PU)TA$A
2.1 *am+aran ,tra Tu+uh %a-a Remaja Putr
7
2.1.1 De"ns Remaja
!asa remaja adalah usia dimana indi$idu berintegrasi dengan
masyarakat dewasa, usia dimana anak tidak lagi merasa dibawah tingkat
orangorang yang lebih tua melainkan berada dalam tingkatan yang sama,
sekurangkurangnya dalam masalah hak (Hurlock, 2004). *itandai dengan
matangnya organorgan seksual yang disebut dengan pubertas sampai
terjadinya pertumbuhan "isik dan mental yang maksimal sejak usia ,22,
tahun (/arwono, 200-). *imana terjadi pacu tumbuh, timbul ciriciri seks
sekunder, tercapainya "ertilitas dan terjadi perubahanperubahan psikologik
serta kogniti" (/oetjiningsih, 2004).
2.1.2 Perkem+angan Remaja Putr
A. Perkem+angan .sk
#ertumbuhan "isik masih jauh dari sempurna pada saat masa
pubertas berakhir, dan jelas belum sepenuhnya sempurna pada akhir
awal masa remaja. 'erdapat penurunan dalam laju pertumbuhan
eksternal dan perkembangan internal yang lebih menonjol, perubahan
"isik utama pada masa puber adalah perubahan ukuran tubuh dalam
tinggi dan berat badan. #eningkatan tinggi badan yang terbesar terjadi
setelah satu tahun sesudah dimulainya masa puber. /esudahnya
pertumbuhan menurun dan berlangsung lambat sampai usia 20 atau 2,
tahun. 3arena periode pertumbuhan yang lebih lama, anak lakilaki lebih
tinggi daripada anak perempuan pada saat sudah matang . #ertambahan
berat tidak hanya karena lemak, tetapi juga karena tulang dan jaringan
otot yang bertambah besar. #ertambahan berat yang paling besar pada
8
anak perempuan terjadi sesaat sebelum dan sesudah haid. /etelah itu
pertambahan berat hanya sedikit. %ntara umur ,0 dan ,2, disekitar
permulaan terjadinya pertumbuhan pesat, anak cenderung menumpuk
lemak di perut, disekitar putting susu, di pinggul dan paha, di pipi, leher,
dan rahang. #erubahan "isik pokok yang kedua adalah perubahan
proporsi tubuh. *aerahdaerah tubuh yang tadinya terlampau kecil,
sekarang menjadi terlampau besar karena kematangan tercapai lebih
cepat di daerahdaerah tubuh yang lain. <ni tampak jelas pada hidung,
kaki, dan tangan (Hurlock, 2004).
#etunjuk pertama bahwa mekanisme reproduksi pada anak
perempuan menjadi matang adalah datangnya haid. <ni adalah permulaan
dari serangkaian pengeluaran darah, lendir, dan jaringan sel yang hancur
dari uterus secara berkala, yang akan terjadi kirakira setiap 2) hari
sampai mencapai menopause, pada akhir empat puluhan atau awal lima
puluhan tahun. #eriode haid umumnya terjadi pada jangka waktu yang
sangat tidak teratur dan lamanya berbedabeda pada tahuntahun
pertama. #eriode ini dikenal sebagai tahap kemandulan remaja. *alam
tahap ini terjadi o$ulasi atau pematangan dan pelepasan telur yang
matang dari "olikel dalam indung telur. 9leh karena itu, anak perempuan
disebut mandul (sementara). 2ahkan setelah mengalami beberapa
periode haid, masih diragukan apakah mekanisme seks sudah cukup
matang untuk pembuahan. #eriode gemuk pada anak perempuan dalam
masa puber, biasanya terjadi antara usia enam belas dan delapan belas
tahun, bertepatan dengan periode kemandulan remaja. #ada saat ini
9
terjadi pertumbuhan pesat dalam panjangnya uterus dan beratnya indung
telur (Hurlock, 2004).
B. Perkem+angan Em#s#nal
%nak lakilaki dan perempuan dikatakan sudah mencapai
kematangan emosi bila pada akhir masa remaja tidak 0meledakkan1
emosinya di hadapan orang lain melainkan menunggu saat dan tempat
yang lebih tepat untuk mengungkapkan emosinya dengan caracara yang
lebih dapat diterima. #etunjuk kematangan emosi yang lain adalah bahwa
indi$idu menilai situasi secara kritis terlebih dahulu sebelum bereaksi
secara emosional, tidak lagi bereaksi tanpa berpikir sebelumnya seperti
anakanak atau orang yang tidak matang. *engan demikian remaja
mengabaikan banyak rangsangan yang tadinya dapat menimbulkan
ledakan emosi. %khirnya, remaja yang emosinya matang memberikan
reaksi emosional yang stabil, tidak berubahubah dari satu emosi atau
suasana hati ke suasana hati yang lain, seperti dalam periode
sebelumnya (Hurlock, 2004).
#erubahanperubahan emosi yang terjadi pada diri remaja berupa
kondisi A a) /ensiti" atau peka, misalnya mudah menangis, cemas,
"rustasi, dan sebaliknya bisa tertawa tanpa alasan yang jelas. =tamanya
pada seorang remaja putri, lebihlebih sebelum menstruasi B b) !udah
bereaksi bahkan agresi" terhadap gangguan atau rangsangan luar yang
mempengaruhinya. <tulah sebabnya mudah terjadi perkelahian. /uka
mencari perhatian dan bertindak tanpa berpikir terlebih dahulu B c) %da
10
kecenderungan tidak patuh pada orang tua dan lebih senang pergi
bersama temannya daripada tinggal di rumah (8idiastuti, dkk, 200&).
,. Perkem+angan Psk#s#sal
/eorang anak pada masa adolensi awal ini harus ber"ungsi dalam
tiga arena A keluarga, teman sebaya (peer group), dan sekolah. *alam
setiap arena terdapat suatu interaksi yang kompleks dari "aktor"aktor
penentu untuk dapat ber"ungsi dengan baik. *i dalam keluarga
perkembangan yang utama pada masa adolensi awal ini akan memulai
ketidaktergantungan terhadap keluarga sehingga pada masa ini
hubungan antar keluarga yang tadinya sangat erat tampak jelas terpecah.
/eorang remaja dapat mempengaruhi kesinambungan dalam kehidupan
keluarga, misalnya dengan menuntut privacy sehingga secara tidak
langsung menyebabkan jarak antara dia dengan orang tuanya
(Carendra,dkk, 200)).
%nak remaja sebagai anak dalam perkembangannya menuju ke
masa dewasa, mengalami suatu masa perlihan yang mencakup berbagai
macam perubahan. #erubahan "isik memang jelas terlihat dari seluruh
tubuhnya yang telah berubah, mengambil ukuran dan bentuk dewasa.
#erubahan yang meliputi "isik, psikis, dan tingkah laku si remaja, terjadi
begitu cepat sehingga orang tua sering tidak dapat mengikuti timbulnya
setiap perubahan. 2agi orang tua yang dulu sudah biasa mengikuti jalan
perkembangan anaknya dan turut akti" dalam pengarahannya, sekarang
sudah tidak mudah untuk mengikuti perubahanperubahan yang silih
11
berganti. %nak yang biasanya dapat dibimbing dengan tidak banyak
kesulitan, tibatiba menunjukkan perlawanan terhadap bimbingan
orangtua. Remaja berada dalam perubahan ke masa dewasa, akan
berusaha untuk melepaskan diri dari ikatanikatan orang tua (5unarsa,
200;)
2.1.3 $#nse% Dr Remaja Putr
3onsep diri adalah a) persepsi, keyakinan, perasaan atau sikap
seseorang tentang dirinya sendiri B b) kualitas persiapan indi$idu tentang
dirinya B c) suatu sistem pemaknaan indi$idu tentang dirinya sendiri dan
pandangan orang lain tentang dirinya (Dusu", 200;). 3onsep diri
merupakan kesan (image) indi$idu mengenai karakteristik dirinya yang
mencakup karakterisitk "isik,sosial, emosi, aspirasi, dan achievement
(Hurlock, 2004). 3onsep diri terbentuk dari dua komponen yaitu komponen
kogniti" serta komponen a"ekti" B a) komponen kogniti" merupakan
penjelasan dari 0siapa saya@1 yang akan membuat gambaran objekti"
mengenai diri saya (the picture about myself) serta melahirkan citra diri
(self-image), b) komponen a"ekti" merupakan penilaian indi$idu terhadap
dirinya, penilaian tersebut akan membentuk penerimaan diri (sel"
acceptance) serta harga diri (sel"esteem) pada indi$idu (#udjijogjanti,
200;).
2.1.! *am+aran ,tra Tu+uh
12
5ambaran diri adalah sikap seseorang terhadap tubuhnya secara
sadar dan tidak sadar. /ikap tersebut mencakup persepsi dan perasaan
tentang ukuran, bentuk, "ungsi, penampilan dan potensi tubuh saat ini dan
masa lalu. *isaat seseorang lahir sampai mati, maka selama 24 jam
sehari indi$idu hidup dengan tubuhnya, sehingga setiap perubahan tubuh
akan mempengaruhi kehidupan indi$idu. <ndi$idu yang stabil, realistis dan
konsisten terhadap gambaran dirinya akan memperlihatkan kemampuan
yang mantap terhadap realisasi yang akan memacu sukses didalam
kehidupan sehingga terhindar dari rasa cemas dan meningkatkan harga
dirinya (/tuart, 200E). >itra tubuh adalah persepsi seseorang tentang
tubuh, baik secara internal maupun eksternal. #ersepsi ini mencakup
perasaan dan sikap yang ditunjukkan pada tubuh. >itra tubuh dipengaruhi
oleh pandangan pribadi tentang karakteristik dan kemampuan "isik serta
persepsi dari pandangan orang lain (#erry dan #otter, 200+).
!asa remaja adalah masa usia ketika anak menjadi lebih
berkonsentrasi pada "isik diri. perubahan tubuh yang tidak "amilier dan
"isik yang baru harus terintegrasi ke dalam konsep diri. Remaja
menghadapi kon"lik tentang apa yang mereka lihat dan apa yang mereka
pandang sebagai struktur tubuh ideal. #embentukan citra diri selama
masa remaja adalah elemen penting dalam pembentukan identitas, krisis
psikologis dimasa remaja ( 8ong, 200) ).
>itra tubuh terbagi menjadi dua komponen yaitu citra tubuh positi"
dan citra tubuh negati". >itra tubuh positi" adalah anggapan atau
gambaran seseorang tentang dirinya sendiri yang bersi"at positi".
13
=mumnya sejak anakanak orangtua mereka telah menanamkan nilai
nilai positi" ke dalam "ikiran si anak. 9rang yang mempunyai citra tubuh
positi" mempunyai semangat hidup dan semangat juang yang tinggi. <a
mempunyai citacita dan gambaran yang jelas tentang masa depanya.
!ereka merasakan dirinya penuh semangat, optimis, dan yakin pada
setiap yang dikerjakan. >itra tubuh positi" menjadi blueprint kehidupanya,
dunia seolaholah tunduk padanya, sukses demi diraih seiring dengan
perjalanan waktu. >itra tubuh negati" adalah gambaran serta anggapan
seseorang tentang dirinya sendiri yang bersi"at negati". >itra tubuh negati"
tertanam didalam diri seseorang akibat pengaruh lingkungan, orang lain
atau pengalaman masa lalu yang membekas dalam dirinya ('adabbur,
200)).
2.2 Psk#e-ukas $el#m%#k Tentang Menstruas
2.2.1 De"ns Psk#e-ukas
#sikoedukasi adalah suatu bentuk pendidikan ataupun pelatihan
terhadap seseorang dengan gangguan psikiatri yang bertujuan untuk
proses treatment dan rehabilitasi (5oldman, ,&&) dikutip dari 2ordbar (
6aridhosseini, 20,0). #sikoedukasi adalah suatu inter$ensi yang dapat
dilakukan pada indi$idu, keluarga, dan kelompok yang "okus pada mendidik
partisipannya mengenai tantangan signi"ikan dalam hidup, membantu
partisipan mengembangkan sumbersumber dukungan dan dukungan
sosial dalam menghadapi tantangan tersebut, dan mengembangkan
14
keterampilan coping untuk menghadapi tantangan tersebut. (5ri""ith, 200-
dikutip dari 8alsh, 20,0)
2.2.2 Psk#e-ukas $el#m%#k
#sikoedukasi e"ekti" jika dilakukan dalam kelompok kecil dengan
peserta & ,+ orang karena keakti"an peserta akan lebih tinggi dibanding
dengan kelompok besar (Hong dkk., 20,,B !oriss dkk., 20,,B Rowe (
6isher, 20,0B #omeroy, 2000B /edgeman, 200-). #sikoedukasi, baik
indi$idu ataupun kelompok tidak hanya memberikan in"ormasi penting
terkait dengan permasalahan partisipannya tetapi juga mengajarkan
keterampilanketerampilan yang dianggap penting bagi partisipannya untuk
menghadapi situasi permasalahannya. #sikoedukasi kelompok dapat
diterapkan pada berbagai kelompok usia dan le$el pendidikan. %sumpsi
lainnya, #F kelompok lebih menekankan pada proses belajar dan
pendidikan daripada self-awareness dan self-understanding dimana
komponen kogniti" memiliki proporsi yang lebih besar daripada komponen
a"ekti" . Camun ini tidak berarti bahwa #F sama sekali tidak menyentuh
aspek selfawareness dan self-understanding. Hal ini dikembalikan kepada
sasaran dari #F itu sendiri anakanak, remaja, dan orang dewasa di
berbagai seting. #sikoedukasi kelompok ini juga dapat terdiri dari , sesi
ataupun lebih. 2erbicara tentang psikoedukasi kelompok, sekilas tampak
serupa dengan konseling dan terapi kelompok. %kan tetapi, terdapat
perbedaanperbedaan yang perlu dihayati sebagai dasar untuk
menentukan kompetensi dan pengetahuan apa saja yang diperlukan untuk
15
mengadakan psikoedukasi kelompok, berikut tabel yang menjelaskan
perbedaan kedua kelompok (2rown, 20,,).
#sikoedukasi kelompok dapat ber$ariasi dari hanya berupa kelompok
diskusi hingga menjadi suatu kelompok self-help. 2eberapa bentuk
kelompok yang termasuk dalam #F namun memiliki setting dan konten
in"ormasi yang berbeda, misalnya task group yang bertujuan untuk
pencapaian penyelesaian tugas. Training/work group bertujuan untuk
membuat partisipannya mampu memenuhi harapan dari pekerjaannya.
Training/social skill group "okus pada pengembangan keterampilan sosial
yang bertujuan untuk pencegahan ataupun remedial. >ontohcontoh
kelompok tersebut adalah bagian kecil dari #F yang disesuaikan dengan
tujuan dan kebutuhan dari kelompok tersebut (2rown, 20,,)
2.2.3 De"ns Menstruas
!enstruasi atau haid adalah perdarahan secara periodik dan siklik
dari uterus, disertai pelepasan endometrium. 'erjadi saat lapisan dalam
rahim luruh dan keluar (#ro$erawati ( !isaroh, 200&). !enstruasi adalah
pengeluaran cairan dari $agina secara berkala selama masa usia
reprodukti". 2iasanya berlangsung selama ;E hari (Ramaiah, 200-).
!enstruasi diperkirakan terjadi setiap bulan selama masa reproduksi,
dimulai saat pubertas (menarche) dan berakhir saat menopause kecuali
selama kehamilan. /ebagai seorang perempuan, pubertas merupakan
tanda alat reproduksi wanita muda mulai bekerja. (Rosenblatt, 200E)
2.2.! )klus Menstruas
16
/iklus menstruasi diregulasi oleh hormon. Luteiniing !ormone (GH)
dan "ollicle-#timulating !ormone (6/H), yang diproduksi oleh kelenjar
hipo"isis, mencetuskan o$ulasi dan menstimulus o$arium untuk
memproduksi estrogen dan progesteron. Fstrogen dan progesteron akan
menstimulus uterus dan kelenjar payudara agar kompeten untuk
memungkinkan terjadinya pembuahan. /iklus menstruasi terdiri atas tiga
"ase yaituA "ase "olikular (sebelum telur dilepaskan), "ase o$ulasi
(pelepasan sel telur) dan "ase luteal (setelah sel telur dilepaskan)
(Rosenblatt, 200E).
/iklus menstruasi terdiri atas tiga "ase, yaitu "ase menstruasi,
proli"erasi dan sekresi. !enstruasi sangat berhubungan dengan "aktor
"aktor yang mempengaruhi o$ulasi, jika proses o$ulasi terarur maka siklus
teratur (#itkin, 200;).
5ambar 2.2 5ambaran /iklus !enstruasi pada /aluran Reproduksi
17
/umberA 'he %merican >ongress o" 9bstetricians and
5ynecologists, 20,0. The $enstrual %ycle.
6ase "olikular dimulai pada hari pertama menstruasi. #ada awal
"ase ini, endometrium tebal dan kaya akan cairan serta nutrisi yang
didesain untuk nutrisi bagi embrio. 4ika tidak ada telur yang dibuahi, le$el
estrogen dan progesteron rendah. /ehingga lapisan atas uterus yaitu
endometrium luruh dan terjadilah perdarahan menstruasi (Rosenblatt,
200E). Gama siklus menstruasi normal 2,;+ hari, biasanya 2) hari. /iklus
menetap dan teratur pada usia ,)40 tahun. Ratarata kehilangan darah
40+0 ml, dimana E0. hilang pada 4) jam pertama dan kontraksi terkuat di
244) jam pertama. (&merican %ongress of 'bstetricians and
(ynecologists) 20,0)
#ada saat yang sama, kelenjar hipo"isis meningkatkan sedikit
produksi 6/H. Hormon ini kemudian menstimulasi pertumbuhan ;;0
"olikel, tiap "olikel berisi sebuah telur. %khir "ase, biasanya hanya satu
"olikel yang berkembang, disebut "olikel de (raaf. 6olikel ini kemudian
segera memproduksi estrogen dan estrogen yang menekan produksi 6/H.
/ehingga lobus anterior hipo"isis mengeluarkan hormon gonadotropin yang
kedua, yakni GH. 6olikel de (raaf yang matang banyak mengandung
estrogen dan menyebabkan endometrium tumbuh dan berproli"erasi. #ada
beberapa re"erensi ini disebut "ase proli"erasi. 6ase "olikular sampai
proli"erasi berlangsung selama ,;,4 hari dan merupakan "ase terlama.
6ase ini menjadi pendek saat mendekati menopause. 6ase ini berakhir
tepat saat GH meningkat tibatiba. (Rosenblatt, 200E)
18
6ase o$ulasi dimulai ketika "olikel de (raaf menjadi lebih matang,
mendekati o$arium dibawah pengaruh GH. /etelah itu "olikel berkembang
dan sel telur (o$um) dilepaskan dari o$arium (o$ulasi). #ada o$ulasi ini
kadangkadang terdapat perdarahan sedikit yang merangsang peritoneum
di pel$is, sehingga timbul rasa sakit yang disebut intermenstrual pain
($ittelschmer). Cyeri dapat berlangsung selama beberapa menit sampai
beberapa jam. Cyeri dirasakan pada sisi yang sama dimana o$arium
melepaskan o$um. #enyebab nyeri masih tidak diketahui dan tidak terjadi
pada semua siklus. *isini, endometrium terus berproli"erasi membentuk
lekukanlekukan. 6ase o$ulasi biasanya berlangsung selama ,-;2 jam,
berakhir setelah pelepasan o$um. /ekitar ,2,4 jam sesudahnya, terjadi
lonjakan produksi GH yang dapat diukur dari urin. #engukuran ini sekaligus
dapat menentukan apakah seorang wanita sedang masa subur. 'elur
dapat dibuahi hanya sampai ,2 jam setelah pelepasan. #embuahan lebih
baik jika sperma ada di saluran reproduksi sebelum o$um dilepaskan.
(8iknjosastro, 200-)
6ase yang terakhir adalah "ase luteal. 6ase ini berlangsung selama
kurang lebih E,4 hari (setelah masa o$ulasi) dan berakhir sesaat sebelum
menstruasi terjadi. /esudah "olikel pecah, terbentuklah korpus luteum yang
menghasilkan peningkatan produksi progesteron. #rogesteron
menyebabkan penebalan dan pengisian endometrium dengan cairan dan
nutrisi untuk "etus. 2egitu juga pada ser$iks, mukus menebal agar sperma
atau bakteri tidak masuk ke uterus. /elain itu terjadi peningkatan suhu
tubuh selama "ase ini dan menetap sampai periode menstruasi dimulai.
19
3adar estrogen pada "ase ini, menjadi tinggi untuk menstimulasi
endometrium agar menebal. #eningkatan kadar kedua hormon tersebut
mendilatasikan duktusduktus kelenjar susu. /ehingga payudara menjadi
bengkak dan nyeri tekan (Rosenblatt, 200E).
5ambar 2., #erubahan selama /iklus !enstruasi
/umberA Rosenblatt, #eter G, 200E. $enstrual %ycle
2.2./ ,r0,r )eks )ekun-er %a-a Remaja Putr
20
a. #inggul yang membesar dan membulat sebagai akibat membesarnya
tulang pinggul dan berkembangnya lemak bawah kulit.
b. 2uah dada dan puting susu semakin tampak menonjol, dan dengan
berkembangnya kelenjar susu, payudara menjadi semakin lebih besar
dan lebih bulat lagi.
c. 'umbuhnya rambut di kemaluan, ketiak, lengan dan kaki, dan kulit
wajah. /emua rambut, kecuali rambut wajah mulamula lurus dan terang
warnanya, kemudian menjadi lebih subur, lebih kasar, lebih gelap dan
agak keriting.
d. 3ulit menjadi lebih kasar, lebih tebal, agak pucat dan lubang poripori
bertambah besar. /uara dari suara kanakkanak menjadi merdu
(melodious), suara serak dan suara yang pecah jarang sekali terjadi.
e. 3elenjar keringat lebih akti", dan kulit lebih menjadi kasar dibanding
kulit anakanak. /umbatan kelenjar lemak dapat menyebabkan jerawat.
". 3elenjar keringat di ketiak mengeluarkan banyak keringat dan baunya
menusuk sebelum dan selama masa haid.
g. 9tot semakin kuat dan semakin besar, terutama pada pertengahan dan
menjelang akhir masa puber, sehingga memberikan bentuk pada bahu,
lengan dan tungkai kaki. (%l!ighwar, 200-)
2.3 Pengaruh Psk#e-ukas -engan *am+aran ,tra Tu+uh Remaja Puter
Remaja puteri disaat memasuki masa pubertas dan telah mengalami
proses menstruasi, makan akan terjadi beberapa perubahan dalam dirinya,
21
terutama bagian tubuh. *alam masa ini pula remaja puteri akan mulai
berpikir seperti apa pendapat orang terhadap penampilan dirinya.
2agi remaja putri, penampilan merupakan hal yang sangat penting
karena dapat menunjukan seberapa diterimanya mereka didalam
lingkungan mereka. 'erlebih lagi pada masa remaja terjadi perubahan "isik
yang cukup drastis, seperti pelebaran tulang pinggul, peningkatan jumlah
lemak tubuh dan itu menyebabkan terjadinya komparasi antara bentuk tubuh
secara nyata dengan standar nilai kecantikan yang ada. (6risty, 20,0)
2anyaknya tren yang ada kini, menegaskan bahwa remaja puteri
harus tampil cantik, langsing dan berkulit putih. Hal ini bisa membawa
dampak negati" bagi remaja puteri yang tidak mendapatkan in"ormasi secara
benar tentang perubahan yang terjadi setelah mengalami masa pubertas.
#erhatian terhadap tubuh seseorang sangat kuat terjadi pada remaja
yang berusia ,2,) tahun, baik pada remaja puteri maupun remaja putera
(/antrock, 200;). %kan tetapi perhatian terhadap penampilan ini lebih cepat
terjadi pada wanita dibandingkan dengan pria (*acey ( 3enney B dalam
*a$idson ( !c>abe, 200-). Remaja puteri pada umumnya sering merasa
tidak nyaman degan dirinya dan memiliki citra tubuh yang lebih negati"
dibandingkan dengan remaja putera selama masa pubertas (2rooks ? 5unn
( #aiko"" B dalam *acey ( 3enney, 2004).
3etidakpuasan terhadap tubuhnya dapat terjadi karena perubahan
"isik yang mereka alami hal ini disebabkan dengan terjadinya pubertas, yaitu
masa atau periode singkat dalam pematangan "isik yang melibatkan
hormonal dan tubuh yang dimulai sejak awal remaja (/antrock, 200;). ), .
22
meninginkan berat badan yang ideal, E) . remaja puteri menginginkan
untuk menurunkan berat badan mereka dan hanya ,4 . remaja puteri yang
puas dengan ukuran tubuhnya (Frsele, Hertagoard ( Gights, 200;).
#erkembangan standard ideal tubuh yang terus menerus dipaparkan oleh
media berdampak bagi para wanita di berbagai belahan dunia, termasuk
<ndonesia. 'ubuh ideal yang ditunjukkan oleh media di <ndonesia saat ini,
yaitu tubuh yang langsing dan berkulit putih bersih (Hernita, 200-)
>itra diri mempunyai dua karakteristik, yaitu citra diri negati" dan citra
diri positi". >itra diri dapat terbentuk tergantung dari bagaimana remaja
tersebut menilai bentuk atau tampilan "isiknya. %da kecenderungan remaja
yang menilai tampilan "isiknya secara negati", akan memiliki citra diri yang
negati" pula, misalnya remaja yang merasa bahwa kulitnya gelap, badannya
gemuk dan tubuhnya pendek, akan memiliki potensi yang lebih besar untuk
terjadinya pembentukan citra diri yang negati", karena dengan penilaiannya
yang buruk mengenai dirinya akan mampu menggeneralisir dirinya menjadi
negati" pula. 2entuk perilakunya misalnya dengan penghindaran diri dari
lingkungan sosial, tidak percaya diri dan cenderung tertutup. Remaja akan
mencoba untuk menutupi kekurangannya tersebut dengan berbagai macam
cara, mulai dari olahraga sampai melakukan perawatan intensi" pada dokter
kecantikan, bahkan melakukan operasi, ekstrimnya. (Rama, 20,0)
3omponen dalam psikoedukasi yang paling banyak berpengaruh
adalah komponen kogniti" karena citra tubuh dipengaruhi oleh komponen
yang sama yaitu komponen kogniti" maka diharapkan dengan adanya
23
psikoedukasi kelompok ini, komponen kogniti" remaja putri berubah menjadi
positi" sehingga remaja putri dapat memperoleh citra tubuh positi".
24
BAB III
$ERAN*$A $1N)EPTUAL DAN HIP1TE)I)
3eteranganA
A2erhubungan 'idak *iteliti
25
Remaja putri
yang telah
mengalami
menstruasi
Harga Diri Citra Tuuh
!"gniti#
$si%"e&u%asi
'egati# $"siti#
!"nsep Diri
$er%emangan pa&a Remaja $utri(
1) $er%emangan #isi%
2) $er%emangan em"si"nal
3) $er%emangan psi%"s"sial
*#e%ti#
$ersepsi !eya%inan +i%ap
A*icari Hubungan *iteliti
Penjelasan $erangka $#nse%
#ada remaja puteri yang telah memasuki masa pubertas akan dimulai
dengan terjadinya menstruasi. /aat terjadi menstruasi, remaja puteri remaja
puteri akan mengalami ; perubahan yaitu perubahan "isik, perubahan emosional
dan perubahan psikososial. #erubahan ? perubahan yang terjadi tersebut akan
mempengaruhi pembentukan konsep diri pada remaja putri. 3onsep diri dibagi
menjadi persepsi, keyakinan dan sikap. 3onsep diri dibentuk oleh komponen
kogniti" dan komponen a"ekti", dimana komponen kogniti" ini akan membentuk
citra tubuh sementara komponen negati" akan membentuk harga diri. *alam
psikoedukasi lebih ditekankan pada pendidikan dan pembelajaran dimana
komponen kogniti" mempunyai proporsi yang lebih besar daripada a"ekti" dalam
proses.
3arena banyaknya trend yang berkembang dikalangan remaja seperti
tubuh yang harus langsing, wajah yang cantik dan harus berkulit putih, membuat
terjadinya kesalahan pola pikir dalam citra tubuh remaja puteri. >itra tubuh ini
terjadi karena persepsi seseorang terhadap tubuhnya. >itra tubuh dibagi menjadi
dua yaitu citra tubuh positi" dan citra tubuh negati". *engan pemberian
psikoedukasi tentang menstruasi ini, diharapkan akan mempengaruhi kogniti"
remaja puteri dalam menanggapi citra tubuhnya.
3.2 H%#tess Peneltan
26
%da pengaruh psikoedukasi tentang menstruasi terhadap gambaran citra
tubuh remaja puteri
BAB I2
MET1DE PENELITIAN
!.1. Desan Peneltan
27
*esain penelitian yang digunakan adalah !etode *re +,perimental
Design. *esain ini digunakan karena tidak ada randomisasi dalam pemilihan
sampel serta tidak dilakukan kontrol terhadap $ariabel yang berpengaruh
dalam eksperimen penelitian. /ampel penelitian diberikan tes awal (pretest)
kemudian diberikan perlakuan (psikoedukasi) dan setelah itu diberikan tes
akhir (posttest).
*am+ar !.1 3 M#-el Desan Peneltan Pre Experimental Design
4)ug'#n#5 26167
3eterangan
9,A Cilai pretest (sebelum diberikan terapi)
92A Cilai posttest (setelah diberikan terapi)
HA #erlakuan terapi psikoedukasi
!.2. P#%ulas -an )am%el
!.2.1. P#%ulas
3eseluruhan objek penelitian atau objek yang diteliti disebut populasi
penelitian atau uni$erse (Cotoatmodjo, 200+). #opulasi dari penelitian
ini adalah seluruh siswi kelas 2 di /!% 'aman /iswa !alang yang
berjumlah sebanyak ;2 siswi.
!.2.2. )am%el
28
11 8 12
/ampel adalah bagian dari populasi yang diselidiki atau diukur yang
merupakan kumpulan dari satuan atau unit in"ormasi yang mewakili
populasi (/astroasmoro ( <smael, 200E). /ampel pada penelitian ini
adalah remaja putri yang telah mengalami menstruasi di /!% 'aman
/iswa !alang .
$rtera Inklus 3
a) Remaja putri yang berusia ,+,E tahun
b) Remaja putri yang telah mengalami menstruasi
c) Remaja putri yang belum pernah mendapatkan terapi tentang
menstruasi sebelumnya
d) Remaja putri yang bersedia dan telah mendapatkan iIin dari orang
tua untuk mengikuti sesi terapi tentang menstruasi
$rtera eksklus 3
a) Remaja putri yang berusia kurang dari ,+,E tahun
b) Remaja putri yang belum mengalami menstruasi
c) Remaja putri yang pernah mendapatkan terapi tentang
menstruasi sebelumnya
d) Remaja putri yang tidak bersedia atau tidak mendapatkan iIin
dari orang tua untuk mengikuti sesi terapi tentang menstruasi
!.2.2.1. Teknk Pengam+lan )am%el 9 )am%lng
29
#engambilan sampel dilakukan dengan- non probability sampling
dengan jenis consecutive sampling .. #ada sampling ini setiap klien
yang memenuhi kriteria inklusi dimasukkan dalam penelitian sampai
kurun waktu tertentu *esember 20,; ? 4anuari 20,4. /ampel diambil
dengan sistem skrining. /ehingga dalam penelitian ini terdapat sampel
sebanyak ,+ orang.
!.3. 2ara+el Peneltan
#enelitian ini terdiri dari 2 $ariabel, yaitu A
a. :ariabel independen A #sikoedukasi tentang menstruasi
b. :ariabel dependen A 5ambaran citra tubuh pada remaja putri
!.!. L#kas -an :aktu Peneltan
!.!.1. L#kas Peneltan
Gokasi penelitian dilakukan di /!% 'aman /iswa yang terdapat di
4l. /erayu =tara Co.,4, 2unulrejo, !alang.
!.!.2. :aktu Peneltan
#roses penelitian dilakukan dari tanggal ,- *esember 20,; ? ;
4anuari 20,4.
!./. Bahan -an Alat 9 Instrumen Peneltan
*alam penelitian ini peneliti menggunakan data primer yang diperoleh
dari responden yaitu kuesioner dengan bantuan peneliti. #ertama peneliti
menyebar lembar kuesioner yang sebelumnya telah diuji $aliditas dan
30
reliabilitasnya pada siswi di /!% 'aman /iswa !alang, oleh peneliti kepada
responden yang telah bersedia untuk diteliti, kemudian terlebih dahulu
diberikan penjelasan kepada responden tentang tujuan penelitian dan
penjelasan tentang kuesioner, cara pengisiannya ditanyakan kepada
responden bila ada halhal yang tidak dimengerti. /etelah itu responden
mengisi kuesioner tersebut dengan bantuan peneliti sesuai dengan jawaban
yang telah disediakan dan dianggap benar untuk responden kemudian
peneliti mengelompokkan jawaban sesuai dengan $ariable dengan cara
tabulasi.
3uesioner dalam penelitian ini ada 2, yaitu kuesioner % dan kuesioner 2.
3uesioner % merupakan instrumen untuk mendapatkan gambaran citra tubuh
remaja putri remaja putri yang akan diisi oleh remaja putri sebelum
psikoedukasi dan setelah psikoedukasi. 3uesioner 2 merupakan instrumen
yang dipakai untuk mengukur kemampuan kogniti" remaja putri yang berisi -
pertanyaan yang akan diisi oleh peneliti selama sesi psikoedukasi.
!./.1. Uj 2al-tas $ues#ner
3uesioner yang digunakan untuk menilai gambaran citra tubuh
remaja putri di /!% 'aman /iswa oleh peneliti, sehingga perlu
dilakukan uji $aliditas sehingga dapat menunjukkan sejauh mana
tingkat ketepatan penggunaan alat ukur tersebut terhadap gejala
yang ingin diukur.
31
=ntuk mengetahui suatu instrumen dikatakan $alid, dilakukan
pengujian dengan menggunakan teknik korelasi pearson product
moment) yaitu dengan membandingkan indeks korelasi pearson
product moment dengan tara" signi"ikansi sebesar 0.0+ (+.) dan
membandingkan nilai r hasil dengan nilai r tabel. 4ika signi"ikansi
hasil korelasi kurang dari 0.0+ maka butirbutir pernyataan tersebut
dinyatakan $alid dan begitu pula sebaliknya.
!./.2. Uj Rea+ltas $ues#ner
Reliabilitas merupakan metode yang digunakan untuk mengukur
apakah suatu instrumen cukup dapat dipercaya digunakan sebagai
alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah $alid.
#engujian reliabilitas instrumen dilakukan dengan menguji skor
antara item dengan menggunakan &lpha %ronbach program
#tatistical *roduct and #ervice #olution (/#//) ,- for /indows yaitu
dengan membandingkan koe"isien alpha dengan 0,-. %pabila
koe"isien alpha (r hitung) lebih besar dari 0,- maka item tersebut
reliabel. 'etapi apabila koe"isien alpha (r hitung) lebih kecil dari 0,-
maka item tersebut tidak reliabel.
!.;. De"ns 1%eras#nal
*e"inisi operasional adalah de"inisi berdasarkan karakteristik yang diamati
dari sesuatu yang dide"inisikan tersebut, karakteristik yang diamati atau
diukur. /esuai dengan perumusan masalah yang ada maka penelitian ini
32
menggunakan dua $ariabel yaitu $ariabel independen (H) dan $ariabel
dependen (D) atau de"inisi operasional $ariabel dalam penelitian yang
dilakukan meliputi $ariabel bebas dan $ariabel terikat yang diikuti indikator
$ariabel (%rikunto, 2002).
33
Ta+el !.;. De"ns 1%eras#nal E"ekt<tas Tera% Social Skill Training 4))T7 Dalam Menngkatkan $etram%lan )#sal Pa-a
$len Is#las )#sal
N# 2ara+el De"ns
1%eras#nal
Parameter Alat Ukur Hasl Ukur )kala
,. :ariabel
dependenA
5ambaran
citra tubuh
pada remaja
puteri.
>itra tubuh pada
remaja puteri
adalah persepsi
remaja puteri
tentang tentang
tubuh, baik secara
internal maupun
eksternal.
#ersepsi ini
mencakup
perasaan dan
sikap yang
ditunjukkan pada
tubuh. >itra tubuh
dipengaruhi oleh
pandangan pribadi
remaja puteri
tentang
karakteristik dan
kemampuan "isik
5ambaran citra tubuh
mempunyai karakteristikA
>itra tubuh positi"A
,. !engenal dan mengetahui
gambaran citra tubuh
2. !engungkapkan pendapat
tentang citra tubuh
;. !enerima gambaran citra
tubuhnya
>itra tubuh negati"
,. 'idak mau menerima
keadaan tubuhnya
2. /elalu merasa orang lain
berpendapa buruk tentang
tubuhnya
Gembar
kuesioner
dengan
pertanyaan
berjumlah ;2
pertanyaan
J;2 K puas
;2-4K kurang
-+&-Kcukup
&E,2)Kpuas
9rdinal
34
yang dimilikinya
serta persepsi dari
pandangan orang
lain yang ada di
sekitarnya.
2. :ariabel
independenA
#sikoedukas
i tentang
menstruasi
3egiatan terapi
dilakukan selama
, bulan dalam +L
pertemuan,
dimana masing
masing pertemuan
membutuhkan
waktu -0 menit.
'erdapat 4 sesi
pelaksanaan, dan
, sesi dilakukan
dalam ,2L
pertemuanA
/esi ,A !engenal
menstruasi
/esi 2A
!enyebutkan
perubahan
perubahan "isik
dalam menstruasi
/esi ;A !engenal
konsep citra tubuh
!ateri psikoedukasi tentang
menstruasi meliputiA
pengertian, siklus, dan
perubahanperubahan ("isik,
emosional dan psikososial)
pada remaja puteri.
%hecklist *ilakukan psikoedukasi tentang
menstruasi
Cominal
35
/esi 4A
!engungkapkan
pendapat tentang
citra tubuh
/esi +A
!engetahui
gambaran citra
tubuh
36
!.=. Pr#se-ur Peneltan
*alam penelitian ini, pertama yang dilakukan oleh peneliti adalah
melakukan studi pendahuluan untuk menentukan populasi dan menentukan
jumlah sampel. 3emudian peneliti menyusun proposal penelitian. #eneliti
meminta persetujuan (informed consent) pada anggota keluarga remaja putri
/etelah itu, menjelaskan terlebih dahulu prosedur, tujuan serta man"aat
yang didapat dari psikoedukasi kepada responden. #sikoedukasi ini
dilakukan sebanyak +L pertemuan, dimana masingmasing pertemuan
membutuhkan waktu -0 menit. 'erdapat 4 sesi pelaksanaan dan , sesi
dilakukan dalam ,2L pertemuan. /etelah terapi dilakukan, maka akan
diukur gambaran citra tubuh remaja putri tersebut 0 post-test ). /etelah data
didapatkan maka akan dilakukan analisis data dengan uji wilco,on karena
data dalam penelitian ini termasuk data nonparametric yang berpasangan.
*an selanjutnya akan ditampilkan atau dijabarkan pada penyajian hasil
37
!.>. Pengum%ulan Data
#engumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner
*am+ar !.> Bagan )kemats Pengum%ulan Data
#rosedur pengumpulan data di /!% 'aman /iswa !alang meliputi
langkah langkah sebagai berikutA
#eneliti telah mengajukan ijin kepada 3epala /ekolah /!% 'aman /iswa
!alang untuk melakukan penelitian. /etelah mendapatkan ijin, peneliti
melakukan koordinasi guru bimbingan konseling (23) dan pihak yang
terkait dengan penelitian ini.
38
)TUDI
PENDAHULUAN
PRE 0 TE)T TERAPI P1)T 0 TE)T
)AMPEL9)UB?E$
PENELITIAN
HA)IL
P1PULA)I
#eneliti melakukan pertemuan dengan guru bimbingan konseling (23)
menjelaskan petunjuk teknis pedoman penelitian dan memohon
kesediaannya untuk bekerjasama dan mengawasi selama penelitian
berlangsung.
#eneliti menjelaskan maksud dan tujuan dari penelitian kepada
responden. #eneliti juga menyampaikan tentang jaminan kerahasiaan
atas jawaban yang diberikan dalam kuisioner dan penelitian ini tidak
berdampak negati" bagi responden.
#eneliti melakukan pre-test dengan menggunakan lembar kuesioner 2
(5ambaran >itra 'ubuh Remaja #utri). #engisian di lembar kuesioner 2
dilakukan oleh responden.
#eneliti mengumpulkan semua lembar kuesioner, memeriksa
kelengkapan dan menganalisanya.
#sikoedukasi tentang menstruasi dapat dilakukan, dengan menjelaskan
terlebih dahulu prosedurnya kepada responden. #emberian psikoedukasi
tentang menstruasi ini kepada responden dilakukan oleh peneliti sendiri
dibawah pengawasan guru bimbingan konseling (23) yang ikut serta.
/elanjutnya, sesuai waktu yang telah ditentukan peneliti bersama guru
bimbingan konseling melakukan e$aluasi terhadap hasil dari psikoedukasi
tentang menstruasi yang telah diberikan.
39
!.@. Analss Data
%nalisis data merupakan suatu proses atau analisis yang dilakukan
secara sistematis terhadap data yang telah dikumpulkan. /ecara garis
besar analisis meliputi 4 langkah. %ntara lain A
a. Pengk#reksan 4editing7
+diting dilakukan setelah pengumpulan data dilakukan. #ada
tahap editing dilakukan pemeriksaan antara lain
kelengkapan identitas responden, kesesuaian jawaban,
kelengkapan pengisian jawaban, kesalahan atau ada
tidaknya jawaban yang belum diisi, serta kesesuaian
jawaban responden dari setiap pertanyaan yang diberikan.
+. Pengk#-ean 4coding7
#ada coding ini, merupakan tahap pemberian kode pada
hasil jawaban responden untuk memudahkan pada tahap
scoring data dan pengolahan data. 3ode diberikan
berdasarkan hasil ukur yang tercantum dalam de"inisi
operasional. #emberian kode ini sangat penting bila
pengolahan dan analisis data menggunakan komputer.
c. Scoring
*ilakukan dengan memberikan skor jawaban pada $ariabel
gambaran citra tubuh remaja puteri. %dapun penilaian pada
$ariabel gambaran citra tubuh A
bila tidak pernah nilainya 0
bila jarang nilainya ,
40
bila kadangkadang nilainya 2
bila sering nilainya ;
bila selalu nilainya 4
-. Ta+ulas
*alam tahap tabulasi ini, data yang telah dimasukkan
diperiksa kembali untuk memastikan bahwa data telah
lengkap dan benarbenar bersih dari kesalahan serta siap
dilakukan analisis.
!.@.1. Analsa Data $etram%lan )#sal $len Is#las )#sal
/etelah diawali dengan empat proses diatas, kemudian dilakukan
analisis sebagai berikutA
a. =ni$ariat
#enilaian gambaran citra tubuh remaja puteri diperoleh
dari jawaban setiap pernyataan yang terdapat dalam
kuesioner. *ari skor masingmasing pernyataan tersebut
akhirnya dijumlahkan sehingga diperoleh skor total. #ada
$ariabel gambaran citra tubuh skor total tersebut
mempunyai batas inter$al antara 0 sampai ,2). 4ika
mempunyai jumlah skor antara 0 sampai ;2 maka
termasuk dalam kategori tidak puas dan diberi kode ,.
4ika jumlah skornya antara ;2 sampai -4 termasuk dalam
kategori kurang puas dan diberi kode 2. /edangkan jika
jumlah skornya -+ sampai &- maka termasuk dalam
41
kategori cukup puas dan diberi kode ;. 4ika jumlah
skornya &E sampai ,2) maka termasuk dalam kategori
puas dan diberi kode 4.
#ada analisis uni$ariat ini, untuk mengetahui gambaran
citra tubuh remaja puteri digunakan uji statistik deskripsi
"rekuensi dan disajikan dalam bentuk diagram. %nalisa ini
dilakukan dengan menggunakan aplikasi #*## 12 for
/indows.
b. 2i$ariat
#ada tahapan ini, digunakan untuk membandingkan nilai
pre-test dan post- test psikoedukasi tentang menstruasi.
=ntuk menganalisa hasil eksperimen pre-test dan post-
test one group design terhadap ada atau tidaknya
pengaruh psikoedukasi tentang menstruasi terhadap
gambaran citra tubuh remaja putri dilakukan uji statistik
wilcoLon. %nalisa data yang digunakan dalam uji hipotesis
ini digunakan karena data pada $ariabel dependen yang
dipakai merupakan data ordinal yang tergolong dalam
data kategorik. /ebelum melakukan uji statistik wilcoLon
terlebih dahulu dilakukan uji normalitas data
menggunakan #*## for windows dengan kolmogorof
smirnov untuk mengetahui distribusi data dengan bentuk
lonceng 0 bell shape ) yang tidak miring ke kanan atau ke
kiri. Hal ini perlu dilakukan karena data yang diuji dengan
uji statistik wilcoLon harus berdistribusi normal. %pabila
42
angka signi"ikansi M 0,0+ maka data berdistribusi normal.
#engujian ini menggunakan tingkat signi"ikansi (N) adalah
0,0+ dan tingkat kepercayaan &+.. 4ika probabilitas M
0,0+, maka terima H0 artinya dapat dikatakan bahwa
kedua data berasal dari populasi yang menyebar normal.
!.16. Etka Peneltan
*alam melaksanakan penelitian, peneliti mengajukan permohonan ijin
dari tempat penelitian untuk mendapatkan persetujuan, kemudian
penelitian dilakukan oleh peneliti dengan menekankan masalah etik yang
meliputi A
!.16.1. An#n'mt' 4tan%a nama7
Responden tidak perlu mencantumkan nama pada lembar untuk
mengetahui keikutsertaan responden. #eneliti cukup memberikan
kode pada lembar yang terkumpul.
!.16.2. ,#n"-entalt' 4$erahasaan7
3erahasiaan in"ormasi yang telah dikumpulkan dari responden
dijaga kerahasiaannya oleh peneliti. #enyajian atau pelaporan
hasil riset hanya terbatas pada kelompok data tertentu yang terkait
dengan masalah peneliti.
!.16.3. Bene"AenAe
Responden dan keluarga terdekat akan mendapatkan man"aat
dari penelitian ini. Responden akan mampu mengenal dan
menerapkan citra tubuh positi" dalam dirinya.
43
!.16.!. N#n Male"Aens
#enelitian dilakukan tanpa menyakiti atau melukai perasaan
responden. Responden dalam menjawab pertanyaan kuesioner
disesuaikan dengan kemampuan.
44
G%!#<R%C
>9C'9H 3=F/<9CFR B'D3 4 +#T++$
C9 #ernyataan '# 4R5 3*C52 /R5 /GG
, /aya menyukai diri saya seperti
terlihat di "oto
2 /aya dinilai menarik oleh orang lain
; /aya bangga akan bentuk tubuh saya
4 /aya terobsesi untuk berusaha
mengubah berat tubuh saya
+ /aya tidak menyukai beberapa
bagian tubuh saya
- /aya menyukai apa yang saya lihat di
cermin
E /aya berharap bisa mengubah
penampilan saya
) /aya merasa puas dengan berat
tubuh saya
& /aya harap saya dapat terlihat lebih
baik
,0 /aya selalu bertanya pendapat orang
lain tentang tubuh atau penampilan
saya
,, /aya harap penampilan saya seperti
orang lain
,2 /aya disukai teman ? teman saya
dalam berpenampilan
,; /aya kesal dengan penampilan saya
sehari hari
,4 /aya berpenampilan menarik seperti
kebanyakan orang
,+ /aya cukup senang dengan
penampilan saya
45
,- /aya merasa berat tubuh saya sesuai
dengan tinggi saya
,E /aya merasa malu karena
penampilan saya
,) /aya tertekan ketika menimbang
berat tubuh saya
,& /aya tidak bahagia karena berat
tubuh saya
20 /aya merasa penampilan membantu
saya untuk mendapatkan pacar
2, /aya berulang kali melihat ke cermin
untuk memeriksa penampilan saya
22 /aya memiliki tubuh yang bagus
2; /aya berpenampilan cantik seperti
yang saya inginkan
24 /aya selalu memperhatikan
bagaimana penampilan saya sebelum
hendak bepergian
2+ /aya terusmenerus khawatir menjadi
gemuk
2- /aya sangat sadar akan segala
perubahan dalam tubuh saya, sekecil
apapun
2E /aya menyukai pasnya baju saya
pada tubuh saya
2) /aya tidak memperdulikan apapun
yang orang lain pikirkan mengenai
penampilan saya
2& /aya mencoba menurunkan berat
badan dengan melakukan diet ketat
;0 /aya merasa cemas mengenai
bagaimana orang lain menilai
46
penampilan tubuh saya
;, /aya tidak percaya diri dengan
penampilan saya
;2 /aya merasa malu akan tubuh saya
pada kehadiran seseorang yang
spesial
,HE,$LI)T P)I$1EDU$A)I
In-kat#r )elalu
!
)erng
3
$a-ang
2
T-ak %ernah
1
, 3lien menjawab pertanyaan yang diajukan
terapis dengan benar
2 3lien mengetahui dan memahami konsep
menstruasi
; 3lien mampu menyebutkan perubahan ?
perubahan "isik yang terjadi dalam dirinya
4 3lien mampu mengenal dan mengetahui
gambaran citra tubuh
+ 3lien mengungkapkan pendapat tentang citra
tubuh
- 3lien menerima gambaran citra tubuhnya
47
48
M1DUL P)I$1EDU$A)I
PR1)EDUR PELA$)ANAAN P)I$1EDU$A)I TENTAN* MEN)TRUA)I
)es 13 Mengenal Menstruas
Tujuan3
%nggota kelompok (klien) mampuA
a. !emahami dan mengerti tentang konsep menstruasi
b. %kti" bertanya tentang menstruasi
)ettng
,. %nggota kelompok duduk dan terapis berdiri di depan layar proyektor
2. Ruangan nyaman dan tenang
Alat
,. Gaptop
2. #royektor
;. 3ertas7buku
Met#-e
!etode yang digunakan adalah ceramah dan tanya jawab
Langkah0 Langkah $egatan
%. #ersiapan
,. !embuat kontrak dengan anggota kelompok bahwa terapi akan
dilaksanakan secara berkelompok dalam +L pertemuan dalam "ormat
terapi, dimana ada + sesi pelaksanaan dan setiap sesi dilakukan
dalam ,2L pertemuan. /esi , dilakukan dalam ,L pertemuan dan
waktu pelaksanaan untuk masingmasing pertemuan selama -0
menit.
49
2. !empersiapkan alat dan tempat pertemuan.
2. #elaksanaan
,. 9rientasi
a. /alam terapeutik
,) /alam dari terapis kepada anggota kelompok
2) #erkenalan nama dan panggilan terapis
;) !empersilahkan masingmasing anggota kelompok
menyebutkan nama panggilannya secara bergiliran
b. F$aluasi7 $alidasi
,. !enanyakan perasaan anggota kelompok pada hari ini
2. !enanyakan apa yang dirasakan anggota kelompok
sekarang
c. 3ontrak A
,) !enyepakati pelaksanaan latihan ketrampilan sosial
sebanyak + (lima) sesi
2) !enyepakati sesi , yaitu mengenal konsep menstruasi dan
berdiskusi serta tanya jawab mengenai menstruasi
;) !enjelaskan tujuan pertemuan7 sesi ,A
%nggota kelompok mampu A
a. !emahami tujuan dan prosedur terapi
b. !emahami dan mengerti konsep menstruasi
c. !enyatakan harapan dalam mengikuti social skill training
4. 'erapis menjelaskan tata tertib sebagai berikutA
50
a. Gama kegiatan -0 menit untuk ,L pertemuan
b. /etiap anggota kelompok mengikuti kegiatan dari awal
sampai selesai
c. 4ika ada anggota kelompok yang akan meninggalkan
kelompok selama kegiatan harus meminta iIin kepada
terapis
d. *oa bersama setiap awal dan akhir pertemuan.
2. 3erja
,. 'erapis menjelaskan mengenai prosedur dan tujuan dari
psikoedukasi tentang menstruasi
2. 'erapis memberikan kesempatan kepada anggota kelompok
untuk menanyakan halhal yang belum jelas.
;. 'erapis menjabarkan dan memberi in"ormasi tentang menstruasi
dengan metodeA
a. 'erapis menguraikan de"inisi menstruasi, siklus
menstruasi dan perubahan "isik yang terjadi saat
menstruasi.
b. %nggota kelompok menuliskan apa yang dijabarkan oleh
terapis pada buku
c. 'erapis memberikan umpan balik dengan cara bertanya
tentang konsep menstruasi
d. %nggota kelompok mampu menjawab pertanyaan yang
diberikan oleh terapis
e. 'erapis memberikan pujian atas keberhasilan anggota
kelompok dalam menjawab pertanyaan
4. 'erapis mengidenti"ikasi pendapat tentang perasaan anggota
kelompok mengikuti terapi
51
+. 'erapis mendiskusikan dengan anggota kelompok untuk
membangun harapan positi" terhadap terapi.
;. 'erminasi
,. F$aluasi
a. !enanyakan kepada kelompok peraasaannya setelah
mengikuti terapi
b. 'erapis memberikan pujian kepada kelompok
c. !enanyakan masalah yang dihadapi selama ini
a. !enanyakan sumber pendukung yang dapat digunakan
2. Rencana tindak lanjut
!emoti$asi seluruh anggota kelompok untuk memahami dan
mendalami yang telah diajarkan di rumah dan masukkan
rencana psikoedukasi anggota kelompok dalam jadwal kegiatan
harian.
;. 3ontrak yang akan datang
a. 2ersama anggota kelompok menentukan waktu dan
tempat untuk pertemuan berikutnya
b. 2ersama anggota kelompok menyepakati topik untuk
pertemuan yang akan datang
4. *oa penutup
>. F$aluasi dan dokumentasi
a. F$aluasi proses
#ada sesi , yang die$aluasi adalah kemampuan anggota
kelompok untuk memahami materi psikoedukasi, respon
52
anggota kelompok terhadap terapis dan anggota kelompok
lain, mampu menjawab pertanyaan dari terapis, dan harapan
anggota kelompok terhadap terapi.
b. *okumentasi
53