Anda di halaman 1dari 30

REFERAT

DENGUE SYOK SINDROME


Oleh:

M. ZEN YOGA PREMANA 08310185 (UNMAL)
FIKRIAH RAHMI 09101021(ABDURRAB)
SRI WAHYUNI 09101057 (ABDURRAB)
DENI NURSEPTIADI 121001426 ( UISU)
KKS RADIOLOGI RSUD DJOELHAM
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ABDURRAB, UNMAL,UISU
2014
PEMBIMBING
Dr. JULIAMOR SINULINGGA,Sp.Rad
DEFENISI
Dengue Syok Sindrome derajat terberat dari DBD yang
terjadi karena peningkatan permeabilitas kapiler
sehingga cairan keluar dari intravaskuler ke
ekstravaskuler, sehingga terjadi penurunan volume
intravaskuler dan hipoksemia.
1

Demam Dengue (DD) dan Demam Berdarah Dengue
(DBD) disebabkan virus dengue yang termasuk kelompok
B Arthropod Borne Virus (Arboviroses) yang sekarang
dikenal sebagai genus Flavivirus, famili Flaviviridae, dan
mempunyai 4 jenis serotipe, yaitu ; DEN-1, DEN2,
DEN-3, DEN-4.

EPIDEMIOLOGI
Di Indonesia sejak
pertama ditemukan
penyakit DBD
tahun 1968 di
Surabaya dan
Jakarta
>>Pada anak-anak
Umur 4-10 tahun
>>Musim hujan
Morbiditas dan moralitas DBD status imunologi
penderita, kepadatan vektor nyamuk, transmisi virus
dengue, virilensi virus dan kondisi geografi setempat
CARA PENULARAN
Terdapat tiga faktor yang memegang peran pada
penularan infeksi dengue yaitu:
Manusia
virus dan
vektor perantara
5


PATOFISIOLOGI
MANIFESTASI KLINIS
DIAGNOSIS
A. Demam Dengue
Demam akut 2-7 hari diikuti 2 manifestasi lain:
Nyeri kepala
Nyeri retroorbital
Mialgia/artralgia
Ruam kulit
Manifestasi perdarahan (patekhie/uji tourniket (+)
leukopenia
DIAGNOSIS
kriteria DBD menurut WHO 1997 yaitu:
Demam atau riwayat demam akut, antara 2-7 hari,
biasanya bifasik
Terdapat minimal 1 dari manifestasi perdarahan
berikut :
Uji bendung positif
Petekie, ekimosis, atau purpura
Perdarahan mukosa (tersering epistaksis atau perdarahan
gusi) atau perdarahan di tempat lain
Hematemesis atau melena
Trombositopenia (jumlah trombosit < 100.000/uL)

DIAGNOSIS cont
Terdapat minimal satu dari tanda-tanda plasma
leakage (keocoran plasma) sebagai berikut :
Peningkatan hematokrit > 20% dibandingkan standar
standar sesuai dengan umur dan jenis kelamin
Penurunan hematokrit > 20% setelah mendapat terapi
cairan, dibandingkan dengan nilai hematokrit sebelumnya
Tanda kebocoran plama seperti : efusi pleura, ascites,
hipoproteinemia atau hiponatremia.
3,7


Dengue Syok Sindrome (DSS)
Seluruh kriteria diatas untuk DBD

Disertai kegagalan sirkulasi dengan manifestasi nadi
yang cepat dan lemah, tekanan darah turun (
20mmHg), hipotensi dibandingkan standar sesuai
umur, kulit dingin dan lembab serta gelisah.
3


Bagan: Klasifikasi Derajat Infeksi Virus Dengue
3

PEMERIKSAAN LABIRATORIUM
Pada pemeriksaan darah ditemukan :
Leukopenia pada akhir fase demam
Limfositosis biasanya terlihat sebelum fase syok
Hematokrit meningkat >20% (hemokonsentrasi)
Trombosit <100.000/ul (trombositopenia).
1


Perubahan metabolik :
Hiponatremi paling sering terjadi pada pasien DHF atau DSS
Asidosis metabolik ditemukan pada pasien syok dan harus
dikoreksi segera
Kadar urea nitrogen darah meninggi.
3


Kelainan koagulasi:
Masa protrombin memanjang
Masa tromboplastin parsial memanjang
Kadar fibrinogen turun dan peningkatan penghancuran
fibrinogen merupakan pertanda DIC (Disseminated
Intravascular Coagulation).
3

Pemeriksaan Fungsi hati :
Kadar transaminase sedikit meningkat
Kadar albumin rendah, dapat menjadi tanda adanya
hemokonsentrasi.
3


Pemeriksaan Radiologi
Foto rontgen thoraks (DBD derajat III/IV dan
sebagian besar derajat II) dengan posisi right lateral
decubitus kanan ditemukan adanya efusi pleura
terutama disebelah hemitoraks kanan.
Efusi bilateral bisa terjadi pada DSS.

Asites dan efusi pleura dapat dideteksi dengan
pemeriksaan USG.
4

Gambar: foto thoraks dengan efusi pleura
DIAGNOSIS BANDING
demam dengue
Campak
Influenza
demam chikungunya
malaria.
PENATALAKSANAAN
Tidak ada terapi spesifik prinsip utama:
TERAPI SUPORTIF
(Pemeliharaan Volume Cairan Sirkulasi)
PROTOKOL 1
Penanganan Tersangka DBD Dewasa Tanpa Syok
PROTOKOL 2
Pemberian cairan pada tersangka DBD dewasa di ruang rawat

PROTOKOL 3
Penatalaksanaan
DBD dengan
peningkatan
hematokrit > 20%.
PROTOKOL 4.
Penatalaksanaan
Perdarahan
Spontan pada
DBD Dewasa
PROTOKOL 5.
Tatalaksana
Sindrom Syok
pada Dewasa
KOMPLIKASI
Ensefalopati dengue
Gagal ginjal akut
Edema paru


PROGNOSIS
Prognosis tergantung pada pengenalan, pengobatan tepat dan
pemantauan ketat syok.

DBD 5% menyebabkan kematian, tetapi bila berkembang menjadi
dengue syok sindrom akan meningkatkan kematian hingga 40%.

Prognosis buruk pada koagulasi intravaskular diseminata dan sindrom
syok dengue dengan renjatan berulang atau berkepanjangan.

PENCEGAHAN
Melakukan metode 3 M minimal 1 x seminggu bagi tiap
keluarga
menguras,
Menutup dan
Menyingkirkan tempat perindukan nyamuk
Pemberian bubuk abate tiap 3 bulan
Melakukan foging


KESIMPULAN
Dengue syok sindrome adalah derajat terberat dari DBD
yang terjadi karena peningkatan permeabilitas kapiler
sehingga cairan keluar dari intravaskuler ke
ekstravaskuler, sehingga terjadi penurunan volume
intravaskuler dan hipoksemia.

Syok yang biasanya terjadi pada saat atau segera setelah
suhu turun, antara hari ke 3 sampai hari sakit ke 7
disebabkan oleh peningkatan permeabilitas vaskular
sehingga terjadi kebocoran plasma, efusi cairan serosa ke
rongga pleura dan peritonium, hipoproteinemia,
hemokonsentrasi dan hipovolemia yang mengakibatkan
berkurangnya aliran balik vena, preload miokard, volume
sekuncup dan curah jantung sehingga terjadi disfungsi
sirkulasi dan penurunan perfusi organ.

DAFTAR PUSTAKA
1. Hadinegoro SRS,Soegijanto S, Wuryadi S, Surososo T. Tatalaksana Demam Dengue/Demam
Berdarah Dengue pada Anak. Naskah Lengkap Pelatihan bagi Dokter Spesialis Anak & Dokter
Spesialis Penyakit Dalam dalam tatalaksana kasus DBD. Jakarta : Balai Penerbit FKUI.2004.
2. Soegijanto, S. Demam Berdarah Dengue. Tinjauan dan Temuan Baru di Era 2003. Surabaya :
Airlangga University Press. 2004.
3. Sumarmo PS, ( 1999 ). Masalah demam berdarah dengue di Indonesia. Dalam: Sri Rezeki HH,
Hindra IS. Demam berdarah dengue. Naskah lengkap. Pelatihan bagi pelatih dokter spesialis
anak & dokter spesialis penyakit dalam dalam tatalaksana kasus DBD. Balai Penerbit Fakultas
Kedokteran Universitas Indonesia. Hal. 1-12.
4. Departemen Kesehatan RI. Pedoman Tatalaksana Klinis Infeksi Dengue di Sarana Pelayanan
Kesehatan. Jakarta : Bakti Husada. 2005.
5. World Health Organization. Demam Berdarah Dengue. Diagnosis, Pencegahan dan
Pengendalian. Jakarta : EGC.1997.
6. Soegijanto, S. Ilmu penyakit Anak Diagnosis & Penatalaksanaan. Jakarta : Salemba Medika.
2002.
7. Hadinegoro SRH, et al. (editor). Tata laksana demam berdarah dengue di Indonesia.
Departemen Kesehatan RI dan Direktorat Jenderal Pemberantasan Penyakit Menular dan
Penyehatan Lingkungan. 2004.
8. Sutaryo. Perkembangan patogenesis demam berdarah dengue. Dalam: Ha-dinegoro SRH, Satari
HI, editor. Demam Berdarah Dengue: Naskah Lengkap. Jakarta: Balai Penerbit FKUI,
1999.p.32-43



9. Gubler DJ et al, (1994): Infect Agents Dis. 2: 383.
10. Behrman, Kliegemen, Jenson. Nelson Textbook of Pediatrics 17th edition. Saunders. 2004.
11. Mansjoer, Arif. Kapita Selekta Kedokteran edisi 3. Jakarta :2000.
12. Kaaallen A J and Lonergan JM. Fluid resusciaation of acute hypovolemic hypoperfusion status in
pediatrics. Pediat Clin N Amer 1990; 37(2):287-94
13. Stoelting RK, Miller RD. Basics of anestesia. 4th ed. New York:Churchill Livingstone, 2000.p.236-7
14. Morgan GE, Mikhail MS, Murray MJ, editors. Clinical Anesthesiology. 4th ed. New York:Lange
Medical Books/McGraw-Hill, 2006.p.692-4
15. Venu Goppal Reddy. Crystalloids versus colloids in hypovolemic shock. Proceedings of 5th
Indonesian-International Symposium on Shock and Critical Care 26-33
16. Liolios A. Volume resuscitation: the crystalloid vs colloid debate revisited. Medscape, 2004.
Available from: URL :http://www.medscape.com/viewarticle/480288.
17. Wills BA, Nguyen MD, Ha TL, Dong TH, Tran TN, Le T, et al. Comparison of three fluid solutions for
resuscitation in dengue shock syndrome. N Engl J Med 2005; 353:87789.
18. Ngo NT, Cao XT, Kneen R, Wills B, Nguyen VM, Nguyen TQ, et al. Acute management of dengue
shock syndrome: a randomized double-blind comparison of 4 intravenous fluid regimens in the first
hour. Clin Infect Dis 2001; 32:20413.
19. Wills Bridget. Volume Replacement in Dengue Shock Syndrome. 2001. Dengue buletin vol 25. Hal
50-55
20. Fitri Sari A. Gejala Awal Klinis dan Laboratorium Sebagai Faktor Prediktor Syok Pada Demam
Berdarah Dengue di Instalasi Kesehatan Anak RS Dr. Sardjito. 2004. Hal 10-11
Terima Kasih