Anda di halaman 1dari 25

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perencanaan adalah suatu proses penetapan tujuan-tujuan dan pengembangan cara-cara untuk
mencapai suatu tujuan. Dengan kata lain, perencanaan menunjukkan usaha-usaha perusahaan
untuk memperkirakan kejadian-kejadian yang akan terjadi terhadap segala kegiatan
bisnisnya sekaligus bagaimana cara penanganan yang tepat dalm menghadapi berbagai
permasalahan yang akan terjadi nantinya. Dalam ilmu manajemen, perencanaan adalah proses
mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan
mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. Perencanaaan terdiri atas dua elemen
penting, yaitu sasaran dan rencana itu sendiri.
Perencana keuangan perusahaan merupakan suatu hal penting yang perlu ditetapkan oleh
perusahaan, oleh karena itu setiap perusahaan ajib merencanakan terlebih dahulu aktivitas-
aktifitas yang akan dilakukan oleh perusahaan. !amun kegagalan perencanaan sering terjadi
diakibatkan kegagalan pihak manajemen dalam merumuskan tujuan perusahaan yang
biasanya disebabkan oleh "
1. #eengganaan menetapkan alternatif tujuan.
$. %akut gagal.
&. #ekurangan pengetahuan tentang organisasi.
'. #ekurangan pengetahuan tentang lingkungan.
(. #urang percaya diri. Dll.
#euangan adalah sebuah lingkup yang mempelajari cara seseorang, bisnis, dan organisasi
mengatur, mengalokasikan, dan menggunakan sumber daya keuangan dari aktu ke aktu
dengan memperhatikan resiko-resikonya. Definisi keuangan bagi perusahaan adalah dimana
kita bisa mengontrol semua pengeluaran dan pemanfaatan keuangan yang digunakan untuk
1
kelancaran kegiatan bisnis, jangan pernah kita mengeluarkan untuk kebutuhan baik barang
maupun tenaga kerja yang tidak perlu, dengan kata lain efisiensi dalam penggunaan
keuangan.
)etiap perusahaan ajib mengatur keuangannya sehingga perusahaan*organisasi mampu
mencapai tujuan perusahaan*organisasi. +inancial planing analisis ini terkait dengan
bagaimana suatu perusahaan*organisasi bisa mengelola keuangannya. Pengelolanya ini
berhubungan dengan optimasi penggunaan keuangan perusahaan baik dengan menggunakan
atau meminjam yang dapat diakses dari berbagai sumber pendanaan keuangan perusahaan.
,ptimasi keuangan disini bermaksud untuk mengambil tindakan yang mengurangi
pengeluaran, sementara pembiayaan pada saat yang sama mencoba untuk mendapatkan
pemanfaatan pendapatan dari uang yang dimanfaatkan. ,leh karena itu setiap
perusahaan*organisasi membutuhkan Financial Planning -.encana #euangan/.
Financial Planning -.encana #euangan/ adalah proses merencanakan tujuan-tujuan
keuangan jangka pendek maupun jangka panjang -)enduk, $001/. 1ang dimaksud dengan
tujuan keuangan itu adalah keinginan perusahaan yang ingin direalisasikan. .encana
keuangan juga berarti sebuah strategi yang apabila dijalankan bisa membantu perusahaan
mencapai tujuan keuangan dimasa yang akan datang -2o3ali, $00$/. +inancial Planning
merupakan proses mencapai tujuan hidup yakni masa depan yang sejahtera dan bahagia leat
penataan keuangan yang baik -Dorimulu, $00&/.
Perencanaan keuangan merupakan proses koordinasi, proses yang berkelanjutan untuk
menentukan dan mencapai tujuan-tujuan keuangan perusahaan. Dikarenakan keadaan
keuangan perusahaan*organisasi selau berubah-ubah sejalannya dengan perubahan
kebutuhan. dievaluasi dan disesuaikan dengan tujuan perusahaan*organisasi, lingkungan
bisnis, dan perubahan kondisi ekonomi. !amun sering kali beberapa perusahaan mengalami
kegagalan dalam merencanakan atau menjalankan rencana keuangannya sehingga
perusahaan*organisasi mengalami kesulitan dalam menjalankan usahanya.
2
,leh karena itu, kami memilih judul 4Financial Planning and Analysis5 dikarenakan hal ini
penting diketahui oleh perusahaan*organisasi, manajer keuangan, investor, dan masyarakat.
.encana keuangan yang baik akan mampu membantu perusahaan*organisasi dalam
mensejahterakan perusahaan*organisasi itu sendiri.
1.$ .umusan 6asalah
Penulis merumuskan beberapa masalah yaitu sebagai berikut"
a. 7pakah suatu perkiraan dan perencanaan keuangan dapat mempengaruhi kinerja suatu
perusahaan atau organisasi 8
b. Bagaimana proses perencanaan yang baik dalam perusahaan atau organisasi agar
rencana-rencana dapat disetujui oleh semua pihak8
c. Bagaimana cara menganalisis perencanaan keuangan yang akan dipakai atau sudah
dilaksanakan oleh sebuah perusahaan atau organisasi8
1.& %ujuan Penulisan
7dapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah"
a. 6enjelaskan perencanaan tentang keuangan suatu perusahaan atau organisasi.
b. 6enjelaskan perencanaan keuangan jangka panjang dan pendek.
c. 6enjelaskan cara analisis rencana keuangan perusahaan.
d. 6akalah ini dibuat dengan tujuan untuk memenuhi tugas akhir dari mata kuliah
seminar manajemen keuangan.
3
1.' 6anfaat penulisan
7dapun manfaat dari penulisan makalah yaitu sebagai berikut"
a. 7gar mampu menyusun perencanaan keuangan yang baik bagi suatu perusahaan atau
organisasi.
b. 7gar rencana keuangan mampu meningkatkan kinerja perusahaan atau organisasi.
c. 7gar mampu menganalisis rencana keuangan suatu perusahaan atau organisasi.
d. 7gar mampu mengurangi resiko rencana keuangan suatu perusahaan atau organisasi.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Rencana Keuangan
Perencanaan keuangan adalah kegiatan untuk memprakirakan pendapatan dan pengeluaran
perusahaan yang akan datang. 9ntuk memprakirakan pendapatan, pertama, anda perlu
memprakirakan volume penjualan. Prakiraan volume penjualan harus mencakup permintaan.
7spek teknis proses pasokan perlu dipikirkan, termasuk tenaga kerja, kebutuhan alat, dan
aktu serta transportasi selama tahapan-tahapan pemasokan.
)uatu prakiraan dan perencanaan keuangan dapat mempengaruhi kinerja suatu
perusahaan*organisasi karena, memuat misi dan tujuan usaha, cara kerja dan rincian
keuangan, susunan menajemen dan bagaimana cara mencapai tujuan usahanya sehingga hal
tersebut mempengaruhi kinerja perusahaan.
2.1.1 Keuntungan-keuntungan Perencanaan Keuangan
4
7ntisipasi Persoalan-persoalan yang akan muncul dan mengidentifikasi #esempatan-
kesempatan yang Potensial.
#oordinasi #egiatan-kegiatan manajerial
6embantu para manajer dalam pengaasan kegiatan operasional perusahaan
6emberikan standar-standar pencapaian tujuan perusahaan
2.1.2 Manfaat Perencanaan Keuangan
6engacu pada )tanley B. Block dan 2eofrrey 7. :irt -$00$/, baha manfaat perencanaan
keuangan adalah "
a. )ebagai bahan pertimbangan sebelum pembuatan keputusan mengenai keuangan.
b. )ebagai dasar penilaian mengenai apakah rencana yang akan dijalankan oleh suatu
perusahaan memiliki prospek yang baik atau tidak.
c. )ebagai standar mengenai kinerja keuangan yang akan mendatang.
2.1.3 Keterata!an Perencanaan Keuangan
6engacu pada )t anley B. Block dan 2eoffrey 7. :irt -$00$/, baha keterbatasan
perencanaan keuangan sebagai dasar pembuatan keputusan adalah angka ; angka -prediksi/
yang terdapat di dalam perencanaan keuangan memiliki tingkat keakuratan yang relatif
tergantung dari asumsi yang dipakai, ketersediaan data yang mendukung dan kondisi
makroekonomi yang terjadi sehingga hasil dari perencanaan keuangan hanya dapat dijadikan
sebagai dasar pertimbangan saja, dan tidak bias menjadi acuan dalam operasional perusahaan.
langkah lanjut dari perencanaan keuangan, yang meliputi kesepuluh langkah berikut ini"
1/ 6enetapkan tujuan-tujuan keuangan yang tepat bagi perusahaan anda<
$/ 6engevaluasi strategi-strategi keuangan alternative
&/ 6engumpulkan dan mengevaluasi fakta dan angka keuangan untuk
melengkapkan rancana-rencana<
'/ 6enetapkan tingkat dan target efisiensi -baik jangka panjang maupun jangka
pendek/ bagi bisnis dipandang dari sudut imbalan bagi pemilik dan karyaan<
5
(/ 6engembangkan sebuah rencana keuangan menyeluruh untuk memberikan
gambarabn masa depan<
=/ 6emeriksa kebenaran rencana menyeluruh dengan memeriksa setiap unsur
untuk memastikan baha setiap unsur realistik dalam hubungan dengan pengalaman
masalampau<
>/ 6enganalisis rencana dengan membandingkannya dengan prestasi standar yang
sudahditetapkan, baik intern maupun ekstern<
?/ 6eninjau kembali rencana, merevisi perlunya sampai tercapai sebuah
kombinasi strategi dan faktor-faktor yang dapat diterima.
@/ 6enggunakan rencana sebagai kekuatan motivasi dengan mengkomunikasikan hasil-
hasil perencanaan kepada personalia inti pada setiap tahap proses dan
10/ 6emastikan baha proses perencanaan diikuti oleh pengendalian yang
mencukupi, dan memberitahukan serta memotifasi staf yang terlihat.
2.2. K"n!e# Me$uat Perencanaan %ang Efektif
6enganalisis pendanaan dan pilihan investasi yang terbuka bagi perusahaan.
6emproyeksikan konsekuensi masa yang akan datang akibat keputusan saat ini, guna
menghidari hal-hal yang tidak terduga dan hubungan antara keputusan saat ini dan
masa yang akan datang.
6enentukan alternatif mana yang akan dipilih
6engukur hasil selanjutnya terhadap tujuan dalam rencana keuangan.
6engacu pada pendapat Larence A. 2itman, perencanaan keuangan dibagi atas dua macam,
yaitu"
a/ Perencanaan #euangan Aangka Panjang -)trategis/ " 2ambaran besar aktivitas
keuangan yang direncanakan oleh perusahaan dan dampak yang dapat diantisipasi
akibat aktivitas tersebut dalam periode aktu $ sampai 10 tahun.
Perencanaan jangka panjang pada umumnya menggunakan model keuangan tertentu,
salah satu yang sering digunakan adalah model persentase penjualan. Dasar pemikiran
6
dari model ini adalah baha perusahaan tentunya memerlukan dana yang makin besar
kalau yang aktivitasnya meningkat, ukuran aktivitas ini adalah penjualan. 7sumsi
penting dari model ini adalah baha rekening-rekening yang berubah sesuai dengan
penjualan, diasumsikan proporsinya tetap tidak berubah. 9mumnya diakui baha
kalau penjualan meningkat, suatu aktiva tentunya meningkat. #arena itu, untuk
menggunakan model tersebut diperlukan "
Bdentifikasi rekening-rekening yang berubah apabila penjualan berubah
#ebijakan keuangan yang dianut oleh perusahaan
b/ Perencanaan #euangan Aangka Pendek -,perasional/ " 2ambaran spesifik dari
aktivitas keuangan jangka pendek yang dilakukan oleh perusahaan dan dampak dari
aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan tersebut.
Perencanaan keuangan jangka pendek umumnya, berdimensi aktu kurang dari 1
-satu/ tahun yang bertujuan untuk menjaga likuiditas perusahaan, karena dengan
perencanaan ini dapat diprakirakan berapa, kapan, dan apakah kebutuhan kas tersebut
dapat dibiayai oleh perusahaan atau harus mencari sumber dari luar. 7lat yang
dipergunakan adalah dengan menyusun anggaran kas yaitu taksiran tentang kas masuk
dan kas keluar pada periode aktu tertentu.
1. Anggaran &#era!i 'an M"'a(
7nggaran-anggaran modal dimaksudkan untuk memberikan sebuah dasar untuk
mengevaluasi pengeluaran-pengeluaran yang akan berdampak pada bisnis selama lebih dari
satu tahun. )ebagai contoh, sebuah anggaran modal dapat memproyeksikan pengeluaran-
pengeluaran untuk perlengkapan baru, kendaraan, komputer, atau bahkan sebuah bangunan
yang baru.
Pertama-tama harus dilengakapi sebuah daftar beban tetap -yang keberadaanya tidak begitu
dipengaruhi oleh volume penjualan/ seperti sea, utilitas, gaji, pengiklanan, depresiasi, dan
asuransi. Perkiraan beban-beban untuk sebagian besar hal tersebut dapat ditetapkan dari
pengalaman pribadi atau tolok ukur -benchmark/ industri, atau melalui hubungan langsung
dengan para pialang real estat, agen-agen asuransi, dan para konsultan.
2. La#"ran Laa Rugi Pr"f"r$a
Laporan laba rugi proforma hanya akan mencerminkan biaya aktual dari barang-barang yang
dijual sebagai biaya langsung. Aadi, dalam perusahaan-perusahaan dimana dibutuhkan
7
persediaan tingkat tinggi atau dimana permintaan berfluktuasi secara signifikasi karena
musim, anggaran ini dapat menjadi sebuah alat yang sangat berharga untuk menilai
kebutuhan kas.
Dalam menyiapkan laporan laba rugi proforma, pertama-tama penjualan per bulan harus
dihitung. .iset pemasaran, penjualan industri, dan sejumlah pengalaman percobaan dapat
memberikan dasar untuk angka-angka ini. %eknik-teknik ramalan seperti survai tujuan
pembeli, gabungan dari pendapat tim penjual, pendapat ahli, atau rangkaian aktu dapat
digunakan untuk memproyeksikan penjualan. Biaya-biaya untuk mencapai berbagai
peningkatan ini mungkin lebih tinggi secara tidak proposional dalam beberapa bulan,
bergantung pada situasi selama periode tertentu.Pendapatan Proforma " Proyeksi Laba bersih
yang dikalkulasikan dari proyeksi pendapatan dikurangi proyeksi beban dan biaya.
3. Pen)u!unan La#"ran Keuangan Pr"f"r$a
6emerlukan asumsi-asumsi, misal" tingkat pertumbuhan penjualan, perilaku biaya
darisejumlah pos rekening, tingkat investasi pada modal kerja dan aktiva tetap .7nalis bisa
merubah-rubah asumsi tersebut, untuk melihat sensitivitas proyeksi keuangan terhadap
perubahan asumsi tersebut .
*. Pr"!e'ur Pen)u!unan La#"ran Keuangan Pr"f"r$a
1/ 6emproyeksikan penjualan untuk sejumlah periode pada masa mendatang.
$/ 6emproyeksikan biaya operasional -harga pokok penjualan, biaya penjualan dan
administrasi, biaya pajak di luar bunga/ dan kemudian menurunkan proyeksi pendapatan
operasional.
&/ 6emproyeksikan total aset, hutang, dan modal saham yang diperlukan untuk
mendukung tingkat operasi yang diproyeksikan pada 1/ dan $/.
'/ 6enentukan biaya pendanaan -financing cost/ dari hutang pada &/ dan kemudian
menurunkan dari pendapatan operasional untuk memperoleh laba bersih proyeksi.
(/ 6enurunkan laporan aliran kas dari laporan keuangan yang diproyeksikan -laporan
rugi-laba dan neraca/.
+. Aru! Ka! Pr"f"r$a
7rus kas tidak sama dengan Laba. Laba merupakan hasil pengurangan penjualan terhadap
beban. 7rus kas dapat berjalan lancar jika pembayaran aktual diterima atau dilakukan.
8
Penjualan mungkin tidak dianggap sebagai #as, karena sebuah penjualan mungkin saja
terjadi tetapi pembayaranya tidak dilakukan sebelum &0 hari. )elain itu tidak semua tagihan
dibayar dengan segera. )ebaliknya pembayaran-pembayaran kas untuk mengurangi pokok
sebuah pinjaman bukan merupakan biayabisnis, melainkan tetap merupakan pengurangan
kas.)eperti telah dinyatakan sebelumnya, salah satu masalah utama yang dihadapi
perusahaan-perusahaan baru adalah arus kas. Pada banyak kejadian, perusahaan-perusahaan
yang menguntungkan mengalami kegagalan karena kekurangan kas. Aadi, menggunakan
keuntungan sebagai ukuran keberhasilan untuk sebuah perusahaan baru dapat menipu jika
terdapat sebuah arus kas negatif yang cukup signifikan.
Dua metode standar yang digunakan untuk memproyeksikan arus kas "
1. 6etode tidak langsung
6etode ini tidak bertujuan untuk mengulang apa yang ada dalam laporan pendapatan,
tetapi utnuk memahami baha terdapat sejumlah penyesuaian yang harus dilakukan
pada basis pendapatan bersih dengan adanya fakta baha kas aktual mungkin sudah
atau belum benar-benar diterima atau dibayarkan.
$. 6etode langsung
6etode ini memberikan sebuah indikasi cepat posisi kas dari perusahaan baru tersebut
pada suatu titik aktu dan biasanya lebih mudah dipahami. Penting bagi perusahaan
untuk membuat proyeksi bulanan atas arus kas seperti proyeksi bulanan yang dibuat
untuk keuntungan. 7ngka-angka dalam proyeksi-proyeksi arus kas terdiri atas laporan
laba rugi proforma dengan modifikasi-modifikasi yang dilakukan pada rekening untuk
aktu yang diperkirakan dari berbagai perubahan dalam kas. Aika pengeluaran-
pengeluaran lebih besar dari pada penerimaan pada suatu periode aktu, pengusaha
harus meminjam dana atau mempunyai kas dalam sebuah rekening bank untuk menutup
pengeluaran-pengeluaran yang lebih tinggi tersebut.
.umus meramalkan arus kas "
A,N - .A/0S
1
23S - .L/0S
1
23S - M.S
1
2.RR2
7+! " tambahan dana yang dibutuhkan
7C " aktiva yang terkait langsung dengan penjualan
9
)
0
" penjualan tahun lalu
7C*)
0
" aktiva*persentase penjualan
LC " #eajiban spontan
LC*)
0
" keajiban spontan*persentase penjualan
)
1
" %otal penjualan yang diproyeksikan untuk tahun depan
D) " perubahan penjualan
6 " margin laba
.. " rasio retensi
4"nt"5 " Penjualan Perusahaan 7 pada tahun $00> adalah E&000, total aktiva F E$000
dan margin laba sebesar E11'. #eajiban spontan perusahaan F E$00 dan tambahan
untuk laba ditahan sebesar E(=.Perusahaan meramalkan penjualan pada tahun $00?
meningkat menjadi E&&00. Berapakah nilai 7+! perusahaan tersebut8
Aaab " 7C*)
0
F E$000*E&000 F 0.===>
LC*)
0
F E$00* E&000 F 0.===>
D) F E&.&00 juta - E&.000 juta F E&00 juta
6 F E11'*E&.000 F 0.0&?0
.. F E(=*E11' F 0.'@1
A,N F .A/0S
1
23S - .L/0S
1
23S - M.S
1
2.RR2
F 0.==>-E&00 juta/ ; 0.==>-E&00 juta/ - 0.0&?-E&.&00juta/-0.'@1/
F E$00 juta - E$0 juta - E=$ juta
F E1?? juta
6. Neraca Pr"f"r$a
!eraca proforma -proforma balance sheet/ mencerminkan posisi bisnis pada akhir tahun
pertama. !eraca ini merangkum aset, keajiban dan nilai bersih dari pengusaha. )etiap
transaksi bisnis memengaruhi neraca, tetapi karena masalah aktu dan biaya serta kebutuhan,
merupakan suatu hal yang umum untuk menyiapkan neraca pada jangka aktu periodik. Aadi,
10
neraca adalah sebuah gambaran bisnis pada momen tertentu dalam suatu aktu dan tidak
meliputi suatu periode aktu.
%abel di baah ini merupakan contoh neraca.
7set lancar #eajiban lancar
#as E'1,( 9tang usaha E1&,=
Piutang E($,0 %otal keajiban E1&,=
Persediaan E 1,$ GHuitas pemilik
%otal 7set lancar E@',> #.Peters 100,0
7set tetap I. Peters 100,0
Perlengkapan E >$,0 A. Jelch 100,0
Dikurangidepresi E 1',' )aldo laba -1(1,&/
%otal aset tetap E (>,= %otal ekuitas 1'?,>

)eperti dapat dilihat, total aset sama dengan jumlah keajiban dan modal pemilik. 6asing-
masing kategori tersebut akan dijelaskan berikut ini"
7set -assets/.
7set meakili semua yang bernilai yang dimiliki oleh bisnis. !ilai tidak berarti harus
memasukkan biaya pengganti atau beberapa nilai pasarnya, tetapi merupakan biaya
atau jumlah aktual yang dikeluarkan untuk aset tersebut. 7set-aset dikategorikan
sebagai lancar dan tetap. 7set lancar meliputi kas dan semua yang dapat dialihkan
menjadi kas atau digunakan dalam operasi bisnis selama periode aktu satu tahun
atau kurang. 7set tetap adalah aset-aset yang nyata dan digunakan untuk periode
aktu yang lama. 7set-aset lancar ini sering kali didominasi oleh piutang atau utang
yang diutang kepada perusahaan oleh para pelanggan. 6anajemen piutang ini penting
bagi arus kas bisnis karena semakin lama pelanggan membayar tagihan-tagihan
mereka, semakin besar tekanan yang diberikn pada kebutuhan kas dari perusahaan.
#eajiban -liabbilities/.
11
%otal aset E 1($,& %otal #eajiban dan ekuitas E1($,&
7kun ini meakili semua utang kepada kreditor. Beberapa dari jumlah ini mungkin
jatuh tempo dalam satu tahun -keajiban lancar/, dan lainnya dapat berupa utang-
utang jangka panjang. !eraca akan memperlihatkan keajiban-keaiban jangka
panjang dalam bentuk surat utang yang sama dengan pokok jumlah yang dipinjam.
!eraca akhir tahun selajutnya hanya akan memperlihatkan sisa jumlah pokok yang
tersisa pada surat utang tersebut.
Gkuitas pemilik -oner eHuity/.
Aumlah ini meakili kelebihan dari semua aset atas semua keajiban. Aumlah ini
meakili nilai bersih dari bisnis. )emua keuntungan dari bisnis juga akan dimasukkan
dalam nilai bersih sebagai saldo laba.
7. Ana(i!i! I$#a!
7nalisis impas adalah sebuah teknik yang berguna dalam menentukan berapa banyak unit
yang harus dijual atau volume penjualan yang harus dicapai untuk mencapai impas. 7pabila
titik impas tercapai pada volume penjualan yang relatif rendah -dari kapasitas optimal
produksi/ merupakan harapan dari setiap perusahaan karena memberikan kesempatan kepada
perusahaan untuk segera memperoleh keuntungan. 9ntuk mengetahui bagaimana
kemampuan suatu perusahaan dalam merealisasikan keuntungan, perusahaan itu perlu
membuat perencanaan penjualan, produksi dan biaya produksi. Dengan demikian, analisis
titik impas ini sangat erat hubungannya dengan program budgeting atau perencanaan
keuangan. 6eskipun analisis titik impas ini dapat diterapkan untuk data historis, tetapi
sebenarnya penggunaannya yang penting adalah untuk membuat perencanaan laba dalam
periode yang akan datang.
.umus impas diperoleh dalam tabel di baah ini dan dijabarkan sebagai berikut "
B*G -K/ F %+I
)P ; LI*9nit -kontribusi marginal/
Bmpas adalah dimana %. F %I
dimana " %. F P M K , %I F %+I N %LI
Aadi P O K F %+I N %LI
Dimana %LI F LI*unit O K
12
Aadi P O K F %+I N -LI*unit O K/
-P O K/ ; -LI*unit O K/ F %+I
K -P-LI*unit/ F %+I
7khirnya, Bmpas -K/ F %+I
P ; LI* unit
)elama harga penjualan lebih besar dari biaya variabel per unit, sejumlah
kontribusi dapat dibuat untuk menutup biaya tetap. 7khirnya, kontribusi-
kontribusi ini akan cukup untuk membayar semua biaya tetap, dimana pada titil
tersebut perusahaan mencapai impas.
#elemahan utama dalam menghitung impas terletak dalam menentukan apakah
sebuah biaya adalah tetap atau variabel. Bagi perusahaan-perusahaan baru,
penentuan ini akan membutuhkan sejumlah penilaian. %etapi adalah beralasan
untuk menganggap biaya-biaya seperti depresiasi, gaji dan upah, sea, dan
asuransi sebagai tetap. Bahan baku, biaya-biaya penjualan seperti komisi, dan
tenaga kerja langsung paling mungkin menjadi biaya variabel. Biaya variabel per
unit biasanya dapat ditentukan dengan mengalokasikan tenaga kerja langsung,
bahan baku, dan beban-beban lainnya dalam memproduksi sebuah unit tunggal.
8. Peramalan Penjualan
Peramalan penjualan sangat penting dalam perencanaan dan pengambilan keputusan
khususnya di bidang produksi. )elain itu perusahaan dapat mengetahui aktivitas-aktivitas
yang akan dilakukan dikemudian hari seperti perencanaan dan penjadalan produksi dengan
mempertimbangkan kapasitas pabrik atau perencanaan tenaga kerja.Peramalan penjualan
adalah suatu usaha untuk meramalkan keadaan di masa yang akan datang melalui pengujian
keadaan di masa lalu.
Peramalan -forecasting/ penjualan merupakan alat bantu yang penting dalam perencanaan
yang efektif dan efisien khususnya dalam bidang ekonomi. Peramalan mempunyai peranan
langsung pada peristia eksternal yang pada umumnya berada diluar kendali manajemen5
-1amit, $000"&=/.
13
Pada dasarnya peramalan penjualan dapat dibedakan menjadi dua yaitu" peramalan subyektif,
yaitu peramalan yang didasarkan atas perasaan orang yang menyusunnya. Dalam hal ini
pandangan orang yang menyusunnya sangat menentukan baik tidaknya hasil ramalan
tersebut. #edua yaitu peramalan yang obyektif , yaitu peramalan yang didasarkan atas data
yang relevan pada masa lalu dengan menggunakan metode-metode dalam penganalisaan
tersebut.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan masing-masing metode peramalan,
yaitu meliputi"
a. Pengguna atau pelaku dan kecanggihan metode
Pengetahuan dan pengalaman pengguna dan pelaku peramalan sangat mementukan
keberhasilan metode peramalan, kadang-kadang metode yang sederhana dan mudah
dipahami dapat menghasilkan ramalan yang lebih baik.
b. Jaktu peralaman dan sumber daya yang tersedia
Jaktu yang tersedia untuk mengumpulkan data dan persiapan peramalan, yang
biasanya menggunakan dan memakan aktu serta biaya yang cukup besar.
c. %ujuan penggunaan dan karakteristik keputusan manajemen yang meliputi, antara
lain"
1. 7kurasi hasil ramalan
$. Aangka aktu penggunaan hasil ramalan.
&. Aumlah item yang akan diramal
9. 6etode Peramalan #euangan
6odel yang dapat digunakan dalam peramalan keuangan yaitu meliputi "
a. 6etode rasio konstan -constant ratio method/
6etode rasio konstan -constant ratio method/ merupakan suatu metode untuk
meramalkan laporan keuangan dan kebutuhan keuangan di masa mendatang,
dengan asumsi asumsi rasio-rasio keuangan tertentu akan tetap konstan -Brigham
dan :ouston, 1@@@"1$0/.
b. 6etode regresi linier
6etode ini mencari hubungan regresi dari variabel dependen -semua pos aktiva dan
pasiva yang terkait dengan penjualan/ dengan variabel independen -tingkat
14
penjualan/ dan menyatakan hubungan tersebut dalam persamaan regresi -:usnan,
1@@$/.
.egresi adalah suatu model matematis yang dapat digunakan untuk mengetahui pola
hubungan antara dua variabel atau lebih. %ujuan utama analisis regresi adalah untuk
membuat ramalan nilai suatu variabel -variabel dependen/ jika nilai variabel lainna
-variabel independen/ sudah ditentukan -7lgifari, 1@@> "11$/.
9ntuk meramalkan nilai suatu variabel dependen bila variabel independen diketahui
digunakan persamaan garis regresi dengan persamaan sebagai berikut "
1 F a N bM
#eterangan " 1 F adalah variabel dependen
a F adalah intersep -titik potong kurva terhadap sumbu 1/
b F adalah kemiringan -slope/ kurva linier
M F adalah variabel independen
Berdasarkan persamaan di atas dapat digunakan untuk menaksir nilai 1, jika nilai a,
b, dan M diketahui. !ilai a merupakan nilai 1 yang dipotong oleh kurva linier pada
sumbu vertikal 1 -a adalah nilai 1, bila M F 0/. !ilai b adalah kemiringan -slope/
kurva linier yang menunjukkan besarnya perubahan nilai 1 sebagai akibat
perubahan setiap unit nilai M. Besarnya nilai a dan b konstan sepanjang kurva linear.
c. 6etode prosentase penjualan.
6etode prosentase penjualan adalah metode untuk mengembangkan laporan laba
rugi proforma yang menyatakan harga pokok penjualan, biaya operasi dan biaya
bungan sebagai prosentase dari penjualan yang sudah diproyeksikan -)undjaja dan
Barlian, $00&"1>&/.
6etode ini meramal aktiva dan pasiva untuk periode mendatang sebagai prosentase
dari ramalan penjualan.Prosentase yang dipergunakan bisa diambil dari laporan
keuangan yang terbaru dari penjualan berjalan -current sales/, atau dari perhitungan
rata-rata beberapa tahun, atau dari penilaian analis, atau dari kombibasi sumber-
sumber tersebut. )etelah ramalan untuk pos-pos yang terkait dengan penjualan
didapat, hasil tersebut diterapkan pada formula ,matematis yang telah ditetapkan
15
untuk menentukan kebutuhan dana. .umus untuk meramal kebutuhan dana
menggunakan metode prosentase penjualan sebagai berikut" -Jeston dan Iopeland,
1@@$"&$0/.
Perbandingan antar metode peramalan"
a. 6etode prosentase penjualan
6etode ini menganggap baha rekening-rekening neraca tertentu bervariasi
secara langsung dengan penjualan, yaitu baha perbandingan rekening-rekening
tertentu dengan penjualan adalah konstan.
b. 6etode regresi
6etode ini adalah lebih baik karena rasio aktiva dan keajiban dengan penjualan
tidak dianggap konstan seperti pada metode prosentase penjualan.
2.3. ,akt"r-fakt"r )ang Per(u Di#erti$angkan Da(a$ Men)u!un Perencanaan
Keuangan Peru!a5aan
1. 7nalisis +aktor-faktor Gksternal
%itik aal dari proses perencanaan adalah lingkungan operasi dari perusahaan itu.
Perencanaan adalah mengevaluasi kecendrungan ekonomi secara keseluruhan.
)ebagai bagian dari lingkungan, perusahaan itu mempertimbangkan suatu tingkat
yang diharapkan dari kegiatan operasi di dalam industrinya dan kemungkinan
perubaha-perubahan di dalam pasar bagi produk ysng dihasilkannya. Aadi, analisis
faktor-faktor eksternal mempertimbangkan baik kegiatan ekonomi secara keseluruhan
dan industri secara individual sebagai kerangka kerja pada periode-periode
mendatang.
$. 7nalisis +aktor-faktor Bnternal
Beberapa faktor-faktor internal merupakan faktor-faaktor yang dapat dikendalikan
oleh perusahaan. 6isalnya, jumlah kas, jenis, dan jumlah persediaan barang-barang,
dan aktiva-aktiva tetap beserta teknologi yang sedang dikuasai dapat diubah oleh
perusahaan itu.
7. !eraca
!eraca merupakan laporan yang sistematis tentang aktiva, hutang serta modal dari
suatu perusahaan pada suatu saat tertentu. 6enurut +ress dan Jarren -1@@$"$(/,
16
neraca adalah" 4)uatu daftar aktiva, keajiban dan modal pemilik perusahaan pada
tanggal tertentu yang biasanya pada tanggal terahir suatu bulan atau tahun5. Aadi
tujuan neracaadalah untuk menunjukkan posisi keuangan suatu perusahaan pada suatu
tanggal tertentu, biasanya pada aktu buku-buku ditutup dan ditentukan sisanya pada
suatu akhir tahun fiskal atau tahun kelender, sehingga neraca sering disebut balance
sheet.
#egunaan dari neraca menurut #ieso dan Jeygandt -1@@("$($/ adalah untuk"
1. Perhitungan tingkat pengembalian.
$. Pengevaluasian struktur modal perusahaan
&. Penilaian likuiditas dan fleksibilitas dari keuangan tersebut.
Beberapa keterbatasan neraca menurut )mith dan )kousen -1@@&"1(1/, adalah sebagai
berikut"
a. Para pemakai ekstern acap kali ingin mengetahui nilai perusahaan, pada dasarnya
neraca tidak mencerminkan nilai berjalan dari suatu perusahaan, akan tetapi
sumber daya dan keajiban perusahaan disajikan dengan nilai historis
berdasarkan transaksi dan kejadian dimasa lalu. Pengukuran biaya historis
menunjukkan nialai pasar yang ada pada tanggal terjadinya transaksi dan
kejadian-kejadian. !amun demikian, jika harta tertentu ternyata berubah dengan
tajam setelah tanggal perolehannya, maka angka-angka neraca tidak relevan lagi
untuk mengevaluasi nilai perusahaan.
b. )uatu masalah yang berkaitan dengan neraca adalah kestabilan nilai rupiah
sebagai satuan standar pengukur akuntansi. #arena adanya perubahan-perubahan
harga umum dalam ekonomi, rupiah tidak menunjukkan suatu daya beli yang
konstan. Pada hal nilai-nilai historis sumber daya dan kekayaan dinyatakan
dalam neraca tidak disesuaikan dengan perubahan-perubahan daya beli satuan
pengukuran. :asilnya adalah suatu neraca yang mencerminkan harta, hutang dan
kekayaan dalam satuan daya beli tyang berbeda-beda.
17
c. #eterbatasan lainnya dari neraca juga berkaitan dengan kebutuhan pembanding,
dimana perusahaan-perusahaan tidak mengklasifikasikan dan melaporkan pos-
pos yang serupa secara sama. )ebagai contoh, nama dan klasifikasi perkiraaan
bervariasi, beberapa perusahaan membuat lebih terperinci dari pada yang lain,
dan beberapa perusahaan dengan transaksi yang benar-benar sama ternyata
melaporkan secara berbeda-beda. Perbedaan tersebut mengakibatkan
pembandingan sulit dilakukan dan mengurangi nilai potensial analisa neraca.
d. !eraca juga dianggap memiliki beberapa kelemahan dalam bidang lainnya,
terutama akibat masalah pengukuran beberapa sumber daya dan keajiban tidak
dilaporkan pada neraca.
B. Laporan Laba .ugi
Laporan rugi laba merupakan suatu laporan sistematis tentang pendapatan* hasil
usaha, beban, laba perusahaan atau rugi yang diperoleh oleh suatu perusahaan selama
periode tertentu. 6enurut #eiso dan Jaygandt -1@@("1>>/, perhitungan laba rugi
adalah" 4Laporan yang mengukur keberhasilan operasi perusahaan untuk suatu
periode aktu tertentu.5 Pentingnya perhitungan laba rugi karena beberapa alasan,
alasan utamanya adalah baha laporan yang membantu mereka dalam meramalkan
jumlah, aktu dan ketidak pastian dari arus kas masa depan..
Perhitungan laba rugi membantu pemakai laporan keuangan untuk meramalkan arus
kas masa depan dalam beberapa cara yang berbeda -#eiso dan Jaygandt, 1@@("1>@/
a. Bnvestor dan kreditor dapat menggunakan informasi pada perhitungan laba
rugi untuk mengevaluasi prestasi masa lalu perusahaan. #eberhasilan pada masa
yang akan datang kecenderungan penting dapat ditentukan. 7rtinya jika suatu
korelasi antara prestsi masa lalu dan masa depan dapat diasumsikan, maka
prediksi atas arus kas masa depan dapat dibuat dengan kenyakinan tertentu.
b. Perhitungan laba rugi membantu pemakai menentukan resiko -tingkat
ketidakpastian/ dari tidak mencapai arus kas tertentu. Bnformasi mengenai
berbagai komponen laba pendapatan, beban, keuntungan dan kerugian menyoroti
hubungan di antara berbagai komponen ini. #omponen ini memungkinkan
18
seseorang, misalnya untuk menilai secara lebih baik perubahan dalam permintaan
akan produk suatu perusahaan terhadap penetapan beban.
&. 7nalisis )umber dan Penggunaan Dana
7nalisis sumber dan penggunaan dana lebih diarahkan pada penerapan matching
principle dalam pendanaan. Prinsip ini mengatakan baha penggunaan jangka
panjang seharusnya didanai dengan dana jangka panjang sedangkan dana jangka
pendek hanya untuk keperluan jangka pendek.
)umber dana berasal dari "
Penurunan bersih aktiva, kecuali aktiva tetap dan kas
Penurunan bruto aktiva tetap
#enaikan bersih keajiban dan hutang
Penambahan modal sendiri
Dana yang diperolehdari operasi
)edangkan penggunaan dana berasal dari "
#enaikan bersih aktiva, kecuali aktiva tetap dan kas
Penambahan bruto aktiva tetap
Penurunan keajiban dan hutang
Pengurangan modal sendiri
Pembayaran deviden
'. 7nalisis Break-Gvent Point
7nalisis Break-Gvent Point -titik keseimbangan/ adalah merupakan volume penjualan
atau jumlah penjualan dimana total pendapatan sama dengan total biaya, jadi
pendapatan bersih adalah nol. 9ntuk menghitung Break-Gvent Point, elemen biaya
usaha harus dianalisis dan dikelompokkan ke dalam biaya variabel dan biaya tetap.
Biaya variabel adalah biaya-biaya yang berubah langsung dipengaruhi oleh perubahan
volume produksi dalam interval batas produksi tertentu.
2.*. Ha$atan-Ha$atan Da(a$ Men)u!un Perencanaan Keuangan Peru!a5aan
Perusahaan harus bisa mengidentifikasikan segala hambatan untuk mengukur kemampuan
perusahaan dalam mencapai tujuan. ,leh karena itu perusahaan harus mengetahui faktor-
19
faktor intern dan ekstern yang akan membantu perusahaan dalam mencapai tujuannya atau
malah akan menimbulkan masalah bagi perusahaan tersebut.
7da dua jenis hambatan dalam pengembangan rencana-rencana keuangan yang efektif, yaitu "
1. :ambatan pembuatan rencana
Penolakan internal para pembuat rencana terhadap penetapan tujuan dan pembuatan
rencana keuangan untuk mencapai tujuannya. Dengan kata lain hambatan ini
bersumber pada ketidaksediaan dan ketidak mampuan individu-individu perencana
untuk melakukan kegiatan-kegiatan perencanaan.
7da sejumlah alasan mengapa banyak manajer yang ragu-ragu atau gagal menetapkan tujuan
dan membuat rencana bagi perusahaan atau kelompok satuan kerja mereka, yaitu"
1. #urang pengetahuan tentang organisasi dan lingkungannya
$. %akut gagal, para manajer sering memandang kegagalan sebagai ancaman terhadap
keamanan jabatannya, penghargaan dan respek orang lain terhadap dirinya.
&. #urang percaya diri
'. #etidaksediaan untuk membuat tujuan-tujuan alternative
(. #etidakmampuan melakukan peramalan secara efektif.
=. #esulitan perencanaan operasi ; operasi yang tidak terulang.
>. Biaya
$. Penolakan terhadap perubahan
:ambatan kedua, ada bukan dari dalam tapi di luar perencana, yaitu keengganan
secara umum para anggota organisasi dalam perusahaan untuk menerima perencanaan
dan rencana-rencana karena perubahan-perubahan yang nantinya di timbulkannya dan
dikhaatirkan akan membuat perubahan kearah yang lebih buruk.
7da tiga alasan penolakan terhadap perubahan, yaitu "
1. Bertentangan dengan kepentingannya
$. 6enghilangkan atau mengurangi balas jasa atau kekuatannya seperti kekuatan karier
atau gengsi.
&. 6embatasi kebebasan karyaan untuk mengambil kegiatan kerja yang disukai atau
menghindarkan tugas yang tidak diinginkan. 6ereka kadang menolak karena adanya
beban kerja baru yang timbul sebagai akibat dari rencana tersebut tanpa adanya
balasan jasa tertentu.
20
#egiatan penyusunan rencana keuangan sebenarnya sudah merupakan kegiatan rutin bagi
sebagian besar perusahaan di Bndonesia. 9ntuk menghasilkan proyeksi rencana kegiatan dan
anggaran perusahaan -.#7P/ untuk satu tahun yang akan datang dibutuhkan tenaga dan
biaya yang sangat besar yang melibatkan semua bagian dalam organisasi perusahaan.
Pemotongan rencana keuangan seperti ini selalu menjadi keluhan dari bagian-bagian atau
unit-unit dalam organisasi perusahaan, karena rencananya menjadi berantakan dan harus
membuat kembali usulannya. %idak jarang kondisi seperti ini melemahkan semangat kerja
karyaan, khususnya bila rencana keuangan unitnya dipotong atau dikurangi tanpa alasan
yang jelas. 9ntuk mengatasi persoalan pemotongan rencana keuangan, ada beberapa hal yang
dilakukan oleh unit-unit organisasi perusahaan, yaitu "
1. memperbesar nilai anggaran untuk setiap rencana keuangannya.
$. membuat rencana anggaran baru atau membuat rencana investasi yang sebenarnya
memang tidak perlu.
Dana yang dimiliki perusahaan memang terbatas, tetapi perebutan anggaran antar bagian atau
unit-unit dalam perusahaan tidak seharusnya terjadi dan menimbulkan konflik dalam
perusahaan. 7da beberapa hal yang mendorong terjadinya konflik tersebut "
1. #aryaan dalam perusahaan masih berpikiran dan hanya melihat kepentingan bagian
atau unitnya saja. 6ereka kurang atau belum berpikir secara corporate
$. #urang jelasnya bagi karyaan tujuan atau target yang hendak dicapai oleh
perusahaan pada tahun yang akan datang. :al ini mungkin disebabkan pula oleh
kurang jelasnya prioritas tujuan atau target yang digariskan oleh pimpinan atau top
executive
&. Belum ada proses penyusunan rencana keuangan yang integrated, khususnya dengan
menggunakan computer
)elain itu ada faktor lain yang dianggap penting dalam hal menghambat penyusunan rencana
keuangan perusahaan antara lain"
Pekerjaan yang tercakup dalam perencanaan mungkin berlebihan pada kontribusi
nyata.
Perencanaan cenderung menunda kegiatan.
21
Perencanaan terlalu membatasi manajemen untuk berinisiatif dan berinovatif.
7da rencana-rencana yang diikuti dengan cara-cara yang tidak konsisten.
Iara mengatasi hambatan-hambatan perencanaan keuangan perusahaan "
6anajer dapat mengatasi hambatan-hambatan perencanaan keuangan melalui
penciptaan sistem organisasi yang memudahkan penetapan tujuan perencanaan, baik
yang dilakukan manajer puncak maupun tingkat baah.
:ambatan dalam diri para perencana dapat diatasi dengan memberikan berbagai
bentuk bantuan secara individual.
)edangkan untuk mengurangi atau menghilangkan penolakan terhadap perencanaan
keuangan yang telah dibuat< melibatkan para karyaan dalam proses perencanaan,
mengembangkan pola perencanaan dan implementasi yang efektif, memberikan lebih
banyak informasi tentang rencana-rencana dan segala konsekuensinya, serta bersikap
hati-hati terhadap dampak perubahan yang diusulkan para anggota organisasi dan
meminimumkan gangguan-ganguan yang tidak perlu.
BAB III
KESIMPULAN
3.1 Ke!i$#u(an
Dari uraian diatas dapat diambil beberapa kesimpulan dari perencanaan keuangan, yaitu "
1. Perencanaan keuangan adalah kegiatan untuk memprakirakan pendapatan dan
pengeluaran perusahaan yang akan datang.
$. #onsep 6embuat Perencanaan 1ang Gfektif yaitu "
a. 6enganalisis pendanaan dan pilihan investasi yang terbuka bagi perusahaan.
b. 6emproyeksikan konsekuensi masa yang akan datang akibat keputusan saat
ini, guna menghidari hal-hal yang tidak terduga dan hubungan antara
keputusan saat ini dan masa yang akan datang.
c. 6enentukan alternatif mana yang akan dipilih
d. 6engukur hasil selanjutnya terhadap tujuan dalam rencana keuangan.
22
&. Dalam penyusunan perencanaan keuangan, perusahaan perlu menyusun "
a. 7nggaran ,perasi dan 6odal
b. Laporan Laba .ugi Proforma
c. Penyusunan Laporan #euangan Proforma
d. 7rus kas performa
e. !eraca performa
f. 7nalisis impas
g. Peramalan penjualan
h. Peramalan keuangan
'. 6anfaat perencanaan keuangan yaitu "
a. )ebagai bahan pertimbangan sebelum pembuatan keputusan mengenai
keuangan.
b. )ebagai dasar penilaian mengenai apakah rencana yang akan dijalankan oleh
suatu perusahaan memiliki prospek yang baik atau tidak.
c. )ebagai standar mengenai kinerja keuangan yang akan mendatang.
(. keterbatasan perencanaan keuangan sebagai dasar pembuatan keputusan adalah angka
; angka -prediksi/ yang terdapat di dalam perencanaan keuangan memiliki tingkat
keakuratan yang relatif tergantung dari asumsi yang dipakai, ketersediaan data yang
mendukung dan kondisi makroekonomi yang terjadi sehingga hasil dari perencanaan
keuangan hanya dapat dijadikan sebagai dasar pertimbangan saja, dan tidak bias
menjadi acuan dalam operasional perusahaan.
=. +aktor ; faktor penyusunan perencanaan keuangan yaitu sebagai berikut "
a. 7nalisis +aktor-faktor Gksternal
23
%itik aal dari proses perencanaan adalah lingkungan operasi dari perusahaan
itu. Perencanaan adalah mengevaluasi kecendrungan ekonomi secara
keseluruhan.
b. 7nalisis +aktor-faktor Bnternal
Beberapa faktor-faktor internal merupakan faktor-faktor yang dapat
dikendalikan oleh perusahaan.
c. 7nalisis )umber dan Penggunaan Dana
d. 7nalisis break even point merupakan volume penjualan atau jumlah penjualan
dimana total pendapatan sama dengan total biaya, jadi pendapatan bersih
adalah nol.
>. :ambatan ; hambatan dalam menyusun perencanaan keuangan meliputi "
a. :ambatan pembuatan rencana
b. Penolakan terhadap perubahan
DA,:AR PUS:AKA
:alim 7bdul,6.B.7,7kuntan,Drs dan )aroko,Drs.6enejemen keuangan -Dasar-dasar
pembelajaan perusahaan/. 1ogyakarta,1@@@.
:anafi, 6amduh, 6 P :alim, 7bdul, $000, Ana(i!a La#"ran Keuangan. 9PP 76D
1#P!, 1ogjakarta.
:usnan )uad,6.B.7,Dr.6anajemen #euangan %eori dan Penerapan -keputusan jangka
pendek/. 1ogyakarta,1@@?.
Bndriantoro dan )upomo, $00$, Met"'"("gi Pene(itian Bi!ini! Untuk Akuntan!i 'an
Mana;e$en< Gdisi Pertama, Penerbit BP+G, 1ogyakarta.
#ieso P Jeygandt, 1@@(, Akuntan!i Inter$e'iate< Gdisi #etutuh, Ailid Pertama, Penerbit
.ineka Iipta, Aakarta.
6unair, ). 1@@$, Ana(i!a La#"ran Keuangan, Gdisi #eempat. Liberty. 1ogyakarta.
.iyanto, Bambang. 1@@(. Da!ar Da!ar Pe$e(an;aan Peru!a5aan. 9niversitas 2ajah
6ada Aogjakarta.
)mith dan )kousen, 1@@&, Akuntan!i Inter$e'iate< Gdisi #edelapan, Ailid B, 7lih Bahasa
!ugroho Jidjajanto, Penerbit Grlangga" Aakarta.
24
%ampubolon, 6anahan, $00(, Mana;e$en Keuangan .Finance Management2< Ietakan
Pertama, Penerbit 2halia Bndonesia" Bogor.
Jeston P Brigham, 1@@1, Da!ar-Da!ar Mana;e$en Keuangan< Gdisi #etujuh, Ailid
Pertama, Penerbit Grlangga Aakarta.
5tt#=00a)u#9*.>"r'#re!!.c"$0211301+0120$aka(a5-#rakiraan-'an-#erencanaan-
keuangan0
5tt#=005e5e")e.>"r'#re!!.c"$0211101+0230#erencanaan0
5tt#=00in'ir#an.>a#!ite.$e0Materi?21UNPAM0Materi?21P&B0Perencanaan
5tt#=00$agi!terakutan!i.("g!#"t.c"$021130130#erencanaan-keuangan.5t$(
25