Anda di halaman 1dari 9

PENGEMBANGAN DISIPLIN POSITIF UNTUK ANAKUSIA DINI

MakalahDiajukan Untuk Memenuhi Mata Kuliah Kompetensi


Mengajar II


















Disusun oleh :1.

Anggi Desi Arfiani ( 0901110049 )2.

Endah Setyaningrum ( 0901110022 )3.

Felsa Wahyu ( 0901110025 )4.

Rizkah Mulyaningsih ( 0901110014 )5.

Rizky Lintasari ( 0901110041 )6.

Yunian Indriani D.P ( 0901110057 )


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ANAK USIA
DINIFAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKANUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
PURWOKERTO2011


KATA PENGANTAR


Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat-Nya sehingga penulis
dapat menyelesaikan makalah dengan judul
Kompetensi Mengajar II
Penulis sadar, bahwa
tanpa adanya dorongan dan bantuan dari segala pihak tidak mungkin kiranya karya ini dapatdiselesaikan. Oleh
karena itu, dengan segala kerendahan dan ketulusan hati, penulismenyampaikan ucapan terima kasih kepada : Ibu
Anita . selaku dosen pembimbing.Ucapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada pihak yang telah
memberikanbantuan sehingga dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan lancar. Semoga amalkebaikan
tersebut mendapat balasan dari-Nya.Tak ada gading yang tak retak, begitu juga dengan karya ini yang masih jauh
darisempurna. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun,sehingga penulis
dapat berkarya yang lebih baik hasilnya


















BAB IPENDAHULUAN

A.Latar Belakang

Pendidikan bagi anak usia dini amatlah penting sebagai landasan dan bekal di masa yangakan datang. Anak usia
dini meliputi usia 0 hingga 6 tahun. Setiap anak mempunyaikarakteristik dan irama perkembangan yang berbeda-
beda sesuai dengan tahapperkembangannya. Sedangkan perkembangan anak usia dini meliputi beberapa hal
yaituperkembangan fisik (
physical development),
kognitif
(intelekttual/cogni tive development),
sosial
(social development),
emosional(
e mosional development),
dan kreativitas(
creativity).
Perhatian terhadap anak usia dini sangatlah dibutuhkan dalam rangka pendidikannya.Tetapi mengapa banyak
orang tua yang kurang bahkan belum menyadari dan mengabaikan haltersebut. Mereka hanya sibuk mengurusi
dirinya dan sibuk mencari nafkah, walaupun itu jugauntuk anak-anaknya. Mereka tidak peduli akan pendidikan
anak-anaknya dan hanyamempercayakan pendidikan anaknya di rumah kepada pembantu atau pengasuhnya.
Satu halyanh terabaikan yaitu kurang adanya penanaman disiplin pada anak sejak usia dini di dalamkeluarga. Hal
itu akan berpengaruh pada perkembangan moral anak dalam kehidupan.Sesungguhnya pendidikan itu dimulai
sedini mungkin, begitu juga dengan penanamandisiplin pada anak. Memang tidaklah mudah mewujudkan semua
itu. Disiplin menuntutkesadaran seseorang untuk melakukan dan tidak melakukan apa yang harus dan tidak
harusdilakukan. Disiplin seseorang tidak boleh dipaksakan bahkan pada anak kecil sekalipun.Mengajarkan
sesuatu pada anak dilakukan melalui suatu proses belajar yang panjang,sedang belajar harus dengan niat, minat
dan gairah melaui bentuk-bentuk tertentu yangmenjadikan perubahan perilaku pada anak. Bentuk pengalaman
tersebut tentunya tidak hanyadengan sekedar melihat, yang hasilnya hanya mengingat-ingat tetapi
juga dengan melaku-kannya. Dengan demikian ia akan dapat menghayati dan dengan melakukan tersebut
berarati ia telah bertindak yang akan menimbulkan perubahan. Begitupula menanamkan disiplin padaanak.










B.Rumusan Masalah1.

Apa definisi dari disiplin?2.

Mengapa disiplin perlu untuk anak usia dini?3.

Apa perbedaan kebutuhan disiplin pada tiap anak?C.

Tujuan
1.Untuk mengetahui definisi disiplin
2.Untuk mengetahui alasan betapa pentingnya disiplin untuk anak usia dini
3.Untuk mengetahui perbedaan kebutuhan disiplin pada tiap anak

Menurut pakar perkembangan Hurlock (1978) :Perilaku disiplin merupakan perilaku seseorang yang belajar dari
atau secara suka rela mengikutiseorang pemimpin. Orang tua dan guru merupakan pemimpin, sedangkan anak
merupakan muridyang belajar dari orang dewasa tentang hidup yang menuju kearah kehidupan berguna
danbahagia dimasa datang. Jadi disiplin merupakan cara masyarakat mengajar anak untuk berperilaku moral yang
disetujui kelompok.Kohlberg, menjelaskan tentang Taraf Perkembangan disiplin :1.

Disiplin karena ingin memperoleh kasih sayang dan takut hukuman. (pada tahap ini anak tidak ada rasa bersalah
untuk pelanggaran yang dilakukannya).2.

Disiplin jika kesenangan dipenuhi (pada tahap ini ortu harus hati-hati untuk tidak selalumemenuhi keinginan anak
agar disiplin yang diterapkan menjadi efektif).3.

Disiplin karena mengetahui ada tuntutan di lingkungan. (pada usia sekolah merekamengetahui ada aturan-aturan
di sekolah atau lingkungan luar, jika anak sudah terbiasa didisiplin dilingkungan rumah maka ia akan
mudah mengikutinya).4.

Disiplin karena sudah ada orientasi terhadap otoritas (mereka akan mengikuti perilakufigure otoritas, pandangan
mereka tentang penerapan daturan apakah perlu dijalankansecara ketat atau dapat dilanggar tergantung pada apa
yang dia amati dari figure-figurotoritas).5.

Disiplin karena telah melakukan nilai-nilai sosial, tata tertib atau prinsip-prinsip (merekasudah dapat menilai baik-
buruk, sudah cukup terlatif untuk mengontrol perilakunya danmengarahkan dirinya pada hal-hal yang disetujui
oleh kelompok sosialnya.Schaefer (1996) mengatakan bahwa pendisiplinan akan lebih efektif jika memenuhi
kriteria :1.

menghasilkan suatu keinginan perorangan atau pertumbuhan pada diri anak.2.

Harga diri anak tetap tejaga.3.

Selalu ada hubungan dekat antara anak dan orang tua.


B.Perlunya Disiplin bagi Anak
Penanaman disiplin yang tepat akan menghasilkan terbentuknya perilaku moral yang baik dan positif. Disiplin
sangat perlu untuk perkembangan anak agar ia berhasil dalam mencapaihidup yang bahagia dan mencapai
penyesuaian yang baik dalam lingkungan sosialnya.Pada masa kanak-kanak disiplin sangat diperlukan karena
beberapa hal yang berkaitan dengankebutuhannya di masa hidupnya yaitu :1.

Memberi rasa aman pada anak. Melalui disiplin anak diberi tahu dan diajarkan apayang boleh dan apa yang tidak
boleh dilakukan, sehingga anak tahu batasan-batasanyang berlaku dan tidak ada perasaan ragu-ragu akan perilaku
yang ditampilkan.2.

Membantu anak menghindari perasaan bersalah dan merasa malu akibat perilakuyang tidak cocok.3.

Mengajarkan anak bersikap menurut cara-cara yang mendatangkan pujian. Pujianyang diperolehnya akan dihayati
sebagai tanda kasih sayang di penerimaan orang-orang di sekitarnya terhadap dirinya.4.

Menimbulkan dan meningkatkan motivasi anak untuk melakukan apa yangdiharapkan terhadap dirinya.5.

Membantu anak mengembangkan hati nurani.

C.Perbedaan Kebutuhan Disiplin pada Tiap Anak

Ada beberapa hal yang mempengaruhi kebutuhan disiplin pada tiap-tiap anak yaitu :1.

perbedaan usia2.

perbedaan sikap dan kepribadian3.

besarnya keluarga4.

perbedaan waktu dalam sehari
Unsur-unsur Disiplin
Unsur-unsur disiplin mencakup beberapa hal yaitu :1.

peraturan

2.hukuman
3.konsistensi atau taat azas
4.penyeragaman

Disiplin memang bagian yang amat penting dalam kehidupan yang merupakan salah satu
faktorpenunjang keberhasilan seseorang dalam memenuhi tugas dan kewajibannya. Seseorang yangsehat, dan
terampil, pandai, mampu bergaul dengan orang lain, tetapi tidak disiplin dapatmengakibatkan tugas dan
kewajibannya tidak selesai tepat waktu dengan baik. Seperti yangseharusnya dapat dilakukan bila ia
memperhatikan faktor disiplin.Disiplin merupakan sikap moral seseorang yang tidak secara otomatis ada pada
dirinya sejak lahir, tetapi dibentuk oleh lingkungan melalui pola asuh dan perlakuan orang tuanya, guru sertaorang-
orang dewasa lain di sekitar dirinya. Pada dasarnya anak itu lahir dengan sifat-sifatnyayang baik, ia hanya akan
memiliki sifat-sifat jahat apabila ada pengaruh dari orang dewasa yangbiasanya salah dalam membimbingnya
yaitu dengan disiplin keras dengan contoh-contoh yangburuk (J.J. Rouseau dalam Aswarni Sudjud, 1997: 21-22).
Ketidaktepatan para orang tuabiasanya memperlakukan anaknya sebagai miniatur orang dewasa.Disiplin harus
ditanamkan sedini mungkin, dimulai dalam keluarga oleh orang tua maupun orangdewasa di dalam rumah.
Penanaman disiplin ini bisa ditanamkan sejak usia 0 tahun hanya sajacaranya yang berbeda-beda. Anak yang lebih
kecil usianya penanaman disiplinnya banyak dilakukan oleh orang tuanya. Misalnya kapan ia harus mandi, kapan
minum susu, kapan harustidur, kapan harus makan semuanya masih diatur oleh orang tuanya.Apabila anak sudah
mulai besar, anak sudah bisa menerima perlakuan orang dewasa, maka anak sudah bisa dilatih dan diajarkan, serta
dibimbing untuk melakukan hal-hal yang sudah bisadilakukannya tanpa bantuan orang lain, meski dalam hal yang
kecil-kecil atau sederhana lebihdulu misalnya : bangun pagi, melipat selimut sendiri, mengembalikan mainan di
tempat semuladan sebagainya.Di dalam sebuah keluarga sudah seharusnya ada peraturan-peraturan dan disiplin
yangditerapkan oleh orang tua untuk anak-anaknya agar kelak anak-anaknya mempunyai rasa disiplinyang tinggi
dalam mencapai kebahagiaan dalam hidupnya. Akan tetapi sejumlah peraturan dan
disiplin yang diterapkan haruslah sesuai dengan tahap perkembangan anak, serta harus selalukonsisten (taat
azas/ajeg) tidak berubah-ubah dan teratur. Perilaku yang diajarkan harus samadengan perilaku yang dilakukan
agar anak memiliki pedoman yang jelas, sehingga anak tidak ragu dan khawatir dengan perilaku yang
ditampilkannya. Contohnya : keluarga Pak Ali membuatsuatu peraturan, bahwa anak-anak harus merapikan dan
menata sendiri kamar belajarnya,sebelum menonton TV. Bila salah satu anak melanggar, sekali dua kali
diingatkan oleh ibunya.Tetapi bila anak itu sering melanggar/mengabaikan peraturan itu maka si ibu akan
memberikansanksi hukuman, misalnya anak tersebut tidak boleh menonton acara hari itu.


























Cara Menanamkan Disiplin
1.Otoriter
Orangtua yang memberi tindakan cepat, tetapi tidak responsif bagi anak-anak, karenaorangtua cenderung penuh
kontrol
Selalu mengevaluasi sikap dan perilaku anak dengan standar yang tinggi
Menyiapkan tempat yang baik untuk anak lebih karena kekhawatiranPositif :
Menggunakan kata-kata verbal yang mendukungNegatif :
Tidak memiliki kompetensi sosial
Inisiatif yang rendah
Hasil pekerjaan rendah
Cenderung memiliki self esteem yang rendah
2.Permisif
Memberikan aturan-aturan berperilaku yang dipergunakan untuk membuat keputusanmanakala
memungkinkan
Memberikan aturan-aturan yang longgar (makan, menonton tv, tidur, dll)
Mempergunakan standar kematangan perilaku atas dasar apa yang bisa dilakukanwalaupun diluar batas
kemampuan
Memberikan control dan punishment yang sedikitPositif :
Memberi toleran yang banyak
Negatif :
Anak menjadi sulit diatur
Anak yang menggantungkan / berlindung pada orangtua3.

Autoritatif
Orangtua menjelaskan harapan-harapan
Orangtua menyampaikan aturan dan sanksi
Orangtua mendorong anak untuk menemukan pribadinya
Orangtua mendengarkan pandangan-pandangan anak dan menyampaikan jugapandangan-pandangan mereka
Menyusun aturan bersama (orangtua dan anak) yang setiap saat dapat diperbaikiPositif :
Orangtua yang selalu menempatkan kebutuhan dan tanggung jawab.

Ketiga cara tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu :
Kebiasaan orangtua
Kesepakatan masyarakat
Usia
Jenis kelamin
Status sosial ekonomi
Konsep dan peran orangtua

Sikap orang tua yang tegas dan konsisten terhadap pelanggaran anak akan membangkitkanmotivasi anak untuk
mengikuti peraturan dan menghindari pelanggaran agar ia tidak dihukumlagi. Dengan demikian jelaslah bahwa
peraturan tersebut menjadi pedoman bagi perilaku anak.Beberapa contoh disiplin yang dapat dikembangkan dan
ditanamkan sejak dini di dalam keluargaadalah :
1.biarkan anak-anak mengungkapkan isi hati dan perasaannya agar ia merasa aman danmerasa diperhatikan.
2.Biasakan anak-anak untuk membuat jadwal kebutuhannya sendiri (kapan harus mani,kapan harus belajar,
kapan harus membantu orang tua atau bermain dan lain-lain).
3.Beri kepercayaan dan kesempatan untuk mengatur dirinya sendiri.
4.Biasakanlah anak untuk mengambil sesuatu dan mengembalikan pada tempatnya semula.
5.Biasakanlah anak untuk ikut dalam pertemuan keluarga dan berilah kesempatan kepadamereka untuk
memberikan saran-saran/usul demi kebaikan keluarga.

Penerapan disiplin oleh orang tua dan guru dapat menjadi kontrol bagi perilaku. Bila disiplinsudah menjadi
kebiasaan maka akan membentuk watak anak atau siswa.



















BAB. II
PENUTUP


A.Kesimpulan

Melalui disiplin anak diajarkan tentang bagaimana berperilaku dengan cara-cara yangsesuai dengan standar
kelompok sosialnya. Sesuai dengan peran-peran yang ditetapkankelompok budaya di mana ia berasal. Maka
jelaslah bahwa orang tua adalah orangpertama yang bertanggung jawab terhadap pembentukan perilaku moral
anak-anaknya dirumah. Kesalahan atau ketidakketatan dalam penanaman kedisiplinan sangat besarpengaruhnya
terhadap pembentukan perilaku anak. Sedangkan penanaman disiplin yangtepat akan menghasilkan terbentuknya
perilaku moral yang baik atau positif bagi anak.B.

SaranDalam menanamkan disiplin yang positif pada anak usia dini orang tua atau guru harusmemiliki
pengetahuan bahwa:
1.Disiplin tidak tertanam begitu saja
2.Disiplin yang ditanamkan pada masa kanak-kanak harus menyesuaikan denganperkembangan usia anak.
3.Setiap usia ada kemampuan yang dikuasai dan ada yang belum dikuasainya.Dan orang tua atau guru harus
memiliki pengetahuan tentangn cara-cara yang tepat danefektif dalam melatih disiplin sesuai dengan usia
perkembangan anak.