Anda di halaman 1dari 21

I.

PERILAKU MANUSIA DALAM MASYARAKAT


TUJUAN INSTRUKSIONAL :
1. TIU : Mahasiswa mampu menerapkan perilaku dan etika profesinya sebagai tenaga
kesehatan kefarmasian.
2. TIK : Mahasiswa mampu menjelaskan beberapa kasus perilaku dalam masyarakat
dibidang kesehatan, pendidikan, sosial / lingkungan dan bidang ekonomi / bisnis
TEORI SINGKAT
1. Pengertian
a. Perilaku adalah suatu tindakan yang secara masuk akal dapat dipikirkan sebagai sesuatu
yang diterima oleh semua anggota masyarakat sebagai suatu aturan moral, yaitu sebagai suatu
bentuk yang kekal dari tingkah laku yang dikenal oleh semua orang dan terbuka bagi setiap
orang dalam keadaan yang serupa. onald !reen mengungkapkan sebuah prinsip tentang
kewajaran, ia beranggapan bahwa moralitas bertujuan pada penyelesaian perselisihan yang
adil dan berprinsip. Prinsip ini menyatakan diri sebagai suatu ideal yang setiap orang dalam
masyarakat harus menyetujui aturan perilaku.
"aktor yang kedua adalah tentang kemungkinan mencapai konsensus bebas pada perilaku
sosial.. #elayakan pendekatan konsensual ini tampaknya cukup terbagi$bagi, membuatnya
tidak realistik. !reen sendiri menyatakan keberatan$keberatannya :
%rang mempunyai nilai$nilai yang berbeda dan keyakinan yang berbeda, dan mereka
berdiri dalam posisi kekuasaan yang demikian berbedanya sehingga hampir tidak ada
bentuk perilaku yang dapat disetujui tiap orang.
b. Perilaku merupakan
hasil dari segala macam pengalaman dan interaksi manusia dengan lingkungannya. &ujudnya
bisa berupa pengetahuan, sikap, dan tindakan. Perilaku manusia cenderung bersifat
menyeluruh 'holistik(, dan pada dasarnya terdiri atas sudut pandang psikologi, fisiologi, dan
sosial. )amun ketiga sudut pandang ini sulit dibedakan pengaruh dan peranannya terhadap
pembentukan perilaku manusia.
Perilaku manusia merupakan pencerminan dari berbagai unsur kejiwaan yang mencakup
hasrat, sikap, reaksi, rasa takut atau cemas, dan sebagainya. %leh karena itu, perilaku manusia
dipengaruhi atau dibentuk dari faktor$faktor yang ada dalam diri manusia atau unsur
kejiwaannya. Meskipun demikian, faktor lingkungan merupakan faktor yang berperan serta
mengembangkan perilaku manusia.
*ingkungan terdiri atas lingkungan fisik alamiah dan lingkungan sosial atau budaya.
*ingkungan fisik adalah lingkungan geografi yaitu lingkungan tempat tinggal manusia dengan
semua tantangan hidup yang harus dihadapinya. *ingkungan sosial atau budaya mempunyai
pengaruh dominan terhadap pembentukan perilaku manusia. +ang termasuk lingkungan sosial
atau budaya adalah sosial ekonomi, sarana dan prasarana sosial, pendidikan, tradisi,
kepercayaan, dan agama.
2. Perilak Ke!e"atan
Perilaku kesehatan adalah respons seseorang terhadap stimulus yang berhubungan dengan
konsep sehat, sakit, dan penyakit. ,entuk operasional perilaku kesehatan dapat
dikelompokkan menjadi tiga wujud, yaitu :
a. Perilaku dalam wujud pengetahuan yakni dengan mengetahui situasi atau
rangsangan dari luar yang berupa konsep sehat, sakit, dan penyakit.
b. Perilaku dalam wujud sikap yakni tanggapan batin terhadap rangsangan dari
luar yang dipengaruhi faktor lingkungan: fisik yaitu kondisi alam- biologi yang
berkaitan dengan makhluk hidup lainnya- dan lingkungan sosial yakni
masyarakat sekitarnya.
c. Perilaku dalam wujud tindakan yang sudah nyata, yakni berupa perbuatan
terhadap situasi atau rangsangan luar.
Perilaku kesehatan yang berupa pengetahuan dan sikap masih bersifat tertutup, sedangkan
perilaku kesehatan yang berupa tindakan, bersifat terbuka. .ikap sebagai perilaku tertutup
lebih sulit diamati, oleh karena itu, pengukurannyapun berupa kecenderungan atau tanggapan
terhadap fenomena tertentu.
/da ahli yang menyatakan bahwa perilaku kesehatan merupakan fungsi dari :
a. )iat seseorang untuk bertindak sehubungan dengan kesehatan atau pemeliharaan
kesehatan.
b. 0ukungan sosial dari masyarakat sekitarnya.
c. /da atau tidaknya informasi kesehatan atau fasilitas kesehatan.
d. %tonomi pribadi dari orang yang bersangkutan dalam hal mengambil keputusan untuk
bertindak.
e. .ituasi yang memungkinkan untuk bertindak atau tidak bertindak.
Penyebab seseorang berperilaku kesehatan atau tidak berperilaku kesehatan ada empat
yaitu :
a. Pikiran dan perasaan dalam bentuk pengetahuan, perspeksi, sikap, kepercayaan, dan
penilaian seseorang terhadap kesehatan.
b. Perilaku kesehatan dari orang lain yang menjadi panutan cenderung akan dicontoh.
c. .umber daya yang mencakup fasilitas kesehatan, uang, waktu, tenaga, jarak ke fasilitas
kesehatan akan berpengaruh positif maupun negatif terhadap perilaku kesehatan
seseorang.
d. #ebudayaan yang terbentuk dalam jangka waktu lama sebagai akibat kehidupan
masyarakat bersama, akan berubah baik secara cepat maupun lambat sesuai dinamika
masyarakat. #elompok masyarakat yang terbiasa bersih akan menunjang perilaku
kesehatan indi1idu dan masyarakat.
Perilaku manusia baik sebagai indi1idu maupun sebagai kelompok / masyarakat terbentuk
dari tiga faktor utama, yaitu :
a. "aktor predisposisi yang terdiri atas pengetahuan, sikap, kepercayaan, keyakinan,
nilai$nilai, umur, pendidikan, pekerjaan, dan status ekonomi keluarga.
b. "aktor pendukung yang terdiri atas lingkungan fisik, tersedia atau tidak tersedianya
sarana dan prasarana , serta ada atau tidak adanya program kesehatan atau program
lain.
c. "aktor pendorong terdiri atas sikap dan perbuatan petugas kesehatan atau orang lain
yang menjadi panutan.
#ONTO$ KASUS PERILAKU MANUSIA DALAM MASYARAKAT DI %IDANG
KESE$ATAN :
PENTINGNYA PEM%ERIAN ASI & EKSKLUSI' PADA %AYI
UMUR ( ) * %ULAN.
I. Latar %elakang
1. /.2 3ksklusif : merupakan pemberian air susu ibu pada bayi tanpa tambahan cairan
lain 'susu formula, air gula, air madu, sari jeruk( dan tanpa tambahan makanan lain
'pisang, biskuit, bubur, nasi tim, nasi(. 0ianjurkan hingga umur bayi mencapai 4
bulan.
2. ekomendasi : pemberian /.2 sebagai sumber makanan tunggal untuk bayi sampai
umur 4 bulan kehidupannya, dilanjutkan dengan menyusui disertai diperkenalkan
makanan padat. Menyusui dapat dilanjutkan sampai setidaknya 2 tahun atau selama
keduanya masih menginginkan. ekomendasi ini diberikan oleh : American Academy
of Pediatric (AAP 2002).
II. Perilak Dala+ Ma!,arakat
,ahwa di dalam masyarakat masih ada ibu dari bayi yang belum mengerti akan
pentingnya pemberian /.2 secara 3ksklusif kepada bayi mereka hingga umur 4 bulan. /da
beberapa faktor mengapa masih ada ibu yang belum memberikan /.2 secara 3ksklusif,
diantaranya adalah sebagai berikut :
1. /da kepercayaan bahwa apabila bayi menangis pasti lapar, sehingga ibu dari bayi
berinisiatif untuk memberikan makanan semi padat ataupun padat 'pisang/biskuit(.
2. 2bu dari si bayi sibuk bekerja, sehingga tidak sempat memberikan /.2 nya kepada
bayinya.
5. 2bu kurang tahu manfaat pemberian /.2 3ksklusif.
6. #ualitas maupun kuantitas dari /.2 sang ibu yang kurang memenuhi syarat untuk
diberikan kepada bayinya.
,eberapa faktor tadi merupakan faktor Penahan atau Penghambat sehingga belum semua
bayi umur 7 8 4 bulan mendapat /.2 3ksklusif.
III. U-a,a Untk Mer.a" Perilak
9ntuk merubah perilaku dalam masyarakat terutama perilaku ibu yang belum
memberikan /.2 3ksklusif pada bayinya, antara lain adalah :
1. Mengadakan penyuluhan tentang betapa pentinganya pemberian /.2 3ksklusif. :ugas
ini bisa dilakukan oleh ,idan 0esa atau #ader #esehatan yang lain yang sudah
dibekali pengetahuan tentang keuntungan /.2 3ksklusif, yang antara lain keuntungan
dari /.2 3ksklusif adalah :
a. 0apat meningkatkan kecerdasan
b. Merupakan nutrisi yang optimal kualitas dan kuantitasnya.
c. 0apat meningkatkan kesehatan
2. Menghilangkan faktor Penahan yang ada dengan meningkatkan faktor Pendorong
yang ada. ;adi hal yang perlu ditekankan :
a. Mitos bahwa bayi menangis pasti lapar tidak sepenuhnya benar, namun kalau
memang bayi menangis karena lapar, maka tindakannya tetap diberikan /.2
3ksklusif pada usia 7 8 4 bulan.
b. 2bu dari bayi sibuk bekerja bukan alasan yang tepat untuk tidak memberikan
/.2 3ksklusif, karena /.2 bisa dipompa atau diperas disela waktu yang ada
dan /.2 dapat disimpan.
/.2 tahan :
< 4 8 = jam di udara luar-
26 jam dalam termos es-
5 bulan di dalam free>er 1 pintu-
4 bulan di dalam free>er 2 pintu.
c. #ualitas dan kuantitas /.2 yang kurang memadai bisa dikonsultasikan dengan
0okterr atau ,idan.
I/. Da0tar Ke-!takaan1S+.er
1. oesli 9tami '2776(. /.2 3ksklusif, *angkah /wal Mengoptimalkan #ecerdasan
/nak. +ang disampaikan pada simposium pelantikan dokter baru "#. 9)..
2. .uharyono, dkk '1??2(. /ir .usu 2bu :injauan dari ,eberapa /spek. 3d. 2 "#. 92,
;akarta.
#ARA KERJA 1 TUGAS MA$ASIS2A :
1. ,entuklah kelompok$kelompok, dimana masing$masing kelompok terdiri dari 5 8 6
orang.
2. Masing$masing kelompok mencari kasus tentang perilaku manusia dalam masyarakat
dibidang #esehatan.
5. Melakukan diskusi kelompok untuk kasus yang telah diperoleh untuk bahan
presentasi.
6. Masing$masing kelompok melakukan presentasi dari kasus hasil diskusi kelompok,
dan kelompok yang lain menanggapi dengan mengajukan pertanyaan$pertanyaan..
@. Penilaian dilakukan berdasarkan keaktifan mahasiswa dalam melakukan diskusi
kelompok dan tanya jawab.
#ONTO$ KASUS PERILAKU MANUSIA DALAM MASYARAKAT DI %IDANG
PENDIDIKAN :
JENJANG PENDIDIKAN D&3 ATAU S&1 SAMA

I. Latar %elakang

1. %an,akn,a -enganggran
,anyaknya pengangguran menimbulkan beberapa dampak yang sangat
berpengaruh seperti halnya premanisme, gelandangan, anak jalanan dan bahkan
pengemis. 2ronisnya, banyak diantara yang menganggur adalah lulusan sarjana
yang notabene dulu merupakan strata pendidikan bergengsi dengan biaya
pendidikan yang relatif mahal. 0an saat ini kemampuan sofa skill juga menjadi
salah satu pertimbangan perusahaan mempekerjakan lulusan perguruan tinggi.

2. Ke+a+-an ek4n4+i
,anyak anggapan bahwa biaya pendidikan .1 lebih mahal daripada biaya
pendidikan 05, sehingga sebagian orang memilih 05 sebagai pilihan
pendidikan yang akan diambilnya disamping juga disesuaikan dengan
kemampuan ekonomi keluarga.
3. Ter.kan,a la-angan -eker5aan
/danya anggapan bahwa pendidikan 05 lebih cepat lulus sehingga lebih cepat
bekerja. Pendidkan 05 disiapkan untuk berwirausaha sendiri tanpa harus
mencari pekerjaan dengan susah payah sehingga tidak tergantung pada orang
lain.
6. Ke-ri"atinan 7ikalangan +a!,arakat
,anyak masyarakat yang sangat prihatin melihat hasil lulusan yang sekarang
yang sangat berbeda dengan lulusan jaman dulu. 0ahulu seseorang melakukan
pembelajaran dengan baik dan membanggakan. Aal ini yang menjadi tolok
ukur dalam menilai keberhasilan seseorang.
II. Perilak Dala+ Ma!,arakat
1. Si0at geng!i 7ikalangan +a!,arakat
.eringkali masyarakat menganggap dengan sekolah tinggi lebih disegani padahal yang
menjadi masalah seseorang disegani atau tidak, tergantung dari perilaku masing$
masing indi1idu. /danya anggapan pula bahwa pola pikir lulusan .2 lebih bagus dari
pda lulusan 05.
2. A!+!i&a!+!i 7i 7ala+ +a!,arakat
/sumsi$asumsi di dalam masyarakat ini timbul karena kurangnya pengetahuan yang
ersifat doktrin terhadap masalah ni. /sumsi$asumsi tersebut diantaranya adalah :
a. %rang yang berpendidikan tinggi pasti akan menjadi orang yang sukses.
b. Perspektif masyarakat tentang pendidikan yang tinggi memang penting.
III. U-a,a Mer.a" Perilak
1. Melakukan penyuluhan/memberikan informasi melalui sektor pendidikan
formal maupun non formal, bahwa lulusan .2 belum tentu lebih baik dari pada
lulusan 05, karena tergantung dari beberapa faktor, antara lain bagaimana
orang tersebut menjalani pendidikannya, artinya untuk prestasi atau hanya
prestise/asal lulus- faktor perilaku seseorang - lapangan kerja yang tersedia, dsb.
2. Menghilangkan asumsi masyarakat tentang berpendidikan tinggi pasti menjadi
orang yang sukses, meskipun pendidikan tinggi itu penting, namun kesuksesan
seseorang tidak hanya didasarkan atas jenjang pendidikan saja namun juga
perilaku dan usaha keras. Bara menghilangkan asumsi tersebut antara lain
dengan penyuluhan$penyuluhan melalui karang taruna, seminar$seminar, dsb.
I/. Da0tar Ke-!takaan1S+.er
www.google.com
:3MP%, 5 ;uli 277@
#ARA KERJA1TUGAS MA$ASIS2A :
1. ,entuklah kelompok$kelompok, dimana masing$masing kelompok terdiri dari 5 8 6
orang.
2. Masing$masing kelompok mencari kasus tentang perilaku manusia dalam masyarakat
dibidang Pendidikan
5. Melakukan diskusi kelompok untuk kasus yang telah diperoleh untuk bahan
presentasi.
6. Masing$masing kelompok melakukan presentasi dari kasus hasil diskusi kelompok,
dan kelompok yang lain menanggapi dengan mengajukan pertanyaan$pertanyaan..
@. Penilaian dilakukan berdasarkan keaktifan mahasiswa dalam melakukan diskusi
kelompok dan tanya jawab.
#ONTO$ KASUS PERILAKU MANUSIA DALAM MASYARAKAT DI %IDANG
SOSIAL1LINGKUNGAN :
PERLAKUAN MASYARAKAT TER$ADAP
PENYANDANG #A#AT
I. Latar %elakang
.etiap negara baik yang maju maupun sedang berkembang, dapat dipastikan ada sejumlah
warga negaranya yang menyandang cacat. #emajuan teknologi dan ilmu pengetahuan serta
kesejahteraan masyarakat atau bangsa tidak menjamin terbebaskannya negara tersebut dari
warganya yang cacat.
Penyandang cacat sering juga dikenal dengan istilah anak luar biasa sehingga
pendidikannya pun bernama sekolah luar biasa. 0ikalangan pendidikan, sekolah ini
digunakan untuk anak$anak yang mengalami kesukaran atau gangguan untuk mencapai
prestasi belajar sehingga memerlukan pelayanan pendidikan secara khusus.
Pengalaman dalam memberikan pelayanan atau penangan terhadap warga negaranya yang
menyandang cacat, setiap negara ber1ariasi. Meskipun demikian, secara umum perlakuan
masyarakat terhadap penyandang cacat dapat dikatagorikan dalam tiga tahap utama yaitu
disia$siakan, dilindungi, dan dilatih atau dididik. Pada tahap pertama kelahiran atau
keberadaan penyandang cacat dipandang sebagai kutukan atau akibat dosa seseorang sehingga
menimbulkan aib bagi keluarganya khususnya orang tua.
II. Perilak Dala+ Ma!,arakat

1. ,anyak penyandang cacat belum dapat hidup selayaknya seperti orang pada umumnya.
0alam kondisi semacam ini, masyarakat cenderung ingin meniadakan penyandang
cacat dengan cara disembunyikan, dibuang, bahkan sampai dibunuh.
2. ,anyak para penyandang cacat, khususnya penyandang cacat mental, sering kali
mendapat perlakuan diskriminasi, dan terabaikan dalam masyarakat.
5. Pendidikan '.ekolah *uar ,iasa( yang ada selama ini hanya menitikberatkan pada
pemerintah sebagai pelakunya/penyelenggaranya. Peran serta masyarakat kurang
dalam bidang ini. Masyarakat merasa tidak mempunyai kewajiban untuk mendukung
pendidikan bagi penyandang cacat. /kibatnya pendidikan ini mengalami banyak
hambatan. Pandangan masyarakat terhadap penyandang cacat pun tidak banyak
berubah.
III. U-a,a Mer.a" Perilak

1. Pen,l"an 7ari Pe+erinta".
9ndang$9ndang )o.25 :ahun 2772 tentang Perlindungan /nak mengamanatkan
bahwa setiap anak yang menyandang cacat fisik atau cacat mental berhak
mendapatkan pendidikan khusus, pelayanan rehabilitasi, bantuan sosial dan
pemeliharaan taraf kesejahteraan soaial.
#egiatan penyuluhan dari pemerintah terhadap masyarakat perlu dilakukan secara
intensif sehingga dapat mengubah paradigma masyarakat terhadap penyandang cacat.
.elain itu tokoh masyarakat dan pemuka agama juga harus turut memberikan
dukungan dan arahan kepada masyarakat bagimana seharusnya memperlakukan
penyandang cacat.
2. Men7irikan Sek4la"&Sek4la" Lar %ia!a
.ekolah luar biasa bertujuan untuk memberikan pendidikan yang memadai bagi
penyandang cacat. 0engan adanya sekolah ini maka masyarakat akan menghargai
kehadiran penyandang cacat di lingkungannya. Penyelenggara .*,, selama ini
sebagian besar adalah pihak swasta yang berupa yayasan, namun dibina oleh
pemerintah.
3. Men,elenggarakan Oli+-ia7e k"!! -en,an7ang 8a8at
Penyelenggaraan olimpiade khusus penyandang cacat akan mampu menarik
masyarakat untuk memberikan simpati kepada mereka. 0engan menampilkan prestasi
penyandang cacat, masyarakat akan tersadar bahwa setiap manusia meskipun cacat
mempunyai potensi masing$masing yang dapat dikembangkan dan menghasilkan
prestasi.

I/. Da0tar Ke-!takaan1S+.er
1. /dmin. 277=. CPersatuan %rang :ua/#eluarga dengan Penyandang Bacat MentalC
dalam http://yanrehsos.depsos.go.id
2. .unanto, ;uang. Pendidikan *uar ,iasa di 2ndonesia. Pendidikan *uar ,iasa "akultas
2lmu Pendidikan, 9ni1ersitas Pendidikan 2ndonesia.
5. 9ndang$9ndang 2. )o.6 :ahun 1??D :entang Penyandang Bacat.
6. 9ndang$9ndang 2 )o.25 :ahun 2772 :entang Perlindungan /nak.
#ARA KERJA1TUGAS MA$ASIS2A :
1. ,entuklah kelompok$kelompok, dimana masing$masing kelompok terdiri dari 5 8 6
orang.
2. Masing$masing kelompok mencari kasus tentang perilaku manusia dalam masyarakat
dibidang .osial/*ingkungan.
5. Melakukan diskusi kelompok untuk kasus yang telah diperoleh untuk bahan
presentasi.
6. Masing$masing kelompok melakukan presentasi dari kasus hasil diskusi kelompok,
dan kelompok yang lain menanggapi dengan mengajukan pertanyaan$pertanyaan..
@. Penilaian dilakukan berdasarkan keaktifan mahasiswa dalam melakukan diskusi
kelompok dan tanya jawab.
#ONTO$ KASUS PERILAKU MANUSIA DALAM MASYARAKAT DI %IDANG
EKONOMI1%ISNIS :
USA$A KE#IL DAN MENENGA$ 9UKM: DI INDONESIA
I. Latar %elakang
1. %an,akn,a -enganggran 7i In74ne!ia
,anyak orang beranggapan kalau dewasa ini banyak pengangguran yang diterlantarkan
oleh pemerintah. .elain itu juga faktor dari orang tersebut yang tidak mau berusaha
untuk mencari suatu pekerjaan dan tidak mau akan pekerjaan yang rendah. 0ia
menganggap bahwa pekerjaan rendahan adalah pekerjaan yang hina seperti tukang
sampah.
Menurut data terbaru ,adan Pusat .tatistik ',P.(, jumlah pengangguran pada "ebruari
2717 sebanyak =,@? juta orang.
2. La-angan -eker5aan ,ang !e7ikit
*apangan pekerjaan di 2ndonesia yang sedikit tidak sebanding dengan jumlah penduduk
di 2ndonesia yang mencapai 257 juta jiwa. Masalah ini menjadi sangat krusial ditambah
dengan adanya sumber daya manusia yang rendah dibandingakan dengan negara lain.
.ehingga banyak warga kita yang merasa bersaing dengan warga negara lain yang
mana seharusnya pemerintah 2ndonesia lebih mengutamakan/mementingkan warganya
sendiri.
3. $arga .arang ,ang !e+akin +a"al
Aarga barang$barang yang semakin tinggi terutama bahan pokok sulit/tidak terjangkau
oleh sebagian masyarakat mengakibatkan semakin bertambahnya jumlah penduduk
yang miskin.
II. Perilak Dala+ Ma!,arakat

1. Ma!,arakat .erangga-an !lit 7ala+ +en8ari +47al 7i UKM
,anyak masyarakat/pengusaha$pengusaha beranggapan bahwa bank pemerintah
maupun swasta dalam memberikan permodalan sering memberatkan/menyulitkan
dalam perijinan dan persyaratan$persyaratannya
2. Pr4!e! -er+47alan ,ang la+a
Masyarakat/pelaku usaha untuk lebih suka memperoleh modal melalui 9#M tersebut
dengan cara yang sederhana dan secara cepat dapat segera diperoleh. #arena selama ini
beranggapan bahwa selain kesulitan dalam mencari permodalan dengan bermacam$
macam persyaratan, juga lamanya dalam proses permodalan sehingga membutuhkan
waktu sangat lama untuk memperoleh hasil pinjaman tersebut. .ehingga banyak
pengusaha yang akhirnya tidak mau meminjam melalui 9#M.
3. %nga -er+47alan ,ang tinggi
Masyarakat mau pinjam melalui 9#M asalkan suku bunganya rendah dengan jangka
waktu pinjaman yang lama. .elama ini mereka beranggapan bahwa suku bunga
pinjaman terlaku tinggi sehingga tidak mampu untuk mengembalikannya seakan
menkerdilkan masyarakat untuk dan agar tidak berkembang usahanya.
III. U-a,a Mer.a" Perilak

1. Memberikan permodalan dengan bunga rendah yang dapat terjangkau oleh pengusaha
kecil dan menengah.
2. Persyaratan dan perijinan permodalan yang dipermudah sehingga memberikan
keleluasaan perorangan atau badan usaha untuk melakukan peminjaman dengan
mudah.
5. Melakukan bantuan pembiayaan bagi 9#M secara Buma$Buma.
6. Membentuk pribadi masyarakat yang wirausahawan, artinya selain masyarakat pihak
manapun juga harus mampu dalam mengembangkan dan berjiwa usahawan termasuk
mahasiswa agar membentuk lapangan pekerjaan dan tidak untuk mencari pekerjaan.
+ang mana telah dicanangkan oleh pemerintah yaitu pengusaha melalui program
1.777 .arjana.
I/. Da0tar Ke-!takaan1S+.er
&ebsite: www.google.co.id
www.sentrakukm.com
#ARA KERJA1TUGAS MA$ASIS2A :
1. ,entuklah kelompok$kelompok, dimana masing$masing kelompok terdiri dari 5 8 6
orang.
2. Masing$masing kelompok mencari kasus tentang perilaku manusia dalam masyarakat
dibidang 3konomi/,isnis
5. Melakukan diskusi kelompok untuk kasus yang telah diperoleh untuk bahan
presentasi.
6. Masing$masing kelompok melakukan presentasi dari kasus hasil diskusi kelompok,
dan kelompok yang lain menanggapi dengan mengajukan pertanyaan$pertanyaan..
@. Penilaian dilakukan berdasarkan keaktifan mahasiswa dalam melakukan diskusi
kelompok dan tanya jawab.
II. MORAL DAN PELANGGARAN ETIKA PRO'ESI
TUJUAN INSTRUKSIONAL :
1. TIU : Mahasiswa mampu menerapkan perilaku dan etika profesinya sebagai tenaga
kesehatan kefarmasian.
2. TIK : Mahasiswa mampu menjelaskan beberapa kasus moral dan pelanggaran etika
profesi dibidang kesehatan, pendidikan, sosial / lingkungan dan bidang
ekonomi / bisnis
TEORI SINGKAT
1. Antara Etika 7an M4ral
Menurut ,ertens '1??6(, 3tika dari kata ethos 'bhs +unani( yang berarti adat kebiasaan,
adat istiadat, akhlak yang baik. .edangkan kata Moral berasal dari kata mos 'bahasa *atin(,
jamaknya mores yang berarti juga adat kebiasaan. .ecara etimologis kata 3tika sama dengan
kata Moral, keduanya berarti adat kebiasaan. Perbedaannya hanya pada bahasa asalnya.
0engan merujuk kepada arti kata 3tika yang sesuai, maka arti kata Moral sama dengan arti
kata 3tika, yaitu nilai$nilai dan norma$norma yang menjadi pegangan seseorang atau suatu
kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Maka dengan demikian berdasarkan
perkembangan arti kata, maka 3tika Moral adalah berkenaan dengan kebiasaan berperilaku
baik dan benar berdasarkan kodrat manusia. /pabila 3tika ini dilanggar timbullah kejahatan,
perbuatan yang tidak baik dan tidak benar.
2. Etika Pr40e!i
a. Pengertian Pr40e!i
.ebuah Profesi terdiri dari kelompok terbatas dari orang$orang yang memiliki
keahlian khusus dan dengan keahlian itu mereka dapat berfungsi di dalam masyarakat dengan
lebih baik bila dibandingkan denga warga masyarakat lain pada umumnya. Pengertian lain,
sebuah profesi adalah sebuah sebutan/jabatan dimana orang yang menyandangnya
mempunyai pengetahuan khusus yang diperolehnya melalui training atau pengalaman lain
atau keduanya sehingga penyandang profesi dapat membimbing/memberi nasehat/saran atau
juga melayani orang lain dalam bidangnya sendiri. Profesi dapat juga dirumuskan sebagai
pekerjaan yang dilakukan sebagai nafkah hidup dengan mengandalkan keahlian dan
ketrampilan yang tinggi dan dengan melibatkan komitmen pribadi 'moral( yang mendalam.
;adi orang yang profesional adalah orang yang mempunyai komitmen pribadi yang mendalam
atas pekerjaannya yang diwujudkan dalam bentuk #ode 3tik Profesi.
.. Nilai M4ral Pr40e!i
)ilai moral merupakan kekuatan yang mengarahkan dan mendasari perbuatan
luhur. "rans Magnis .useno '1?D@( mengemukakan tiga nilai moral yang dituntut pengemban
profesi, yaitu :
1. ,erani berbuat untuk memenuhi tuntutan profesi-
2. Menyadari kewajiban yang harus dipenuhi selama menjalankan profesi
'menjunjung tinggi etika profesi(-
5. 2dealisme sebagai perwujudan makna misi organisasi profesi, yaitu dalam
mempraktikkan profesinya bukan mencari untung melainkan mau mengabdi
pada sesama.
/tas dasar ini setiap profesional dituntut untuk bertindak sesuai dengan cita$cita dan tuntutan
profesi serta memiliki nilai moral yang kuat.
8. Prin!i-&Prin!i- Etika Pr40e!i
1. Prinsip tanggung jawab, yaitu bertanggung jawab terhadap pelaksanaan
pekerjaannya dan terhadap hasilnya serta juga bertanggung jawab atas dampak
profesinya itu terhadap kepentingan orang lain.
5. Prinsip keadilan, yaitu agar dalam menjalankan profesinya tidak merugikan
orang lain dan tidak diskriminatif.
6. Prinsip otonomi, yaitu agar diberikebebasan sepenuhnya dalam menjalankan
profesinya selama tidak merugikan hak dan kepentingan pihak lain.
@. Prinsip integritas moral, yaitu mempunyai komitmen pribadi untuk menjaga
keluhuran profesinya, nama baiknya, dan juga kepentingan orang lain atau
masyarakat.
3. K47e Etik Pr40e!i
,ertens '1??@( menyatakan, kode etik profesi merupakan norma yang ditetapkan dan
diterima oleh kelompok profesi yang mengarahkan atau memberi petunjuk kepada
anggotanya bagaimana seharusnya berbuat dan sekaligus menjamin mutu moral profesi itu di
mata masyarakat. /pabila satu anggota kelompok profesi itu berbuat menyimpang dari kode
etiknya, maka kelompok profesi itu akan tercemar di mata masyarakat. %leh karena itu,
kelompok profesi harus menyelesaikannya berdasarkan kekuasaannya sendiri. #ode etik
profesi dapat berubah dan diubah seiring dengan perkembangan 2P:3#, sehingga anggota
kelompok profesi tidak akan ketinggalan jaman. :etapi dibalik semua itu terdapat kelemahan
sebagai berikut :
a. 2dealisme yang terkandung dalam kode etik profesi tidak sejalan dengan fakta yang
terjadi disekitar para profesional, sehingga harapan sangat jauh dari kenyataan. Aal ini
cukup mempengaruhi para profesional untuk berpaling kepada kenyataan dan
mengabaikan idealisme kode etik profesi.
b. #ode etik profesi merupakan himpunan norma moral yang tidak dilengkapi dengan
sanksi keras karena keberlakuannya semata$mata berdasarkan kesadaran profesional.
#ode etik profesi ini perlu dirumuskan secara tertulis, karena berfungsi sebagai :
a. .arana kontrol sosial-
b. Pencegah campur tangan pihak lain-
c. Pencegah kesalahpahaman dan konflik.
#ode etik profesi yang baik adalah yang mencerminkan nilai moral anggota kelompok profesi
sendiri dan pihak yang membutuhkan pelayanan profesi yang bersangkutan.


#ONTO$ KASUS MORAL DAN PELANGGARAN ETIKA PRO'ESI DI %IDANG
KESE$ATAN :
PENYELE2ENGAN DANA %ANTUAN ASKES
I. Latar %elakang

Pemerintah, sejak tahun 2772 telah menunjuk 0okter /gusnawi sebagai #epala
Puskesmas #arang Mukti, 0esa #arang /gung, Musi ,anyu /sin, Palembang. Pada tahun
2775, tepatnya bulan /pril, mulai diadakan program /.#3. '/suransi #esehatan( untuk
15.?64 keluarga miskin 'gakin( di wilayah Musi ,anyu /sin Palembang, sekitar 577 km dari
kota Palembang, yang merupakan salah satu daerah termiskin di .umatera .elatan. .etiap
peserta /.#3. memperoleh subsidi sebesar p.5.777,$ 'tiga ribu rupiah( setiap pengobatan.
II. M4ral 7an Pelanggaran Etika Pr40e!i
0engan adanya program /.#3. untuk keluarga miskin tersebut , kemudian P:. /.#3.
memberikan dana sebesar p. =?.?D@.5=@,$ '0elapan puluh sembilan juta sembilan ratus tujuh
puluh lima ribu tiga ratus delapan puluh lima rupiah(, untuk keluarga miskin di wilayah Musi
,anyu /sin Palembang lewat rekening dokter /gusmawi selaku #epala Puskesmas #arang
Mukti, 0esa #arang /gung, Musi ,anyu /sin, Palembang. Pada kenyataannya, banyak
masyarakat pemegang kartu /.#3. tidak pernah menerima bantuan obat$obatan dari
dr. /smawi. :ernyata uang bantuan /.#3. tersebut telah dikorupsi atau digunakan untuk
kepentingan pribadi dr. /smawi sebesar p. @7.27?.D?7,$ '*ima puluh juta dua ratus
sembilan ribu tujuh ratus sembilan puluh rupiah(, kemudian sisa uang sebesar p.
1=.1@D.777,$ 'delapan belas juta seratus lima puluh tujuh ribu rupiah( digunakan oleh dokter
/smawi untuk menutupi tindakan penyelewengannya, dengan cara membagikan alat dan
obat$obat kontrasepsi kepada paramedisnya.
III. Tin7akan Ter"a7a- Pelanggaran
1. Memberlakukan tindakan hukum undang$undang dengan sanksinya yang
keras-
2. 0iserahkan kepda organisasi profesinya untuk dilakukan pembinaan-
5. ,ila setelah dibina ternyata masih melakukan pelanggaran, maka bila perlu
mengucilkan pelanggar dari kelompok profesinya.
I/. Da0tar Ke-!takaan1S+.er
;;;.k4+-a!.84+
;;;.,a"44.84+
#ARA KERJA1TUGAS MA$ASIS2A :
1. ,entuklah kelompok$kelompok, dimana masing$masing kelompok terdiri dari 5 8 6
orang.
2. Masing$masing kelompok mencari kasus tentang Moral dan Pelanggaran 3tika Profesi
dibidang #esehatan.
5. Melakukan diskusi kelompok untuk kasus yang telah diperoleh untuk bahan
presentasi.
6. Masing$masing kelompok melakukan presentasi dari kasus hasil diskusi kelompok,
dan kelompok yang lain menanggapi dengan mengajukan pertanyaan$pertanyaan..
@. Penilaian dilakukan berdasarkan keaktifan mahasiswa dalam melakukan diskusi
kelompok dan tanya jawab.

#ONTO$ KASUS MORAL DAN PELANGGARAN ETIKA PRO'ESI DI %IDANG
PENDIDIKAN :
PENYIMPANGAN DALAM SERTI'IKASI GURU
I. Latar %elakang
9ntuk meningkatkan kesejahteraan guru, pemerintah telah memberikan kebijakan dengan
diberikannya sertifikasi dengan persyaratan tertentu. %leh karena itu semua guru berusaha
untuk mendapatkan sertifikasi, bagaimanapun caranya. #arena apabila lolos dari persyaratan
hasilnya juga lumayan untuk mencukupi kebutuhan. :etapi untuk lolos agar mendapatkan
sertifikasi itu tidak mudah, harus melalui banyak tahap, oleh karena itu banyak guru yang
ingin mendapatkan sertifikasi tetapi dengan cara yang mudah/tidak perlu melewati beberapa
proses. .ehingga dalam prakteknya dijumpai banyak penyimpangan 'pemalsuan dokumen,
pemotongan honor asesor, upaya penyuapan(.
II. M4ral 7an Pelanggaran Etika Pr40e!i
Menurut 0irektur Pembinaan 0iklat 0ijen Peningkatan Mutu Pendidik dan :enaga
#ependidikan 'PMP#( 0epdiknas .umarna .urapranata sebelum membuka akor :erpadu
Peningkatan Mutu Pendidikan di *embaga Penjamin Mutu Pendidikan '*PMP( di .rondol
pad tanggal 11 "ebruari 277=, bahwa secara umum pelaksanaan .ertifikasi !uru '.!( telah
berjalan dengan baik. )amun masih ada beberapa penyimpangan dan pelanggaran antara
lain : pemalsuan dokumen, pemotongan honor asesor, dan upaya penyuapan. Menurutnya
sudah terjadi penyimpangan sejak sosialisasi, program .! yang dilakukan di sembilan
pro1insi termasuk ;ateng. .osialisasi di beberapa pro1insi dikomersialkan oleh oknum asesor
dan dinas dengan harga p. 27.777,$ $ p. 2@7.777,$ per acara perorang. ;uga ditemukan
kejanggalan$kejanggalan antara lain pemalsuan nama '51E(F pemalsuan tanggal '22E(,
pemalsuan tanda tangan '15E(. Pelanggaran juga terjadi karena sebagian komponen penilaian
sulit dipenuhi guru di daerah. #omponen tersebut diantaranya karya pengembangan profesi
'6=E(, penghargaan yang rele1an di bidang pendidikan '51E( dan keikutsertaan dalm forum
ilmiah '27E(.
III. Tin7akan Ter"a7a- Pelanggaran
1. Memberikan sanksi hukum bagi pelanggar dengan tidak meluluskan sertifikasi.
2. 9ntuk pencegahannya, dilaksanakan monitoring, dan e1aluasi .! secara
berkelanjutan dengan melibatkan komponen masyarakat yang rele1an.
5. Melarang segala bentuk komersialisasi .!.
6. Membuat sistem kendali mutu secara keseluruhan
I/. Da0tar Ke-!takaan1S+.er :

;awa Pos, 12 Pebruari 277=
#ARA KERJA1TUGAS MA$ASIS2A :
1. ,entuklah kelompok$kelompok, dimana masing$masing kelompok terdiri dari 5 8 6
orang.
2. Masing$masing kelompok mencari kasus tentang Moral dan Pelanggaran 3tika Profesi
dibidang Pendidikan.
5. Melakukan diskusi kelompok untuk kasus yang telah diperoleh untuk bahan
presentasi.
6. Masing$masing kelompok melakukan presentasi dari kasus hasil diskusi kelompok,
dan kelompok yang lain menanggapi dengan mengajukan pertanyaan$pertanyaan..
@. Penilaian dilakukan berdasarkan keaktifan mahasiswa dalam melakukan diskusi
kelompok dan tanya jawab.


#ONTO$ KASUS MORAL DAN PELANGGARAN ETIKA PRO'ESI DI %IDANG
SOSIAL1LINGKUNGAN :
KORUPSI PADA %ADAN PEMERINTA$AN
I. Latar %elakang
#orupsi, tentu saja berdampak sangat luas, terutama bagi kehidupan masyarakat yang
kurang mampu baik di desa maupun di kota. /wal mulanya, korupsi menyebabkan /nggaran
Pendapatan dan ,elanja )asional '/P,)( berkurang jumlahnya, sehingga untuk
mencukupkan /P,), pemerintah pusat menaikan pendapatan negara, salah satunya dengan
menaikan harga ,,M yang berdampak pada kenaikan harga kebutuhan pokok, biaya
pendidikan yang semakin mahal, dan pengangguran meningkat.
"enomena korupsi terjadi mulai dari pejabat di Pusat ';akarta(, sampai pamong di tingkat
desa atau dusun. Pejabat tidak lagi memiliki kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu
yang terus menerus menderita.
II. M4ral 7an Pelanggaran Etika Pr40e!i
Pada saat Presiden .,+ memerangi korupsi, 0P sebagai wakil rakyat untuk
menyampaikan aspirasi rakyat kepada pemerintah, justru dengan entengnya meminta 0ana
.erap /spirasi. 0i sektor perpajakan, yang masih menjadi pembicaraan secara )asional
bahkan 2nternasional yaitu kasus !ayus :ambunan, yang menggunakan uang setoran pajak
untuk kepentingan pribadi yang besarnya sangat fenomenal sekali. ,ahkan hampir disemua
#ementerian di negara kita ini selalu terjadi penyelewengan anggaran. ,eberapa contoh
seperti peneyelewengan di #ementerian #esehatan melalui Pengadaan /lat #esehatan- di
#ementerian /gama melalui dana program haji, #ementerian Pendidikan melalui pengadaan
buku ajar, dsb.
III. Tin7akan Ter"a7a- Pelanggaran
1. Pemerintah memberikan sanksi hukum yang berat bagi pelanggar/pelaku korupsi.
2. .eharusnya pemerintah membuat undang$undang yang baru tentang korupsi dengan
lebih memberatkan pada sanksi pidananya
5. Memoti1asi para penegak hukum 'P%*2, #ejaksaan, #P#, dsb( untuk menindak
tegas para koruptor sesuai sumpah jabatan.
I/. Da0tar Ke-!takaan1S+.er :
www.solopos.co.id
www.google.com
#ARA KERJA1TUGAS MA$ASIS2A :
1. ,entuklah kelompok$kelompok, dimana masing$masing kelompok terdiri dari 5 8 6
orang.
2. Masing$masing kelompok mencari kasus tentang Moral dan Pelanggaran 3tika Profesi
dibidang .osial/*ingkungan
5. Melakukan diskusi kelompok untuk kasus yang telah diperoleh untuk bahan
presentasi.
6. Masing$masing kelompok melakukan presentasi dari kasus hasil diskusi kelompok,
dan kelompok yang lain menanggapi dengan mengajukan pertanyaan$pertanyaan..
@. Penilaian dilakukan berdasarkan keaktifan mahasiswa dalam melakukan diskusi
kelompok dan tanya jawab.
#ONTO$ KASUS MORAL DAN PELANGGARAN ETIKA PRO'ESI DI %IDANG
EKONOMI1%ISNIS :
KE%IJAKAN PEMERINTA$ MENGATASI KRISIS EKONOMI DALAM ERA
RE'ORMASI
I. Latar %elakang
0alam kurun waktu antara 1?=@ 8 1??D tampak perekonomian 2ndonesia mampu tumbuh
dengan rata$rata D,@E pertehun dan pendapatan perkapita tumbuh dengan rata$rata @,=E
pertahun, sedangkan laju inflasi dapat terkendali pada tingkat kurang dari ?E. ,ersaaman
dengan itu jumlah penduduk miskin berhasil diturunkan hingga mencapai 22,@ juta orang atau
tinggal 11E pada tahun 1??4. ,ahkan selama periode 1??5/1??6 8 1??4/1??D anggaran
belanja negara berhasil mencapai surplus. .emua keberhasilan tersebut tidak terlepas dari
efekti1itas kebijakan deregulasi yang ditempuh secara berlanjut.
Pada tahun 1??D, bangsa 2ndonesia dilanda krisis moneter, yang kemudian berkembang
menjadi krisis ekonomi bahkan berlanjut menjadi krisis kepercayaan. Aal ini disebabklan
karena melemahnya daya saing perekonomian nasional akibat melemahnya kinerja dunia
usaha swasta dan lembaga perbankan, termasuk kelemahan dalam hal pengawasan sistem
keuangan, peningkatan upah/gaji yang tidak diikuti dengan peningkatan produkti1itas kerja.
II. M4ral 7an Pelanggaran Etika Pr40e!i.
#risis ekonomi terjadi di awali oleh melemahnya secara drastis nilai rupiah, seperti juga
nilai hampir semua mata uang regional lainnya. ,erbagai kelemahan tersebut telah
memperberat krisis ekonomi di 2ndonesia, yang dipacu pula oleh situasi politik yang tidak
menentu. #ondisi demikian masih diperburuk oleh berlangsungnya kemarau panjang
sehingga produksi pangan menurun. Pada saat yang bersamaan harga migas telah menurun
cukup tajam di pasar dunia dan berdampak negatif pada penerimaan negara dan de1isa dari
ekspor migas. #eadaan ini berdampak dengan bermunculannya praktek monopoli dan
oligopoli.
III. Tin7akan Ter"a7a- Pelanggaran
0engan menghapus praktek$praktek monopoli dan oligopoli serta persaingan yang tidak
sehat melalui langkah$langkah deregulasi dan debirokratisasi yang antara lain, menghilangkan
subsidi tersembunyi dan perlakuan$perlakuan khusus kepada perorangan maupun kelompok
usaha tertentu.
I/. Da0tar Ke-!takaan1S+.er :
www.google.com
#ARA KERJA1TUGAS MA$ASIS2A :
1. ,entuklah kelompok$kelompok, dimana masing$masing kelompok terdiri dari 5 8 6
orang.
2. Masing$masing kelompok mencari kasus tentang Moral dan Pelanggaran 3tika Profesi
dibidang 3konomi/,isnis.
5. Melakukan diskusi kelompok untuk kasus yang telah diperoleh untuk bahan
presentasi.
6. Masing$masing kelompok melakukan presentasi dari kasus hasil diskusi kelompok,
dan kelompok yang lain menanggapi dengan mengajukan pertanyaan$pertanyaan..
@. Penilaian dilakukan berdasarkan keaktifan mahasiswa dalam melakukan diskusi
kelompok dan tanya jawab.
MATERI 1 %A$AN %A#AAN PERKULIA$AN PRAKTEK :
1. /bdul #adir, M, Prof. .A. '2771( 3tika Profesi Aukum. Penerbit P:. Bitra
/ditya ,akti, ,andung
2. ,udiharto, Prof. 0r. 0rg, .#M '277=(. Pengantar 2lmu Perilaku #esehatan dan
Pendidikan #esehatan !igi. Penerbit ,uku #edokteran 3!B
5. Mark 3dberg '277D(. ,uku /jar #esehatan Masyarakat: :eori .osial G
Perilaku. Penerbit ,uku #edokteran 3!B.
6. Peter Prtatley '1??D(. :he 3ssence of ,usiness 3thic. Penerbit /ndi and .imon
G .chusrer '/sia(. Ptc. *td
@. .onny #eraf. /. 0r. '1??=(. 3tika ,isnis :untutan dan ele1ansinya. 3disi
,aru. Penerbit #anisius.
4. .umaryono. 3. '1??@(. 3tika Profesi Aukum. )orma )orma ,agi Penegak
Aukum. Penerbit #anisius.