Anda di halaman 1dari 10

A.

LATAR BELAKANG PEMILIHAN TEMA



Dalam pemilihan tema ini, kami mempertimbangkan berbagai aspek, yaitu
efisiensi, fungsi, akurasi, efektif dan aplikasi yang luas.
Dari segi efisiensi, maka alat yang kami buat tidak memerlukan biaya
yang cukup mahal, faktor biaya sangat penting krena berkaitan dengan biaya
produksi. Faktor ini sangat penting apabila nantinya produk yang dibuat akan
dilepas kepasar, dan bersaing dengan produk lain yang sejenis.
Dari segi fungsi, kami mengambil fungsi sebagai detektor suhu, yang kami
harapkan nantinya rangkaian sederhna yang kami buat dapat diaplikasikan ke
berbagai bidang yang memerlukan pantauan suhu yang akurat. Kami
menggunakan LM35 sebagai sensor suhunya. Yang mana sensor ini sangat akurat
dalam mengukur suhu, yaitu akan mengeluarkan output 10 mV setiap kenaikan
suhu 1
0
C.
Dari segi akurasi, alat kami menggunakan display seven segment yang
mempunyai 3 digit, digit pertama puluhan, satuan, dan sattu angka dibelakang
koma. Ini memberikan akurasi yang cukup tinggi karena suhu dapat dibaca secara
langsung, dan dengan satu angka diblakang koma.
Dari segi aplikasi yang luas, kami melihat pada kondisi dalam masyarakat,
seperti peternak ayam yang harus memantau suhu inkubator penetasan ayam,
pantauan suhu power supply pada supply alaat beraat yang tentunya untuk
memperpanjang umur power supply harus dilindungi dari kinerja yang berat yang
dapat dideteksi dari suhu, dll.
Maka, dari berbagai aspek tersebut kami memutuskan untuk membuat
sebuah driver LM35, yaitu sebuah rangkaian yang berguna untuk mengkonversi
sinyal analog dari output LM35 ke bahasa manusia, sehingga kita dapat membaca
suhu yang terukur secara langsung tanpa tambahan lainnya, mengingat sensor
LM35 outputnya linier yaitu 10mV/
0
C, dan karena output LM35 yang sangat kecil
yaitu 10mV.




B. BLOK DIAGRAM

Berikut ini merupakan blok diagram dari alat yang kami buat :







C. GAMBAR RANGKAIAN

Gambar Rangkaian Power Supply



































POWER
SUPPLY
SENSOR
SUHU
(LM35)
ADC
(Analog
Digital
Converter)
DISPLAY
Seven
Segment

D. DAFTAR KOMPONEN

Power Supply:
Transformator (1) ............................. Step Down CT 12 Volt
Dioda (6) ........................................... 1N4007
Elko (2) ............................................. 1000 uF / 25 Volt
IC Regulator (1) ................................ Positif 7805
IC Regulator (1) ................................ Negatif 7905
Kapasitor (2) ..................................... 470 nF

Analog Digital Converter
Sensor Suhu (1) ................................. LM35
IC ADC (1) ....................................... 7107
Seven Segment (3) ............................ Common Anoda
Socket IC (1) ..................................... 40 pin
Resistor (1) ........................................ 1M / 0,25 Watt
Resistor (1) ........................................ 47 K / 0,25 Watt
Resistor (1) ........................................ 15 K / 0,25 Watt
Resistor (4) ........................................ 330 / 0,25 Watt
Resistor (1) ........................................ 100 K / 0,25 Watt
Potensiometer (1) .............................. 100 K
Kapasitor (1) ..................................... 100 pF
Kapasitor (1) ..................................... 20 nF
Kapasitor (1) ..................................... 100 nF
Kapasitor (1) ..................................... 220 nF
Kapasitor (1) ..................................... 470 nF



E. KARAKTERISTIK KOMPONEN

Power Supply
Disini kami menggunakan power supply simetri, yaitu keluaran output ada
+ 5volt dan -5 Volt, karakteristik masing-masig komponen yaitu:

Dioda Bridge
Merupakan penyearah gelombang penuh, di gunakan untuk
mengubah gelombang AC menjadi DC, dioda bridge terdiri dari 4 buah
dioda yang disusun sedemikian rupa sehingga menjadi penyearah. Prinsip
kerjanya sama dengan dioda, bahwa dioda akan mengalirkan arus dari
anoda ke katoda, apabila polaritas dibalik (reverse bias) maka dioda tidak
akan mengalirkan arus.
Elektrolit Condensator (Elco)
Kapasitor disini digunakan untuk filter, output dari dioda bridge
adalah DC berfrekuensi, sedangkan kapasitor mempunyai sifat mudah
dialiri arus AC dan sulit dilalui DC, sehingga geombang yang berfrekuensi
tadi masuk kekapasitor untuk dikembalikan ke bridge, sehingga keluaran
akan mendekati garis lurus namun masih mempunyai riple.
IC 7805
Merupakan IC regulator yang berfungsi sebagai stabilisator
tegangan, input IC bisa bervariasi dimulai dari 5 volt sampai 30 volt. IC
ini mempunyai tegangan output positif, arus yang dikeluarkan IC
maksimal 1,5 ampere. IC ini digunakan karena sifatnya sebagai stabilisator
guna menstabilkan tegangan input untuk IC lain, yang mana input IC lain
tegangannya harus stabil tidak boleh naik turun.
IC 7905
Merupakan IC regulator 5 volt juga, namun perbedaaan dari 7805
adalah tegangan output nya yang negatif. Kami memerlukan 7905 karena
digunakan sebagai tegangan referensi untuk IC Analog Digital Converter.

Analog Digital Converter
Ini merupakan proses pengkonversian sinyal analog keluaran
sensor menjadi digital dengan display seven segment sehingga mudah
untuk dibaca. Komponen yang berperan dalam proses ini adalah sebagai
berikut:
Sensor Suhu (IC LM 35)
Sebagai sensor suhu yang teliti dan terkemas dalam bentuk IC,
dimana output tegangan sangat linier dengan perubahan suhu. Sensor ini
sebagai pengubh besaran fisis suhu ke besaran tegangan dengan koefisien
sebesar 10 mV/
0
C, yang berarti setiap kenaikan suhu 1
0
C terjadi kenaikan
tegangan sebesar 10 mV. IC ini tidak memerlukan pengkalibrasian karena
ketelitiannya
0
C tempeartur ruang. Range suhu IC LM35 adalah -55
0
C
150
0
C.



Kelebihan IC LM 35
a) Kalibrasi dalam
0
C
b) Linieritas 10mV /
0
C
c) Akurasi 0,5
0
C pada suhu ruang
d) Bekerja bagus pada range suhu +2
0
C s.d 150
0
C
e) Dioperasikan pada tegangan 4-30 Volt
f) Arus yang megalir kurang dari 60A


IC ADC 7107
Karakteristik IC 7107 sebagai ADC, IC ini mempunyai 40 kaki
(pin) beroperasi pada tegangan 5 Volt. Vcc pada pin 1 dan ground pada
pin 21. Namun harus ada tegangan referensi pada pin 26 sebesar -5Volt
hal ini untuk menjaga akurasi IC, untuk pengkalibrasian digunakan
potensiometer yang dipasang pada pin 35 dan 36. Pin 35 sebagai referensi
low dan pin 36 pada referensi high. Untuk input yang akan diconversikan
ke digital, terdapat pada pin 31 dan 30, pada pin 31 sebagai input high dan
pada pin 30 input low, disinilah kami memasang IC LM35 dengan output
IC LM35 pada pin 31 dan ground IC LM35 pada pin 30. Output IC 7107
mempunyai 4 digit seven segment namun kami hanya menggunakan 3
display saja.
Berikut ini merupakan fungsi dari masing-masing pin IC 7107.
















Berikut ini, merupakan gambar minimum sistem dari IC 7107:

Seven Segment

Seven segment mempunyai dua jenis yaitu common anoda dan
common catode yang mempunyai karakteristik masing-masing. Common
merupakan istilah yang digunakan untuk penyebutan hubungan yag
dgunakan secara bersama-sama. Seven segment common anoda digunakan
jika keluaran IC mempunyai logika low, kaki common dari seven segment
ini (kaki 3 dan 8) dihubungkan pada terminal Vcc. Untuk common catode
digunakan jika output IC berlogika high, kaki common dari seven segmen
ini dihubungkan pada terminal ground.





F. PRINSIP KERJA RANGKAIAN
Power Supply:
Tegangan input AC 220 Volt diturunkan oleh trafo menjadi 12 Volt, dari
trafo menuju penyearah gelombang penuh, disini kami menggunakan dioda
bridge, keluaran dari dioda bridge adalah DC namun masih berfrekuensi, untuk itu
dipasang kapasitor sebagai filter. Dari kapasitor outputnya sudah DC namun msh
mempunyai riak kecil (riple), untuk membersihkan riak ini kami pasang IC
regulator, output dari IC inilah yang keluarannya sama dengan baterai berupa
garis lurus. Disini kami menggunakan power supply simetri, karena kami
membutuhkan supply +5 Volt, 0 dan -5 Volt. Untuk +5Volt kami menggunakan
IC 7805 dan untuk -5 Volt kami menggunakan IC 7905.

Analog Digital Converter
IC LM35 dipasang pada pin 31 dan 30, yang nantinya output dari sensor
inilah yang akan dikonversikan ke digital, sensor mempunyai output 10mV setiap
kenaikan suhu 1
0
C. output IC 7107 akan low merujuk pada angka yang harus
ditunjukkan. Karena output IC low maka seven segment yang digunakan adalah
common anoda yang mana kaki common dihubungkan pada anoda. Karena seven
segment adalah LED maka prinsip kerjanya sama juga dengan LED. Ketika outpu
IC high, antara anoda dan katoda seven segment tidak ada beda potensial sehingga
LED mati, ketika output IC low maka tegangan pada anoda seven segment lebih
tinggi dari katoda, ada beda potensial sehingga ada arus yang mengalir dari anoda
ke katoda hal ini lah yang akan menghidupkan seven segment.









G. GAMBAR LAYOUT PCB















































H. TATA LETAK KOMPONEN















































KOMPONEN
ELEKTRONIKA


MINI PROJECT
SENSOR SUHU (IC LM 35)



















Disusun Oleh :


Widyawati (125514021)
Saiful Nidzom (125514028)
Candra Ilham Y (125514222)
Alfian Dwi E (125514030)
Randy Ade A (125514219)


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
2013